Implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMP PGRI 1 Ciputat

Gratis

0
7
148
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Alhamdulillah segala puji bagi Allah, Azza Wajalla atas rahmat dan karunia-Nya kepada penulis maka selesailah skripsi yang berjudul “ImplementasiPendidikan Karakter dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMP PGRI 1 Ciputat ” dapat terselesaikan dengan baik. Yang tercinta Ayahanda Supardi dan Ibunda Turiah yang telah memotivasi dengan moril maupun materil dan doa serta menjadi inspirasi penulis dalampenulisan skripsi ini.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah sebuah proses untuk mengubah jati diri seorang

  Pendidikan karakter juga dapat meningkatkan belajar siswa dengan program pendidikan karakter dari sekolah dapat meningkatkan kualitashubungan manusia antar orang dewasa dengan anak-anak dan anak-anak dengan sesamanya, dengan demikian akan memperbaiki lingkungan untukmengajar dan belajar. Pelaksanaan pendidikan saat ini yang lebih didominasi oleh praktek pendidikan di tingkat individual yang cenderungkognitif-intelektualistik, perlu diarahkan kembali sebagai wahana pengembangan pendidikan karakter bangsa, sebagai proses pembangunankecerdasan, akhlak dan kepribadian peserta didik secara utuh sesuai dengan 9 tujuan pendidikan nasional.

h. 150

9 Sardiman, “Peran Pembelajaran IPS dan Pembangunan Karakter Bangsa”, 2013, h. 14

  personal (misalnya, berbudi luhur, disiplin, kerja keras, mandiri), dimensi sosiokultural (misalnya, cinta tanah air, menghargai dan melestarikan karyabudaya sendiri, mengembangkan semangat kebangsaan dan kesetiakawanan sosial, kepedulian terhadap lingkungan), dimensi spiritual (misalnya, imandan taqwa, menyadari bahwa alam semesta adalah ciptaan Tuhan Yang MahaPencipta), dan dimensi intelektual (misalnya, cendekia, terampil, semangat untuk maju). Berdasarkan latar belakang yang telah di uraikan diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Implementasi PendidikanKarakter dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMP PGRI 1Ciputat ”.

B. Identifikasi masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan diatas maka masalah yang dapat diidentifikasi adalah:

1. Karakter siswa yang menyimpang 2

  Kurangnya penanaman nilai-nilai karakter dalam pembelajaran 3. Kelakuan buruk siswa sudah terkontaminasi baik dari dalam lingkungan sekolah maupun luar sekolah.

C. Batasan Masalah

D. Rumusan Masalah

  Masalah yang akan diteliti tentang proses penanaman pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS di SMP PGRI 1 Ciputat. Berdasarkan pembatasan masalah di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi pendidikan karakter dalampembelajaran IPS di SMP PGRI 1 Ciputat?

E. Tujuan Penelitian

F. Manfaat Hasil Penelitian 1

  Berdasarkan rumusan masalah maka penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS di SMPPGRI 1 Ciputat. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi salah satu rujukan atau panduan dalam penelitian selanjutnya khususnya terkait masalahtentang implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS.

2. Manfaat Praktis a

  Bagi peneliti1) Sebagai salah satu cara untuk mengaplikasikan pembelajaran yang telah didapatkan di Universitas Islam Negeri Syarif HidayatullahJakarta.2) Sebagai sarana untuk menambah ilmu pengetahuan, wawasan serta pengalaman yang dapat dijadikan proses perbaikan diri dimasamendatang 3)Sebagai salah satu cara untuk memperoleh gelar sarjana strata satu dari program pendidikan ilmu sosialb. Bagi sekolah, penelitian ini dapat bermanfaat sebagai perbaikan sekolah agar dapat menerapkan pendidikan karakter di sekolah bukanhanya pada mata pelajaran IPS.

BAB II KAJIAN TEORI A. Hakikat Implementasi Pendidikan Karakter 1. Pengertian Implementasi Implementasi didefinisikan secara sederhana oleh Syafruddin Nurdin

  Maka implementasi dapat diartikan sebagai tindakan atau pelaksanaan dari sebuah rencana yang sudah disusun secaramatang dan terperinci. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli mengenai implementasi dapat disimpulkan bahwa Implementasi suatu proses, suatu aktivitas danpelaksanaan yang digunakan untuk mentransfer ide/gagasan, program atau harapan-harapan yang dituangkan dalam bentuk perencanaan yang sudahtersusun dan terencana dan dilakukan secara sungguh-sungguh berdasarkan acuan norma tertentu untuk mencapai tujuan kegiatan.

1 Syafruddin Nurdin, Guru Profesional & Implementasi Kurikulum, (Padang: Quoantum

2. Pengertian Karakter

  Simon Philips mengatakan,“karakter adalah kumpulan tata nilai yang menuju pada suatu sistem, yang melandasi pemikiran, sikap dan perilaku 5 yang ditampilkan Maka karakter memiliki arti nilai-nilai yang ”.melandasi pemikiran kemudian ditampilkan dalam perilaku seseorang. Individu yang berkarakter baik merupakan seseorang yang berusaha melakukan hal-halyang terbaik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dirinya, sesama, lingkungan, bangsa dan negara, pada umumnya dengan mengoptimalkan potensi(pengetahuan) dirinya dan disertai dengan kesadaran, emosi dan motivasinya (perasaannya).

3. Pendidikan Karakter

  Dirjen dikti menyatakan pendidikan karakter sebagai pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai pendidikan nilai,pendidikan budi pekerti, pendidkan moral, pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untukmemberikan keputusan baik-buruk, memelihara yang baik, mewujudkan, dan menebar kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari 11 dengan sepenuh hati. Berdasarkan hal di atas, pendidikan karakter merupakan nama lain dari pendidikan nilai, penidikan budi pekerti, pendidikan moral, danpendidikan watak dan menanamkan sikap-sikap yang baik yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

4. Fungsi dan Tujuan Pendidikan Karakter

  Penyaring: untuk menyaring budaya yang negatif dan menyerap budaya yang sesuai dengan nilai budaya dan karakter bangsa untukmeningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan 12 dunia. Adapun tujuan pendidikan karakter sejalan dengan Undang-UndangDasar 1945 Pasal 3 ayat (3): “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkankeimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan Undang- Undang”.

12 Anas Salahudin dan Iwan Alkrienciechie, Pendidikan Karakter Pendidikan Berbasis Agama dan Budaya Bangsa, (Bandung: Pusata Setia, 2002), h. 105

  Dalam Undang-Undang nomor 20 Tahun 2003 tentang sistemPe ndidikan Nasional dirumuskan dalam pasal 3: “Pendidikan Nasionalbertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlakmulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab”. Berdasarkan penjelasan tersebut dirumuskan tujuan pendidikan karakter secara umum adalah untuk membangun dan mengembangkan karakterpeserta didik pada setiap jalur, jenis dan jenjang pendidikan agar dapat menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur menurut ajaran agama dannilai-nilai luhur dari setiap butir sila dari pancasila.

5. Nilai-nilai Karakter

  Dengan demikian nilai dapat dirumuskan sebagai sifat yang terdapat pada sesuatu yang menempatkan pada posisi yang berharga dan terhormatyakni bahwa sifat ini menjadikan sesuatu itu dicari dan dicintai, baik dicintai oleh satu orang maupun sekelompok orang, contoh hal itu adalahnasab bagi orang-orang terhormat mempunyai nilai yang tinggi, ilmu bagi ulama mempunyai nilai yang tinggi dan keberanian bagi pemerintahmempunyai nilai yang dicintai dan sebagainya. Dalam kaitan ini sikap dan perilaku budi pekerti mengandung lima jangkauan sebagai berikut: (i) sikap dan perilaku dalam hubungannya dengan tuhan, (ii) sikapdan perilaku dalam hubungannya dengan diri sendiri, (iii) sikap dan perilaku dalam hubungannya dengan keluarga, (iv) sikap dan perilakudalam hubungannya dengan masyarakat dan bangsa, dan (v) sikap 1918 dan perilaku dalam hubungannya dengan alam sekitar.

2. Syukur 3

6. Kerja keras 7

  Pengam bil risiko 5.kerja keras 6.berinisiatif 7.kerja cerdas 8.berpikir jauh kedepan 9.berpikir konstruktif 7.kerja keras 8.kerja cerdas 9.berpikir jauh kedepan 10.berpikir konstruktif 11.bertang gung jawab 5.lembut hati 6.berinisia tif 6.bertang gungjawab 7.bijaksana 8.menghar gai 5.lembut hati Nilai-nilai Karakter Terhadap tuhan Terhadap diri sendiri Terhadap keluarga Terhadap orang lain Terhadap masyarakat dan bangsa Terhadap alam lingkungan 1. Adil 2.

8. Berinisiatif 9

  Religius adalah proses mengikatkembali atau bisa dikatakan dengan tradisi, sistem yang mengatur tata keimanan(kepercayaan) dan peribadatan kepada TuhanYang Maha Kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia danmanusia serta lingkungannya. Rasa ingin Sikap dan tindakan yang selalu berupaya tahu untuk mengetahui lebih mendalam dan meluasdari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat dan didengar.

6. Prinsip-prinsip Pendidikan Karakter

  Memiliki cakupan terhadap kurikulum yang bermakna dan menantang yang menghargai semua siswa, membangunkarakter mereka dan membantu mereka sukses. Memfungsikan seluruh staf sekolah sebagai komunitas moral yang berbagi tanggung jawab untuk pendidikan karakter dansetia pada nilai dasar yang sama.

4. Proses pendidikan dilakukan peserta didik dengan secara aktif

  Proses ini menunjukkan bahwa proses pendidikan karakter dilakukan olehpeserta didik bukan oleh guru. Sedangkan guru menerapkan prinsip “tut wuri handayani” dalam setiap perilaku yang 23 ditunjukan oleh agama.

7. Integrasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran

  Prinsip-prinsip pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning) yangdapat diadopsi dalam membuat perencanaan pembelajaran (merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian dalam silabus, RPP, dan bahanajar), melaksankan proses pembelajaran, dan evaluasi. Penyususnan rencanapembelajaran dalam bentuk pembuatan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan bahan ajar yang telah dibuatdengan menambahkan/mengadaptasi kegiatan pembelajaran yang bersifat memfasilitasi dikenalkannya nilai-nilai.

25 Agar memfasilitasi terjadinya pembelajaran yang membantu

  Kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian, dan teknik penilaian yang ditambahkan dan hasil modifikasi tersebut harusbersifat lebih memperkuat pencapaian SK dan KD sekaligus mengembangkan karakter.2) Rencana pelaksanaan PembelajaranRencana pelaksanaan pembelajran (RPP) disusun berdasarkan silabus yang telah dikembangkan oleh sekolah. Seperti yang terumuskan pada silabus, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pengajaran, langkah-langkahpembelajaran, sumber belajar dan penilaian yang dikembangkan di dalam RPP pada dasarnya dipilih untuk menciptakan prosespembelajaran untuk mencapai SK dan KD.

30 Pembelajaran bukan hanya sekedar memberikan informasi dan

  Pembelajaran menurut Gagne dan Brigga adalah rangkaian peristiwa (events) yang mempengaruhi pembelajaran sehingga 31 proses belajar dapat berlangsung dengan mudah. Dari beberapa pengertian pembelajaran yang dikemukakan oleh beberapa ahli dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah interaksipendidik dengan peserta didik untuk memperoleh suatu perubahan yang didalamnya meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas,perlengkapan prosedur, yang saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan pembelajaran sehingga proses belajar dapat berlangsung denganmudah.

2. Pengertian IPS

  Maka IPS merupakan bagian kurikulum sekolah yang terdiri dari paduan sejumlah mata pelajaran sosial seperti sejarah, ekonomi,geografi, sosiologi, antropologi dan psikologi yang semuanya berhubungan dengan peran manusia dalam bermasyarakat. Charles R Keller mengemukakan IPS sebagai suatu paduan dari pada sejumlah ilmu-ilmu sosial dan ilmu lainnya yang tidak terikatoleh ketentuan displin/struktur ilmu tertentu melainkan bertautan dengan kegiatan-kegiatan pendidikan yang berencana dan sistematisuntuk kepentingan program pengajaran sekolah dengan tujuan memperbaiki, mengembangkan dan memajukan hubungan-hubungan 34 kemanusiaan-kemasyarakatan.

3. Karakteristik Pembelajaran IPS

  Program pembelajaran disusun dengan meningkatkan atau menghubungkan bahan-bahan dari berbagai displin ilmu sosial danlainnya dengan kehidupan nyata di masyarakat, pengamalan, permasalahan, kebutuhan dan mproyeksikannya kepada kehidupandimasa depan baik dari lingkungan fisik/alam maupun budayanya. Berdasarkan penjelasan di atas maka ciri dan sifat utama pembelajaran ips tidak hanya dari satu bidang ilmu saja melainkanbersifat komprehensif, mengutamakan peran aktif siswa, dan hubungan antarmanusia serta tidak hanya mengutamakan pengetahuansemata juga nilai dan keterampilan.

4. Tujuan Pembelajaran IPS

  Pertama yang mengemukakan bahwa tujuan pembelajaran IPS di persekolahan adalah untuk mendidik para siswa menjadi ahliekonomi, politik, hukum, sosiologi dan diorganisasikan secara terpisah-pisah sesuai dengan “body of knowledge” masing-masing disiplin ilmu sosial tersebut. Sifat warganegara yang baik akan mudah ditumbuhkan pada siswa apabila guru mendidik mereka dengan jalan menempatkannya dalamkonteks kebudayaannya dari pada memusatkan perhatian pada displin ilmu yang terpisah-pisah seperti dilakukan di universitas.

C. Penelitian Yang Relevan 1

  Skripsi yang ditulis oleh Wahyu Muataqim, mahasiswa Fakultas TeknikUniversitas Negeri Yogyakarta yang berjudul “Pengaruh PenerapanPendidikan Karakter di Sekolah Terhadap Perilaku Akademik SiswaKelas XI Teknik Komputer Jaringan di SMK Piri 1 Yogyakarta ”.menunjukkan bahwa Penerapan Pendidikan Karakter yang dilakukan berdasarkan data kuantitatif dan kualitatif tergolong baik. Hal ini terbuktipada daftar nilai evaluasi pendidikan katrakter yang telah dibuat dan amati oleh guru IPS Terpadu, melalui pengamatan ketika siswaberdiskusi, Tanya jawab dan sikap sehari-hari siswa.

39 Wahyu Muataqim

“Pengaruh Penerapan Pendidikan Karakter di Sekolah Terhadap Perilaku 40 mulai berkembang pada siswa.

3. Tesis yang ditulis oleh Hery Nugroho, mahasiswa program magister

  Pelaksanaan Pendidikan Karakter dalam PAI di SMANegeri 3 Semarang menggunakan dua cara, yakni kegiatan intrakulikuler dan ekstrakulikuler. Kebijakan pendidikan karakter dalam PAI di SMANegeri 3 Semarang melalui tiga cara, yakni mata pelajaran, pengembangan diri, dan budaya sekolah.

D. Kerangka berfikir

  yaitu memiliki pengetahuan tentang karakter yang baik (moral knowing), dari pengetahuan tentang karakter yang baik itu selanjutnya timbul niatatau komitmen anak didik untuk berbuat baik (moral feeling), dan setelah anak memiliki niat atau komitmen dalam berbuat baik maka dia akanmelakukannya dalam kehidupannya sehari-hari (moral behabior). Maka dari serangkaian pengetahuan, sikap dan perilaku dan internalisasi karaktertidak cukup berhenti pada pengetahuan tapi muaranya karakter itu diaplikasi dalam tindakan atau laku kehidupan sehari-hari sehingga anakmenjadi terbiasa untuk berprilaku baik.

43 Nadlir, dkk., op cit., h. 10

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP PGRI 1 Ciputat yang beralamat di Jl. Pendidikan No. 30 Ciputat Kota Tangerang Selatan 15411 Telp./Fax : 021-

B. Metodologi Penelitian

  Yang dimaksud dengan pertimbangan tertentu disini adalah mempertimbangkan siapa yang akan dijadikan sumber dataatau informan yang benar-benar bisa memberikan data dengan memilih orang yang dianggap paling tahu tentang apa yang diharapkan, ataumungkin dia sebagai penguasa sehingga akan memudahkan peneliti menjelajahi obyek/situasi sosial yang diteliti. Sedangkan wawancara dengan sepuluh siswa dan siswi dilakukan untuk mengetahui bagaimana tanggapan siswa terhadapproses pelaksanaan penanaman karakter dilakukan di SMP PGRI 1Ciputat dan wujud dari karakter yang tertanam melalui proses penanaman nilai-nilai karakater.

6 Basrowi dan Suwandi, Memahami Penelitian Kualitatif, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), h. 173

E. Instrumen Penelitian

  Instrumen yang digunakan dalampenelitian ini terbagi atas tiga bagian yaitu: Perubahan perilaku siswa7, 6, 10 5 Model pembelajaran5,6,10, 3. Sarana dan prasarana yang menunjang pendi-dikan karakter.

1. Pendidikan karakter 2

2. Perubahan perilaku siswa

  Cara siswa bersikap dengan teman sebaya,guru, orang tua, dan masyarakat 1. Sumber ajar yang digunakan Nilai-nilai yang ditanamkan 4.

1. Cara mengajar guru 2

  Siswa Kelas dan luar Akhlak selama di kelas sekolah Tabel 3.5 Kisi-kisi Intrumen Dokumentasi No Jenis dokemen Sumber Ada Tidak Keterangan 1. Visi dan misi TU √ sekolah 3.

F. Teknik Analisis Data

  Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat 8 kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain. Teknik analisis data yang dilakukan dengan cara mengorganisasikan data lalu menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusunke dalam pola memilih mana yang penting dan mempelajarinya kemudian membuat kesimpulan yang dapat dipahami oleh orang lain.

G. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data

Teknik pemeriksaan keabsahan data pada penelitian ini meliputi 10 triangulasi, perpanjangan pengamatan dan meningkatkan ketekunan.

1. Triangulasi

  Triangulasi teknikTriangulasi teknik untuk meguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama denganteknik yang berbeda. Dengan cara tersebut makakepastian data dan urutan peristiwa akan dapat direkam secara pasti dan sistematis.

1. Sejarah Singkat SMP PGRI 1 Ciputat, Tangerang Selatan

  Tahun 1979 -1980 Kelas I 156 orang, Kelas II 125 orang dan dan Kelas III 101 orang jumlah sebanyak 382 orang dan ujian akhirKelas III menginduk ke SMP Negeri I Ciputat yang di kepalai oleh Bapak Drs. Kemudian Status Sekolah Menengah Pertama PersatuanGuru Republik Indonesia (SMP PGRI I Ciputat ) telah berstatus “DIAKUI” dengan surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengahdengan nomor: B.02.0075 tanggal 25 Februari 1986 dan dengan nomorStatistik Sekolah nomor: 204020417055 dan data Sekolah nomor: B.040.52.002.

2. Visi dan Misi SMP PGRI I Ciputat a

  Visi SMP PGRI 1 CiputatMenjadi Sekolah unggulan yang didasari oleh IMTAQ dan IPTEK, serta berwawasan lingkungan budaya. Misi SMP PGRI 1 Ciputat1) Menyiapkan generasi muda yang menguasai pengetahuan dan teknologi dengan landasan iman dan taqwa.2) Meningkatkan pengetahuan peserta didik yang cerdas, terampilan dan berbudi luhur.

3. Guru dan Tenaga Kependidikan No Nama Jenis Keterangan Kelamin L P Pendidikan Jabatan Mengajar

  Za V SD/Sedera jat V SMA/Sede rajatTenagaAdministrasi Thamrin V SMA/Seder ajat 18 DedeSetiaman V null Guru - V SMA/Seder ajatTenagaAdministrasi 16 MuhammadTarigan V Null Guru - 15 BuyungTarmizi V Null Guru - 14 Aliq Hudaya V D4/S1 Guru IlmuPengetahuanAlam (IPA), V Null - Guru V Null GuruWardoyo 38 Eti Hernawati V D4/S1 Guru BahasaInggris, 39 Muhammad V D4/S1 Guru PendidikanSyarifuddin, Agama Islam, S. Sarana dan Prasarana a.

6. Kegitan Ekstrakulikuler NO KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KET**

  Seni Tari dan Peran  7. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasionald) Keputusan-keputusan sekolah sesuai dengan hasil Raker SMP PGRI 1 Ciputat,2) Maksud dan Tujuan a) Maksud penerangan tata tertib ini adalah untuk memberikan arahan bagi siswa dalam bersikap, bertindak, dan tingkah lakuselama dalam naungan SMP PGRI 1 Ciputat.

b. Tata Tertib Siswa

  d) Petugas piket diwajibkan mempersiapkan dan menyediakan alat pelajaran yang diperlukan menjelang pelajaran dimulai.4) Meninggalkan jam pelajaran a) Bila siswa tidak hadir di sekolah, maka orang tua/wali wajib memeberitahukan informasi kepada pihak sekolah secaralangsung atau melalui surat yang ditandatangani oleh orang tua/wali yang sah, dengan disertai buku tata tertib pada hari itujuga. b) Siswa yang dikeluarkan dari ruangan kelas oleh guru yang bertugas karena alasan tertentu wajib melapor kepada kepalasekolah atau guru piket.8) Sarana dan prasanan belajar a) Siswa wajib melengkapi alat-alat pelajarannya sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh sekolah/guru.

B. Deskripsi Data

Dari hasil penelitian yang dilaksanakan di SMP PGRI 1 Ciputat, dengan merujuk pada kisi-kisi instrumen maka diperoleh data sebagai berikut:

1. Pemahaman terhadap pendidikan karakter

  16 serta kebersihan Nilai-nilai karakter yang terlihat pada siswa di lingkungan sekolah seperti nilai religius dengan sholat dhuha dan sholatdhuhur berjamaah, nilai toleransi dan peduli sosial dengan siswa ikut membantu dan menyumbang kegiatan sosial dan bencana alam, nilaidisiplin dengan siswa tidak terlambat masuk sekolah, nilai peduli 17 lingkungan dengan siswa menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Hal ini juga dipertegas oleh Kepala Sekolah SMP PGRI 1 Ciputat, sekolah menyediakan sarana yang dapat digunakan untuk menunjang prosespembelajaran dan pembentukan karakter seperti musholah untuk membimbing para siswa untuk kepercayaannya, lapangan untuk kegiatankeagamaan rohis dan ekstrakulikuler yang lainnya, laboraturium komputer dan perpustakan yang menyediakan buku-buku untuk memenuhi rasa ingin 22 tahu siswa akan pengetahuan.

27 Wawancara dengan Ibu Surati sebagai guru IPS, pada tanggal 21 Januari 2015

2. Implementasi pendidikan karakter dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMP PGRI 1 Ciputat a. Perencanaan pendidikan karakter dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial di SMP PGRI 1 SMP PGRI 1 Ciputat

  Perencanaan pendidikan karakter dalam Ilmu Pengetahuan Sosial di SMP PGRI 1 Ciputat dilakukan saat penyususnan pembelajaran,yakni dalam pembuatan silabus dan RPP sudah sesuai dengan pedomanSekolah pengembangan pendidikan karakter yang dikeluarkanKemendiknas, yakni dalam perencanaan pendidikan karakter dalam mata pelajaran dicantumkan dalam silabus dan RPP untuk nilaipendidikan karakter yang dikembangkan contoh silabus yang disusun guru IPS Hasanah, S. Pertemuan 1 dan 2 dengan materi peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaana) Siswa dibagi menjadi delapan kelompok yang beranggotakan lima atau enam siswab) Siswa diberi tugas untuk menjelaskan peristiwa apa saja yang terjadi disekitar proklamasi kemerdekaanc) Setiap kelompok membuat hasil diskusi dan setiap kelompok mempersentasikan di depan kelasd) Guru memberikan penguatan tentang materi yang telah didiskusikan.

c. Evaluasi pendidikan karaktek dalam Pembelajaran Ilmu pengetahuan sosial di SMP PGRI 1 Ciputat

  Teknik-teknik tersebut terutama observasi (dengan lembar observasi/lembar pengematan),penialain diri (dengan lembar penilaian diri/kuisioner), penialaian antarteman (lembar penilaian antar teman) dan tugas-tugas penguatan(terutama pengayaan) diberikan selain dapat meningkatkan penugasan yang ditargetkan, juga menanamkan nilai-nilai (panduan pendidikan 30 karakter sekolah menengah pertama, kemendiknas, 2010). Penilaian yang digunakan dalam menerapkan pendidikan karakter denganobservasi, penilaian diri, penilaian antarteman dan tugas-tugas penguatan.

C. Temuan Utama Penelitian

  Selain menerapkan dari beberapa nilai-nilai karkater dari Kemendiknas, sekolah juga menerapkan 5S yaitu senyum, salam, sapa, sopan dan santunbagi siswa, guru dan karyawan sekolah. Nilai–nilai karakter yang dimasukkan kedalam silabus dan RPP saat perencanaan nilai disiplin, rasa hormat dan perhatian, tekun, tanggungjawab dan ketelitian.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan pendidikan

B. Saran

  Bagi universitas yang berorientasi pada bidang pendidikan hendaknya berperan dalam meningkatkan kualitas guru dalam menyusunperangkat pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan karakter dan menyusun alat evaluasi pendidikan karakter di sekolah. Jawab: kami disamping mengharapkan siswa yang cerdas, modern dan religius sebagaimana yang diamanahkan pemerintah kota Tangerang Selatan, kami juga ingin membentuk siswa yang memiliki karakter, moral, sopan santun dan budi pekerti, karenapercuma anak cerdas tapi tidak memiliki sopan santun.

5. Kegiatan apa saja yang mendukung pembentukan karakter?

  Jawab: sarana yang digunakan seperti musholah untuk membimbing para siswa untuk kepercayaannya, lapangan untuk kegiatan keagamaanrohis dan ekstrakulikuler yang lainnya, laboraturium komputer dan perpustakan yang menyediakan buku-buku untuk memenuhi rasaingin tahu siswa akan pengetahuan. Jawab: perubahan yang nyata pada siswa berupa peduli pada lingkungan untuk menjaga kebersihan, disiplin dari segi waktu beribadahtepat waktu,, sudah berkurang/menipis penggunaan kata-kata kasar oleh siswa dan sudah 90% dikalangan siswi menggunakankerudung untuk menjaga dirinya dan menunjukkan sebagai wanita muslimah dan terhormat, karena wanita yang terhormatitu salah satu pendukungnya adalah pakaian.

LEMBAR WAWANCARA GURU

  Jawab: Pendidikan karakter merupakan pendidikan yang mengacu kepada kurikulum 2013, dimana guru dituntut untuk memperbaiki akhlakdan perilaku anak secara moralitas di zaman sekarang ini 2. Jawab: ingin menjadikan siswa yang memiliki karakter, akhlak yang bagus dan menjadi kebanggaan bagi orang tua dan sekolah sertadipandang baik di mata masyarakat.

6. Nilai-nilai apa saja yang ibu/bapak guru tanamkan dalam pembelajaran

  Jawab: penilaian yang diginakan dalam evaluasi belajar dengan penigasan berupa pr untuk mengetahui perkembangan belajar siswa sertamenanamkan nilai disiplin dalam ketepatan waktu mengumpulkan tugas serta tanggung jawab dalam mengerjakan tugasnya, selain itupenilaian jug amenggunakan observasi dengan mengamati sikap siswa di kelas. Jawab: Perubahan siswa dapat dirasakan setelah diberikan nilai-nilai karakter berupa sikapnya menjadi lebih baik seperti senyum,salam, sapa, sopan dan santun, kerapihan kelas, mengerjakan tugas sekolah (PR), berpakaian rapi hal ini sesuai dengan apa yangdiajarkan oleh guru setiap harinya 14.

3. Apa tujuan dari penerapan karakter?

  Jawab: mendekati siswa dengan menasihatinya, memanggil orang tua murid, mengadakan kerja sama pihak sekolah dengan orang tua,bekerja sama dengan lingkungan seperti umpama anak merokok diluar lingkungan sekolah menggunakan seragam sekolah atau anakbolos dan main internet. Jawab: penilaian yang digunakan seperti observasi dengan mengamati tingkah laku siswa, unjuk kerja dan kemajuan belajar siswa, laludengan penugasan berupa pr yang dikerjakankan baik secara individu atau kelompok, penugasan digunakan untuk mengetahuiperkembangan belajar siswa dan menanamkan nilai-nilai seperti tanggung jawab, disiplin, dan kerja keras.

LEMBAR OBSERVASI 1

  Fasilitas sekolah 2. Mengamati kegiatan belajar mengajar di SMP PGRI 1 Ciputat yang meliputi: a.

HASIL OBSERVASI 1

  Pertemuan 1, 2 dan 3 dengan materi terbentuknya BPUPKI, sidang BPUPKI dan Perumusan Negaraa) Guru meminta siswa untuk membacakan materi b)Guru menjelaskan materi tersebut c)Agar terjadi interaksi antara guru dan siswa diadakan tanya jawab untuk membuat suasana kelas menjadi aktif danmengasah kemampuan siswa. Pertemuan 1 dan 2 dengan materi peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaana) Siswa dibagi menjadi delapan kelompok yang beranggotakan lima atau enam siswab) Siswa diberi tugas untuk menjelaskan peristiwa apa saja yang terjadi disekitar proklamasi kemerdekaanc) Setiap kelompok membuat hasil diskusi dan setiap kelompok mempersentasikan di depan kelasd) Guru memberikan penguatan tentang materi yang telah didiskusikan.

Dokumen baru

Download (148 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Implementasi Pendidikan berbasis nilai karakter dalam pembelajaran PAI
1
8
96
Hubungan antara pengelolaan biaya pendidikan dengan peningkatan mutu guru SMP PGRI 1 Ciputat
0
3
97
Efektivitas metode demonstrasi pada pembelajaran PAI hubungan dengan motivasi belajar siswa di SMP PGRI i Ciputat Tengerang Selatan
0
8
115
Efektiovitas kedisiplinan siswa dalam pembelajaran di SMP Islamiyah Ciputat
0
6
90
Implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan islam
0
6
113
Pengaruh kedisplinan guru terhadap prestasi belajar siswa pada pendidikan agama islam di SMP PGRI I Ciputat
3
15
103
Upaya meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas II dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw di Mi Al-Amanah Joglo Kembangan
0
6
103
Implementasi kurikulum 2013 dalam pendidikan karakter peserta didik SMPIT Nurul Hikmah Matraman Jakarta Timur
1
6
140
Implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMP PGRI 1 Ciputat
0
7
148
Kemampuan guru pai dalam mengelola pembelajaran di SDN Pisangan 1 Ciputat Timur
11
108
109
Pengaruh kreativitas guru PAI terhadap peningkatan prestasi belajar siswa di SMP PGRI 1 Ciputat
3
9
100
Efektifitas metode diskusi dalam pembelajaran pendidikan agama islam : studi kasus di SMP Yapia Ciputat
0
5
79
Implementasi pendidikan karakter bangsa bagi anak terlantar di panti asuhan Nurul Qur'an Bekasi
0
6
82
Implementasi hidden curriculum dalam pembelajaran pendidikan agama islam di SMP Negeri 14 Tangerang Selatan
0
7
188
Implementasi manajemen pembelajaran dalam upaya meningkatkan mutu hasil pendidikan di SMP Terbuka 4 Pandak Bantul
0
0
7
Show more