Feedback

Mekanisme Pengenaan Dan Pemungutan Pajak Restoran Pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan

Informasi dokumen
TUGAS AKHIR MEKANISME PENGENAAN DAN PEMUNGUTAN PAJAK RESTORAN PADA DINAS PENDAPATAN DAERAH KOTA MEDAN OLEH : NAMA NIM : KHAIRUL RIZAL : 082600088 Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Menyelesaikan Studi Program Studi Diploma-III Administrasi Perpajakan FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang PKLM . . 1 B. Tujuan dan Manfaat PKLM .3 C. Uraian Teoritis .5 D. Ruang Lingkup PKLM .7 E. Metode PKLM 8 F. Metode Pengumpulan Data . 9 G. Sistematika Penulisan Laporan PKLM . 9 BAB II : GAMBARAN UMUM DINAS PENDAPATAN DAERAH KOTA MEDAN A. Sejarah Singkat dinas Pendapatan Dearah Kota Medan 11 B. Struktur Organisasi Dinas Pendapatan daerah Kota Medan 13 C. Tugas Pokok dan fungsi Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan . 14 D. Gambaran Pegawai Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan 24 Universitas Sumatera Utara BAB III : GAMBARAN DATA PAJAK RESTORAN A. Ketentuan Pajak Restoran 27 B. Subjek dan Objek Pajak Restoran 29 C. Bukan Objek Pajak Restoran 30 D. Cara Perhitungan Pajak Restoran 30 E. Pendaftaran dan Penilaian pajak Restoran 31 BAB IV : ANALISA DAN EVALUASI A. Mekanisme Pengenaan dan Pemungutan Pajak Restoran di Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan . 34 B. Masalah- Masalah yang dihadapi Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan dalam Pelaksanaan Pemungutan pajak Restoran 35 C. Realisasi dan Kontribusi Pajak Restoran Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Medan . 35 D. Upaya Upaya yang dilakukan dalam Mengoptimalkan Penerimaan Pajak Restoran Kota Medan 38 Universitas Sumatera Utara BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 40 B. Saran 41 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah penulis kepada Allah SWT yang telah memberikan kesehatan,kekuatan,rahmad serta Anugrah-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir dalam bentuk laporan dengan judul Mekanisme Pengenaan dan Pemungutan Pajak Restoran Pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan .Tugas akhir ini ditulis dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk dapat menyelesaikan Program Diploma III Administrasi Perpajakan FISIP USU. Dalam hal ini penulis menyadari sepenuhnya isi dari ini masih jauh dari sempurna.Dalam hal ini di sebabkan masih kurangnya pengetahuan dan pengalaman baik dalam dalam memproleh ,mengumpulkan dan mengolah data.meskipun demikian penulis berusaha semaksimal mungkin agar tulisan ini dapat tersusun dengan baik dan selesai sebagaimana mestinya. Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati,penulis bersedia dan terbuka terhadap kritikan maupun masukkan atau saran yang membangun kearah perbaikan demi kesempurnaan penulisan ini,dan dapat memberikan mamfaat dimasa yang akan datang. Disini penulis juga mengakui dan sangat memahami bahwa tanpa bantuan dari berbagai pihak-pihak yang terkait penulis tidak dapat menyelesaikan laporan ini,dalam kesempatan yang baik ini penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih yag tulus dan sebesar-besarnya kepada: 1. Bapak Prof.DR.Badarudin,M.Si sebagai Dekan Fakultas ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara 2. Bapak Drs.Alwi Hashim Batubara.M.Si sebagai ketua Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan 3. Ibu Arlina, SH.M.Hum sebagai Pembimbing yang telah membimbing dan mengarahkan Saya dalam penulisan Laporan tugas akhir ini dengan penuh kesabaran. 4. Bapak Kepala Kantor Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan. 5. Teristimewa dan yang paling utama buat Ayahanda dan Ibunda tercinta yang mempunyai andil penting dalam memberikan dukungan moral dan materil serta doa restunya buat Khairul Rizal. 6. Terima Kasih kepada seluruh pegawai Program Diploma III Administrasi Perpajakan 7. Terima Kasih Kepada seluruh pegawai Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan khususnya Seksi Penagihan. 8. Terima kasih buat teman-teman seperjuangan Dheny, Win, Rudi Tabutty,Baluat,Tryatna,Tya, Endah,Nnur”aini,pokoknya semua dech yang ada di prodip III Administrasi Perpajakan. 9. Thank’s Buat seluruh tema-teman Tax B 08 10 . Thank’s to sahabat-sahabat Salwan, dan Fiekar. Penulis ( Khairul Rizal ) Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan Mandiri Dalam Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah disebutkan bahwa Pemerintah Daerah memiliki sumber Pendapatan Asli Daerah, berasal dari Hasil Pajak Daerah, Hasil Retribusi Daerah, dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan dan lain lain Pendapatan Daerah yang sah. Undang- Undang Nomor 33 Tahun 2004 juga menjelaskan tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pendapatan Asli Daerah, yang antara lain berupa Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, diharapkan menjadi salah satu sumber pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah, untuk meningkatkan dan memeratakan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikan, daerah mampu melakanakan Otonomi, yaitu mampu mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Berdasarkan kutipan tersebut jelas diketahui salah satu sumber pendapatan asli daerah berasal dari pajak daerah. Pajak Daerah adalah pungutan daerah menurut peraturan yang ditetapkan guna pembiayaan pengeluaran daerah sebagai badan hukum publik yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 sebagai perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, dimana pajak daerah tertinggi menjadi dua jenis, yaitu : Pajak Provinsi yang terdiri dari : Universitas Sumatera Utara 1. Pajak Kendaraan Bermotor 2. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor 3. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor 4. Pajak Air Permukaan 5. Pajak Rokok Pajak Kabupaten/Kota terdiri dari : 1. Pajak Restoran 2. Pajak Hiburan 3. Pajak Reklame 4. Pajak Penerangan Jalan 5. Pajak Parkir 6. Pajak Air Tanah 7. Pajak Sarang Burung Walet 8. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan Sebagai salah satu sumber pendapatan daerah yang berperan penting bagi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), Pajak Restoran sangat diharapkan dapat memberikan sumbangsihnya bagi kelangsungan pembangunan daerah. Pajak Restoran adalah salah satu pajak yang dikelola langsung oleh pemerintah daerah, yang memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah guna mendukung kesinambungan Kota Medan. Pajak Restoran juga sangat potensial dalam meningkatkan penerimaan daerah, maka dalam menyelenggarakan Pajak Restoran tersebut, pemerintah daerah melalui Dinas Universitas Sumatera Utara Pendapatan Daerah Kota Medan harus mengawasi proses pelaksanaan Pajak Restoran ini sesuai Peraturan Pemerintah dan Peraturan Daerah yang telah ditetapkan. Akan tetapi dalam pelaksanaannya masih banyak dijumpai Wajib Pajak yang tidak memenuhi kewajiban perannya dengan baik, terutama pajak restoran ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah dan Peraturan Daerah yang telah ditetapkan. Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan mempunyai Peranan Yang sangat besar dalam menyelenggarakan Pajak Restoran di Kota Medan. Bagaimana sebenarnya tingkat Kepatuhan Wajib Pajak dalan membayar dan melaporkan Pajak Restoran pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan, dimana pihak Dinas Pendapatan Kota Medan harus melakukan kegiatan yang lebih Intensif dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Daerah ( PAD). Hal inilah yang menjadikan Penulis tertarik dan memilih Kantor Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan sebagai tempat Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) dan penulis mengangkat judul, “Mekanisme Pengenaan dan Pemungutan Pajak Restoran pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan” sebagai objek yang menarik untuk dijadikan wadah Praktik Kerja Lapangan. B. Tujuan dan Manfaat Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) Praktik Kerja Lapangan Mandiri merupakan salah satu syarat yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan Program Diploma III Administrasi Perpajakan pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas SumateraUtara. 1. Tujuan PKLM Adapun tujuan pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) ini adalah: Universitas Sumatera Utara a. Untuk mengetahui mekanisme pengenaan dan pemungutan Pajak Restoran di Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan. b. Untuk mengetahui masalah-masalah yang dihadapi Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan dalam pemungutan Pajak Restoran. c. Untuk mengetahui besar Realisasi dan kontribusi pajak restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan. d. Untuk mengetahui upaya-upaya untuk mengoptimalkan Penerimaan Pajak Restoran dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan. 2. Manfaat PKLM a. Bagi Mahasiswa : 1). Dapat mempraktikkan teori yang telah diperoleh di bangku kuliah ke dalam dunia kerja. 2). Dapat melaksanakan observasi tentang Pengelolaan Pajak Restoran. 3). Mengetahui dan memahami cara Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah khususnya Pajak Restoran. 4). Menambah wawasan dan pengetahuan Mahasiswa menyangkut sistem dan prosedur dalam pelaksanaan Pengenaan dan Pemungutan Pajak Restoran pada Dinas Pendapatan Kota Medan. b. Bagi Universitas : 1). Meningkatkan kerjasama yang baik antara pihak Universitas dengan Instansi Pemerintah khususnya Kantor Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan . 2). Memberikan uji nyata atas ilmu yang telah disampaikan selama di perkuliahan. Universitas Sumatera Utara 3). Dapat mempromosikan sumber daya manusia yang berkompeten di bidangnya di Universitas Sumatera Utara khususnya Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan. 4). Membangun persepsi umum yang baik tentang universitas. c. Bagi Instansi : 1). Mempererat hubungan antara Kantor Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan dengan pihak Universitas khususnya Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan. 2). Mendapat masukan berupa ide, saran, dan gagasan dari Perguruan Tinggi menyangkut penanganan masalah perpajakan. 3) Dapat mengetahui sejauh mana tingkat perkembangan ilmu perpajakan di lingkungan Perguruan Tinggi khususnya di Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan Universitas Sumatera Utara. C. Uraian Teoritis 1. Definisi Pajak a. Berdasarkan Undang-Undang No. 28 tahun 2007 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, Pajak adalah kontribsusi Wajib kepada Negara yang terutang oleh orang pribadi dan badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. b. Pajak adalah Iuran kepada kas Negara berdasarkan Undang-Undang (yang dapat dipaksakan ) dengan tidak mendapat jasa timbal balik (kontra prestasi) yang langsung dapat ditunjukkan, dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum. Universitas Sumatera Utara c Pajak Daerah adalah Kontribusi wajib kepada Daerah yang terutang oleh Orang Pribadi atau Badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang- Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan daerah bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat (Resmi, 2008: 27). d. Restoran adalah fasilitas penyedia makanan dan/atau minuman dengan dipungut bayaran, yang mencakup juga rumah makan, kafetaria, kantin,warung, bar, dan sejenisnya termasuk jasa boga/katering. e. Pajak Restoran adalah Pajak atas Pelayanan yang disediakan oleh Restoran. f. Penanggung Pajak adalah orang pribadi atau badan yang bertanggung jawab atas pembayaran pajak,termasuk wakil yang menjalankan hak dan memenuhi kewajiban wajib pajak menurut ketentuan peraturan Undang–Undang perpajakan (Prakosa, 2003: 5). g. Subjek Pajak Restoran adalah orang Pribadi atau Badan yang membeli makanan dan/ atau minuman dari Restoran. h. Wajib Pajak Restoran adalah orang Pribadi atau Badan yang mengusahakan Restoran. i. Dasar Pengenaan Pajak Restoran adalah jumlah pembayaran yang diterima atau yang seharusnya diterima Restoran. j. Tarif Pajak Restoran ditetapkan paling tinggi sebesar 10%. k. Tarif Pajak Restoran ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Untuk pengertian-pengertian atau istilah-istilah selain tersebut dikaitkan dengan pembahasan-pembahasan selanjutnya. 2. Objek dan Subjek Pajak Restoran Universitas Sumatera Utara a. Objek Pajak Restoran adalah setiap Pelayanan yang disediakan dengan pembayaran di Restoran termasuk rumah makan, kafetaria, kantin, warung, bar, dan sejenisnya. Dikecualikan dari Objek Pajak Restoran adalah: 1) Pelayanan yang disediakan oleh Restoran yang nilai penjualannya tidak melebihi Rp. 600.000 2) Penjualan makanan dan atau minuman ditempat yang disertai dengan fasilitas penyantapan di hotel. b. Subjek Pajak 1) Subjek Pajak Restoran adalah Orang Pribadi atau Badan yang melakukan pembayaran atau pelayanan Restoran. 2) Wajib Pajak Restoran adalah Pengusaha Restoran. 3. Tarif Pajak Restoran a. Dasar Pengenaan Pajak Restoran adalah jumlah Pembayaran yang dilakukan kepada Restoran. b. Tarif Pajak Restoran adalah sebesar 10% ( sepuluh persen). c. Besarnya Pokok Pajak Restoran dihitung dengan cara mengalikan Tarif pajak dengan Dasar Pengenaan Pajak Restoran. D. Ruang Lingkup Praktik Kerja Lapangan Mandiri Adapun ruang lingkup dalam pelaksanaan PKLM ini antara lain : 1). Mekanisme Pengenaan dan Pemungutan Pajak Restoran di Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan. Universitas Sumatera Utara 2). Data-data yang berkaitan dengan Penerimaan pajak restoran di Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan. 3). Faktor-faktor yang menghambat penerimaan Pajak Restoran di Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan. 4). Upaya-upaya yang dilakukan dalam mengoptimalkan penerimaan pajak restoran di Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan. E. Metode Praktik Kerja Lapangan Mandiri Untuk mendapatkan dan mengumpulkan data serta informasi sesuai dengan metode yang digunakan sebagai berikut : 1. Tahap Persiapan Pada tahap ini, penulis melakukan penentuan judul dan tempat Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM), mencari dan mengumpulkan bahan untuk pembuatan proposal dan konsultasi dengan pihak Dosen yang bersangkutan. 2. Studi Literatur (kepustakaan) Merupakan dasar teori yang mendukung laporan ini menyangkut masalah yang dibahas yang berasal dari buku-buku, peraturan perundang-undangan perpajakan, artikel ilmiah, catatan-catatan maupun bahasa tertulis yang berhubungan dengan Laporan Praktik Kerja Lapangan Mandiri. 3. Observasi Lapangan Penulis melakukan peninjauan atau pengamatan secara langsung terhadap masalah yang dibahas dan meninjau secara langsung terhadap kondisi pelaksanaan kegiatan untuk mengetahui sistem kerja yang berlaku pada Kantor Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan . Universitas Sumatera Utara 4. Wawancara Pada tahap ini penulis melakukan pengumpulan data dan informasi melalui wawancara dengan pegawai instansi yang berkompeten yang di Kantor Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan . 5. Analisa Data dan Evaluasi Setelah penulis memperoleh data yang diperlukan, penulis akan menganalisa dan mengevaluasi data dan kemudian akan dipresentasikan secara objektif, jelas dan sistematis. F. Metode Pengumpulan Data Adapun cara pengumpulan sumber data yang digunakan ialah sebagai berikut: 1. Daftar Wawancara (Interview Guide) Yaitu dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada pegawai yang dianggap mampu memberikan data dan informasi tentang Prosedur Administrasi Pemungutan Pajak dan Kontribusinya terhadap Penerimaan Pajak pada Kantor Dinas Pendapatan Kota Medan 2. Data Observasi (Observation Guide) Yaitu dengan melakukan pengamatan langsung atas kegiatan yang akan dilakukan dalam pencatatan terhadap masalah yang menjadi objek yang dibahas. 3. Daftar Dokumentasi (Optional) Yaitu dengan mengumpulkan dokumen atau informasi yang berhubungan dengan Prosedur Administrasi Pemnungutan Pajak dan kontribusinya terhadap penerimaan pajak atau arsip yang dianggap sah sebagai bukti otentik. Universitas Sumatera Utara G. Sistematika Penulisan Laporan Praktik Kerja Lapangan Mandiri Laporan Praktik Kerja Lapangan Mandiri ini disusun oleh penulis dalam lima bab. Adapun rincian dari tiap-tiap bab seperti terlihat di bawah ini : BAB I : PENDAHULUAN Pada bab ini penulis menguraikan gambaran umum tentang penulisan Laporan Praktik Kerja Lapangan Mandiri yang meliputi latar belakang penyusunan, tujuan dan manfaat, ruang lingkup dan metode Praktik Kerja Lapangan Mandiri, serta metode pengumpulan data dan sistematika penulisan. BAB II : GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PKLM Pada bab ini penulis menguraikan sejarah singkat mengenai lokasi Praktik Kerja Lapangan Mandiri, struktur organisasi, uraian tugas pokok dan fungsi dari tiap-tiap seksi di Kantor Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan. BAB III : GAMBARAN DATA PAJAK RESTORAN Pada bab ini penulis akan menguraikan landasan teori yang terdiri ketentuan pajak restoran, subjek dan objek, cara perhitungan, pendaftaran dan penilaian dan lainlain yang berhubungan dengan pajak restoran. BAB IV : ANALISA DAN EVALUASI Pada bab ini penulis akan menganalisa data yang diperoleh dan mengevaluasi data yang telah diterima selama proses Praktik Kerja Lapangan Mandiri ini. BAB V : PENUTUP Universitas Sumatera Utara Pada bab ini penulis akan menarik kesimpulan dari uraian pada bab-bab sebelumnya. Kemudian penulis juga akan memberikan saran yang mungkin dapat dijadikan dilaksanakan di bidang pendapatan serta melaksanakan penyuluhan di bidang pendapatan daerah c. Seksi Pengembangann Pendapatan, mempunyai tugasc menyusun rencana serta mengkaji untuk pengembangan potensi pendapatan daerah dan mempersiapkan Rancangan Peraturan Daerah, Keputusan Kepala Daerah tentang Pajak Daerah Retribusi Daerah dan Pendapatan Daerah Lainnya. d. Seksi Evaluasi dan Pelaporan, mempunyai tugas mengevaluasi dan memonitor pelaksanaan teknis operasional pengelolahan pendapatan daerah, menyajikan data statistic target dan realisasi pendapatan daerah, mengidentifikasikan permasalahan pendapatan daerah dan menyusun laporan realisasi pendapatan daerah. Universitas Sumatera Utara 25 3) Sub Dinas Pendapatan dan Penetapan Sub Dinas Pendapatan dan Penetaaan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas dinas dibidang pendapatan dan penetaan. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Sub Dinas Pendapatan dan Penetapan mempunyai fungsi: 1. Menyusun rencana kegiatan kerja 2. Melaksanakan pendaftaran dan pendataan seluruh Wajib Pajak, Wajib Retribusi,dan Pendapatan Daerah Lainnya 3. Melaksanakan Pengelolahan data dan informasi baik dari Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD), Surat Pemberitahuan Retribusi Daerah (SPTRD) Hasil Pemerikasaan dan Informasi Terkait Lainnya 4. Melaksanakan Penetapan Pajak Daerah, Retribusi Daerah dan Pendapatan Daerah Lainnya 5. Merencanakan dan menatausahakan hasil pemeriksaan terhadap Wajib Pajak dan Wajib Retribusi 6. Melaksanakan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidangnya. Sub Dinas Pendapataan dan Penetapan terdiri dari: a. Seksi Pendataan dan Pendaftaran, mempunyai tugas melaksanakan Pendataan Objek Pajak Daerah/Retribusi Daerah dan Pendapatan Daerah lainnya melalui Universitas Sumatera Utara 26 Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD) dan Surat Pemberitahuan Retribusi Daerah (SPTRD), melaksankan pendaftaran Wajib Pajak Daerah/Wajib Retribusi Daerah melalui formulir pendaftaran, menyimpan, mendistribusikan memberikan Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah serta menyusun Surat Perpajkan Daerah lainnya yang berkaitan dengan pendaftaran dan pendataan. b. Seksi Pengelolahan Data dan informasi, mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengelolahan data Objek Pajak Daerah/Rertibusi Daerah, menuangkan hasil pengelolahan data dan informasi data kedalam kartu data serta mengirimkan kartu data kepada Seksi Penetapan dan demikian sebaliknya. c. Seksi Penetapan, mempunyai tugas melaksanakan perhitungan penetapan Pokok Pajak Daerah/Retribusi Daerah berdasarkan kertu data termasuk perhitungan denda dan sanksi lainnya, menerbitkan dan mendistribusikan serata menyimpan arsip Surat Perpajakn Daerah/Retribusi Daerah yang berkaitan dengan penetapan, melaksanakan perhitungan jumlah angsuran pembayaran/penyetoran atas permohonan Wajib Pajak d. Seksi Penerimaan, mempunyai tugas menyusun rencana pemeriksaan dan melaksanakan pemeriksaaan Objek Pajak/Retribusi, menatausahan hasil pemeriksan lapangan atas objek pajak/retribusi serta mengirim laporan pemeriksaan kepada Seksi Pengelolahan Data Informasi. Universitas Sumatera Utara 27 4) Sub Dinas Penagihan Sub Dinas Penagihan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas dinas dibidang penagihan meliputi kegiatan pembukuan, verifikasi, penagihan dan perhitungan restitusi, pemindahbukuan serta pertimbangan terhadap keberatan Pajak Daerah, Retribusi Daerah dan Pendapatan Daerah Lainnya. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Sub Dinas Penagihan mempunyai fungsi: 1. Menyusun rencana kerja kegiatan 2. Melaksanakan Pembukuan atas tunggakan pajak daerah, retribusi daerah dan pendapatan daerah lainnya 3. Melaksanakan penagihan atas tunggakan pajak daerah,retribusi daerah dan pendapatan daerah lainnya 4. Melaksanakan perhitungan retribusi dan atau pemindahbukuan atas Pajak Daerah, Retribusi Daerah dan Pendapatan Daerah lainnya 5. Melaksanakan telaah dan saran pertimbangan terhadap keberatan WP atas pajak terutang 6. Melaksanakan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya Universitas Sumatera Utara 28 Sub Dinas Penagihan terdiri dari: a. Seksi pembukuan dan verifikasi, mempunyai tugas melaksanakan pembukuan dan verifikasi tentang penetapan dan penerimaan Pajak Daerah, Retribusi Daerah dan Pendapatan Daerah lainnya, melaksanakan pembukuan dan verifikasi penerimaan dan pengeluaran benda berharga serta pencataan uang dari hasil pungutan benda berharga ke dalam Kartu Persediaan Benda Berharga, Menyiapkan laporan tentang realisasi penerimaan dan tunggakan Pajak Daerah Retribusi Daerah dab Pendapatan Daerah Lainnya serta menyiapkan laporan tentang realisasi penerimaan, pengeluaran dan sisa persediaan benda berharga secra berkala b. Seksi Penagihan dan Perhitungan, mempunyai tugas melaksanakan penagihan atas tunggakan Pajak Daerah, Retribusi Daerah dan Pendapatan Daerah lainnya menerbitkan dan mendistribusikan serta mmenyimpan arsip surat perpajakan daerah/retribusi daerah yang berkaitan dengan penagihan c. Seksi retribusi dan pemindahbukuan, mempunyai tugas menerima permohonan restitusi dan pemindahbukuan dari Wajib Pajak , meneliti kelebihan pembayaran Pajak Daerah/Retribusi Daerah yang Surat Keputusan Kepala Dinas tentang pemberian restitusi dan atau pemindahbukuan d. Seksi Pertimbangan dan Keberatan, mempunyai tugas menerima Surat Keberatan dari Wajib Pajak/restitusi dan meneliti keberatan WP serta membuat pertimbangan atas keberatan WP dan mempersiapkan Surat Universitas Sumatera Utara 29 Keputusan Keapala Dinas tentang persetujuan atau penolakan atas keberatan tersebut. 5) Sub Dinas Retribusi Dan Pendapatan Lain-Lain Sub Dinas Retribusi dan Pendapatan Lain-Lain dipimpin oleh Kepala Sub Dinas yang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Sub Dinas Retribusi dan Pendapatan Lain-Lain mempunyai tugas sebagai berikut: 1. Menyusun rencana kegiatan kerja 2. Melaksankan penatausahaan penerimaan retribusi dan pendapatan lain-lain termasuk pinjaman daerah dan dana darurat 3. Melaksanakan penatausahaan penerimaan retribusi dan pendapatan lain-lain termasuk pinjaman daerah dan dana darurat 4. Melaksanakan penatausahaan penerimaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan pendapatan lain-lain 5. Melaksanakan legalisasi dan pembukuan surat-surat berharga 6. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya. Sub Dinas Retribusi dan Pendapatan Lain-lain terdiri dari: Universitas Sumatera Utara 30 a. Seksi Penatausahaan penerimaan retribusi dan Penerimaan Lain-Lain, mempunyai tugas melaksankan penatausahan penerimaan retribusi dan melaksanakan penatausahaan pendapatan lain-lain b. Seksi Penerimaan Lain-Lain, mempunyai tugas melaksanakan penatausaahn penerimaan lain-lain, merencanakan dan mengupayakan penerimaan lain-lain baik dari penerimaan, wakil pemerintah di daerah maupun dilembagalembaga keuangan dan atau badan-badan lain termasuk pinjaman daerah dan dana darurat c. Seksi Penerimaan Badan Usaha Milik Daerah dan Pendapatan Lain-Lain mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan penerimaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan melaksankan penatausahaan hasil pengelolahan kekayaan daerah yang dipisahkan d. Seksi Legalisasi Pembukuan Surat-Surat Berharga, mempunyai tugas melaksanakan legalisasi surat-surat berharga dann melaksanakan pembukuan surat-surat berharga. Setiap seksi dipimpin oleh seorang kepala seksi yang dalam menjalankan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab kapada Kepala Sub Dinas Retribusi dan Pendapatan lain-lain. 6) Sub Dinas Bagi Hasil Pendapatan Sub Dinas Bagi Hasil Pendapatan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Dinas Universitas Sumatera Utara 31 yang dalam menjalankan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Sub Dinas Bagi Hasil Pendapatan mempunyai fungsi: 1. Menyusun rencana kegiatan kerja 2. Melaksanakan pinatausahaan bagi hasil pendapatan pajak dan bukan pajak 3. Melaksanakan koordinasi dengan pemberian bagi hasil, non pajak 4. Melaksankan perhitungan dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) 5. Melaksanakan pengkajian pelaksanaan Peraturan Perundang-Undangan dan pengkajian hasil pendapatan daerah di bidang bagi hasil pendapatan 6. Melaksanakan tugas lain-lain yang berkaitan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya. Sub Dinas Bagi Hasil Pendapatan terdiri dari: a. Seksi Penatausahaan Bagi Hasil Pendapatan Pajak dan Non Pajak, mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan surat-surat ketetapan Pajak Bumi dan Bangunan, menatausahakan pendapatan bagi hasil pajak dan bukan pajak b. Seksi Bagi Hasil Pajak, mempunyai tugas menerima dan mendistribusikan suarat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) dan Daftar Himpunan Pokok Pajak (DHPP), Daftar Himpunan Ketetapan Pajak (DHKP) Bumu dan Universitas Sumatera Utara 32 Bagunan melaksanakan penagihan pajak bumi dan bangunan, melaksanakan perhitungan penerimaan / dll 278 304 360 JUMLAH 579 721 1005 Sumber : Dinas Pendapatan Kota Medan 45 Tabel 4.2 Target dan Realisasi Pajak Restoran pada Dinas Pendapatan Kota Medan Tahun Anggaran 2012 – 2014 Tahun Target Realisasi Sisa Persentase (RP) Lebih / (%) Kurang 2012 113.209.441.000 83.182.567.950 30.026.873.050 73,48 2013 113.209.441.000 91.590.223.058 21.619.217.942 80.90 2014 113.209.441.000 106.429.552.172 6.779.888.828 94,01 Sumber Data : Dinas Pendapatan Kota Medan Dari Tabel 4.2 mengenai target dan realisasi Pajak Restoran pada tahun anggaran 2012 dapat dilihat bahwa target Pajak Restoran untuk tahun 2012 sebesar Rp. 113.209.441.000 sedangkan yang terealisasi sebesar Rp.83.182.567.950 dengan persentase 73,48 % atau dengan kata lain pada tahun 2012 target yang terealisasi masih belum tercapai masih kurang dari target Rp 30.026.873.050. dan Target untuk penerimaan Pajak Restoran pada tahun 2013 masih sama dengan tahun 2012 sebesar Rp. 113.209.441.000 dan yang terealisasi untuk tahun 2013 sebesar Rp 91.590.223.058 dengan persentase 80.90 % Pada tahun 2013 dapat dilihat bahwa penerimaan Pajak Restoran mengalami kenaikan sebesar Rp 8.407.655.108 dengan pesentase kenaikan sebesar 7,42 % sedangkan untuk tahun 2014 target Pajak Restoran masih tetap sama dengan tahun 2012 dan 2013 Rp. 113.209.441.000 46 dan yang terealisasi sebesar Rp 106.429.552.172 dengan persentase sebesar 94,01 % . Pada Tahun 2014 ini juga mengalami kenaikan sebesar Rp 14.839.329.114 dan persentase kenaikan penerimaan Pajak Restoran sebesar 13,11 %. Dari data tersebut dapat kita simpulkan bahwa penerimaan Pajak Restoran pada tahun 2012 sampai dengan tahun 2014 mengalami kenaikan dari tahun ke tahun nya. Hal ini menunjukkan bahwa Pemungutan dan Penagihan Pajak Restoran yang dilakukan Dinas Pendapatan Kota Medan sudah baik dan kita berharap agar Dinas pendapatan Kota Medan untuk penerimaan pajak tahun 2015 dapat mempertahankan penerimaan Pajak Restoran seperti di tahun 2014. C. Masalah-masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan Pemungutan Pajak Restoran Di Kota Medan Masalah – masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan pemungutan Pajak Restoran yang ada di kota medan adalah : 1. Masih ada masyarakat Kota Medan yang mempunyai usaha Restoran / Rumah makan dan sudah memenuhi syarat sebagai Wajib Pajak Restoran. Akan tetapi, tidak mendaftarkan diri sebagai Wajib Pajak. Padahal jika masyarakat kota medan mendaftarkan diri sebagai Wajib Pajak untuk membayar dan melaporkan jumlah pajak yang terutang, tentunya pendapatan atau realisasi Pajak Restoran 47 di Kota Medan juga akan meningkat setiap tahunnya. Apalagi jika kita lihat saat ini Kota Medan sedang berkembang dibidang kuliner. 2. Masih ada usaha Restoran yang belum mencatatkan penjualan nya dengan baik atau masih banyak yg di kelola secara tradisional dimana kesadaran membukukan atau mencatatkan transaksi usahanya secara benar dan teratur masih rendah sehingga belum dapat menghitung dan melaporkan SPTPD dengan sesuai dengan omset yang sebenar nya 3. Sebagian kecil masyarakat masih mempunyai pola pikir menghindari untuk mengurus administrasi yang berhubungan dengan birokrasi karena alasan selalu di persulit padahal Dinas Pendapatan Kota Medan telah menyediaka berbagai sarana sebagai sumber informasi untuk kenyamanan seperti tersedianya situs web dispenda. pemkomedan.go.id, adanya layanan informasi dan pengaduan di Call Center 1500221, Meja informasi dan pengaduan langsung di Dinas Pendapatan Kota Medan, tercantumnya kolol SOP (Standar Operasional Prosedur) pengurusan Pajak Daerah di Dinas Pendapatan Kota Medan, dan bahkan masyarakat bisa mendatangi 7 UPT (Unit Pelaksana Teknis yang tersebar di seluruh Kota Medan untuk mendapatkan informasi yg benar tentang Pajak Daerah. 4. Masih rendah nya kesadaran Wajib Pajak untuk melaporkan kondisi usaha saat tutup usaha secara total atau pun sementara. 48 D. Upaya-upaya Peningkatan Penerimaan Melalui Pajak Restoran Bebagai upaya dan kebijakan telah dilakukan oleh Dinas Pendapatan Kota Medan untuk meningkatkan penerimaan Pajak Restoran, antara lain melalui : 1. Ekstensifikasi pemungutan Pajak Restoran Ekstensifikasi adalah kebijakan di bidang perpajakan yang di tujukkan untuk meningkatkan penerimaan perpajakan melalui penambahan jumlah wajib pajak dan perluasan objek Pajak Restoran. Ekstensifikasi di bidang perpajakan sangat penting karena dengan Ekstensifikasi sumber-sumber penerimaan yang ada dikota medan,khusus nya pada penerimaan dari Pajak Restoran dapat di gali lagi daalam rangka meningkatkan penerimaan Pajak Restoran dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Medan. Ekstensifikasi dapat dilakukan dengan cara yaitu: a. Rutin melakukan pemeriksaan kepada Wajib Pajak untuk menguji kepatuhan Wajib Pajak b. Melakukan penjagaan / pencatatan biling tagihan c. Bekerja sama dengan instansi lain yaitu : Dinas Pariwisata, Satpol PP, Kecamatan, Polisi, Kejaksaan, Polisi Militer untuk membentuk tim penegakan peraturan daerah. 49 2. Intensifikasi Intensifikasi merupakan kebijakan yang ditempuh dengan tujuan agar wajib pajak membayar yang sesuai dengan peraturan yang berlaku,sehingga realisasi penerimaan Pajak Restoran sesuai dengan target yang telah ditetapkan dengan beberapa cara,antara lain : a. Melakukan pelatihan kepada pegawai untuk meningkatkan kemampuan dalam memeriksa pajak, menginformasikan pajak kepada wajib pajak dan calon wajib pajak b. Melakukan peningkatan disiplin kepada pegawai. 50 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Dengan adanya gambaran umum dan uraian-uraian mengenai Pajak Restoran serta beberapa masalah dalam pelaksanaan pemungutan dan penagihannya maka dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Pajak Restoran adalah Pajak yang dikenakan atas pelayanan yang disediakan oleh Restoran. Dalam hal ini yang dimaksud dengan Restoran adalah Tempat menyantap makanan dan minuman yang disediakan dengan dipungut bayaran, tidak termasuk usaha jasa boga dan katering. 2. Tarif Pajak RestoranTarif pajak restoran ditetapkan sebesar 10% (sepuluh persen) dan ditetapkan oleh kabupaten/kota yang bersangkutan. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keleluasan kepada pemerintah kabupaten/kota untuk menetapkan tarif pajak yang dipandang dengan sesuai kondisi masing-masing. 3. Pada Dinas Pendapatan Kota Medan sytem pemungutan pajak yang digunakan adalah Self assessment sytem. 4. Objek Pajak Restoran yang dikenakan terhadap wajib pajak yang memiliki restoran atau rumah makan yang pendapatan nya melebihi Rp 9.000.000 (Sembilan juta) setiap bulan 51 5. Pemungutan Pajak Restoran adalah suatu rangkaian mulai dari penghimpunan data Objek Pajak Restoran dan Subjek Pajak Restoran dengan penentuan besarnya Pajak Restoran yang terutang sampai kegiatan menerima pembayaran Pajak Restoran tersebut dari Wajib Pajak 6. Adapun mekanisme pemungutan Pajak Restoran pada Dinas Pendapatan Kota Medan dimulai dari Pengkuhan Wajib Pajak, Pendaftaran dan Pendataan, Pelaporan SPTPD oleh Wajib Pajak, Penetapan Jumlah Pajak Restoran melalui SKPD,dan Pembayaran Pajak Restoran. Apabila Pajak Restoran yang terutang tidak dilunasi setelah jatuh tempo maka akan dilakukan Penagihan oleh Dinas Pendapatan Kota Medan. B. Saran 1. Dinas Pendapatan Kota Medan harus dapat menciptakan iklim perpajakan yang baik di likungan sendiri agar masyarakat umum atau wajib pajak tahu bahwa dengan membayar pajak tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri, sehingga masyarakat umum atau Wajib Pajak dapat meningkatkan akan kesadaran dan kepatuhan masyarakat akan kewajiban nya. 2. Dinas Pendapatan Kota Medan harus lebih meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan memberikan penyuluhan-penyuluhan mengenai Pajak Daerah. 52 3. Dinas Pendapatan Kota Medan harus mengelola Pajak Daerah sesuai dengan undang-undang Perpajakan yang berlaku secara baik dan benar.Dalam memberikan pelayanan Kepada Wajib pajak, semua aparat atau petugas perpajakan memelihara sifat, jujur, sopan, dan tegas yang akan menambah kepercayaan wajib pajak terhadap petugas 53 DAFTAR PUSTAKA Suandy,Erly,2002,Hukum Pajak,Salemba Empat,Jakarta Peraturan perundang-undangan Undang-Undang No 12 Tahun 2008 atas perubahan Undang-Undang No 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah. Undang-Undang No 33 Tahun2004 tentang tentang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Undang-Undang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah No28 Tahun 2009,Tentang Perubahan atas Undang-Undang No 18 Tahun 1997 Tentang pajak dan Retribusi Daerah. Undang-undang Pajak daerah No 28 tahun 2009 pasal 37 (3) (Peraturan Daerah Kota Medan nomor 5 tahun 2011 pasal 2 (2 dan 3) .(Peraturan Daerah Kota Medan nomor 5 tahun 2011 pasal 1 (8). .(Peraturan Daerah Kota Medannomor 5 tahun 2011 pasal 1 (10). .(Peraturan Daerah Kota Medan nomor 5 tahun 2011 pasal 1 (11). Www.Dispenda.PemkoMedan.go.id ( Web Site Dinas Pendapatan Kota Medan
Mekanisme Pengenaan Dan Pemungutan Pajak Restoran Pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Mekanisme Pengenaan Dan Pemungutan Pajak Restoran Pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan

Gratis