Aplikasi keamanan informasi menggunakan teknik steganografi dengan metode Least Significant Bit (LSB) insertion dan RC4

Gratis

30
168
221
2 years ago
Preview
Full text
APLIKASI KEAMANAN INFORMASI MENGGUNAKAN TEKNIK STEGANOGRAFI DENGAN METODE LEAST SIGNIFICANT BIT (LSB) INSERTION DAN RC4 JAMALUDIN 101091123281 JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2010 APLIKASI KEAMANAN INFORMASI MENGGUNAKAN TEKNIK STEGANOGRAFI DENGAN METODE LEAST SIGNIFICANT BIT (LSB) INSERTION DAN RC4 Oleh: JAMALUDIN 101091123281 Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2010 M/1430 H ii APLIKASI KEAMANAN INFORMASI MENGGUNAKAN TEKNIK STEGANOGRAFI DENGAN METODE LEAST SIGNIFICANT BIT (LSB) INSERTION DAN RC4 Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer Pada Fakultas Sains dan Teknologi UIN Jakarta Oleh : JAMALUDIN 101091123281 Menyetujui, Pembimbing I Pembimbing II Herlino Nanang, MT Zulfiandri, S.Kom, MMSI NIP. 19731209 200501 1 002 NIP. 150 368 821 Mengetahui, Ketua Prodi Teknik Informatika Yusuf Durachman, MIT NIP. 19710522 200604 1 002 iii PENGESAHAN UJIAN Skripsi yang berjudul “Aplikasi Keamanan Informasi Menggunakan Teknik Steganografi Dengan Metode Least Significant Bit (LSB) Insertion Dan RC4”. Telah diuji dan dinyatakan lulus dalam sidang munaqosyah Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pada hari Kamis 14 Januari 2010. skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana strata satu (S1) pada jurusan Teknik Informatika. Menyetujui, Penguji I Penguji II Arini, MT Dr. Agus Salim M. Si NIP. 19760131 200901 2 001 NIP. 19720816 199903 1 003 Pembimbing I Pembimbing II Herlino Nanang, MT Zulfiandri, S.Kom, MMSI NIP. 19731209 200501 1 002 NIP. 150 368 821 Mengetahui, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Ketua Prodi Teknik Informatika Dr. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis Yusuf Durachman, MIT NIP. 19681701 200112 1 001 NIP. 19710522 200604 1 002 iv PERNYATAAN DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI BENARBENAR ASLI HASIL KARYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIAJUKAN SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN. Jakarta, Januari 2010 Jamaludin 101091123281 v PADA ABSTRAK JAMALUDIN (101091123281), Aplikasi Keamanan Informasi Menggunakan Teknik Steganografi Dengan Metode Least Significant Bit (LSB) Insertion Dan RC4. (Di bawah bimbingan Herlino Nanang dan Zulfiandri). Steganografi merupakan ilmu dan seni yang mempelajari cara penyembunyian pesan rahasia ke dalam suatu media sedemikian sehingga pihak ketiga tidak menyadari keberadaan pesan tersebut. Walaupun steganografi dapat dikatakan mempunyai hubungan yang erat dengan kriptografi, tapi metode ini sangat berbeda dengan kriptografi. Kriptografi mengacak pesan sehingga tidak dimengerti, sedangkan steganografi menyembunyikan pesan sehingga tidak terlihat. Dalam tugas akhir ini penulis menguraikan tentang teknik steganografi menggunakan metode Least Significant Bit Insertion (LSB Insertion) dimana data sebelumnya dienkripsi menggunakan metode RC4 dan proses pengembalian data tersebut seperti semula. Dari penelitian ini dihasilkan sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk menyembunyikan data dengan fomat (*.xls, *.doc, *.txt, *.pdf, dan *.ppt) dengan media gambar penyembunyi bitmap (*.bmp) serta dilakukan juga pengujian terhadap file yang disembunyikan atau media penyembunyi sebelum dan sesudah di encode/decode untuk mengetahui apakah terjadi perubahan pada file tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah penulis ingin membuat sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk melindungi keamanan suatu data dengan cara menyembunyikannya dibalik media gambar agar tidak menimbulkan kecurigaan, sehingga informasi atau data tersebut tidak mudah untuk diketahui orang lain/user yang tidak berhak, dan untuk lebih memperkenalkan teknik steganografi sebagai salah satu teknik pengamanan data Kata kunci : Steganografi, Kriptografi, RC4 5 bab, 162 halaman, 40 gambar, 5 tabel, 22 lampiran vi KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan hidayah, rahmah dan maghfirah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan pembuatan skripsi ini. Selanjutnya shalawat serta salam penulis haturkan kepada Rasulullah SAW, yang telah membawa amanah Islam dan membawa umatnya dari zaman kebodohan yang gelap gulita menuju zaman yang penuh dengan cahaya hidayah Allah SWT. Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang memberikan bimbingan, bantuan, dan dukungan selama penyusunan dan pembuatan skripsi ini berlangsung. Secara khusus saya ucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Bapak Herlino Nanang, MT dan Bapak Zulfiandri, S. Kom, MMSI selaku pembimbing skripsi yang secara kooperatif, penuh kesabaran dan keramahan, memberi nasihat dan saran-saran berharga yang secara bijak membantu dan membimbing penulis dalam penyelesaian skripsi ini. 2. Bapak DR. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis, selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi. 3. Ayahanda dan Ibunda serta adik-adikku yang sangat penulis cintai dan sayangi yang telah sekian lama membantu dan membimbing penulis baik secara moril maupun materil dalam menjalani hidup ini. 4. Abdul Gofur ‘Opung’, Ajang Sofandi ’Zangse’, Umar Hayam AlAwali ‘Bulet’, Maway, Ruslan, Widi, dan Ahmad Farisi ‘Faransico’ vii selaku sahabat kost yang senantiasa memberikan masukan dan dukungannya, terima kasih sahabat 5. Keluarga besar penulis yang yang telah turut memotivasi untuk menyelesaikan kuliah di UIN Jakarta. 6. Teman-teman Teknik Informatika UIN Jakarta Angkatan 2001 kelas B dan A yang tak bisa penulis sebutkan satu persatu yang telah penulis anggap sebagai Keluarga besar kedua bagi penulis. Terima kasih atas bantuan, dukungan moril, nasihat, curhat, kejahilan, serta menemani dan menyemangati penulis dalam menjalani masa-masa kuliah di UIN Jakarta ini. Semuanya sangat berkesan dan insya Allah tak terlupakan sampai akhir nanti. Amien. Pengalaman adalah guru yag paling bijak, sebagaimana kesalahan adalah awal dari kesempurnaan, diiringi keteguhan, keyakinan, dan ketabahan untuk terus memperjuangkan apa yang kita impikan. Itulah gambaran keseluruhan dari apa yang saya dapatkan dalam penyusunan tugas akhir ini. Skripsi yang jauh dari sempurna ini telah memberikan begitu banyak manfaat dan hikmat yang bisa saya petik. Dan hal itu juga yang saya harapkan akan diperoleh dari siapapun yang membacanya. Amin. Billahi taufik wal hidayah. Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Jakarta, Januari 2010 Penulis viii DAFTAR ISI Halaman Halaman Sampul . i Halaman Judul . ii Halaman Persetujuan Pembimbing . iii Halaman Pengesahan . iv Halaman Pernyataan . v Abstraksi . vi Kata Pengantar . vii Daftar Isi . ix Daftar Tabel . xvi Daftar Gambar . xvii BAB I PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah . 1 1.2 Perumusan Masalah . 2 1.3 Batasan Masalah . 2 1.4 Tujuan Penulisan . 3 1.5 Manfaat Penelitian . 3 1.6 Metodelogi Penelitian . 3 1.7 Sistematika Penulisan . 4 ix BAB II LANDASAN TEORI . 6 2.1 Keamanan data . 6 1. Privacy / Confidentiality . 6 2. Integrity. 7 3. Authenticity. 7 4. Availability. 7 5. Access Control . 8 2.2 Kriptografi . 8 2.2.1 Dasar matematis . 10 2.2.2 Operasi Biner . 11 2.2.3 RC4 . 12 2.3 Steganografi. 12 2.3.1 Kriteria Steganografi . 15 2.3.2 Teknik Penyembunyian Data . 16 2.3.2.1 Metode Least Significant Bit Insertion . 16 2.4 Perbedaaan Steganografi dan Kriptografi . 18 2.5 Aplikasi, informasi dan aplikasi keamanan informasi . 19 2.6 File gambar. 21 2.6.1 Bitmap . 21 2.6.2 JPEG. 22 2.6.3 GIF. 22 2.7 Metode RAD. 23 x 2.8 Algoritma Program. 24 2.8.1 Pseudoceode . 24 2.8.2 Flow Chart . 25 2.8.3 STD (State Transition Diagram). 27 a. Modul . 28 b. Tampilan Kondisi. 28 c. Tindakan (state transition). 29 2.9 Pengenalan Microsoft Visual Basic 6.0. 29 2.9.1 Mengenal Integrated Development Environment (IDE) Microsoft Visual Basic 6.0. 30 BAB III METODELOGI PENELITIAN . 34 3.1 Metode Pengumpulan Data . 34 a. Studi Pustaka . 34 b. Literatur . 34 c. Diskusi . 35 3.2 Metode Pengembangan Sistem . 36 a. Fase Perencanaan Syarat-syarat . 38 b. Fase Workshop Design . 38 c. Fase Implementasi . 38 xi BAB IV ANALISIS PERANCANGAN PROGRAM DAN IMPLEMENTASI. 39 4.1 Fase Perencanaan Syarat-Syarat . 39 4.2 Fase Workshop Design . 40 4.2.1 Perancangan Algoritma. 40 1. Algoritma RC4 stream cipher . 41 2. Algoritma Steganografi. 43 4.2.2 Perancangan Flowchart . 45 a. Flowchart layar login . 45 b. Flowchart layar menu utama. 46 c. Flowchart layar menu encode. 47 d. Flowchart layar menu decode . 51 e. Flowchart layar about. 55 f. Flowchart layar help . 56 4.2.3 Perancangaan Antarmuka. 57 1. Form Login . 57 2. Form utama . 57 3. Form encode. 58 4. Form decode. 61 5. Form about . 64 6. Form help . 65 4.2.4 State Transition Diagram (STD) . 67 4.3 Fase Implementasi. 67 xii 4.3.1 Sarana pendukung aplikasi. 67 1. Perangkat Keras (Hardware) . 67 2. Perangkat Lunak (Software) . 68 4.3.2 Pengujian aplikasi stegSECURE . 68 4.3.2.1 Format file dengan extention *.xls. 68 1. Proses encode file *.xls . 70 2. Proses decode file *.xls . 77 4.3.2.2 Format file dengan extention *.doc . 85 1. Proses encode file *.doc . 87 2. Proses decode file *.doc . 94 4.3.2.3 Format file dengan extention *.txt . 102 1. Proses encode file *.txt . 104 2. Proses decode file *.txt . 111 4.3.2.4 Format file dengan extention *.pdf . 119 1. Proses encode file *.pdf . 121 2. Proses decode file *.pdf . 128 4.3.2.5 Format file dengan extention *.ppt . 136 1. Proses encode file *.ppt . 138 2. Proses decode file *.ppt . 145 4.3.3 Analisis uji coba program . 153 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan . xiii 159 5.2 Saran . 159 DAFTAR PUSTAKA . 161 LAMPIRAN. 163 xiv DAFTAR TABEL Halaman 2.1 Perbedaan steganografi dan kriptografi . 19 2.2 Simbol-simbol Flowchart . 26 3.1 Referensi literatur . 35 4.1 Gambar bitmap yang digunakan . 68 4.2 Hasil proses encode/decode . 158 xv DAFTAR GAMBAR Halaman 2.1 Kunci simetris . . 9 2.2 Kunci asimetris . . 10 2.3 Proses steganografi . 14 2.4 Perbedaan steganografi dan kriptografi . 18 2.5 Contoh perubahan state . 28 2.6 Notasi Modul . 28 2.7 Notasi Tampilan . 28 2.8 Notasi Tindakan . 29 2.9 Pilih stantard pengembangan dengan bahasa VB . 31 2.10 Tampilan form aplikasi pemrograman VB 6.0 . 32 2.11 Tools menu . 33 2.12 Tampilan component . 33 3.1 Siklus pengembangan sistem model RAD . 37 4.1 Proses encode dan decode . 40 4.2 Flowchart layar login . 45 4.3 Flowchart layar utama . 46 4.4 Flowchart layar encode langkah1 . 47 4.5 Flowchart layar encode langkah2 . 48 4.6 Flowchart layar encode langkah3 . 49 4.7 Flowchart layar encode langkah4 . 50 xvi 4.8 Flowchart layar decode langkah1 . 51 4.9 Flowchart layar decode langkah2 . 52 4.10 Flowchart layar decode langkah3 . 53 4.11 Flowchart layar decode langkah3 . 54 4.12 Flowchart layar about . 55 4.13 Flowchart layar help . 56 4.14 Form login kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak 16 a. Teori Permintaan dan Penawaran . 16 b. Saluran Pemasaran. 18 c. Biaya Pemasaran. 19 d. Keuntungan Pemasaran (Marketing Margin). 19 e. Efisiensi Pemasaran . 20 2.1.4 Kontribusi Usahatani . 21 2.2 Kerangka Pemikiran. 23 2.3 Hipotesis . 26 III. METODOLOGI PENELITIAN . 27 3.1 Penentuan Daerah Penelitian . 27 3.2 Metode Penelitian . 27 3.3 Metode Pengambilan Contoh. 27 3.4 Metode Pengumpulan Data . 28 x 3.5 Metode Analisis Data . 29 3.6 Terminologi . 33 IV. TINJAUAN UMUM DAERAH PENELITIAN . 34 4.1 Gambaran Umum Daerah Penelitian. 34 4.1.1 Letak dan Keadaan Geografis . 34 4.1.2 Keadaan Penduduk . 34 4.1.3 Keadaan Pendidikan . 35 4.1.4 Keadaan Mata Pencaharian . 36 4.1.5 Keadaan Sarana Komunikasi dan Transportasi. 37 4.1.6 Usahatani Anggur di Wilayah Kecamatan Wonoasih . 38 V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . 40 5.1 Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 40 5.2 Efisiensi Saluran Pemasaran Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 45 5.3 Kontribusi Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Terhadap Pendapatan Keluarga. 53 VI. KESIMPULAN DAN SARAN . 57 6.1 Kesimpulan . 57 6.2 Saran. 57 DAFTAR PUSTAKA . 58 LAMPIRAN xi DAFTAR TABEL Tabel Judul Halaman 1 Data Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 28 2 Sebaran Penduduk Menurut Golongan Umur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 . 35 Jumlah Sarana Pendidikan di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 . . 35 Sebaran Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004. . 36 Sebaran Penduduk Menurut Mata Pencaharian di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 36 Jumlah Sarana Komunikasi di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 37 Rata-rata Penerimaan, Total Biaya, dan Pendapatan Usahatani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 41 Hasil Analisis Uji F-Hitung Perbedaan Pendapatan Per Hektar Petani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo. . 42 Hasil Analisis Uji Duncan Perbedaan Pendapatan Per Hektar Petani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 pada Ketiga Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 43 Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar Masa Panen Maret-April Tahun 2005 pada Ketiga Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 44 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Red Prince pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 47 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 47 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 xii Tabel Judul Halaman 13 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Belgie pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 48 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Red Prince pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 49 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 50 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Belgie pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 50 Efisiensi Pemasaran Anggur Red Prince pada Masingmasing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 51 Efisiensi Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Masing-masing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 51 Efisiensi Pemasaran Anggur Belgie pada Masing-masing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 52 Total Pendapatan Keluarga Petani dari Berbagai Sumber dan Kontribusi Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . . 54 Jumlah Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 Berdasarkan Status Usaha Pokok . 56 14 15 16 17 18 19 20 21 xiii DAFTAR GAMBAR Gambar Judul Halaman 1 Konsep Memperoleh Tambahan Keuntungan Melalui Pendekatan Profit Maximization dengan Memperbesar Total Penerimaan. 14 Konsep Memperoleh Tambahan Keuntungan Melalui Pendekatan Cost Minimization dengan Memperkecil Total Biaya 15 3 Harga Keseimbangan Antara Permintaan dan Penawaran. 16 4 Kurva Demand dan Keuntungan Pemasaran . 20 5 Skema Kerangka Pemikiran 25 6 Saluran Pemasaran Komoditas Anggur . 45 2 xiv DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Judul Halaman 1 Total Penerimaan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 60 Total Biaya Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 61 Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 62 Rekapitulasi Data Penelitian Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 . 63 Pendapatan Per Hektar Usahatani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 64 Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar pada Berbagai Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 65 Hasil Analisis Uji Anova dan Uji Duncan Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Berbagai Saluran Pemasaran . 66 7 Hasil Analisis Uji Anova dan Uji Duncan (Lanjutan) . 67 8 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran I di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 68 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 69 Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran II di Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 70 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 71 2 3 4 5 6 7 9a 9b 10a xv Lampiran Judul Halaman 10b Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III di Kotamadya Probolinggo Tahun 2005. 72 Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III (lanjutan) . 73 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Red Prince di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 74 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Alphonso lavalle di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 76 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Belgie di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 78 Kontribusi Pendapatan Usahatani Anggur Terhadap Pendapatan Total Keluarga Per Tahun 2005 80 Kontribusi Pendapatan Keluarga Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 dari Berbagai Sumber dan Persentasenya . 81 Kuisioner . . 82 10b 11 12 13 14 15 16 xvi

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (221 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Analisis Ketahanan Watermarking Citra dengan Algoritma Modified Least Significant Bit (MLSB)
6
78
83
Analisis Kombinasi Algoritma Watermarking Modified Least Significant Bit Dengan Least Significant Bit +1
2
57
94
Analisis Perbandingan Least Significant Bit (LSB) dan Least Significant Bit (LSB) dengan Penyisipan menurut Fungsi Linear Pada teknik Steganografi
1
56
102
Implementasi Kriptografi Algoritma Elgamal Dengan Steganografi Teknik Least Significant Bit (LSB) Berdasarkan Penyisipan Menggunakan Fungsi Linier
4
81
114
Perancangan Perangkat Lunak Steganografi Audio Mp3 Pada Pengamanan Pesan Dengan Algoritma Least Significant Bit (LSB) Dengan Modifikasi Jarak Sisip
7
69
91
Implementasi Steganografi Least Significant Bit (LSB) Dengan Modifikasi Vigenere Cipher Pada Citra Digital
8
77
79
Aplikasi keamanan informasi menggunakan teknik steganografi dengan metode Least Significant Bit (LSB) insertion dan RC4
30
168
221
Aplikasi Steganography Pada Video Dengan Metode Least Significant BIT (LSB)
1
36
142
STEGANOGRAFI PADA FRAME VIDEO STATIONER MENGGUNAKAN METODE LEAST SIGNIFICATION BIT (LSB) Steganography on Stationary Video with Least Significant Bit (LSB) Method
0
0
8
Pengamanan Data Menggunakan Kriptografi EC Signcryption dan Steganografi Least Significant Bit (LSB) Dini Triasanti
1
1
9
1 Steganografi Teks menggunakan Pangram dan Medium Citra pada Enhanced Least Significant Bit
0
0
32
BAB II DASAR TEORI 2.1. Watermarking - Analisis Kombinasi Algoritma Watermarking Modified Least Significant Bit Dengan Least Significant Bit +1
0
0
25
Analisis Perbandingan Least Significant Bit (LSB) dan Least Significant Bit (LSB) dengan Penyisipan menurut Fungsi Linear Pada teknik Steganografi
0
0
16
Analisis Perbandingan Least Significant Bit (LSB) dan Least Significant Bit (LSB) dengan Penyisipan menurut Fungsi Linear Pada teknik Steganografi
0
0
15
Perbandingan Steganografi Data Teks Ke Dalam File Audio Menggunakan Algoritma Least Significant Bit (LSB) Dan Modified Least Significant Bit (MLSB)
0
0
12
Show more