Kajian Eksperimental Kolektor Untuk Mesin Pendingin Siklus Adsorpsi Yang Digerakkan Energi Surya

 1  44  120  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

KAJIAN EKSPERIMENTAL KOLEKTOR UNTUK MESIN PENDINGIN SIKLUS ADSORPSI YANG DIGERAKKAN ENERGI SURYA MASRIN DAMANIK NIM. 06 0401 079

  Diketahui / Disahkan : Disetujui : Departemen Teknik Mesin Dosen Pembimbing,Fakultas Teknik USU Ketua,Dr. 060401079Telah Disetujui Dari Hasil Seminar Skripsi Periode ke 604 pada Tanggal 13 Juli 2011 Pembimbing Tulus Burhanuddin Sitorus, ST, MT.

KAJIAN EKSPERIMENTAL KOLEKTOR UNTUK MESIN PENDINGIN SIKLUS ADSORPSI YANG DIGERAKKAN ENERGI SURYA MASRIN DAMANIK NIM. 060401079

NIP. 195512101987101001 NIP. 194910121981031002

  Program Studi : Konversi Energi Bidang Studi : Termodinamika TeknikJudul Tugas : Kajian eksperimental kolektor untuk mesin pendingin siklus adsorpsi yang digerakkan energi suryaDiberikan Tgl. Kartu ini harus dijaga bersih dan rapi.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “KAJIANEKSPERIMENTAL KOLEKTOR UNTUK MESIN PENDINGIN SIKLUS ADSORPSI YANG DIGERAKKAN ENERGI SURYA” Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk mencapai derajat Sarjana S-1 pada Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. Untuk penulisan skripsi ini, penulis dan tim telah merancang dan membangun konstruksi alat penukar kalor tabung cangkang dan melakukan pengujian alat penukar kalordengan memanfaatkan air laut sebagai fluida pendingin.

10. Rekan satu tim, Marlundu Naibaho, Donny Osmond Samosir, atas kerja sama yang baik untuk menyelesaikan penelitian ini

  Variabel yang mempengaruhi sistem mesin pendingin pada adsorber adalah tekanan (P ) dan (T )generator generator Kata kunci : proses adsorpsi; proses desorpsi; intensitas radisi matahari; kolektor plat datar; adsorber/generator. Variabel yang mempengaruhi sistem mesin pendingin pada adsorber adalah tekanan (P ) dan (T )generator generator Kata kunci : proses adsorpsi; proses desorpsi; intensitas radisi matahari; kolektor plat datar; adsorber/generator.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang

  Untuk terjadinya suatu proses pendinginan diperlukan suatu bahan (refrigeran ) yang mudah dirubahbentuknya dari gas menjadi cair atau dari cair ke gas untuk mengambil panas dari evaporator dan membunangya di kondensor. Alatrefrigerasi seperti mesin pendingin ruangan (air conditioner) dan lemari es juga masih menggunakan CFC yang terdiri atas R11,R12,R22, yang dapat merusak lapisan ozon jika terlepas ke udara.

C. R12 (CCl

C. Biasanya hanya digunakan pada mesin refrigerasi kecil karena panas penguapan perjumlah refrigerasi cukup kecil

R22 (CHF

  2 F 2) , merupakan senyawa kimia group dari methane omemiliki titik didih normal -30 2 Cl), refrigeran ini digunakan pada mesin freezer dan sebagainya yang omenghendaki temperatur yang lebih rendah. Panas penguapan per jumlah refrigeran sedikit lebih baik disbanding dengan R12.

1.2. Tujuan penulisan

  Tujuan dilakukan penelitian skripsi ini adalah: 1. Mendisain dan membuat model fisik dari adsorber/generator dan kolektor sebagai salah satu komponen dari sistem refrigerasi siklus adsorpsi.

1.3. Batasan masalah

  Perancangan pada kolektor atau adsorber 2. Refrigerant yang dipakai adalah karbon aktif dan methanol 3.

1.4. Manfaat penulisan

Manfaat penulisan skripsi ini adalah : 1. Menghasilkan rekomendasi sistem pendingin yang ramah lingkungan dan hemat energi

2. Sebagai wacana dalam sistem refrigerasi yang dapat dilanjutkan untuk penelitian yang lebih lanjut

1.5. Sistematika Penulisan

  Pada bab II yaitu tinjauan pustaka, pada bab ini membahas teori-teori yang dapat mendukung dan menjadi pedoman dalam penyusunanskripsi. Bab III yaitu metodologi, pada bab iniberisikan metode pelaksanaan skripsi dan juga membahas alat dan bahan yang digunakan.

Bab IV yaitu analisa dan pembahasan, pada bab ini membahas hasil pengujian. Data yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

  dianalisa berupa temperatur dan tekanan pada adsorber. Bab V yaitu kesimpulan dan saran, pada bab ini membahas tentang kesimpulan hasil dari metodologi, analisa dan pembahasandan juga membahas saran.

2.1. Energi surya

  Suatu teori yang akhir-akhir ini dapat diterima para ahli mengatakan bahwa radiasi gelombang elektromagnetik merupakan kombinasi dari gelombang elektrik arus bolak-balikberkecepatan tinggi dengan gelombang medan magnet yang menumbuhkan partikel-partikel energi dalam bentuk foton. Radiasi yang dipancarkan melalui permukaan matahari mempunyai variasipanjang gelombang dari yang paling panjang (gelombang radiao) sampai yang paling pendek (gelombang sinar X dan sinar gamma), (lit.7,hal.290).

2 Watt/m dipancarkan oleh sinar infra merah

  Pada dasarnya energi radiasi yang dipancarkan oleh sinar matahari mempunyai besaran yang tetap (konstan),tetapi karena peredaran bumi mengelilingi matahari dalam bentuk elips maka 2 2besaran konstanta matahari bervariasi antara 1308 Watt/m dan 1398 Watt/m . Dengan berpedoman pada luas penampang bumi yang menghadap matahari dan yang berputarsepanjang tahun, maka energi yang dapat diserap oleh bumi besarnya adalah 751 x 10 kW- jam.

2.2. Tinjauan perpindahan panas

  Kemudian panas dipindahkan ke fluida dalam saluran dengan cara konveksi; apabila dilakukan dengan sirkulasi dengan sebuah pompa, maka disebut konveksi paksa. Pelatpenyerap yang panas itu melepaskan panas ke pelat penutup kaca (umumnya menutupi kolektor) dengan cara konveksi alamiah dan dengan cara radiasi.

1. Konduksi

  Dapatdikatakan bahwa energi berpindah secara konduksi (conduction atau hantaran dan bahwa laju perpindahankalor itu berbanding dengan gradient suhu normal :Jika dimasukkan konstanta proporsionalitas (proportionality constant) atau tetapan ke sebandingan, maka :q = - 2dimana A adalah luas penampang tegak-lurus pada aliran panas (m ) dT/dx adalah gradien temperatur dalam arah aliran panas,(K/m) dan q adalah laju perpindahan kalor (Watt). Karena aliran dalam pemanas cairan surya itu laminar dan tabung-tabungnya adalah relatif pendek, maka bilangan Nusselt rata-rata dan karena itu harga –harga h dalam tabung dapat dicari dari grafik bilanganNusselt.

2 T s , dan luas permukaan ds

24 πEs = Wds T s σπ 2

4 Dimana = 5,67 x 10 W/(m .K ), temperatur permukaan Ts dalam K,dan diameter

  Pada radiasi ke semua arah, energi yang diradiasikan mencapai luas permukaan bola dengan matahari sebagai titik tengahnya. Jari-jari (R) adalah sama dengan jarak rata-rata 2antara matahari dan bumi.

2.3. Kolektor surya pelat rata

  Selain komponen radiasi langsung dan sebaran, permukaan penerima juga mendapatkan radiasi yang dipantulkan dari permukaan yang berdekatan; jumlah radiasi yang dipantulkantergantung dari reflektansi dari permukaan yang berdektan itu,dan kemiringan permukaan yang menerima. Maka perolehan panas yang dinyatatakan sebagai fungsi temperatur fluida masuk, menjadi : F R [ (G T ( - U L (T i -T a )] 2.3.1 Faktor efisiensi, F Karena temperatur T p dari pelat penyerap berubah-ubah sepanjang dan melintangpelat itu, maka persamaan perolehan panas kolektor dan persamaan efisiensi biasanya dinyatakan dengan fungsi dari temperatur fluida masuk, yang relative mudah dikontrol dandiukur selama pengujian dan operasinya.

2.3.2 Effisiensi termal kolektor surya

a) Persamaan efisiensi termal Perolehan panas atau keluaran berguna dari sebuah kolektor surya pelat rata deberikansebagai F R G U T TT L i a τα − − ( ) ( )[ ] Apabila keluaran ini dibagi dengan masukan, yaitu masukan radiasi pada kolektor,perbandingan yang dihasilkan adalahT

i T

  Penyerapan radiasi oleh permukaan ditandai oleh fraksi-fraksi dari jumlah ideal yang dipancarkan ( ε ,emisivitas) dan diserap ( α ,sbsorpsivitas),misalnya,perpindahan panas yang terjadi dalam sebuah kolektor surya adalah perpindahan panas radiasi dari pelat penyerap ke pelat penutup kaca. Perbandingan itu desebut emisivitas = = Gambar 2.2 grafik perbandingan antara daya emisi benda hitam dengan benda kelabu dengan daya emisi permukaan nyata Gambar 2.2 menunjukkan spektrum radiasi relative dan benda hitam pada 3000 F dan benda kelabu ideal yang sebanding dengan emisivitas 0,6.

2.4. Siklus mesin pendingin adsorpsi

  Proses pendinginan (penurunan tekanan) Pada gambar 2.3 menjelaskan proses pendinginan berlangsung dari titik D ke F yangberlangsung pada malam hari, adsorber melepaskan panas dengan cara didinginkan sehingga suhu di adsorber turun dan diikuti oleh penurunan tekanan dari tekanan kondensasi ketekanan evaporasi. Proses adsorpsi Pada gambar 2.3 menjelaskan proses adsorpsi berlangsung dari titik F ke A, Adsorberterus melepaskan panas sehingga adsorber mengalami penurunan temperatur dan tekanan yang menyebabkan timbulnya uap adsorpsi.

BAB II I METODE PENELITIAN

  Agilent Spesifikasi :Daya : 35 Watt Jumlah termokopel : 20 buahVolts : 250 volt Mempunyai 3 saluran utama Dapat memindai data hingga 250 saluran per detikMempunyai 8 tombol panel dan sistem kontrol Fungsional antara lain pembacaan suhu termokopel, RTD dan termistor, arus listrikAC Gambar3.3 agilent Gambar 3.4 termokopel dengan agilent 4. Terdiridari Sebuah data logger yang terhubung dengan perangkat komputer dan beberapa sensor yang dipasang pada sebuah penyangga.

3.4 Perancangan alat penelitian

  Dalam penelitian ini,sebelum kami mempersiapkan mesin pendingin, terlebih dahulu kami memperisapkan alat penguji siklus adsorpsi. Dimensi utama alat penguji adsorpsi adalah : Tabel 3.1 alat penguji adsorpsi Parameter Dimensi/kapasitas Gelas ukur 1 liter Tabung besi Panjang 500 mm diameter 203,2 mm/ 5 kgkarbon aktif Pipa ¾ “ 800 mm Skema alat penguji adsorpsi dapat dilihat pada gambar 3.6 : Gambar 3.6 Skema alat pengujian adsorpsi Keterangan : 1.

3.5 Analisa data pengujian alat adsorpsi Dalam pengujian alat ini dilakukan pemanasan dengan menggunakan kompor

  Setelah dilakukan pemanasan selama 8 jam kemudian pada pukul 19.00 Wib dilakukan pemvakuman dengan pompa vakum selama 20 menit, pada saat pemvakuman katup antargelas ukur dan tabung karbon aktif ditutup. Pada saat proses pemvakuman tekanan yang diperoleh adalah -60 cmHg dan pada saat pagi hari tekanan tersebut turun lagi menjadi -66 cmHg.

a. Proses pemanasan (desorpsi)

  b. Proses pendinginan (adsorpsi) Gambar 3.8 gambar mesin pendingin yang direncanakan.

3.6.2 Dimensi utama alat penelitian

  3.6.2.1 Generator dan kolektor Generator dan kolektor adalah bagian yang menyatu dan dapat dibongkar pasangantar generator dan adsorpsi. Gambar 3.9 Model penutup adsorber Gambar 3.10 Model bagian bawah adsorpsi dan fin Gambar 3.11 Model adsorber 3.6.2.2 Kotak isolasi adsorber Boks isolasi adalah tempat generator/kolektor yang diisolasi dengan baik supayapanas yang diserap kolektor tidak terbuang ke luar.

3.6.2.3 Kaca penutup Kaca penutup berfungsi untuk mengurangi kerugian panas yang mengalir ke luar

Kaca menyerap dan mengembalikan panas ke adsorpsi. Gambar 3.15 Model kaca kolektor Gambar 3.16 Potongan model kaca kolektor dua lapis Jarak antar kaca 30 mm Tebal kaca 3 mm Ukuran kaca 570 x 570 mmJumlah kaca 2 lapis Jarak generator ke kaca 30 mm

3.6.3 Langkah Perancangan adsorber

  Setelah pelat stainless steel tersebutdipotong dan kemudian di bending bagian pinggirnya ,fin dibentuk juga sesuai dengan ukuran dan di hubungkan dengan las argon. Tujuan dari pelapisan kawat nyamuk ini adalah supaya karbon aktif tidakjatuh pada saat adsorpsi dibalikkan dan juga karbon aktif tidak terhisap pada saat proses pemvakuman.

3.6.4 Pelaksanaan penelitian

  Setelahotemperatur dijaga 120 C, dilakkan pemvakuman adsorpsi selama 15 menit yang berfungsi untuk mengeluarkan gas dan air yang terdapat pada karbon aktif. Proses adsorpsi (pada malam hari) setelah semua komponen tersambung dengan sempurna dan tidak ada kebocoran, maka dibiarkan temperatur pada adsorpsi turun seiring denganturunnya temperatur lingkunang.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Data hasil pengujian

waktuTemperatur 0:00:00 25.04 -63 30.56 -62 24.85 -641:00:00 24.35 -64 29.16 -63 24.23 -64 CmHg hari I hari I hari II hari II hari III hari III18:00:00 38.89 -55 41.58 -59 35.58 -5719:00:00 33.49 -58 38.16 -55 32.39 -5820:00:00 28.39 -60 36.08 -56 27.64 -5921:00:00 27.43 -62 34.68 -57 26.68 -5922:00:00 26.67 -62 33.43 -59 25.14 -6023:00:00 26.00 -62 32.74 -60 25.11 -61 CTekanan o (CmHg)Temperatur CTekanan o (CmHg) temperatur CTekanan o Adapun data temperatur adsorber yang diperoleh dari hasil pengujian dilampirkan pada lampiran A :Data tekanan pada adsorber dapat dilihat pada tabel 4.1 dan tabel 4.2 sebagai berikut: Tabel 4.1 tekanan adsorber pada proses desorpsi 1:00 PM 94.03 -42 99.21 -38 83.21 -442:00 PM 99.85 -39 102.06 -36 81.06 -453:00 PM 72.79 -41 66.9 -48 82.9 -444:00 PM 64.82 -46 56.86 -50 59.86 -505:00 PM 63.94 -47 60.63 -47 54.63 -47 10:00 AM 60 -50 70.85 -43 51.63 -4911:00 AM 60.69 -50 89.78 -41 64.78 -4712:00 PM 73.64 -48 90.93 -39 75.93 -46 (CmHg) hari I hari I hari II hari II hari III hari III9:00 AM 60 -50 42.89 -55 42.89 -55 CTekanan o (CmHg)Temperatur CTekanan o (CmHg)Temperatur CTekanan o waktuTemperatur Tabel 4.2 tekanan adsorber pada proses adsorpsi 2:00:00 24.05 -64 29.24 -63 23.89 -653:00:00 23.61 -66 29.32 -63 23.85 -654:00:00 23.35 -66 29.12 -63 23.19 -665:00:00 22.90 -67 27.10 -65 22.89 -676:00:00 22.78 -67 26.66 -66 22.88 -676:30:00 23.31 -67 26.66 -66 22.66 -67

4.2 Pengolahan data

  2 Koefisien kerugian puncak pada kolektor dengan kemiringan 30 oUt = + C = 250[1-0,0044( -90o )] C = 250[1-0,0044(30-90)] = 316F = (1- 0,04 h o + 0,0005h o 2)(1+0,091(N)) ho = 5,7 + 3,8 (1,28) = 10,56 F = (1- 0,04 (10,56))+ 0,0005(10,56 2)(1+0,091(2)) = 0,64 = + Ut = 0,07 + 2,61 = 2,68 W/m 2. KLaju perpindahan kalor secara konduksi pada adsorber dapat ditentukan dengan : Nilai k dapat dicari dari tabel sifat-sifat logam ( lampiran E).q konduksi = -kA Tebal pelat ( adalah 1 x 10 m 2 2q konduksi = -kA = -16,5 W/m.

2 F = (1- 0,04 (7,63))+ 0,0005(7,63 )(1+0,091()) = 0,7

2 Ut = 0,33 + 0,331 = 0,66 W/m .K

  Kerugian puncak Ut adalah : 2 Maka, kerugian koefisien puncak adalah 0,66 W/m . KLaju perpindahan kalor secara konduksi pada adsorber dapat ditentukan dengan : Nilai k dapat dicari dari tabel sifat-sifat logam ( lampiran E).q konduksi = -kA Tebal pelat ( adalah 1 x 10 m 2 2q = -kA = -15,76 W/m.

2 F = (1- 0,04 h o + 0,0005h o )(1+0,091N)

2 F = (1- 0,04 (7,63))+ 0,0005(7,63 )(1+0,091()) = 0,77

2 Ut = 0,008 + 3,3 = 3,3 W/m .K

  h o = 5,7 + 3,8 (0,51) = 7,63 2 Maka, kerugian koefisien puncak adalah 3,32 W/m . KLaju perpindahan kalor secara konduksi pada adsorber dapat ditentukan dengan : Nilai k dapat dicari dari tabel sifat-sifat logam ( lampiran E).q konduksi = -kA Tebal pelat ( adalah 1 x 10 m 2 2q konduksi = -kA = -15,48 W/m.

3 Maka, effisiensi kolektor pada hari ketiga adalah

4.3 Temperatur lingkungan dan radiasi matahari

Intensitas radiasi pengujian hari pertama, hari kedua, dan hari ketiga dapat dilihat pada gambar 4.1 : Gambar 4.1 grafik radiasi vs waktu 2 Radiasi maksimum : 845,6 W/m 2 2 Radiasi maksimum : 841,9 W/m 2 100 200300 400500 600700 800900 1000 4:48 AM 7:12 AM 9:36 AM 12:00 PM 2:24 PM 4:48 PM 7:12 PM Radisi hari I Radisi hari II Radisi hari III 2 Total radiasi matahari 235.393,94 W/m 2 Radiasi maksimum : 930,6 W/mTemperatur lingkungan pada pengujian hari pertama, hari kedua, dan hari ketiga dapat dilihat pada gambar 4.2 : Temperatur hari I Temperatur hari II Temperatur hari III 40 35 30 25 AmbientTemperatureo 20 C 15 10 5 4:48 AM 9:36 AM 2:24 PM 7:12 PM 12:00 AM 4:48 AM 9:36 AMTime (Wib) Gambar 4.2 grafik temperatur lingkungan vs waktu Temperatur lingkungan pada hari pertama oTemperatur maksimum : 34,28 Co Temperatur rata-rata : 31 C Temperatur lingkungan pada hari keduao7 Temperatur maksimum : 35.8 Co Temperatur rata-rata : 30,6 C Temperatur lingkungan pada hari ketigao Temperatur maksimum : 34.33 Co Temperatur rata-rata : 29,8 C

4.4 Analisa grafik pada adsorber

  Temperatur adsorber pada pengujian hari pertama dapat dilihat pada gambar 4.3 : Gambar 4.3 grafik adsorber vs waktu pada hari pertama Gambar 4.3 menyatakan pengkuran temperatur adsorber pada hari pertama dimulai pada pukul 11.29 Wib. Pada gambar 4.3 menyatakan bahwa siklus mesin pendingin dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu : proses desorpsi yang berlangsung pada siang hari dan proses adsorpsi yang berlangsung pada malamohari.

C. Rata-rata radiasi matahari pada hari pertama ini adalah 405,11 W/m dengan rata-

orata temperatur lingkungan adalah 31 C. Gambar 4.3 juga menjelaskan proses adsorpsi hari pertama yang dimulai pada pukul o

18.00 Wib dengan temperatur tertinggi adsorber adalah 40,65 C berada pada titik 16

  otemperatur terendah mencapai 21,94 C pada titik 18 yaitu pada pukul 06.07 Wib dan padaopukul 06.30 temperatur adsorber kembali naik dengan temperatur rata-rata adalah 23,44 Codan pada pukul 07.00 Wib temperatur rata-rata adsorber telah mencapai 25,14 C, hal ini terjadi karena intensitas radiasi matahari telah meningkat yang diikuti naiknya temperatur 2lingkungan. Intensitas radiasi matahari pada pukul 07.00 Wib mencapai 158 W/m denganotemperatur lingkungan adalah 25,79 Gambar 4.4 grafik adsorber vs waktu pada hari kedua Gambar 4.4 menyatakan bahwa pengkuran temperatur adsorber pada hari kedua dimulai pada pukul 09.02 Wib dengan temperatur tertinggi pada awal pengukuran adalah o43,86 C berada pada titik 17.

C. Rata-rata radiasi matahari pada hari kedua ini

2oadalah 350,41 W/m dengan rata-rata temperatur lingkungan adalah 31,13 C. Gambar 4.4 juga menjelaskan proses adsorpsi hari kedua yang dimulai pada pukul o

18.00 Wib dengan temperatur tertinggi adsorber adalah 43,10 C berada pada titik 16

  otemperatur terendah mencapai 26,1 C pada titik 18 yaitu pada pukul 05.41 Wib dan padaopukul 06.30 temperatur adsorber kembali naik dengan temperatur rata-rata adalah 27 C danopada pukul 07.00 Wib dengan temperatur rata-rata adsorber telah mencapai 27,26 C denganotemperatur maksimum adalah 28,1 C berada pada titik 16. Intensitas 2radiasi matahari pada pukul 07.00 Wib mencapai 135,6 W/m dengan temperatur lingkunganoadalah 26,98 Gambar 4.5 grafik adsorber vs waktu pada hari ketiga Gambar 4.5 menyatakan bahwa pengkuran temperatur adsorber pada hari ketiga dimulai pada pukul 09.25 Wib dengan temperatur tertinggi pada awal pengukuran adalah o39,81 C berada pada titik 18.

18.00 Wib dengan temperatur tertinggi adsorber adalah 42 C berada pada titik 16

  Tekanan tertinggi pada hari ketiga adalah -34 CmHg dengan tekanan terendah adalah -55 CmHg.tekanan hari I Tekanan hari II tekanan hari III Time (Wib)4:48 PM 7:12 PM 9:36 PM 12:00 AM 2:24 AM 4:48 AM 7:12 AM Pressure (CmHg) Gambar 4.7 grafik tekanan vs waktu pada proses adsorpsi Gambar 4.7 menyatakan proses adsorpsi hari pertama dimulai pada tekanan -54 CmHg dan berakhir pada tekanan -62 CmHg. Pada hari ketiga dimulai dengan tekanan -59 CmHg dan berakhir pada tekanan -66 CmHg.o Temperature C 20 40 60 80 100 120 Tekanan hari IPressure Tekanan hari II(CmHg) Tekanan hari III Gambar 4.8 grafik tekanan vs temperatur pada proses desorpsi Gambar 4.8 menyatakan tekanan naik jika temperatur juga naik dan tekanan akan turun jika temperatur juga turun.

C. Tekanan terendah pada hari kedua adalah -55

oCmHg pada temperatur 42,89 C dan tekanan tertinggi adalah -36 CmHg pada temperaturoo 102,06

C. Tekanan terendah pada hari ketiga adalah -55 CmHg pada temperatur 42,89 C dan tekanan tertinggi adalah -44 CmHg

  10 20 30 40 50 Tekanan hari I Tekanan hari II Tekanan hari III Gambar 4.9 grafik tekanan vs temperatur pada proses adsorpsi Gambar 4.9 menyatakan tekanan naik jika temperatur juga naik dan tekanan turun jika temperatur juga turun. Tekanan terendah pada hari pertama adalah -67 CmHg pada ootemperatur 227,78 C dan tekanan tertinggi adalah -55 CmHg pada temperatur 38,89 C.o Tekanan terendah pada hari kedua adalah -66 CmHg pada temperatur 26,66 C dan tekananotertinggi adalah -55 CmHg pada temperatur 38,169 C.

4.5 Siklus ideal sistem pendingin adsorpsi

  Pada hari pertama temperatur pemanasan adsorber (T gene ) dimulai pada 337,692 K,adsorber terus dipanasi hingga berakhir pada temperatur 343,94 dengan tekanan adsorber (P ) -63,98 hPagene 2. Temperatur evaporator (T ) awal adalah 300,02 K, evaporator terus mengalamievappenurunan temperatur dan berakhir pada 280 K yang berlangsung pada tekanan (P evap ) -919,8 hPa.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  Dengan ukuran sebagai berikut :  Panjang : 500 mm  Lebar : 500 mm  Tebal : 1 mm  Tinggi : 80 mm  Kapasitas karbon aktif : 8 kg 2. Kolektor menyerap radiasi matahari dan mengubahnya menja dipanas, temperaturomaksimum yang dapat diubah kolektor ini adalah 110,51 C, temperatur ini sudah cukup baik untuk digunakan karena sudah diatas temperatur didihmethanol.

3. Effisiensi kolektor yang diperoleh dari haisil pembahsan adalah 0,33 atau 33 %

5.2 Saran

  Karbon aktif komersil yang digunakan sebaiknya harus diketahui karaktersitik dan standarisasi karbon aktif yang digunakan atau sebaiknya langsung dipesan dari pabriksehingga kwalitas karbon aktif yang digunakan lebih terjamin mutunya. Untuk mengeluarkan air yang terkandung pada karbon aktif tidak perlu lagi dipanaskan dengan menggunakan kompor sudah dapat dipanaskan dengan langsungomenjemur adsorber pada matahari karena temperatur adsorber dapat mencapai 120 C 3.

DAFTAR PUSTAKA

  Khattab, A novel solar-power adsorpstion refrigeration module,Journal of solar Energy department, National Research Center, Tahrir Street, Ciro, Egypt (2004).[7] Pudjanarsa Astu, Djati Nursuhud Mesin Konversi Energi, edisi pertama, Penerbit C. [8] Sumanto,Dasar-dasar Mesin Pendingin, edisi pertama, Penerbit Andi Offset, Yogyakarta (2004).

Kajian Eksperimental Kolektor Untuk Mesin Pendingin Siklus Adsorpsi Yang Digerakkan Energi Surya Data hasil pengujian Pengolahan data Energi surya TINJAUAN PUSTAKA Kolektor surya pelat rata Metode pelaksanaan penelitian Tempat penelitian Bahan dan alat Perancangan alat penelitian Analisa data pengujian alat adsorpsi perancangan mesin pendingin .1 perancangan adsorber dan kolektor Siklus mesin pendingin adsorpsi Temperatur lingkungan dan radiasi matahari Analisa grafik pada adsorber Tinjauan perpindahan panas TINJAUAN PUSTAKA
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Tags
Upload teratas

Kajian Eksperimental Kolektor Untuk Mesin Pen..

Gratis

Feedback