Feedback

Analisis Persediaan Mesin Fotokopi Merek Xerox Dalam Kaitannya Dengan Sistem Pengendalian Manajemen Pada PT Astra Graphia, Tbk

Informasi dokumen
ANALISIS PERSEDIAAN MESIN FOTOKOPI MEREK XEROX DALAM KAITANNYA DENGAN SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN PADA PT ASTRA GRAPHIA, TBK TESIS Oleh ERIKA AMELIANI SURBAKTI 077019010/IM SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara ANALISIS PERSEDIAAN MESIN FOTOKOPI MEREK XEROX DALAM KAITANNYA DENGAN SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN PADA PT ASTRA GRAPHIA, TBK TESIS Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Megister Sains dalam Program Studi Ilmu Manajamen pada Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara Oleh ERIKA AMELIANI SURBAKTI 077019010/IM SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara Judul Tesis Nama Mahasiswa Nomor Pokok Program Studi : ANALISIS PERSEDIAAN MESIN FOTOKOPI MEREK XEROX DALAM KAITANNYA DENGAN SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN PADA PT ASTRA GRAPHIA, TBK : Erika Ameliani Surbakti : 077019010 : Ilmu Manajemen Menyetujui, Komisi Pembimbing: (Prof. Dr. Ir. A Rahim Matondang, MSIE) Ketua Ketua Program Studi, (Prof. Dr. Paham Ginting, MS) (Dr. Arlina Nurbaity Lubis, MBA) Anggota Direktur, (Prof. Dr. Ir. A Rahim Matondang, MSIE) Tanggal lulus : 16 September 2011 Universitas Sumatera Utara Telah diuji pada: Tanggal 16 September 2011 PANITIA PENGUJI TESIS Ketua : 1. Prof. Dr. Ir. A Rahim Matondang, MSIE Anggota : 2. Dr. Arlina Nurbaity Lubis, MBA 3. Prof. Dr.Rismayani, SE, MS 4. Drs. Rahmad Sumanjaya, M.Si 5. Drs. Syahyunan, M.Si Universitas Sumatera Utara LEMBAR PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa Tesis saya yang berjudul: “Analisis Persediaan Mesin Fotokopi Merek Xerox dalam Kaitannya dengan Sistem Pengendalian Manajemen Pada PT Astra Graphia, Tbk” Adalah benar hasil karya saya sendiri dan belum pernah dipublikasikan oleh siapapun juga sebelumnya. Sumber-sumber data yang diperoleh dan digunakan telah dinyatakan secara jelas dan benar. Medan, 16 September 2011 Yang membuat pernyataan, Erika Ameliani Surbakti Universitas Sumatera Utara ABSTRAK ANALISIS PERSEDIAAN MESIN FOTOKOPI MEREK XEROX DALAM KAITANNYA DENGAN SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN PADA PT ASTRA GRAPHIA, TBK Erika Ameliani Surbakti, 2011, Analisis Persediaan Mesin Fotokopi Merek Xerox dalam Kaitannya dengan Sistem Pengendalian Manajemen Pada PT Astra Graphia, Tbk, dibawah bimbingan Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang, MSIE., (Ketua), dan Dr. Arlina Nurbaity Lubis, MBA., (Anggota) Tingkat persaingan bisnis yang semakin tajam serta kualitas produk kompetitor yang juga semakin kompetitif, membuat PT Astra Graphia Tbk harus memikirkan aspek lain yang bisa dijual agar tetap bisa menjadi leader di bisnis yang saat ini sedang digelutinya. Rumusan masalah penelitian adalah sejauh mana sistem pengendalian manajemen yang terdiri dari lingkungan pengendalian, penilaian resiko manajemen, sistem komunikasi dan informasi, aktifitas pengendalian, dan monitoring berpengaruh dalam persediaan mesin fotokopi pada PT Astra Graphia Tbk? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Persediaan dan Teori Sistem Pengendalian Manajemen yang memiliki 5 (lima) komponen yaitu: lingkungan pengendalian, penilaian resiko manajemen, sistem komunikasi dan informasi, aktifitas pengendalian, dan monitoring. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Adapun penelitian ini bersifat deskriptif eksplanatori. Populasi adalah seluruh personel divisi pemasaran dan keuangan. Penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Slovin dengan menggunakan taraf kepercayaan sebesar 90%, dan jumlah sampel sebanyak 40 (empat puluh) responden. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan lingkungan pengendalian, penilaian resiko manajemen, sistem komunikasi dan informasi, aktifitas pengendalian, dan monitoring bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap persediaan barang. Sedangkan secara parsial penilaian resiko manajemen adalah yang lebih dominan berpengaruh signifikan terhadap persediaan mesin. Artinya penilaian resiko manajemen memang sangat menentukan atas kenaikan persediaan mesin Kesimpulan penelitian ini adalah secara simultan lingkungan pengendalian, penilaian resiko manajemen, sistem komunikasi dan informasi, aktifitas pengendalian dan monitoring secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap persediaan mesin. Sedangkan secara parsial bahwa penilaian resiko manajemen adalah yang paling dominan berpengaruh signifikan terhadap persediaan mesin. Kata Kunci : Pengendalian, Manajemen, Persediaan, Mesin, Xerox Universitas Sumatera Utara ABSTRACT INVENTORY ANALYSIS XEROX COPIER BRAND IN RELATION TO MANAGEMENT CONTROL SYSTEMS IN PT ASTRA GRAPHIA, TBK Erika Ameliani Surbakti, 2011, Inventory Analysis Xerox Copier Brand in Relation to Management Control Systems in PT Astra Graphia, Tbk, under the Guidance of Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang, MSIE., (Chairman), and Dr. Arlina Nurbaity Lubis, MBA., (Member). The increasing of business competition and products quality of competitors urge PT Astra Graphia Tbk to enhance other aspects of business to remain a leader in current business. Errors in determining the amount of inventory will result in disruption of the company's liquidity. Based on this, research problem is the extent to which management control system consists of control environment, risk assessment management, communication and information systems, control activities, and monitoring in relation to inventory xerox copier brand in PT Astra Graphia Tbk? The theory used in this study is Inventory and Management Control System Theory that has a 5 (five) components: control environment, risk assessment management, communication and information systems, control activities, and monitoring. Method of approach used in this study is survey and the type of research are descriptive quantitative. Population is the all of department marketing and department finance. The Number of sampels used in this study is Slovin’s formula with level of confidance as much as 90%, and 40 (fourteen) sampel of respondents. The results show the simultaneous control environment, risk assessment management, communication and information systems, control activities, and monitoring are significant effect on inventories. Partial control environment, risk assessment management, and monitoring of each significant effect on engine supply. Based on the results of research, then concluded: the simultaneous control environment, risk assessment management, communication and information systems, control activities, and monitoring are significant effect on inventories. Partial control environment, risk assessment management, and monitoring of each significant effect on engine supply. Keywords: Control, Management, Supplies, Machines, Xerox Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji Syukur penulis panjatkan kepada Yesus Kristus yang dengan rahmat dan nikmatNya penulis mampu menyelesaikan tugas akhir penulisan tesis ini. Penelitian ini merupakan tugas akhir pada Program Magister Ilmu Manajemen Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara yang meneliti dengan judul ANALISIS PERSEDIAAN MESIN FOTOKOPI MEREK XEROX DALAM KAITANNYA DENGAN SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN PADA PT ASTRA GRAPHIA, TBK. Selama proses penyelesaian tesis ini maupun selama mengikuti proses perkuliahan, penulis banyak memperoleh bantuan moril dan materil yang berasal dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada: 1. Rektor Universitas Sumatera Utara Medan, Bapak Prof.Dr.dr.Syahril Pasaribu,DTM&H,M.Sc (CTM),Sp.A (K). 2. Bapak Kasta M Sebayang yang telah memberikan banyak inspirasi terhadap penulis pada saat melakukan riset pada Astra Graphia,Tbk 3. Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, Bapak Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang, MSIE Universitas Sumatera Utara 4. Bapak Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang, MSIE., selaku Ketua Komisi Pembimbing yang telah banyak memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis dalam menyelesaikan tesis ini. 5. Bapak Prof. Dr. Paham Ginting, MS., selaku Ketua Program Studi Ilmu Manajemn Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. 6. Ibu Dr. Arlina Nurbaity Lubis, MBA selaku Sekretaris Program Studi Ilmu Manajemen sekaligus juga sebagai Anggota Komisi Pembimbing. 7. Ibu Prof. Dr. Rismayani, SE, MS., Drs. Rahmad Sumanjaya, M.Si., dan Bapak Drs. Syahyunan, M.Si., selaku Dosen Pembanding yang telah banyak memberi masukkan untuk kesempurnaan tesis ini. 8. Seluruh Staf Pengajar dan Administrasi Program Studi Ilmu Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi penulis serta bantuan bagi penulis dalam menyelesaikan tesis ini. 9. Ayahanda tercinta Jurnalis Surbakti dan Ibunda Rosa br Perangin-angin yang selama ini telah memberikan kasih sayang tiada terhingga kepada penulis. 10. Suamiku tercinta Raymond Well Sembiring, SE., Ak., terima kasih atas sayang, doa dan motivasi sehingga penulis dapat melanjutkan dan menyelesaikan jenjang pendidikan Strata Dua. 11. Seluruh Direksi dan Staf PT Astra Graphia,Tbk yang telah banyak memberikan bantuan baik moril maupun materil. Universitas Sumatera Utara Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tesis ini belumlah sempurna, namun demikian diharapkan nantinya dapat berguna bagi banyak pihak, khususnya bagi penelitian di bidang manajemen. Medan, September 2011 Penulis, Erika Ameliani Surbakti Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP Erika Ameliani Surbakti, lahir di Medan, Provinsi Sumatera Utara tanggal 06 Oktober 1983, anak ke 3 dari 4 (empat) orang bersaudara, dari pasangan Jurnalis Surbakti dan Rosa br Perangin-angin Menikah pada tanggal 20 Agustus 2010 dengan Raymond Well Sembiring, SE., Ak. Pendidikan dimulai dari sekolah dasar di SD Negeri 024765 Binjai, tamat dan lulus tahun 1989. Melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah pertama di SMP Negeri 2 Binjai, tamat dan lulus tahun 1998. Selanjutnya meneruskan pendidikan ke sekolah menengah atas di SMA Taman Siswa Jakarta, tamat dan lulus tahun 2001. Kemudian menyelesaikan jenjang pendidikan Strata 1 (S-1) Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi di Universitas Persada Indonesia Jakarta, tamat dan lulus tahun 2005. Pada tahun 2007 melanjutkan pendidikan Strata 2 (S-2) Program Studi Magister Ilmu Manajemen di Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, Medan. Sejak tahun 2010 sampai dengan saat ini bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil pada Kantor Penelitian dan Pengembangan Kota Binjai. Medan, 16 September 2011 Erika Ameliani Surbakti Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK . ABSTRACT . KATA PENGANTAR . RIWAYAT HIDUP . DAFTAR ISI . DAFTAR TABEL . DAFTAR GAMBAR . DAFTAR LAMPIRAN . BAB I i ii iii vi vii x xi xii PENDAHULUAN . 1 Latar Belakang . Perumusan Masalah . Tujuan Penelitian . Manfaat Penelitian . 1 3 4 4 TINJAUAN PUSTAKA . 5 2.1. Teori tentang Sistem Pengendalian Manajemen . 2.2. Komponen Sistem Pengendalian Manajemen . 2.2.1. Lingkungan Pengendalian . 2.2.1.1. Integritas dan Nilai Etika. 2.2.1.2. Komitmen terhadap Kompetensi. 2.2.1.3. Filosofi Manajemen dan Gaya Kepemimpinan . 2.2.1.4. Struktur Organisasi. 2.2.1.5. Penetapan dari Otoritas dan Pertanggung jawaban . 2.2.1.6. Kebijakan dan Prosedur Sumber Daya Manusia . 2.2.2. Penilaian Resiko Manajemen . 2.2.2.1 Perumusan tujuan organisasi secara keseluruhan . 2.2.2.2. Perumusan tujuan organisasi pada tingkat kegiatan . 2.2.2.3. Identifikasi resiko . 2.2.2.4. Analisis resiko . 2.2.2.5. Mengelola resiko . 5 6 6 7 8 1.1. 1.2 1.3 1.4 BAB II 9 10 10 11 12 12 13 13 14 15 Universitas Sumatera Utara 2.2.3. Informasi dan Komunikasi . 2.2.3.1. Informasi. 2.2.3.2. Komunikasi. 2.2.4. Aktivitas Pengendalian. 2.2.5. Monitoring. 2.2.5.1. Monitoring kegiatan yang sedang berjalan 2.2.5.2. Evaluasi yang terpisah . 2.2.5.3. Tindak lanjut atas temuan audit . Pengertian Persediaan . Pengendalian Internal atas Persediaan . Kerangka Berpikir . Hipotesis Penelitian . 15 15 16 18 19 19 20 21 22 23 24 25 METODELOGI PENELITIAN . 26 Jenis dan Sifat Penelitian . Lokasi dan Waktu Penelitian . Populasi dan Sampel . Teknik Pengumpulan Data . Sumber Data . Identifikasi dan Definisi Operasional Variabel . Uji Validitas dan Reliabilitas . 3.7.1. Uji Validitas . 3.7.2. Uji Reliabilitas . 3.8. Metode Analisis Data . 3.8.1. Pengujian Hipotesis Serempak . 3.8.2. Pengujian Hipotesis Parsial . 3.9. Uji Asumsi Klasik . 3.9.1. Uji Normalitas . 3.9.2. Uji Multikolinearitas . 3.9.3. Uji Heteroskedastisitas . 26 27 27 28 29 29 33 33 40 41 42 42 43 43 44 44 2.3. 2.4. 2.5. 2.6. BAB III 3.1. 3.2. 3.3. 3.4. 3.5. 3.6. 3.7. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . 4.1. Hasil Penelitian . 4.1.1. Gambaran Umum PT Astra Graphia Tbk . 4.1.1.1. Visi dan Misi PT Astra Graphia Tbk . 4.1.1.2. Tujuan PT. Astra Graphia Tbk . 4.1.1.3. Struktur Organisasi PT. Astra Graphia Tbk 4.1.1.4. Strategi PT. Astra Graphia Tbk . 4.1.2. Karakteristik Responden . 4.1.3. Analisis Deskriptif Variabel Penelitian . 4.1.3.1. Variabel Lingkungan Pengendalian (X 1 ) . 4.1.3.2. Variabel Penilaian Resiko Manajemen (X 2 ) 46 46 46 47 47 48 50 51 52 52 58 Universitas Sumatera Utara 4.1.3.3. Variabel Sistem Informasi dan Komunikasi (X 3 ) . 4.1.3.4. Variabel Aktivitas Pengendalian (X 4 ) . 4.1.3.5. Variabel Monitoring (X 5 ) . 4.1.3.6. Variabel Persediaan Mesin (Y) . 4.2. Pembahasan . 4.2.1. Uji Asumsi Klasik . 4.2.1.1. Uji Normalitas Data . 4.2.1.2. Uji Multikolinearitas . 4.2.1.3. Uji Heteroskedastisitas . 4.2.2. Pengujian Hipotesis . 4.2.2.1. Hasil Persamaan Regresi . 4.2.2.2. Analisis Koefisien Determinasi (R2) . 4.2.2.3. Pengujian Hipotesis Dengan Uji F . 4.2.2.4. Pengujian Hipotesis Dengan Uji t . BAB V 61 63 66 67 70 70 70 71 72 73 74 76 77 78 KESIMPULAN DAN SARAN . 81 5.1. Kesimpulan . 5.2. Saran . 81 81 DAFTAR PUSTAKA. 83 yang mengukur apa yang sesungguhnya terjadi dalam proses yang sedang dikendalikan. 2. Assesor (penilai) yaitu suatu perangkat yang menentukan signifikan dari peristiwa aktual dengan cara membandingkannya dengan standar. 3. Efektor yaitu suatu perangkat yang mengubah perilaku jika assesor mengindikasikan kebutuhan untuk melakukan hal tersebut. 4. Jaringan komunikasi yaitu perangkat yang meneruskan informasi antara detektor dan assesor dan antara assesor dan effektor. Gambar 2.1 Elemen-Elemen Proses Pengendalian Perangkat Kendali 2. Assesor 3. Effektor 1. Detektor Perusahaan yang sedang dikendalikan Sumber : Anthony dan Govindarajan, 2005 Suatu organisasi atau perusahaan terdiri dari sekelompok orang yang bekerja bersama-sama menurut aturan-aturan untuk mencapai tujuan bersama. Dalam suatu oraganisasi diperlukan seorang pemimpin untuk mengatur 50 Universitas Sumatera Utara kerjasama antar anggota organisasi dan bertanggungjawab atas pencapaian tujuan secara efektif dan efisien. Manajemen dapat didefenisikan sebagai proses yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian pekerjaan. Namun dapat juga didefenisikan sebagai suatu proses untuk mempengaruhi orang-orang untuk mencapai tujuan. Demikian juga dalam perusahaan, suatu perusahaan tentunya ingin mencapai tujuan secara efektif dan efisien, oleh karena itu perusahaan harus memiliki pengendalian manajemen yang baik. Menurut Suadi Arief (2001:6), ”Pengendalian manajemen adalah semua usaha untuk menjamin bahwa sumber daya perusahaan digunakan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan perusahaan”, sedangkan menurut Anthony dan Govindarajan (2005:8), ”Pengendalian manajemen merupakan proses dengan mana para manajer mempengaruhi anggota organisasi untuk mengimplementasikan strategi organisasi”. Untuk dapat melakukan pengendalian manajemen yang baik maka dibutuhkan suatu sistem pengendalian manajemen atau disebut juga sistem perencanaan dan pengendalian manajemen. Menurut Suadi Arief (2001:8): ”Sistem pengendalian manajemen adalah sebuah sistem yang terdiri dari beberapa anak sistem yang saling berkaitan, yaitu: pemrograman, penganggaran, akuntansi, pelaporan dan pertanggungjawaban untuk membantu manajemen mempengaruhi orang lain dalam sebuah perusahaan, agar dapat mencapai tujuan perusahaan melalui strategi tertentu secara efektif dan efisien.” 51 Universitas Sumatera Utara Menurut Armila (2006:104) : ”Sistem pengendalian manajemen adalah sistem yang digunakan untuk mempengaruhi anggotanya serta untuk memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh setiap individu yang terlibat dalam perusahaan telah sesuai dengan peraturan dan kebijakan yang ditentukan perusahaan termasuk didalamnya adalah penggunaan sumber daya lain yang dimiliki perusahaan agar digunakan secara efektif dan efisien dalam rangka pencapaian tujuan perusahaan. Menurut Mulyadi dan Johny (2001:3), ”Sistem pengendalian manajemen adalah suatu sistem yang digunakan untuk merencanakan berbagai kegiatan perwujudan visi organisasi melalui misi yang telah dipilih dan untuk mengimplementasikan dan memantau pelaksanaan rencana kegiatan tersebut”. Dari defenisi-defenisi diatas, terdapat tiga frasa penting, yaitu : 1. Misi dan visi organisasi 2. Sistem pengendalian manajemen merupakan sistem perencanaan kegiatan 3. Sistem pengendalian manajemen merupakan implementasi dan pemantauan pelaksanaan rencana kegiatan Tujuan utama dari sistem pengendalian manajemen adalah untuk memastikan (sejauh mana ditetapkan) keselaran tujuan semaksimal mungkin. Dalam proses untuk meraih keselarasan tujuan perusahaan, maka orang-orang dituntut untuk memadukan kepentingan-kepentingan pribadi dengan kepentingan perusahaan. Pengendalian manajemen ini meliputi baik tindakan-tindakan untuk menuntun dan memotivasi usaha guna mencapai tujuan perusahaan maupun 52 Universitas Sumatera Utara tindakan untuk mengkoreksi hasil kerja yang tidak efektif dan tidak efisien. Sistem pengendalian yang dibutuhkan pada tiap perusahaan berbeda-beda, namun semuanya memiliki karakteristik yang sama, yaitu: 1. Sistem pengendalian manajemen difokuskan pada program dan pusat-pusat pertanggungjawaban 2. Informasi yang diproses pada sistem pengendalian manajemen terdiri atas dua macam yaitu: a) Data yang terencana dalam bentuk program, anggaran, standar b) Data aktual mengenai apa yang telah atau sedang terjadi, baik didalam maupun diluar organisasi. 3. Sistem pengendalian manajemen merupakan sistem organsisai total. Fungsinya adalah untuk membantu manajemen menjaga keseimbangan semua bagian operasi dan mengoperasikan organisasi sebagai suatu kesatuan yang terkoordinasi. 4. Sistem pengendalian manajemen biasanya berkaitan erat dengan struktur keuangan, dimana sumberdaya dan kegiatan-kegiatan organisasi dinyatakan dalam satuan moneter. 5. Aspek-aspek perencanaan dari sistem pengendalian manajemen cenderung meliputi pola dan jadwal tertentu. 6. Sistem pengendalian manajemen adalah sistem yang terpadu dan terkoordinasi dimana data yang terkumpul untuk berbagai kegunaan dipadukan untuk saling dibandingkan setiap saat pada setiap unit organisasi. 53 Universitas Sumatera Utara Sistem pengendalian manajemen terdiri dari dua unsur, yaitu : struktur pengendalian manajemen dan proses pengendalian manajemen. Struktur pengendalian manajemen merupakan elemen-elemen yang membentuk sistem pengendalian manajemen yang terdiri atas pusat pertanggungjawaban dan ukuran prestasinya, sedangkan proses pengendalian manajemen adalah cara bekerjanya tiap pusat pertanggungjawaban dengan menggunakan informasi yang mengalir merupakan didalamnya. proses pertanggungjawaban dari Maka, sistem merupakan pemrograman pengendalian struktur dari dan penganggaran manajemen, sistem sedangkan pengendalian manajemen. Pengendalian manajemen dapat dibahas dari segi strukturnya atau dari segi prosesnya. Dilihat dari segi strukturnya, pengendalian manajemen terdiri dari beberapa pusat pertanggungjawaban. Misalnya, komponen perusahaan seperti divisi, departemen, bagian, seksi, dan sebagainya, yang diberi tugas untuk mencapai sebagian atau beberapa tujuan perusahaan. Bentuk pertanggungjawaban dari pusat pertanggungjawaban adalah dalam bentuk anggaran. Beberapa alasan pentingnya pembagian tugas kepada pusat pertanggungjawaban, yaitu: 1. Sasaran yang harus dicapai pusat pertanggungjawaban menjadi jelas. 2. Jika tujuan perusahaan tidak tercapai, maka letak kegagalan dapat dengan mudah diketahui. 54 Universitas Sumatera Utara Jika dilihat dari segi proses pengendalian manajemen merupakan tahapan-tahapan dalam pembuatan anggaran tersebut. Tahapan-tahapan itu adalah : 1. Menetapkan tujuan 2. Menetapkan sasaran 3. Menetapkan strategi 4. Menetapkan program 5. Menetapkan anggaran Pusat pertanggungjawaban digunakan untuk menunjukkan unit organisasi yang dikelola oleh seorang manajer yang bertanggung jawab. Suatu pusat pertanggungjawaban dibentuk untuk mencapai salah satu tujuan atau beberapa tujuan perusahaan. Tujuan pusat pertanggungjawaban secara individual adalah agar dapat membantu pencapaian tujuan-tujuan perusahaan sebagai tujuan keseluruhan. Tujuan menyeluruh suatu perusahaan diputuskan dalam proses perencanaan strategis. Pusat pertanggungjawaban dapat diklasifikasikan menjadi 4, yaitu: 1. Pusat Biaya Pusat biaya adalah suatu pusat pertanggungjawaban yang oleh sistem pengendalian manajemen prestasi manajernya dinilai atas dasar biaya. Pada pusat biaya, masukannya dapat diukur dalam satuan moneter tetapi keluarannya tidak diukur dalam satuan moneter. Pusat biaya dibedakan menjadi dua, yaitu: 55 Universitas Sumatera Utara a. Pusat biaya teknis, yaitu pusat biaya yang sebagian besar biayanya dapat ditentukan dengan pasti karena biaya tersebut berhubungan erat dengan volume kegiatan pusat biaya tersebut. b. Pusat biaya kebijakan, yaitu pusat biaya yang sebagian besar biayanya tidak berhubungan erat dengan volume kegiatan pusat biaya tersebut. 2. Pusat Pendapatan Pusat pendapatan adalah suatu pusat pertanggungjawaban dalam suatu perusahaan dimana prestasi manajernya dinilai atas dasar pendapatan dalam pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya. Pada pusat pendapatan, keluarannya diukur dalam satuan moneter, sedangkan masukannya tidak dihubungkan dengan keluarannya. Pusat pendapatan berwenang menentukan harga jual, sedangkan masukannya tidak dihubungkan dengan keluarannya, sehingga tidak dapat dihitung labanya. (Suadi Arief, 2001:65) 3. Pusat Laba Pusat laba adalah suatu pusat pertanggungjawaban dalam suatu perusahaan dimana prestasi manajernya dinilai atas dasar selisih pendapatan dengan biaya dalam pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya. Pada pusat biaya ini masukan dan keluarannya dapat diukur dengan satuan moneter. Walaupun laba mampu menunjukkan efisiensi dan efektivitas perusahaan maupun pusat laba, tetapi sebagai alat pengukur, laba juga menimbulkan masalah. Laba tidak 56 Universitas Sumatera Utara mencerminkan seluruh hasil yang dilakukan di gudang dilaksanakan secara terpisah. Pencatatan pada kartu gudang (Bin card) dilaksanakan berdasarkan copy surat penerimaan barang atau surat pengeluaran barang. Pencatatan ini segera dilaksankan setiap terjadi transaksi. Dengan demikian dapat segera diawasi/dikendalikan posisi barang persediaan apakah dipandang perlu untuk melakukan pembelian kembali atau tidak. Universitas Sumatera Utara Juga melalui kartu persediaan ini dapat segera diketahui sisa persediaan fisik yang ada digudang. Prosedur-prosedur mengeluarkan atau memperoleh barang persediaan harus melalui otorisasi pihak yang berwenang terlebih dahulu, tanpa adanya otoisasi ini tidak akan dapat dilaksankana aktivitas pemebelian maupun pengeluaran barang persediaan. Selain itu gudang juga melakukan perhitungan fisik barang persediaan yang ada digudang sewaktu-waktu untuk dicocokkan dengan kartu persediaanya. Perhitungan fisik ini bukan hanya dilakukan oleh gudang saja, tetapi juga dilakukan oleh Internal Auditor sewaktu-waktu dan akuntan publik sekali setahun secara mendadak. 3. Prosedur Pengawasan Jumlah yang Dibutuhkan Menentukan banyaknya jumlah maksimum dan minimum untuk masing-masing barang persediaan, perusahaan menentukannya dengan cara menggolongkan apakah jenis barang persediaan tersebut merupakan jenis barang persediaan yang bersifat Slow Moving atau tidak. Persediaan Slow Moving adalah persediaan barang dagang yang jarang dipakai. Untuk jenis barang Slow Moving ini gudang menetukan jumlah yang tidak begitu banyak untuk jumlah maksimumnya, sebaliknya untuk jenis persediaan yang bersifat bukan Slow Moving dalam artian sering dipakai, maka gudang dapat menetukan jumlah maksimum persediaan yang lebih banyak. Jumlah maksimum dan minimum persediaan harus melalui persetujuan dari Dewan Direksi terlebih dahulu. Universitas Sumatera Utara Prosedur pengawasan yang telah ditetapkan oleh PT. Wicaksana Overseas International, Tbk telah diterapkan dengan baik, namun segala sesuatu yang baik itu tidak berhenti begitu saja. Perusahaan diharapkan dapat lebih meningkatkan prosedur pengawasan dari segala bidang. Penerapan prosedur ini bagi perusahaan dapat mencegah kecurangan-kecurangan yang terjadi didalam perusahaan. D. Teknik pengawasan Persediaan di PT Wicaksana Overseas International, Tbk. Teknik-teknik tersebut adalah sebagai berikut: 1. Weekly Control Pengawasan ini dilakukan oleh Cost Accounting Departemnt. Pengawasan ini dilakukan secara mingguan dan secara mendadak. Tujuan dari Weekly Control ini adalah: a. Menyamakan catatan persediaan (bin card) yang ada di gudang dengan yang ada di Cost Accounting Departement. b. Menghindarkan kesalahan-kesalahn yang cukup material pada saat dilakukan annual inventory sehingga jika dilaksanak Annual Inventory tidak terdapat kesalahan yang cukup material dalam barang persediaan dengan catatannya. 2. Pengawasan Internal dan Eksternal Dilakukan dengan adanya audit baik itu audit internal maupun eksternal. Pihak audit internal berasal dari dalam perusahaan itu sendiri, dilakukan pengawasan setiap bulan oleh pihak audit internal. Sedangkan Stock Universitas Sumatera Utara Keeper melakukan cek stock setiap harinya agar jumlahnya sesuai dengan yang ada pada buku persediaan. Pemeriksaan oleh Stock Keeper dilakukan secara random pada barang-barang yang tersedia. Sedangkan Audit Eksternal dilakukan setahun sekali yang diunjuk langsung dari kantor pusat di Jakarta. Kegiatan yang diaudit adalah kegitan yang terjadi selama satu tahun di perusahaan. 3. Supporting Check Pengawasan ini dilakukan oleh kepala gudang dengan cara memeriksa semua barang-barang dangang dengan bagian pengeluaran barang serta catatan-catatan yang berkenaan dengan hal itu. Pengawasan ini dilakukan sewaktu-waktu secara mendadak. Teknik pengawasan persediaan yang ditetapkan oleh PT. Wicaksana Overseas International, Tbk menurut penulis sudah dilaksanakan dengan baik dan sangat mendukung terhadap prosedur pengawasan persediaan yang dilaksanakan perusahaan, sehingga dapat dihasilkan suatu Sistem Pengendalian Intern Persediaan yang baik. Pengawasan persediaan ini bertujuan untuk mengamankan harta perusahan dari pencurian, penyelewengan atau kehilangan yang dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan. Kelebihan dan kekurangan Sistem Pengendalian Intern Persediaan pada PT. Wicaksana Overseas International, Tbk yaitu : 1. Kelebihan: a. Sistem Pengendalian Intern Persediaan pada PT. Wicaksana Overseas International, Tbk sudah dilaksanakan dengan baik. Begitu banyak Universitas Sumatera Utara perhatian yang diberikan dalam penanganan persediaan perusahaan. Salah satunya dengan pembentukan Metode First-Expdate, First-Out (FEFO). Hal ini, menunjukkan bahwa sistem pengendalian sudah diterapkan dengan baik untuk menghindari kerusakan barang yang dijual oleh perusahaan. b. Penerimaan dan pengeluaran barang-barang dagang juga dijaga ketat, untuk menghindari terjadinya kecurangan-kecurang berupa pencurian, kerusakan dan lain sebagainya. 2. Kekurangan: a. Pembentukan metode First-Exp, First-Out (FEFO) baik bagi perusahaan. Namun, menurut penulis kelemahan dalam pelaksanaan metedo tersebut yaitu : pihak gudang akan lebih sulit untuk memilah barang tersebut. selain itu, apabila terjadi penurunan penjualan perusahaan harus berusaha keras untuk memasarkannya secepat mungkin. Hal ini akan menjadi pekerjaan yang berat bagi perusahaan. b. Saat terjadi penurunan penjualan dipasar,banyak barang-barang yang bertumpuk digudang sehingga mengakibatkan banyak barang yang kadaluarsa. Jika hal ini sering terjadi, lambat laun akan merugikan perusahaan. Universitas Sumatera Utara BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Sistem Pengendalian Intern Persediaan pada PT. Wicaksana Overseas International,Tbk sudah dilaksanakan dengan baik. Penerapan kebijakankebijakan dalam persediaan, seperti penentuan kebijakan akuntansi, yaitu sistem pencatatan persediaan, penilaian persediaan, prosedur perolehan serta prosedur pengeluaran persediaan, prosedur pengawasan atau pengendalian persediaan serta teknik pengawasan atau pengendalian persediaan semuanya sudah dilaksanakan dengan baik. Sistem Pengendalian Intern ini jelas mengamankan persediaan yang dimiliki oleh perusahaan. Karena kesalahan dalam satu bagian saja segera diketahui oleh bagian-bagian lain atau departemen lain, seperti Cost Accounting Departement, Internal Auditor dan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Selain itu, dapat segera menghindari risiko terhambatnya kegiatan perusahaan. Sehingga terbentuk Sistem Pengendalian Intern Persediaan dengan sendirinya pada PT.Wicaksana Overseas International, Tbk. Dengan demikian, perusahaa dapat menekan risiko-risisko yang dihadapi oleh perusahaan dan memperoleh laba yang besar dari hasil penjualan barang tersebut. Universitas Sumatera Utara B. Saran Berdasarkan hasil riset yang penulis lakukan. Beberapa kendala yang harus diperhatikan oleh perusahaan dalam pengelolahan barang-barang Slow moving dengan barang yang dekat tanggal kadaluarsanya. Penanganan khusus untuk permasalahan ini harus dilaksanakan dengan baik. Saran penulis bagi perusahaan yaitu: sebaiknya dalam pemesanan barang ke pabrik, perusahaan lebih memperhatikan situasi dan kondisi yang terjadi saat ini. Misalnya saat bulan puasa, lebaran, tahun baru dan krisis ekonomi serta faktor-faktor lainnya yang mungkin tidak diketahui oleh perusahaan. Selain itu sebagai saran tambahan penulis bagi perusahaan. Kedepannya, saat perusahaan sudah berhasil menghasilkan produk sendiri, diharapkan perusahaan menghasilkan sesuatu yang unik. Karena konsumen akan sangat menyukai sesuatu yang baru dari segi apapun itu, selama itu menguntungkan juga bagi konsumen. Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA Agoes, Sukrisno. 2004. Auditing (Pemeriksaan Akuntan) Oleh kantor Akuntan Publik I. Edisi ketiga. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia: Jakarta. Ardiyos. 2010. Kamus Besar Akuntansi. Edisi Kelima. Citra Hartama Prima: Jakarta. Carl, Warren, James M.,Reeve, Philip E.,Fees. 2006. Pengantar Akuntansi I. Edisi 21. Salemba Empat: Jakarta . Carter,William K dan Usry, Milton F .2004. Akuntansi Biaya. Edisi 13. Salemba Empat: Jakarta . Charles T. Horngren, dkk. 1997. Akuntansi di Indonesia I. Salemba Empat: Jakarta . Suhayati, Ely dan Anggadini, Sri Dewi. 2008. Pengantar Akuntansi II. UNIKOM: Bandung. Horison, Horngren. 2004. Akuntansi di Indonesia. PT.Salemba Empat Patria. La Midzan dan Azhar Susanto. 2000. Sistem Informasi Akuntansi I, Pendekatan Manual Praktik Penyusunan Metode dan Prosedur. Edisi Kedelapan. Lingga Jaya: Bandung. Mulyadi. 2002. Sistem Akuntansi. Salemba Empat: Jakarta. Rahayu, Siti Kurnia dan Suhayati, Eli. 2009. Auditing Konsep Dasar dan pedoman Pemeriksaan Akuntan Publik. Graha Ilmu: Bandung. Willson, James dan Campbell, John B. Controllership, Tugas Akuntan manajemen, Alih bahasa Gunawan Hutauruk, MBA. Erlangga: Jakarta. http://www.wicaksana.co.id Universitas Sumatera Utara
Analisis Persediaan Mesin Fotokopi Merek Xerox Dalam Kaitannya Dengan Sistem Pengendalian Manajemen Pada PT Astra Graphia, Tbk Analisis Koefisien Determinasi R Pengujian Hipotesis Dengan Uji F Tabel 4.13. Hasil Uji F Pengujian Hipotesis Dengan Uji t Tabel 4.14. Nilai uji t Filosofi Manajemen dan Gaya Kepemimpinan Struktur Organisasi Penetapan dari Otoritas dan Pertanggung jawaban Hasil Persamaan Regresi Pengujian Hipotesis Informasi Informasi dan Komunikasi Integritas dan Nilai Etika Komitmen terhadap Kompetensi Jenis dan Sifat Penelitian Lokasi dan Waktu Penelitian Populasi dan Sampel Karakteristik Responden Hasil Penelitian Kerangka Berpikir Hipotesis Penelitian Kesimpulan Saran KESIMPULAN DAN SARAN Monitoring kegiatan yang sedang berjalan on-going monitoring Evaluasi yang terpisah separate evaluations Pengujian Hipotesis Secara Serempak Pengujian Hipotesis Parsial Perumusan tujuan organisasi secara keseluruhan Perumusan tujuan organisasi pada tingkat kegiatan Identifikasi risiko Teknik Pengumpulan Data Sumber Data Identifikasi dan Definisi Operasional Variabel Teori tentang Sistem Pengendalian Manajemen Pengendalian Internal Atas Persediaan Tindak lanjut atas temuan audit Uji Normalitas Data Uji Multikolinieritas Uji Normalitas Uji Multikolinearitas Uji Heteroskedastisitas Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Variabel Aktivitas Pengendalian X Variabel Lingkungan Pengendalian X Variabel Monitoring X Analisis Deskriptif Variabel Penelitian Variabel Penilaian Resiko Manajemen X Variabel Persediaan Mesin Y Variabel Sistem Informasi dan Komunikasi X Visi dan Misi PT Astra Graphia Tbk Visi PT Astra Graphia Tbk Tujuan PT Astra Graphia Tbk Struktur Organisasi PT. Astra Graphia Tbk
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisis Persediaan Mesin Fotokopi Merek Xerox Dalam Kaitannya Dengan Sistem Pengendalian Manajemen Pada PT Astra Graphia, Tbk

Gratis