Analisis Persediaan Mesin Fotokopi Merek Xerox Dalam Kaitannya Dengan Sistem Pengendalian Manajemen Pada PT Astra Graphia, Tbk

 0  94  165  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

LEMBAR PERNYATAAN

  Arlina Nurbaity Lubis, MBA., (Anggota) Tingkat persaingan bisnis yang semakin tajam serta kualitas produk kompetitor yang juga semakin kompetitif, membuat PT Astra Graphia Tbk harusmemikirkan aspek lain yang bisa dijual agar tetap bisa menjadi leader di bisnis yang saat ini sedang digelutinya. Rumusan masalah penelitian adalah sejauh mana sistempengendalian manajemen yang terdiri dari lingkungan pengendalian, penilaian resiko manajemen, sistem komunikasi dan informasi, aktifitas pengendalian, dan monitoringberpengaruh dalam persediaan mesin fotokopi pada PT Astra Graphia Tbk?

KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis panjatkan kepada Yesus Kristus yang dengan rahmat dan nikmatNya penulis mampu menyelesaikan tugas akhir penulisan tesis ini. Penelitian ini merupakan tugas akhir pada Program Magister Ilmu Manajemen Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara yang meneliti denganjudul ANALISIS PERSEDIAAN MESIN FOTOKOPI MEREK XEROX DALAM KAITANNYA DENGAN SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN PADA PT

ASTRA GRAPHIA, TBK

  Selama proses penyelesaian tesis ini maupun selama mengikuti proses perkuliahan, penulis banyak memperoleh bantuan moril dan materil yang berasal dariberbagai pihak. Bapak Kasta M Sebayang yang telah memberikan banyak inspirasi terhadap penulis pada saat melakukan riset pada Astra Graphia,Tbk 3.

A. Rahim Matondang, MSIE

  Seluruh Staf Pengajar dan Administrasi Program Studi Ilmu Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan pengetahuanyang bermanfaat bagi penulis serta bantuan bagi penulis dalam menyelesaikan tesis ini. Seluruh Direksi dan Staf PT Astra Graphia,Tbk yang telah banyak memberikan bantuan baik moril maupun materil.

RIWAYAT HIDUP

  Arlina Nurbaity Lubis, MBA., (Anggota) Tingkat persaingan bisnis yang semakin tajam serta kualitas produk kompetitor yang juga semakin kompetitif, membuat PT Astra Graphia Tbk harusmemikirkan aspek lain yang bisa dijual agar tetap bisa menjadi leader di bisnis yang saat ini sedang digelutinya. Rumusan masalah penelitian adalah sejauh mana sistempengendalian manajemen yang terdiri dari lingkungan pengendalian, penilaian resiko manajemen, sistem komunikasi dan informasi, aktifitas pengendalian, dan monitoringberpengaruh dalam persediaan mesin fotokopi pada PT Astra Graphia Tbk?

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Tingkat persaingan bisnis yang semakin tajam serta kualitas produk kompetitor yang juga semakin kompetitif, membuat PT Astra Graphia Tbk harusmemikirkan aspek lain yang bisa dijual agar tetap bisa menjadi leader di bisnis yang saat ini sedang digelutinya. Adanya persediaan yang terlalu besar dibandingkan kebutuhan perusahaan akan menambahbeban bunga, biaya pemeliharaan dan penyimpanan dalam gudang, serta kemungkinan terjadinya penyusutan dan kualitas yang tidak bisa dipertahankan,sehingga semuanya ini akan mengurangi keuntungan perusahaan.

1.2. Perumusan Masalah

  Sejauh mana sistem pengendalian manajemen yang terdiri dari lingkungan pengendalian, penilaian resiko manajemen, sistem komunikasi dan informasi,aktivitas pengendalian, dan monitoring berpengaruh terhadap persediaan mesin fotokopi pada PT Astra Graphia Tbk? Tujuan PenelitianUntuk mengetahui dan menganalisis pengaruh sistem pengendalian manajemen yang terdiri dari lingkungan pengendalian, penilaian resiko manajemen,sistem komunikasi dan informasi, aktivitas pengendalian, dan monitoring terhadap persediaan mesin fotokopi merek xerox pada PT Astra Graphia Tbk.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Teori tentang Sistem Pengendalian Manajemen

  Sugeng (2006) menyatakan bahwa sistem pengendalian manajemen merupakan alat untukmemonitor atau mengamati pelaksanaan manajemen perusahaan yang mencoba mengarahkan pada tujuan organisasi dalam perusahaan agar kinerja yang dilakukanoleh pihak manajemen perusahaan dapat berjalan lebih efisien dan lancar. Syarifuddin (2008) : pengendalian intern mencangkup rencana organisasi dan seluruh metode koordinasi dan ukuran yang diadopsi dalam suatu usaha atau bisnisuntuk melindungi asset-asetnya, memeriksa akurasi dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi kegiatan dan kepatuhan pada kebijakan manajerial yang telahditetapkan.

2.2. Komponen Sistem Pengendalian Manajemen

  Menurut AICPA (American Institute of Certified Public Accountants) dalam SAS (Statement on Auditing Standards) No. 78 yang terdapat dalam Standar ProfesiAkuntan Publik menyatakan bahwa komponen pengendalian internal terdiri dari : Lingkungan Pengendalian (Control Environtment), Pengendalian Resiko Manajemen(Management Risk Assessment), Sistem Komunikasi dan Informasi (Information and Communication System), Aktivitas Pengendalian (Control Activities) dan Monitoring.

2.2.1. Lingkungan Pengendalian

  Lingkungan pengendalian terdiri dari tindakan, kebijakan,prosedur yang mencerminkan sikap menyeluruh manajemen puncak, direktur dan dewan komisaris, dan pemilik suatu satuan usaha tersebut (Arens dan Loebbecke. 2000 : 261). Pusdiklawas BPKP (2007) menyatakan bahwa manajemen dan staf harus menciptakan dan memelihara lingkungan dalam organisasi yang menetapkan perilakupositif dan dukungan terhadap pengendalian manajemen dan kesadaran manajemen.

2.2.1.1. Integritas dan Nilai Etika

  Contoh: pencanangan komitmen untuk bertindak jujur, disiplin dan obyektif dalampelaksanaan tugas seperti yang diwajibkan kepada pejabat pembuat komitmen, panitia pengadaan dan para penyedia barang dan jasa dalam Keputusan PresidenNomor 80 Tahun 2003 adalah contoh diterapkannya sub komponen integritas dan nilai etika. Untuk mengefektifkan sub komponen integritas dan nilai etika, makapihak manajemen harus memusatkan perhatian pada aspek berikut: Aturan perilaku dan nilai etika serta menunjukkan praktiknya dan konflik kepentingan yang dapatditerima.

1) Standar etika dan perilaku telah ditetapkan oleh pimpinan dan dikomunikasikan ke seluruh unit organisasi

3) Tindakan disiplin diambil dalam merepon adanya deviasi dari kebijakan dan prosedur atau pelanggaran kode etik (performance target)

  2) Hubungan yang terkait dengan publik, seperti DPR, karyawan, rekanan, auditor dan lainnya wajib dikelola dengan etika tinggi dan telahdikomunikasikan melalui jalur organisasi (dealing with counterparts). Hal ini tentunya mencakup penyediaan metodepelaporan pelanggaran etika.5) Manajemen menghindari perilaku yang tidak sesuai dengan etika; memiliki komitmen atas kejujuran dan sportivitas; pengakuan dan kesadaran atashukum dan kebijakan.

2.2.1.2. Komitmen terhadap Kompetensi

  Kompetensi adalah pengetahuan dan keahlian yang diperlukan untuk penyelesaian tugas yang merumuskan tugas-tugas individu. Komitmen ataskompetensi mencakup pertimbangan manajemen atas tingkat kompetensi untuk tugas-tugas tertentu dan bagaimana tingkat-tingkat kompetensi ini diterjemahkan kedalam pengetahuan dan keahlian yang dipersyaratkan.

1) Pimpinan telah mengidentifikasi dan mendefinisikan tugas dalam suatu pekerjaan dan berbagai posisinya (task definition)

2) Pimpinan telah melaksanakan analisis kebutuhan atas pengetahuan, keahlian, dan kemampuan untuk pekerjaan tertentu

3) Pimpinan telah melaksanakan pendidikan dan pelatihan serta konseling dalam membantu karyawan memelihara dan meningkatkan kompetensinya didalam pelaksanaan tugas.

2.2.1.3. Filosofi Manajemen dan Gaya Kepemimpinan

  Titik perhatiandari filosofi manajemen dan gaya kepemimpinan adalah: 1) Pimpinan memiliki sikap dalam mengambil atau membatasi risiko terkaitdengan pencapaian misi atau operasi organisasi (risk tolerance).2) Adanya interaksi yang aktif antara manajemen senior dengan manajemen operasi (interactions). 3) Pimpinan memiliki sikap yang positif dan mendukung fungsi-fungsi yang ada, seperti: fungsi akuntansi, sistem informasi manajemen, operasi personil,monitoring, dan audit internal/eksternal (attitudes).4) Pimpinan memiliki sikap yang konsisten atas pelaporan keuangan, anggaran dan operasi (action toward reporting).

2.2.1.4. Struktur Organisasi

  Dengan memahami struktur organisasi, auditor dapat mempelajari danmemahami unsur manajerial dan fungsional serta merasakan bagaimana pengendalian dikaitkan dengan kebijakan dan prosedur yang dilaksanakan. Titik perhatian atasstruktur organisasi adalah: 1) Memfasilitasi arus informasi ke dalam, ke luar, dan di dalam organisasi (ability to flow information).2) Area kunci dari otoritas dan tanggung jawab telah didefinisikan dan dikomunikasikan (definition and understanding of responsibilities).

2.2.1.5. Penetapan dari Otoritas dan Pertanggung jawaban

  Nota atau memo dinas dari manajemen puncak kepada bawahannya mengenai hal-hal yang mencerminkan pentingnya pengendalian dan kaitannya dengan rencanakegiatan, uraian tugas dan kebijakan merupakan contoh bentuk penetapan otoritas dan pertanggung jawaban. Titik perhatian atas penetapan dari otoritas dan pertanggungjawaban adalah: 1) Penetapan tanggung jawab dan pendelegasian otoritas sejalan dengan tujuandan sasaran, fungsi operasi dan peraturan, termasuk sistem informasi dan perubahan (assignment and delegation).

2.2.1.6. Kebijakan dan Prosedur Sumber Daya Manusia Manusia merupakan aspek penting dari sistem pengendalian manajemen

  Oleh karena itu, untuk menciptakan pengendalian yang efektif atas sumber daya manusia,harus diciptakan kebijakan dan metode rekruitmen, pelatihan, pengembangan, promosi, dan kompensasi yang sesuai. Titik perhatian atas kebijakan dan prosedurdari sumber daya manusia adalah: 1) Manajemen sumber daya manusia meminta, mengklasifikasikan danmengevaluasi posisi dengan menggunakan teknik evaluasi yang diterima dan bertanggung jawab atas rekuritmen dan seleksi (employeelife-cycleprocedures).

2) Tindakan yang sesuai diambil terkait dengan tingkah laku menyimpang dari pegawai (departures from policy and remedial checks)

3) Kelayakan dan kriteria retensi dan promosi serta teknik informasi terkait dengan aturan perilaku dan pedoman lainnya (retention and promotioncriteria).

2.2.2. Penilaian Resiko Manajemen

  Penilaian resiko manajemen untuk tujuan pelaporan keuangan dan desain serta implementasi aktivitas pengendalian yangditujukan untuk mengurangi resiko tersebut pada tingkat minimum untuk mermpertimbangkan biaya dan manfaatnya. Tujuan manajemen mengadakanpenilaian resiko adalah untuk menentukan bagaimana cara mengatasi resiko yang telah di identifikasi.

2.2.2.1. Perumusan tujuan organisasi secara keseluruhan

Agar perumusan tujuan organisasi secara keseluruhan dapat berjalan secara efektif, maka organisasi harus melakukan hal-hal berikut:

1) Organisasi harus merumuskan tujuan dan menjadikannya sebagai pedoman dalam penetapan arah dan kegiatan

3) Tujuan organisasi sejalan dengan kegiatan strategis yang dilakukan oleh organisasi tersebut

  4) Organisasi telah merumuskan rencana penilaian risiko yang relevan terhadap tujuan organisasi dan terhadap risiko yang mungkin timbul yang datang darifaktor internal maupun eksternal. Mengidentifikasikan risiko tidak hanya penting dalam melakukan proses identifikasi risiko, tetapi juga penting untuk 3) Terdapat mekanisme yang memadai dalam mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong meningkatnya risiko yang timbul.

2.2.2.4. Analisis risiko

  Dalam menentukan bagaimana menangani risiko, tidak hanya mengidentifikasi dasar-dasar dari jenis risiko yang muncul, tetapi juga harusmengevaluasi faktor signifikan dan menilai risiko yang mungkin terjadi. Salah satu tujuan utama mengevaluasi risiko adalah untuk memberikan informasi kepadapimpinan tentang adanya risiko yang memerlukan langkah penanganan secara prioritas dan komprehensif dengan mengelompokkan risiko menjadi risiko tinggi,risiko menengah, dan risiko rendah.

1) Setelah pimpinan mengidentifikasi risiko secara menyeluruh, pimpinan harus melakukan analisis terhadap pengaruh risiko tersebut

2) Pimpinan harus merumuskan pendekatan dalam mengelola dan mengendalikan risiko berdasarkan berapa besar risiko yang terjadi yangdapat diterima oleh pimpinan organisasi.

2.2.2.5. Mengelola risiko

Respon terhadap risiko adalah tindakan yang dilakukan untuk mengendalikan risiko yang telah teridentifikasi.

2.2.3. Informasi dan Komunikasi

  Hal ini dapat dicapai dengan mengembangkan dan memelihara informasi keuangan dan non keuangan yang dapat dipercaya dan relevan serta mengkomunikasikaninformasi ini dengan pengungkapan yang wajar dalam laporan yang tepat waktu. Informasi dan komunikasi adalah komponen sistem pengendalian manajemen yang menghubungkan keempat komponen lainnya sehingga kelima komponen memilikihubungan yang integral.

2.2.3.1. Informasi

  Beberapa titik perhatian dalam melakukan evaluasi atas informasi adalah: 1) Memperoleh informasi internal dan eksternal dan menyajikan laporan yangpenting terkait dengan kinerja organisasi kepada pimpinan organisasi.2) Memperoleh informasi dari orang yang tepat dengan tingkat rincian yang cukup dan tepat waktu. 4) Dukungan pimpinan untuk pengembangan sistem informasi yang diperlukan, ditunjukkan dengan komitmen dan sumber daya yang tepat.

2.2.3.2. Komunikasi

  Komunikasi seharusnya meningkatkan kesadaran tentangarti pentingnya dan relevansi dari sistem pengendalian manajemen yang efektif, mengkomunikasikan hasrat risiko dan toleransi risiko organisasi, dan menyadarkantanggung jawab dan peran karyawan yang dapat mempengaruhi serta mendukung sistem pengendalian manajemen. 4) Kecukupan komunikasi lintas unit, kelengkapan, ketepatan waktu informasi dan kecukupannya agar memungkinkan karyawan memenuhi tanggungjawabnya secara efektif.5) Keterbukaan dan keefektivan saluran komunikasi dengan pihak luar.6) Penyampaian kepada pihak luar mengenai kode etik organisasi.7) Pimpinan melakukan tindak lanjut secara benar dan tepat waktu untuk merespon hasil komunikasi yang dilakukan dengan pihak luar.

2.2.4. Aktivitas Pengendalian

  Aktivitas pengendalian terjadi pada semua tingkat dan fungsi organisasi yang meliputi berbagai kegiatan seperti: persetujuan, pemberianotorisasi, verifikasi, rekonsiliasi, reviu kinerja, memelihara keamanan, serta menciptakan dan memelihara catatan terkait yang dapat memberikan buktipelaksanaan kegiatan. 2) Otorisasi transaksi dan aktivitas yang seharusnya.3) Dokumen-dokumen dan catatan-catatan yang memadai.4) Pengendalian fisik atas aktiva dan catatan.5) Pengecekan yang independen atas kinerja.

2.2.5. Monitoring

  Monitoring adalah pengawasan oleh manajemen dan pegawai lain yang ditunjuk atas pelaksanaan tugas sebagai penilaian terhadap kualitas dan efektivitassistem pengendalian manajemen. Monitoring terhadap sistem pengendalian manajemen bertujuan untuk meyakinkan bahwa pengendalian telah berjalansebagaimana yang diharapkan dan diperbaiki sesuai dengan kebutuhan.

2.2.5.1. Monitoring kegiatan yang sedang berjalan (on-going monitoring)

  Monitoring ini mencakup setiap komponen sistempengendalian manajemen dan kegiatan untuk mencegah terjadinya sesuatu yang tidak lazim, tidak etis, tidak ekonomis, tidak efisien dan tidak efektif dalam pelaksanaankegiatan. 2) Di tingkat penyelia, monitoring dilakukan atas seluruh kegiatan di bawah kendalinya guna memastikan bahwa seluruh staf/karyawan yang ada dibawah kendalinya telah melaksanakan tanggung jawabnya masing-masing.3) Pada tingkat manajer, monitoring dilakukan untuk menilai apakah pengendalian telah berfungsi pada masing-masing unit dalam organisasi dansejauh mana para penyelia telah melakukan monitoring pada bagian yang menjadi tanggung jawabnya.

2.2.5.2. Evaluasi yang terpisah (separate evaluations)

  Semua penyimpangan yang dijumpai dalam kegiatan monitoring ini baik yang sedang berlangsung maupun yang telah berjalan harus dikomunikasikan kepada pihak yangterkait untuk mengambil tindakan perbaikan. 3) Bila evaluasi terpisah dilakukan oleh auditor internal maka harus dilaksanakan oleh sumber daya manusia yang memiliki kemampuan yangmemadai dan independen.4) Kelemahan yang ditemukan selama evaluasi terpisah segera diatasi.

2.2.5.3. Tindak lanjut atas temuan audit

  Hal-hal yang harus dilakukan organisasidalam tindak lanjut atas temuan audit adalah sebagai berikut: 1) Organisasi memiliki mekanisme untuk memastikan adanya penyelesaian atastemuan hasil audit dan review lainnya dengan segera.2) Pimpinan organisasi tanggap atas temuan-temuan dan rekomendasi audit dan review lainnya yang bertujuan memperkuat sistem pengendalian manajemen. 3) Organisasi melakukan tindak lanjut yang sesuai dengan temuan dan rekomendasi audit serta review lainnya.

2.3. Persediaan

  Persediaan yang dimiliki oleh perusahaan tidak boleh terlalu banyak dan juga tidak boleh terlalu sedikit karena akan mempengaruhi biaya yang akan dikeluarkan olehpersediaan tersebut. Menurut Reeve (2005), “Persediaan juga didefinisikan sebagai aktiva yang tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha normal dalam proses produksi atau yangdalam perjalanan dalam bentuk bahan atau perlengkapan (supplies) untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa”.

1. Untuk menyeimbangkan biaya pemesanan atau persiapan dan biaya penyimpanan

  Untuk menyanggah proses produksi yang tidak dapat diandalkan. Untuk menghadapi kenaikan harga di masa yang akan datang.

2.4. Pengendalian Internal Atas Persediaan

  Menurut Stice dan Skousen (2009), “Persediaan adalah istilah yang diberikan untuk aktiva yang akan dijual dalam kegiatan normal perusahaan atau aktiva yangdimasukkan secara langsung atau tidak langsung ke dalam barang yang akan diproduksi dan kemudian dijual”. Kesimpulannya adalah bahwa persediaanmerupakan suatu istilah yang menunjukkan segala sesuatu dari sumberdaya yang ada dalam suatu proses yang bertujuan untuk mengantisipasi terhadap segalakemungkinan yang terjadi karena adanya permintaan.

2.5. Kerangka Berpikir

  Pusdiklatwas BPKP (2007) menyatakan bahwa: “In short, internal control,which is synonymous with management control, helps government program managers achieve desired results through effective stewarship of public resources”, sehinggaistilah pengendalian intern merupakan istilah yang dapat dipertukarkan dengan pengendalian manajemen. Sistem Informasi dan Komunikasi 4.

2.6. Hipotesis Penelitian

Sistem pengendalian manajemen yang terdiri dari lingkungan pengendalian, penilaian resiko manajemen, sistem komunikasi dan informasi, aktivitaspengendalian, dan monitoring berpengaruh terhadap persediaan mesin fotokopi pada PT Astra Graphia Tbk.

BAB II I METODE PENELITIAN

3.1 Jenis dan Sifat Penelitian

  Singarimbun dan Effendi (1995) menyatakan bahwa, penelitian survey adalah penelitian yangmengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok dan mengumpulkan data mengenai faktor-faktor yangberkaitan dengan variabel penelitian. Penelitian ini bermaksud menjelaskankedudukan variabel-variabel yang diteliti serta hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain sedangkan penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukanuntuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau hubungan dengan variabel yang lain.

3.4. Teknik Pengumpulan Data

  Daftar pertanyaan (Questionnaire), yang diberikan kepada pegawai PT Astra Graphia, Tbk yang dijadikan sampel. Studi dokumentasi, mengumpulkan dan mempelajari dokumen-dokumen yang relevan untuk mendukung data penelitian yang diperoleh dari PT.

3.5 Sumber Data

  Data primer diperoleh dari pengamatan (Observation), daftar pertanyaan (Questionnaire), dan wawancara (Interview). Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari studi dokumentasi.

3.6 Identifikasi dan Definisi Operasional Variabel

  Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala Likert mempunyai gradasi dari sangatpositif sampai sangat negatif, yang dapat berupa kata-kata antara lain: SB = Sangat BaikBk = Baik KB = Kurang BaikTB = Tidak Baik STB = Sangat Tidak Baik Adapun definisi operasional dari masing-masing variabel dependen dan independen di atas adalah sebagai berikut : 1. Variabel Lingkungan Pengendalian (X 1 ) adalah suatu lingkungan yang diciptakan dalam suatu organisasi, yang menetapkan perilaku positif danlingkungan positif sehingga memberikan suatu bidang pengetahuan dan struktur serta suasana yang mempengaruhi mutu pengendalian manajemen.

DEFENISI OPERASIONAL VARIABEL PENELITIANVARIABEL DEFINISI

INDIKATOR PENGUKURAN

  Suatu lingkungan yang diciptakan dalam suatuorganisasi, yang menetapkan perilakupositif dan lingkungan positif sehinggamemberikan suatu bidang pengetahuan dan strukturserta suasana yang mempengaruhi mutupengendalian manajemen. Prosedur yang efisien yang pos modal kerja yang tercermin dalam aruscukup penting karena dokumen sejak barang kebanyakan modal diminta dan diterima sampaiperusahaan adalah dari dengan pencatatan persediaan.

3.7 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen

3.7.1.1 Uji Validitas

  Hasil uji validitas variabel persediaan mesin (Y), variabel lingkungan pengendalian (X1 ), variabel penilaian resiko manajemen (X 2 ), variabel sisteminformasi dan komunikasi (X ), variabel aktivitas pengendalian (X ) dan variabel 3 4monitoring (X 5 ) adalah sebagai berikut: Tabel 3.2. Sumber: Hasil penelitian tahun 2009 (data diolah) Dari tabel di atas dapat ditarik kesimpulan :Uji validitas dilakukan terhadap variabel Lingkungan Pengendalian (X 1 ), Penilaian Resiko Manajemen (X ), Sistem Informasi dan Komunikasi (X ), Aktivitas 2 3 Pengendalian (X 4 ) dan Monitoring (X 5 ), maka hasilnya adalah valid.

3.7.2. Uji Reliabilitas

  Umar (2003) mengatakan reliabilitas adalah suatu nilai yangmenunjukkan konsistensi suatu alat pengukur di dalam mengukur gejala yang sama. Setiap alat pengukur seharusnya memiliki kemampuan untuk memberikan hasil pengukuran yang konsisten.

5 Sumber: Hasil penelitian tahun 2009 (data diolah)

Dari data di atas dapat dilihat bahwa hasil perhitungan uji reliabilitas menunjukkan alpha cronbach’s lebih besar dari 0,6 maka dapat dinyatakan instrumentersebut reliabel.

3.8. Metode Analisis Data

  Hasil pengujian signifikan dapat juga dilihat dari besarnya nilaisignifikan yang diperoleh, yaitu apabila nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 maka H ditolak dan H β 1diterima demikian sebaliknya apabila hasil Fhitung ≤ F tabel ≠ 0; (Lingkungan pengendalian, Penilaian resikomanajemen, Sistem komunikasi dan informasi, Aktivitas pengendalian, dan Monitoring berpengaruh secara bersama-sama terhadap Persediaan mesinfotokopi pada PT Astragraphia Tbk di Jakarta). Alat uji yang digunakan untuk menerima atau menolak hipotesis adalah dengan uji statistik F, dengan ketentuan apabila hasil F hitung > F tabel maka H ditolakdan H H 1 : Minimal satuβi 5= 0; (Lingkungan pengendalian, Penilaian resiko manajemen, Sistem komunikasi dan informasi, Aktivitas pengendalian, dan Monitoringtidak berpengaruh secara bersama-sama terhadap Persediaan mesin fotokopi pada PT Astragraphia Tbk di Jakarta).

3.9. Pengujian Asumsi Klasik

3.9.1. Uji Normalitas

  Uji normalitas data dengan menggunakan Uji Normality Plot dengan dasar pengambilan keputusan melihat grafik PP-Plot yaitu jika terlihat sebaran databergerombol di sekitar garis uji yang mengarah ke kanan atas dan tidak ada data yang terletak jauh dari sebaran data. Menurut Gujarati dalam Ghozali (2005) bahwa “salah satu cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas adalah dengan melakukan ujiGlejser yaitu dengan meregres nilai absolut residual terhadap variabel independen “Uji Glejser” dengan menggunakan SPSS, apabila variabel independen signifikansecara statistik mempengaruhi variabel independen nilai absolut Ut (Abs Ut), maka ada indikasi terjadi heteroskedastisitas.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Penelitian

  Untuk mengembangkan usaha dan memperkuat kemampuan dalam memberikan solusi bisnis berbasis teknologi informasi yang terbaik dan inovatif bagipelanggan, Perseroan melakukan kerjasama strategis (strategic alliances) dengan mitra usaha yang memiliki reputasi international. Visi dan Misi PT Astra Graphia Tbk Visi PT Astra Graphia TbkMerupakan pernyataan umum tentang arah yang harus dilihat dan tujuan yang harus ditempuh di masa yang akan datang dalam kurun waktu tertentu.

4.1.1.3. Struktur Organisasi PT. Astra Graphia Tbk

  Operating Unit, yaitu unit bisnis yang melakukan penjualan produk langsung ke customer berdasar teritori yang dibagi dalam kantor-kantor cabang yang tersebardi seluruh Indonesia (west area dan east area), dan Major Account. Marketing Operating Unit, yaitu unit bisnis yang ada di kantor pusat yang bertugas sebagai think tank dan perencanaan strategis penjualan yang ada dikantor-kantor cabang yang dibagi berdasar produk yang dijual.

4.1.1.4. Strategi PT Astra Graphia Tbk

  Pernyataan ini berfungsi bagi semua jajaran manajemen untuk mengkonsentrasikan sumberdaya yang tersedia ke dalam lingkup bisnis yang telah ditentukan. Merupakan perencanaan yang menjelaskan bagaimana perusahaan akan mencapai semua objective yang telah ditetapkan berdasarkan visi yang telahditentukan.

i. Leverage and Strengthen Document Outsourcing Business

4.1.2 Karakteristik Responden

  Banyaknyakaryawan PT Astra Graphia Tbk yang berjenis kelamin perempuan terjadi pada saat perekrutan dimana banyak pelamar yang berjenis kelamin perempuan unggul sebagaikandidat yang berkompeten dan pihak perusahaan tidak mengutamakan karyawan berdasarkan jenis kelamin. Astra Graphia Tbk yang paling banyak mempunyai tingkat pendidikan SMK sebanyak (60%), lalu Diploma sebanyak (25%) dan yang palingsedikit sebanyak (15%) dengan tingkat pendidikan Sarjana.

4.1.3 Analisis Deskriptif Variabel Penelitian

4.1.3.1. Variabel Lingkungan Pengendalian (X )

  Deskripsi Variabel Lingkungan Pengendalian (X 1 )Deskripsi SB(%) B(%) KB(%) TB(%) STB(%)Integritas dan Nilai Etika-1 42,5 45 7,5 5,0 Integritas dan Nilai Etika-2 32,5 67,5Integritas dan Nilai Etika-3 15 85 Integritas dan Nilai Etika-4 35 62,5 2,5 5 Kompetensi-6 Komitmen Manajemen atas 32,5 67,5Kompetensi-7 Filosofi Manajemen dan Gaya 15 85 Kepemimpinan-8 Filosofi Manajemen dan Gaya35 62,5 2,5 Kepemimpinan-9 Lanjutan Tabel 4.4. Astra Graphia Tbk yang menyatakan sangat baik (42,5%), baik (45%) kurang baik (7,5%) dan tidak baik (5%).

4.1.3.2. Variabel Penilaian Resiko Manajemen (X )

  Untuk mekanisme yang ada pada saat ini dalam mengidentifikasikan resiko yang timbul dari faktor internal, karyawan PT. Untuk mekanisme yang ada pada saat ini dalam mengidentifikasikan resiko yang timbul dari faktor eksternal, karyawan PT.

4.1.3.3. Variabel Sistem Informasi dan Komunikasi (X

  Deskripsi Variabel Sistem Informasi dan Komunikasi (X 3 )Deskripsi SB(%) B(%) KB(%) TB(%) STB(%)Ketepatan Informasi yang 10 57,5 32,5 Diperoleh-44Ketepatan Informasi yang 15 47,5 37,5 Diperoleh-45Ketepatan Informasi yang 25 35 40 Diperoleh-46 Kemudahan Mendapatkan10 57,5 32,5 Informasi-49 Komunikasi yang Efektif-50 15 47,5 37,5 Lanjutan Tabel 4.6. Astra Graphia Tbk yang menyatakan sangat baik (10%), baik (57,5%) dan kurang baik (32,5%).

4.1.3.4. Variabel Aktivitas Pengendalian (X

  Pengendalian Fisik Atas Aktiva dan 30 47,5 22,5 Catatan-71Pengendalian Fisik Atas Aktiva dan 47,5 35 12,5 2,5 2,5 Catatan-72Pengecekan yang Independen Atas 30 47,5 22,5 Kinerja-73Pengecekan yang Independen Atas 47,5 35 12,5 2,5 2,5 Kinerja-74Pengecekan yang Independen Atas 47,5 35 12,5 2,5 2,5 Kinerja-75 Sumber: Hasil Penelitian, 2009 (data diolah) Dari tabel di atas dapat ditarik kesimpulan: Untuk pemisahan tugas yang memadai yang ada pada saat ini, karyawan PT. Astra Graphia Tbk yang menyatakan sangat baik (47,5%), baik (35%), kurang baik (12,5%), tidak baik dan sangat tidak baik (2,5%).

4.1.3.5. Variabel Monitoring (X

  Astra Graphia Tbk yang menyatakan sangat baik (7,5%), baik (52,5%), dan kurang baik (40%). Astra Graphia Tbk yang menyatakan sangat baik (5%), baik (57,5%) dan kurang baik (37,5%).

4.1.3.6. Variabel Persediaan Mesin (Y)

  Astra Graphia Tbk yang menyatakan sangat baik (50%),baik (47,5%), dan kurang baik (2,5%). Astra Graphia Tbk yang menyatakan sangat baik (50%), baik(47,5%), dan kurang baik (2,5%).

4.2. Pembahasan

4.2.1. Uji Asumsi Klasik

Sebelum melakukan pengujian hipotesis terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik, pengujian ini dilakukan untuk mendeteksi terpenuhinya asumsi-asumsidalam model regresi berganda dan untuk menginterpretasikan data agar lebih relevan dalam menganalisis. Pengujian asumsi klasik ini meliputi:

4.2.1.1. Uji Normalitas Data

  Uji normalitas data bertujuan untuk menguji apakah model regresi antara variabel dependen (terikat) dan variabel independen (bebas) keduanya memilikidistribusi normal atau tidak yang dapat dilihat dengan menggunakan normal histogram dan p_plot. Data dalam keadaan normal apabila distribusi data menyebar disekitar garis diagonal serta dapat dilihat dari kurva normal yang tidak condong kekiri dan kanan histogram.

4.2.1.2. Uji Multikolinieritas

  Persamaan regresi berganda yang baik adalahpersamaan yang bebas dari adanya multikolinieritas antara variabel independen. Alat ukur yang sering digunakan untuk mengukur ada tidaknya variabel yang berkorelasi, maka digunakan alat uji atau deteksi Variance Inflation Factor (VIF).

4.2.1.3. Uji Heteroskedastisitas

  Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. di atas menunjukkan tidak ada pola yang jelas dan menandakan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas untuk variabel penelitian, dengandemikian asumsi dasar bahwa variasi residual sama untuk semua pengamatan terpenuhi.

4.2.2. Pengujian Hipotesis

  Untuk menguji hipotesis bahwa lingkungan pengendalian, penilaian resiko manajemen, sistem komunikasi dan informasi, aktifitas pengendalian, dan monitoringberpengaruh terhadap persediaan mesin pada PT. Astra Graphia Tbk secara simultan dengan uji F dan secara parsial dengan uji t.

4.2.2.1. Hasil Persamaan Regresi

  5= Monitoring X X 4 = Aktivitas Pengendalian X 3 = Informasi dan Komunikasi 2= Penilaian Resiko Manajemen X X 1 = Lingkungan Pengendalian Untuk mempermudah pembacaan hasil dan interpretasi analisis regresi maka digunakan bentuk persamaan. Nilai besaran koefisien regresi 3β sebesar 0,019 pada penelitian ini dapatdiartikan bahwa variabel sistem komunikasi dan informasi (X 3 ) berpengaruh positif terhadap persediaan mesin (Y).

4.2.2.2. Analisis Koefisien Determinasi (R )

  Error of Durbin- Model R R Square Square the Estimate Watson1 ,957(a) ,915 ,903 ,12233 2,173 Sumber: Hasil Penelitian, 2009 (data diolah) 2 Besarnya koefisien determinasi (R ) sebesar 0,915 (91,5%). Sehingga dapatdikatakan bahwa 91,5% variasi variabel terikat yaitu persediaan mesin (Y) pada model dapat diterangkan oleh variabel bebas yaitu variabel lingkungan pengendalian(X ), penilaian resiko manajemen (X ), sistem komunikasi dan informasi (X ), 1 2 3aktivitas pengendalian (X 4 ) dan monitoring (X 5 ) sedangkan sisanya sebesar 8,5% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model.

4.2.2.3. Pengujian Hipotesis Dengan Uji F

  1 Regression 5,5135 1,103 73,671 ,000(a) Residual ,509 34 ,015 Total6,022 39 Sumber: Hasil Penelitian, 2009 (data diolah)Pada hasil uji regresi dalam penelitian ini, diketahui nilai uji F hitung sebesar 73,671; F tabel =2,49 dengan signifikansi 0,000. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua variabel independen dalam penelitian ini secara bersama-sama (simultan)berpengaruh terhadap persediaan mesin (Y).

4.2.2.4. Pengujian Hipotesis Dengan Uji t

  Hasil pengujian hipotesis, dapat diketahui bahwa variabel yang berpengaruh terdiri dari lingkungan pengendalian, penilaian resiko manajemen, dan monitoringnamun variabel yang paling dominan adalah penilaian resiko manajemen dimana kondisi penilaian resiko juga penyajian informasi persediaan, adalah wajar dan tepatwaktu, sudah cukup baik. Menurut Stice dan Skousen (2009), pengendalian yang baik atas persediaan adalah sangat penting karena persediaan adalah suatu aktiva yang signifikan dan padakebanyakan perusahaan biasanya persediaan merupakan unsur yang terbesar dalam aktiva, persediaan berkaitan dengan kegiatan utama dalam perusahaan dagang danPerusahaan manufaktur.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  KesimpulanBerdasarkan pembahasan hasil penelitian, maka ditarik kesimpulan sebagai berikut: Secara simultan lingkungan pengendalian, penilaian resiko manajemen, sistem komunikasi dan informasi, aktifitas pengendalian dan monitoring secarabersama-sama berpengaruh signifikan terhadap persediaan mesin, sedangkan secara parsial penilaian resiko manajemen adalah yang paling dominan berpengaruhsignifikan terhadap persediaan mesin. Sebaliknya, manajemen dapat terus mempertahankan penilaian resiko manajemen yang mana telah memberikan pengaruhterbesar bagi perusahaan dan ini merupakan suatu prestasi bila perusahaan dapat terus mempertahankannya.

DAFTAR PUSTAKA

A. Buku-Buku :

  Metodologi Peneltian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen, Yogyakarta : BPFE. Prasetyo, Hari dan Nugroho, Munajat tri dan Pujiati, Asti.

B. Situs web

  Strategi evaluasi struktur pengendalian intern atas persediaan pada rumah sakit siaga raya. Hubungan antara sistem pengendalian manajemen dengan prilaku dysfunctional.

Analisis Persediaan Mesin Fotokopi Merek Xerox Dalam Kaitannya Dengan Sistem Pengendalian Manajemen Pada PT Astra Graphia, Tbk Analisis Koefisien Determinasi R Pengujian Hipotesis Dengan Uji F Tabel 4.13. Hasil Uji F Pengujian Hipotesis Dengan Uji t Tabel 4.14. Nilai uji t Filosofi Manajemen dan Gaya Kepemimpinan Struktur Organisasi Penetapan dari Otoritas dan Pertanggung jawaban Hasil Persamaan Regresi Pengujian Hipotesis Informasi Informasi dan Komunikasi Integritas dan Nilai Etika Komitmen terhadap Kompetensi Jenis dan Sifat Penelitian Lokasi dan Waktu Penelitian Populasi dan Sampel Karakteristik Responden Hasil Penelitian Kerangka Berpikir Hipotesis Penelitian Kesimpulan Saran KESIMPULAN DAN SARAN Monitoring kegiatan yang sedang berjalan on-going monitoring Evaluasi yang terpisah separate evaluations Pengujian Hipotesis Secara Serempak Pengujian Hipotesis Parsial Perumusan tujuan organisasi secara keseluruhan Perumusan tujuan organisasi pada tingkat kegiatan Identifikasi risiko Teknik Pengumpulan Data Sumber Data Identifikasi dan Definisi Operasional Variabel Teori tentang Sistem Pengendalian Manajemen Pengendalian Internal Atas Persediaan Tindak lanjut atas temuan audit Uji Normalitas Data Uji Multikolinieritas Uji Normalitas Uji Multikolinearitas Uji Heteroskedastisitas Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Variabel Aktivitas Pengendalian X Variabel Lingkungan Pengendalian X Variabel Monitoring X Analisis Deskriptif Variabel Penelitian Variabel Penilaian Resiko Manajemen X Variabel Persediaan Mesin Y Variabel Sistem Informasi dan Komunikasi X Visi dan Misi PT Astra Graphia Tbk Visi PT Astra Graphia Tbk Tujuan PT Astra Graphia Tbk Struktur Organisasi PT. Astra Graphia Tbk
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisis Persediaan Mesin Fotokopi Merek Xero..

Gratis

Feedback