Starategi Pertumbuhan Gereja (Studi Kasus Pada Gereja Karismatik GBI Medan Plaza Di Jln. Iskanda Muda Medan)

Gratis

19
245
108
3 years ago
Preview
Full text

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK DEPARTEMEN SOSIOLOGI LEMBAR PERSETUJUAN

  Adapun motivasi para jemaat beribadah di gereja karismatik adalahuntuk mencari kebebasan dalam mengekspresikan isi hati, suasana lebih hidup dan lebih modern, sukacita dan karena melihat gereja ini tidak hanya membantudalam kebutuhan rohani saja, tetapi juga kebutuhan jasmani para jemaat melalui pelayanan kemasyarakatan, sehingga menjadi seimbang. Strategi-strategi yang dilakukan dan motivasi parajemaat merupakan bentuk dari kepercayaan manusia akan sesuatu yang berada di luar dirinya, yang mereka anggap magik ataupun supranatural yang mampumengendalikan dan memperkokoh kehidupan baik sosial maupun kerohanian, sehingga mendorong manusia untuk menjadikannya sebuah keyakinan atauagama.

KATA PENGANTAR

  Ginting yang tidak henti-hentinya mengingatkan, menegur dan memberi semangat bagi penulis agar segera menyelesaikan skripsi, memberikanmateril yang tak ternilai harganya dalam penyusunan skripsi dan juga memiliki kasih sayang yang besar sehingga mampu membesarkan dan mendidik penulishingga bisa sampai pada tahap sekarang ini. Strategi-strategi yang dilakukan dan motivasi parajemaat merupakan bentuk dari kepercayaan manusia akan sesuatu yang berada di luar dirinya, yang mereka anggap magik ataupun supranatural yang mampumengendalikan dan memperkokoh kehidupan baik sosial maupun kerohanian, sehingga mendorong manusia untuk menjadikannya sebuah keyakinan atauagama.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

  Para jemaatnyapun bernyanyi sambil bertepuk tangan riang, berdoa denganmerentangkan tangan, sharing (berbagi), berbahasa Roh, bersenandung dalam bahasa Roh dan tindakan-tindakan lainnya yang dengan spontan merekalakukan yang tentunya tidak dilakukan di dalam gereja yang tidak menganut aliran karismatik. Banyaknya jemaat yang hadir di Gereja Karismatik GBI Medan Plaza ini tentu saja karena kebijaksanaan seorang pemimpin dan orang-orang yangmempunyai andil dalam gereja tersebut dan karisma-karisma yang mereka miliki.

1.2. Perumusan Masalah

  Berdasarkan dari latar belakang masalah berikut uraian-uraian yang telah dikemukakan di atas, penulis mencoba untuk menarik suatupermasalahan agar lebih mengarah pada penelitian yang dimaksud, yaitu : 1. Strategi apa yang dilakukan oleh Gereja Karismatik yang berada di jalan Iskandar Muda tersebut sehingga dapat bertumbuh memiliki banyak jemaat ?

2. Apakah motivasi para jemaat sehingga mau beribadah di Gereja

Karismatik tersebut ?

1.3. Tujuan Penelitian

  Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui strategi apa yang dilakukan oleh Gereja Karismatik khususnya pada Gereja Karismatik GBI Medan Plaza sehingga dapatbertumbuh memiliki banyak jemaat.

2. Untuk mengetahui apa motivasi para jemaat sehingga mau beribadah di Gereja Karismatik GBI Medan Plaza tersebut

1.4. Manfaat Penelitian

  Adapun manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah : 1. Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini dapat mengembangkan pemahaman peneliti tentang hal-hal apa yang memotivasi orang-orang mau menjadi anggota GerejaKarismatik.

2. Manfaat Praktis

Hasil penelitian ini dapat menambah referensi hasil penelitian dan dapat dijadikan sebagai bahan rujukan untuk penelitian selanjutnyaserta dapat dijadikan sebagai bahan informasi bagi masyarakat umum tentang keberadaan Gereja Karismatik tersebut.

1.5. Definisi Konsep

  Gereja KarismatikGereja Karismatik adalah suatu gereja yang menganut aliran karismatik, dimana dalam gereja tersebut para jemaat dan pemimpin sangatdihimbau dan diberi dorongan untuk mengejar atau mendapatkan suatu karunia dari Roh Kudus, sehingga para jemaat dan para pemimpin yang 5. Dalam hal inipertumbuhan yang dimaksud adalah pertumbuhan gereja adalah suatu gereja yang berawal dari jemaat yang sedikit menjadi banyak bahkan membukacabang-cabang gereja di berbagai tempat.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1. Motivasi Beragama

  Dengan singkat manusia tidak akan merasa puas Ada dua konsep diri dari kekristenan yaitu kekristenan sebagai sesuatu yang selesai dan sempurna dan hanya perlu dipertahankan (sebagai suatuseni) dan kekristenan sebagai hasil perkembangan dari waktu ke waktu dalam proses mencari, menyaring, menyesuaikan dan menemukan dirinya. Beberapa orang yang termotivasi untuk masuk dalam suatu kegiatan(lembaga gereja) menginginkan suatu imbalan yang diharapkannya akan didapatnya dalam organisasi tersebut.

2.2. Teologi Pembebasan

  Dalam hal ini bagaimana sebuah lembaga gereja dapat membuat dan membawa orang-orang yang tertindas tersebut mengalami perubahan di lingkungan sosialnya, sehingga menjadi lebih baik dalam hal perekonomian dan martabat mereka. Intinya bahwamanusia diciptakan dengan citra Allah yang kudus, artinya bebas dari segala bentuk dosa, namun karena kesombongan dan keserakahannya ia kehilangankebebasannya, terkungkung dalam penjara dosa dan kegelapan ( Nitiprawiro,2000:86) Gutierrez dalam Teologi Pembebasannya, berusaha untuk menghapus hal-hal yang membuat kemiskinan terjadi, dalam hal dunia politik yang inginmencari keuntungan sendiri dan mengorbankan rakyat bawah yang tidak memiliki kekuasaan.

2.3. Teologi Sukses

  Memang Allah akan memberikan imbalan dan memberkati orang-orang yang rela memberikanhartanya untuk Allah dengan cara memberi sumbangan kepada gereja sebagai Cara penyebaran Teologi Sukses adalah melalui persekutuan- persekutuan doa dan praise centers, yang umumnya tidak memiliki liturgi. Karena itu, bila satu ayat ditafsirkan atas dasar kata- katanya saja dan dilepaskan dari kesatuannya dengan seluruh isi kitab atau surat maupun isi Alkitab (kontekstual), maka artinya bisa jauh berbeda dan bahkan berlawanan dengan yang dimaksudkan oleh penulis Alkitab yang digerakkan oleh Roh Kudus itu (M, Herlianto, 2006:38-39).

BAB II I METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian

  Tipe deskriptif digunakan untuk menggambarkan atau melukiskan tentang apa yang diteliti dan berusaha mendapatkan data sebanyak mungkinsehingga dapat memberikan suatu gambaran yang jelas dan tepat tentang apa yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian. Lokasi Penelitian Adapun yang menjadi lokasi penelitian ini adalah di kota Medan, di mana kota Medan termasuk kota yang memiliki banyak sekte-sekte ataualiran-alira Gereja Karismatik yang tumbuh dan berkembang.

3.3.1. Unit Analisis

3.3.2. Informan

  Yang menjadi unit analisis atau objek kajian dalam penelitian ini adalah Pemimpin Gereja Karismatik dan jemaat yang melakukankebaktian di Gereja Karismatik Medan Plaza. Informan biasa merupakan sumber informasi sebagai data-data pendukung dalam menjelaskan faktor yang menyebabkan banyakjemaat yang melakukan kebaktian dan apa motivasi jemaat melakukan kebaktian di Gereja Karismatik Medan Plaza.

3.4. Teknik Pengumpulan Data

  Adapun teknik pengumpulan data dengan cara : Adalah suatu bentuk observasi khusus, dimana peneliti tidak hanya menjadi pengamat yang pasif, melainkan juga mengambilperan dalam situasi tertentu dan berpartisipasi dalam peristiwa- peristiwa yang akan diteliti (Yin,2003:113). Dalam penelitian ini data yang dimaksud disediakanadalah foto-foto atau gambar yang diambil dari lapangan seperti, foto gedung tempat beribadah, foto Ibadah Raya atau IbadahMinggu, foto kebaktian-kebaktian lainnya dan kegiatan organisasi- organisasi yang ada dan sebagainya.

3.5. Interpretasi Data

  Bogdan dan Biklei menjelaskan bahwa analisis data adalah upaya yang dilakukan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnyamenjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari danmemutuskan apa yang diceritakan pada orang lain (Moleong, 2005:248). Di sini penelit iakan mengelompokkan data-data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan sebagainya yang selanjutnya akan dipelajari dan ditelaah secaraseksama.

3.6. Jadwal Kegiatan No KEGIATAN

  Sidang atau Meja Hijau√ 6. Penelitian √ √ √ √ √ 2.

3.7. Keterbatasan Peneliti

  Kesulitan lainnya adalah bahwa pihak gereja tidak menyetujui judul awal dari skripsi ini yang isinya “Strategi Gereja Karismatik Dalam Merekrut Jemaat”pihak gereja merasa judul ini terlalu sensitif dan khawatir akan menimbulkan masalah dan mengatakan bahwa kata merekrut adalah suatu pengertian untuksebuah perusahaan yang ingin memperoleh keuntungan. Butuh waktu yang cukup lama untuk dapat Akhirnya wawancara ini dialihkan kepada yang dapat memberikan informasi yang akurat yang tentunya berkaitan dengan permasalahanpenelitian penulis, yaitu Koordinator Misi dan Penginjilan karena beliau merupakan jemaat mula-mula yaitu jemaat yang telah bergabung dengangereja ini mulai dari berdirinya gereja, sehingga beliau mengetahui perkembangan gereja ini dari awal sampai saat ini.

4.1.1. Sejarah Pendirian GBI (Gereja Bethel Indonesia) Di Indonesia

  Jemaat yang dipimpin Van Gessel itu bertumbuh dan berkembang pesat dengan membuka cabang-cabang di mana-mana, sehingga mendapat Pada 1932, Jemaat di Surabaya ini membangun gedung gereja dengan kapasitas 1.000 tempat duduk (Gereja terbesar di Surabaya pada waktu itu). Jemaat gereja yang seharusnya menjaga jarak dari sikap politik yang terpecah belah terjebakdalam nasionalisme yang tengah berkobar-kobar pada saat itu.

4.1.2. Sejarah Berdirinya dan Perkembangan Gereja GBI Medan Plaza Di Medan

  Namun demikian kegiatan gereja tidak terbatas pada ibadah-ibadah yang diselenggarakan tiap-tiap Minggunya saja, karena Gembala (PemimpinGereja) secara khusus memiliki ikatan yang kuat dengan Gereja Induk diJakarta yang telah membelah dengan Gereja Pusatnya di Surabaya GBI (Gereja Bethany Indonesia). Setiap sebulan sekali diadakan Ibadah Doa Pengerja untuk mengadakan Ibadah Bersama dari seluruh Gereja Cabang dan Pos PI seputar Namun demikian kegiatan gereja tidak terbatas pada Ibadah-ibadah yang diselenggarakan tiap-tiap minggunya saja, karena Gembala (PemimpinGereja) secara khusus memiliki ikatan yang kuat dengan Gereja Induk diJakarta yang telah membelah dengan Gereja Pusatnya di Surabaya GBI (Gereja Bethany Indonesia).

4.2. PROFIL INFORMAN

4.2.1. Profil Informan Kunci

  Adapun yang menjadi informan kunci dalam penelitian ini adalahKoordinator Misi dan Penginjilan, dimana seorang Koordinator ini memiliki pemahaman yang mendalam mengenai nilai-nilai ajaran agama dalam gerejakarismatik dan mengetahui perkembangannya dari awal sampai saat ini. Tanpa komitmen dalam diri para gembala dan jemaat, hampir Jika kita melihat ke dalam sejarah gereja , maka kita akan menemukan bahwa orang-orang yang membawa perubahan bagi Tuhan dan membawakebaikan bagi dunianya adalah mereka yang komitmennya tanpa batas, yang menundukan diri dan kehendak mereka kepada Allah, tutur Pdp.

4.2.2. Profil Informan Biasa

Adapun yang menjadi informan biasa dalam penelitian ini adalah para jemaat yang selalu beribadah di Gereja karismatik GBI Medan Plaza.

1) Ibu N. Ginting

  Seperti yang telah dikatakan Ibu ini, bahwa Ia telah mengerti lebih dalam tentang isi Alkitab, karena itu Ia merasa cara beribadah bertepuktangan sambil menari bahkan terkadang menangis dan berbahasa Roh memang sesuai dengan isi Alkitab, bahkan oleh karena cara beribadah sepertiitulah yang menjadi penariknya, sehingga para jemaat tidak merasa jenuh, sedangkan di gereja non karismatik Ia merasa beribadah sebagai suaturutinitas. Tapi alangkah lebih baik jika orang-orang yang datang ke gereja dengan motivasiyang benar kemudian beribadah pula pada gereja yang benar-benar dapat mengubah hidup mereka menjadi sangat baik, tutur Ibu yang suka berkebunini.

2) Elisabeth Siregar

  Elisabeth mengatakan bahwa pada gereja karismatik, penghayatan atas pujian dan penyembahan lebih dapat dilakukan daripada di gereja non karismatik,serta tidak terlalu dibatasi dengan liturgi-liturgi tertentu, walaupun keduanya memang bertujuan untuk menyembah Tuhan. Menurut Elisabeth beribadah dengan bertepuk tangan, menari, kadang kala menangis bahkan berbahasa Roh bukanlah hal yang aneh karena Tuhantidak melarangnya bahkan menyuruh kita untuk melakukannya, karena dengan cara beriabadah seperti itu membuat jemaat dapat menyalurkanucapan syukurnya secara mendalam kepada Tuhan.

3) Lisma Nainggolan

  Dimana gereja ini telah menjadikan kegiatan kemasyarakatanini sebagai program gereja yang telah disusun dengan baik dan merupakan program terpenting juga dalam gereja ini. STRATEGI PERTUMBUHAN GEREJA KARISMATIK GBI MEDAN PLAZA Untuk mencapai suatu tujuan, maka diperlukan suatu perencanaan yang baik dan terarah, sehingga tujuan tersebut dapat tercapai sesuai dengankeinginan dan tidak lari dari ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan.

4.3.1. Strategi Dalam Bidang Kerohanian

a) Pujian dan penyembahan atau dikenal dengan istilah praise and worship

  Melaluituntunan Tuhan, Gembala yang memiliki hubungan baik dengan gereja-gereja aras Internasional ini menuai banyak kepercayaan yang secara individumaupun kelompok telah mendapatkan visi dan misi untuk membantu baik Dengan demikian, gereja mendapatkan dukungan operasionalnya tidak hanya melalui persembahan dan perpuluhan yang merupakan tanggung jawabbagi tiap warga jemaat untuk memperluas pelayanan Tuhan di muka bumi. d) Gereja Karismatik GBI Kemah Daud Medan Plaza ini mengadakan SOM (Sekolah Orientasi Melayani), dimana tujuan dari SOM ini adalah untuk mengajarkan para jemaat yang ingin mengetahuibagaimana cara melayani orang-orang agar lebih mengenal Tuhan dan mau beribadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

e) Kelompok sel yang disebut juga dengan Family Altar (FA) diadakan di

  Bagi anggota FA yang memilikibeban berat, sakit dalam kekurangan dan memiliki pergumulan, mereka harus ditolong dan didoakan sehingga menjadi sembuh. Walaupun penganiayaan dan hambatan berusaha menghalangi mereka, gereja mula-mula makin berkembang dan tersebar sampai keluar Yerusalem, Yudea,Samaria dan bahkan sampai ke ujung-ujung bumi sehingga kita yang ada di Indonesia juga kebagian menerima Berita Baik Injil (Majalah GBI, 2007:38).

i) Setiap sebulan sekali diadakan Ibadah Doa Pengerja untuk

  Ibadah Doa Malam jugadiselenggarakan sebulan sekali dalam rangka menjawab panggilan untuk berdoa bagi visi dan misi gereja yang didukung oleh seluruh pengerja baik diPusat dan Cabang. k) Melakukan pelayanan di Market Place.l) Mengadakan seminar dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dua kali dalam setahun.m) Melakukan doa keliling maksudnya adalah berdoa sambil mengelilingi suatu daerah yang belum mengenal Tuhan dengan menggunakan kendaraan.

4.3.2. Strategi Dalam Bidang Jasmani

  b) Mendirikan sebuah Sekolah Kristen dengan pembayaran uang sekolah yang murah yang bernama Sekolah Kristen SD Mulia yang terdapat di Sitinjo, Dairi. c) Mendirikan Rumah Sakit dengan pembayaran biaya pengobatan yang juga murah yang diberi nama Rumah Sakit Tello yang terdapat di Kecamatan Pulau Pulau Batu, Nias Selatan.

f) Kemudian memberikan bantuan bagi para janda, bagi orang-

  Maka sebagai hal yang empiric, kajian sosiologi agama tidak harus terhadap sesuatu yang material,yang dapat diketahui melalui panca indera yang lima; penglihatan, pendengaran, penciuman, perabaan dan rasa yang ditangkap oleh lidah, tetapidapat saja kepada yang tersimpan dalam perasaan, pikiran dan imajinasi manusia yang menjadi anggota masyarakat (Agus, 2003:27). Sipahutar di bawah ini:“Aku merasa bebas menangis di gereja ini karena masalah- masalah yang aku alamin, ga ada rasa malu karena yang lainjuga nangis kok, karena kalo di rumah aku malah malu diliat sama keluargaku, dengan alunan musiknya dan kata-kata yangmenyentuh dari pembicaranya aku bisa merasa lebih damai”.(Hasil wawancara, Juni 2007) Kehidupan manusia yang penuh dengan konflik atau masalah hidup membuat manusia membutuhkan suatu wadah untuk melampiaskan emosimereka.

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

  Gereja merupakan agen agama yang paling konkrit di dunia, sebuah lembaga yang memiliki norma, nilai dan seperangkat peraturan-peraturanyang mengatur hidup jemaat secara khusus. Cara-cara tersebut yaitu dengan memiliki alat-alat musik yang lengkap sehingga suasananya lebih hidup dengan lagu-lagu yang mengikutiperkembangan zaman sehingga lebih ramai dan sukacita.

1) Strategi dalam bidang Kerohanian, yaitu: a

  Gereja ini merasakan adanya dorongan yang kuat untuk menaikkan pujian dan penyembahan ini sebagai suatu doa yang tak putus-putusnya dinaikkan kepada Tuhan dalam Bait Kudus-Nya, yaituGereja-Nya, sehingga gereja ini mengadakan Menara Doa. Ibadah Doa Pengerja adalah suatu ibadah bersama dari seluruh Gereja Cabang dan Pos PI (Pekabaran Injil) seputar wilayah Medan Ibadah Doa Malam juga diselenggarakan sebulan sekali dalam rangka menjawab panggilan untuk berdoa bagi visi dan misi Gereja yang didukung oleh seluruh pengerja baik di Pusat dan Cabang.j.

2) Strategi dalam bidang Jasmani, yaitu: Melakukan Pelayanan

  Firman yang diberitakan oleh para pembicarapun telah membuat mereka merasakan bagaimana arti menjadi seseorang yang beragamaKristen karena pembicara yang dipilih untuk berkhotbah adalah pembicara yang mampu meningkatkan kualitas pertumbuhan hidupjemaat, baik dalam pertumbuhan hidup jasmani maupun rohani. Organisasi-organisasi, terutama dalam pelayanan kemasyarakatan dalam bidang kesehatan, pendidikan dan sosial yang telah dilakukanoleh Gereja Karismatik GBI Medan Plaza inipun membuat gereja ini jadi lebih dikenal atau diketahui oleh banyak orang sehingga membuat Dalam mendapatkan berkat, gereja ini tidak hanya menikmati sendiri, tetapi menabur, maksudnya adalah membagi-bagikan berkat tersebut.

5.2 Saran

  Bagi para jemaat yang beribadah di gereja karismatik ini, sebaiknya tidak hanya mencari keramaian dalam beribadah sebagai pemberi semangat,tetapi juga mencari firman Tuhan yang dapat memberi arahan dalam menghadapi segala permasalahan dalam kehidupan keluarga, sosial danrohani, sehingga mampu bersosialisasi dengan baik dan tidak membeda- bedakan gereja yang satu dengan yang lain. Meskipun gereja adalahtempat untuk beribadah tetap saja terdapat masalah, karena manusianya yang Manusia sendiri yang menciptakan pemikiran-pemikiran yang negatif antara gereja yang satu dengan gereja yang lain.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Manajemen Organisasi, Pelatihan, Dan Struktur Musik Di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Medan Plaza Medan
24
299
183
Potensi Konflik Laten Antara Penganut Aliran Kristiani Gereja “Konvensional” dengan Gereja “Kharismatik” (Studi pada gereja HKBP dengan GBI di kota Kabanjahe Kabupaten Karo)
5
61
95
Potensi Konflik Laten Antara Penganut Aliran Kristiani Gereja “Konvensional” dengan Gereja “Kharismatik” (Studi pada gereja HKBP dengan GBI di kota Kabanjahe Kabupaten Karo)
2
51
95
Pengaruh Gereja Terhadap Pilihan Politik Jemaat (Studi Kasus :Gereja HKBP di Kota Medan pada Pemilihan Presiden Tahun 2014)
1
15
133
Potensi Konflik Laten Antara Penganut Aliran Kristiani Gereja “Konvensional” dengan Gereja “Kharismatik” (Studi pada gereja HKBP dengan GBI di kota Kabanjahe Kabupaten Karo)
0
1
11
Potensi Konflik Laten Antara Penganut Aliran Kristiani Gereja “Konvensional” dengan Gereja “Kharismatik” (Studi pada gereja HKBP dengan GBI di kota Kabanjahe Kabupaten Karo)
0
0
2
Potensi Konflik Laten Antara Penganut Aliran Kristiani Gereja “Konvensional” dengan Gereja “Kharismatik” (Studi pada gereja HKBP dengan GBI di kota Kabanjahe Kabupaten Karo)
0
0
12
Potensi Konflik Laten Antara Penganut Aliran Kristiani Gereja “Konvensional” dengan Gereja “Kharismatik” (Studi pada gereja HKBP dengan GBI di kota Kabanjahe Kabupaten Karo)
0
0
11
Potensi Konflik Laten Antara Penganut Aliran Kristiani Gereja “Konvensional” dengan Gereja “Kharismatik” (Studi pada gereja HKBP dengan GBI di kota Kabanjahe Kabupaten Karo)
0
0
3
Pengaruh Gereja Terhadap Pilihan Politik Jemaat (Studi Kasus :Gereja HKBP di Kota Medan pada Pemilihan Presiden Tahun 2014)
0
0
14
Pengaruh Gereja Terhadap Pilihan Politik Jemaat (Studi Kasus :Gereja HKBP di Kota Medan pada Pemilihan Presiden Tahun 2014)
0
0
2
Pengaruh Gereja Terhadap Pilihan Politik Jemaat (Studi Kasus :Gereja HKBP di Kota Medan pada Pemilihan Presiden Tahun 2014)
1
1
25
Pengaruh Gereja Terhadap Pilihan Politik Jemaat (Studi Kasus :Gereja HKBP di Kota Medan pada Pemilihan Presiden Tahun 2014)
0
0
26
Pengaruh Gereja Terhadap Pilihan Politik Jemaat (Studi Kasus :Gereja HKBP di Kota Medan pada Pemilihan Presiden Tahun 2014)
0
0
2
Pengaruh Gereja Terhadap Pilihan Politik Jemaat (Studi Kasus :Gereja HKBP di Kota Medan pada Pemilihan Presiden Tahun 2014)
1
1
11
Show more