Analisis pengaruh rasio aktivitas, profitabilitas, leverage dan rasio penilaian pasar terhadap return saham perusahaan telekomunikasi: studi empiris di Bursa Efek indonesia

Gratis

2
7
96
2 years ago
Preview
Full text

ANALISIS PENGARUH RASIO AKTIVITAS, PROFITABILITAS, LEVERAGE DAN RASIO PENILAIAN

  Data yang digunakan bersumber dari laporan keuangan triwulanan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidangtelekomunikasi di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2003 sampai dengan tahun2007. Berdasarkan hasil uji regresi secara parsial dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabelindependent debt to equity ratio terhadap variabel dependent return saham perusahaan-perusahaan telekomunikasi yang menjadi objek penelitian danterdaftar di Bursa Efek Indonesia.

PENDIDIKAN FORMAL

  Data yang digunakan bersumber dari laporan keuangan triwulanan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidangtelekomunikasi di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2003 sampai dengan tahun2007. Berdasarkan hasil uji regresi secara parsial dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabelindependent debt to equity ratio terhadap variabel dependent return saham perusahaan-perusahaan telekomunikasi yang menjadi objek penelitian danterdaftar di Bursa Efek Indonesia.

KATA PENGANTAR

  Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih banyak terdapat kekurangan yang disebabkan oleh keterbatasan penulis baik dalampengetahuan maupun dalam teknik penulisannya, oleh karena itu dengan kerendahan hati dan lapang dada penulis mengharapkan saran dan kritik yangbersifat membangun dari semua pihak. Penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan hanya iringan do’a yang dapat penulis berikan untuk setiap kebaikan yang telah di berikan.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Rasio keuangan merupakan salah satu alat ukur untuk mengetahui

  Salah satu bentuk perlindungan tersebut diantaranya adalah dengan berusaha memastikan bahwa seluruh investor (publik) selaku pihak eksternaldapat memperoleh informasi dan fakta-fakta material yang sama dengan yang Untuk menentukan tingkat kinerja keuangan perusahaan, diperlukan suatu metode analisis rasio yang bertujuan menganalisa posisi keuangan suatuperusahaan. Oleh sebab itulah rasio keuangan perusahaan menjadi faktor penting untuk diketahui pengaruhnya terhadap pendapatan saham perusahaantelekomunikasi yang saat ini menjadi bisnis yang menjanjikan dengan jumlah pangsa pasar Indonesia yang begitu besar dan masih terbukanya peluang untukmengembangkan perusahaan telekomunikasi di Indonesia.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Laporan Keuangan

  Ikatan Akuntansi Indonesia dalam Standar AkuntansiKeuangan tentang kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan paragraph 7 mengemukakan pengertian sebagai berikut :1) Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan.2) Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan posisi keuangan atau laporan arus kas,catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa yang diamaksud dengan laporan keuangan adalah suatu media untuk menyajikan informasiyang telah dikumpulkan dan diolah dengan akuntansi keuangan yang kemudian disusun dalam bentuk laporan neraca, laporan laba-rugi, laporanposisi keuangan serta laporan laba ditahan yang nantinya akan dikomunikasikan secara periodik kepada pemakainya.

B. Rasio Keuangan

  Pengertian Rasio KeuanganRasio keuangan adalah alat utama untuk menganalisis keuangan, rasio dapat menstandarisasi informasi keuangan yang dapat dipakaisebagai alat pembanding antar perusahaan dengan ukuran yang berbeda(Keown dkk., 2001:108). Pertanyaan tersebut meliputi likuiditas perusahaan, kemampuan manajemen memperoleh laba dari penggunaan aktiva perusahaan dankemampuan manajemen mendanai investasinya serta hasil yang dapat diperoleh pemegang saham dari investasi yang dilakukannya kedalamperusahaan.

C. Analisis Rasio Keuangan

  Analisis rasio keuangan yang menghubungkan unsur-unsur neraca dan perhitungan laba/rugi satu dengan yang lainnya, dapat memberikan gambaran Kedua, perbandingan meliputi perbandingan rasio perusahaan dengan perusahaan lainnya yang sejenis atau dengan rata-rata industri pada satu titikyang sama. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaanmemenuhi beban tetapnya berupa bunga, atau mnegukur seberapa jauh laba dapat berkurang tanpa perusahaan mengalami kesulitan keuangan Rumus : EBIT Time Interest Earned Ratio Beban Bunga 4) Fixed charge coverage ratioAdalah rasio yang mengukur berapa besar kemampuan perusahaan untuk menutup beban tetapnya termasuk pembayarandeviden saham preferen, bunga, angsuran pinjaman dan sewa.

D. Return Saham

  Seorang pemegang saham pada prinsipnya lebihberkepentingan dengan keuntungan saat ini dan dimasa-masa yang akan datang, dengan stabilitas keuntungan tersebut dan perbandingannyadengan perusahaan lain. Investor yang melakukan investasi pada saham dapat memperoleh pendapatan yang tinggi, melaluipemilihan saham perusahaan yang berprospek cerah, sehingga investor mempunyai kemungkinan lebih tinggi untuk memperoleh pendapatansaham lebih besar dimasa mendatang.

1 Ri = Return saham

t P = Harga saham pada periode tertentu 1t- P = Harga saham pada periode sebelumnya

E. Pengaruh Rasio Keuangan Bagi Pemegang Saham

  Secara teoritis pemegang sahamsebenarnya merupakan pemodal yang menjadi pemilik sebuah perusahaan, namun dalam kenyataannya para investor memiliki motif yang berbeda-beda. Kelompok investor ini lebih mengharapkan keuntungan dari selisih harga beli dengan harga jual saham di pasar modal, sehinggakelompok investor ini lebih suka menggunakan rasio profitabilitas yang meliputi return on investment (ROI), return on asset (ROA) dan margin labaterhadap penjualan.

F. Penelitian Terdahulu

  Dengan hasil pengujian, variabel yang dominant berpengaruh terhadap pendapatan sahamadalah price to book value (X 7 ) dan dari pengujian secara parsial diperoleh hasil bahwa variabel Return on Asset (X ), Debt to Equity (X ) serta Price to 3 4 Book Value (X 7 ) secara parsial mempunyai pengaruh signifikan terhadap pendapatan saham (Y). Tujuan dari penelitian tersebut adalah untuk mengetahui apakah kinerja kinerja keuangan perusahaan yang terdiri dari EPS, EVA,ROA, ROE, dan Financial Leverage secara simultan mempunyai pengaruh yang berarti terhadap return saham dan untuk mengetahui variable kinerjakeuangan manakah yang mempunyai pengaruh dominan terhadap return saham.

G. Kerangka Berpikir

Penulis berpikir bahwa langkah awal yang harus ditempuh adalah mencari data dari mengenai laporan keuangan, index statistic serta harga Analisis Rasio Keuangan danReturn Saham Rasio Aktivitas Rasio Profitabilitas Rasio RasioLeverage Penilaian Perputaran ROA DER PERPersediaan PBV DTAPerputaran TotalAktiva Uji Model RegresiUji Asumsi Klasik Uji Regresi BergandaUji F Uji t Koefesien Determinasi R² Gambar 2.1. Kerangka Pemikiran

H. Hipotesis Hipotesis adalah dugaan sementara yang mungkin benar atau salah

  Ho : 1 ), perputaran total aktiva (X 2 ), βj = 0 ; Perputaran persediaan (XReturn on Asset (X ) Debt to Total Assets (X ), Debt to 3 , 4 Equity Ratio (X 5 ), Price Earnig Ratio (X 6 ) dan Price toBook Ratio (X 7 ) tidak berpengaruh terhadap return saham perusahaan Telekomunikasi. Ho : 1 ), perputaran total aktiva (X 2 ), βj = 0 ; Perputaran persediaan (XReturn on Asset (X ) Debt to Total Assets (X ), Debt to 3 , 4 Equity Ratio (X 5 ), Price Earnig Ratio (X 6 ) dan Price toBook Ratio (X 7 ) secara parsial tidak berpengaruh terhadap return saham perusahaan Telekomunikasi.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini dilakukan pada perusahaan-perusahaan yang bergerak

  Metode Penentuan Sampel Sampel yang di ambil dalam penelitian ini adalah keseluruhan populasi yang akan diteliti yaitu perusahaan-perusahaan yang termasuk kedalamperusahaan yang bergerak dibidang telekomunikasi yang terdaftar di BursaEfek Indonesia dan mempunyai laporan keuangan secara berturut-turut dari tahun 2003 sampai tahun 2007. Data berupa laporan keuangan yang diterbitkan setiap tahun dan prospectus perusahaan di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2003 sampaidengan 2007 serta data index statistic dari Bursa Efek Indonesia.

D. Metode Analisis

  Sedangkan untuk sampel data section dengan n-sampel item seperti perusahaan, orang, wilayah dan yang lain sebagainya jarang terjadi, karena variabelpenggangu item sampel yang satu berbeda dengan yang lain. Jika nilai Variance Inflation Factor (VIF) tidak lebih dari 10 dan nilai Tolerance tidak kurang dari 0.1, maka model dapat dikatakanterbebas dari multikolineritas VIF = 1/Tolerance, jika VIF = 10 maka Tolerance = 1/10 = 0.1.

c. Jika nilai koefisien determinan, baik dilihat dari R maupun

  HeteroskedastisitasUji heteroskedastisitas bertujuan untuk mengetahui terjadinya perbedaan variance residual suatu periode pengamatan ke periodepengamatan yang lain, atau gambaran hubungan antara nilai yang diprediksi dengan Studentized Delete Residual. Jikanilai F hitung lebih besar dari pada nilai F tabel yang telah di peroleh berarti pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secarabersama-sama adalah signifikan.

E. Operasional Variabel Penelitian

  13) 2 Juni 1988 : Bursa Paralel Indonesia (BPI) mulai beroperasi dan dikelola oleh Persatuan Perdagangan Uang dan Efek (PPUE),sedangkan organisasinya terdiri dari broker dan dealer.14) Desember 1988 : Pemerintah mengeluarkan Paket Desember 88 15) 16 Juni 1989 : Bursa Efek Surabaya (BES) mulai beroperasi dan dikelola oleh Perseroan Terbatas milik swasta yaitu PT Bursa EfekSurabaya.16) 13 Juli 1992 : Swastanisasi BEJ. Pemerintah RI terus berupaya untukmembeli kembali (buyback) saham Indosat tersebut agar pemerintah menjadi pemegang saham yang mayoritas dan menjadikan kembaliIndosat sebagai BUMN, namun hingga kini upaya pemerintah tersebut Sejalan dengan visi TELKOM untuk menjadi perusahaanInfoComm terkemuka di kawasan regional serta mewujudkanTELKOM Goal 3010 maka berbagai upaya telah dilakukan TELKOM untuk tetap unggul dan leading pada seluruh produk dan layanan.

B. Penemuan dan Pembahasan

  Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh perusahaan yang bergerak di bidang pertelekomunikasian di Indonesia yaitu PT. Dari empatperusahaan yang bergerak di bidang pertelekomunikasian dan terdaftar diBursa Efek Indonesia hanya dua perusahaan yang memiliki laporan keuangan dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2007.

a. Dependent Variable: Return Saham

  1 Koefesien regresi variabel perputaran persediaan (b ) mempunyai nilai yang negatif yaitu sebesar -3,816, yang berarti kecenderungan peningkatan return saham perusahaan pertelekomunikasian di Bursa EfekIndonesia dipengaruhi oleh variabel perputaran persediaan berlawanan arah. 4 Koefesien regresi variabel debt to equity ratio (b ) mempunyai nilai yang positif yaitu sebesar 3,248, yang berarti kecenderungan peningkatan return saham perusahaan pertelekomunikasian di Bursa EfekIndonesia dipengaruhi oleh variabel debt to equity ratio secara searah.

5 Bila variabel X naik sebesar 1 satuan maka akan di ikuti peningkatan Y

  Uji Simultan dengan Uji FUntuk mengetahui pengaruh secara keseluruhan variabel bebas (X) terhadap variabel tergantung (Y) digunakan uji F, memakai uji satu sisi dengan x = 0,05 dan DF pembilang (K) = 7 serta menghitung 4 5 6, 7 1 2 3 4 5 6, 7 b , b , b b = 0, artinya variabel (X , X , X , X , X , X X ) secara 1 2, 3 4 5 6, 7 bersama-sama tidak mempengaruhi Y dan Ha; b , b b , b , b , b b 1 , X 2 , X 3 , X 4 , X 5 , X 6, X 7 ) secara bersama- ≠ 0, artinya variabel (X sama mempengaruhi Y. Berdasarkan uraian diatas maka hipotesis pertama atau Ho yang diajukan “bahwa tidak terdapat pengaruh antara perputaranpersediaan (X 1 ), perputaran total aktiva (X 2 ), Return on Asset (X 3 ) ,Debt to Total Assets (X 4 ), Debt to Equity Ratio (X 5 ), Price Earnig Ratio (X ) dan Price to Book Ratio (X ) secara bersma-sama 6 7 berpengaruh terhadap return saham perusahaan Telekomunikasi” tidak terbukti, karena F-hitung > F-tabel yaitu 4,170 > 3,57.

BAB V KESIMPULAN DAN IMPLIKASI A. Kesimpulan Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan metode regresi linier

  Dari hasil pengujian secara parsial, maka diketahui bahwa variabel debt to equity ratio (X 4 ) secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikanhitung tabel ( terhadap return saham (Y) dengan nilai t- > t- 2,748 > 1,77) dan nilai signifikansi 0,018 < 0,05. Hal ini berarti secara parsial variabel debt to equity ratio berpengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pertelekomunikasian serta terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

B. Implikasi

  Memilih investasi dibidang pertelekomunikasian harus mempertimbangkan rasio antara total hutangdengan modal sendiri yaitu debt to equity ratio sesuai dengan penelitian yang dilakukan bahwa rasio tersebutlah yang mempunyai pengaruh yang dominanterhadap return saham perusahaan yang bergerak di bidang pertelekomunikasian di Indonesia. Investor langsung melihat rasio debt to equity ratio apabila akan memilih investasi di bidang pertelekomunikasian, karena hal inilah yangberpengaruh dominan terhadap return saham perusahaan walaupun analisis terhadap rasio keuangan saja tidaklah cukup untuk memilih suatu investasi.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Analisis pengaruh rasio kinerja keuangan dan tingkat suku bunga terhadap volume penjualan saham perusahaan manufaktur yang listed di Bursa Efek Jakarta
0
20
87
Analisis pengaruh rasio profitabilitas dan financial leverage terhadap harga saham pada perusahaan real estate dan property yang terdaftar di Bursa Efek jakarta
1
30
80
Analisis karakteristik perusahaan, industri, dan ekonomi makro terhadap return dan beta saham syariah : studi empiris pada kelompok saham jii di Bursa Efek Indonesia
0
4
142
Analisis variabel makro ekonomi dan rasio keuangan terhadap return saham pada perusahaan LQ 45 di BEI
0
7
125
Analisis pengaruh rasio modal saham terhadap return yang diterima oleh pemegang saham (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2004-2008)
0
4
96
Analisis pengaruh rasio aktivitas, profitabilitas, leverage dan rasio penilaian pasar terhadap return saham perusahaan telekomunikasi: studi empiris di Bursa Efek indonesia
2
7
96
Analisis pengaruh rasio profitabilitas, likuiditas dan solvabilitas terhadap opini audit dengan menggunakan analisis multinominal logit
1
8
111
Analisis pengaruh return on equty (roe) debet equity ratio (der) price earning ratio (per) Eraning growth ratio(Egr) dan return on assets (roa) terhadap financial leverage : studi empiris pada perusahaan manufaktur di rei
1
56
115
Analisis pengaruh rasio likuiditas, profitabiltas, aktivitas, leverage, dan frim size terhadap return saham: studi kasus pada perusahaan yang terdaftar di LQ 45
1
5
70
Pengaruh profitablitas dan rasio leverage terhadap return saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)
0
15
1
Pengaruh rasio harga per nilai buku dan nilai tukar Rupiah/US Dollar terhadap return saham pada sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
1
8
123
Pengaruh rasio hutang (DER) dan l aba per lembar saham (LPS) terhadap perubahan harga saham pada perusahaan agriculture yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
0
4
1
Pengaruh rasio profitabilitas (ROA) dan rasio solvabilitas (DER) terhadap harga saham pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
1
9
1
Pengaruh tingkat suku bunga dan rasio harga laba terhadap return saham : (studi kasus pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia)
0
8
1
Pengaruh rugi laba rasio likuiditas dan rasio hutang terhadap harga saham pada perusahaan sektor transportasi di Bursa Efek Indonesia
3
35
120
Show more