Perancangan Instalasi Pompa Sentrifugal dan Analisa Numerik Menggunakan Program Komputer CFD Fluent 6.1.22. Pada Pompa Sentrifugal Dengan Suction Gate Valve closed 25%

Gratis

12
111
153
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Berbagai ilmu yang berkaitan dengan sub program studi konversi energy seperti mesin fluida, mekanika fluida dan pompa kompresor diaplikasikan dalam menyelesaikanperencanaan instalasi, percobaaan dan simulasi pompa sentrifugal yang digunakan. Yang menjadi pedoman dalam membuat instalasi pompa adalah kapasitas ( Q ) dan TinggiTekan ( H ) yang dibutuhkan dalam memompakan air tersebut.

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL

i LEMBAR PENGESAHANii LEMBAR PERSETUJUANiii SPESIFIKASI TUGASiv LEMBARAN EVALUASIv KATA PENGANTARvi ABSTRAKvii DAFTAR ISIviii DAFTAR TABELxi DAFTAR GAMBARxii DAFTAR NOTASIxvi 1.1 Latar Belakang 1 1.2 Batasan Masalah 2 1.3 Maksud dan Tujuan 3 1.4 Metode Penulisan 3 1.5 Sistematika Penulisan 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Prinsip – prinsip Pompa Sentrifugal 5 2.2 Klasifikasi Pompa Sentrifugal 6 2.3 Bagian – bagian Utama Pompa Sentrifugal 7 2.4 Unit Penggerak Pompa 9 2.5 Karakteristik Pompa Sentrifugal 9 2.6 Dasar – dasar Pemilihan Pompa 10 2.7 Head Pompa 11 2.7.1 Head Tekanan 13 2.7.2 Head Kecepatan 14

2.7.3 Head Statis Total

14 2.7.4 Kerugian Head ( Head Loss ) 15

2.7.4.1 Mayor Head Loss

  Distribusi vektor kecepatan yang terjadi pada pompa sentrifugal 89 Gambar 4.15. Distribusi kecepatan fluida pada impeller 89 Gambar 4.17 Grafik tekanan fluida vs jarak posisi tekanan fluida 90 Gambar 5.1 Kerugian - kerugian hidrolis 97 Gambar 5.2.

DAFTAR NOTASI SIMBOL KETERANGAN SATUAN

  Yang menjadi pedoman dalam membuat instalasi pompa adalah kapasitas ( Q ) dan TinggiTekan ( H ) yang dibutuhkan dalam memompakan air tersebut. Berdasarkan karakteristik akan diperoleh bahwa semakin besar suction gate valve open maka kapasitas akan semakin besar pula dan head simulasi lebih besar dari pada headpercobaan.

1.1. Latar Belakang

  Dunia industri sangat menginginkan suatu jenis pompa sentrifugal yang dapat beroperasi maksimal dan tahan dioperasikan dalam jangka waktu yanglama, hal ini tidak terlepas dari jenis pompa, pemasangan dan pengoperasian yang tepat sehingga akan bekerja sesuai dengan peruntukannya. Pompa ini akandigunakan pada instalasi yang akan dirancang di Laboratorium Mesin FluidaDepartemen Teknik Mesin dan bertujuan untuk memompakan air dari reservoir bawah ( ground tank ) ke reservoir atas ( roof tank ).

1.2. Batasan Masalah

  Perhitungan dan analisa karakteristik, serta efisiensi pompa sentrifugal 1.3 Maksud dan Tujuan Maksud dari perencanaan dan simulasi ini adalah untuk mengetahui analisa performansi dari pompa sentrifugal yang dipakai dengan menggunakanperhitungan matematis dan bantuan simulasi komputer sehingga diketahui kavitasi yang terjadi didalam rumah pompa ( housing pump ) pada instalasi yangdirancang. Tujuan dari perencanaan dan simulasi ini adalah untuk mensimulasikan aliran fluida yang terjadi didalam rumah pompa ( housing pump ) menggunakansoftware CFD Fluent 6.1.22 dengan menampilkan virtual ptototype dari pompa sentrifugal sehingga akan diberikan data – data, gambar – gambar, atau kurvayang menunjukkan prediksi dari performansi keandalan pompa sentrifugal yang digunakan pada instalasi yang dirancang.

1.5 Sistematika Penulisan

  BAB III : Metode Perencanaan, berisikan urutan dan cara yang dilakukan secara jelas dan sistematis dalam perancangan sebuahinstalasi pompa sentrifugal dan melaksanakan survey dalam pemilihan pompa sentrifugal yang digunakan pada instalasi yang akan dibuatserta perhitungan head pompa pada instalasi yang dirancang. BAB IV : Hasil Percobaan dan Simulasi, berisikan hasil analisis dari perencanaan yang telah dilaksanakan dan serta disimulasikan supayamendapatkan hasil yang maksimal dengan perbandingan hasil analisa manual dan simulasi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pompa adalah suatu alat yang digunakan untuk memindahkan suatu cairan dari suatu tempat ke tempat lain dengan cara menaikkan tekanan cairan tersebut. Kenaikan tekanan cairan tersebut digunakan untuk mengatasi hambatan -

  Klasifikasi pompasecara umum dapat diklasifikasikan menjadi 2 bagian yaitu pompa kerja positif ( positive displacement pump ) dan pompa kerja dinamis ( non positive displacement pump ). Salah satu jenis pompa kerja dinamis adalah pompa sentrifugal yang prinsip kerjanya mengubah energi kinetik ( kecepatan ) cairan menjadi energi potensial ( dinamis ) melalui suatu impeller yang berputar dalam casing.

2.1 Prinsip -Prinsip Dasar Pompa Sentrifugal

  Gaya sentrifugal bekerja pada impeller untuk mendorong fluida ke sisi luar sehingga kecepatan fluida meningkat. Kecepatan fluida yang tinggi diubah oleh casing pompa ( volute atau diffuser ) menjadi tekanan atau head.

2.2 Klasifikasi Pompa Sentrifugal

Pompa sentrifugal diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria, antara lain:

1. Kapasitas:

  Kapasitas rendah : < 20 m / jam3 2. Kapasitas menengah : 20-60 m / jam3 3.

2. Tekanan Discharge:

  Multi stage : Terdiri dari beberapa impeller yang tersusun seri dalam satu casing. Multi Impeller : Terdiri dari beberapa impeller yang tersusun paralel dalam satu casing.

3. Mixed fllow

2.3 Bagian-Bagian Utama Pompa Sentrifugal

  CasingMerupakan bagian paling luar dari pompa yang berfungsi sebagai pelindung elemen yang berputar, tempat kedudukan diffusor ( guide vane ), inlet dan outlet nozzel serta tempat memberikan arah aliran dari impeller dan mengkonversikan energi kecepatan cairan menjadi energi dinamis ( single stage ). Impeller Impeller berfungsi untuk mengubah energi mekanis dari pompa menjadi energi kecepatan pada cairan yang dipompakan secara kontinyu, sehingga cairan pada sisi isap secara terus menerus akan masuk mengisi kekosonganakibat perpindahan dari cairan yang masuk sebelumnya.

2.6 Dasar-dasar Pemilihan Pompa

  Dasar pertimbangan pemilihan pompa, didasarkan pada sistem ekonomisnya, yakni keuntungan dan kerugian jika pompa tersebut digunakan dandapat memenuhi kebutuhan pemindahan fluida sesuai dengan kondisi yang direncanakan. Melihat dan mempertimbangkan kondisi yang diinginkan dalam perencanaan ini, maka dengan mempertimbangkan sifat pompa dan cara kerjanya, dipilih pompasentrifugal dalam perencanaan ini, karena sesuai dengan sifat pompa sentrifugal, yakni: a.

2.7 Head Pompa

  Head pompa adalah energi per satuan berat yang harus disediakan untuk mengalirkan sejumlah zat cair yang direncanakan sesuai dengan kondisi instalasipompa, atau tekanan untuk mengalirkan sejumlah zat cair, yang umumnya dinyatakan dalam satuan panjang. Menurut persamaan Bernoulli yang berbunyi “ bila fluida inkompresibel mengalir sepanjang pipa yang penampangnya mempunyai beda ketinggian,perbedaan tekanan tidak hanya tergantung padaperbedaan ketinggian tetapi juga pada perbedaan antara kecepatan dimasing- masing titik tersebut ”.

1 A

  g H ST = Head statis ( m ) H L = Head loss dari A ke B ( m ) 2.7.1 Head TekananHead tekanan adalah perbedaan energi tekanan yang bekerja pada permukaan zat cair pada sisi tekan dengan energi tekanan yang bekerja pada permukaan zat cairpada sisi isap. Head tekanan dapat dinyatakan dengan rumus: P P P B A= − γ γ γDimana: P= Head tekanan ( m ) γP B = Energi tekanan pada permukaan zat cair pada sisi tekan ( m )γ P A= Energi tekanan pada permukaan zat cair pada sisi isap ( m ) γ 2.7.2 Head Kecepatan Head kecepatan adalah perbedaan antar energi kecepatan zat cair pada saluran tekan dengan energi kecepatan zat cair pada saluran isap.

2.7.4.1 Mayor Head Loss ( Mayor Loss )

Merupakan kerugian energi sepanjang saluran pipa yang dinyatakan dengan rumus : 2 L V h f=fd 2 gDimana: h f = Mayor loss ( m )f = Faktor gesekanL = Panjang pipa ( m )V = Kecepatan fluida dalam pipa ( m/det ) d = Diameter dalam pipa ( m ) Harga f ( faktor gesekan ) didapat dari diagram Moody sebagai fungsi dari Angka Reynold ( Reynolds Number ) dan Kekasaran relatif ( Relative Roughness -ε/D ), yang nilainya dapat dilihat pada grafik sebagai fungsi dari nominal diameter pipa dan kekasaran permukaan dalam pipa ( e ) yang tergantung dari jenis materialpipa.Sedangkan besarnya Reynolds Number dapat dihitung dengan rumus : Vdρ Re= µ Dimana:Re = Reynold Number 3 = Massa jenis fluida (kg/m ) ρV = Kecepatan rata-rata aliran (m/det) d = Diameter dalam pipa (mm) 2 = Dynamic viscosity (N.s/m ) µ Apabila aliran laminar ( Re < 2100 ), faktor gesekan ( f ) dapat dicari dengan pendekatan rumus: 64 f= Re 2.7.4.2 Minor Head Loss ( Minor Loss ) Merupakan kerugian head pada fitting, elbow dan valve yang terdapat sepanjang sistem perpipaan. Dapat dicari dengan menggunakan Rumus: g vk hm 2 2= Dimana: h m = Minor loss ( m ) k = Koefisien kerugian dari fitting, elbow dan valve 2.7.4.3 Total Loss Total loss merupakan kerugian total sistem perpipaan, yaitu : m f toth h h Dimana: h tot = Total loss (m)h f = Total mayor loss (m) h m = Total minor loss (m)

2.8 Kecepatan Spesifik Pompa Performansi pompa sentrifugal (kecuali turbin regenerative) dihubungkan pada suatu parameter yang disebut kecepatan spesifik ( specific speed ). Seperti yang didefinisikan oleh The Hydraulic Institute hal ini merupakan hubungan antara kapasitas, tinggi tekan, dan kecepatan pada

efisiensi optimum yang mengklasifikasikan impeller pompa dengan respek terhadap persamaan geometris. Kecepatan spesifik merupakan sebuahbilangan aljabar yang dinyatakan sebagai: 1 2 QNs n = 3 4 H Dimana:N S = Kecepatan spesifik pompa ( m/min ) n = Putaran pompa ( rpm )

3 Q = Kapasitas pompa (m /min)

H = Head total pompa (m)

2.9 Daya pompa

Daya pompa ialah daya yang dibutuhkan poros pompa untuk memutar impeler didalam memindahkan sejumlah fluida denga kondisi yang diinginkan.Besarnya daya poros yang dibutuhkan dapat dihitung berdasarkan ( Fritz dietzel.Hal 243 ) N = P Dimana:N p = daya pompa (watt )3 Q = kapasitas pompa ( m /s ) H p = head pompa ( m )3 ρ = rapat jenis fluida ( kg/m )= effisiensi pompa η p

2.10 Aliran fluida

Aliran dalam pemipaan akan terjadi dari titik yang mempunyai head hidrolik yang lebih tinggi ( energi internal per satu-satuan berat air ) ke head yang lebih rendah,dimana terjadi kehilangan energi hidrolik di sepanjang pipa. Kehilangan energi hidrolik sepanjang pipa secara umum disebabkan oleh:

A. Kerugian Head Mayor

  Kerugian head ini terjadi akibat adanya gesekan antara dinding pipa dengan fluida yang mengalir di dalamnya. Persamaan umum yang dapat digunakan untukmencari head losses akibat gesekan dalam pipa dapat dilakukan dengan menggunakan: a.

a. Persamaan Darcy - Weisbach 1. Memberikan hasil yang lebih baik untuk pipa yang relatif pendek

  Populer atau sering dipakai untuk perhitungan dengan beda energi besar. Persamaan ini secara teori paling bagus dan dapat digunakan ke semua jenis fluida.

b. Persamaan Hazen - Williams:

  Umumnya dipakai untuk menghitung kerugian head dalam pipa yang relatf sangat panjang seperti jalur pipa penyalur air minum. Persamaan Hazen - Williams paling banyak digunakan untuk menghitung head losses, tetapi biasa digunakan untuk semua fluidaselai dari air dan digunakan hanya untuk aliran turbulen.

B. Kerugian Head Minor

Kerugian ini diakibatkan adanya perubahan dalam geometri aliran seperti katup, belokan, perubahan diameter pipa, sambungan saluran masuk dan keluarpipa.

2.11 Computational Fluid Dynamic (CFD) Fluent

  Dan Fluent adalah salah satu jenis program CFD yang menggunakan metode elemenhingga dan Fluent juga menyediakan fleksibilitas mesh yang lengkap, sehingga dapat menyelesaikan kasus aliran fluida dengan mesh (grid) yang tidak terstruktursekalipun dengan cara yang relatif mudah. Pada proses solver, terdapat 3 persamaan atur aliran fluida yang menyatakan hukum kekekalan fisika, yaitu : 1) massafluida kekal; 2) laju perubahan momentum sama dengan resultansi gaya pada partikel fluida (Hukum II Newton); 3) laju perubahan energi sama denganresultansi laju panas yang ditambahkan dan laju kerja yang diberikan pada partikel fluida (Hukum I Termodinamika).

2.11.3 Penggunaan CFD Fluent pada Pompa Sentrifugal

  Pada pompa sentrifugal, yang dapat dianalisa oleh CFD Fluent ini adalah airan fluidanya, dimana dengan CFD Fluent ini kita dapat mensimulasikan vektor - vektor kecepatan yang terjadi pada impeler dan rumah keongpompa tersebut. Pada gambar 2.7 dan gambar 2.8 merupakan contoh hasil dari simulasi pompa sentrifugaldengan massa alir 0,5 kg/s dan tekanan pompa 0,5 atm.

BAB II I METODE PERENCANAAN Dalam memilih suatu pompa untuk suatu maksud tertentu, terlebih dahulu

  harus diketahui kapasitas aliran serta head yang diperlukan untuk mengalirkan zat cair yang akan di pompa pada instalasi yang akan dibuat. Selain dari pada itu, agar pompa dapat bekerja tanpa mengalami kavitasi, perlu ditaksir berapa tekanan minimum yang tersedia pada sisi masuk pompa yangterpasang pada instalasinya.

3.1 Skema Instalasi Pompa Yang Direncanakan

  Head total pompa yang harus disediakan pompa untuk mengalirkan jumlah fluida seperti yang direncanakan dapat ditentukan dari kondisi instalasi yang akandilayani oleh pompa tersebut. Dengan menyatakan bahwa titik A pada permukaan fluida tangki bawah dan titik B pada permukaan fluida tangki atas, maka head pompa secara umum dinyatakan dengan persamaan: V + H S + H L∆H ∆H Dimana:= perbedaan head tekanan ( m ) ∆H PV = perbedaan head kecepatan ( m ) ∆H H S = head statis ( m )H = kerugian head ( m ) L 3.3.1 Perbedaan Head Tekanan ( P ) ∆H Head tekanan merupakan energy yang dibutuhkan untuk mengatasi perbedaan tekanan pada sisi isap dengan sisi tekan.

3.3.3 Perbedaan Head Statis ( ∆Hs )

3.3.4 Kerugian Head

  Kerugian head sepanjang pipa terbagi atas 2, yaitu kerugian akibat gesekan sepanjang pipa / kerugian mayor ( h f ) dan kerugian akibat adanya kelengkapanpada instalasi pipa / kerugian minor ( h m ). Kerugian akibat gesekan tergantung pada kekasaran dalam pipa dan panjang pipa.

3.3.4.1 Kerugian Head sepanjang Pipa Isap ( h ls ) a Kerugian Head Akibat Gesekan Pada Pipa Isap ( h fs )

  Table 3.1 Kekasaran relative ( ε ) dalam berbagai bahan pipa Pipeline Material Absolute Rougness ( ε )Ft mm Glass and varicus plastic( e.g, PVC and PE pipes ) ( hydraulically smooth ) ( hydraulically smooth ) Drawn tubings ( e.g. Adapun jenis dan jumlah kelengkapan tersebut adalah sebagai berikut: Gate valve 1 buah −o Elbow 90 long regular 1 buah − Tabel 3.2 Nilai koefisien K untuk tipe screwed Nominal Screwed Diameter,in ½ 1 2 4 Valve (fully open): Globe 14 8,2 6,9 5,7 Gate 0,30 0,24 0,16 0,11 Swing check 5,1 2,9 2,1 2,0Angle 9,0 4,7 2,0 1,0 Elbows 45 regular 0.39 0.32 0.30 0.29 90 regular 2.0 1.5 0.95 0.64 90 long radius 1.0 0.72 0.41 0.23 180 regular 2.0 1.5 0.95 Th 0.64 Bruce R.

3.3.4.2 Kerugian Head sepanjang Pipa Tekan ( h ld ) a Kerugian Head Akibat Gesekan Pipa Tekan ( h fd )

  Oleh karena jenis elbow pipa tekan sama dengan jenis elbow pada pipa isap maka besarnya koefisien kerugian ( k ) dari instalasi pipa tekan seperti padatabel dibawah: Pipa tekan dari pompa menuju roof tank direncanakan menggunakan ukuran pipa standart ANSI B.36.10 Shcedule 40 dengan ukuran pipa nominal 1inci dan bahan pipa adalah Galvanized iron yang sama dengan pipa hisap. Tipe impeller suatu pompa ditentukan berdasarkan putaran spesifik pompa tersebut [ Khetagurov, hal 205 ]: n Q P n s =34 HPDimana: n s = putaran spesifik ( rpm )n P = putaran pompa ( rpm )Q = kapasitas pompa ( gpm ) = 90 ltr / mnt = 23,778 gpm 2850 23 , 778( ) n s =34 32 , 373( ) = 1023,989 rpm= 1024 rpm Dari table dibawah diketahui bahwa untuk putaran spesifik, n s = 1024 rpm maka jenis impeller yang sesuai adalah jenis Radial flow.

3.6 Efisiensi Pompa Pada Instalasi Yang Dirancang

  Fritz diesel hal: 248 ]: Q1−n n menit q =43 H Dimana: n = kecepatan spesifik (q3 1 menit ) Q = kapasitas pompa ( m s ) n = kecepatan kerja / putar pompasehingga didapat: . 00151 −n 2850 menit q =43 9 , 87 ( ) = 19,82 1 menitMaka akan didapat nilai efisiensi hidrolis sebesar: 15 19.82 20( 1 menit ) n qh 0.91 h 0.94 η η 20 19 , 82 , 94 h − − η( ) ( ) = 20 15 , 94 , 91 − − η = 0,9389 h Kerugian volumetris disebabkan adanya kebocoran aliran setelah melalui impeler, yaitu adanya aliran balik menuju sisi isap.

3.7 Daya Pompa Pada Instalasi yang Dirancang

Besarnya daya pompa untuk mengalirkan air atau daya yang dibutuhkan untuk menggerakkan impeller yang dicari dengan persamaan [ Fritz Dietzel, hal243 ]: gHQρ Np = η P Dimana :H = Head pompa = 9,87 m 3 Q = Kapasitas pompa = 0,0015 m /s 3 g = Massa jenis air pada temperatur 20 C = 1000 kg/m P η = efisiensi motor pompa = 83,3% Sehingga: N = P = 173,99 WSehingga daya pompa yang diperlukan untuk mengalirkan air atau daya yang untuk menggerakkan impeller pada instalasi yang dirancang ini adalah 173,99 W 3.8 Spesifikasi Pompa Yang Digunakan Pada Instalasi. Untuk menentukan jenis pompa yang sesuai dengan instalasi perlu diperhatikan data-data spesifikasi pompa perencanaan, sebagai berikut:Kapasitas Pompa ( Q ) : 90 ltr / mntHead Pompa ( H ) : 9,87 mJenis Pompa : Pompa RadialPutaran Spesifik ( n s ) : 1024 rpmTipe impeller : Radial FlowEfisiensi Pompa ( : 83,3 % P η ) Daya Pompa ( N ) : 173,99 W p Dengan memperhatikan data-data pada pompa perencanaan maka dapat ditetapkan pompa yang akan digunakan dalam instalasi adalah :Merk : DMY water pumpTipe : AQUA - 175Tinggi Tekan : 18 meterKapasitas : 90 Ltr/mntDaya : 175 WattPutaran : 2850 rpm Gambar 3.5 Pompa Sentrifugal

3.9 Ukuran Impeller dan Rumah Pompa

3.9.1 Bentuk dan Ukuran Impeller

  Untuk dapat memperoleh ukuran poros dan impeller pada pompa maka dilakukan pengukuran pada impeller. Adapun bentuk impeller yang akan diukuradalah seperti yang tertera pada gambar dibawah ini : Gambar 3.6 Bentuk impeler yang digunakan dalam pompa Gambar 3.7 Ukuran – ukuran utama pada impeler Keterangan: a.

3.9.1.1 Kecepatan dan Sudut Aliran Fluida Impeler

A. Kecepatan dan Sudut Aliran Fluida Masuk Impeler

  0015751/2 × , 0272( ) . 10 = 4,27.10 V O3− 2 , 00535 .

2. Kecepatan Tangensial ( U 1 )

  Kecepatan tangensial pada sisi masuk impeler ditentukan dengan persamaan [ Magdy Abou Rayan, hal 102 ] :2 U 1 = 60 . 1 p n dπ = 602850 10 .

3. Sudut Tangensial ( β

Untuk aliran fluida masuk secara radial ( 4= 34,28 β1 : Sudut sisi masuk Kecepatan tangensial pada sisi masuk impeler 1 : U 1 : Kecepatan relatif pada sisi masuk impeler : Kecepatan fluida radial sisi masuk W Gambar 3.8 Segitiga Kecepatan pada sisi masuk Ket. Maka segitiga kecepatan diatas pada sisi masuk impeler dapat digambarkan sebagai berikut: 6 5 , α = 90 ), maka sudut sisi masuk 6 ,      = arc tan 1 ) ) dapat dihitung dengan persamaan berikut [ Magdy Abou Rayan, hal 102 ]:111 arctan β ( V V r= β

B. Kecepatan dan Sudut Aliran Keluar Impeler

  Sudut tangensial Keluar Impeler ( β2 ) = 19,25 m/s 33 Dari gambar 3.8 dapat diketahui bahwa kecepatan relatif pada sisi masuk impeler ( W 602850 129 10 .14 , = n dπ 60 . Kecepatan Radial Aliran ( V r2 ) 4= 7,988m/s = 28 ,34 sin 5 , 1 = ) adalah :W 1 12β + β =53,82 - 34,28 β = 53,82 β = 19,52 4.

3.9.1.2 Melukis Bentuk Sudu

  Metode koodinat polarDalam melukis bentuk sudu sering digunakan metode arcus tangent, yaitu dengan membagi-bagi impeler beberapa ruang konsentris diantara jari-jari R 1 dan R 2. Jarak masing-masing lingkaran adalah : Dimana :R 1 = jari-jari lingkaran sudu sisi masuk impeler = d / 2 = 44,2/2 = 22,1 mm 1 R 2 = jari-jari lingkaran sudu sisi keluar = d 2 /2 = 129/2 = 64,5 mm i = jumlah bagian yang dibentuk oleh lingkaran konsentris direncanakan 4 bagian.

4 Jari-jari kelengkungan busur pada setiap lingkaran dapat dihitung dengan

  persamaan:= Dimana : i = menyatakan lingkaran bagian dalamo = menyatakan lingkaran bagian luar Harga-harga setiap jari-jari busur dan sudut pada setiap bagian lingkaran yang membentuk sudu impeler dihitung dan ditabelkan pada tabel berikut ini: 22 – 2 Link R R R RR cos R cos i 2 (mm) (mm ) 27 38,58 10,47 805,6 38,45D 53,9 2905,21 23,26 49,52 10,94 1030,32 47,09 2 64,5 4160,25 19,52 60,79 11,27 1255,04 55,65Adapun langkah-langkah melukis sudu impeler adalah sebagai berikut : 1. Tentukan titik W sebagai pusat lingkaran 1 dan b pada garis AA’ dengan jari- jari 29,37 mm dari titik A, lukis busur lingkaran yang berpusat di W dari titikA hingga berpotonan dengan lingkaran b, tandai dengan titik C.

3.9.2 Bentuk dan Ukuran Rumah Pompa

  Rumah pompa adalah bagian yang sangat penting dari sebuah pompa yang berfungsi untuk mengalirkan fluida dan mengubah energi kinetic fluida menjadienergi tekanan. Jenis ini biasanya digunakan untuk pompa satutingkat dan konstruksinya sangat sederhana 3.9.2.1 Bentuk Rumah Pompa Untuk menggambarkan rumah pompa volute, rumah pompa dibagi atas 8 bagian penampang masing- masing 45, 90, 135, 180, 225, 315, dan 360.

3 D

  3α v π sin Dimana :A = Luas Saluran keluar kerongkongan thr b 3 = lebar saluran keluar kerongkongan = b 2 + 0,025 r 2 [ Khetagurov, hal 248 ] = 8 mm + 0,025 ( 64,5 mm)= 4,1125 mm D = 2r , dimana nilai r = ( 1,02 1,05 )r , dalam perencanaan ini 3 3 3 2÷ diambil nilai r 3 = 1,035 r 2 [ Khetagurov, hal 248 ]. = jari-jari lintasan antara casing dengan impeler r 2 = A v A =Untuk v = 90 , maka diperoleh : vi A v = A thrDimana: r Bentuk rumah pompa adalah rumah volute sehingga luas daerah diantara rumah pompa dan impeler merupakan fungsi sudut volute ( v ) dalam sistemradial lingkaran, dapat dihitung dengan persamaan [ Stepanoff, hal 115 ] = 213,211 mm = 213,211= 53,30 mm π .

3.9.2.4 Penampang dan Jari-Jari Volute

thr

2 Besarnya harga r v diperoleh dari

  r v = r vi 2 2 = Jari – jari keluar impeler = 64,5 mm t = Jarak impeler dengan lidah volut, biasanya 8% dari jari – jari keluar impeler [Khetagurov, hal 246]. Dimana besar jari-jari tiap lingkaran tersebut sudah ditentukan dan dilukis pada sudut tertentu, dimana diwakili pada sudut 0, 90, 180, 270 dan 360 3.

3.10 Pelaksanaan Perancangan

3.10.1 Diagram Alir Perancangan

Secara garis besar pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan berurutan dan sistematis,seperti ditunjukkan pada gambar 3.1 START 3 Menggambar bentuk dari impeller dan rumah pompa dengan menggunakanAUTOCAD SELESAI Gambar 3.14 Diagram aliran pelaksanaan Perancangan

3.10.2 Hasil Akhir dari Perancangan

Adapun hasil akhir dari perancangan Instalasi pompa ini dapat dilihat dari gambar dibawah ini : Gambar 3.15 Pandangan Depan Instalasi Pompa Gambar 3.16 Pandangan Samping Instalasi Pompa

BAB IV HASIL SIMULASI

  4.1 Pendahuluan Sistem yang dilakukan dalam analisa memprediksi aliran fluida yang terjadi pada pompa yaitu pengambilan data dari pengujian kapasitas pompa permenit pada Laboratorium Mesin Fluida Departemen Teknik Mesin. Dari analisa aliran fluida ini akan diketahui besar tekanan dan kecepatan disisi keluar ( outlet ) sehingga akan tampak bagian -bagian pada impeller atau rumah pompa yang kemungkinan akan terjadi kavitasi.

4.3 Perhitungan Tinggi Tekan ( Head ) Pompa

  Secara matematis tinggi tekan pompa dapat dihitung: H ( gate closed 25% ) = H V + H S + H L Dimana:H ( gate closed 25% ) = Tinggi tekan pompa dengan gate valve closed 25% ( m ) H V = Tinggi Tekan ( head ) kecepatan ( m ) H S = Tinggi tekan statik, pada Bab 3 telah dibahas H S =2m H L = kerugian head ( m )Untuk mempermudah perhitungan tinggi tekan, maka dibedakan kehilangan tinggi tekan pada pipa isap ( h s ) dan kehilangan tinggi tekan pada pipatekan ( h d ). 4.3.1 Tinggi Tekan ( Head ) Kecepatan Head kecepatan dapat dihitung dengan terlebih dahulu menentukan kecepatan aliran pada pipa isap instalasi yaitu sebagai berikut:Dimana: V S = kecepatan aliran pada pipa isap ( m )Q = kapasitas aliran untuk gate valve closed 25% = 0,001147A = luas pipa isap dengan diameter d is = 0,0266 m V S == 2,062 Kecepatan aliran pada sisi tekan adalah sama dengan kecepatan aliran sisi isap sehingga beda head kecepatan adalah nol.

a. Kerugian Head Akibat Gesekan ( h fs )

  Dari diagram moody untuk bilangan Reynold = 53773,72 dan e/ d is = 0,005639 dengan cara interpolasi maka akan diperoleh factor gesek ( f ) = 0,0334. ms Dimana: h 22∑ V nks g Besarnya kerugian akibat adanya kelengkapan pipa dapat diperoleh dengan persamaan:h ms = × × × L s is 12 0,0266 08 , 22,062 9 81 , ( ) = 0,0334 × 22 Table 4.1 Kenaikan kehilangan tinggi tekan dengan tipe bukaan katup K RatioK open Condition Gate Valve Globe Valve Open 100% 1,0 1,0Closed 25 % 3,0 - 5,0 1,5 - 2,0Closed 50% 12 – 22 2,0 - 3,0 Closed 75% 70 – 120 6,0 - 8,0Th Sumber:Bruce R.

4.3.3 Tinggi Tekan pada Pipa Tekan

  Kerugian Head Akibat Gesekan Pipa Karena bahan dan diameter pipa tekan ini sama dengan pipa isap, maka bilangan Reynold ( Re ) = 53773,72 dengan factor gesekan ( f ) = 0,0334 danpanjang pipa isap 460 cm adalah sama besarnya dengan perhitungan pada pipa isap. Dalam perencanaan ini dipilih 15%, maka besarnya head pompa dengan gate valve closed 25 % yang akan dirancang adalah:H ( gate closed 25 % ) = 6,0229 x ( 1 + 0.15 ) = 6,9263 m 4.4 Analisa Kavitasi pada Pompa Sentrifugal dengan Gate Valve closed 25% Kavitasi adalah peristiwa terbentuknya gelembung-gelembung uap di dalam cairan yang terjadi akibat turunnya tekanan cairan sampai di bawah tekananuap jenuh cairan pada suhu operasi pompa.

4.4.1 Net Positive Suction Head (NPSH)

  Untuk menghindari kavitasi diusahakan agar tidak ada satubagianpun dari aliran didalam pompa yang mempunyai tekanan statis lebih rendah dari tekan uap jenuh cairan pada temperatur yang bersangkutan. Ada dua macam NPSH, yaitu NPSH yang tersedia pada sistem ( instalasi ), dan NPSH yang diperlukan oleh pompa.

4.4.1.1 Net Positive Suction Head Available ( NPSH yang tersedia )

NPSH valve closed 25% yang tersedia adalah head yang dimiliki oleh zat cair pada sisi isap pompa dikurangi dengan tekanan uap jenuh zat cair ditempattersebut yang mana gate valve closed 25%. Dalam hal pompa yang mengisap zat cair dari tempat terbuka, maka besarnya NPSH valve closed 25% yang tersedia dapatdituliskan sebagai berikut: =Dimana: = NPSH yang tersedia ( m )P a = tekanan atmosfirP v = tekanan uap jenuh air pada temperatur 20 C = 2340

2 N/m

3 = berat zat cair per satuan volume = 9790 N/m γ h s = head isap statis ( m ), h s adalah positif ( bertanda +) jika pompa terletak diatas permukaan zat cair,dan negatif ( bertanda - ) jika dibawah. = 0,78 m h ls = kerugian head didalam pipa isap = 1,8996 mSehingga NPSH yang tersedia sesuai dengan persamaan diatas adalah: = 0,78 1,8996= 7,431 m

4.4.1.2 Net Positive Suction Head Required (NPSH yang diperlukan)

  Agar tidak terjadi pengupan zat cair, maka tekanan pada lubang masuk pompa dikurangi dengan penurunan tekanan didalam pompa harus lebih tinggidari pada tekanan uap zat cair. hal 380 Sehingga besarnya NPSH yang diperlukan adalah: NPSH R = 0,051 x 6,9263 m= 0,3532 m ≥ NPSHdiperlukan dengan gate valve closed 25%, sehingga pompa yang digunakan untuk melanyani instalasi yang dirancang dapat beroperasi tanpa kavitasi.

4.5 Permodelan Geometri dan Hasil Analisa Numerik

  GAMBIT ( Geometry And Mesh Building Intelligent Toolkit )GAMBIT merupakan salah satu preprocessor yang membantu untuk membuat geometri dan melakukan diskritisasi (meshing) pada modeluntuk dapat dianalisa pada program FLUENT. FLUENTFLUENT merupakan solver dan postprocessor yang menggunakan metode elemen hingga untuk menyelesaikan berbagai macam kasus aliran fluidadengan mesh yang tidak terstruktur sekalipun dengan cara yang relatif mudah.

4.5.1 Proses permodelan pompa sentrifugal

  Gambar 4.5 Tampilan Hasil setelah memasukan titik-titiknya 2 ( diameter sisi keluar impeller )Lingkaran D h dan D 2 dibuat pada toolbox geometry, kemudian pilih createreal circular face, dengan D h = 27 mm dan D 2 = 64.45 mm kemudian apply c. Memotong bidang geometri ( substract )Setelah lingkaran-lingkaran terbentuk, kemudian bidang geometri lingkaran luar tersebut dipotong dengan sudu-sudu dan lingkaran dalamdengan menggunakan ikon substract face pada toolbox geometry dan shaded pada global control Gambar 4.6 Tampilan hasil dari substract face dan shaded d.

4.5.2 Proses solving dan postprocessing geometri impeller pompa sentrifugal

  Geometri yang sudah dibuat di program GAMBIT akandieksekusi di program ini dan data – data sifat fisik dari geometri tersebut diinput dalam program ini sebelum dimasukkan pada proses iterasi yang kemudian akanmenghasilkan data-data yang diinginkan, dalam hal ini akan dihasilkan distribusi tekanan, distribusi turbulensi dan distribusi impeler kecepatan. Hasil analisa dari impeller pompa sentrifugal ini dapat juga memberitahu daerah- daerah yang kemungkinan terjadinya kavitasi akibat dari tekanan rendahyang terjadi dan daerah tersebut akan dapat dilihat pada distribusi tekanan nanti.

4.5.3 Proses solving dan postprocessing geometri rumah pompa

  Geometri yang sudah dibuat di program GAMBIT akandieksekusi di program ini dan data – data sifat fisik dari geometri tersebut diinput dalam program ini sebelum dimasukkan pada proses iterasi yang kemudian akanmenghasilkan data-data yang diinginkan. Gambar 4.10 Rumah pompa dalam GAMBIT Diatas telah dibahas mengenai langkah – langkah pengerjaan Fluent sehingga dari hasil analisa rumah pompa sentrifugal ini akan diberitahukandistribusi kecepatan, distribusi turbulensi, serta distribusi tekanan pada rumah ( housing ) pompa tersebut.

4.6 Analisa kavitasi dan performansi dari pompa sentrifugal

4.6.1 Analisa kemungkinan kavitasi yang terjadi

  Kavitasi adalah peristiwa terbentuknya gelembung-gelembung uap di dalam cairan yang terjadi akibat turunnya tekanan cairan sampai di bawah tekanan o uap jenuh cairan ( dimana suhu air yang digunakan adalah 20 C, maka nilai 2 tekanan uap air jenuh adalah sebesar 2340 N/m ) pada suhu operasi pompa. Gambar 4.12 Distribusi tekanan fluida pada rumah pompa sentrifugal Dari hasil simulasi aliran fluida di atas, ditunjukkan bahwa tidak terdapat daerah-daerah yang berpeluang untuk mengalami kavitasi pada impeler pompasentrifugal ini, karena tidak terdapat daerah – daerah yang memiliki tekanan dibawah tekanan uap air jenuh.

4.6.2 Analisa performansi dari pompa sentrifugal

  Dengan menggunakan nilai kecepatan masuk untuk gate valve closed 25% V = 2,062 m/s maka akan didapat kecepatan rata – s rata yang berada di sisi keluar rumah pompa ( V d ). Gambar 4.14 Distribusi vektor kecepatan yang terjadi pada pompa sentrifugal Maka dari hasil distribusi diatas didapatkan nilai kecepatan rata-rata pada sisi tekan pompa sentrifugal ( V d ) tersebut sebesar 5,1 m/s.

4.7 Perhitungan Tinggi Tekan ( Head ) Pompa Berdasarkan Hasil Fluent

Berdasarkan hasil analisa Fluent diatas tampak bahwa kecepatan aliran fluida mengalir disisi pipa tekan adalah 5,1 m/s, sehingga dapat dihitung tinggitekan (head) berdasarkan hasil simulasi.

4.7.1 Tinggi Tekan ( Head ) Kecepatan

Head kecepatan dapat dihitung dengan menggunakan persamaan dibawah ini. =Dimana: = beda head kecepatan= kecepatan aliran pada pipa tekan = keceparan aliran pada pipa isapMaka: == 1,1089 m 4.7.2 Tinggi Tekan pada Pipa Isap Dari pembahasan sebelumnya, untuk kecepatan aliran fluida pada pipa isap 2,062 m/s telah dibahas tinggi tekan ( head ) yang terjadi yaitu sebesar h ls =1,8996 m 4.7.3 Tinggi Tekan pada Pipa Tekan

a. Kerugian Head akibat gesekan

  Besarnya kerugian head akibat gesekan pada pipa tekan menurut Darcy-Weishbach dapat diperoleh dengan persamaan berikut:2 Ls d V h fd = f ×dis 2 g Untuk menentukan factor gesekan ( f ) terlebih dahulu ditentukan harga bilangan Reynold, dimana: V dd is Re =υ Dengan:= kecepatan aliran pada pipa tekan = 5,3 m/s Sehingga diperoleh:Re = = 133000 Aliran yang terjadi adalah “ Turbulen “. Sehingga besarnya kerugian gesek sepanjang pipa isap menurut Darcy-Weishbach adalah : = 1,723 m = 8,5=11.26 m md Sehingga dapat dihitung besarnya kerugian head akibat kelengkapan pipa pada pipa tekan adalah sebagai berikut:h Besarnya koefisien kerugian akibat kelengkapan pipa untuk gate valve closed 25% adalah 8,5 m.

BAB V KARAKTERISTIK POMPA

5.1 Karakteristik Pompa Berdasarkan Hasil Perhitungan

  Karakteristik sebuah pompa perlu diketahui sebelum pompa dioperasikan, karakteristik pompa dapat diketahui dengan melakukan eksperimen terhadappompa yang bersangkutan serta dengan melakukan pendekatan teoritis. Head Euler merupakan head yang didapat dari suatu persamaan yang didasarkan pada asumsi yang ideal, yaitu aliran fluida dianggap tanpa gesekan,tanpa turbulensi dan dengan jumlah sudu yang tak berhingga dengan harapan diperoleh pengarahan pada fluida yang mengalir secara sempurna.

b. Head Teoritis dan Kapasitas

  Aliran ideal menyatakan bahwa aliran mengalir tanpa gesekan dan diarahkan dengan sudu yang tak terbatas dan tanpa turbulensi, tetapi dalampraktek yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu terjadi gesekan dan jumlah sudu yang terbatas serta sudu mempunyai ketebalan tertentu, dengan kondisi tersebutmaka akan menghasilkan head yang lebih rendah dari pada head Euler. Titik dimana adalah titik dimana kerugian hidrolis paling kecil, sehingga pada titik inilah direncanakan kapasitas pompa ( Q ) sebesar 0,0015m3/s dan head aktual sebesar 9,87 m, pada titik tersebut akan memberikan gambaran besar rugi-rugi hidrolis yang terjadi yaitu sebesar: = = 0,5 hh= = 0,5 x 0,64= = 0,32 m Besar shock loss atau turbulence loss dapat diketahui dengan menggunakan persamaan ( M.

3 Qs = 0,001882 m /s

  Dimana bagian dinamis terdiri atas head loses dan perbedaan headkecepatan yang terjadi di instalasi berdasarkan hasil simulasi CFD Fluent. Headsystem merupakan fungsi kuadrat terhadap Q dengan H sys = F Q dan membentuk kurva parabola dengan koordinat titik puncak minimumnya pada nilai sumbu Ypada head statis ( 0,2 ) dan salah satu titik sembarang pada titik ( Kapasitas , HeadActual ) = ( 0,0015 ; 9,87 ).

5.1.2 Hubungan efisiensi dan daya pompa dengan kapasitas pompa

  Perhitungan efisiensi dan daya pompa berikut ini telah dibahas pada BAB III, dimana hasil dari Q dan H act diambil dari tabel 5.1. Fritz diesel hal: 258 ]: Q1−n n menit q =43 H Dimana: n = kecepatan spesifik (q 1 menit )3 Q = kapasitas pompa ( m s ) n = kecepatan kerja / putar pompa Kerugian volumetris disebabkan adanya kebocoran aliran setelah melalui impeler, yaitu adanya aliran balik menuju sisi isap.

3 Q = Kapasitas pompa ( m /s)

  Q L = Jumlah kebocoran pipa yang terjadi pada pompa ( 0,02 ÷0,1 )Q Besarnya efisiensi mekanis sangat dipengaruhi oleh kerugian mekanis yang terjadi yang disebabkan oleh gesekan pada bantalan, gesekan pada cakra dangesekan pada paking. Dalam perancangan ini diambil harga efisiensi mekanis0,935.

5.2 Karakteristik Pompa Berdasarkan Hasil Percobaan

Hubungan head Euler dengan kapasitas dapat diperoleh dengan menggunakan persamaan ( Fritz Dietzel, Turbin Pompa Dan Kompresor, hal 311): = 37,77 – 5463,26 Q

b. Head Toritis dan Kapasitas

Hubungan antara head Euler dengan head teoritis adalah dinyatakan dalam persamaan (M. Khetagurov, Marine Auxilary Machinery And System, hal267 ): =Dimana: H th = Head Teoritis untuk gate valve closed 25%= = = 7,37 m Pompa pada gate valve yang beroperasi dengan kapasitas ( Q ) = 0,001147 dengan head teoritis ( H ) sebesar 7,37 m, dengan data tersebut maka Head th Euler dapat diketahui= 37,77 – 5463,26 ( 0,001147 ) = 31,50 mSehingga: == 0,233 = 8,8004 – 1272,9Q Head aktual adalah head teoritis dikurangi dengan rugi-rugi hidrolis selama pemompaan. hal ini dapat dinyatakan dengan persamaan ( M Khetagurov, Marine Auxilary Machinery And System, hal 267 ): = rugi-rugi hidrolis selama pemompaan ( m ) = 7,37 – 6,9263= 0,4437 m dan pada kondisi ini juga berlaku : = = 0,221 mBesar shock loss atau turbulence loss dapat diketahui dengan menggunakan persamaan ( M. Khetagurov, Marine Auxilary Machinery And System, hal 267 ): 2 2 = + ( ) ] [ 1 - ] [ 2 2 2 0,221 = [ ( 6,6 ) + ( 19,25 x 0,233 ) ] [ 1 – ] 2 0,221 = 0,03567 [ 43,56 + 75,1194] [ 1 – ]

3 Qs = 0,001486 m /s

Harga shock loss untuk sembarang harga Q adalah: 2 = ( 4,2332 ) [ 1 – ] 2 = [ 4,2332 – 5697,44Q + 1917039,97Q ] kemudian besar friction loss dan diffusion loss ( ) dapat dinyatakan denganpersamaan ( AJ Stepanov, Centrifugal And Axial Flow pump, hal 164 ): 2

3 Q

Dengan: k 3 = suatu konstanta yang mana pada kondisi normal harga k 3 dapat dinyatakan dengan := = 167983,04 berdasarkan hasil perhitungan diatas maka harga friction loss dan diffusion lossadalah : 2 = 167983,04Q mKerugian hidrolis untuk sembarang harga Q, adalah: 2 2 = 4,2332 – 5697,44Q + 1917039,97Q + 167983,04Q 2 = 4,2332 – 5697,44Q + 2085023,01QHubungan antara head aktual dengan kapasitas pompa adalah: 2 = 8,8004 – 1272,9Q – ( 4,2332 – 5697,44Q + 2085023,01Q ) 2 = 4,5672 + 4424,54Q – 2085023,01Q 2 y = a ( x – x puncak ) + y puncak dengan mengganti y = f ( x ) diatas menjadi h sys = f ( Q ), 2 h sys = a ( Q – Q sys ) + H statis 2 6,9263 = a ( 0,001147 – 0 ) + 2 a = 3744501,596 2 H sys = 3744501,596( Q – 0 ) + 2 2 = 3744501,596Q + 2Dan hasil perhitungan head euler, head teoritis, head actual, dan head system pada berbagai kapasitas pompa. Tabel 5.3 Hasil Perhitungan Head Euler, Head Teoritis, Head Aktual dan Head System Pada Berbagai Kapasitas Pompa Berdasarkan Hasil Percobaan.

3 No Q ( m /s )

( m ) ( m ) ( m )(m) 1 37.77 8.80 7.29 2 2 0.0002294 36.51 8.50 7.22 2.19 3 0.0004588 35.26 8.21 7.16 2.78 4 0.0006882 34.01 7.92 7.08 3.77 5 0.0009176 3.74 26.49 6.17 4.81 17.95 11 0.002294 25.23 5.88 21.70 5.66 Perhitungan efisiensi dan daya pompa berikut ini telah dibahas pada BAB III, dimana hasil dari Q diambil dari tabel 5.3Dari persamaan – persamaan tersebut, maka hubungan antara kapasitas dengan efisiensi dan daya pompa dituliskan pada table 5.4 berikut : Tabel 5.4 Hubungan Kapasitas dengan Efisiensi dan Daya Pompa Berdasarkan Hasil Percobaan. Q ( m³/s ) ( % ) ( W )0.0005735 81 41.74 14.60 10 0.002064 6.46 32.75 6.92 7 0.001376 7.63 6.97 5.15 6 0.001147 31.50 7.34 6.89 30.25 27.74 7.04 6.70 9.08 8 0.001605 29.00 6.75 6.29 11.64 9 0.001835 0.001147 85 79.560.001720 87 116.570.002293 88 153.64

5.3 Karakteristik Pompa Berdasarkan Hasil Simulasi

  a. Head Euler dengan Kapasitas Hubungan head Euler dengan kapasitas dapat diperoleh dengan menggunakan persamaan ( Fritz Dietzel, Turbin Pompa Dan Kompresor, hal 311): b.

3 Qs = 0,0018 m /s

  Q ( m³/s ) ( % ) ( W )0.0005735 72 140.29 0.001147 74 273.010.001720 78 388.400.002293 79 511.24 Dari hasil – hasil tabulasi diatas dihasilkan dalam bentuk grafik – grafik karakteristik pompa berikut: Gambar 5.2 Grafik Karakteristik Head Vs Kapasitas Berdasarkan Hasil PerhitunganDengan memperhatikan grafik diatas dapat kita dapat analisa Hubungan antara Kapasitas dengan Head System serta Kapasitas dengan Head Actual padaanalisa Perhitungan Pompa. Berdasarkan kapasitas aliran yang dipompakan untuk gate valve closed 25 % 3 yaitu sebesar 0,001147 m /s, pada grafik perbandingan head actual, dapat disimpulkan bahwa head yang mampu dilayani oleh pompa berdasarkan simulasitersebut lebih besar daripada head yang dirancang berdasarkan instalasi dan Percobaan.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

  Spesifikasi pompa yang direncanakan dalam instalasi:Kapasitas Pompa ( Q ) : 90 ltr / mntHead Pompa ( H ) : 9,87 mJenis Pompa : Pompa RadialPutaran Spesifik ( n s ) : 1024 rpmTipe impeller : Radial FlowEfisiensi Pompa ( : 83,3 % P η ) Daya Pompa ( N p ) : 173,99 kW 2. Spesifikasi pompa yang digunakan dalam instalasi pompa:Merk : DMY water pumpTipe : AQUA - 175Tinggi Tekan : 18 meterKapasitas : 90 Ltr/mntDaya : 175 Watt ( 0,24 Hp )Putaran : 2850 rpm 3.

6.2 Saran

  Melanjutkan penelitian yang telah dilakukan dengan menambah hal – hal yang akan dianalisa dengan menggunakan program CFD Fluent 6.1.22 2. Diharapkan bagi yang menggunakan program CFD Fluent 6.1.22 untuk lebih teliti dalam memasukkan data – data agar hasil akhir lebih akurat.

DAFTAR PUSTAKA

  Lampiran 3 : Koefisien kerugian gesek pada kelengkapan pipaSumber : Lobanoff, Val S., Robert R. Lampiran 4 : Koefisen kerugian gesek pada kelengkapan sambungan pipaSumber : Lobanoff, Val S., Robert R.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Perancangan Pompa Sentrifugal dengan Kapasitas 100m3 /jam dan Head Pompa 44m untuk Suplai Air Barometrik Condenser
97
461
77
Simulasi Pengaruh NPSH Terhadap Terbentuknya Kavitasi Pada Pompa Sentrifugal Dengan Menggunakan Program Komputer Computational Fluid Dyanamic Fluent
13
124
124
Analisa Performansi Pompa Sentrifugal Susunan Tunggal, Seri Dan Paralel
78
294
85
Perancangan Instalasi Pompa Sentrifugal Dan Analisa Numerik Menggunakan Program Komputer CFD FLUENT 6.1.22 Pada Pompa Sentrifugal Dengan Suction Gate Valve Open 100 %
14
70
132
Perancangan Instalasi Pompa Sentrifugal dan Analisa Numerik Menggunakan Perangkat Komputer CFD Fluent 6.1.22 Pada Pompa Sentrifugal Dengan Suction Gate Valve closed 50%
9
80
120
Perancangan Instalasi Pompa Sentrifugal dan Analisa Numerik Menggunakan Program Komputer CFD Fluent 6.1.22. Pada Pompa Sentrifugal Dengan Suction Gate Valve closed 25%
12
111
153
Perancangan Instalasi Pompa Sentrifugal dan Analisa Numerik Menggunakan Program Komputer CFD Fluent 6.1.22 pada Pompa Sentrifugal Dengan Suction Gate Valve closed 75%
9
91
119
Analisa Perancangan Instalasi Pompa Sentrifugal Pada Putaran 3000 RPM Dengan Menggunakan Software CFD Fluent 6.1.22
12
63
119
Analisa Perancangan Instalasi Pompa Sentrifugal Pada Putaran 1500 RPM Dengan Menggunakan Software CFD Fluent 6.1.22
20
117
102
Analisa Performance Pompa Sentrifugal Terhadap Kapasitas Aliran
109
436
70
Simulasi Perancangan Pompa Sentrifugal Pada Instalasi Hotel Aryaduta Medan Dengan Menggunakan Program Komputer CFD Fluent 6.1.22
5
53
195
Simulasi Perancangan Pompa Sentrifugal pada Instalasi Rumah Sakit G.L.Tobing Tj.Morawa dengan Menggunakan Program Komputer CFD FLUENT versi 6.1.22
8
62
187
Optimasi Desain Impeller Pompa Sentrifugal Menggunakan Pendekatan CFD
1
1
6
Perancangan Pompa Sentrifugal dengan Kapasitas 100m3 /jam dan Head Pompa 44m untuk Suplai Air Barometrik Condenser
2
2
16
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mesin- mesin Fluida - Simulasi Pengaruh NPSH Terhadap Terbentuknya Kavitasi Pada Pompa Sentrifugal Dengan Menggunakan Program Komputer Computational Fluid Dyanamic Fluent
0
0
30
Show more