Feedback

Tinjauan Yuridis Pengawasan Bank Indonesia Terhadap Pemberian Likuiditas Pada Bank Umum (Studi Kasus PT. Bank Century, Tbk)

Informasi dokumen
TINJAUAN YURIDIS PENGAWASAN BANK INDONESIA TERHADAP PEMBERIAN LIKUIDITAS PADA BANK UMUM (STUDI KASUS PT. BANK CENTURY, TBK) TESIS Oleh SYURATTY ASTUTI RAHAYU MANALU 077005092/HK PROGRAM STUDI ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Bank sentral adalah lembaga negara yang mempunyai wewenang untuk mengeluarkan alat pembayaran yang sah dari suatu negara, merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, mengatur dan mengawasi perbankan. Pelaksanaan dan pengawasan terhadap dunia perbankan di Indonesia dilakukan oleh Bank Indonesia. Dalam hal pembinaan dan pengawasan tersebut Bank Indonesia menetapkan kriteria kesehatan bank yang meliputi aspek kecukupan modal, kualitas aset, kualitas manajemen, likuiditas, rentabilitas, dan aspek lain yang berhubungan dengan usaha bank dan wajib melakukan kegiatan usaha sesuai dengan prinsip kehati-hatian PT. Bank Century, Tbk mengalami kesulitan likuiditas dan merupakan salah satu bank gagal yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sebagai bank gagal yang berdampak sistemik atas keputusan Komite Stabilitas Sistem Keuangan dan menjadi bank pertama yang menerima akses Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek yaitu salah satu upaya Bank Indonesia untuk mengurangi dampak bahaya krisis global khususnya yang mengancam stabilitas keuangan dalam industri perbankan. Penelitian ini mempergunakan pendekatan yuridis normatif, dengan pendekatan analisis yang bersifat kualitatif. Metode penelitian yuridis normatif adalah metode penelitian yang mengacu pada norma-norma hukum yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan. Dalam penelitian yuridis normatif yang dipergunakan adalah merujuk pada sumber bahan hukum, yakni penelitian yang mengacu pada norma-norma hukum yang terdapat dalam berbagai perangkat hukum. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu Bagaimana perlindungan hukum terhadap nasabah pada bank yang menerima bantuan likuiditas?, Bagaimana pemberian likuiditas yang dilakukan oleh Bank Indonesia pada Bank Umum?, Bagaimana pengawasan Bank Indonesia terhadap pemberian likuiditas pada Bank Umum khususnya pada PT.Bank Century,Tbk. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa perlindungan hukum terhadap nasabah pada bank yang menerima bantuan likuiditas adalah dengan melindungi kepentingan nasabah penyimpan dana dan simpanannya terhadap risiko kerugian. Dalam Undang-undang Perbankan tidak ada ketentuan yang secara khusus mengatur masalah perlindungan hukum terhadap simpanan bank. Perlindungan terhadap nasabah penyimpan, dapat dilakukan melalui dua cara yaitu : Pertama, perlindungan secara implisit (Implisit Deposit Protection), yaitu perlindungan yang dihasilkan oleh pengawasan dan pembinaan bank yang efektif, yang dapat menghindarkan terjadinya kebangkrutan bank yang diawasi. Kedua, perlindungan secara eksplisit (Explicit Deposit Protection), yaitu perlindungan melalui pembentukan suatu lembaga yang menjamin simpanan masyarakat. Perlindungan ini diperoleh melalui pembentukan lembaga yang menjamin simpanan masyarakat, sebagaimana diatur dalam Keputusan Presiden RI Nomor 26 Tahun 1998 tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Bank Universitas Sumatera Utara Umum dan dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan. Pemberian likuiditas yang dilakukan oleh Bank Indonesia pada Bank Umum merupakan pemberian fasilitas kredit oleh Bank Indonesia sebagai lender of the last resort (LoLR). Hal ini sebagaimana yang ditentukan dalam Pasal 11 ayat (1) Undang-undang No.3 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-undang No.23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia dan dalam PBI Nomor 10/26/PBI/2008 tentang Pendanaan Jangka Pendek Bagi Bank Umum dan PBI Nomor 8/1/PBI/2006 tentang Fasilitas Pembiayaan Darurat. Pemberian likuiditas pada Bank Umum oleh Bank Indonesia merupakan bagian dari Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK) untuk mencegah terjadinya bank run dan meminimalkan kemungkinan terjadinya krisis keuangan. Tujuan Bank Indonesia sesuai dengan ketentuan Pasal 7 Undang-undang Nomor 3 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yaitu untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka pada Pasal 8 Undang-undang Nomor 23 Tahun 1999 terdapat ketentuan bahwa Bank Indonesia mempunyai tugas menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran serta mengatur dan mengawasi Bank. Hal ini berarti Bank Indonesia memiliki kewenangan, tanggung jawab, dan kewajiban untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap bank dengan menempuh upaya-upaya baik yang bersifat preventif maupun represif. Kewenangan tersebut diatur dalam Pasal 24 sampai Pasal 35 Undang-undang Nomor 3 Tahun 2004 serta dalam Pasal 29 sampai Pasal 37 Undang-undang Nomor 10 tahun 1998 Tentang Perbankan. Dalam kasus PT Bank Century, Tbk seharusnya Bank Indonesia dapat melakukan pengawasan dini baik yang dilakukan secara langsung, yaitu berbentuk pemeriksaan yang disusul dengan tindakan-tindakan perbaikan ataupun pengawasan tidak langsung yaitu suatu bentuk pengawasan dini melalui penelitian, analisis, dan evaluasi laporan bank. Bank Indonesia selaku otoritas pengawas bank wajib memeriksa secara berkala sekurangkurangnya satu tahun sekali sehingga apabila terjadi penyimpangan-penyimpangan pada bank tersebut dapat dideteksi secara dini. sehingga kerugian negara dapat diminimalkan dan mencegah terjadinya krisis keuangan akibat dampak sistemik yang terjadi pada bank Kata Kunci : Pengawasan Bank Indonesia terhadap pemberian likuiditas pada bank umum (studi kasus PT. Bank Century, Tbk) Universitas Sumatera Utara ABSTRACT The central bank is the state agency that having authority to issue legal tender of a country, to formulate and implement monetary policies, regulate and maintain the smoothness of the payment system, regulate and supervise banking. Bank Indonesia is conducting the implementation and supervision of the banking sector in Indonesia. In terms of guidance and supervision of the Bank Indonesia has set criteria which include aspects of the health of the bank. It includes capital adequacy, asset quality, management quality, earning, liquidity and other aspects related to banking business and shall conduct business activities in accordance with the prudential principle. PT. Bank Century, Tbk experiencing liquidity problems and is one of the failed banks by Bank Indonesia as the bank which has systemic impact on the decision of the Financial System Stability Committee and became the first bank to receive access to the Short Term Financing Facility. It is one of Bank Indonesia's efforts to reduce the impact danger of a global crisis that threatens the financial stability, particularly in the banking industry. The study used a normative juridical approach and qualitative analysis approach. Normative research methods are research methods which refer to the legal norms contained in the legislation. In a normative study that was used is referring to the sources of legal materials, namely research which refers to the legal norms contained in various legal instruments. The problem in this research are how the legal protection of customers in the bank receiving liquidity support, how the provision of liquidity by Bank Indonesia at the commercial bank, how the supervision of Bank Indonesia on the provision of liquidity to commercial banks in particular experiences with Bank Century, Tbk. From the results of this study concluded that legal protection of the customer at the bank receiving liquidity assistance is to protect the interests of depositors and deposits against losses. In the Banking Act regulations do not specifically regulate the legal protection of bank deposits. Protection of storage customers, it can be done through two ways: First, Implicit Deposit Protection that is the protections generated by the bank supervision effective, which can avoid bankruptcy are supervised banks. Second, Explicit Deposit Protection, that is protection through the establishment of an institution that guarantees deposits. This protection is obtained through the establishment of institutions that guarantee public deposits, as stipulated in Presidential Decree No. 26 of 1998 on Guarantee Obligations against Commercial Bank and in Act No. 24 of 2004 concerning the Deposit Insurance Corporation. The objective of Bank Indonesia in accordance with the provisions of Article 7 of Law No. 3 of 2004 concerning Amendment to Law No. 23 of 1999 concerning Bank Indonesia, namely to achieve and maintain Rupiah stability. To achieve these Universitas Sumatera Utara objectives, in Article 8 of Law No. 23 of 1999 contained provisions that Bank Indonesia has the task of formulating and implementing monetary policies, regulate and maintain the smooth running of payment systems as well as manage and oversee the Bank. This means that Bank Indonesia has the authority, responsibility, and obligation to conduct guidance and supervision of banks by taking the efforts of both preventive and repressive. The authorization provided for in Article 24 to Article 35 of Law No. 3 of 2004 and in Article 29 through Article 37 of Law No. 10 of 1998 about Banking. In the case of PT Bank Century, Tbk , Bank Indonesia may conduct early surveillance either done directly, that is shaped examination followed by corrective measures or indirect supervision of a form of supervision early through research, analysis, and evaluation of bank statements. Bank Indonesia as the banking supervisory authorities shall examine on a regular basis at least once a year so that if there distortions in the same bank can be detected early. So that, the state losses can be minimized and the avoidance of financial crisis due to systemic affects that occurred in the bank Keywords: Supervision of Bank Indonesia on the provision of liquidity in commercial banks (the study case of PT. Bank Century, Tbk) Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga tesis ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Tesis ini ditulis dalam rangka memenuhi syarat untuk mencapai gelar Magister Ilmu Hukum pada Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara dengan judul “Tinjauan Yuridis Pengawasan Bank Indonesia Terhadap Pemberian Likuiditas Pada Bank Umum (Studi Kasus PT. Bank Century, Tbk)”. Dalam penyelesaian tesis ini penulis banyak memperoleh bantuan dari para pengajar/dosen dan terutama dari para dosen pembimbing. Dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Prof. Dr. Syahril Pasaribu, DTM&H, M.Sc (CTM), SpA (K), selaku Rektor Universitas Sumatera Utara.; 2. Bapak Prof. Dr. Runtung, S.H, M.Hum selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara; 3. Prof. Dr. Suhaidi, S.H, M.H sebagai Ketua Program Studi Ilmu Hukum Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, sekaligus sebagai Dosen Penguji tesis penulis; 4. Prof. Dr. Bismar Nasution, S.H, M.H sebagai Ketua Komisi Pembimbing yang telah memberikan perhatian penuh, mendorong dan membekali penulis dengan ilmu bermanfaat dalam penyelesaian studi; 5. Prof. Dr. Sunarmi, S.H, M.Hum dan Dr. Mahmul Siregar, S.H, M.Hum selaku Anggota Komisi Pembimbing yang dengan penuh kesabaran memberikan bimbingan, arahan, petunjuk, ide, motivasi, saran serta kritik yang konstruktif untuk memperoleh hasil yang terbaik penyelesaian penulisan tesis ini. 6. Dr. Dedi Harianto, S.H, M.Hum selaku Dosen Penguji tesis Penulis Universitas Sumatera Utara 7. Seluruh Staf Pengajar/Dosen di Program Studi Ilmu Hukum pada Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan ilmu dan motivasi dalam setiap perkuliahan kepada penulis; 8. Seluruh Staf/Pegawai Administrasi Kak Rafika Suryani, Kak Juliani, Kak Fitri, Ibu Niar, Ibu Ganti, Bang Udin, dll yang selalu tersenyum dan melayani dengan ikhlas tanpa mengenal lelah selama penulis menyelesaikan studi; 9. Kedua orang tua penulis Ayahanda Drs. A. B. Ch. Manalu, M.Pd. dan Ibunda Dra. Rosnah Siregar, S.H, M.Si yang telah sabar mendidik penulis serta selalu berdoa dan memberikan dukungan baik moril maupun materil kepada penulis; 10. Suami penulis Fredy Simanjuntak, S.H, M.Hum dan anak penulis Rafif Aqilah Simanjuntak yang menjadi semangat hati dan hidup penulis, terima kasih buat pengertian, perhatian dan kasih sayangnya; 11. Adik-adik tercinta Kartika Manalu, M.Pd, Salistri Annisa Manalu, S.Pd, M.Hum, Boy Utomo Manalu, Bob Rahmat Manalu dan Riza Ramadhan Manalu yang telah memberikan motivasi dan dukungan tak hentinya; 12. Teman-teman pada Program Studi Ilmu Hukum Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, dan semua pihak yang tak dapat penulis cantumkan nama-namanya di sini, yang telah membantu penulis secara tulus dan ikhlas sehingga tesis ini dapat selesai; Akhir kata, penulis berharap semoga tesis ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada kita semua. Amin. Medan, Mei 2011 Penulis Syuratty Astuti Rahayu Manalu Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP Nama : Syuratty Astuti Rahayu Manalu Tempat/ Tanggal Lahir : Medan / 25 April 1983 Jenis Kelamin : Perempuan Agama : Islam Status : Menikah Alamat : Jl. Selam VIII No. 1A Medan Pendidikan Formal : 1. SD Tunas Kartika 2 Medan dari Tahun 1989 hingga Tahun 1995. 2. SLTP Negeri 1 Medan, dari Tahun 1995 hingga Tahun 1998. 3. SMA Kartika I-1 Medan, dari Tahun 1998 hingga Tahun 2001. 4. S-1 Fakultas Bahasa dan Seni Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Medan, dari Tahun 2001 hingga Tahun 2007. 5. S-1 Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, dari Tahun 2002 hingga tahun 2006. 6. S-2 Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, dari Tahun 2007 hingga Tahun 2011 Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI ABSTRAK. . i ABSTRACT. . iii KATA PENGANTAR. v DAFTAR RIWAYAT HIDUP . vii DAFTAR ISI. viii BAB I : PENDAHULUAN . 1 A. Latar Belakang . 1 B. Perumusan Masalah. 10 C. Tujuan Penelitian. 11 D. Manfaat Penelitian . 11 E. Keaslian Penulisan. 12 F. Kerangka Teori dan Konsepsi . 14 G. Metode Penelitian . 27 BAB II : PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP NASABAH PADA BAB III BANK YANG MENERIMA BANTUAN LIKUIDITAS. 31 A. Kegiatan Usaha Bank. 31 B. Prinsip Kehati-hatian Bank . 35 C. Perlindungan Dana Nasabah Bank. 45 : PEMBERIAN LIKUIDITAS PADA BANK UMUM 56 A. Risiko Likuiditas Perbankan . 56 B. Manajemen Likuiditas Bank . 65 C. Bantuan Kepada Bank Dalam Masalah Likuiditas 69 Universitas Sumatera Utara BAB IV : PENGAWASAN BANK INDONESIA TERHADAP PEMBERIAN LIKUIDITAS PADA BANK UMUM (STUDI KASUS BANK CENTURY) . 80 A. Pengawasan Bank Indonesia Terhadap Bank . 80 B. Bank Sentral sebagai Lender of the Last Resort . 93 C. Penyelamatan terhadap Bank Gagal Pada PT.Bank Century, Tbk . BAB V 99 : KESIMPULAN DAN SARAN. 115 A. Kesimpulan . 115 B. Saran. 117 DAFTAR PUSTAKA . 119 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Bank sentral adalah lembaga negara yang mempunyai wewenang untuk mengeluarkan alat pembayaran yang sah dari suatu negara, merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, mengatur dan mengawasi perbankan. Pelaksanaan dan pengawasan terhadap dunia perbankan di Indonesia dilakukan oleh Bank Indonesia. Dalam hal pembinaan dan pengawasan tersebut Bank Indonesia menetapkan kriteria kesehatan bank yang meliputi aspek kecukupan modal, kualitas aset, kualitas manajemen, likuiditas, rentabilitas, dan aspek lain yang berhubungan dengan usaha bank dan wajib melakukan kegiatan usaha sesuai dengan prinsip kehati-hatian PT. Bank Century, Tbk mengalami kesulitan likuiditas dan merupakan salah satu bank gagal yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sebagai bank gagal yang berdampak sistemik atas keputusan Komite Stabilitas Sistem Keuangan dan menjadi bank pertama yang menerima akses Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek yaitu salah satu upaya Bank Indonesia untuk mengurangi dampak bahaya krisis global khususnya yang mengancam stabilitas keuangan dalam industri perbankan. Penelitian ini mempergunakan pendekatan yuridis normatif, dengan pendekatan analisis yang bersifat kualitatif. Metode penelitian yuridis normatif adalah metode penelitian yang mengacu pada norma-norma hukum yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan. Dalam penelitian yuridis normatif yang dipergunakan adalah merujuk pada sumber bahan hukum, yakni penelitian yang mengacu pada norma-norma hukum yang terdapat dalam berbagai perangkat hukum. Permasalahan dalam penelitian ini nasabah dan belum keluar dari bank masih diperlakukan sebagai simpanan. Demikian pula dengan transfer masuk yang telah diterima bank untuk kepentingan seorang nasabah diperlakukan sebagai simpanan nasabah dimaksud walaupun bank belum membukukan ke dalam rekening yang bersangkutan.105 Nilai simpanan yang dijamin oleh LPS paling tinggi sebesar Rp. 2 milyar per nasabah per bank sejak tanggal 13 Oktober 2008. Apabila seorang nasabah mempunyai beberapa rekening simpanan pada satu bank, maka untuk menghitung simpanan yang dijamin, saldo seluruh rekening tersebut dijumlahkan. Nilai simpanan yang dijamin tersebut meliputi pokok ditambah bunga untuk bank konvensional, atau pokok ditambah bagi hasil yang telah menjadi hak nasabah untuk bank syariah.106 Sesuai Pasal 37B Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, setiap bank wajib menjamin dana masyarakat yang disimpan pada bank yang 105 Lembaga Penjamin Simpanan, “Fungsi LPS dan Penjaminan Nasabah Bank”, http://www.lps.go.id/v2/home.php?link=faq, diakses tanggal 11 Mei 2011. 106 Ibid. Universitas Sumatera Utara bersangkutan. Untuk menjamin simpanan masyarakat pada bank tersebut dibentuk LPS. Dalam Pasal 12 UU LPS ketentuan tersebut dipertegas dengan menyebutkan bahwa setiap bank yang melakukan kegiatan usaha di wilayah Republik Indonesia wajib menjadi peserta penjaminan LPS. Jenis bank tersebut meliputi bank umum dan BPR, termasuk bank nasional, bank campuran, dan bank asing, serta bank konvensional dan bank syariah. Sebagai peserta penjaminan, setiap bank wajib:107 1. Menyerahkan dokumen sebagai berikut: a. Salinan anggaran dasar dan/atau akta pendirian bank; b. Salinan dokumen perizinan bank; c. Surat keterangan dari lpp mengenai tingkat kesehatan bank; d. Surat pernyataan dari pemegang saham, pengendali bagi yang berbadan hukum koperasi, kantor pusat dari cabang bank asing, direksi dan komisaris. 2. Membayar kontribusi kepesertaan; 3. Membayar premi penjaminan; 4. Menyampaikan laporan secara berkala. 5. Memberikan data, informasi dan dokumen yang dibutuhkan dalam rangka penyelenggaraan penjaminan; 6. Menempatkan bukti kepesertaan atau salinannya di dalam kantor bank atau tempat lainnya sehingga dapat diketahui dengan mudah oleh masyarakat; 7. Menempatkan pengumuman pada seluruh kantor bank yang dapat diketahui dengan mudah oleh nasabah mengenai maksimum tingkat bunga penjaminan yang berlaku yang ditetapkan LPS. Pemerintah mempunyai komitmen yang tinggi untuk menjaga keberlangsungan LPS termasuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap LPS. UU LPS mengatur bahwa dalam hal modal LPS menjadi kurang dari modal awal, Pemerintah dengan persetujuan DPR akan menutup kekurangan tersebut. Sedangkan apabila LPS mengalami kesulitan likuiditas dalam pembayaran klaim penjaminan, LPS dapat memperoleh pinjaman dari Pemerintah. 107 Ibid. Universitas Sumatera Utara Pasal 5 UU LPS ditentukan tugas-tugas Lembaga Penjamin Simpanan adalah sebagai berikut: 1. Dalam menjalankan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf a, LPS mempunyai tugas: a. Merumuskan dan menetapkan kebijakan pelaksanaan penjaminan simpanan; dan b. Melaksanakan penjaminan simpanan. 2. Dalam menjalankan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b, LPS mempunyai tugas sebagai berikut: a. Merumuskan dan menetapkan kebijakan dalam rangka turut aktif memelihara stabilitas sistem perbankan; b. Merumuskan, menetapkan, dan melaksanakan kebijakan penyelesaian Bank Gagal (bank resolution) yang tidak berdampak sistemik; dan c. Melaksanakan penanganan Bank Gagal yang berdampak sistemik. Berdasarkan Pasal 5 ayat (1) huruf b UU LPS di atas, tugas LPS adalah termasuk merumuskan, menetapkan, dan melaksanakan kebijakan penyelesaian bank gagal yang tidak berdampak sistemik. Ketentuan Pasal 5 ayat (1) huruf b ini mendasarkan pada penanganan bank yang belum berdampak sistemik sehingga diberikan FPJP. Kemudian dalam huruf c dinyatakan tugas LPS yakni: ”Melaksanakan penanganan bank gagal yang berdampak sistemik”. Ketentuan Pasal 5 ayat (1) huruf c inilah yang mendasarkan LPS untuk menangani bank-bank yang gagal dan berdampak sistemik artinya harus dilakukan bailout. Tahapan ini dilakukan oleh BI apabila FPJP tidak berhasil. Universitas Sumatera Utara BAB III PENANGANAN TERHADAP BANK BERMASALAH OLEH BI MELALUI MEKANISME PEMBERIAN KREDIT JANGKA PENDEK A. Bank Bermasalah dan Dampaknya Terhadap Perekonomian 3. Pengertian Bank Gagal Suatu bank yang tidak dapat lagi memenuhi kewajibannya kepada deposan maupun kreditur, maka bank tersebut dapat dikatakan sebagai bank gagal (failure bank). Pengertian bank gagal tidak ditemukan dalam UU Perbankan dan UU BI. Pengertian bank gagal dapat ditemukan pada Pasal 1 angka 7 UU No.24 Tahun 2004 tentang LPS (UU LPS) ditegaskan bahwa, “Bank gagal (failing bank} adalah bank yang mengalami kesulitan keuangan dan membahayakan kelangsungan usahanya serta dinyatakan tidak dapat lagi disehatkan oleh LPP sesuai dengan kewenangan yang dimilikinya”. LPP atau Lembaga Pengawas Perbankan adalah BI atau lembaga pengawasan sektor jasa keuangan. Pengertian bank gagal dapat juga ditemukan pada Pasal 1 angka 9 Perpu No.4 Tahun 2008 tentang Jaringan Pengaman Sistim Keuangan (UU JPSK), ditegaskan bahwa, ”Bank gagal adalah bank yang mengalami kesulitan keuangan dan membahayakan kelangsungan usahanya serta dinyatakan tidak dapat lagi disehatkan oleh Bank Indonesia sesuai dengan kewenangan yang dimilikinya”. Menurut George G. Kaufman, “A bank fails economically when the market value of its assets declines below the market value of its liabilities, so that the market value of its capital (net worth) becomes negative. At such times, the bank cannot Universitas Sumatera Utara expect to pay all of its depositors in full and on time”.108 Artinya, sebuah bank gagal secara ekonomi ketika nilai pasar dari aset menurun di bawah nilai pasar kewajibannya, sehingga nilai pasar modal (net worth) menjadi negatif. Pada saat seperti itu, bank tidak bisa mengharapkan untuk membayar semua deposan secara penuh dan tepat waktu. Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) mendefinisikan bank gagal sebagai berikut: “A bank failure is the closing of a bank by a federal or state banking regulatory agency. Generally, a bank is closed when it is unable to meet its obligations to depositors and others”.109 Artinya, sebuah kegagalan bank adalah penutupan bank oleh lembaga perbankan federal atau negara peraturan. Umumnya, bank ditutup bila ia tidak dapat memenuhi kewajibannya kepada deposan dan lainlain. Berdasarkan beberapa pengertian di atas, maka dapat dipahami bahwa bank gagal (failure bank) adalah suatu keadaan dimana operasional bank tertentu dapat dihentikan oleh otoritas pengawasan perbankan oleh negara dimana bank tersebut berada. diacu pada praktik bank sentral di Uni Eropa terdapat tiga aspek penilaian yakni kuantitatif, kualitatif dan subyektif,110 dimana sebuah bank disebut sebagai bank gagal dapat dikarenakan ketidakmampuannya dalam memenuhi kewajibannya kepada para deposannya atau karena tidak bisa membayar atau pemenuhan 108 http://www.cato.org/pubs/journal/cj16n1-2.html, diakses tanggal 24 Juli 2011. Lihat juga: George G. Kaufman, “Bank Failures, Systemic Risk, and Bank Regulation”, Cato Journal, Vol. 16, No. 1 (Spring/Summer 1996), hal. 1. 109 http://www.fdic.gov/deposit/deposits/insured/, diakses tanggal 24 Juli 2011. 110 http://id.wikipedia.org/wiki/Bank_gagal, diakses tanggal 24 Juli 2011. Universitas Sumatera Utara permintaan dana-dana lainnya yang masih merupakan bagian dari kewajibannya, penghentian terhadap operasional bank gagal mempunyai dua alternatif penyelesaian yakni yang pertama bank gagal tersebut dapat dilakukan dilikuidasi tanpa termasuk dalam skema penjaminan atau yang kedua, bila bank gagal tersebut merupakan bankbank yang dipertanggungkan atau disebut pula sebagai bank tertanggung maka bank gagal yang bersangkutan yang berada dalam jaminan pembayaran kewajiban berdasarkan skema penjaminan oleh lembaga atau badan penjaminan tersebut. Bank gagal dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu bank gagal tidak berdampak sistemik dan bank gagal berdampak sistemik. Pembagian tersebut berkaitan dengan proses penanganan terhadap bank gagal tersebut oleh BI, LPS, Departemen Keuangan dan KSSK. Bank gagal yang tidak berdampak sistemik, statusnya dalam pengawasan normal atau pengawasan intensif. Status dalam pengawasan normal, dilakukan pengawasan dan penilaian tingkat kesehatan dan risiko melalui analisis laporan-laporan berkala bank. Pengawas bank dalam melakukan pemeriksaan dilakukan dalam tataran normal, yakni secara berkala atau minimal 1 (satu) tahun sekali. Status pengawasan intensif, pengawasan yang diberikan kepada bank umum, apabila bank tersebut berpotensi mengalami kesulitan yang dapat membahayakan tingkat kelangsungan bank. Indikasi yang menunjukkan bank tersebut dalam kondisi membahayakan adalah pelampauan batas minimum pemberian kredit, tingkat kredit Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008 Andreas Timothy : Tinjauan Yuridis Tentang Kasus Permohonan Pernyataan Pailit PT. Bank IFI Terhadap , 2005 USU Repository © 2008
Tinjauan Yuridis Pengawasan Bank Indonesia Terhadap Pemberian Likuiditas Pada Bank Umum (Studi Kasus PT. Bank Century, Tbk) Bank Sentral sebagai Lender of the last resort Bantuan Kepada Bank Dalam Masalah Likuiditas Kerangka Konsepsi. Kerangka Teori dan Konsepsi Kerangka Teori Kerangka Teori dan Konsepsi Kesimpulan KESIMPULAN DAN SARAN Manajemen Likuiditas Bank PEMBERIAN LIKUIDITAS PADA BANK UMUM Pengawasan Berdasarkan Risiko Risk Based Supervision Penyelamatan terhadap Bank Gagal Pada PT. Bank Century, Tbk Perlindungan Dana Nasabah Bank Perumusan Masalah Tujuan Penelitian. Manfaat penelitian. Keaslian Penelitian. Prinsip Kehati-hatian Bank PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP NASABAH PADA BANK YANG Risiko Likuiditas Perbankan PEMBERIAN LIKUIDITAS PADA BANK UMUM
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Tinjauan Yuridis Pengawasan Bank Indonesia Terhadap Pemberian Likuiditas Pada Bank Umum (Studi Kasus PT. Bank Century, Tbk)

Gratis