Pengaruh Pengawasan Terhadap Efisiensi Kerja Pada PT Indah Sakti Motorindo

 3  87  72  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikanskripsi ini dengan baik. Teknis analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan uji regresi 2 linier sederhana yang terdiri dari uji-t dan uji koefisien determinasi (R ).

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Organisasi yang melaksanakan pengawasan secara baik sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dan dilaksanakan sesuai dengan tugas dan wewenangyang telah ditentukan, maka diharapkan dapat memperkecil timbulnya hambatan- hambatan yang terjadi dan segera mungkin diantisipasi sehingga dapatmeningkatkan efesiensi kerja karyawan demi kelancaran aktivitas perusahaan. Bagi penelitiSuatu kesempatan yang baik bagi peneliti untuk dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama proses perkuliahan dan memperluas caraberpikir ilmiah dalam bidang manajemen sumber daya manusia dan untuk menambah pengetahuan dan wawasan yang berkaitan dengan pengawasandan efisiensi kerja sebagai kajian dalam bidang Manajemen.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Uraian Teoritis

2.1.1. Pengertian Pengawasan

  Menurut Harahap (2001:14), pengawasan adalah keseluruhan sistem, teknik, cara yang mungkin dapat digunakan oleh seorang atasan untuk menjaminagar segala aktivitas yang dilakukan oleh dan dalam organisasi benar-benar menerapkan prinsip efisiensi dan mengarah pada upaya untuk mencapaikeseluruhan tujuan organisasi. Sedangkan, menurut Ernie dan Saefullah (2005:8), pengawasan adalah proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaiankegiatan direncanakan, diorganisasikan, dan diimplementasikan bisa berjalan sesuai dengan target yang diharapkan, sekalipun berbagai perubahan terjadi dalamlingkungan yang dihadapi.

2.1.2. Fungsi Pengawasan

  Mengevaluasi keberhasilan dan pencapaian tujuan serta target sesuai dengan indikator yang ditetapkan. Berdasarkan fungsi dari pengawasan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa fungsi dari pengawasan adalah mengevaluasi hasil dari aktivitaspekerjaan yang telah dilakukan dalam organisasi dan melakukan tindakan koreksi bila diperlukan.

2.1.3. Langkah-langkah dalam Pengawasan

  Adapun beberapa langkah dalam pengawasan yang hendak nya diterapkan oleh perusahaan khusus nya pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan, antaralain: 1. Ambil Tindakan PerbaikanTindakan korektif atau penyesuaian biasanya mengambil satu dari tiga bentuk, yaitu: Maintain Current Status, jika hasil akhir konsisten denganstandar; Make Adjustment, jika hasil menyimpang dari standar karena pelakasanaan tidak tepat; Change The Standart, jika hasil secara signifikanmenyimpang dari standar karena standar yang digunakan tidak tepat.

2.1.4. Jenis-jenis Pengawasan

  Pengawasan dari dalam OrganisasiPengawasan yang dilakukan oleh unit organisasi untuk mengumpul data informasi yang diperlukan oleh organisasi untuk menilai kemajuan dankemunduran organisasi. Pengawasan ProsesPengawasan dilakukan pada saat sebah proses pekerjaan tengah belangsung untuk memastikan apakah pekerjaan yang dilaksanakan sesuaidengan tujuan yang ditetapkan.

2.1.5. Tujuan Pengawasan

  Agar pelaksanaan yang dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. 2.1.6 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengawasan Menurut Reksohadiprojo (2000:152), beberapa faktor yang mempengaruhi pengawasan adalah:1) Perubahan yang selalu terjadi, baik dari luar maupun dari dalam organisasi.

2.1.8. Pengertian Efisiensi Kerja

  Efisiensi kerja adalah perbandingan terbaikantara suatu pekerjaan yang dilakukan dengan hasil yang dicapai oleh pekerjaan tersebut sesuai dengan yang ditargetkan baik dalam hal mutu maupun hasilnya. Menurut Sedarmayanti (2001: 112), efisiensi adalah perbandingan terbaik atau rasionalitas antara hasil yang diperoleh atau output dengan kegiatan yangdilakukan serta sumber-sumber dan waktu yang dipergunakan (input).

2.1.9. Sumber-sumber Efisiensi Kerja

  Menurut Sedarmayanti (2001: 118) sumber utama efisiensi kerja adalah manusia, karena dengan akal, pikiran dan pengetahuan yang ada, manusia mampumenciptakan cara kerja yang efisien. KeahlianSesuatu yang dikerjakan oleh orang yang ahli, hasilnya akan lebih baik dan lebih cepat daripada apabila sesuatu itu dikerjakan oleh yang bukaahlinya.

2.1.10. Syarat Dapat Dicapainya Efisiensi Kerja

  Pelaksanaan kerja yang dapat di PertanggungjawabkanMembuktikan bahwa di dalam pelaksanaan kerja, sumber-sumber telah dimanfaatkan dengan setepat-tepatnyadan dilaksanakan dengan penuhtanggung jawab sesuai dengan yang telah ditetapkan. Prosedur kerja yang praktisPekerjaan yang dapat dipertanggungjawabkan serta pelayanan kerja yang memuaskan yang merupakan kegiatan operasional dapatdilaksanakan dengan lancar.

2.1.11. Hubungan Pengawasan dengan Efisiensi Kerja

  Seperti menurut Siagian (2003: 113) menyatakan bahwa fungsi organik pengawasan harus dilaksanakan dengan seefektif mungkin, karena pelaksanaanfungsi pengawasan dengan baik akan memberikan sumbangan yang besar pula dalam meningkatkan efisiensi. Kerangka Konseptual Pengawasan yang dilaksanakan di perusahaan bertujuan agar semua sumber daya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga tidak terjadipemborosan yang dapat mengakibatkan kerugian perusahaan.

2.4. Hipotesis

  Menurut Kerlinger (2000:30), hipotesis adalah pernyataan dugaan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih dengan kata lain hipotesis merupakanjawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, berdasarkan teori yang ada. Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan, hipotesis dalampenelitian ini adalah: “ Pengawasan berpengaruh positif dan signifikan terhadapEfisiensi Kerja pada PT.

BAB II I METODE PENELITIAN

  Efisiensi (Y)Menurut Sedarmayanti (2001: 112), efisiensi kerja adalah perbandingan terbaik atau rasionalitas antara hasil yang diperoleh (Output) dengankegiatan-kegiatan yang dilakukan serta sumber-sumber dan waktu yang dipergunakan (Input) 3.5. Cara kerja rasionalitas antarahasil yang diperoleh (output)dengan kegiatan- kegiatan yangdilakukan serta sumber-sumberdan waktu yang dipergunakan (input) Sumber : Siagian (2003:113) dan Sedarmayanti (2001:112) diolah.

3.6. Populasi dan Sampel

  Data Primer Data yang diperoleh langsung dari responden melalui kuesioner atau pernyataan tentang variabel yang di teliti dan wawancaralangsung dengan atasan. Data Sekunder Data yang diperoleh dari buku pedoman dari perusahaan(sejarah perusahaan, struktur organisasi, dll), buku ilmiah dan literatur lainnya yang diperoleh sehubungan dengan masalah penelitian ini.

a. Uji Validitas

  Uji validitas dilakukan untuk mengukur apakah data yang telah didapat setelah penelitian merupakan data yang valid dan alat ukur yangdigunakan (kuesioner) (Sugiyono, 2007:109). Tabel 3.3 menunjukkan bahwa seluruh butir pertanyaan valid, yang dapat dilihat dari r pada corrected item-total correlation yang pada hitung keseluruhan butir lebih besar dari r tabel (0,361), sehingga diperoleh 10 pertanyaan valid yang digunakan untuk melakukan penelitian seperti padaTabel 3.4.

b. Uji Reliabilitas

  Uji reliabilitas dilakukan untuk melihat untuk melihat apakah alat ukur yang digunakan (kuesioner) menunjukkan konsistensi dalammengukur gejala yang sama (Sugiyono, 2007:110). Ini berarti 0,847 > 0,60 dan 0,847 > 0,80 sehingga dapat dinyatakan bahwa kuesioner tersebut telah reliabel dan dapat disebarkan kepada responden untuk dapat dijadikansebagai instrumen dalam penelitian ini.

3.10. Teknik Analisis

  Metode Analisis Dekriptif Merupakan cara merumuskan dan menafsirkan data yang ada sehingga memberikan gambaran yang jelas melalui pengumpulan, menyusun, danmenganalisis data sehingga dapat diketahui gambaran umum perusahaan yang sedang diteliti. Hal ini berarti model yang digunakan tidak kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas yang diteliti terhadap variabelterikat.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum Perusahaan

4.1.1 Sejarah Singkat PT Indahsakti Motorindo

  Sepeda motor merk Honda sebagai salah satu produk PT Indahsakti Motorindo Strategi yang digunakan Honda untuk bisa tetap eksis di pasar Indonesia selain tetap bertahan pada ciri khasnya yang irit bahan bakar dan mempertahankanharga pasar sehingga purna jual dapat dikendalikan juga tanggap terhadap pasar sehingga dapat mengatasi persaingan dari perusahaan kompetitor. Honda selalucepat tanggap dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, seperti saat banyak bermunculan motor-motor buatan cina dan korea maka honda segeramemunculkan produk-produk yang setara teknologi dan segmen pasarnya, contohnya honda legenda dan honda kirana, nama produk yang digunakan jugamerupakan nama-nama yang mudah diingat dan mudah pengucapannya tidak seperti nama produk-produk cina yang susah diingat dan pengucapannya.

4.2. Hasil Penelitian

4.2.1. Analisis Data

a. Analisis Deskriptif

  1 (Bapak/Ibu pernah ditegur oleh atasan saat melakukan kesalahan seperti tidak hadir pada waktu yang telahditentukan yaitu pada pukul 8.00 WIB), dari 43 responden terdapat 2 orang (4,65 %) menjawab sangat tidak setuju, 6 orang (13,95%)menjawab tidak setuju, 6 orang (13,95%) menjawab kurang setuju, 28 orang (65,12%) menjawab setuju dan selebihnya 1 orang (2,32%)menjawab sangat setuju. 3 (Bapak/Ibu selalu berdiskusi dengan atasan ketika menghadapi pekerjaan yang salah dikerjakan), dari 43responden terdapat 1 orang (2,32%) menjawab sangat tidak setuju, 2 orang (4,65%) menjawab tidak setuju, 19 orang (44,8%) menjawabsetuju dan selebihnya 21 orang (48,83%) menjawab sangat setuju.

b. Analisis Regresi Linear Sederhana

Analisis regresi linear sederhana digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.

1. Uji t

  Model yang dipakai dalam uji t ini adalah: H :b =0, Artinya variabel pengawasan (X) tidak berpengaruh terhadap 1 variabel Keputusan Pembelian (Y). Variabel pengawasan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap efisiensi kerja pada karyawan PT.

2. Koefisien Determinan (R )

  Semakin mendekati nol berarti model tidak baik atau variasi model dalam menjelaskan dengan sangat terbatas sebaliknya semakin mendekatisatu maka suatu model akan semakin baik. R = 0,794 berarti hubungan antara variabel pengawasan (X) terhadap efisiensi kerja karyawan PT.

4.3. Pembahasan

  Seperti menurut Siagian (2003: 113)menyatakan bahwa fungsi organik pengawasan harus dilaksanakan dengan Hasil penelitian ini juga didukung oleh penelitian terdahulu, yaitu penelitian yang dilakukan oleh Idris (2007) menunjukkan bahwa pengawasanberpengaruh positif terhadap efisiensi kerja karyawan Pada PT. Sebab dengan adanya pengawasan kerja yang baik maka suatupekerjaan akan dapat berjalan dengan lancar dan dapat menghasilkan hasil kerja yang baik pula.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  Indah Sakti Motorindo sebagai lembaga pemasaran yang bergerak di dalam Jasa dealer dan automobile yang mana produknya adalah sepedamotor dan sparepart perlu untuk mempertahankan dan meningkatkan pengawasan kepada karyawan mengingat variable ini berpengaruh positifdan signifikan terhadap efisiensi kerja karyawan. Bagi peneliti lainnya, agar dapat melanjutkan penelitian dengan menganalisis pengaruh pengawasan terhadap efisiensi kerja karyawanperusahaan yang bergerak dibidang yang lain seperti lembaga keuangan, lembaga pemerintahan, lembaga pendidikan, dan sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA

  2005, Pengantar Manajemen, Kencana, Jakarta Lampiran 1 Kuesioner Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Medan 2011-06-21KUESIONER (ditujukan kepada karyawan PT. Indah Sakti Motorindo) Responden yang terhormat,pertanyaan dibawah ini hanya semata-mata untuk data penelitian dalam rangka penyusunan skripsi pada Program SarjanaFakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Pertanyaan yang ada hanya dijawab dengan membubuhkan tanda checklist( ) pada pilihan jawaban yang sesuai dengan pendapat Bapak/Ibu dan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

VARIABEL PENGAWASAN (X)

  a. PengawasanLangsung b.

VARIABEL EFISIENSI (Y)

  a. Pernyataan SS S KS TS STS 1 Bapak/Ibu masuk kerja tepat pada waktunya yaitu pada pukul 7.30 WIB b.

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure

  Error of Model R R Square Square the Estimate 1 .794(a) .630 .621 1.72647a Predictors: (Constant), PENGAWASAN ANOVA(b)Sum of Model Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 208.3041 208.304 69.884 .000(a) Residual 122.208 41 2.981 Total330.512 42 a Predictors: (Constant), PENGAWASANb Dependent Variable: EFISIENSIKERJA Coefficients(a)Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients t Sig.

Pengaruh Pengawasan Terhadap Efisiensi Kerja Pada PT Indah Sakti Motorindo Analisis Data a. Analisis Deskriptif Analisis Regresi Linear Sederhana Fungsi Pengawasan Langkah-langkah dalam Pengawasan Jenis-jenis Pengawasan Tujuan Pengawasan Kerangka Konseptual Hipotesis Jenis Penelitian Kesimpulan Pengaruh Pengawasan Terhadap Efisiensi Kerja Pada PT Indah Sakti Motorindo Latar Belakang Pengaruh Pengawasan Terhadap Efisiensi Kerja Pada PT Indah Sakti Motorindo Pembahasan Pengaruh Pengawasan Terhadap Efisiensi Kerja Pada PT Indah Sakti Motorindo Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Penelitian Terdahulu Populasi dan Sampel Jenis Data Metode Pengumpulan Data Uji Validitas dan Reliabilitas Sumber-sumber Efisiensi Kerja Uraian Teoritis 1. Pengertian Pengawasan Syarat Dapat Dicapainya Efisiensi Kerja Hubungan Pengawasan dengan Efisiensi Kerja Teknik-teknik Pengawasan Pengertian Efisiensi Kerja Tempat dan Waktu Penelitian Batasan Operasional Variabel Operasional Variabel Definisi operasional dalam penelitian ini adalah: Skala Pengukuran Variabel Uji Reliabilitas Teknik Analisis a. Metode Analisis Dekriptif Metode Regresi Linear Sederhana Uji Hipotesis Visi dan Misi Perusahaan Sepeda motor merk Honda sebagai salah satu produk PT Indahsakti Motorindo
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pengaruh Pengawasan Terhadap Efisiensi Kerja..

Gratis

Feedback