Feedback

Analisis Kinerja Mutu Teh Hitam di PTPN IV Kebun Bah Butong

Informasi dokumen
ANALISIS KINERJA MUTU TEH HITAM DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV KEBUN BAH BUTONG SKRIPSI Oleh: FEBRI PUTRA SITEPU 070308003 PROGRAM STUDI KETEKNIKAN PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011 Universitas Sumatera Utara ANALISIS KINERJA MUTU TEH HITAM DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV KEBUN BAH BUTONG SKRIPSI Oleh: FEBRI PUTRA SITEPU 070308003/KETEKNIKAN PERTANIAN Skripsi sebagai salah satu syarat untuk dapat memperoleh gelar sarjana di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara PROGRAM STUDI KETEKNIKAN PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011 Universitas Sumatera Utara ANALISIS KINERJA MUTU TEH HITAM DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV KEBUN BAH BUTONG SKRIPSI Oleh: FEBRI PUTRA SITEPU 070308003/KETEKNIKAN PERTANIAN Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Disetujui Oleh : Komisi Pembimbing Achwil Putra Munir, STP, M.Si Ainun Rohanah, STP, M.Si Ketua Anggota PROGRAM STUDI KETEKNIKAN PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK FEBRI PUTRA SITEPU, Analisis Kinerja Mutu Teh Hitam di PTPN IV Kebun Bah Butong, dibimbing oleh ACHWIL PUTRA MUNIR dan AINUN ROHANAH. Persaingan sektor industri berbasis produk teh hitam dihadapkan pada tantangan dengan kriteria konsumen terhadap produk yang semakin kompleks. Oleh karena itu, diperlukan usaha untuk meningkatkan mutu teh hitam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pencapaian mutu teh hitam (Kadar air, Rasa dan Kenampakan) selama bulan januari periode 2009 sampai Januari 2011 serta menganalisis faktor-faktor penyebab rendahnya mutu teh hitam di Pabrik Pengolahan teh dengan menggunakan control chart dan diagram sebab-akibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu teh hitam selama bulan januari periode 2009 sampai 2011 dinilai belum menunjukkan pencapaian yang cukup baik. Hal ini disebabkan oleh adanya pengaruh bahan baku, proses pengolahan, kondisi mesin atau peralatan dan lingkungan selama proses pengolahan teh hitam. Kata Kunci : Teh Hitam, Kadar Air, Rasa, Kenampakan, Control Chart, Diagram Sebab-Akibat ABSTRACT FEBRI PUTRA SITEPU: The Analysis of Quality Performance of Black Tea At PTPN IV Bah Butong Estate, supervised by ACHWIL PUTRA MUNIR and AINUN ROHANAH. The competition in the sector of the primary industry bases on black tea was appointed with the criteria of consumers toward increasingly complex products. Therefore, the quality of black tea need to be improve. This research was aimed at evaluating the attainment of the black tea quality (moisture content, taste and appearance) during January of 2009 to 2011 period as well as to analyse the cause factors of the low level of quality of black tea at tea factory using control chart and cause-effect diagram. Results of the research showed that the quality of black tea during January of 2009 to January 2011 period did not indicate a fairly good achievement. This matter was caused by the influence of raw material, processing procedure, machinery condition and environment during black tea processing at the factory. Keyword: Black Tea, Mouisture content, Taste, Appearance, Control Chart and Cause-Effect Diagram Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP Febri Putra Sitepu, dilahirkan di Kuala, Kabupaten Langkat pada tanggal 21 November 1989 dari Ayah M. Syukur Sitepu dan Ibu Sadiah Sembiring. Penulis merupakan putra bungsu dari lima bersaudara. Tahun 2007 penulis lulus dari SMA Negeri I Kuala dan lulus seleksi masuk Universitas Sumatera Utara melalui jalur seleksi Panduan Minat dan Prestasi (PMP-USU). Penulis memilih Program Studi Teknik Pertanian, Departemen Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian. Selama mengikuti Perkuliahan, penulis menjadi Wakil Ketua untuk bidang Organisasi dan Komunikasi Ikatan Mahasiswa Teknik Pertanian (IMATETA). Tanggal 21 Juni – 21 Juli 2010, penulis mengikuti Praktek Kerja Lapangan di Pabrik Pengolahan Karet PT. Bridgestone Sumatera Rubber Estate (BSRE) Serbelawan, Kabupaten Simalungun. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis Kinerja Mutu Teh Hitam di PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Bah Butong.” Pada kesempatan ini, penulis menghaturkan pernyataan terima kasih sebesar-besarnya kepada kedua orang tua penulis yang telah membesarkan, memelihara dan mendidik penulis selama ini. Penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Achwil Putra Munir, STP, M.Si. dan Ibu Ainun Rohanah, STP, M.Si., selaku ketua dan anggota komisi pembimbing yang telah membimbing dan memberikan berbagai masukan berharga kepada penulis dari mulai menetapkan judul, melakukan penelitian, sampai pada ujian akhir. Khusus untuk bapak Dhanny Hermawan, M.Si di PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Bah Butong, penulis mengucapkan banyak terima kasih atas bantuannya selama penulis mengumpulkan data. Disamping itu penulis juga mengucapkan banyak terima kasih kepada staf pengajar dan pegawai di Program Studi Keteknikan Pertanian, serta semua rekan mahasiswa yang tak dapat disebutkan satu per satu disini yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat. Medan, Februari 2011 Penulis Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI ABSTRAK . ABSTRACT . RIWAYAT HIDUP . KATA PENGANTAR . DAFTAR TABEL . DAFTAR GAMBAR . DAFTAR LAMPIRAN . PENDAHULUAN Latar Belakang . Tujuan Penelitian . Kegunaan Penelitian . Batasan Penelitian . TINJAUAN PUSTAKA Sejarah Teh . Botani Teh . Syarat Tumbuh . Kesesuaian iklim. Tanah . Pemetikan Pucuk Teh . Pengolahan Teh Hitam . Penyediaan pucuk segar . Pelayuan . Penggulungan . Penggilingan . Sortasi bubuk basah . Fermentasi . Pengeringan . Sortasi kering . Pengemasan . Manfaat Teh Hitam . Karakteristik Mutu Teh . kadar air . Rasa . Kenampakan . Jenis Mutu Teh Hitam Orthodox . Pendekatan Sistem . Teknik Pengendalian Mutu . Diagram Kontrol . Diagram Tulang Ikan . BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian . Bahan dan Alat . Metode Penelitian . Prosedur Penelitian . HASIL DAN PEMBAHASAN Hal i i ii iii vi vii viii 1 4 4 4 5 6 9 9 10 12 12 13 14 15 15 15 16 16 17 17 17 18 19 20 20 21 23 24 27 31 34 34 34 36 Universitas Sumatera Utara Sejarah Singkat . Jenis Mutu Teh Hitam Di PTPN IV. Analisa Data Mutu Teh Hitam Dari Control Chart I-MR . Kadar Air . Periode Januari 2009 . Periode Januari 2010 . Periode Januari 2011 . Rasa . Periode Januari 2009 . Periode Januari 2010 . Periode Januari 2011 . Kenampakan . Periode Januari 2009 . Periode Januari 2010 . Periode Januari 2011 . Penyusunan Diagram Sebab-Akibat Mutu Teh Hitam . Kadar Air . Rasa . Kenampakan . KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan . Saran . DAFTAR PUSTAKA . LAMPIRAN 38 39 39 40 40 41 42 44 44 45 46 48 48 49 50 52 52 52 53 55 57 58 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL No. Hal. 1. Spesifikasi persyaratan mutu teh hitam. 19 2. Jenis mutu teh hitam di PTPN IV . 39 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR No. Hal. 1. Pucuk daun teh . 8 2. Diagram alir pengolahan teh hitam . 13 3. Diagram control chart . 27 4. Diagram sebab-akibat . 32 5. Control chart I-MR kadar air periode Januari 2009 . 40 6. Control chart I-MR kadar air periode Januari 2010 . 41 7. Control chart I-MR kadar air periode Januari 2011 . 43 8. Control chart I-MR rasa (Taste) periode Januari 2009 . 44 9. Control chart I-MR rasa (Taste) periode Januari 2010 . 45 10. Control chart I-MR rasa (Taste) periode Januari 2011 . 47 11. Control chart I-MR kenampakan (appearance) periode Januari 2009 . 48 12. Control chart I-MR kenampakan (appearance) periode Januari 2010 . 49 13. Control chart I-MR kenampakan (appearance) periode Januari 2011 . 50 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN No. Hal. 1. Flowchart penelitian . 60 2. Parameter analisis teh hitam (SNI) . 61 3. Penilaian mutu teh hitam . 62 4. Daftar nilai koefisien dalam perhitungan batas-batas peta kontrol Xbar dan R serta indeks kapabilitas proses . 63 5. Kadar air periode Januari 2009 . 64 6. Kadar air periode Januari 2010 . 65 7. Kadar air periode Januari 2011 . 66 8. Rasa (taste) periode Januari 2009 . 67 9. Rasa (taste) periode Januari 2010 . 68 10. Rasa (taste) periode Januari 2011 . 69 11. Kenampakan (appearance) periode Januari 2009 . 70 12. Kenampakan (appearance) periode Januari 2010 . 71 13. Kenampakan (appearance) periode Januari 2011 . 72 14. Diagram sebab akibat kadar air tinggi. 73 15. Diagram sebab akibat rasa (taste) menurun . 74 16. Diagram sebab akibat kenampakan (appearance) menurun . 75 17. Layout pabrik . 76 18. Daftar istilah pengolahan dan pengawasan mutu teh . 77 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK FEBRI PUTRA SITEPU, Analisis Kinerja Mutu Teh Hitam di PTPN IV Kebun Bah Butong, dibimbing oleh ACHWIL PUTRA MUNIR dan AINUN ROHANAH. Persaingan sektor industri berbasis produk teh hitam dihadapkan pada tantangan dengan kriteria konsumen terhadap produk yang semakin kompleks. Oleh karena itu, diperlukan usaha untuk meningkatkan mutu teh hitam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pencapaian mutu teh hitam (Kadar air, Rasa dan Kenampakan) selama bulan januari periode 2009 sampai Januari 2011 serta menganalisis faktor-faktor penyebab rendahnya mutu teh hitam di Pabrik Pengolahan teh dengan menggunakan control chart dan diagram sebab-akibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu teh hitam selama bulan januari periode 2009 sampai 2011 dinilai belum menunjukkan pencapaian yang cukup baik. Hal ini disebabkan oleh adanya pengaruh bahan baku, proses pengolahan, kondisi mesin atau peralatan dan lingkungan selama proses pengolahan teh hitam. Kata Kunci : Teh Hitam, Kadar Air, Rasa, Kenampakan, Control Chart, Diagram Sebab-Akibat ABSTRACT FEBRI PUTRA SITEPU: The Analysis of Quality Performance of Black Tea At PTPN IV Bah Butong Estate, supervised by ACHWIL PUTRA MUNIR and AINUN ROHANAH. The competition in the sector of the primary industry bases on black tea was appointed with the criteria of consumers toward increasingly complex products. Therefore, the quality of black tea need to be improve. This research was aimed at evaluating the attainment of the black tea quality (moisture content, taste and appearance) during January of 2009 to 2011 period as well as to analyse the cause factors of the low level of quality of black tea at tea factory using control chart and cause-effect diagram. Results of the research showed that the quality of black tea during January of 2009 to January 2011 period did not indicate a fairly good achievement. This matter was caused by the influence of raw material, processing procedure, machinery condition and environment during black tea processing at the factory. Keyword: Black Tea, Mouisture content, Taste, Appearance, Control Chart and Cause-Effect Diagram Universitas Sumatera Utara PENDAHULUAN Latar belakang Teh hitam merupakan bahan minuman yang sangat bermanfaat, terbuat dari pucuk kualitas untuk data atribut. 12 2.3 Data Atribut dan Data Variabel 2.3.1 Data Atribut Banyak karakteristik kualitas tidak dapat diklasifikasi sesuai kuantitasnya. Dalam suatu kasus kita selalu mengklasifikasikan tiap-tiap item yang diperiksa sebagai data yang seragam dan data yang tidak seragam ke dalam suatu spesifikasi dalam suatu karakteristik. Karakteristik dalam jenis ini yang disebut data atribut. Data atribut merupakan data kualitatif yang dapat dihitung untuk pencatatan dan analisis. Contoh dari data atribut karakteristik kualitas adalah ketiadaan label pada kemasan, banyaknya jenis cacat. Data atribut biasanya diperoleh dalam bentuk unit-unit yang ketidaksesuaian dengan spesifikasi atribut yang ditetapkan. Pada umumnya data atribut digunakan dalam peta kendali p, np, c dan u. 2.3.2 Data Variabel Data variabel merupakan data kuantitatif yang diukur untuk keperluan analisis. Contoh dari data variabel karakteristik kualitas adalah diameter pipa, ketebalan produk, berat produk dan lain-lain. Ukuran-ukuran berat, panjang, tinggi, diameter, volume biasana merupakan data variabel. Pengendalian kualitas untuk data variabel sering disebut dengan metode peta kendali variabel. Manfaat pengendalian kualitas proses untuk data variabel adalah memberikan informasi mengenai perbaikan kualitas, menentukan kemampuan proses setelah perbaikan kualitas tercapai, membuat keputusan yang berkaitan dengan spesifikasi produk, membuat keputusan yang berkaitan dengan proses produksi, membuat keputusan terbaru yang berkaitan dengan produk yang dihasilkan. Peta kontrol yang umum digunakan untuk data variabel adalah peta kendali X dan peta kendali R. 13 2.4 PETA KENDALI (CONTROL CHART) 2.4.1 Teori Peta Kendali Peta kendali pertama kali ditemukan oleh Walter A. Shewart ketika sedang bekerja umtuk perusahaan Western Electrik. Shewart telah lama meneliti cara untuk mengembangkan reliabilitas dari sistem transmisi telepon. Peta kendali secara rutin digunakan untuk memeriksa kualitas, tergantung pada jumlah karakteristik yang akan diperiksa. Pengendalian kualitas proses statistik untuk data variabel seringkali disebut sebagai metode peta pengendali (control chart) untuk data variabel. Metode ini digunakan untk menggambarkan variasi atau penyimpangan yang terjadi pada kecenderungan memusat dan penyebaran observasi. Metode ini juga dapat menunjukkan apakah proses dalam kondisi stabil atau tidak. Dalam peta pengendali sering kali terjadi kekacauan antara batas pengendali dengan batas spesifikasi. Para karyawan akan bereaksi terhadapa ketidaksesuaian produk karena batas spesifikasi di toko, tetapi mereka tidak akan bereaksi terhadap batas pengendali karena aturan batas pengendali tidak diperkenalkan secara jelas (Ariani, 2004). Sementara itu, dalam proses pengendalian, peta pengendali statistik mendeteksi adanya sebab khusus dalam ketidaksesuaian yang terjadi. Apabila data sampel berada di luar batas pengendali, maka data sampel tersebut berada di luar batas pengendali statistik (out of statistical control). Sebaliknya, apabila data sampel berada di dalam batas pengendali statistik(in statistical control). Proses yang disebut berada dalam batas pengendali statistik tersebut dikatakan berada dalam kondisi stabil dengan kemungkinan adanya variasi yangdesebabkan oleh sebab umum. Namun demikian, kondisi in statistical control tersebut tidak selalu identik dengan kepuasan pelanggan. Demikianlah, batas-batas pada peta pengendali statistik berbeda dengan batas-batas spesifikasi. Pada beberapa situasi, proses tidak berada dalam pengendali statistik tetapi tidak memerlukan tindakan 14 karena telah memenuhi spesifikasi. Pada kondisi lain, proses yang in statistical control justru membutuhkan tindakan karena spesifikasi produk tidak tercapai (Ariani, 2004). Peta pengendali adalah metode statistik yang membedakan adanya variasi atau penyimpangan karena sebab umum dan karena sebab khusus. Penyimpangan yang disebabkan oleh sebab khusus biasanya berada di luar batas pengendalian, sedang yang disebabkan oleh sebab umum biasanya berada dalam batas pengendalian. Manfaat pengendalian kualitas proses untuk data variabel adalah member informasi mengenai (Besterfield,1998): 1. Perbaikan kualitas 2. Menentukan kemampuan proses setelah perbaikan kualitas tercapai. 3. Membuat kepututsan yang berkaitan dengan spesifikasi produk. 4. Membuat keputusan yang berkaitan dengan proses produksi. 5. Membuat keputusan terbaru yangberkaitan dengan produk yang dihasilkan. Peta kendali merupakan penggambaran secara visual mengenai mutu atau kualitas suatu barang atau jasa. Teknik yang paling umum dilakukan dalam pengontrolan kualitas adalah menggunakan peta kontrol Shewart. Peta ini bentuknya sangat sederhana, yaitu terdiri dari tiga buah garis yang sejajar. 1. Garis tengah atau CL (Central Line), yaitu menggambarkan nilai rata-rata proses 2. Batas kendali atas atau sering disebut UCL (Upper Control Limit) ditarik nilai tiga kali standar deviasi di atas garis tengah 3. Batas kendali bawah atau LCL (Lower Control Limit) yang terletak pada nilai tiga kali standar deviasi di bawah garis tengah. 2.4.2 Peta Kendali untuk Data Variabel Peta kendali untuk data variabel dapat digunakan secara luas. Biasanya peta kendali ini merupakan prosedur pengendali yang lebih efisien dan memberikan 15 informasi tentang proses yang lebih banyak. Apabila bekerja dengan karakteristik kuantitas yang variabelnya sudah merupakan standar untuk mengendalikan nilai mean karakteristik kualitas dan variabilitasnya. Pengendalian rata-rata proses atau mean tingkat kualitas biasanya dengan peta kendali mean atau peta kendali X . peta kendali untuk rentang dinamakan peta kendali R. A. Peta Kendali X (Rata-rata) Peta kendali X digunakan untuk proses yang mempunyai karakteristik berdimensi kontinu. Peta ini menggambarkan variasi harga rata-rata (mean) dari data yang diklasifikasikan dalam suatu kelompok. Pengelompokan data ini biasa dilakukan berdasarkan satuan waktu hari atau satuan waktu lainnya dimana sampel berasal dari kelompok yang melakukan pekerjaan yang sama, dan lainlain. Peta kendali X menjelaskan tentang apakah perubahan-perubahan telah terjadi dalam ukuran titik pusat (central tendency) atau rata-rata dari suatu proses. Hal ini mungkin disebabkan oleh faktor-faktor seperti: peralatan yang dipakai, peningkatan temperatur secara gradual, perbedaan metode yang digunakan dalam shift, material baru, tenaga kerja baru yang belum dilatih, dan lain-lain. Langkah-langkah untuk membuat peta kendali X dapat dikemukakan sebagai berikut: 1. Menentukan garis pusat atau CL (central line) yang diperoleh dengan mencari harga rata-rata X . Nilai rata-rata X didapat dengan rumus: g  Xi X  i1 g 2.1 Dengan: X = jumlah rata-rata dari nilai rata-rata subgroup Xi = Nilai rata-rata subgroup ke-i g= jumlah subgroup 16 2. Batas kontrol untuk peta kendali X (rata-rata) Menurut konsepnya, batas pengendali 3 untuk peta kendali rata-rata (mean chart) adalah X  3 X dimana taksiran untuk  dihitung dengan = . Nilai d2 dapat dilihat pada tabel d2 di lampiran. Jika ukuran sampel relatif kecil, metode rentang menghasilkan penaksir untuk variansi yang hampir sama baiknya seperti penaksir kuadratik yang biasa (variansi sampel S2). Efisiensi relatif metode rentang terhadap S2 ditunjukkan di bawah ini untuk berbagai ukuran sampel: n Efisiensi Relatif 2 1,000 3 0,992 4 0,975 5 0,955 6 0,930 10 0,850 Untuk nilai n yang agak besar, misalnya n ≥ 10, rentang kehilangan efisiensinya secara cepat, karena rentang mengabaikan semua informasi dalam sampel antara xmax dan xmin. Tetapi untuk ukuran sampel yang kecil yang kerap kali digunakan pada grafik pengendali variabel (n=3,4,5 atau 6) sangat memuaskan. Jika kita gunakan x sebagai penaksir untuk µ dan R penaksir untuk , maka parameter grafik x adalah d2 sebagai UCL  X  3 n.d2 2.2 LCL  X  3 n.d2 2.3 Dimana A2=  √ dan nilai 3 dapat kita lihat pada kolom A2 pada lampiran n.d2 adalah konstan yang hanya tergantung pada ukuran sampel. 17 Sehingga batas pengendali atas atau UCL peta kendali rata-ratanya adalah: UCL  X  A2.R Dengan: UCL = Upper Control Limit atau batas kontrol atas A2 = nilai koefisien R = rata-rata dari nilai rata-rata range subgroup X = rata-rata dari nilai rata-rata subgroup 2.4 Batas pengendali bawah atau LCL peta pengendali rata-ratanya adalah: LCL  X  A2.R Dengan: LCL = Lower Control Limit atau batas kontrol bawah A2 = nilai koefisien R = rata-rata dari nilai rata-rata range subgroup X = rata-rata dari nilai rata-rata subgroup 2.5 3. Menggambarkan peta kendali X menggunakan batas kontrol dan sebaran data rata-rata B. Peta Kendali R (Range) Peta kendali R (range) menjelaskan tentang apakah perubahan-perubahan telah terjadi dalam ukuran variasi, dengan demikian berkaitan dengan perubahan homogenitas produk yang dihasilkan BAB 3 METODOLOGI PERCOBAAN 3. 1. Alat Dan Bahan 3. 1. 1. Alat - Moisture Balance - Sample Chop - Spatula - Mesin TSD (Two Stage Dryer) - Lempengan Moisture Balance - Goni - Sekop - Timbangan 3. 1. 2. Bahan - Bubuk teh hasil fermentasi 3. 2. Prosedur 3.2.1. Penentuan Kadar Air Bubuk Teh Hasil Fermentasi Netti V. N. Sembiring : Pengaruh Kadar Air Dari Bubuk Teh Hasil Fermentasi Terhadap Kapasitas Produksi Pada Stasiun Pengeringan Di Pabrik Teh Ptpn Iv Unit Kebun Bah Butong, 2009. USU Repository © 2009 31 - Bubuk teh hasil fermentasi diambil dari dalam conveyor dan dimasukkan ke dalam sample chop - 10 gram bubuk teh tersebut ditimbang menggunakan moisture balance - Moisture balance ditutup dan ditunggu sampai memberi tanda - Persen (%) kadar air bubuk teh dicatat dengan membaca angka yang tertera di moisture balance - Percobaan yang sama dilakukan sebanyak 5 kali. 3.2.2. Penentuan Kapasitas Produksi Teh Kering - Penanda berupa kayu kecil dimasukkan ke dalam Mesin TSD, setelah bubuk teh hasil fermentasi dari conveyor diambil - Proses pengeringan ditunggu, ketika penanda jatuh ke dalam bak penampung teh yang sudah kering, stopwatch dihidupkan - Setelah 1 jam, stopwatch dimatikan - Teh kering dari bak penampung dimasukkan ke dalam goni dengan menggunakan sekop - Masing-masing goni ditimbang - Hasil penimbangannya dicatat - Percobaan yang sama dilakukan sebanyak 5 kali. Netti V. N. Sembiring : Pengaruh Kadar Air Dari Bubuk Teh Hasil Fermentasi Terhadap Kapasitas Produksi Pada Stasiun Pengeringan Di Pabrik Teh Ptpn Iv Unit Kebun Bah Butong, 2009. USU Repository © 2009 32 BAB 4 DATA DAN PEMBAHASAN 4. 1. Data Tabel 1 : Data Kadar Air Bubuk Hasil Fermentasi Dengan Kapasitas Produksi Pada Stasiun Pengeringan No Jenis Bubuk 1 Bubuk I Kadar Air Bubuk Teh Hasil Fermentasi (%) 53,48 Temperatur (oC) T inlet(ti) T outlet(to) 93 52 Kapasitas Produksi pada stasiun pengeringan (Kg teh kering/jam) 178 2 Bubuk I 52,06 93 52 180 3 Bubuk I 50,46 93 52 183 4 Bubuk I 48,66 93 52 186 Netti V. N. Sembiring : Pengaruh Kadar Air Dari Bubuk Teh Hasil Fermentasi Terhadap Kapasitas Produksi Pada Stasiun Pengeringan Di Pabrik Teh Ptpn Iv Unit Kebun Bah Butong, 2009. USU Repository © 2009 5 Bubuk I 6 Bubuk I 46,64 44,38 93 52 93 52 33 190 196 4. 2. Perhitungan 4. 2. 1. Persamaan Least Square Dimana : X = Kadar air bubuk teh hasil fermentasi Y = Kapasitas produksi pada stasiun pengeringan Tabel 2 : Data Metode Least Square No X Y X2 XY 1 53,48 178 2860,11 9519,44 2 52,06 180 2710,24 9370,80 3 50,46 183 2546,21 9234,18 4 48,66 186 2367,80 9050,76 5 46,64 190 2175,29 8861,60 6 44,38 196 1969,58 8698,48 ∑X = 295,68 ∑Y = 1113 ∑X2= 14629,23 ∑XY=54735,26 a = n(∑ xy) − (∑ x)(∑ y) n(∑ x2 ) − (∑ x)2 Netti V. N. Sembiring : Pengaruh Kadar Air Dari Bubuk Teh Hasil Fermentasi Terhadap Kapasitas Produksi Pada Stasiun Pengeringan Di Pabrik Teh Ptpn Iv Unit Kebun Bah Butong, 2009. USU Repository © 2009 = 6(54735,26) − (295,68)(1113) 6(14629,23) − (295,68)2 = 328411,56 − 329091,84 87775,38 − 87426,66 = − 680,28 348,72 = -1,9508 b= (∑ x2 )(∑ y) − (∑ x)(∑ xy) n(∑ x2 )− (∑ x)2 = (14629,23)(1113) − (295,68)(54735,26) 6(14629,23) − (295,68)2 = 16282332,99 −16184121,68 87775,38 − 87426,66 = 98211,31 348,72 = 281,6337 34 4. 2. 2. Persamaan Garis Regresi Persamaan : Y = aX + b Y1 = aX1 + b = -1,9508 (53,48) + 281,6337 = 177,3049 Y2 = aX2 + b = -1,9508 (52,06) + 281,6337 = 180,0751 Netti V. N. Sembiring : Pengaruh Kadar Air Dari Bubuk Teh Hasil Fermentasi Terhadap Kapasitas Produksi Pada Stasiun Pengeringan Di Pabrik Teh Ptpn Iv Unit Kebun Bah Butong, 2009. USU Repository © 2009 Y3 = aX3 + b = -1,9508 (50,46) + 281,6337 = 183,1963 Y4 = aX4 + b = -1,9508 (48,66) + 281,6337 = 186,7078 35 Y5 = aX5 + b = -1,9508 (46,64) + 281,6337 = 190,6484 Y6 = aX6 + b = -1,9508 (44,38) + 281,6337 = 195,0572 Tabel 3. Data Menurut Metode Least Square No X Y 1 53,48 177,3049 2 52,06 180,0751 3 50,46 183,1963 4 48,66 186,7078 5 46,64 190,6468 6 44,38 195,0572 X = Kadar air bubuk teh hasil fermentasi Netti V. N. Sembiring : Pengaruh Kadar Air Dari Bubuk Teh Hasil Fermentasi Terhadap Kapasitas Produksi Pada Stasiun Pengeringan Di Pabrik Teh Ptpn Iv Unit Kebun Bah Butong, 2009. USU Repository © 2009 Y = Kapasitas produksi pada stasiun pengeringan 36 4.3. Pembahasan Proses pengolahan teh hitam terdiri dari beberapa tahap, salah satunya adalah proses pengeringan. Selama proses pengeringan, terjadi penurunan kadar air dengan aplikasi panas. Udara panas masuk ke dalam ruang pengering, bersinggungan dengan permukaan bahan kemudian membawa uap air keluar dari ruang pengering. Kadar air bubuk teh hasil fermentasi mempunyai pengaruh terdapat kapasitas produksi teh kering yang dihasilkan karena dengan kadar air teh fermen yang tinggi maka kemampuan udara panas untuk mengeringkan teh lebih lama sehingga kapasitas produksi teh kering sedikit. Sedangkan kadar air teh fermen yang rendah akan menghasilkan kapasitas produksi teh kering yang lebih banyak. Hal ini dapat dilihat melalui grafik pada gambar di bawah ini : Netti V. N. Sembiring : Pengaruh Kadar Air Dari Bubuk Teh Hasil Fermentasi Terhadap Kapasitas Produksi Pada Stasiun Pengeringan Di Pabrik Teh Ptpn Iv Unit Kebun Bah Butong, 2009. USU Repository © 2009 37 Kapasitas Produksi Pada Stasiun Pengeringan 200 195 44.38 190 185 180 175 170 165 44.38 46.64 48.66 50.46 52.06 46.64 48.66 50.46 52.06 Kadar Air Bubuk Teh Hasil Fermentasi 53.48 53.48 Gambar 1. Grafik Kadar Air Bubuk Teh Hasil Fermentasi Vs Kapasitas Produksi Pada Stasiun Pengeringan. Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat bahwa semakin rendah kadar air bubuk teh hasil fermentasi maka kapasitas produksi teh kering yang dihasilkan semakin banyak, dan sebaliknya,semakin tinggi kadar air bubuk teh hasil fermentasi, maka kapasitas produksi teh kering yang dihasilkan sedikit. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kadar air bubuk teh hasil fermentasi mempunyai pengaruh yang penting terhadap pengolahan teh khususnya pada stasiun pengeringan. Netti V. N. Sembiring : Pengaruh Kadar Air Dari Bubuk Teh Hasil Fermentasi Terhadap Kapasitas Produksi Pada Stasiun Pengeringan Di Pabrik Teh Ptpn Iv Unit Kebun Bah Butong, 2009. USU Repository © 2009 38 BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Dari hasil pengamatan dan pembahasan data, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Semakin tinggi kadar air teh hasil fermentasi maka kapasitas produksi teh Netti V. N. Sembiring : Pengaruh Kadar Air Dari Bubuk Teh Hasil Fermentasi Terhadap Kapasitas Produksi Pada Stasiun Pengeringan Di Pabrik Teh Ptpn Iv Unit Kebun Bah Butong, 2009. USU Repository © 2009 39 kering yang dihasilkan pada stasiun pengeringan menurun. Hal ini dapat ditunjukkan melalui data sebagai berikut : - 53,48 % kadar air teh hasil fermentasi, menghasilkan 178 Kg teh kering/jam - 52,06 % kadar air teh hasil fermentasi, menghasilkan 180 Kg teh kering/jam - 50,46 % kadar air teh hasil fermentasi, menghasilkan 183 Kg teh kering/jam - 48,66 % kadar air teh hasil fermentasi, menghasilkan 186 Kg teh kering/jam - 46,64 % kadar air teh hasil fermentasi, menghasilkan 190 Kg teh kering/jam - 44,38 % kadar air teh hasil fermentasi, menghasilkan 196 Kg teh kering/jam 5.2. Saran Agar lebih meningkatkan pengendalian dan pengawasan mutu pada proses pengolahan teh hitam, khususnya pada stasiun pengeringan. DAFTAR PUSTAKA Anonim.,1996.Faktor-Faktor dan Perlakuan-Perlakuan Yang Perlu Menjadi Perhatian Pada Proses Pengolahan Teh Hitam.PTP Nusantara IV Wilayah III.Medan. Anonim.,2002.Pelatihan Pengolahan Teh Hitam.Pusat Penelitian Teh Dan Kina. Gambung. Anonim.,2008.Naskah Serah Terima Bidang Pengolahan Unit Kebun Bah Butong. PT.Perkebunan Nusantara IV (Persero) Unit Kebuh Bah Butong. Netti V. N. Sembiring : Pengaruh Kadar Air Dari Bubuk Teh Hasil Fermentasi Terhadap Kapasitas Produksi Pada Stasiun Pengeringan Di Pabrik Teh Ptpn Iv Unit Kebun Bah Butong, 2009. USU Repository © 2009 40 Ghani,M.A.,2002.Dasar-Dasar Budi Daya Teh.Penebar Swadaya.Jakarta. Ningrat,R.G.S.Soeria Danoe.,2006.Teknologi Pengolahan Teh Hitam.Penerbit ITB. Bandung. Spillane,J.J.,1992.Komoditi Teh.Penerbit.Kanisius.Yogyakarta. Tim Penulis PS.,1993.Teh Pembudidayaan dan Pengolahan.Penebar Swadaya.Jakarta. Lampiran 1. Gambar Alat Moisture Balance Netti V. N. Sembiring : Pengaruh Kadar Air Dari Bubuk Teh Hasil Fermentasi Terhadap Kapasitas Produksi Pada Stasiun Pengeringan Di Pabrik Teh Ptpn Iv Unit Kebun Bah Butong, 2009. USU Repository © 2009 41 Netti V. N. Sembiring : Pengaruh Kadar Air Dari Bubuk Teh Hasil Fermentasi Terhadap Kapasitas Produksi Pada Stasiun Pengeringan Di Pabrik Teh Ptpn Iv Unit Kebun Bah Butong, 2009. USU Repository © 2009
Analisis Kinerja Mutu Teh Hitam di PTPN IV Kebun Bah Butong Sifat-sifat kimia tanah Tipe tanah Tinggi tempat Temperatur Curah hujan Sinar matahari
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisis Kinerja Mutu Teh Hitam di PTPN IV Kebun Bah Butong

Gratis