Feedback

Analisis prospek sirup buah pala sebagai agroindustri skala rumah tangga di Kabupaten Bireuen, Nanggroe Aceh Darusalam

Informasi dokumen
1 ANALISIS PROSPEK SIRUP BUAH PALA SEBAGAI AGROINDUSTRI SKALA RUMAH TANGGA DI KABUPATEN BIREUEN, NANGGROE ACEH DARUSALAM SKRIPSI Oleh : PUTRI ANDRIYANI 071201037 DEPARTEMEN KEHUTANAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011 Universitas Sumatera Utara 2 ANALISIS PROSPEK SIRUP BUAH PALA SEBAGAI AGROINDUSTRI SKALA RUMAH TANGGA DI KABUPATEN BIREUEN, NANGGROE ACEH DARUSALAM SKRIPSI Oleh : PUTRI ANDRIYANI 071201037/MANAJEMEN HUTAN Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara DEPARTEMEN KEHUTANAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011 Universitas Sumatera Utara 3 Judul : Analisis prospek sirup buah pala sebagai agroindustri skala rumah tangga di Kabupaten Bireuen, Nanggroe Aceh Darusalam Nama : Putri Andriyani NIM : 071201037 Departemen : Kehutanan Program Studi : Manajemen Hutan Disetujui oleh Komisi Pembimbing Agus Purwoko, S. Hut., M. Si. Ketua Ir. Ma’rifatin Zahra, M. Si. Anggota Megetahui, Siti Latifah, S. Hut., M. Si., Ph. D. Ketua Departemen Kehutanan Universitas Sumatera Utara 4 ABSTRACT PUTRI ANDRIYANI: Nutmeg Syrup Prospect Analysis as Agroindustry of Household Scale in Sub-Province Bireuen, Nanggroe Aceh Darusalam, superviced by AGUS PURWOKO and MA’RIFATIN ZAHRA. Nutmeg (Myristica fragrans Houtt) be one of found forest commodity in various areas in Indonesia is including in Sub-Province Bireuen, Nanggroe Aceh Darussalam. Till now, exploiting of nutmeg in Sub-Province Bireuen only limited to at seed and its fuli only. While processing agroindustrv there have of nutmeg kernel becomes nutmeg syrup in Sub-Province South Aceh. This fact inspires the writer to make research aimed to search: for financial analysis for nutmeg syrup agroindustry, for added value from processing nutmeg syrup and for marketing access of nutmeg syrup in Sub-Province Bireuen. This research done in SubProvince Bireuen and Sub-Province South Aceh in April 2011. Election of sample either processing entrepreneur and also nutmeg syrup seller is done in purposive. Result of research showed that nutmeg syrup agroindustry is profitable because its RC ratio value is bingger than one (1,36). Number of BEP volume produce of 54 bottles and BEP the price of equal to Rp 9586,- per bottle. Added value at processing of nutmeg kernel becomes syrup is equal to Rp 8108,- per kg. Market opportunity still be wide because nutmeg syrup produced are still can be sold in market. Furthermore, position of sub-province Bireuen is strategic, so it can give advantage in marketing access of syrup product itself. Keywords: Added value, Marketing, Nutmeg Syrup Universitas Sumatera Utara 5 ABSTRAK PUTRI ANDRIYANI: Analisis Prospek Sirup Buah Pala sebagai Agroindustri Skala Rumah Tangga di Kabupaten Bireuen, Nanggroe Aceh Darusalam, dibimbing oleh AGUS PURWOKO dan MA’RIFATIN ZAHRA. Pala (Myristica fragrans Houtt) merupakan salah satu komoditas kehutanan yang dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia termasuk di Kabupaten Bireuen, Nanggroe Aceh Darussalam. Sampai saat ini, pemanfaatan buah pala di Kabupaten Bireuen hanya sebatas pada biji dan fulinya saja. Sedangkan di Kabupaten Aceh Selatan telah ada agroindustri pengolahan daging buah pala menjadi sirup pala. Bertolak dari hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial usaha agroindustri sirup buah pala, menghitung besarnya nilai tambah buah pala setelah diolah menjadi sirup pala dan mengetahui akses pemasaran sirup pala di Kabupaten Bireuen. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Aceh Selatan pada bulan April 2011. Pemilihan sampel baik pengusaha pengolahan maupun penjual sirup pala dilakukan secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara finansial, usaha pengolahan sirup pala di Kabupaten Bireuen menguntungkan karena nilai RC ratio lebih dari 1 (1,36). Jumlah BEP volume produksi sebanyak 54 botol dan BEP harga sebesar Rp 9.586,- per botol. Nilai tambah pada pengolahan daging buah pala menjadi sirup adalah sebesar Rp 8.108,-/kg. Peluang pasar masih luas karena sirup pala yang diproduksi masih terserap dan tersalurkan ke pasar. Posisi kabupaten Bireuen yang strategis juga akan menguntungkan dalam hal akses pemasaran produk sirup tersebut. Kata Kunci: Nilai Tambah, Pemasaran, Sirup Pala Universitas Sumatera Utara 6 RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Bireuen, Nanggroe Aceh Darusalam pada tanggal 21 September 1987 dari ayah Abdurrahman dan ibu Dra. Usnidar. Penulis merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Penulis lulus pada tahun 2006 dari SMU Negeri 1, Bireuen dan masuk pada tahun 2007 ke Fakultas Pertanian USU melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru. Penulis memilih program studi Manajemen Hutan, Departemen Kehutanan. Selama mengikuti perkuliahan, penulis aktif sebagai anggota Himpunan Mahasiswa Silva USU. Selain itu, penulis juga aktif dalam organisasi intrauniversitas USU Society for Debating (USD) sebagai anggota. Penulis melaksanakan Praktek Kerja lapangan (PKL) di KPH Cianjur, Unit III Jawa Barat dan Banten dari tanggal 3 Januari 2011 selama satu bulan. Universitas Sumatera Utara 7 KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis Prospek Sirup Buah Pala sebagai Agroindustri Skala Rumah Tangga di Kabupaten Bireuen, Nanggroe Aceh Darusalam”. Skripsi ini merupakan salah satu syarat kelulusan program sarjana Manajemen Hutan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Penulis mengucapkan terima kasih kepada Agus Purwoko, S. Hut, M. Si dan Ir. Ma’rifatin Zahra M. Si selaku ketua dan anggota komisi pembimbing yang telah membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua staf pengajar dan pegawai di Departemen Kehutanan serta semua rekan yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat. Medan, Juni 2011 Penulis Universitas Sumatera Utara 8 DAFTAR ISI Hlm. ABSTRACT . i ABSTRAK . ii RIWAYAT HIDUP. iii KATA PENGANTAR . iv DAFTAR TABEL . vii DAFTAR GAMBAR . viii DAFTAR LAMPIRAN . ix PENDAHULUAN Latar Belakang . Rumusan Permasalahan . Tujuan Penelitian . Kegunaan Penelitian . 1 3 3 4 TINJAUAN PUSTAKA Tanaman Pala . Botani pala . Penyebaran pala . Pemanfaatan pala . Kandungan kimia dan khasiat buah pala . Aspek Potensi . Bahan baku . Pasar . Agroindustri Sirup Pala . Analisis Kelayakan Proyek Investasi . Definisi proyek . Analisis finansial proyek . Analisis break even point (BEP) . Analisis nilai tambah . Kondisi Umum Kabupaten Bireuen . 5 5 6 6 7 8 8 10 13 14 14 15 16 18 20 METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat . Alat dan Bahan . Metode Penelitian . Metode Pengambilan Data . Metode Analisis Data . 21 21 21 22 22 HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Koresponden . Aspek Potensi Buah Pala . Proses Produksi Sirup Pala . 28 29 32 Universitas Sumatera Utara 9 vi Analisis Finansial Agroindustri Sirup Pala . Biaya produksi dan pendapatan . Analisis RC ratio . Analisi titik impas . Analisis nilai tambah . Distribusi nilai tambah . Analisis Aspek Pasar . Permintaan . Penawaran . Harga . Pemasaran produk . Persaingan dan peluang pasar . 35 35 36 37 38 39 40 40 40 41 41 42 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan . Saran. 43 43 DAFTAR PUSTAKA . 45 LAMPIRAN . 46 Universitas Sumatera Utara 10 DAFTAR TABEL No Hlm. 1. Data potensi komoditi perkebunan dan kehutanan Kabupaten Bireuen tahun 2006 . 10 2. Format analisis nilai tambah pengolahan . 26 3. Distribusi responden berdasarkan umur . 29 4. Rekapitulasi luas areal dan produksi komoditas perkebunan rakyat Kabupaten Bireuen angka sementara semester I tahun 2011 . 29 5. Rekapitulasi data potensi pala di Kabupaten Bireuen . 30 6. Biaya dan pendapatan usaha agroindustri sirup pala di Kabupaten Bireuen 35 7. Analisis RC ratio usaha agroindustri sirup pala di Kabupaten Bireuen . 36 8. Analisis titik impas pada usaha agroindustri sirup pala di Kabupaten Bireuen . 37 Universitas Sumatera Utara 11 DAFTAR GAMBAR No Hlm. 1. Buah pala. 31 2. Pembibitan petani tanaman pala (M. fragrans) di Kecamatan Juli . 32 3. Alat pemasang segel botol sirup . 34 4. Produk sirup pala yang siap dipasarkan . 34 5. Salah satu outlet penjualan sirup pala di Kabupaten Aceh Selatan . 42 Universitas Sumatera Utara 12 DAFTAR LAMPIRAN Hal. 1. Analisis biaya produksi pala menjadi sirup pala dalam sebulan (3x produksi) di Kabupaten Bireuen . 46 2. Perhitungan analisis RC ratio dan titik impas usaha agroindustri sirup pala di Kabupaten Bireuen . 47 3. Analisis nilai tambah agroindustri sirup pala di Kabupaten Bireuen. 48 4. Pengolahan sirup pala . 49 6. Kuesioner responden/pengolah sirup pala . 51 7. Kuesioner responden/penjual sirup pala . 54 Universitas Sumatera Utara 4 ABSTRACT PUTRI ANDRIYANI: Nutmeg Syrup Prospect Analysis as Agroindustry of Household Scale in Sub-Province Bireuen, Nanggroe Aceh Darusalam, superviced by AGUS PURWOKO and MA’RIFATIN ZAHRA. Nutmeg (Myristica fragrans Houtt) be one of found forest commodity in various areas in Indonesia is including in Sub-Province Bireuen, Nanggroe Aceh Darussalam. Till now, exploiting of nutmeg in Sub-Province Bireuen only limited to at seed and its fuli only. While processing agroindustrv there have of nutmeg kernel becomes nutmeg syrup in Sub-Province South Aceh. This fact inspires the writer to make research aimed to search: for financial analysis for nutmeg syrup agroindustry, for added value from processing nutmeg syrup and for marketing access of nutmeg syrup in Sub-Province Bireuen. This research done in SubProvince Bireuen and Sub-Province South Aceh in April 2011. Election of sample either processing entrepreneur and also nutmeg syrup seller is done in purposive. Result of research showed that nutmeg syrup agroindustry is profitable because its RC ratio value is bingger than one (1,36). Number of BEP volume produce of 54 bottles and BEP the price of equal to Rp 9586,- per bottle. Added value at processing of nutmeg kernel becomes syrup is equal to Rp 8108,- per kg. Market opportunity still be wide because nutmeg syrup produced are still can be sold in market. Furthermore, position of sub-province Bireuen is strategic, so it can give advantage in marketing access of syrup product itself. Keywords: Added value, Marketing, Nutmeg Syrup Universitas Sumatera Utara 5 ABSTRAK PUTRI ANDRIYANI: Analisis Prospek Sirup Buah Pala sebagai Agroindustri Skala Rumah Tangga di Kabupaten Bireuen, Nanggroe Aceh Darusalam, dibimbing oleh AGUS PURWOKO dan MA’RIFATIN ZAHRA. Pala (Myristica fragrans Houtt) merupakan salah satu komoditas kehutanan yang dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia termasuk di Kabupaten Bireuen, Nanggroe Aceh Darussalam. Sampai saat ini, pemanfaatan buah pala di Kabupaten Bireuen hanya sebatas pada biji dan fulinya saja. Sedangkan di Kabupaten Aceh Selatan telah ada agroindustri pengolahan daging buah pala menjadi sirup pala. Bertolak dari hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial usaha agroindustri sirup buah pala, menghitung besarnya nilai tambah buah pala setelah diolah menjadi sirup pala dan mengetahui akses pemasaran sirup pala di Kabupaten Bireuen. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Aceh Selatan pada bulan April 2011. Pemilihan sampel baik pengusaha pengolahan maupun penjual sirup pala dilakukan secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara finansial, usaha pengolahan sirup pala di Kabupaten Bireuen menguntungkan karena nilai RC ratio lebih dari 1 (1,36). Jumlah BEP volume produksi sebanyak 54 botol dan BEP harga sebesar Rp 9.586,- per botol. Nilai tambah pada pengolahan daging buah pala menjadi sirup adalah sebesar Rp 8.108,-/kg. Peluang pasar masih luas karena sirup pala yang diproduksi masih terserap dan tersalurkan ke pasar. Posisi kabupaten Bireuen yang strategis juga akan menguntungkan dalam hal akses pemasaran produk sirup tersebut. Kata Kunci: Nilai Tambah, Pemasaran, Sirup Pala Universitas Sumatera Utara 13 PENDAHULUAN Latar Belakang Pala (Myristica fragrans Houtt) merupakan tanaman buah berhabitus pohon tinggi asli Indonesia, karena tanaman ini berasal dari Banda dan Maluku. Tanaman pala menyebar ke pulau Jawa, pada saat perjalanan Marcopollo ke Tiongkok yang melewati pulau Jawa pada tahun 1271 sampai 1295 pembudidayaan tanaman pala terus meluas sampai ke pulau Sumatera. Tanaman pala memiliki keunggulan yaitu hampir semua bagian batang maupun buahnya dapat dimanfaatkan, mulai dari kulit batang dan daun, fuli (benda yang berwarna merah yang menyelimuti kulit biji), biji pala dan daging buah pala (Deputi Menegristek, 2000). Pala pada umumnya dimanfaatkan sebagai rempah-rempah, ada pula digunakan sebagai penghasil minyak atsiri dan bahan obat. Daging buah pala sendiri digemari oleh masyarakat jika telah Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara
Analisis prospek sirup buah pala sebagai agroindustri skala rumah tangga di Kabupaten Bireuen, Nanggroe Aceh Darusalam
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisis prospek sirup buah pala sebagai agroindustri skala rumah tangga di Kabupaten Bireuen, Nanggroe Aceh Darusalam

Gratis