Respon Masyarakat Terhadap Program Beras Untuk Keluarga Miskin di Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan

 1  48  128  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

KATA PENGANTAR

  Skripsi ini tidakakan mungkin terselesaikan tanpa pernyataanNya dan bantuan dari berbagai pihak yang turut membantu dan mendukung penulis Skripsi ini merupakan karya ilmiah yang disusun sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UniversitasSumatera Utara. Sikapresponden terhadap program beras untuk keluarga miskin adalah positif dengan nilai0,80 dan Partisipasi responden terhadap program beras untuk keluarga miskin adalah positif dengan nilai 0,34.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Sasaran program raskin adalah terbantunya dan terbukanya akses beras keluarga miskin yang telah terdata dengan kuantum tertentu sesuai dengan hasil musyawarahdesa/kelurahan dengan harga bersubsidi di tempat sehingga dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan keluarga miskin(hhtp://www.efektifitas pelaksanaan raskin pdf di diakses tanggal 5 juli 2010 pukul 23.00 wib). Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan terhadap pihak/intansi yang terkait langsung dengan program Raskin dan juga dapat menjadiacuan dalam rangka membuat rencana kerja (program) dalam membahas kajian program kesejahteraan sosial berkelanjutan yang dilaksanakan oleh pihak pemerintahmaupun swasta.

1.4. Sistematika Penulisan

Penulisan penelitian ini disajikan dalam enam bab dengan sistematika sebagai berikut :

BAB I : PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian serta sistematika penulisan. BAB II : TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisikan uraian dan konsep yang berkaitan dengan masalah

BAB II I : METODE PENELITIAN Bab ini berisikan tipe penelitian, lokasi penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, serta teknik analisis data. BAB IV : DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN Bab ini berisikan sejarah singkat gambaran umum lokasi penelitian dan data-data lain yang turut memperkaya karya ilmiah ini. BAB V : ANALISIS DATA Bab ini berisikan tentang uraian data yang diperoleh dari hasil penelitian berserta dengan analisisnya. BAB VI : PENUTUP Bab ini berisikan kesimpulan dan saran yang bermanfaat sehubungan dengan penelitian yang akan dilakukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

dan objek yang diteliti, kerangka pemikiran, defenisi konsep dan defenisi operasional.

2.1. Respon Masyarakat

  KualitasKaitan partisipasi dengan kualitas ialah dalam melaksanakan suatu program harus diperlakukan sikap yang berkualitas pada masyarakat tersebut danketerlibatan masyarakat yang bertata laku dengan baik maka mereka akan menjadikan terinternalisasi dengan sikap dan nilai pribadi yang kondusifterhadap kualitas. Jadi yang dimaksud dengan respon masyarakat adalah tingkah laku balas atau tindakan masyarakat yang merupakan wujud dari persepsi dan sikap masyarakatterhadap suatu objek yang dapat dilihat melalui proses pemahaman, penilaian, pengaruh atau penolakan, suka atau tidak suka serta pemanfaatan terhadap objektersebut (Elisa:2009).

2.2. Keluarga Miskin

  Garis kemiskinan adalah sejumlah rupiah yang diperlukan oleh setiap individu untukmembayar kebutuhan makanan yang diperlukan oleh setiap individu untuk dapat membayar kebutuhan makanan yang diperlukan oleh setiap individu untuk dapatmembayar kebutuhan makanan setara 2100 kilokalori/orang/hari dan kebutuhan non makanan yang terdiri dari perumahan, pakaian, kesehatan, pendidikan, transportasi,serta aneka barang dan jasa lainnya (BPS dan Depsos 2002, dalam Suharto, 2005:42). Jadi yang dimaksud dengan keluarga miskin adalah suatu unit masyarakat yang terkecil yang mempunyai hubungan biologis yang hidup dan tinggal dalam saturumah yang standart ekonominya lemah atau tingkat pendapatannya relatif kurang untuk memenuhi kebutuhan dasar pokok seperti sandang, pangan dan papan.

2.3. Program Beras untuk Keluarga Miskin (Raskin)

  Program Beras untuk Keluarga Miskin (Raskin) adalah suatu program nasional yang bertujuan membantu rumah tangga miskin dalam memenuhikecukupan kebutuhan pangan dan mengurangi beban finansial melalui penyediaan beras bersubsidi. Penerima manfaat yaitu keluargamiskin di Desa/Kelurahan yang berhak menerima beras Raskin, yang menjadi penerima manfaat dari program ini adalah :a Keluarga Prasejahtera (KPS) alasan ekonomi yaitu keluarga yang belum dapat memenuhi indikator KPS yang telah ditetapkan oleh BKKBN, dengan bobotpengkategorian lebih ditekankan pada alasan ekonomi indikator keluarga prasejatera alasan ekonomi yaitu : 1.

2.3.1. Mekanisme Perencanaan dan Pelaksanaan

  Transparasi, yangmaknanya membuka akses informasi kepada lintas pelaku raskin terutaman masyarakat penerima raskin, yang harus tahu memahami dan mengerti adanyakegiatan raskin serta memiliki kebebasan dalam melakukan pengendalian secara mandiri. Akuntabilitas, yang maknanya mengingatkan bahwa setiappengelolahan kegiatan raskin harus dapat dipertanggung jawabkan kepada masyarakat setempat maupun kepada semua pihak yang berkompeten sesuai denganperaturan dan ketentuan yang berlaku atau yang telah disepakati.

2.3.1.1 Penentuan Pagu dan Alokasi

  3 Berdasarkan pagu raskin Kabupaten/Kota, tim koordinasi program Raskin kepada masing-masing Kecamatan dan Desa/Kelurahan dengan mengacupada RTM dan BPS dengan mempertimbangkan kondisi objektif daerah yang ditetapkan dalam keputusan Bupati/Walikota. 4 Tim Raskin Provinsi dapat mengusulkan kepada Gubernur untuk merelokasi pagu raskin ke Kabupaten/Kota yang dinilai tidak dapatmendistribusikan program raskin sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

2.3.1.2 Organisasi dan Penanggung Jawab Raskin

  Dalam pelaksanaansecara fungsional didukung oleh tim koordinasi raskin di tingkat provinsi dan di tingkat Kabupaten/Kota yang terdiri dari instansi terkait dan berbagai pihak yangdipandang perlu (Perguruan Tinggi, LSM, dan Institusi Kemasyarakatan lainnya). Penanggung jawab penetapan jumlah keluarga miskin dan kuantum beras adalah Gubernur/Bupati/Walikota sesuai tingkatanwilayahnya sebagai hasil konsultasi teknis dengan instansi terkait dengan mempertimbangkan kondisi objektif daerah yang bersangkutan.

2.3.1.3 Penentuan Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat

  Prioritas penerima manfaat raskin adalah untuk seluruh RTM dengan kategori sangat miskin, miskin dan untuk sebagai RTN dengan kategorihampir miskin. Identitas RTM penerima manfaat program raskin, harus sesuai dengan daftar nama dan alamat RTM yang telah ditetapkan BPS Kabupaten/Kota.

2.3.1.4 Musyawarah Desa/Kelurahan

  1 Musyawarah Desa/Kelurahan adalah forum komunikasi di tingkatDesa/Kelurahan yang dipimpin kepada Desa/Lurah, dihadiri oleh perangkatDesa/Kelurahan, LSM, RT, RW, tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk mendapatkan kesempatan tentang : 2 Musyawarah Desa/Kelurahan dilaksanakan secara periodik minimal 1 (satu) tahun sekali dan di selenggarakan sebelum beras program Raskin didistribusikan. 3 Hasil musyawarah Desa/Kelurahan dituangkan dalam berita acara musyawarah Desa/Kelurahan yang ditanda tangani kepala Desa/Lurah, BadanPermusyawaratan Desa (BPD) dan diketahui oleh Camat setempat, dengan melampirkan daftar nama-nama Rumah Tangga Penerima Manfaat (DPM-1)dan daftar jadir peserta musyawarah.

2.3.1.5 Mekanisme Distribusi

  2 SPA yang tidak dapat dilayani sebagian atau seluruhnya dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan, maka pagu dapat direlokasikan ke daerah lain denganmenerbitkan SPA baru yang menunjuk pada SPA yang tidak dapat dilayani. 4 Berdasarkan SPPB/DO pelaksanaan raskin mengambil beras di gudang penyimpanan Perum BULOG, mengangkut dan menyerahkan beras raskinkepada pelaksana distribusi di titik distribusi.

2.3.1.6 Administrasi Distribusi

  2 Berdasarkan BAST, sub Divre membuat rekapitulasi Berita acara raskin masing-masing Desa/Kelurahan (MBA-0) yang sudah ditandatangani SatkerRaskin Sub Divre dan Satker raskin Kecamatan serta diketahui dan ditandatangani oleh Camat atau pejabat yang mewakili/ditunjuk. 3 Berdasarkan MBA-0, Sub Divre membuat rekapitulasi Berita AcaraPelaksanaan raskin Kecamatan (MBA-1) yang ditandatangani oleh KasubDivre dan Bupati/Walikota atau pejabat yang mewakili, serta seorang saksi 4 Pembuatan MBA-1 bisa dilakukan secara bertahap tanpa harus menunggu selesai seluruh pendistribusian bulan bersangkutan.

2.3.1.7 Biaya Operasional Raskin

  1 Biaya operasional raskin disediakan untuk memenuhi kebutuhan biaya yang berkaitan dengam pelaksanaan raskin sampai dengan titik Distribusi menjadiperum BULOG. 6 Pengeluaran biaya operasional raskin harus dipertanggung jawabkan dengan dilengkapi bukti-bukti pengeluaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku danrealisasi biaya operasional raskin dilaporkan ke Divre Perum BULOG (hhtp://www.bulog.co.id/pedumraskin_v5.php).

2.3.2. Mekanisme Pembayaran dan Administrasi HPB Raskin

  3 Apabila uang HPB disetorkan langsung oleh pelaksana distribusi ke rekeningHPB raskin milik perum BULOG Sub Divre, maka bukti setor asli harus diserahkan oleh pelaksana distribusi kepada Satker raskin Sub Divre untukkemudian diganti dengan tanda terima pembayaran(kuitansi atau model TT HPB raskin) rangkap 3 (tiga) oleh pelaksana raskin. 4 Bupati/Walikota selaku penanggungjawab program raskin berkewajiban menyediakan Dana talangan untuk RTM yang tidak memiliki kemampuanuntuk membayar tunai atau pelaksana distribusi yang belum menyetor HPB pada bulan bersangkutan.

2.3.3. Indikator Keberhasilan Program

  Tepat penerimaan manfaat artinya raskin hanya diberikan kepada rumah tangga sasaran penerima manfaat hasil musyawarah Desa/Kelurahan yang terdaftar dalamDaftar Penerima Manfaat (DPM-1) dan diberi identitas (kartu raskin atau bentuk lain). Tepat jumlah artinya jumlah raskin yang merupakan hak Rumah TanggaSasaran Penerima manfaat adalah sebanyak 10 kg netto per RTM per bulan sesuai ddengan hasil musyawarah Desa/Kelurahan.

2.3.4. Pengaduan Masyarakat

  1 Pengaduan masyarakat berupa keluhan, kritik, saran dan pendapat untuk perbaikan pelaksanaan program Raskin ditanggapi dan ditindaklanjuti secarafungsional yang dikoordinasikan oleh Tim Program Raskin Provinsi dan Kabupaten/Kota sesuai dengan tingkatan wilayahnya. 2 Tindak lanjut pengaduan masyarakat secara teknis diselesaikan oleh masing- masing instansi, SKPD pelaksana program Raskin dan stakeholder sesuaidengan bidang tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.

2.3.5. Pengawasan

2.3.6. Sosialisasi Program

  Sosialisai program raskin bertujuan untuk menyebarluaskan informasi mengenai program raskin kepada RTM sasaran penerima manfaat, masyarakat danpelaksana program di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan danDesa/Kelurahan. Materi program raskin yang disosialisasikan meliputi kebijakan program dan pelaksanaan teknis tentang penetapan RTM sasaran penerima manfaat,mekanisme distribusi, tugas dan fungsi serta tanggung jawab masing-masing pelaksana program dan juga kewajiban RTM sasaran penerima manfaat, mekanismedan administrasi pembayaran, penyampaian keluhan/pengaduan dari masyarakat serat penanganan tindak lanjutnya.

2.4. Kesejahteraan Sosial

  Kesejahteraan sosial dalam artian yang sangat luasmencakup berbagai tindakan yang dilakukan manusia untuk mencapai tingkat kehidupan masyarakat yang lebih baik. Menurut Elizabet Wickenden Kesejahteraan sosial adalah peraturan perundangan, program, tunjangan, dan pelayanan, yang menjamin, atau memperkuatpelayanan untuk memenuhi kebutuhan sosial yang mendasar dari masyarakat serta menjaga ketentraman dalam masyarakat.

2.5. Kerangka Pemikiran

  Respon masyarakat adalah tingkah laku balas/tindakan masyarakat yang merupakan wujud dari pengetahuan, sikap, dan partisipatif masyarakat, dimanapengetahuan itu meliputi pengetahuan masyarakat tentang program, tujuan, manfaat raskin dan Atensi. Masyarakat bila dapat memahami dan akan menilai positif dan negatifnya suatu program yang telah dilaksanakan masyarakat dala kehidupannyadan bekerja sama dalam waktu yang relatif lama.

2.7 Defenisi Konsep dan Defenisi Operasional

2.7.1. Defenisi Konsep

  Adapun yang menjadi batasan konsep dalam penelitian adalah : 1 Respon masyarakat adalah Tingkah laku balas atau tindakan masyarakat yang merupakan wujud dari persepsi dan sikap masyarakat terhadap suatu objek yangdapat dilihat melalui proses pemahaman, penilaian, pengaruh,atau penolakan, suka atau tidak suka serta pemanfaatan terhadap objek tersebut. 3 Keluarga Miskin adalah suatu unit masyarakat yang terkecil yang mempunyai hubungan biologis yang hidup dan tinggal dalam satu rumah yang standartekonominya lemah atau tingkat pendapatnya relatif kurang untuk memenuhi kebutuhan dasar pokok seperti sandang, pangan dan papan.

2.7.2. Defenisi Operasional

  Mengharapkan atau menghindari adalah kesiapan masyarakat untuk bertingkah laku yang berhubungan dengan adanya program raskinyang dilaksanakan oleh pemerintah dan dalam hal ini dapat diketahui bahwa masyarakat mengharapkan atau menghindari terhadap adanyaprogram. Kualitas adalah keterlibatan masyarakat dalam berperan serta melaksanakan program raskin yaitu bertata laku dengan baik makamasyarakat akan menjadi terinternalisasi dengan sikap dan nilai pribadi yang kondusif terhadap kualitas.

BAB II I METODE PENELITIAN

  Tipe Penelitian Teknik penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif, yaitu penelitian yang sekedar untuk melukiskan atau menggambarkan sejumlah variabelyang berkenaan dengan masalah dan unit yang diteliti, tanpa mempersoalkan hubungan antar variabel (menjalinnya antar variabel) (Faisal: 2008:20). Populasi dapat berupa organisme, orang, atau sekelompok orang,masyarakat, organisasi, benda dan objek, peristiwa, atau laporan yang semuanya Berdasarkan penngertian diatas yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Kelurahan Belawan I yang terdiri dari 31 lingkungan yangberjumlah 26.582 jiwa dan terdiri dari 5.643 rumah tangga.

3.4. Teknik Pengumpulan Data

  Penyebaran angket langsung (kuesioner), yaitu alat mengumpulkan data dengan menyebarkan angket yang berisikan pertanyaan-pertanyaan atau angket secara tertulis yang harus diisi dan responden. Data SkunderData skunder diperoleh dengan studi kepustakaan yaitu dengan membuka, mencatat, mengutip, data dari buku-buku, laporan-laporan penelitian,jurnal-jurnal, pendapat-pendapat para ahli/pakar dan sebagainya yang berhubungan dengan masalah penelitian dan dapat mendukungterlaksananya penelitian ini.

3.5. Teknik Analisa Data

  Untuk mengetahui apakah hasil dari respon tersebut maka digunakan interval sebagai skala pengukuran :i = nilai atas – nilai bawah variabel = 1- (-) 1 3= 2/3= 0,667 untuk mengetahui hasil respon program beras untuk keluarga miskin, maka dapatdilihat dari ketentuan interval berikut : 1. – 1,000 – 0,667 = Negatif 3.

BAB IV DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

  Sebelah Timur berbatasan dengan lautDalam rangka membangun dan mensukseskan tugas-tugas kepala kelurahan sebagai penanggung jawab dan penyelenggara di bidang pemerintahan, pembangunandan kemasyarakatan termasuk pembinaan ketentraman dan ketertiban, maka wilayah 4.2. Luas Wilayah Luas wilayah Kelurahan Belawan I yang merupakan wilayah kerja KecamatanMedan Belawan ini mempunyai luas 110 Ha yang terdiri dari jalan, jalur hijau, perkuburan, pertokoan/perdagangan, perkantoran, pasar, tanah wakaf, tempatberibadah dan perumahan (Data Kantor Lurah Belawan I: 2010).

4.3.1 Penduduk Berdasarkan Lingkungan

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kantor Kelurahan Belawan I tahun 2010 diketahui bahwa jumlah penduuduk Kelurahan Belawan I adalah 26.582 jiwa, yangtersebar di 31 lingkungan dengan distribusi tabel berikut Tabel 4.1 Komposisi Penduduk berdasarkan Lingkungan 378631731447692 24 25 26 27 28 29 30 31 SumateraVeteranVeteran P.10DeliBengkalisIndragiri GHIRokanSerdang EPAsahan PT 1-2Asahan PT 3-4Asahan RSKp. NelayanPancurStasiunAmanPerhatianSentosaKesenianPahlawanPersaudaraanSekolahAbadiDermawanSempurnaMujahirMakmurMelatiPapanPemancarAmalUjung Baru 1.073971 22 1035777667943 2.3561.021 757658955 1.076506896764747688765754225707 1.0261.1272.240 941 16185165129182146231159246173190163454194129157134104123195 43170115243171227228188189389223 4 Jumlah 26.582 5.643Sumber: Data Kantor Kelurahan Belawan I 2010 23 21 No Lingkungan Frekwensi Jiwa Frekwensi KK 9 1 2 3 4 5 6 7 8 10 20 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Data yang ada menunjukkan bahwa persebaran penduduk di Kelurahan tersebut dari lingkungan 1 sampai lingkungan 31 tidak merata, dimana jumlahpenduduk terbanyak terdapat di lingkungan Kp. Nelayan dengan jumlah 2.356 jiwa

4.3.1. Penduduk Berdasarkan Usia

11 Sumber: Data Kantor Kelurahan Belawan I: 2010 15,97Jumlah 26.582 100 10,467,122,926,06 6,535,319,29 6,4710,88 1,7017,22 7781.6134.246 4544.5801.7202.8931.7381.4122.4712.7831.894 120-12 bulan1-4 tahun5-6 tahun7-12 tahun13-15 tahun16-18 tahun19-25 tahun26-35 tahun36-45 tahun46-50 tahun51-58 tahunLebih dari 59 tahun Adapun komposisi penduduk Kelurahan Belawan I berdasarkan usia adalah sebagai berikut Tabel 4.2 Komposisi Penduduk Berdasarkan Usia No Kelompok Usia Frekwensi % 9 8 7 6 5 4 3 2 1 10 Data ini menunjukkan jumlah penduduk terbesar berdasarkan usia adalah berusia 1-4 tahun yaitu berjumlah 4.580 jiwa (17,22%) hal ini disebabkan olehbanyaknya para penduduk yang menikah di usia muda, diikuti penduduk yang berusia lebih dari 59 tahun sebanyak 4.246 jiwa (15,97%), sedangkan jumlah pendudukterkecil yaitu pada usia 0-12 bulan yaitu sebesar 454 jiwa (1,70%). Jumlah penduduk dalam usia yang produktif yaitu pada usia 19-35 tahun yang cukup banyak di Kelurahan Belawan 1 cukup bermanfaat dalam berkembangnyakelurahan di masa yang akan datang, karena masyarakat pada usia tersebut dapat membantu proses pembangunan dan pelaksanaan program-program yang dibuat olehpemerintah maupun swasta.

4.3.2. Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin

  7201335387236333580524557419361510 26 27 28 29 30 31 SumateraVeteranVeteran P.10DeliBengkalisIndragiri GHIRokanSerdang EPAsahan PT 1-2Asahan PT 3-4Asahan RSKp. Banyaknya jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin di Kampung nelayan dan lorong Pemancar menyebabkan banyaknya menimbulkan dua lingkunganini disebut menjadi lingkungan miskin hal ini terlihat dari jumlah penerima program raskin mayoritas dari kampung nelayan dan lorong pemancar.

4.3.3. Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian

  Masyarakat yang berkerja sebagai pedagang sebanyak 5.232 jiwa (33,63%), banyak yang masyarakat menekuni pekerjaan ini disebabkan wilayah yang cukupstrategis seperti adanya pelabuhan. Masyarakat yang bermata pencahariaan sebagai nelayan adalah sebanyak1.314 jiwa (8,44%), banyak masyarakat yang bekerja sebagai nelayan disebabkanKelurahan Belawan I memiliki laut yang luas dan di lengkapi dengan banyak jenis- jenis kekayaan laut.

4.3.4. Penduduk Berdasarkan Pendidikan

  7432.886 Penduduk yang memiliki tingkat pendidikannya SLTP sebanyak 1.557 jiwa(17,31%), penduduk yang memiliki tamatan SLTA adalah sebanyak 7.43 jiwa(8,27%), adapun yang memiliki Tamatan Sarjana (S1) adalah sebanyak 107 jiwa Sementara penduduk yang tidak tamat SD sebanyak 40 jiwa 4,54% hal ini disebakan banyaknya masyarakat yang menjadi buta huruf. Salah satu penyebab tingkat pendidikan di daerah kelurahan Belawan I sangat memprihatikan disebabkan tidak adanya sekolah-sekolah yang ada di tiap lingkungan,seperti terjadi di Kampung Nelayan di lingkungan ini hanya terdapat sekolah dasar bila penduduk atau anak-anak mereka ingin melanjutkan sekolah lebih tinggi haruspergi ke kota dengan biaya menyebrang yang cukup tinggi.

4.3.6. Penduduk Berdasarkan Suku

Tabel 4.7Komposisi Penduduk Berdasarkan Suku No Suku Frekwensi % 1 2 3 4 5 6 Adapun komposisi penduduk Kelurahan Belawan I berdasarkan Suku adalah sebagai berikut : 8 MelayuBatak TobaJawaMandailingBanjarKaroAcehNias 4.8574.6204.7814.7973.6751.823 873482 18,7417,8318,5418,5114,18 7,033,361,86 Jumlah 25.908 100Sumber: Data Kantor Kelurahan Belawan I: 2010 Berdasarkan tabel 4.7 dapat dilihat bahwa penduduk Kelurahan Belawan I suku Melayu sebanyak 4.857 jiwa atau sebesar 18,74%, diikuti suku Jawa sebanyak4.781 jiwa atau sebesar 18,54%, suku Mandailing sebanyak 4.797 jiwa atau sebesar18,51%, suku Batak Toba sebanyak 4.620 jiwa atau sebesar 17,83%, suku Karo 7

4.4 Organisasi Sosial Budaya

  Organisasi sosial budaya yang ada di Kelurahan Belawan I terdiri dari organisasi PKK, organisai Pemuda, Majelis Taklim, Kelompok gotong royong,Kelompok Swadaya Masyakat (KSM). Masyarakat Kelurahan Belawan I memiliki banyak organisasi sosial budaya yang mereka bentuk sebagaiwadah bersosialisasi, baik itu organisasi profesi atau punorganisasi yang berhubungan dengan keagamaan.

4.6 Struktur Pemerintahan

  Dalam menjalankan tugasnya Kepala Kelurahan Belawan I yang di pimpin oleh bapak Budi Ansyari, dibantu oleh tiga staff kelurahan yaitu Ka. Kesos oleh Bapak Ahmad Sofyan dan Ka.

BAB V ANALISA DATA Bab ini berisikan data yang diperoleh oleh peneliti yang berasal dari hasil

  penelitian dilapangan sesuai dengan metode yang digunkan, terutama dengan angket yang diberikan kepada responden. Selain itu peneliti juga melakukan wawancaradengan beberapa responden untuk melengkapi hasil yang didapat dari angket.

5.1 Karakteristik Umum Responden

  Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat Kelurahan Belawan IKecamatan Medan Belawan yang berjumlah 98 orang, yang terdiri dari KampungNelayan yaitu sebanyak 41 orang, Lorong Dermawan yaitu sebanyak 22 orang, danLorong pemancar yaitu sebanyak 35 orang. Berikut ini akan dijelaskan mengenai karakteristik umum dari responden yang diklasifikasikan berdasarkan jenis kelamin,usia, agama, pendidikan, suku, jumlah anak, pekerjaan dan penghasilan responden.

5.1.1 Data Jenis Kelamin Responden

  Jumlah responden perempuan terbanyakdisebabkan oleh banyaknya penduduk hanya sebagai ibu rumah tangga yang hanya bekerja untuk mengurus anak dan makanan suaminya sedang responden laki-lakimencari nafkah keluarga. Banyaknya jumlah responden perempuan dibandingkan dengan jumlah responden laki-laki hal ini disebabkan banyaknya responden yang peneliti jumpai diKelurahan Belawan I adalah responden perempuan yang rata-rata hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga.

5.1.2 Data Usia Responden

  26 Jumlah penduduk dalam usia produktif yang cukup banyak di KelurahanBelawan I cukup bermanfaat dalam perkembangan kelurahan dan tingkat kehidupan keluarga, karena masyarakat pada usia tersebut dapat membantu proses pembangunandan pelakssanaan program-program yang dibuat oleh pemerintahan atau swasta. Berdasarkan data dari tabel 5.2 diketahui bahwa kelompok usia responden adalah tergolong usia produktif dam rentang usia 32-37 tahun, yaitu sebanyak 28orang (28,57%) dari total jumlah penduduk.

5.1.3 Data Agama Responden

  Tabel 5.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Agama No Agama Frekuensi % 1 Islam 77 78,57 2 Katolik 4 4,08 3 Protestan 17 17,35Jumlah 98 100 Sumber: Kuesioner 2011Berdasarkan tabel 5.3 dapat diketahui bahwa mayoritas agama yang dianut oleh responden adalah agama Islam yaitu sebanyak 77 orang (78,57%) agama Katolik 4 orang (4,08%) dan agama Kristen Protestan sebanyak 17 orang (17,35%). Dapat diketahui dikelurahan Belawan I terdapat berbagai jenis agama yang bervariasi, namun variasi agama tersebut tidak menjadi pemisah diantara masyarakatmelainkan alat pemersatu, hal ini terbukti dengan tidak adanya perkelahian atau pertikaian yang didasari oleh perbedaan agama.

5.1.4 Data Latar Belakang Pendidikan Responden

  Banyaknya responden yang memiliki tingkat pendidikan SD dan SLTP itu mengakibatkan banyaknya responden buta huruf dan banyaknya terjadi pernikahandibawah usia dini, hal ini disebabkan rasa jenuh mereka yang dipaksa bekerja oleh orang tua demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga mereka. Rendahnya tingkatpendidikan mayoritas responden disebabkan oleh rendahnya tingkat ekonomi keluarga sehingga responden tidak dapat melanjutkan ke tingkat pendidikan yanglebih tinggi, dampak yang timbulakan yaitu mayoritas responden banyak yang bekerja sebagai buruh pabrik.

5.1.5 Data Suku Responden

Tabel 5.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Suku No Suku Frekuensi % 1 Batak Toba 23 23,47 2 Melayu 12 12,24 3 Jawa 41 41,84 4 Minang 5 5,10 5 Aceh 2 2,04 6 Banjar 14 14,29 7 Batak Karo 1 1,02Jumlah 98 100 Sumber: Kuesioner 2011Berdasarkan tabel 5.5 dapat dilihat bahwa mayoritas responden adalah suku Jawa yaitu sebanyak 41 orang (41,84%), sedangkan responden lainnya adalah sukuBatak toba sebanyak 23 orang (23,47%), suku Banjar 14 orang (14,29%), sukuMelayu sebanyak 12 orang (12,24%), suku Minang 5 orang (5,10%), suku Aceh sebanyak 2 orang (2,04%), Suku yang paling sedikit yaitu suku Batak karo yaitu 1orang (1,02%). Banyaknya variasi suku yang ada di Kelurahan Belawan I ini disebabkan banyaknya responden yang datang merantau, dengan banyaknya jenis-jenis suku didaerah ini menjadikan daerah Kelurahan Belawan I menjadi kelurahan yang tetap menjaga dan menjunjung tinggi dan memiliki berbagai keanekaragaman budaya yangberbeda-beda.

5.1.6 Data Jumlah Anak Responden

Tabel 5.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Anak No Jumlah Anak Frekuensi % 14 4,08 2 1-229 29,59 3 3-449 50,00 4 5-613 13,27 5 7-83 3,06 Jumlah 98 100Sumber: Kuesioner 2011 Data tabel 5.6 dapat diketahui bahwa mayoritas responden memiliki anak sekitar 3-4 orang yaitu sebanyak 49 orang (50,00%) responden yang memiliki anak 1-2 orang sebanyak 29 orang (29,59%) responden yang memiliki anak sebanyak 5-6 orang sebanyak 13 orang (13,37%) yang belum mempunyai anak sebayak 4 orang(4,08%) dan responden yang memiliki anak 7-8 orang yang sebanyak 3 orang (3,06%). Apabila dilihat dari jumlah anak yang dimiliki responden terbanyak yaitu 3-4 anak sebanyak 49 orang (50%) bila di tinjau dari tingkat ekonomi banyak anak-anakyang akan putus sekolah, tingkat konsumsi gizi untuk anak-anak tidak terpenuhi dan yang paling sering terjadi di daerah ini ialah memperkerjakan anak di usia dini, hal inibanyak terjadi di daerah Kampung Nelayan banyak anak yang bekerja di tambak- tambak ikan.

5.1.7 Data Pekerjaan Responden

  Tabel 5.7 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan No Pekerjaan Frekuensi % 1 Nelayan 25 25,51 2 Wirawasta/Berdagang 25 25,51 3 Ibu rumah tangga 28 28,57 4 Buruh 20 20,41Jumlah 98 100 Sumber: Kuesioner 2011Data yang ditampilkan pada tabel 5.7 dapat diketahui bahwa mayoritas responden bekerja sebagai Ibu rumah tangga sebanyak 28 orang (28,57%), banyakibu rumah tangga hanya menunggu hasil dari pekerjaan kepala rumah tangga. Pekerjaan responden sebagai wiraswasta sebanyak 25 orang (25,51%) yang terdiri dari berdasarkan bermacam jenis usahanya seperti, kedai kopi, jual gorengan,berjualan rempah-rempah dipasar dan ada sebagai buruh, yang terdiri buruh pabrik, buruh bangunan dan buruh cuci di rumah-rumah tetangganya sebanyak 20 orang(20,41%).

5.1.8 Data Penghasilan Responden

  Tabel 5.8 Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan No Penghasilan Frekuensi % 1 Tidak berpenghasilan 19 19,39 2 < 250.0002 2,04 3 260.000- 500.000 23 23,47 4 510.000- 750.00034 34,69 5 760.000- 1.000.00020 20,41 Jumlah 98 100Sumber: Kuesioner 2011 Pada tabel 5.8 dapat diketahui bahwa responden memiliki penghasilan rata- rata Rp.510.000-750.000 sebanyak 34 orang (34,69%). Hal ini disebabkan banyaknyaresponden yang bekerja sebagai buruh, wiraswasta dan nelayan dimana responden yang bekerja sebagai nelayan tidak memiliki penghasilan yang tetap seperti bilaterjadi pasang mati mereka tidak pergi melaut untuk menangkap ikan.

5.2 Responden Masyarakat Terhadap Program Raskin

Persepsi masyarakat Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan adalah suatu proses kognitif yang menghasilkan suatu pemahaman tentang program berasuntuk keluarga miskin yang disajikan dalam tabel dibawah ini:

5.2.1 Pengetahuan Responden Tentang Program Raskin

  Salah satu responden mengetahui program beras untuk keluarga miskin dari pihak kelurahan yang bernama Yanti (33 tahun) menjelaskan bahwa ia mengetahui Tabel 5.12 Pengetahuan Responden Tentang Tata Cara Memperoleh Raskin No Kategori Frekuensi % 1 Langsung Mengetahui 10 10,2 2 Belum mengetahui 88 89,8Jumlah 98 100 Sumber: Kuesioner 2011Data pada tabel 5.12 dapat diketahui bahwa mayoritas responden tidak mengetahui secara langsung tata cara bagaimana memperoleh beras untuk keluargamiskin. Ketetapan harga yang cukup tinggi yang terjadi di Kampung Nelayan merupakan hasil dari musyawarah yang dilakukan oleh masyarakat dengan pihakkelurahan yang menangani program raskin ini, berbeda dengan Lorong Dermawan dan Lorong Pemancar harga raskin tidak mengalami kenaikan harga.

5.2.2 Sikap Responden Tentang Program Raskin

  Pengukuransuatu program melalui sikap masyarakat dapat melalui beberapa bagian, seperti yang diuraikan pada hasil penelitian sebagai berikut: Sikap Responden Tentang Program Raskin Berdasarkan kuesioner yang telah dibagikan menunjukkan bahwa seluruh responden memberikan respon yang positif tentang program raskin tersebut,berdasarkan data dan hasil pengamatan peneliti seluruh responden menjelaskan bahwa mereka tertarik dan setuju dengan adanya program raskin tersebut. Responden yang menjawab program raskin kurang sesuai dengan aturan yang berlaku karena responden hanya mengetahui program raskin ini adalah programuntuk membagi beras dan tidak mengetahui aturan-aturan yang ada di dalam program raskin, serta tidak adanya sosialisasi yang berkelanjutan dengan tujuan untukmemberikan pemahaman bagi masyarakat tentang program raskin ini.

5.2.3 Partisipasi Responden Tentang Program Raskin

  Pernah Tidaknya Responden Diundang Untuk Menghadiri Musyawarah TentangProgram Raskin Berdasarkan dari tabel 5.35 dapat diketahui responden yang menjawab pernah mengikuti musyawarah sebanyak 78 orang dan dapat diketahui respondenyang menghadiri musyawarah tentang program raskin karena diundang sebanyak 68 orang dan sebanyak 10 orang menyatakan tidak pernah diundang untuk mengikutimusyawah tentang program raskin disebabkan mereka sibuk bekerja. Dapat diketahuisebnyak 37 orang mengetahui hasil sosialisasi program raskin tersebut dan sebanyak 13 orang tidak mengetahui dari hasil sosialisasi yang dibuat oleh pihak kepalalingkungan kerena tingkat pendidikan para responden yang cukup rendah dan adanya responden yang mengikuti sosialisasi buta huruf.

3 K = banyak kelas

  Hal ini disebabkan oleh pihak program raskin yang tidak melakukan kelanjutan dari sosialisasi raskin karena banyaknya masyarakat yang kurangmemahami tentang program ini. Kebutuhan akan beras kurang terpenuhi dengan adanya program raskinkarena kebutuhan pangan yang tinggi, hal ini disebabkan jumlah anggota keluarga responden yang banyak, serta kondisi ekonomi keluarga yang miskin.

BAB VI PENUTUP

6.1 Kesimpulan

  Dari hasil analisa data, maka dapat disimpulkan bahwa respon masyarakat terhadap program beras untuk keluarga miskin dapat dilihat dari tiga variabel, yaitu : 1. PengetahuanBerdasarkan hasil analisa dapat diketahui bahwa responden memiliki pengetahuan adalah positif terhadap program raskin dengan nilai 0,39 2.

6.2 Saran

  2 Disarankan kepada Pemerintahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan agar program raskin disosialisakan secara baik dan lebih luas sehingga penerimaprogram mengetahui pengertian , tujuan dan manfaat program tersebut. 3 Diharapkan bagi penerima program raskin agar tidak tergantung kepada program tersebut, tetapi menggunakan program ini sebagai kesempatan untuk dapatmembantu dalam mememnuhi kebutuhannya 4 Kepada masyarakat agar lebih berpartisipasi pada program-program yang diberikan oleh pemerintahan, apalagi yang menyangkut kepentingan masyarakatitu sendiri agar dapat memperoleh hasil yang lebih maksimal.

DAFTAR PUSTAKA

  Jakarta : KencanaThoha, Miftah, 1992, Perilaku Organisasi, Konsep Dasar dan Aplikasinya, Jakarta: CV Rajawali Sumber Lain http://www.ppk.or.id/download/program raskin kebijakan pemerintah dan permasalahan.pdf diakses pada tanggal 1 juli 2010 pukul 20.30 . program raskin kebijakan pemerintah dan permasalahan.pdf diakses pada tanggal 1 juli 2010 pukul 20.30 hhtp:www.bulog.co.id/sekilasraskin.php di akses pada tanggal 10 agustus 2010 pukul 23.00.http.www.bulog.co.id/sekilasraskin_v2.php di akses pada tanggal 10 agustus 2010 pukul.

Informasi dokumen
Respon Masyarakat Terhadap Program Beras Untuk Keluarga Miskin di Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan Data Jenis Kelamin Responden Tabel 5.1 Data Usia Responden Tabel 5.2 Data Agama Responden Tabel 5.3 Data Jumlah Anak Responden Tabel 5.6 Data Pekerjaan Responden Tabel 5.7 Data Latar Belakang Pendidikan Responden Tabel 5.4 Data Suku Responden Tabel 5.5 FasilitasPrasarana Tabel 4.8 Struktur Pemerintahan Kesimpulan Gambaran Umum Lokasi Penelitian Luas Wilayah Organisasi Sosial Budaya Keluarga Miskin Respon Masyarakat Terhadap Program Beras Untuk Keluarga Miskin di Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan Kesejahteraan Sosial Kerangka Pemikiran Latar Belakang Respon Masyarakat Terhadap Program Beras Untuk Keluarga Miskin di Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan Mekanisme Pembayaran dan Administrasi HPB Raskin Indikator Keberhasilan Program Mekanisme Perencanaan dan Pelaksanaan Partisipasi Responden Tentang Program Raskin Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian Penduduk Berdasarkan Lingkungan. Penduduk Berdasarkan Usia Penduduk Berdasarkan Pendidikan Penduduk Berdasarkan Agama Tabel 4.6 Pengaduan Masyarakat. Pengawasan Sosialisasi Program Pengetahuan Responden Tentang Program Raskin Tabel 5.9 Perumusan Masalah Sistematika Penulisan Respon Masyarakat Sikap Masyarakat Terhadap Program Beras Miskin Untuk Keluarga Miskin Sikap Responden Tentang Program Raskin Teknik Pengumpulan Data Teknik Analisa Data Tipe Penelitian Lokasi Penelitian Populasi dan Sampel
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Respon Masyarakat Terhadap Program Beras Untu..

Gratis

Feedback