Feedback

Sikap Pengadilan Terhadap Penyelesaian Sengketa Atas Merek Dagang Terkenal (Studi Pada Putusan Pengadilan Niaga Medan)

Informasi dokumen
SIKAP PENGADILAN TERHADAP PENYELESAIAN SENGKETA ATAS MEREK DAGANG TERKENAL (STUDI PADA PUTUSAN PENGADILAN NIAGA MEDAN) TESIS OLEH : D. SHAHREIZA 097005092 / HK PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara SIKAP PENGADILAN TERHADAP PENYELESAIAN SENGKETA ATAS MEREK DAGANG TERKENAL (STUDI PADA PUTUSAN PENGADILAN NIAGA MEDAN) TESIS Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Magister Hukum (M.H) Dalam Program Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara OLEH : D. SHAHREIZA 097005092 / HK PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara LEMBAR PENGESAHAN Judul Tesis : SIKAP PENGADILAN TERHADAP PENYELESAIAN SENGKETA ATAS MEREK DAGANG TERKENAL (STUDI PADA PUTUSAN PENGADILAN NIAGA MEDAN) Nama : D. Shahreiza NIM : 097005092 Program Studi : Magister Ilmu Hukum Menyetujui, Komisi Pembimbing (Prof. Dr. Tan Kamello, SH., MS.) Ketua (Prof. Dr. Runtung, SH., M.Hum.) Anggota (Prof. Sanwani Nasution, SH.) Anggota Ketua Program Studi Ilmu Hukum Dekan (Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH) (Prof. Dr. Runtung, SH., M.Hum.) Tanggal Lulus : 29 Juli 2011. Universitas Sumatera Utara Telah Diuji Pada Tanggal 29 Juli 2011 PANITIA PENGUJI TESIS Ketua : Prof. Dr. Tan Kamello, SH., MS. Anggota : 1. Prof. Dr. Runtung, SH., M.Hum. 2. Prof. Sanwani Nasution, SH. 3. Dr. T. Keizerina Devi A, SH., CN., M.Hum. 4. Syafruddin Hasibuan, SH., MH, DFm. Universitas Sumatera Utara SIKAP PENGADILAN TERHADAP PENYELESAIAN SENGKETA ATAS MEREK DAGANG TERKENAL (STUDI PADA PUTUSAN PENGADILAN NIAGA MEDAN) D. Shahreiza1 Tan Kamello2 Runtung Sitepu3 Sanwani Nasution4 Intisari Merek sebagai salah satu wujud dari Hak Kekayaan Intelektual memegang peranan yang sangat penting bagi kelancaran dan peningkatan perdagangan barang dan jasa bagi perkembangan ekonomi secara global. Selain itu merek juga berperan penting dalam mencegah terjadinya persaingan usaha yang tidak sehat dalam hal melindungi kepentingan produsen, pedagang dan konsumen. Begitu pentingnya peran merek dalam kehidupan pasar seringkali merek dijadikan komoditi yang sangat laku untuk diperdagangkan, sehingga memunculkan praktek pemalsuan dan peniruan yang tidak sehat, didasari oleh itikad yang tidak baik yang pada akhirnya akan berdampak kerugian bagi para produsen, pedagang maupun konsumen itu sendiri. Terjadinya sengketa atas merek dagang terkenal dengan cara melakukan peniruan atau penjiplakan terhadap merek, baik terhadap merek yang sudah terdaftar maupun merek yang belum terdaftar. Sengketa atas merek yang sudah terdaftar terjadi akibat kesalahan oleh pihak Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, dimana pihak Ditjen HKI tidak atau kurang teliti dalam memproses permohonan merek yang diajukan oleh pihak lain, padahal merek tersebut sudah terdaftar oleh pihak sebelumnya. Sedangkan sengketa terhadap merek yang belum terdaftar terjadi akibat kesalahan dari pemilik merek sebelumnya dikarenakan tidak mendaftarkan mereknya tersebut ke Ditjen HKI. Tujuan dari peniruan, pemalsuan atau penjiplakan merek terkenal adalah dengan memanfaatkan ketenaran, nama baik jaminan mutu tentang sifat, proses pembuatan keistimewaan, kegunaan atau jumlah dari barangbarang produksi lain. Adapun motif dan alasannya adalah memperoleh keuntungan secara cepat, tidak mau menanggung rugi dalam hal membuat suatu merek yang baru menjadi tekenal, karena selain biaya iklan dan promosi yang sangat besar juga membutuhkan proses waktu yang lama untuk menjadi terkenal, juga tidak perlu membayar biaya riset dan pengembangan. Pengertian yang baku mengenai merek terkenal hingga sekarang belum dapat di definisikan secara jelas sehingga pelanggaran terhadap merek terkenal yang terjadi 1 2 3 4 Mahasiswa Sekolah Pascasarjana USU-Medan, Program Studi Magister Ilmu Hukum. Dosen Sekolah Pascasarjana USU-Medan, Program Studi Magister Ilmu Hukum. Dosen Sekolah Pascasarjana USU-Medan, Program Studi Magister Ilmu Hukum. Dosen Sekolah Pascasarjana USU-Medan, Program Studi Magister Ilmu Hukum. Universitas Sumatera Utara di Indonesia masih sering terjadi. Dari penjelasan diatas terdapat tiga hal yang mendasari tesis ini, yakni apakah yang menjadi ruang lingkup kualifikasi tentang merek terkenal, faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya sengketa merek dagang terkenal, dan upaya-upaya hukum saja dalam melindungi merek dagang terkenal dan cara penyelesaian atas sengketa merek dagang terkenal. Dalam UUM No.15/2001 terdapat perubahan-perubahan dari UUM sebelumnya, diantaranya memuat ketentuan mengenai penyelesaian sengketa di luar Pengadilan, yaitu melalui Jalur Alternatif Penyelesaian Sengketa maupun melalui Jalur Arbitrase. Metode penelitian yang dilakukan untuk mengkaji dan menjawab permasalahan di atas adalah dengan menggunakan metode penelitian yang bersifat deskriptif analitis, sedangkan metode pendekatan penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif melalui library research yang meliputi sumber hukum primer, skunder dan tersier. Kemudian data-data tersebut dianalisis dengan metode kualitatif sehingga dapat ditarik kesimpulan yang bersifat deduktifinduktif. Berdasarkan penelitian untuk memberikan perlindungan yang maksimal terhadap merek, khususnya merek terkenal disarankan agar di dalam UUM No.15/2001 mencantumkan kriteria merek terkenal secara terperinci sebagai acuan untuk menentukan mana yang dapat disebut sebagai merek terkenal sekaligus mempermudah penerapan dalam segala prosedur terhadap merek terkenal. Selain itu bagi pemegang merek disarankan untuk mendaftarkan mereknya sehingga perlindungan hukum yang diberikan akan lebih maksimal dan menghindari terjadinya peniruan atau penjiplakan oleh pihak lain. Diharapkan kepada World Trade Organization (WTO) untuk menyediakan kamar khusus yang diberikan kewenangan untuk melakukan sertifikasi merek agar penerapan penentuan merek itu menjadi suatu merek dagang terkenal atau bukan tidak hanya berdasarkan atas putusan pengadilan semata. Peningkatan peranan aparatur hukum yang optimal dan profesional dalam mendalami tentang merek terkenal dan agar lebih tegas dan lebih berani dalam memberikan sanksi yang berat terhadap pihak yang melakukan kecurangan agar dapat memberikan efek jera. Dan kepada aparatur Ditjen HKI agar lebih meningkatkan kualitas sistem pemeriksaan merek agar dapat meminimalisir atau menghindari terjadinya pelanggaran terhadap hak merek yang berakibat timbulnya suatu sengketa atas merek dagang terkenal. Kata kunci : Sikap Pengadilan Penyelesaian Sengketa Merek Dagang Terkenal Universitas Sumatera Utara JUDICIAL ATTITUDE TOWARDS THE SETTLEMENT OF DISPUTE OVER THE FAMOUS TRADEMARK (STUDIES ON THE COMMERCIAL COURT DECISION) D. Shahreiza5 Tan Kamello6 Runtung Sitepu7 Sanwani Nasution8 Abstract Brand as one form of intellectual property rights play a very important for smooth operation and increased trade in goods and services for the development of global economy. Besides the brand also plays an important role in preventing unhealthy business competition in terms of protecting the interests of producers, traders and consumers. So the importance of the role of brands in the market life of a brand is often used as a very salable commodity to be traded to bring the practice of forgery and impersonation unhealthy, based on bad faith that will ultimately affect losses for producers, traders and consumers themselves. The occurrence of a dispute over the well known trademarks by way of imitation or plagiarism to the brand, both of which are registered brands or brands that have not been registered. The dispute over the brand that has been registered due to errors by the Directorate General of Intellectual Property Rights, where the DG is not IPR or less rigorous in processing the petition filed by a party brand that others, when the trademark was registered by the previous. The purpose of impersonation, falsification or plagiarism is a famous brand by leveraging the fame, the good name of quality assurance concerning the nature, manufacturing process privilege, the usefulness or the amount of goods produced in another. As for the motive and the reason is to gain quick profits, do not want to bear the loss in terms of making a new brand into famous, because in addition to advertising and promotion costs are very large also takes a long time process to be famous, nor do they have to pay the costs of research and development. Understanding the standard of well-known brands up to now cannot be defined clearly so that violations of well-known brand that occurred in Indonesia are still common. From the above explanation, there are three things that underlie this thesis, namely what is the scope of the qualifications of the famous brand, what are the factors that lead to well-known trademark dispute, and the efforts of law alone to 5 6 7 8 Student-Medan USU Graduate School, Master of Legal Studies. Lecturer-Medan USU Graduate School, Master of Legal Studies. Lecturer-Medan USU Graduate School, Master of Legal Studies. Lecturer-Medan USU Graduate School, Master of Legal Studies. Universitas Sumatera Utara protect famous trademarks and the way the settlement of the well-known trademark dispute. In UUM No.15/2001 contained changes from the previous UUM, among others contains provisions regarding the settlement of disputes outside the courts, through points or through the Alternative Dispute Resolution Arbitration Path. Methods of research conducted to examine and answer the above problems is to use a method that is descriptive analytical research, while the method of approach to research carried out using a normative juridical approach through library research including sources of primary law, secondary and tertiary. Then these data are analyzed with qualitative methods that can be drawn conclusions are deductiveinductive. Based on research to provide maximum protection for the brand, particularly well-known brand is suggested that in UUM No.15/2001 include detailed criteria of well-known brand as a benchmark to determine which ones may be cited as the wellknown brands as well as facilitate the implementation of all procedures of the famous brands. In addition to the brand holders are advised to register a trademark so that legal protection would be given more leverage and to avoid the occurrence of imitation or plagiarism by others. It is expected the World Trade Organization (WTO) to provide special rooms given the authority to certify the application of branding to the determination of the brand into a well-known trademark or not is not only based on court decisions alone. Increasing the role of optimal legal apparatus and deepen professional in about a famous brand and to be more assertive and more willing to give severe sanctions against those who commit fraud in order to provide a deterrent effect. And the Directorate General of IPR officials in order to further improve the quality of the brand inspection system in order to minimize or avoid the violation of the right brand that result in the emergence of a dispute over the well-known trademarks. Key Words : Attitude Court Dispute Resolution Famous Trademarks Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum Wr. Wb. Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, serta Shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, beserta para sahabat dan umatnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian tesis yang berjudul “Sikap Pengadilan Terhadap Penyelesaian Sengketa Atas Merek Dagang Terkenal (Studi Pada Putusan Pengadilan Niaga Medan)”. Penulisan tesis ini merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi bagi penulis untuk memperoleh gelar Magister Hukum (M.H) Program Studi Magister Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU)Medan. Dalam penulisan tesis ini penulis menyadari masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna, oleh sebab itu kepada seluruh pembaca, penulis senantiasa mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun sehingga terjadi suatu sinergi yang pada akhirnya akan membuat penelitian ini lebih baik serta memiliki nilai yang lebih di masa mendatang. Dengan penuh rasa hormat dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya penulis sampaikan kepada para pihak yang telah membantu penulis dalam penulisan tesis ini, diantaranya kepada Dosen Pembimbing I, Bapak Prof. Dr. Tan Kamello, S.H., M.S., Dosen Pembimbing II, Bapak Prof. Dr. Runtung Sitepu, S.H., M.Hum., dan Dosen Pembimbing III, Bapak Prof. Sanwani Nasution, S.H., atas segala pengorbanan waktu, tenaga dan pemikiran untuk memberikan bimbingan dan masukan serta arahan kepada penulis dalam menyelesaikan penulisan ini. Tak lupa penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dosen Penguji, Ibu Dr. T. Keizerina Devi Azwar, S.H., dan Bapak Syafruddin Hasibuan, S.H., M.H., D.FM., yang telah memberikan masukan berupa saran, petunjuk serta arahan yang sistematis Universitas Sumatera Utara dan konstruktif terhadap penyempurnaan penulisan tesis ini mulai dari tahap awal hingga akhir. Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Bapak Prof. dr. Syahril Pasaribu, DTMH (CTM), Sp.Ak., selaku Rektor beserta para Pembantu Rektor Universitas Sumatera Utara. 2. Ibu Prof. Dr. Ir. T. Chairun Nisa B, M.Sc., selaku Direktur dan Asisten Direktur beserta seluruh Staff Program Studi Magister Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. 3. Bapak Prof. Dr. Runtung Sitepu, S.H., M.Hum., selaku Dekan Fakultas Hukum beserta para Pembantu Dekan Universitas Sumatera Utara. 4. Bapak Prof. Dr. Suhaidi, S.H., M.H., selaku Ketua Program Studi Magister Pascasarjana Ilmu Hukum Sumatera Utara beserta seluruh Staff di Program Studi Magister Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Sumatera Utara. 5. Kepada seluruh Bapak dan Ibu Guru Besar serta para Dosen/Staff Pengajar Program Studi Magister Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Sumatera Utara yang telah membimbing dan memberikan ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat kepada penulis. 6. Bapak Ketua Pengadilan Negeri Medan-Sumatera Utara, yang telah mengizinkan penulis untuk melakukan riset dan studi pada putusan Pengadilan Niaga Medan. 7. Kepada seluruh teman-teman dan rekan-rekan sejawat Angkatan 2009 di Sekolah Program Studi Magister Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Sumatera Utara yang telah bersama-sama membantu, memberikan dukungan dan semangat, serta kepada seluruh pegawai dan karyawan Program Studi Magister Pascasarjana Universitas Sumatera Utara yang telah membantu penulis selama masa perkuliahan dari awal hingga akhir. Tesis ini penulis persembahkan dengan setulus hati kepada kedua Orangtua tersayang dan tercinta, Ayahanda (Almarhum) H. Dt. Usman, S.H., Ibunda Hj. Wan Nurhaida. Tidak lupa penulis haturkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Abangnda D. Shafaril Achyar, S.H., Kakanda Dra. W. Zulfah Rita, Abangnda Universitas Sumatera Utara D. Shafrizal, S.E., keponakan-keponakan tersayang, saudara-saudara dan seluruh keluarga besar, Fanny Affan Daulay, serta seluruh teman-teman/rekan-rekan sejawat dan semua pihak yang tak bisa penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil dan semangat yang tak terhingga kepada penulis. Semoga Allah SWT selalu melindungi dan melimpahkan segala rahmat dan hidayahNya kepada kita semua, Amin YRA. Medan, Agustus 2011 Penulis ( D. Shahreiza ) Universitas Sumatera Utara DAFTAR RIWAYAT HIDUP I. Identitas Pribadi Nama : D. Shahreiza. Tempat/Tanggal Lahir : Medan, 06 Juni 1981. Alamat : Jl. Dr. Hamzah No. 3 Medan-Sumut. : Laki-laki. Agama : Islam. Status : Belum Menikah. Pekerjaan : Mahasiswa. Anak Ke : 4 (empat) dari 4 (empat) Bersaudara. Nama Ayah Kandung : (Alm.) H. Dt. Usman, S.H. Nama Ibu Kandung : Hj. Wan Nurhaida. Jenis Kelamin II. Orang Tua III. Pendidikan Formal 1987 - 1993 SD Swasta Harapan I Medan. 1993 - 1996 SMP Swasta Harapan I Medan. 1996 - 1999 SMA Swasta Harapan Medan. 1999 - 2005 S-1 Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. 2009 - 2011 S-2 Magister Ilmu Hukum/Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI INTISARI .i ABSTRACT .iii KATA PENGANTAR .v DAFTAR RIWAYAT HIDUP .viii DAFTAR ISI .ix BAB I : PENDAHULUAN .1 A. Latar Belakang .1 B. Perumusan Masalah .15 C. Tujuan Penelitian .16 D. Manfaat Penelitian .16 E. Keaslian Penelitian 17 F. Kerangka Teori dan Landasan Konsepsional 18 1. Kerangka Teori .18 2. Landasan Konsepsional .30 G. Metode Penelitian .33 1. Objek Penelitian . . .33 2. Spesifikasi Penelitian . .34 3. Sumber Data Penelitian . .35 4. Teknik Pengumpulan Data . .35 5. Analisa Data Penelitian .36 BAB II : RUANG LINGKUP KUALIFIKASI PENGERTIAN MEREK DAGANG TERKENAL MENURUT UNDANG-UNDANG INDONESIA, PENDAPAT PARA SARJANA DAN KONVENSI INTERNASIONAL .38 A. Sejarah Tentang 2000 tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten, UndangUndang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek, dan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. 118 Untuk kedepan sebaiknya penyelesaian suatu perkara di Pengadilan seyogyanya harus mengkombinasikan tiga hal secara simultan, yaitu kepastian hukum, kemanfaatan hukum, dan keadilan hukum. Untuk itu, perluasan pengembangan Pengadilan Niaga akan mendasarkan pada ketiga point tersebut dengan melihat dari eksistensi Pengadilan Niaga saat ini dalam kaitannya sebagai pengadilan yang memutus perkara-perkara kepailitan/Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dan HaKI. 119 2. Hukum Acara Dalam Penyelesaian Sengketa Merek Pada Pengadilan Niaga Sebagai Bagian Dari Lingkup Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) Sejauh ini perluasan kewenangan Pengadilan Niaga baru menyentuh masalah Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI). Menyangkut masalah HaKI memang sangat 117 Hukum Acara yang digunakan oleh Pengadilan Niaga selain hukum acara perdata HIR/R.Bg., dalam hal tertentu digunakan hukum acara khusus berdasarkan aturan UU No. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri, UU No. 32 Tahun 2000 tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, UU No. 14 Tahun 2001 tentang Paten, UU No. 15 Tahun 2001 tentang Merek, dan UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta, dengan demikian merupakan lex specialis dari HIR/R.Bg dan hukum acara perdata lainnya, lihat Marny Emmy Mustafa, Hukum Acara Dan Putusan Perkara Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia, EC-ASEAN Intellectual Property Rights Co-Operation Programme (ECAP II). 118 demikian pula halnya di dalam hal pengaturan prosedur beracara, atau hukum acara pemeriksaan perkara kepailitan diluar masalah kepailitan, yang juga menggunakan ketentuan Herziene Indonesisch Reglement/ Rechtsreglement Buitengewesten (HIR/R.BG). 119 Direktorat Hukum dan Hak Asasi Manusia, www.bappenas.go.id/./&view=85/pndilan_niaga_acc.pdf., op.cit., hal 2. Miftahul Haq : Tinjauan Yuridis Terhadap Penyelesaian Sengketa Pembatalan Pendaftaran Merek Berdasarkan , 2007 USU e-Repository © 2008 diperhatikan pemerintah dan pihak asing/luar negeri. HaKI merupakan hak yang dihasilkan dari kegiatan pikiran manusia di bidang industri, ilmu pengetahuan, kesusasteraan atau seni. Beberapa Undang-undang mengenai HaKI telah dibuat. Tahun 2000 diundangkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 mengenai Desain Industri, dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2000 mengenai Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, yang mengalokasikan sebagian proses beracara kepada Pengadilan Niaga. Sebelumnya, masalah paten, merek dan hak cipta diurus Pengadilan Negeri. Namun setelah keluarnya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 mengenai Paten dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 mengenai Merek, serta Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 mengenai Hak Cipta yang dengan tegas menyatakan bahwa penyelesaian Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dilakukan oleh Pengadilan Niaga, maka penyelesaian sengketasengketa Hak atas Kekayaan Intelelektual tersebut menjadi kompetensi Pengadilan Niaga. Hukum acara dalam perkara gugatan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) di Pengadilan Niaga secara umum dan garis besarnya dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Gugatan pembatalan pendaftaran HaKI diajukan kepada Ketua Pengadilan Niaga dalam wilayah hukum tempat tinggal tergugat; 2. Dalam hal tergugat bertempat tinggal di luar wilayah Indonesia, gugatan diajukan kepada Pengadilan Negeri/Niaga Jakarta Pusat; 3. Panitera mendaftarkan gugatan pembatalan pada tanggal gugatan yang bersangkutan diajukan dan kepada penggugat diberikan tanda terima tertulis yang ditandatangani panitera dengan tanggal yang sama dengan tanggal pendaftaran gugatan; 4. Panitera menyampaikan gugatan pembatalan kepada Ketua Pengadilan Niaga dalam jangka waktu paling lama dua hari sejak gugatan didaftarkan; 5. Dalam waktu paling lama tiga hari terhitung mulai tanggal gugatan pembatalan didaftarkan, Pengadilan Niaga mempelajari gugatan dan menetapkan hari sidang; sedangkan untuk perkara paten, Pengadilan Niaga menetapkan hari sidang paling lama 14 hari setelah pendaftaran gugatan; 6. Pemanggilan para pihak yang bersengketa dilakukan juru sita paling lama tujuh hari setelah gugatan didaftarkan; Miftahul Haq : Tinjauan Yuridis Terhadap Penyelesaian Sengketa Pembatalan Pendaftaran Merek Berdasarkan , 2007 USU e-Repository © 2008 7. Sidang pemeriksaan atas gugatan pembatalan diselenggarakan dalam jangka waktu paling lama 60 hari setelah gugatan didaftarkan; 8. Putusan atas gugatan pembatalan harus diucapkan paling lama 90 hari setelah gugatan pendaftaran dan dapat diperpanjang paling lama 30 hari atas persetujuan Ketua Mahkamah Agung. Sedang gugatan di bidang paten harus diucapkan paling lama 180 hari terhitung setelah tanggal gugatan didaftarkan; 9. Putusan atas gugatan pembatalan harus memuat secara lengkap pertimbangan hukum yang mendasari putusan tersebut dan harus diucapkan pada sidang terbuka untuk umum. Putusan dapat dijalankan terlebih dahulu, meskipun terhadap putusan tersebut diajukan suatu upaya hukum, kecuali dalam sengketa paten; 10. Putusan Pengadilan Niaga wajib disampaikan oleh juru sita kepada para pihak paling lama 14 hari setelah gugatan pembatalan diucapkan; 11. Terhadap putusan Pengadilan Niaga hanya dapat diajukan kasasi; dan 12. Khusus mengenai paten, kewajiban pembuktian terhadap pelanggaran atas paten proses sebagaimana dimaksud dibebankan kepada tergugat. 120 Sedangkan hukum acara dalam hal tata cara gugatan pembatalan merek terdaftar pada Pengadilan Niaga, pengaturannya dapat ditemui pada Pasal 80 sampai dengan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek. Pada Pasal 80 UndangUndang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek menegaskan bahwa gugatan pembatalan merek terdaftar diajukan kepada Ketua Pengadilan Niaga dalam wilayah hukum tempat tinggal atau domisili tergugat, kecuali bila tergugatnya bertempat tinggal di luar wilayah Indonesia, maka gugatan pembatalannya diajukan kepada Ketua Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. 121 Panitera mendaftarkan gugatan pembatalan pada tanggal gugatan yang bersangkutan diajukan, dan kepada penggugat diberikan tanda terima tertulis yang ditandatangani oleh panitera dengan tanggal yang sama dengan tanggal pendaftaran gugatan, selanjutnya dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) hari terhitung sejak gugatan didaftarkan panitera berkewajiban menyampaikannya kepada Ketua Pengadilan Niaga. Pengadilan Niaga diberikan waktu selama 3 (tiga) hari terhitung sejak tanggal gugatan 120 121 Ibid, hal 8-9. Lihat Pasal 80 ayat (1) dan (2) UU No. 15 Tahun 2001 tentang Merek. Miftahul Haq : Tinjauan Yuridis Terhadap Penyelesaian Sengketa Pembatalan Pendaftaran Merek Berdasarkan , 2007 USU e-Repository © 2008 pembatalan didaftarkan untuk mempelajari gugatan dan menetapkan hari sidangnya. Kemudian dalam jangka waktu paling lama 60 (enam puluh) hari setelah gugatan didaftarkan, sidang pemeriksaan atas gugatan pembatalan diselenggarakan. Pemanggilan para pihak dilakukan oleh juru sita paling lama 7 (tujuh) hari setelah gugatan pendaftaran didaftarkan. 122 Putusan atas gugatan pembatalan ini harus diucapkan paling lama 90 (sembilan puluh) hari setelah gugatan didaftarkan, dan dapat diperpanjang paling lama 30 (tiga puluh) hari atas persetujuan Ketua Mahkamah Agung, dengan memuat secara lengkap pertimbangan hukum yang mendasari putusan tersebut, serta harus diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum dan dapat dijalankan terlebih dahulu meskipun terhadap putusan tersebut diajukan suatu upaya hukum. Juru sita yang akan menyampaikan isi putusan Pengadilan Niaga kepada para pihak paling lama 14 (empat belas) hari setelah putusan atas gugatan pembatalan diucapkan. 123 Kemudian selanjutnya menurut Pasal 81 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek, tata cara gugatan atas pelanggaran merek terdaftar berlaku secara mutatis mutandis terhadap gugatan atas pelanggaran merek sebagaimana diatur dalam Pasal 76 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek. 124 Putusan Pengadilan Niaga tidak dapat diajukan banding, melainkan hanya dapat diajukan kasasi. Ketentuan ini dicantumkan dalam Pasal 82 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek, yang menegaskan bahwa terhadap putusan Pengadilan Niaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 ayat (8) hanya dapat diajukan kasasi.125 122 Lihat Pasal 80 ayat (3), (4), (5), (6) dan (7) UU No. 15 Tahun 2001 tentang Merek. Lihat Pasal 80 ayat (8), (9) dan (10) UU No. 15 Tahun 2001 tentang Merek. 124 Lihat Pasal 81 UU No. 15 Tahun 2001 tentang Merek. 125 Lihat Pasal 82 UU No. 15 Tahun 2001 tentang Merek. 123 Miftahul Haq : Tinjauan Yuridis Terhadap Penyelesaian Sengketa Pembatalan Pendaftaran Merek Berdasarkan , 2007 USU e-Repository © 2008 Selanjutnya mengenai tatacara kasasi terhadap putusan Pengadilan Niaga diatur dalam Pasal 83 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek, yang mengaskan bahwa permohonan kasasi harus diajukan paling lambat 14 (empat belas) hari setelah Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008 Wahdini Syafrina S.Tala : Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Terkenal (Studi Atas , 2006 USU Repository © 2008
Sikap Pengadilan Terhadap Penyelesaian Sengketa Atas Merek Dagang Terkenal (Studi Pada Putusan Pengadilan Niaga Medan) Alternatif Penyelesaian Sengketa APS Berdasarkan Konvensi-Konvensi Internasional Perlindungan Merek Dagang Terkenal 1. Berdasarkan Ketentuan Undang-Undang Di Indonesia Faktor-Faktor Penyebab Sengketa Merek Dagang Terkenal Kerangka Teori Kerangka Teori dan Landasan Konsepsional Kesimpulan. Sikap Pengadilan Terhadap Penyelesaian Sengketa Atas Merek Dagang Terkenal (Studi Pada Putusan Pengadilan Niaga Medan) Landasan Konsepsional Kerangka Teori dan Landasan Konsepsional Lembaga Arbitrase Penyelesaian Atas Sengketa Merek Dagang Terkenal Logo Perusahaan Sekaligus Sebagai Merek a Objek Penelitian Spesifikasi Penelitian Passing Off Pengabaian Perlindungan Merek Dagang Terkenal 1. Berdasarkan Ketentuan Undang-Undang Di Indonesia Pengadilan litigasi Penyelesaian Atas Sengketa Merek Dagang Terkenal Pengertian Merek Dagang Terkenal Menurut Hukum Di Indonesia Pengertian Merek Dagang Terkenal Menurut Pendapat Para Sarjana Dan Perjanjian Lisensi Merek Belum Dapat Didaftarkan Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian PUTUSAN NOMOR 01MEREK2010PN.NIAGA.MDN Tentang PUTUSAN NOMOR 02MEREK2004PN.NIAGAMDN Tentang PUTUSAN NOMOR 02MEREK2008PN.NIAGA.MDN Tentang PUTUSAN NOMOR 03MEREK2004PN.NIAGAMDN Tentang Sejarah Tentang Perkembangan Undang-Undang Merek Di Indonesia Sumber Data Penelitian Teknik Pengumpulan Data Penelitian
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Sikap Pengadilan Terhadap Penyelesaian Sengketa Atas Merek Dagang Terkenal (Studi Pada Putusan Pengadilan Niaga Medan)

Gratis