Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan Pada Perusahaan Industri Tekstil Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

 16  156  122  2017-01-18 05:19:22 Laporkan dokumen yang dilanggar

SKRIPSI ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PADA PERUSAHAANINDUSTRI TEKSTIL YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA OLEH

IKA HANDAYANI 080522094

PROGRAM STUDI STRATA -1 AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011

  PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul “Analisis LaporanKeuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan Pada PerusahaanIndustri Tekstil Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia” adalah benar hasil karya saya sendiri dan judul belum pernah dimuat, dipublikasikan, atau ditelitioleh mahasiswa lain dalam konteks penulisan skripsi program S-1 EkstensiDepartemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Semua sumber data dan informasi yang diperoleh telah dinyatakan dengan jelas, benar,dan apa adanya.

KATA PENGANTAR

  Penulis melakukan penelitian dengan menggunakan teknik analisis rasio keuangan dan dengan metode lintas industri (cross section), untukmenentukan sehat tidaknya posisi keuangan perusahaan yang dilakukan dengan cara membandingkan rasio keuangan suatu perusahaan pada periode tertentudengan rasio keuangan rata-rata industrinya pada periode yang bersangkutan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasilnya menunjukkan bahwa kinerja keuangan pada perusahaan industri tekstil yang terdaftar di BEIsecara keseluruhan pada tahun 2006, kinerja keuangan perusahaan yang dinilai paling baik adalah PT.

DAFTAR LAMPIRAN NO. JUDUL

  Penulis melakukan penelitian dengan menggunakan teknik analisis rasio keuangan dan dengan metode lintas industri (cross section), untukmenentukan sehat tidaknya posisi keuangan perusahaan yang dilakukan dengan cara membandingkan rasio keuangan suatu perusahaan pada periode tertentudengan rasio keuangan rata-rata industrinya pada periode yang bersangkutan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasilnya menunjukkan bahwa kinerja keuangan pada perusahaan industri tekstil yang terdaftar di BEIsecara keseluruhan pada tahun 2006, kinerja keuangan perusahaan yang dinilai paling baik adalah PT.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagaimana kita ketahui bahwa bidang keuangan merupakan bidang yang

  Laporan keuangan yang disusun oleh setiap perusahaan diIndonesia harus mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan (SAK), yang disusun oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), disamping itu harus memenuhi pula aturanperpajakan dan aturan lainnya sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum agar dapat memenuhi kebutuhan pemakainya. Pengukuran kinerja keuangan suatu perusahaan sangat berguna untuk membandingkan perusahaan dengan perusahaan yang sejenis sehingga dapatdilakukan suatu tindakan yang dianggap perlu untuk memperbaikinya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis

1. Laporan Keuangan

  Laporan keuangan pada hakekatnya merupakan hasil dari proses akuntansi yang disusun menurut prinsip-prinsip akuntansi yang berlakuumum yang dapat digunakan untuk mengkomunikasikan data keuangan kepada pihak yang berkepentingan. Proses akuntansi tersebut meliputi pengumpulan dan pengolahan data keuangan perusahaan.

a. Pengertian Laporan Keuangan

b. Tujuan Laporan Keuangan

  Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputineraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan(yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan dan laporanserta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Selanjutnya menurut Munawir (2004:2) pengertian laporan keuangan adalah “laporankeuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atauaktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan Hasil akhir dari suatu proses pencatatan keuangan diantaranya adalah laporan keuangan, laporan keuangan ini merupakan pencerminandari prestasi manajemen prusahaan pada suatu periode tertentu.

c. Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan

  Informasi yang ada dalam laporan keuangan dan laporan lainnya yang dibuat perusahaan untuk melaporkan kegiatannya harus memilikikarakteristik tertentu untuk memenuhi kebutuhan pemakainya. Dalam membuat keputusan pemakaitidak hanya mengerti atau memahami informasi yang disajikan tetapi juga harus mampu menilai tingkat keandalan dan dapat diperbandingkandengan informasi tentang kemungkinan alternatif dan pengalaman yang lalu.

d. Pemakai Laporan Keuangan

  Laporan keuangan merupakan komoditi yang bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, karena dapat memberikan informasi yangdibutuhkan para pemakainya dalam dunia bisnis yang dapat menghasilkan keuntungan. Menurut Prastowo dan Julianty (2005:4) pemakai laporan keuangan merupakan pihak-pihak yang berkepentingan terhadapperusahaan atau disebut juga dengan Business Stakeholders yang meliputi : 1.

e. Jenis Laporan Keuangan

  NeracaNeraca adalah laporan keuangan yang memberikan informasi mengenai posisi keuangan perusahaan pada saat tertentu. Catatan atas laporan keuangan mengungkapkan :1) Informasi tentang dasar penyusutan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi yang dipilih dan diterapkan terhadapperistiwa dan transaksi yang penting.

f. Sifat dan Keterbatasan Laporan Keuangan

  Laporan keuangan yang dibuat secara periodik pada dasarnya merupakan interim report (laporan yang dibuat antara waktutertentu yang sifatnya sementara) dan bukan merupakan laporan final. Laporan keuangan tidak mencerminkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi posisi atau keadaan keuangan perusahaankarena faktor-faktor tersebut tidak dapat dinyatakan dengan satuan uang.

2. Analisis Laporan Keuangan

a. Pengertian Analisis Laporan Keuangan

  Secara harafiah, analisis laporan keuangan terdiri dari dua kata yaitu, analisis dan laporan keuangan. Menurut Harahap(2004:189) pengertian analisis dan laporan keuangan didefinisikan sebagai berikut “analisis adalah memecahkan atau menggabungkansesuatu unit menjadi berbagai unit terkecil”.

b. Tujuan Analisis Laporan Keuangan

  Dapat membongkar hal-hal yang bersifat tidak konsisten dalam hubungannya dengan suatu laporan keuangan baikdikaitkan dengan komponen intern laporan keuangan maupun kaitannya dengan informasi yang diperoleh dari luarperusahaan. Dengan menganalisis laporan keuangan suatu perusahaan maka akan diperoleh semua jawaban yang berhubungan dengan masalah posisikeuangan perusahaan dan hasil-hasil yang dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan.

c. Prosedur Analisis Laporan Keuangan

  Memahami kondisi-kondisi yang berpengaruh pada perusahaan 3. Mempelajari dan mereview laporan keuangan 4.

d. Metode dan Teknik Analisis Laporan Keuangan

  Metode analisis horizontal (dinamis)Metode analisis horizontal (dinamis) adalah metode analisis yang dilakukan dengan cara membandingkan laporan keuangan untukbeberapa tahun (periode), sehingga dapat diketahui perkembangan dan kecenderungannya. Metode analisis vertikal (statis)Metode analisis vertikal (statis) adalah metode analisis yang dilakukan dengan menganalisis laporan keuangan pada tahun(periode) tertentu, yaitu dengan membandingkan antara pos yang satu dan pos yang lainnya pada laporan keuangan yang sama untuktahun yang sama.

3. Analisis Rasio Keuangan

  Tolak ukur yang sering dipakaiadalah analisis rasio, yang menghubungkan dua data keuangan yang satu dengan yang lainnya. Pengertian rasio keuangan menurut Harahap (2004:297)dalam bukunya “Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan” adalah “angka yang diperoleh hasil perbandingan dari suatu pos laporan keuangan dengan Analisis rasio keuangan merupakan salah satu teknik dalam menganalisa laporan keuangan yang banyak digunakan untuk menilai kinerjaperusahaan karena penggunaannya yang relatif mudah.

4. Kinerja

a. Definisi Kinerja

  Metode lintas seksi/industri (cross section)Yaitu metode tolak ukur yang digunakan untuk menentukan sehat tidaknya posisi keuangan perusahaan yang dilakukandengan cara membandingkan rasio keuangan suatu perusahaan pada periode tertentu dengan rasio keuangan rata-rataindustrinya pada periode yang bersangkutan. Bagi perusahaan yang tercatat di pasar modal,penentuan tolak ukur kinerja tidak menjadi masalah, untuk perusahaan yang belum go public, sebaiknya memang menggunakan metode lintaswaktu, tetapi jika akan menggunakan metode cross section, ukuran perusahaan yang akan diukur tersebut harus sebanding dengan ukuranperusahaan-perusahaan yang tercatat di pasar modal, khusus dalam satu industri.

5. Hubungan Analisis Laporan Keuangan dengan Kinerja Keuangan Perusahaan

  Tingkat kesehatan merupakan alat ukur yang digunakan oleh para pemakai laporan keuangan dalam mengukur kinerja keuangan suatuperusahaan. Dari laporan keuangan tersebut dapatdiketahui keadaan finansial dan hasil-hasil yang telah dicapai perusahaan selama periode tertentu.

B. Tinjauan Penelitian Terdahulu

  1999-2003HarfitaSulistyariniSejati(2005) Analisis rasio keuangan untukmenilai kinerja keuangan padaperusahaan perkebunan [studikasus pada PT. Shodiqin Analisis Rasio- Menunjukkan bahwa 2003-2005(2006) Rasio Keuangan rasio keuangan yang Sebagai Dasar telah dirumuskan dapatPenialian menjelaskan secaraTerhadap Kinerja nyata atas terjadinyaKeuangan perbedaan kelompokPerusahaan Pada perusahaan yangIndustri Barang berkinerja baik dan Konsumsi yang tidak baik.

C. Kerangka Konseptual

Kerangka konseptual dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :Laporan Keuangan Analisis Laporan KeuanganRasio Likuiditas Rasio LeverageRasio Aktivitas Rasio ProfitabilitasRasio Nilai Pasar Kinerja Perusahaan Gambar 2.1 Kerangka Konseptual to Equity Ratio), rasio aktivitas (Inventory Turnover, Total Assets Turnover), rasio profitabilitas (Gross Profit Margin, Net Profit Margin, Return On Investment, Return On Equity), dan rasio nilai pasar (Price Earning Ratio) sebagai dasar untuk menganalisis laporan keuangan. Dengan analisis laporan keuangan dapat diketahui mengenai kondisi keuangan dan hasil-hasil operasi perusahaan yangpada akhirnya akan memperlihatkan hasil akhir dari kegiatan perusahaan yang dapat menggambarkan performa atau kinerja dari perusahaan yang bersangkutandan juga dapat membantu manajemen untuk mengidentifikasi kekurangan dan kemudian melakukan tindakan untuk memperbaiki kinerja perusahaan danmembuat keputusan yang rasional dalam hal perencanaan perusahaan, sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penulis meggunakan metode penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang

B. Jenis dan Sumber Data Penelitian

  berusaha untuk mengumpulkan dan menyajikan data dari perusahaan untuk dianalisis sehingga memberikan gambaran yang cukup jelas atas objek yangditeliti. Penulis mencoba untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penelitian serta membandingkannya dengan teori yang ada, untuk kemudiandianalisis penerapannya dalam praktik.

1. Jenis Data

  Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari bahan-bahan yang tersedia di buku-buku dan sumberlainnya yang berhubungan dengan penelitian ini. Data kuantitatifData kuantitaif adalah data yang berbentuk angka-angka atau data kualitatif yang disajikan dalam bentuk angka.

2. Sumber Data

  Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa laporan keuangan tahunan emiten perusahaaan industri tekstil yang terdapat pada BursaEfek Indonesia (BEI). Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambil dari laporan keuangan yang terdapat di Indonesia Capital Market Directory (ICMD).

E. Metode Analisis Data

F. Jadwal Penelitian

  Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif analitis, yaitu suatu metode penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran keadaanobjek yang sebenarnya. Data yang akan diolah tersebut adalah data yangdiperoleh dari laporan keuangan pada masing-masing perusahaan, khususnya neraca dan laporan laba rugi.

ANALISIS HASIL PENELITIAN

A. Data Penelitian

  6 ADMG PT Polychem Indonesia Tbk Sumber : www.idx.co.id 25 Okt 1973 26 Feb 1980 10 TIFIC OPT Teijin Indonesia Fiber Tbk 11 Nov 2000 08 Jan 1997 9 SSTM PT Sunson Textile Manufacturer Tbk 27 Sep 1980 14 Mei 1990 8 RDTX PT Roda Vivatex Tbk 22 Des 1987 09 Feb 1998 7 RICY PT Ricky Putra Globalindo Tbk 25 Apr 1986 20 Okt 1993 37 BAB IV Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan tekstil yang terdaftar di Bursa EfekIndonesia.

B. Analisis Hasil Penelitian

  Metode yang digunakan dalam analisis laporan keuangan adalah metode lintas industri (cross section) untuk menentukan sehat tidaknya posisi keuanganperusahaan, yaitu suatu metode yang dilakukan dengan cara membandingkan rasio keuangan suatu perusahaan pada periode tertentu dengan rasio keuanganrata-rata industrinya pada periode yang bersangkutan. Rasio nilai pasar (Valuation Ratio)Analisis laporan keuangan pada dasarnya bertujuan untuk memberikan dasar pertimbangan yang lebih layak dan sistematis dalam rangka memprediksiapa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.

1. Analisis Laporan Keuangan PT. Argo Pantes Tbk

  Tiga rasio keuangan tersebut yang dinyatakan sehat adalah tabel 4.2 di atas, menunujukkan bahwa hanya terdapat tiga rasio keuangan yang dinyatakan sehat sedangkan tujuh rasio keuangan lainnya dinyatakan Berdasarkan hasil analisis rasio keuangan seperti yang terlihat pada 10. Argo Pantes Tbk Tahun 2006 Banyaknya rasio keuangan yang dinyatakan tidak sehat untuk hasil analisis laporan keuangan PT.

2. Analisis Laporan Keuangan PT. Centex Tbk

  Centex Tbk untuk tahun 2006 seperti yang terlihat pada tabel 4.5 di atas menunjukkan bahwaterdapat lima rasio keuangan yang dinyatakan sehat sedangkan lima rasio turnover, gross profit margin, return on investment dan return on equity. Tingkat perputaran persediaan yang lambatyang ditunjukkan oleh tingkat inventory turnover yang masih di bawah rata-rata industri dapat menyebabkan rendahnya nilai penjualan yang padaakhirnya dapat mengurangi penghasilan perusahaan tersebut dimana hal ini ditandai dengan rendahnya tingkat net profit margin dan gross profit margin perusahaan tersebut yang masih di bawah rata-rata industri.

3. Analisis Laporan Keuangan PT. Eratex Djaya Tbk

  Gross Profit Margin6% 6,53% Tidak Sehat on investment yang pada tahun 2007 sudah dinyatakan sehat namun pada Berdasarkan hasil analisis rasio keuangan untuk PT. Namun terdapat satu rasio keuangan yang padatahun 2006 dan 2007 dinyatakan tidak sehat, untuk tahun 2008 rasio tersebut sudah dinyatakan sehat yaitu price earning ratio.

4. Analisis Laporan Keuangan PT. Panasia Filament Inti Tbk

  Panasia Filament Inti Tbk untuk tahun 2007 dengan menggunakan metode tolok ukur lintas industri (cross hal ini dapat dikatakan bahwa kinerja keuangan perusahaan masih dalam kategori kurang baik atau belum dapat dinyatakan sehat. Namun pada tahun 2007 ini, terdapat rasio keuangan yang padatahun sebelumnya dinyatakan sehat namun pada tahun ini dinyatakan tidak sehat yaitu return on equity.

5. Analisis Laporan Keuangan PT. Panasia Indosyntex Tbk

  Net Profit Margin0,04% 11,23% Tidak Sehat Panasia Indosyntex untuk tahun 2006 menunjukkan bahwa terdapat enam rasio keuangan yang dinyatakn sehat sedangkan keempat rasio keuangan Sumber : Data diolah penulis, 2010 Berdasarkan tabel 4.14 di atas, hasil analisis rasio keuangan PT. Rasio Keuangan 2008 Rasio Industri Kesimpulan Salah satu rasio keuangan yang dinyatakan tidak sehat untuk tahun ini yaitu gross profit margin, dimulai dari tahun 2006 hingga tahun 2008belum menunjukkan peningkatan yang signifikan untuk nilai rasio keuangan tersebut.

6. Analisis Laporan Keuangan PT. Polychem Indonesia Tbk

  Rasio gross profit margin dan net profit margin yang dinyatakan tidak sehat untuk tahun 2006 menunjukkan bahwa perusahaan belummampu menekan harga pokok penjualan dan biaya-biaya yang terkait lainnya untuk mencapai laba yang lebih optimal dibandingkan denganrata-rata industri lainnya. Polychem Indonesia Tbk untuk tahun 2008 dengan menggunakan metode tolok ukur lintas industri (cross Pada tabel di atas, terlihat bahwa ada satu rasio keuangan yang pada tahun-tahun sebelumnya dinyatakan tidak sehat namun untuk tahun inisudah dinyatakan sehat.

7. Analisis Laporan Keuangan PT. Ricky Putra Globalindo Tbk

  Return On Equity13,09% -55,17% Sehat margin yang masih di bawah rata-rata industri menunjukkan bahwa Rasio keuangan inventory turnover yang pada tahun 2006 dinyatakan tidak sehat menunjukkan bahwa perusahaan belum mampu mengelolapersediaan barang dagang di perusahaannya secara optimal. Secara keseluruhan kinerja keuangan perusahaan untuk tahun 2008 masih dapat dinyatakan cukup sehat walaupun pada tahun ini terdapatempat rasio keuangan yang dinyatakan tidak sehat.

8. Analisis Laporan Keuangan PT. Roda Vivatex Tbk

  Price Earning Ratio7,39 kali 125,03 kali Tidak Sehat Sumber : Data diolah penulis, 2010Berdasarkan hasil analisis rasio keuangan seperti yang terlihat pada tabel 4.23 di atas menunjukkan bahwa terdapat hanya lima rasio keuangan yang dinyatakan sehat sedangkan lima rasio keuangan lainnya dinyatakan tidak sehat. Price Earning Ratio10,11 kali 61,97 kali Tidak Sehat Sumber : Data diolah penulis, 2010Berdasarkan tabel 4.24 di atas terlihat bahwa terdapat peningkatan kinerja keuangan perusahaan untuk tahun 2007 yang ditunjukkan denganadanya tujuh rasio keuangan yang dinyatakan sehat untuk tahun tersebut.

9. Analisis Laporan Keuangan PT. Sunson Textile Manufacturer Tbk

  Rasio keuangan yang sudah dinyatakan sehat untuk tahun ini adalah net profit margin dan price earning ratio yang pada tahun 2006 sebelumnya rasio keuangan ini masih belum dinyatakan sehat. Gross Profit Margin2% 6,53% Tidak Sehat tabel 4.28 di atas, menunujukkan bahwa hanya terdapat tiga rasio keuangan yang dinyatakan sehat sedangkan tujuh rasio keuangan lainnya Berdasarkan hasil analisis rasio keuangan seperti yang terlihat pada 10.

10. Analisis Laporan Keuangan PT. Teijin Indonesia Fiber Tbk

  tabel 4.29 di atas menunjukkan bahwa hanya terdapat dua rasio keuangan yang dinyatakan sehat sedangkan delapan rasio keuangan lainnya Berdasarkan hasil analisis rasio keuangan seperti yang terlihat pada 10. Inventory Turnover15,02 kali 5,62 kali Sehat Adanya penambahan jumlah rasio keuangan yang dinyatakan sehat untuk tahun 2008 ini, memperlihatkan bahwa perusahaan sudah cukupmampu meningkatkan kinerja keuangan perusahaannya dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya dimana hanya terdapat dua rasiokeuangan saja yang dinyatakan sehat.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis laporan keuangan dan pembahasan yang telah

  Pelaksanaan analisis laporan keuangan pada perusahaan industri tekstil yang terdaftar di BEI menggunakan sepuluh rasio keuangan sebagai alatukurnya yang terdiri dari Current Ratio, Quick Ratio, Debt to Equity Ratio, Inventory Turnover, Total Asset Turnover, Gross Profit Margin, Net Profit Margin, Return on Investment, Return on Equity dan Price Earning Ratio serta menggunakan metode lintas industri (cross section) sebagai metode tolak ukurnya. Polychem Indonesia Tbk -Berdasarkan hasil perbandingan kinerja keuangan antar perusahaan yang ada di kelompok industri tekstil, perusahaan ini dapat dikatakan memilkikinerja keuangan yang paling sehat bila dilihat dari banyaknya jumlah rasio keuangan yang dinyatakan sehat dari waktu ke waktu.

B. Saran

  Teijin Indonesia Fiber Tbk sebaiknya melakukan perbaikan kinerja di berbagai bidang karena jumlahrasio keuangan yang dinyatakan sehat dari tahun ke tahun masih sangat sedikit. Polychem Indonesia Tbk, selama kurun waktu tiga tahun perusahaan inilah yang dinilai paling baik kinerjanya bila dilihat daribanyaknya rasio keuangan yang dinyatakan sehat dari tahun ke tahun.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kiner..

Gratis

Feedback