PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TEHNIK STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION ( STAD ) KELAS IX C DI SLB B – C YPAALB LANGENHARJO GROGOL SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2008 2009

Gratis

0
3
14
2 years ago
Preview
Full text
pustaka.uns.ac.id digilib.uns.ac.id PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TEHNIK STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION ( STAD ) KELAS IX/C DI SLB B – C YPAALB LANGENHARJO GROGOL SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2008/2009 SKRIPSI Oleh : BAMBANG RIYADI NIM . X5107508 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET S U R A K A R TA 2009 commit to users pustaka.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to users pustaka.uns.ac.id digilib.uns.ac.id JURNAL PENELITIAN PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TEHNIK STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION ( STAD ) KELAS IX/C DI SLB B – C YPAALB LANGENHARJO GROGOL SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2008/2009 SKRIPSI Oleh : BAMBANG RIYADI NIM . X5107508 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET S U R A K A R TA 2009 commit to users pustaka.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 1 PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TEHNIK STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION ( STAD ) KELAS IX/C DI SLB B – C YPAALB LANGENHARJO GROGOL SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2008/2009 Oleh: Bambang Riyadi, B. Sunarti, Sudakiem ABSTRAK Bambang Riyadi, PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TEHNIK STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION ( STAD) KELAS IX/C DI SLB B – C YPAALB LANGENHARJO GROGOL SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2008/2009. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta Tahun 2009. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS melalui model Cooperative Learning tehnik Student Teams Achievement Division ( STAD )Kelas IX/C di SLB B – C YPAALB Langenharjo, Grogol Sukoharjo tahun pelajaran 2008/2009. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dengan menggunakan empat langkah yaitu (1) Perencanaan; (2) Pelaksanaan Tindakan; (3) Pengamatan Pelaksanaan Tindakan; (4) Refleksi Hasil Tindakan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 2 siklus. Data yang dihasilkan dengan dokumentasi, observasi, wawancara dan Tes. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa upaya peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran IPS melalui penerapan Cooperative Learning tehnik STAD kelas IX/C diharapkan dapat menghasilkan data yang valid, maka peneliti mendapatkan hasil rentangan nilai sebagai berikut : 1). Nilai ulangan harian IPS pada kondisi awal nilai terendah 30 dan nilai tertinggi 55. 2). Nilai ulangan harian IPS pada Siklus I nilai terendah 45 dan nilai tertinggi 60. 3). Nilai ulangan harian pada siklus II nilai terendah 60 dan nilai tertingg 70. Dengan demikian peneliti dapat menyimpulkan berdasarkan nilai rentangan tersebut diatas, maka ada peningkatan kualitas pembelajaran IPS melalui model Cooperatife Learning tehnik STAD kelas IX/C di SLB B – C YPAALB Langenharjo, Grogol, Sukoharjo commit to users pustaka.uns.ac.id digilib.uns.ac.id rentangan usia 7 – 11 tahun, A. PENDAHULUAN Dalam proses perkembangan dan pertumbuhan anak menuju kedewasaan tidak terlepas dari lingkungan sosial yang menjadi bagian kehidupan Lingkungan sosial sehari-hari. mempunyai peranan penting yang sangat besar dalam mendewasakan anak. Salah satu upaya mendewasakan anak adalah melalui pendidikan. Dalam kehidupan sosial berbagai sumber menyediakan sarana dan sasaran belajar dalam bentuk nyata yang sangat membantu menurut Hendro Darmodjo dan Jenny R. E. Kaligis (1992 : 12) mengatakan bahwa : Usia 7 – 11 tahun berada pada tahap operasional kongkrit , dimana tahap ini kemampuan anak untuk berpikir abstrak selalu harus didahului kongkrit. pengalaman Anak sangat membutuhkan benda nyata untuk menolong perkembangan intelektualnya. Berdasarkan hal tersebut, maka menunjang proses peserta didik secara utuh, maka dapat melibatkan segenap aspek psikologis anak kognitif, yang meliputi afektif dan psikomotor. Dalam pembelajaran Ilmu pengetahuan Sosial (IPS) seorang guru harus dapat mengajak peserta dengan dalam perkembengan dan pertumbuhan aspek Perkembangan Intelektual Piaget yang dikutip pendidikan. Dalam Teori didik memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Siswa Sekolah Dasar berada pada setiap pendidikan khusus guru di sekolah Luar Biasa dalam tugasnya mengajar anak atau memberikan pengajaran harus bertindak bijaksana disesuaikan dengan sifat dan tingkat kemampuan perkembangan anak. Demikian juga tehnik pembelajaran yang harus sesuai dengan bahan yang diajarkan. Hal ini dimaksud agar usaha pendidikan dan pengajaran dapat berhasil dengan sebaik-baiknya. commit to users pustaka.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 1 dunia Namun pada saat ini masih sering pendidikan saat ini mengalami dijumpai proses kegiatan belajar perkembangan ilmu pengetahuan mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial semakin dapat (IPS) yang kurang tepat, dimana sektor guru Sedangkan dalam pesat mempengaruhi beberapa hanya memberikan dimana saja baik secara nasional pengajaran maupun internasional. Maka perlu ceramah didepan kelas dan siswa dilakukan oleh pemerintah saat ini duduk, diam mendengarkan dan untuk dan mencatat. Bagia anak tuna grahita meningkatkan mutu pendidikan di tidak mungkin dapat menerima Indonesia. Pertama yang harus pemebelajaran yang diberikan oleh ditekankan bagaimana kinerja guru Guru. Batasan yang dikemukakan dalam kegiatan belajar mengajar di Triman Prasadio (1978 : 4) memajukan sekolah, bagaimana kurikulum dimana kemampuan gangguan sarana dan pemakaian prasarana yang metode Tuna Grahita adalah Keadaan yang dipakai apakah sesuai dengan siswa, dengan yang individu menunjukkan fungsi intelegensinya dimiliki sejak masa dibutuhkan harus memadai dalam perkembangan yang bermanifestasi proses pada belajar mengajar serta gangguan belajar dan bagaimana pengawasan kinerjanya gangguan penyesuaian diri dengan dengan kelembagaan. Semua itu lingkungan. sudah Atas dasar batasan tersebut anak terakomodir belum. Disamping yang sangat penting tuna dalam mendukung proses belajar penyimpangan dikarenakan tingkat mengajar intelegensinya dibawah harus adanya grahita mengalami normal, kelengkapan buku pelajaran, bahan sehingga menyebabkan ajar, buku bacaan, alat peraga dan kemampuan dan daya pikirnya sumber belajar yang memadai. terbatas. Selanjutnya mempengaruhi terhadap perhatian, commit to users pustaka.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 2 emosi, daya ingat, pengamatan, membedakan jenis kelamin, suku, minat, daya kreasi, imajinasi dan ras, kedudukan sosial dan tingkat tingkah laku serta kematangannya kemampuan ekonomi. akan mengalami hambatan. Jadi Demikian tidak heran siswa SLB B – C berkebutuhan khusus juga telah YPAALB siswa sudah berusia 15 dituangkan dalam UU RI Nomor tahun tingkat intelegensinya seperti 20 tahun 2003 tentang Sistem anak usia 9 tahun. Pendidikan Nasional pasal 5 ayat 2 Hal diatas akan mempengaruhi terhadap proses sehingga belajar kematangan anak, berbeda bahwa juga bagi warga anak negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, intelektual dan sosial berhak dibandingkan antara anak yang memperoleh pendidikan khusus. satu dengan yang lainnya sesuai Pendidikan Khusus yang dimaksud tingkat intelegensi anak, maka adalah Pendidikan Luar Biasa. dalam layanan pendidikannya juga Pendidikan Luar Biasa tertuang berbeda dalam disesuaikan dengan kelainan yang disandangnya. Peraturan Pemerintah Nomor 72 tahun 1991 adalah : berdasarkan Pendidikan Luar Biasa adalah fungsi dan tujuan pendidikan maka bertujuan membantu peserta didik setiap warganegara memiliki hak yang mengandung kelainan fisik untuk dan atau mental agar mampu Dengan demikian memperoleh pendidikan. Tertuang dalam UU RI Nomor 20 mengembangkan tahun pengetahuan 2003 tentang Sistem dan sikap, ketrampilan Pendidikan Nasional pasal 5 ayat 1 sebagai pribadi maupun anggota bahwa warganegara masyarakat yang sama hubungan timbal balik dengan memperoleh pendidikan. Berarti lingkungan sosial, budaya dan suatu alam Setiap mempunyai hak satuan diselenggarakan pendidikan tidak commit to users dalam sekitar mengembangkan mengadakan serta dapat kemampuan pustaka.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 3 dalam dunia kerja dan mengikuti Menurut Davidson dan Worsham pendidikan. (Supraptama, 2000 Cooperative Learning Dalam penelitian ini penulis beringinan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Ilmu model : 3) “ adalah pembelajaran sistematis yang dengan pengetahuan sosial (IPS) dengan mengelompokkan menerapkan model Cooperative tujuan Learning dengan tehnik Student pembelajaran yang efektif yang Teams mengintegrasikan Achievement Division (STAD) yang dapat dilakukan siswa menciptakan untuk pendekatan ketrampilan social yang bermuatan akademis. menerima Di dalam dunia pendidikan ceramah, implikasi dari bidang tehnologi, gambar, bacaan dari guru yang informasi, ilmu pengetahuan dan kemudian dikelompokan komunikasi serta bidang sosial menjadi beberapa kelompok yang dalam pembentukan sumber daya dibentuk untuk manusia yang berkualitas untuk memecahkan suatu masalah atau dapat melakukan reformasi dalam tugas lain yang dikerjakan oleh sistem pendidikan nasional guna masing-masing kelompok tersebut. membentuk insan yang cerdas, Setelah dilakukan tindakan ini terampil dan kompetitif. dengan cara informasi siswa melalui siswa oleh guru siswa menunjukkan lebih aktif Dalam dalam proses pembelajaran baik dalam bertanya, tanggapan mempunyai ide/ partisipasinya pembelajaran dari siswa kurangnya siswa dalam pendapat, diskusi mencari sumber kegiatan pembelajaran, rasa ingin materi tahu, secara kelompok / keberaniannya meningkatkan bertanya, hasil belajarnya dengan adanya terhadap masalah, laporan kepada guru. bertanya, maka individual dapat ide atau dalan gagasan malu untuk mengakibatkan proses belajar mengajar kurang commit to users pustaka.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 4 kondusif dan hasil belajar menjadi pembelajaran IPS , motivasi siswa rendah. dalam IPS serta kemampuan guru Hal ini menunjukkan bahwa siswa memiliki penguasaan dalam materi dasar yang kurang baik. melaksanakan menyusun RPP dan pembelajaran di kelas. Selain itu data diambil dari nilai harian siswa. B. METODE PENELITIAN Tempat Penelitian adalah tempat dimana memperoleh diperlukan penelitian data-data dalam yang penelitian . Untuk pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes sebagai tehnik pengumpulan data yang utama sedangkan Tempat yang diperlukan untuk observasi, penelitian ini yaitu di pengamatan dan test SLB/B-C YPAALB Langenharjo Sukoharjo. dokumentasi, sebagai tehnik pengumpulan data. Penelitian ini dilaksanakan selama Validasi diperlukan agar 3 bulan mulai tanggal tanggal 17 diperoleh April - 24 Juni 2009.,disesuaikan Validitas yang digunakan perlu dengan jadwal mata pelajaran sesuai matematika 8 jam pelajaran per dikumpulkan. Untuk data kualitatif minggu. yang berupa nilai harian IPS, data yang dengan data valid. yang kelas instrumennya diperlukan kisi-kisi (PTK ) dilakukan di kelas IX/ C soal ( indikator dalam silabus ). DI Sedang Penelitian SLB Langenharjo Pelajaran Tindakan / B-C YPAALB Sukoharjo 2008/2009. Tahun Sekolah Luar. Jenis kelainan Tunagrahita sedang Sedangkan jumlah siswa data divalidasi kualitatif melalui dapat Triangulasi sumber, data diperoleh dari peserta didik, guru dan mitra kolaborasi. Data berupa hasil tes yamg akan diteliti sebanyak 3 diklasifikasikan orang. berupa kuantitas. Data tersebut dianalisis informasi kemampuan siswa dalam secara deskriptif, yakni dengan Sumber data commit to users sebagai data pustaka.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 5 membandingkan nilai tes C. HASIL DAN PEMBAHASAN antarsiklus. Yang dianalisis adalah nilai tes siswa sebelum Dari hasil melalui menggunakan media gambar, dan pembelajaran nilai tes pembelajaran siswa menggunakan yang diperoleh observasi proses dan baik hasil pada saat media gambar sebanyak dua siklus. kondisi Kemudian, data yang berupa nilai pelaksanaan tindakan kelas dalam tes tersebut siklus hasilnya tergambar dalam tabel antarsiklus dibandingkan dapat hingga mencapai ketercapaaian atau batas awal I diatas, dan sampai siklus maka dengan II yang tersebut terlihat hasil indikator pembelajaran Ilmu Pengetahuan keberhasilan yang telah ditetapkan. Sosial (IPS) semakin meningkat. Indikator pencapaian dalam Terlihat dalam pelaksanaan penelitian ini ditetapkan : nilai kegiatan belajar mengajar dengan ketuntasan minimal 60 sebagai menggunakan model Cooperatife batas tuntas pembelajaran IPS yang Learning dicapai oleh minimal 75% dari semakin antusias dan lebih aktif keseluruhan siswa. dalam proses pembelajaran berupa indikator pencapaian disesuaikan dengan Penetapan ini kondisi tehnik STAD siswa bertanya, mengeluarkan pendapat atau ide, berdiskusi , dan sekolah, seperti batas minimal nilai bekerjasama dalam mengumpulkan yang ketuntasan hasil kerja serta aktif melaporkan belajar tergantung pada guru kelas yang menjadi hasil kerja kelompok yang secara empiris tahu betul Dengan demikian model keadaan murid-murid di kelasnya Cooperatife Learning tehnik STAD (sesuai dengan KTSP ). dapat memberikan pengaruh yang dicapai dan positif kualitas dalam meningkatakan npembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas commit to users pustaka.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 6 IX/C di SLB B – C YPAALB terbukti Langenharjo, Grogol, Sukoharjo. kualitas pembelajaran IPS kelas Dalam proses kegiatan belajar IX/C di SLB B – C YPAALB mengajar siswa merasa senang Langenharjo, Grogol, Sukoharjo dapat tahun pelajaran tahun 2008/2009, belajar bersama mengeluarkan berinteraksi sesama bekerjasama teman, meningkatkan pendapat, penulis menyarankan bahwa : teman Kepada dan , bertanya, tentang rendah cara dan merasa sepenanggungan. Kepala Sekolah diharapkan memberikan sosialisasi sehingga tidak merasa malu atau diri dapat pengetahuan model atau pembelajaran kooperatife tehnik stad kepada guru mata pelajaran, D. KESIMPULAN DAN SARAN agar guru mampu menerapkan kepada siswa dengan cara yang lebih menarik. 1. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian Kepada Siswa dapat memperoleh dan pembahasan diatas dapat informasi dari berbagai sumber peneliti simpulkan dalam suasana gembira dalam melalui model bahwa kegiatan pembelajaran melalui Learning Tehnik STAD dapat model pembelajaran yang meningkatkan bervariasi Cooperatife kualitas dan pengembangan pembelajaran IPS kelas IX/C di metode pengajaran yang baru. SLB Kepada Peneliti lain dapat menjadi B – C YPAALB Langenharjo, Sukoharjo Grogol, tahun pelajaran selanjutnya dengan diatas, bahwa peneliti-peneliti dalam selain menerapkan 2. Saran tersebut bagi ilmiahnya, 2008/2009. Sesuai wacana model penulisan itu dalam kooperatif simpulan metode STAD ini dapat digunakan Model lebih dari satu topik diskusi untuk Cooperatife Learning tehnik STAD commit to users tiap-tiap kelompok agar lebih pustaka.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 7 menarik dan hasil belajar dapat tercapai dengan lebih efektif, H.J Girno Dkk, 1993. Belajar dan Pembelajaran I, Surakarta : UNS efisien dan sempurna. http://adzelgar.wordpress.com/2009/02 /02/studi-dokumen-dalam-penelitian kualitatif/ E. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, S. 2002.Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT Rineka Cipta. ______.1999. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Jakarta: PT Rineka Cipta. Bungin, 2008. Studi dokumen dalam penelitian kualitatif, http://adzelgar.wordpress.com/ 2009/02/02 Depdiknas,2006, Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar, Jakarta : Direkorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah , Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa Ekodjatmiko Sukarso, 2007. Model Pembelajaran Pendidikan Khusus, Jakarta : Direkorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah , Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa, Departemen Pendidikan Nasional. Hendro Darmodjo dan Jenny R.E. Kaligis, 1992. IPA II, Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan http://mcdougelas.blogspot.com/2009/ 11/pengertian-wawancara.html Jogiyanto, 2006. Peningkatan Pemahaman dan Penerapan Pembelajaran Metode Kasus untuk Dosen dan Mahasiswa, Yogyakarta : CV. Andi Offset. Lexy Moeleong, 2000. Metode Penelitian Kualitatif, .Bandung : PT Remaja Rosdakarya Meliono,2000. Metode Penelitian, Bandung : Citra Aditya Bhakti. Miles B. Miles dan Huberman, 1994. Qualitative Data Analysis, Terjemahan Tjetjep Rohendi Rohidi, Jakarta : UI. Press. Moleong, 2007. Studi dokumen dalam penelitian kualitatif. http://adzelgar.wordpress.com/ 2009/02/02 Muljono Abdurrachman dan Sudjadi S. ,1994. Pendidikan Luar Biasa, Jakarta : Departemen Pendidikan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi commit to users pustaka.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 8 Munzayanah, 2000. Pendidikan Anak Tuna Grahita . Surakarta : PLB __________, 1994. Anak Tuna Grahita, Surakarta, Depdiknas UNS Noornia, A. 1997. Penerapan Pembelajaran Kooperatif dengan Metode STAD, Malang: Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. http://adzelgar.wordpress.com/ 2009/02/02 Sukmadinata, Nana Syaodih, 2005. Metode Penelitian. Bandung : Refika Aditama Sunaryo Kartadinata, 1996, Psikologi Anak Luar Biasa, Jakarta : Departemen Pendidikan Direktorat Jendral Pendidikan Tenaga Guru. Supraptama, 2000, Model Peraturan Pemerintah Nomor 72 1991. Tentang Pendidikan Luar Biasa, www.ditplb.or.id/cetak/2008/1 Pembelajaran Kooperatif, Jakarta : PT 003. Suyanto dan Eko Jatmiko Sukarso, 2007. Model Pembelajaran Pendidikan Khusus, Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa Direkorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional. Purwadarminto, 1976. Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Rochiati Wiraatmadja, 2005, Metode Penelitian , Bandung : PT Remaja Rosdakarya Rineka Cipta. Sutjihati, 2006. Psikologi Anak Luar Rochman Nata Widjajya Zainal Alimin, 1996, Psikologi Pendidikan, Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Biasa, Bandung : Refika Aditama Syaiful Sugala, 2003. Konsep dan Makna Pembelajaran, Bandung.:Alfabeta. Sugiyanto,2007. Model – Model Pembelajaran Inovatif. Surakarta : Panitia Sertifikasi Rayon 13 Triman Prasadio, 1978. Gangguan Psikaitrik Pada Anak – Anak dengan Retardasi Mental , Surabaya : Airlangga University Press. Sugiyono, 2005. Studi dokumen dalam penelitian kualitatif. commit to users pustaka.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 9 Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional, 2003 , Jakarta : Redaksi Sinar Grafika. Winkel, WS. 2001. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta : Gramedia commit to users

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TYPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS SISWA KELAS V C SDN 3 BUMI AGUNG TAHUN PELAJARAN 2011/2012
0
8
58
ENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DI KELAS V SDN 2 TULUNGAGUNG PRINGSEWU
0
9
51
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA PEMBELAJARAN PKn DI KELAS VA SD NEGERI 8 METRO TIMUR TAHUN PELAJARAN 2011/2012
1
11
79
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) KELAS IV SISWA SD NEGERI TANJUNG SENANG BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
17
67
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PENGUASAAN KONSEP OLEH SISWA KELAS VIII.E DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) SMP NEGERI I SUKOHARJO TAHUN 2012 / 2013
0
4
46
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PENGUASAAN KONSEP OLEH SISWA KELAS VIII.E DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) SMP NEGERI I SUKOHARJO TAHUN 2012 / 2013
0
4
29
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MELALUI PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TYPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PELAJARAN IPA KELAS IV A SDN 2 SUMUR BATU TELUK BETUNG UTARA
0
8
50
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) SISWA KELAS V SDN 2 NEGERI BESAR KECAMATAN NEGERI BESAR KABUPATEN WAY KANAN TAHUN PELAJARAN 2013/2014
0
13
58
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR TEMATIK MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS PADA SISWA KELAS IV C SD NEGERI 01 METRO UTARA
0
10
167
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PKN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION ( STAD ) SISWA KELAS IV SD TUNAS HARAPAN KECAMATAN RAJA BASA BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2014/2015
0
13
62
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV B SDN 11 METRO PUSAT TAHUN PELAJARAN 2014/2015
0
4
73
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SEMESTER 2 MELALUI MODEL STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION DI SDN DADIREJO 02
0
0
23
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI KESEBANGUNAN DAN SIMETRI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION PADA SISWA KELAS V SD 1 NGALURAN DEMAK
0
0
20
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION PEMBELAJARAN IPS SEKOLAH DASAR
0
0
12
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA
0
0
10
Show more