Makna Warna Bagi Masyarakat Tionghoa.

 4  85  70  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

  Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang Setiap Negara memiliki kebudayaan yang mereka percayai, misalnyaIndonesia yang memiliki banyak kebudayaan, yang dikenal dengan kebudayaan timur. ini Untuk mengetahui lebih dalam, penulis berniat untuk melakukan suatu penelitian ilmiah yang memfokuskan tulisan ini pada jenis warna yang digunakanmasyarakat Tionghoa pada upacara atau perayaan dan makna warna yang tersurat dan tersirat dalam upacara atau perayaan masyarakat Tionghoa sebagai penelitian.

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep

  Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995:456) konsep diartikan sebagai rancangan ide atau pengertian yang diabstrakkan dari pengertian kongkret,gambaran mental dari objek atau apapun yang ada di luar bahasa yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain. Dalam hal ini defenisi konsep bertujuan untuk merumuskan istilah yang digunakan secara mendasar dan penyamaan persepsi tentang apa yang akan ditelitiserta menghindari salah pengertian yang dapat mengaburkan tujuan penelitian.

2.1.1 Kebudayaan

  Menurut Kroeber dan Kluckhohn (1952) mengumpulkan berpuluh-puluh defenisi yang dibuat ahli-ahli antropologi dan membaginya atas 6 golongan, yaitu: (1)Deskriptif, yang menekan unsure-unsur kebudayaan, (2) Historis, yang menekankan bahwa kebudayaan itu diwarisisecara kemasyarakatan , (3)Normatif , yang menekankan hakekat kebudayaan sebagai aturan hidup dan tingkah laku, (4) Psikologis, yang menekankan kegunaan kebudayaan dalam Herskovits dan Malinowski(www. Sedangkanperwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifatnyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusiadalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

2.1.2 Warna

  Hal yang mudahtampak misalnya, warna suci untuk pemeluk agama adalah merah-biru- putih- Orang dari kultur yang berbeda seringkali memberikan respon yang berbeda terhadap suatu warna. Pemahaman termasuk selera (taste) terhadap suatuproduk, pada umumnya dipengaruhi oleh pengalaman keseharian dan kultur yang berkembang di tengah komunitasnya.

2.1.3 Masyarakat

  Sementara itu, Linton (Pengantar Sosiologi, 1997:28), mengatakan“masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerjasama, sehingga mereka itu dapat mengorganisasikan dirinya dan berfikirtentang dirinya sebagai satu kesatuan social dengan batas-batas tertentu”. Berdasarkan penyelidikan-penyelidikan yang telah dilakukan tidak ada seorang manusia pun sejak dahulu sampai sekarang ini hidup diluar masyarakat,dimana manusia itu sejak lahir sampai saat meninggal dunia senantiasa berkecimpung didalam masyarakat, umpanya seorang anak yang lahir dalalingkungan suatu keluarga yang dikenalnya mula-mula ibu.

2.1.4 Tionghoa

  Setelah negara Indonesia terbentuk, maka otomatis orang Tionghoa yang berkewarganegaraan Indonesia haruslah digolongkan menjadi salah satusuku bangsa dalam lingkup nasional Indonesia setingkat dan sederajat dengan suku-suku bangsa lainya yang membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ini sesuai dengan kenyataan bahwa orang Tionghoa Indonesia mayoritas berasal dariTiongkok Selatan yang menyebutkan diri mereka sebagai orang Tang, sedangkanTiongkok Utara menyebutkan diri mereka sebagai orang Han (Hanzi, hanyu : hanren, bahasa Indonesia : Orang Han).

2.2 Landasan Teori

  Konotasi adalah tingkat pertandaan yang menjelaskan hubungan penanda dan petanda yang di dalamnyaberoperasi makna yang tidak eksplisit, tidak langsung, dan tidak pasti”. Saussure tertarik pada cara kompleks pembentukan kalimat dan cara bentuk-bentuk kalimat menentukanmakna, tetapi kurang tertarik pada kenyataan bahwa kalimat yang sama bisa saja menyampaikan makna yang berbeda pada orang yang berbeda situasinya.

2.3 Tinjauan Pustaka

  Warna sangat berpengaruh dalam kebudayaan masyarakatTionghoa dan dapat mempengaruhi perilaku seseorang, setiap warna mempunyai makna berbeda sesuai dengan karakter warna tersebut. Dalam situasi demokrasi media sekarang iniwarna menjadi wadah untuk memvisualisasikan banyak hal yang berada di luar bidang pengalaman keseharian kita.

3.1 Pendekatan

  Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian Makna Warna Bagi Masyarakat Tionghoa adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. (Fatimah, 1993:17) Penelitian Kualitatif adalah adalah penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisa suatu keadaan atau status fenomena secarasistematis dan akurat mengenai fakta dari makna warna bagi masyarakat Tionghoa.

3.4 Teknik Analisis Data

  Data yang rendah reabilitasnya dan validitasnyaadalah data yang kurang lengkap, digugurkan atau dilengkapi dengan subsitusi selanjutnya yang telah lulus dalam seleksi itu lalu diatur dalam table, matriks,yang akan memudahkan pengelolaan selanjutnya. (Abdurahhman,2005:38) Kemudian dengan diskusi, penulis berusaha melakukan perincian atau pengkhususan dengan induksi peneliti melakukan pemanduan dan pembuatangeneralisasi dan akhirnya semua bahan itu dimasukkan kedalam suatu system berupa kesimpulan teoritis yang akan menjadi landasan bagi penyususn hipotesispenelitian.

BAB IV PEMBAHASAN

4.1 Latar Belakang Sosial Budaya Masyarakat Tionghoa

4.1.1 Masyarakat Tionghoa di Indonesia

  Setelah diberi kedudukan dan kesempatan oleh pemerintah, mendominasi ekonomi Indonesia, mereka melakukan penindasan terhadap massaIndonesia dan menghalang-halangi kebangkitan golongan pengusaha nasional atau pribumi sejak masa kolonial, dan masih banyak yang percayamereka seperti itu sampai saat ini. Banyak orang Tionghoa yang menyandang gelar insinyur, dokter, ahli hukum, dan lain-lain, tetapi ketikamereka mencari pekerjaan, mereka tetap dipandang sebagai tenaga kerja kasar atau hanya cocok di bidang domestic.

4.1.2 Tionghoa di Kota Medan

  Orang-orang Cina di Medan lebih suka disebut dengan orang Tionghoa, yang lebih menunjukkan makna kultural dibandingkan dengan sebutan orangChina, yang lebih menunjukkan makna geografis. Namun sebenarnya masyarakat Tionghoa ini ingin pula dipandangsebagai bagian yang integral dari warga negara Indonesia pada umumnya, dan jangan dibatasi akses sosial mereka.

4.1.3 Sistem Kekerabatan

4.1.3.1 Perkawinan

  Masyarakat Tionghoa dianggap dewasa atau “menjadi orang”, bila ia telah menikah, oleh karena itulah upacara pernikahan harus mahal, rumitdan agung, hai ini bertujuan agar sebuah perkawinan itu menjadi suatu kejadian yang terpenting dalam kehidupan masyarakat Tionghoa. 4.1.3.2 Pemilihan JodohPernikahan antara seorang laki-laki dengan seorang wanita yang masih ada hubungan kekerabatan, tetapi wanita tersebut dari generasi yang lebihtua dilarang (misalnya, seorang laki-laki menikah dengan saudara sekandung atau saudara sepupu ibunya).

4.1.3.3 Mas Kawin

  Pada masa kini wanita berhak mendapat harta yang sama dengan anak- anak laki-laki di dalam hal warisan, bahkan kadang-kadang mendapattugas untuk mengurus abu leluhurnya sehingga suaminya yang harus ikut tinggal di rumah orang tuanya secara uxorilokal. Sekarang ini, dengan adanya pemisahan pendidikan bagi anak-anakTionghoa, yaitu sebagian yang mengikuti pendidikan Cina berorientasi ke negara Cina dan sebagian lagi yang mengikuti pendidikan Indonesia danBarat (Belanda), maka telah timbul pemisahan antara golongan yang berpendidikan berlainan itu.

4.1.4 Bahasa

  Bahasa tidak saja digunakandalam komunikasi, bahasa yang penuh dengan makna, nilai dan persepsi juga terdapat pada teks atau wacana. Bahasa hokkien kebanyakan digunakan di kota Medan,hampir seluruh penduduk masyarakat Tionghoa di kota Medan memakai bahasa tersebut, walaupun jaman sekarang masyarakat mulai mempelajaribahasa Mandarin yang merupakan bahasa Internasional di Cina, masyarakat Tionghoa tidak pernah meninggalkan bahasa hokkien yangdipakai sehari-hari.

4.1.5 Agama dan Kepercayaan

4.1.5.1 Aliran Kepercayaan Tao

  Pengikut Lao zi yang terkenal adalahZhuang zi yang merupakan tokoh penulis kitab yang berjudul Zhuang zi. Dengan mengunakan konsep道 德Dao dan De , percaya bahwa hidup tidaklah seluruhnya ditakdirkan, ajaran ini mampu melepaskan kepahitan hidup dan penderitaan, mampuuntuk terlepas dari labirin hidup dan mati.

4.1.5.2 Aliran Kepercayaan Kong Hu Cu

  Agama Konghucu berasal dari Cina daratan dan yang dibawa oleh para pedagang Tionghoa dan imigran. De jure, berlawanan hukum, di lain pihak hukum yanglebih tinggi mengizinkan Konghucu, tetapi hukum yang lebih rendah tidak Setelah reformasi Indonesia tahun 1998, ketika kejatuhan Soeharto,Abdurrahman Wahid dipilih menjadi presiden yang keempat.

4.1.5.3 Agama Buddha

  Kedatangan agama Buddha telah dimulai dengan aktivitas perdagangan yang mulai pada awal abad pertama melalui Jalur Sutraantara India dan Indonesia. Namun,jumlah ini mungkin terlalu tinggi, mengingat agama Konghucu danTaoisme tidak dianggap sebagai agama resmi di Indonesia, sehingga dalam sensus diri mereka dianggap sebagai penganut agama Buddha.

4.2 Perayaan - perayaan Masyarakat Tionghoa

4.2.1 Perayaan Tahun Baru Imlek

  Perayaan ritual itu dalam kelenteng-kelenteng selalu disertai dengan doa- doa yang mengandung makna dan penuh dengan filosofi dan nilaikehidupan masyarakat Tionghoa. Menurut masyarakat Tionghoa satu bulan sebelum tahun baru imlek merupakanbulan yang sangat bagus untuk berdagang, karena masyarakat Tionghoa akan dengan mudah mengeluarkan isi kantongnya untuk membeli barang-barang keperluan tahun baru imlek.

4.2.2 Cap Go Meh

  Perayaan Cap Go Meh adalah perayaan yang penuh dengan kegembiraan karena Tuhan mencurahkan rakhmatnya dan manusia tidakboleh terlena oleh kesenangan -kesenangan dan manusia harus bias mengendalikan diri dengan menyeimbangkan yin dan yang (hidupharmoni). Hari raya Cap Go Meh atau Yuan Xiaojie dalam bahasa Tionghoa yang jatuh pada tanggal 15 bulan pertama tahun Imlek adalah salah satu Konon pada tahun 180 Sebelum Masehi, Kaisar Hanwudi yang berkuasa pada masa Dinasti Han Barat naik takhta pada tanggal 15 bulanpertama Imlek.

4.3 Jenis Warna Yang Digunakan Masyarakat Tionghoa Pada Perayaan atau Upacara

4.2.1 Warna Merah

  Pakaian masyarakat tionghoa pada perayaan tahun baru Imlek Pada umumnya masyarakat Tionghoa identik memakai warna merah untuk perayaan-perayaan, salah satunya pada perayaan tahun baruImlek yang dominan memakai pakaian berwarna merah, karena mereka percaya kalau warna merah itu membawa keberuntungan. Selain denganpakaian warna merah, perayaan Imlek juga dimeriahkan dengan angpao yang berwarna merah serta lampion-lampion berwarna merah yangbertuliskan dengan puisi-puisi yang sangat bermakna.

4.2.2 Warna Kuning atau Keemasan

    zamandahulu emas dan merupakan simbol kekayaan khususnya emas relatif ,   perak , , langka dan bahkan lebih berharga Kuning dan emas memiliki , .   makna  warna  yang pada ,   sama   jaman  dahulu  warna  kuning  sering  digunakan  kaisar  karena  warnaSelain melambangkan .  kuning  melambangkan  kekuasaan  tertinggi kekuasaan tertinggi kuning juga merupakan sakral dan , warna makna yang hikmat .

4.4 Makna Warna Dalam Perayaan atau Upacara Masyarakat Tionghoa

  Makna juga memiliki pengaruh yang sangat besar pada setiap warna yang dipakai karena warna menunjukkan identitas atau lambangsuatu politik, suku, agama maupun kebudayaan. Warna dalam kebudayaan Indonesia beserta dengan aplikasinya juga Warna memiliki banyak kegunaan selain dapat mengubah rasa, bisa juga memengaruhi cara pandang, dan bisa menutupiketidaksempurnaan serta bisa membangun suasana atau kenyamanan untuk semua orang.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  Warna merah, yang berartikebahagiaan dan semangat hidup, sebagaimana darah dalam nadi, pengalaman hidup yang penuh semangat dan membahagiakan itu harus mengalir dan meresapiberbagai bagian tubuh untuk kehidupan yang lebih baik. Warna merah selain sebagai simbol keberuntungan dan bahagia, juga melambangkan kegembiraan dankeberhasilan yang pada akhirnya akan membawa nasib baik.

5.2 Saran Skripsi ini membahas tentang makna warna bagi masyarakat Tionghoa

  Oleh karena itu, penulis berharap para mahasiswa Fakultas Sastra ataupunyang berminat terhadap makna atau simbol-simbol dari warna dalam budaya Cina agar meneliti lebih dalam lagi tentang kebudayaan Tionghoa yaitu warna. 中 人和印 人都讨厌黑色 单 等 跟中 相似的是,在印 黑色 基本 贬义,是印 人的禁忌色之 的 秘密的 等联系在 起 汉语中 黑心 黑帮 黑 黑 黑 因 圣经 Alki货且b 中,黑色 表着魔鬼 痛苦和邪恶,象 着黑暗 死亡进 penderitaan dan kejahatan, yang merupakan symbol 远 幸 4.以 点 kegelapan,kematian 令.

Makna Warna Bagi Masyarakat Tionghoa. Aliran Kepercayaan Kong Hu Cu Cap Go Meh Perayaan - perayaan Masyarakat Tionghoa .1 Perayaan Tahun Baru Imlek Data dan Sumber Data Teknik Pengumpulan Data Teknik Analisis Data Landasan Teori KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA Latar Belakang Masalah PENDAHULUAN Makna Warna Dalam Perayaan atau Upacara Masyarakat Tionghoa Pemilihan Jodoh Mas Kawin Kedudukan Wanita Tinjauan Pustaka KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA Tionghoa di Kota Medan Bahasa Warna Merah Warna Kuning atau Keemasan Makna Warna Bagi Masyarakat Tionghoa
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Makna Warna Bagi Masyarakat Tionghoa.

Gratis

Feedback