Sikap Terhadap Penerapan Hukuman Cambuk Pada Masyarakat Aceh

Gratis

5
127
71
2 years ago
Preview
Full text

BAB I PENDAHULUAN I.A. Latar Belakang Masyarakat Aceh dalam sejarahnya yang cukup panjang telah menjadikan Islam sebagai pedoman hidupnya. Islam telah menjadi bagian dari kehidupan

  Tapi, setelah dijelaskan permasalahnnya, akhirnya mereka menerima, karena hukuman cambuk yang diterapkan di Aceh adaperaturannya, yaitu qanun, yang sudah disepakati oleh eksekutif dan legislatif yang merupakan lembaga negara. Hukuman cambuk ini merupakan hukuman yang masuk kategori perlakuan atau hukuman lain yang kejam tidak masnusiawi dan perbuatan yang merendahkanmartabat manusia yang selama ini dilarang dan diatur dalam berbagai legislasi nasional maupun konvensi Internasional yang berkaitan dengan Hak AsasiManusia (Ahmada, 2005).

I. C. Tujuan Penelitian

  Manfaat TeoritisDiharapkan dalam penelitian ini dapat membantu mengembangkan ilmu psikologi khususnya psikologi sosial dan bidang lainnya dalam aplikasinya danmemberikan sumbangsih karya ilmiah yang berhubungan dengan gambaran sikap terhadap penerapan hukuman cambuk pada masyarakat Aceh 2. Sebagai masukan dan informasi bagi masyarakat aceh sehingga dapat mengetahui dan memahami bagaimana gambaran sikap terhadappenerapan hukuman cambuk pada masyarakat Aceh.

BAB II LANDASAN TEORI II. A. SIKAP II.A.1. Definisi Sikap Allport (dalam Hogg, 2004) mendefinisikan sikap sebagai sebuah kecendrungan untuk bertingkah laku dengan cara tertentu dalam situasi sosial. Sikap merujuk pada evaluasi individu terhadap berbagai aspek dunia sosial serta

  Fenomena sikap adalah mekanisme mental yang mengevaluasi,membentuk pandangan, mewarnai perasaan, dan akan ikut menentukan kecenderungan perilaku kita terhadap manusia atau sesuatu yang kita hadapi,bahkan terhadap diri kita sendiri. Berdasarkan yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa sikap adalah suatu bentuk evaluasi perasaan dan kecenderungan potensial untukbereaksi yang merupakan hasil interaksi antara komponen kognitif, afektif dan konatif yang saling bereaksi didalam memahami, merasakan dan berperilakuterhadap suatu objek.

II. A.2. Komponen Sikap Sikap dibagi menjadi tiga komponen yaitu kognitif, afektif, dan konatif

  Komponen konatif, adalah komponen sikap yang berupa kesiapan seseorang untuk berperilaku yang berhubungan dengan . objek sikap (dalam Azwar, 2005)Mann (dalam Azwar, 2005) menjelaskan bahwa komponen kognitif berisi persepsi, kepercayaan, dan stereotipe yang dimiliki individu mengenai sesuatu.

II. A.3 Ciri- Ciri Sikap

  Kesetujuan atau ketidaksetujuan terhadap suatu objek sikap dapat mengenai hanya aspek yang sedikit dan sangat spesifik akan tetapi dapat pulamencakup banyak sekali aspek yang sama pada objek sikap. Internalisasi terjadi Kelman (dalam Azwar, 2005) selanjutnya mengatakan bahwa proses mana yang akan terjadi dari ketiga proses tersebut banyak bergantung pada sumberkekuatan pihak yang mempengaruhi, berbagai kondisi yang mengendalikan masing-masing proses terjadinya pegaruh, dan implikasinya terhadap permanensiperubahan sikap.

II. A.8. Fungsi Sikap

  Bila objek sikap dapat membantu seseorang dalam mencapai tujuannya, maka orang akan bersifatpositif terhadap objek tersebut, sebaliknya bila objek sikap dalam pencapaian tujuan,maka individu akan bersikap negatif terhadap objek sikap tersebut. Ini menggambarkankeadaan sistem nilai yang ada pada diri individu dapat dilihat dari sikap yang diambil oleh individu yang bersangkutan terhadap nilai tersebut.

II. B. Hukuman Cambuk

  Pelaksanaan hukuman cambuk ini merupakan pelaksanaan Syariat Islam di Aceh sebagaimana yang diatur dalamundang undang nomor 13 tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan PembangunanNasional pasal 13. Menurut Abu Hanifah, Syafi’iyah, danHanabilah, hukum cambuk untuk pidana ta’zir tidak boleh melebihi sanksi paling rendah dalam hudûd (tindak pidana yang batasan hukumannya sudah ditentukanAlquran atau hadis), yaitu 40 kali bagi peminum khamr.

II. C. Masyarakat Aceh

  Masyarakat Aceh adalah sebuah komunitas yang terdiri dari orang-orangAceh sebagai sebuah entitas etnis dan wilayah tertentu yang sangat berbeda dengan etnis atau wilayah lainnya di Indonesia. Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam merupakan suatu wilayahPemerintahan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, saat ini terdiri atas 16(enam belas) Pemerintahan Kabupaten yaitu kabupaten Aceh Besar, Pidie, Bireun,AcehUtara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Jaya, Aceh BaratDaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil Aceh Tenggara Dan Gayo Lues.

BAB II I METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif

  Definisi operasional Masyarakat Aceh Masyarakat Aceh adalah sebuah komunitas yang terdiri dari orang-orangAceh sebagai sebuah entitas etnis dan wilayah tertentu yang sangat berbeda dengan etnis atau wilayah lainnya di Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Aceh Sedangkan sampel merupakan sebahagian dari populasi atau sejumlah penduduk yang jumlahnyakurang dari jumlah populasi dan harus mempunyai paling sedikit satu sifat yang sama (Hadi, 2000).

III. C. 2. Teknik Pengambilan Sampel

  TeknikSampling adalah cara yang digunakan untuk mengambil sampel dari populasi dengan menggunakan prosedur tertentu, dalam jumlah yang sesuai, denganmemperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar benar-benar mewakili populasi (Hasan, 2002). Menurut Azwar (1999) metode skala mempunyai kebaikan dan alasan penggunaan yaitu : 27 Afektif 1, 9, 16, 29, 32, 39,40, 41, 44, 47, 49,61, 62 70 Skala sikap yang digunakan ini menggunakan model skala likert yang berjumlah 70 aitem yang terdiri dari aitem favorable dan unfavorable, denganmenggunakan empat pilihan jawaban yaitu : Sangat sesuai (SS), Sesuai (S), TidakSesuai (TS) dan Sangat Tidak Sesuai (STS).

III. E. 3. Hasil Uji Coba Alat Ukur

  Item-item yang kualitasnya kurang baik akan dibuang dan item-item yang kualitasnya baik akan digunakan sebagai alat ukur pada penelitian yang sesungguhnya. Tahap Pelaksanaan Setelah diujicobakan, maka selanjutnya peneliti melakukan pengambilan data dengan memberikan alat ukur berupa skala sikap masyarakat Aceh yangberada di Kelurahan punge jurong kotamadya Banda Aceh dan kepada masyarakatAceh yang berada di Kelurahan Hagu barat laut kotamadya lhokseumawe Aceh Utara.

III. G. Metode Analisa Data

  BAB IV ANALISA DATA DAN INTERPRETASI Bab ini akan menguraikan gambaran umum subjek penelitian dan hasilpenelitian yang berkaitan dengan analisis data penelitian yang sesuai dengan permasalahan yang ingin dilihat dari penelitian ini maupun analisa tambahanterhadap data yang ada. A Gambaran Subjek Penelitian Subjek penelitian berjumlah 200 orang yang keseluruhannya adalah masyarakat Aceh yang berada dikota banda Aceh kelurahan Punge jurong danMasyarakat Aceh yang berada Dikota Lhokseumawe Kelurahan Hagu Barat Laut.

IV. A.1 Lembaga pendidikan Subjek Penelitian

  Subjek dalam penelitian ini dibedakan berdasarkan lembaga pendidikan yang pernah diikuti, dalam hal ini pernah mengikuti pendidikan di Dayah atautidak, pembagian kategori Lembaga pendidikan didasarkan atas pertimbangan bahwa Lembaga pendidikan sebagai suatu sistem mempunyai pengaruh dalampembentukan sikap dikarenakan meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam diri individu (Azwar, 2005). Tabel 5 Penyebaran Subjek Penelitian Berdasarkan Lembaga pendidikan Lembaga pendidikan N % of total NPernah di Dayah 101 50,5% Tidak pernah diDayah 99 49,5%Total 200 100 % Tabel 4 menunjukkan bahwa subjek penelitian yang pernah mengikuti pendidikan di Dayah dengan persentase sebanyak 50,5 % (101 orang) dan tidakpernah mengikuti pendidikan di Dayah dengan persentase sebanyak 49,5 % (99 orang).

IV. A.2 Pengalaman pribadi Subjek Penelitian

  Subjek dalam penelitian ini dibedakan berdasarkan pengalaman pribadi dalam hal ini pernah menyaksikan pelaksanaan hukuman cambuk atau tidakpernah menyaksikan pelaksanaan hukuman cambuk. A.3 Jenis Kelamin Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini dibedakan jenis kelaminnya yaitu pria dan wanita, dengan penyebaran sebagai berikut: Tabel 7 Penyebaran Subjek Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis kelamin N % of total NPria 82 41% Wanita 118 59%Total 100 100% Berdasarkan data pada Tabel 7, dapat dilihat bahwa jumlah subjek pria dan wanita adalah tidak seimbang dimana jumlah subjek wanita lebih banyakberjumlah sebanyak 118 orang dan pria 82 orang.

IV. B Hasil Utama Penelitian

  Dari penelitian ini diperoleh gambaran umum tentang gambaran sikap terhadap penerapan hukuman cambuk pada masyarakat Aceh secara umum untuksetiap komponen sikap terhadap hukuman cambuk yang terdiri dari skor minimum, skor maksimum, mean skor dan standar deviasi. Selanjutnya, gambaran kategorisasi sikap terhadap hukum cambuk dapat dilihat pada Grafik 2 berikut ini : Grafik 3 Kategorisasi Sikap Terhadap Hukum Cambuk Berdasarkan KomponenSikap Afektif 125 Kategori afektif 100Frequency5075 25positif sedang negatif kategoriaspek2 IV.

25 IV. C. Hasil Tambahan Penelitian

  Skor maksimum Masyarakat Aceh yang pernah mengikuti Berdasarkan nilai mean sikap terhadap penerapan hukuman cambukMasyarakat Aceh ditinjau dari lembaga pendidikan (pernah mengikuti pendidikan di Dayah dan tidak pernah mengikuti pendidikan di Dayah dapat disimpulkan,bahwa sikap Masyarakat Aceh yang pernah mengikuti pendidikan di dayah lebih baik atau positif dibandingkan dengan masyarakat Aceh yang tidak pernahmengikuti pendidikan di dayah. Masyarakat Aceh yang memiliki tingkat pendidikan Sarjana yang memiliki Sikap Terhadap HukumanCambuk yang negatif sebanyak 6 orang (10,2%), yang memiliki Sikap TerhadapHukuman Cambuk yang sedang sebanyak 44 orang (74.6%), dan yang memiliki Sikap Terhadap Hukuman Cambuk yang positif sebanyak 9 orang (15.3%).

42 Lembaga Pengalaman Jenis Tingkat Pendidikan pribadi kelamin pendidikan

BAB V KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN Pada bab ini diuraikan kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan hasil

  analisa yang diuraikan pada Bab IV. Pada bab ini juga diuraikan saran-saran untuk pengembangan penelitian dan bagi pihak-pihak yang terkait dengan penelitian ini.

V. A. Kesimpulan

  Berdasarkan nilai mean sikap terhadap penerapan hukuman cambuk Masyarakat Aceh ditinjau dari lembagapendidikan (pernah mengikuti pendidikan di Dayah dan tidak pernah mengikuti pendidikan di Dayah) dapat disimpulkan, bahwa sikap MasyarakatAceh yang pernah mengikuti pendidikan di dayah lebih baik atau positif dibandingkan dengan masyarakat Aceh yang tidak pernah mengikutipendidikan di dayah. Berdasarkan nilai mean sikap terhadap penerapan hukuman cambukMasyarakat Aceh ditinjau dari pengalaman menyaksikan (pernah menyaksikan pelaksanaan hukuman cambuk dan tidak pernah menyaksikan pelaksanaanhukuman cambuk) dapat disimpulkan, bahwa sikap Masyarakat Aceh yang pernah menyaksikan pelaksanaan hukuman cambuk lebih baik atau positifdibandingkan dengan masyarakat Aceh yang tidak pernah menyaksikan pelaksanaan hukuman cambuk.

V. B. Diskusi

  Selain hal itu hal ini juga sesuai dengan wawancara yang dilakukan dengan salah seorang tokoh masyarakat Aceh yang mengatakan sebenarnyamasyarakat mendukung diberlakukannya Syariat Islam di Aceh termasuk didalamnya penerapan hukuman cambuk, tetapi perlu dilakukan penyesuaian danperbaikan sehingga penerapan syariat Islam tidak diskriminatif hanya untuk kalangan masyarakat kecil saja. C.1 Saran Metodologis Karena penelitian ini tidak luput dari kekurangan-kekurangan yang berangkat dari tujuan utama penelitian yaitu ingin melihat gambaran ataudeskriptif sikap terhadap penerapan hukuman cambuk pada masyarakat Aceh berikut adalah saran yang dapat diberikan untuk pengembangan penelitianselanjutnya : 1.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Sikap Terhadap Jinamee Tinggi Pada Masyarakat Aceh
0
32
89
Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Terhadap Kesiapsiagaan Masyarakat di Kawasan Rawan Banjir di Desa Pengidam Kecamatan Bandar Pusaka Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2013
6
50
91
Tinjauan Yuridis Terhadap Hak Waris Istri Dalam Perkawinan Siri Pada Masyarakat Adat Aceh Di Kecamatan Darul Imarah Mukim Daroy/Jeumpet Desa Garot Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh
2
147
137
Pengaruh Hukum Waris Islam Terhadap Hukum Waris Adat Pada Masyarakat Gayo (Studi Di Kabupaten Aceh Tengah)
6
58
172
Penerapan Corporate Social Responsibility Terhadap Pemberdayaan Masyarakat (Studi Pada PT Tirta Investama)
4
69
131
Pengaruh Sikap Konsumen Tentang Penerapan Program Corporate Social Responsibility (CSR) Terhadap Loyalitas konsumen Pesta Gigi Pepsodent Pada Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara
0
30
128
Sikap Terhadap Penerapan Hukuman Cambuk Pada Masyarakat Aceh
5
127
71
Sikap Ekosentrik, Antroposentrik Dan Apatis Terhadap Pencemaran Lingkungan Hidup Biofisik Pada Masyarakat kota Medan.
10
167
140
Tayangan Mata Kamera dan Sikap Kepedulian Masyarakat Pada lingkungan (Studi Korelasional tentang Pengaruh Tayangan Mata Kamera di TV One Terhadap Sikap Kepeduliaan Masyarakat Pada Lingkungan di Kelurahan Padang Bulan Kota Medan)
0
27
123
Efektifitas Penerapan Sanksi Pidana Cambuk Terhadap Pelanggaran Qanun Di Bidang Syariat Islam Di Wilayah Hukum Kota Madya Banda Aceh Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam
4
54
102
Pengaruh Hukuman Terhadap Tingkah Laku Siswa
2
12
102
Kata kunci: Pengawasan-Pelaksanaan - Cambuk
0
0
19
BAB II LANDASAN TEORI A. SIKAP 1. Definisi Sikap - Sikap Terhadap Jinamee Tinggi Pada Masyarakat Aceh
0
0
12
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG - Sikap Terhadap Jinamee Tinggi Pada Masyarakat Aceh
0
0
10
Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Terhadap Kesiapsiagaan Masyarakat di Kawasan Rawan Banjir di Desa Pengidam Kecamatan Bandar Pusaka Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2013
1
1
16
Show more