Feedback

Respon Masyarakat Terhadap Program Beras Untuk Keluarga Miskin di Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan

Informasi dokumen
RESPON MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM BERAS UNTUK KELUARGA MISKIN DI KELURAHAN BELAWAN I KECAMATAN MEDAN BELAWAN Diajukan guna memenuhi salah Satu Syarat Untuk Memenuhi Gelar SarjanaSosial Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial Diajukan Oleh: RAHMAT SAPUTRA 060902052 DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011 Universitas Sumatera Utara FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL Nama : Rahmat Saputra Nim : 06090252 ABSTRAK Respon Masyarakat Terhadap Program Beras Untuk Keluarga Miskin Di Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan. Skripsi ini terdiri dari 6 bab 6 bab, 109 halaman dan 39 tabel Masyarakat Indonesia khususnya Sumatera masih bergelut dengan kemiskinan, seperti yang dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan maret 2010 jumlah penduduk miskin yang hidup dibawah garis kemiskinan mencapai 31.02 juta jiwa sedangkan di Sumatera Utara sendiri menurut hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional yang dilaksanakan pada bulan maret 2010 jumlah penduduk miskin adalah sebanyak 1.490.900 jiwa, karena adanya kemiskinan itu pemerintah membuat sesuatu program yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan, salah satu program yang dibuat oleh pemerintah adalah program Beras Untuk Keluarga Miskin (Raskin). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon masyarakat terhadap program beras untuk keluarga miskin di Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan. Penelitian ini adalah penelitian deskritif yaitu membuat gambaran secara keseluruhan tentang bagaimana respon masyarakat. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Belawan I dengan responden yang berjumlah 98 KK. Teknik pengumpulan data melalui angket kepada responden, observasi dan wawancara langsung kepada masyarakat. Teknik penarikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster random sampling atau teknik pengambilan sampel secara random atas dasar himpunan, dan teknik analisa data menggunakan skala likert untuk mengukur Pengetahuan, Sikap dan Partisipasi seseorang atau sekelompok tentang fenomena sosial. Responden diberikan angket kemudian jawaban responden disajikan dalam bentuk tabel dan kemudian dilakukan analisi kuantitatif dengan skala likert. Hasil analisa data menunjukka n bahwa responden memiliki pengetahuan yang netral terhadap program beras untuk keluarga miskin, dengan nilai 0,39. Sikap responden terhadap program beras untuk keluarga miskin adalah positif dengan nilai 0,80 dan Partisipasi responden terhadap program beras untuk keluarga miskin adalah positif dengan nilai 0,34. Berdasarkan hasil analisa diatas, dapat dikemukakan bahwa respon masyarakat terhadap program beras untuk keluarga miskin di Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan adalah positif. Masyarakat berharap program Raskin tetap dilanjutkan dan mutu beras dapat ditingkatkan menjadi lebih baik lagi. Kata Kunci: Respon Masrakat, Beras untuk keluarga miskin Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk semua berkat dan rahmat kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini tidak akan mungkin terselesaikan tanpa pernyataanNya dan bantuan dari berbagai pihak yang turut membantu dan mendukung penulis Skripsi ini merupakan karya ilmiah yang disusun sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Skripsi ini berjudul: “Respon Masyarakat Terhadap Program Beras Untuk Keluarga Miskin di Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan”. Pada kesempatan ini, penulis juga ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada segala pihak yang telah bersedia membantu dan menyemangati dalam pengerjaan skripsi ini. Dengan kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Badaruddin, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara 2. Ibu Kharani Siregar M.Sp selaku Ketua Departeman Ilmu Kesejahteraan Sosial. 3. Bapak Drs. Matias Siagian M.Si selaku Dosen Pembimbing, terima kasih penulis ucapkan untuk semua yang telah diajarkan dan masukan untuk menyempurnakan skripsi ini dan semangat yang tidak pernah bosan bapak berikan. Universitas Sumatera Utara 4. Seluruh Dosen Ilmu Kesejahteraan Soial FISIP USU yang telah memberikan ilmu yang sangat berharga bagi penulis selama masa perkulihan. 5. Seluruh Staff Pendidikan dan Administrasi FISIP USU, yang membantu segala hal yang dibutuhkan penulis dalam hal administrasi, yaitu Ibu Zuraida dan Kak Debby. 6. Seluruh Staff LSM P3MN (Pusat Pengkajian dan Pengembangan Masyarakat Nelayan) yang telah membantu penulis, terima kasih untuk Direktur Eksekutif Bang Leonardo Marbun, Kak Nova Anggreini selaku Staff keuangan, Kak ErnaTati selaku Managemen Data dan Bang Yani dan Bang Eman selaku staff lapangan. Banyak terima kasih untuk dukungan dan semangat sejak awal hingga akhir skripsi ini. 7. Buat kedua orang tua saya Bapak Tumirin dan Ibu Annum Batubara yang telah mendoakan saya sehingga skripsi saya ini dapat selesai Dengan segala kerendahan hati penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan dalam skripsi ini. Untuk itu sangat diharapkan saran dan kritik guna menyempurnakannya , Penulis berharap bermanfaat bagi semua pembaca Medan, Maret 2011 Penulis Rahmat Saputra Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI HALAMAN ABSTRAK . i KATA PENGANTAR . ii DAFTAR ISI . v DAFTAR TABEL . vi BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang . 1 1.2. Perumusan Masalah . 7 1.3. Tujuan Penelitian . 8 1.4. Manfaat Penelitian . 8 1.5. Sistematika Penulisan . 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Respon Masyarakat . 10 2.2. Keluarga Miskin . 20 2.3. Program Beras Untuk Keluarga Miskin . 25 2.3.1. Mekanisme Perencanaan dan Pelaksanaan . 27 2.3.3.1. Penentuan Pagu dan Alokasi . 27 2.3.3.2. Organisasi dan Penanggung Jawab . 28 2.3.3.3. Penentuan Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat . 29 2.3.3.4. Musyawarah Desa/Kelurahan . 30 Universitas Sumatera Utara 2.3.3.5. Mekanisme Distribusi . 31 2.3.3.6. Administrasi Distribusi . 32 2.3.3.7. Biaya Operasional Raskin . 33 2.3.2. Mekanisme Pembayaran dan Administrasi HPB Raskin . 34 2.3.3. Indikator Keberhasilan Program . 35 2.3.4. Pengaduan Masyarakat . 36 2.3.5. Pengawasan . 36 2.3.6. Sosialisasi Program . 35 2.4. Kesejahteraan Sosial . 38 2.5. Kerangka Pemikiran . 39 2.6. Defenisi Konsep . 41 2.6. Defenisi Operasional . 42 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Tipe Penelitian. 45 3.2. Lokasi Penelitian . 45 3.3. Populasi dan Sampel . 46 3.4. Teknik Pengumpulan Data . 48 3.5. Teknik Analisis Data. 49 BAB IV DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN 4.1. Gambaran Umum lokasi. 50 Universitas Sumatera Utara 4.2. Luas Penduduk . 51 4.3. Pembagian Wilayah . 51 4.4. Kependudukan . 49 4.4.1. Penduduk Berdasarkan Lingkungan . 53 4.4.2. Penduduk Berdasarkan Usia . 55 4.4.3. Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin . 56 4.4.4. Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian . 58 4.4.5. Penduduk Berdasarkan Pendidikan . 59 4.4.6. Penduduk Berdasarkan Agama . 60 4.4.7. Penduduk Berdasarkan Suku . 61 4.5. Fasilitas/Prasarana . 62 4.6. Organisasi Sosial Budaya . 63 4.7. Sistem Pemerintahan. 62 BAB V ANALISIS DATA 5.1. Karakteristik Umum Responden . 66 5.1.1. Data Jenis Kelamin Responden . 67 5.1.2. Data Usia Responden . 68 5.1.3. Data Agama Responden . 69 5.1.4. Data Latar Belakang Pendidikan Responden . 70 5.1.5. Data Suku Responden. 72 5.1.6. Data Jumlah Anak Responden . 73 5.1.7. Data Pekerjaan Responden. 74 Universitas Sumatera Utara 5.1.8. Data Penghasilan Responden . 76 5.2. Analisa Kualitatif Responden Terhadap Program Raskin. 77 5.2.1. Pengetahuan Responden Tentang Program Raskin. 77 5.2.2. Sikap Responden Tentang Program Raskin . 91 5.2.3 Partisipasi Responden Tentang Program Raskin.109 5.3. Analisa Data Kuantitatif Responden Terhadap Program Raskin.122 5.3.1. Pengetahuan Masyarakat Terhadapa Program Raskin.124 5.3.2. Sikap Masyarakat Tentang Program Raskin.126 5.3.3. Partisipasi Masyarakat Tentang Program Raskin.128 BAB VI PENUTUP 6.1. Kesimpulan.131 6.2. Saran.132 DAFTAR PUSTAKA.133 LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL BAB II Tabel 2.1 Kriteria Rumah Tangga Miskin Menurut BPS . 21 BAB IV Tabel 4.1 Pembagian Wilayah Kelurahan Belawan I . 51 Tabel 4.2 Komposisi Penduduk Berdasarkan Lingkungan . 43 Tabel 4.3 Komposisi Penduduk Berdasarkan Usia . 55 Tabel 4.4 Komposisi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin . 57 Tabel 4.5 Komposisi Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian . 58 Tabel 4.6 Komposisi Penduduk Berdasarkan Pendidikan . 59 Tabel 4.7 Komposisi Penduduk Berdasarkan Agama . 60 Tabel 4.8 Komposisi Penduduk Berdasarkan Suku . 61 Tabel 4.9 Fasilitas/Prasarana Kelurahan Belawan I . 62 Tabel 5.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin . 67 Tabel 5.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia . 68 Tabel 5.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Agama . 69 Tabel 5.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan . 70 Tabel 5.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Suku . 72 Tabel 5.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Anak . 73 Tabel 5.7 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan . 74 Tabel 5.8 Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan . 76 BAB V Tabel 5.9 Pengetahuan Responden Tentang Tingkat Sosial Ekonomi . 77 Universitas Sumatera Utara Tabel 5.10 Sumber Informasi Responden Tentang Keluarga Miskin 78 Tabel 5.11 Pengetahuan Responden Tentang Pelaksanaan Program Raskin. 79 Tabel 5.12 Sumber Informasi Tentang Program Raskin Pertama Kali. 80 Tabel 5.13 Pengetahuan Responden Tentang Tata Cara Memperoleh Raskin. 81 Tabel 5.14 Sumber Informasi Responden Tentang Program Raskin 82 Tabel 5.15 Pemahaman Responden Tentang Program Raskin. 83 Tabel 5.16 Pengetahuan Responden Tentang Pendaftaran Peserta Program Raskin . 84 Tabel 5.17 Pengetahuan Responden Tentang Waktu Pelaksanaan Program Raskin . 85 Tabel 5.18 Pengetahuan Responden Tentang Harga Raskin . 86 Tabel 5.19 Pengetahuan Responden Tentang Kuota Raskin . 87 Tabel 5.20 Pengetahuan Responden Tentang Kenaikan Harga Raskin. 88 Tabel 5.21 Pengetahuan Responden Tentang Tujuan Program Raskin. 89 Tabel 5.22 Pengetahuan Responden Tentang Manfaat Program Raskin . 90 Tabel 5.23 Sikap Responden Tentang Program Raskin . 91 Tabel 5.24 Penilaian Repsonden Tentang Cara Penyampaian Universitas Sumatera Utara Informasi Program Raskin . 92 Tabel 5.25 Penilaian Responden Tentang Penyampaian Informasi Program Raskin . 94 Tabel 5.26 Tanggapan Responden Tentang Kesesuaian Program Raskin dengan Kebutuhan Keluarga . 95 Tabel 5.27 Penilaian Responden Tentang Tata Cara Menjadi Peserta Program Raskin . 96 Tabel 5.28 Penilaian Responden Tentang Cara Memperoleh Raskin . 97 Tabel 5.29 Penilaian Responden Tentang Harga Raskin. 99 Tabel 5.30 Penilaian Responden Tentang Keterjangkauan Harga Raskin. 100 Tabel 5.31 Penilaian Responden Tentang Kuota Raskin. 101 Tabel 5.32 Penilaian Responden Tentang Mutu Raskin . 102 Tabel 5.33 Tanggapan Responden Tentang Program Raskin dalam Memenuhi Kebutuhan Keluarga . 103 Tabel 5.34 Tanggapan Responden Tentang Program Raskin dalam Memenuhi Kebutuhan Pangan . 104 Tabel 5.35 Penilaian Responden Tentang Program Raskin . 105 Tabel 5.36 Penilaian Responden Tentang Pelaksanaan Program Raskin. 106 Tabel 5.37 Penilaian Responden Tentang Kesesuaian Program Raskin dengan Aturan yang Berlaku . 107 Universitas Sumatera Utara Tabel 5.38 Tanggapan Responden Tentang Kelanjutan Program Raskin. 108 Tabel 5.39 Sikap Responden Setelah Mendengar Program Raskin 109 Tabel 5.40 Pernah Tidaknya Diadakan Musyawarah Tentang Program Raskin . 110 Tabel 5.41 Pernah Tidaknya Responden Diundang untuk Menghadiri Musyawarah Tentang Program Raskin. 111 Tabel 5.42 Kehadiran Respon dalam Menghadiri Musyawarah Program Raskin . 112 Tabel 5.43 Pengetahuan Responden Tentang Kesimpulan Musyawarah Program Raskin . 113 Tabel 5.44 Sikap Responden Apabila Tidak Menghadiri Musyawarah Program Raskin . 113 Tabel 5.45 Pernah Tidaknya Diadakan Sosialisasi Tentang Program Raskin . 114 Tabel 5.46 Kehadiran Responden Dalam Menghadiri Sosialisasi Program Raskin . 115 Tabel 5.47 Pengetahuan Responden Tentang Kesimpulan Sosialisasi Program Raskin . 116 Tabel 5.48 Sikap Responden Apabila Tidak Menghadiri Sosialisasi Program Raskin . 117 Tabel 5.49 Keikutsertaan Responden Sejak Adanya Program Raskin. 118 Universitas Sumatera Utara Tabel 5.50 Frekuensi Mendapatkan Raskin Sumber air minum berasal dari/ sumur/ mata air tidak terlindung/ sungai/ air hujan. 7. Bahan bakar untuk memasak sehari-hari adalah kayu bakar/ arang/ minyak tanah. 8. Hanya mengonsumsi daging/ susu/ ayam satu kali dalam seminggu. 9. Hanya membeli satu stel pakian baru dalam setahun. 10. Hanya sanggup makan sebanyak satu/ dua kali dalam sehari. 11. Tidak sanggup membayar biaya pengobatan di puskesmas/ poliklinik. 12. Sumber penghasilan kepala rumah tangga adalah petani dengan luas lahan 0,5 ha, buruh tani, nelayan, buruh bangunan,buruh perkebunan, atau pekerja lainnya dengan pendapatan di bawah Rp. 600.000,00 per bulan. 13. Tidak Memiliki Tabungan/ barang yang mudan dijual dengan nilai minimal Rp. 500.000,00, seperti sepeda motor ( kredit/ non kredit),emas, ternak, kapal motor, atau barang modal lainnya (Provinsi Babel, 2009). 2.6 Kesejahteraan Sosial 2.6.1 Pengertian Kesejahteraan Secara yuridis konsepsional pengertian kesejahteran sosial termuat dalam UU No.11 Tahun 2009 tentang kesejahteraan sosial, pasal 1 ayat 1 adalah sebagai berikut : “Kesejahteraan Sosial adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya”. Universitas Sumatera Utara Dalam mewujudkan kesejahteraan sosial tersebut dilakukan penyelenggaraan kesejahteraan sosial, pasal 5 ayat 1 adalah sebagai berikut : “Penyelenggaraan kesejahteraan sosial ditujukan kepada: a. perseorangan b. keluarga c. kelompok d. masyarakat Pasal 5 ayat 2 adalah sebagai berikut : “Penyelenggaraan kesejahteraan sosial sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diprioritaskan kepada mereka yang memiliki kehidupan yang tidak layak secara kemanusiaan dan memiliki kriteria masalah sosial: a. kemiskinan b. ketelantaran c. kecacatan d. keterpencilan e. ketunaan sosial dan penyimpangan perilaku f. korban bencana g. korban tindak kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi (Depsos RI, 2009). Walter A. Friedlander, mengutarakan bahwa konsep dan istilah kesejahteraan sosial dalam pengertian program yang ilmiah baru saja dikembangkan sehubungan dengan masalah sosial dari pada masyarakat kita yang industrial. Kemiskinan, kesehatan yang buruk, penderitaan dan disorganisasi sosial telah ada dalam sejarah kehidupan umat manusia, namun masyarakat yang industrial dari abad ke 19 dan 20 itu menghadapi begitu banyak masalah sosial sehingga lembaga-lembaga insani yang sama. Menurut Walter A. Friedlander mendefenisikan : “Kesejahteraan sosial adalah sistem yang terorganisir dari usaha-usaha dan lembaga-lembaga sosial yang ditujukan Universitas Sumatera Utara untuk membantu individu maupun kelompok dalam mencapai standar hidup dan kesehatan yang memuaskan serta untuk mencapai relasi perseorangan sosial kemampuankemampuannya secara penuh untuk mempertinggi kesejahteraan mereka selaras dengan kebutuhan-kebutuhan keluarga dan masyarakat” (Walter A. Friedlander dalam Muhaidin, 1984:1-2). Kesejahteraan sosial pada intinya mencakup tiga konsepsi yaitu : 1. Kondisi kehidupan atau keadaan sejahtera, yakni terpenuhinya kebutuhankebutuhan jasmaniah, rohaniah dan sosial. 2. Institusi, yakni arena atau bidang kegiatan yang melibatkan lembaga kesejahteraan sosial dan berbagai profesi kemanusiaan yang menyelenggarakan usaha kesejahteraan sosial dan pelayanan sosial. 3. Aktivitas, yakni suatu kegiatan-kegiatan atau usaha terorganisir untuk mencapai kondisi sejahtera (Suharto, 2009:2). 2.6.2 Pendekatan Mengacu pada buku Charles Zastrow (2000), Introduction to Social Work and Social Welfare, ada tiga pendekatan dalam Pembangunan Kesejahteraan Sosial, yaitu perspektif residual, institusional, dan pengembangan. Ketiga perspektif tersebut sangat berpengaruh dalam membentuk model welfare state (negara kesejahteraan) yang merupakan basis pembangunan kesejahteraan sosial, khususnya pemberantasan kemiskinan di negara-negara demokratis. a. Pendekatan Residual Pandangan residual menyatakan bahwa pelayanan sosial baru perlu diberikan hanya apabila kebutuhan individu tidak dapat dipenuhi dengan baik oleh lembagalembaga yang ada di masyarakat, seperti institusi keluarga dan ekonomi pasar. Bantuan finansial dan sosial sebaiknya diberikan dalam jangka pendek, pada masa Universitas Sumatera Utara kedaruratan, dan harus dihentikan manakala individu atau lembaga-lembaga kemasyarakatan tadi dapat berfungsi kembali. Perspektif residual sering disebut sebagai pendekatan yang “menyalahkan korban” atau blaming the victim approach. Masalah sosial, termasuk kemiskinan disebabkan oleh kesalahan-kesalahan individu dan karenanya menjadi tanggungjawab dirinya, bukan sistem sosial. Metoda pekerjaan sosial dalam mengatasi masalah sosial melibatkan pendekatan klinis dan pelayanan langsung yang ditujukan untuk membantu orang menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Program-program pengentasan kemiskinan yang bergaya Jaring Pengaman Sosial (JPS) atau subsidi BBM adalah “anak kandung” faham residual. Penerima pelayanan sosial dianggap sebagai klien, pasien, orang yang tidak mampu menyesuaikan diri atau bahkan penyimpang (deviant) (Parsons et.al, 1994). b. Pendekatan Institusional Pendekatan Institusioanal melihat sistem dan usaha kesejahteraan sosial sebagai fungsi yang tepat dan sah dalam masyarakat modern serta pelayanan sosial dipandang sebagai hak warga negara. Perspektif institusional termasuk dalam gugus pendekatan “yang menyalahkan sistem” atau blaming the system approach (Parsons, et.al, 1994). Individu dan kelompok dipandang sebagai warga negara yang sehat, aktif dan partisipatif. Kemiskinan bukan disebabkan oleh kesalahan individu. Melainkan produk dari sistem sosial yang tidak adil, menindas dan rasis. Metoda pekerjaan sosial yang sering digunakan mencakup program-program pencegahan, pendidikan, pemberdayaan dan penguatan struktur-struktur kesempatan. Tiga bentuk program pemerintah yang umum ditekankan oleh pendekatan institusional meliputi: penciptaan distribusi pendapatan, stabilisasi mekanisme pasar swasta, dan penyediaan barang-barang publik tertentu Universitas Sumatera Utara (pendidikan, kesehatan, perumahan sosial, rekreasi), yang tidak disediakan oleh pasar secara efisien (Parsons et.al, 1994). c. Pendekatan Pengembangan Konsep pembangunan nasional yang diajukan Midgley (1995) dalam buku Social Development: The Development Perspective in Social Welfare (1995) menawarkan pendekatan alternatif, yakni perspektif pengembangan (developmental perspective) yang memadukan aspek-aspek positif dari pendekatan residual maupun institusional (Zastrow, 2000). Perspektif pengembangan ini sering disebut juga sebagai pendekatan pembangunan sosial oleh Midgley (1995) didefenisikan sebagai “a process of planned social change designed to promote the well-being of population as a whole in conjunction with a dynamic process development”. Midgley mendukung pengembangan of economic program-program kesejahteraan sosial, peran aktif pemerintah, serta keterlibatan tenaga-tenaga profesional dalam perencanaan sosial. Menurut Midgley (2005): Selain memfasilitasi dan mengarahkan pembangunan sosial, pemerintah juga seharusnya memberikan kontribusi langsung pada pembangunan sosial lewat bermacam kebijakan dan program sektor publik. Perspektif institusional membutuhkan bentuk organisasi formal yang bertanggungjawab untuk mengatur usaha pembangunan sosial dan mengharmoniskan implementasi dari berbagai pendekatan strategis yang berbeda. Organisasi seperti ini berada pada tingkat yang berbeda tetapi tetap harus dikoordinasikan pada tingkat nasional. Mereka juga mempekerjakan tenaga spesialis yang telah terlatih dan terampil untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan nasional. Metoda pekerjaan sosial yang digunakan adalah metode casework atau terapi individu dan konseling (Charles Zastrow dalam Suharto, 2009:10-15). Universitas Sumatera Utara 2.7 Kerangka Pemikiran Kemiskinan adalah masalah yang masih terus dihadapi oleh bangsa kita. Kemiskinan pada pada umumnya didefinisikan berdasarkan segi ekonomi, khususnya pendapatan berupa uang ditambah dengan keuntungan-keuntungan non-material yang diterima seseorang. Berbagai upaya penanggulangan yang dibuat oleh pemerintah melalui program belum dapat mennyelesaikan masalah ini. Meskipun demikian pemerintah berusaha untuk mensejahterakan masyarakat miskin di Indonesia dengan berbagai program, adapun salah satu programnya adalah beras bagi masyarakat miskin. Program Raskin adalah program nasional yang bertujuan membantu rumah tangga miskin dalam memenuhi kecukupan kebutuhan pangan dan mengurangi beban finansial melalui penyediaan beras bersubsidi. Setiap rumah tangga menerima 15 kg beras setiap bulan dengan harga Rp 1.000/ kilogram di titik distribusi. Program ini merupakan kelanjutan dari program Operasi Pasar Khusus (OPK) yang diluncurkan pada juli 1998. Tahun 2008 pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati kenaikan harga beras untuk rakyat miskin (Raskin) Keluarga Miskin. Terdapat beberapa aspek yang mempengaruhi munculnya respon positif dari responden yaitu karena responden merasa dengan adanya program ini menunjukkan bahwa pemerintah memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat miskin. Selain itu, beras yang merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia adalah suatu kebutuhan pokok manusia. Ditengah tingginya biaya hidup, kehadiran program beras untuk keluarga miskin ini sangat membantu masyarakat miskin sehingga menciptakan sikap positif bagi masyarakat Desa Sei Semayang Terdapat 34 orang responden atau 30,9% yang memiliki sikap netral. Hal ini dikarenakan responden menganggap pelaksanaan program beras untuk keluarga miskin ini Universitas Sumatera Utara belum baik tetapi juga tidak buruk. Responden melihat perlunya peningkatan jumlah beras karena banyak yang masyarakat yang merasa jatah maksimum 15 kg/bulan/KK masih kurang. Terdapat 3 responden (2,7%) yang memiliki sikap negatif. Hal ini dikarenakan banyaknya kekurangan dalam pelaksanaan program beras untuk keluarga miskin. Seperti kurangnya kualitas beras, adanya biaya tambahan, seringnya kekurangan stok beras serta pelayanan yang kurang ramah dari pemerintah desa. Sikap masyarakat termasuk respon positif atau negatif dapat dianalisis dengan memberikan nilai 1 pada respon positif, nilai 0 untuk respon netral dan nilai -1 untuk respon negatif, lalu dibagi dengan jumlah total responden. Hasil akhir dapat dilihat apakah sikapnya positif atau negatif dengan adanya batasan nilai pada skala likert. Sikap positif : 73 x 1 = 73 Sikap netral : 34 x 0 = 0 Sikap negatif : 3 x -1 = -3 + = 70 / 110 = 0,64 (Sikap positif karena berada diantara 0 sampai dengan 1) Universitas Sumatera Utara 5.3.3. Partisipasi Responden Terhadap Program Beras Untuk Keluarga Miskin Data hasil pemberian skor variable partisipasi responden terhadap Program Beras Untuk Keluarga Miskin merupakan hasil rata-rata ∑ skor variabel partisipasi (V3):jumlah sub variabel partisipasi. Jumlah sub variabel partisipasi ada 4 sub variabel, sehingga ratarata V3= ∑ skor variabel : 4 (lihat lampiran). Data hasil pengukuran partisipasi masyarakat terhadap program beras untuk keluarga miskin dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 5.40 Partisipasi Responden Terhadap Program Beras Untuk Keluarga Miskin No Kategori Jumlah (Orang) Persentase (%) 1 Positif 41 37,3 2 Netral 19 17,3 3 Negatif 50 45,4 110 100,00 Jumlah Sumber : Kuesioner 2010 Tabel 5.40, menunjukkan bahwa terdapat 41 orang atau 37,3% responden memiliki partisipasi yang positif terhadap Program Beras Untuk Keluarga Miskin. Responden dalam kategori ini memahami dan mengerti maksud dan tujuan program beras untuk keluarga miskin serta berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan program beras untuk keluarga miskin. Responden yang berpartisipasi dengan netral sebanyak 19 orang atau 17,3%. Responden dalam kategori ini memiliki pemahaman dan pengetahuan yang baik tentang program, akan tetapi jarang memberikan kontribusi atau peran dalam hal mengikuti kegiatan program beras untuk keluarga miskin. Kemudian terdapat 50 responden lain atau 45,4% yang memiliki respon negatif terhadap Program Beras Untuk Keluarga Miskin. Hal ini diakibatkan oleh tingkat ekonomi Universitas Sumatera Utara responden yang rendah sehingga mengharuskan mereka untuk bekerja keras sepanjang hari, sehingga tidak begitu memiliki waktu mengikuti kegiatan-kegiatan program beras untuk keluarga miskin seperti berpartisipasi dalam pelaksanaan program, ikut menilai program maupun membeli beras pada saat adanya penyaluran. Dari data di atas, dapat kita analisis apakah partisipasi Responden termasuk respon positif atau negatif, dengan memberikan nilai 1 pada respon positif, nilai 0 untuk respon netral dan nilai -1 untuk respon negatif, lalu dibagi dengan jumlah total responden. Hasil akhir dapat dilihat apakah partisipasi positif atau negatif dengan adanya batasan nilai pada skala likert. Partisipasi positif : 41 x 1 = 41 Partisipasi netral : 19 x 0 = 0 Partisipasi negatif : 50 x -1 = -50 + = -9 / 110 = - 0,08 (Partisipasi negatif karena berada diantara -1 sampai dengan - 0,33) Universitas Sumatera Utara BAB VI PENUTUP 6.1 Kesimpulan Dari hasil analisa data, maka dapat disimpulkan bahwa respon masyarakat terhadap program beras untuk keluarga miskin dapat dilihat dari tiga variabel, yaitu : a. Persepsi Berdasarkan hasil analisa data dapat diketahui bahwa responden memiliki persepsi yang positif terhadap program raskin dengan nilai 0,39. b. Sikap Sikap masyarakat terhadap program raskin adalah positif dengan nilai 0,64 c. Partisipasi Hasil analisa data menunjukkan responden memiliki partisipasi negatif terhadap program raskin dengan nilai -0,08 d. Maka dapat dilihat secara rata-rata respon masyarakat adalah netral dengan nilai (0,39 + 0,64 + -0,08)/3 = 0,32 Universitas Sumatera Utara 6.2 Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka saran penulis adalah : 1. Disarankan kepada pemerintah Desa Sei Semayang agar program Raskin tetap dilaksanakan. Adapun yang menjadi alasan saran ini karena respon dari masyarakat baik terhadap program ini juga karena kebutuhan akan pangan merupakan kebutuhan paling dasar karena kebutuhan akan pangan merupakan kebutuhan paling dasar karena menyangkut kelangsungan hidup manusia. 2. Disarankan kepada pemerintah Desa Sei Semayang dan masyarakat penerima Raskin agar program Raskin disosialisasikan secara baik dan lebih luas lagi sehingga penerima program mengetahui hak mereka dan masyarakat luas dapat lebih memahami lagi program ini dan transparansi sebagai tujuan Raskin ini dapat lebih tercapai. 3. Disarankan kepada pemerintah Desa Sei Semayang agar meningkatkan mutu beras sehingga masyarakat merasa lebih puas ketika menerima beras dari program Raskin tersebut. 4. Diharapkan bagi penerima programm ini agar tidak tergantung kepada program Raskin, tetapi dapat menggunakan program ini sebagai kesempatan untuk dapat membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan lainnya. 5. Kepada masyarakat agar lebih berpartisipasi pada program-program yang diberikan oleh pemerintah, apalagi yang menyangkut kepentingan masyarakat itu sendiri agar dapat memperoleh hasil yang lebih maksimal. Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA Abdilah Hanafi dan Mulyadi Guntur Waseso. 1984. Penelitian untuk Mengevaluasi Efektifitas Program Kemasyarakatan. Surabya, Usaha Nasional Surabaya Indonesia. Adi, Isbandi Rukminto. 1994. Psikologi Pekerjaan Sosial dan Ilmu Kesejahteraan Sosial, Dasar-Dasar Pemikiran, Jakarta :PT Raja Grafindo Djamarah, Syaiful Bahri. 2002, Psikoligi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta. Kartono, kartini, 1990, Psikologi Umum, Bandung : mandar Maju. Mardimin, Johanes. 2000. Dimensi Kritis Prises Pembangunan di Indonesia. Yogyakarta :Kanisius Muhidin, Syarif. 1992. Pengantar Kesejahteraan Sosia. Sekolah tinggi Kesejahteraan Sosial. Bandung. Nawawi, Hadar. 1998. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada Unuversity Press. Silalahi, Ulber. 2008. MetodePenelitian Sosial. Bandung: PT Refika Aditama Silalahi, Ulber. 2009. Metode Penelitian Sosial. PT. Refika Aditama. Bandung Soetomo, 1995. Masalah Sosial dan Pembangunan. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya. Soetomo. 2006. Strategi-strategi Pembangunan Masyarakat. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Suharto, Edi, Ph.D. 2005. Membangun Masyarakat, Memberdayakan Rakyat. Bandung. PT Refika Aditama Sutan, 2007, Evaluasi Pelaksanaan Program Bantuan Langsung Tunai di Kecamatan Medan Johor. Medan : Studi Pembangunan FISIP USU. Suprapto. 2007. Ekonomi Partisipasi. Jakarta : Konrad Adnaeuer Stiftung. Universitas Sumatera Utara Suyanto, Bagong. 1995. Perangkap Kemiskinan, Problem dan Strategi Pengentasannya. Surabaya: Airlangga Uneversity Press. Wahyu Ms. 1986. Wawasan Ilmu Sosial Dasar. Surabaya : Usaha Nasional. Walgito , Bimo. 1999. Psikologi Sosial Suatu Pengantar. Yokyakarta : Penerbit Andi Sumber-sumberLain : http://www.datastatistikindonesia.com. diakses pada tanggal 10 Februari 2010 pukul 14.45. http://www.Depkeu.go.id. Diakses pada tanggal 23 Agustus 2010 pukul 20:30 Wib. (http://www.menkokesra.go.id/content/view /9776/354 diakses pada tanggal 10 Mei 2010 pukul 16.15 WIB). (http://www.ppk.or.id/downloads/efektivitaspelaksanaanraskin.pdf diakses pada tanggal 10 Mei 2010 pukul 17.20 WIB) (http://www.menkokesra.go.id/content/view/163/118 diakses pada tanggal 10 Juli 2010 pukul 18.05 WIB). Juknis Pelaksanaan Raskin Propinsi Sumatera Utara, 2003 Program Pembangunan Nasional, 2000-2004.2001, Jakarta: Sinar Grafika. Sumatera Dalam Angka. Badab Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara Tahun 2006 dan 2007 Kompas Edisi 9 Mei 2008. pada tanggal 28 Juni 2010 pukul 16:45 WIB. ( http://wwwbps.go.di di akses pada tanggal 28 agustus 2010 pukul 10.25 wib). (http;//sumut.BPS.go.id.2010.pdf di akses pada tanggal 28 agustus 2010 pukul 10.35 wib). (http:// majalah pangan.com diakses pada 28 agustus 2010 pukul 11.00 WIB) Universitas Sumatera Utara
Respon Masyarakat Terhadap Program Beras Untuk Keluarga Miskin di Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Respon Masyarakat Terhadap Program Beras Untuk Keluarga Miskin di Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan

Gratis