Pengaruh Kewirausahaan Sosial Terhadap Pengembangan Individu Pada Unit Pasar Besar Pasar Minggu

Gratis

4
62
141
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Sos, Bapak Slamet, Ibu Iyem, dan seluruh pedagang yang menjadi responden dalam penelitian ini Terimakasih telah menerima penelitidengan tangan terbuka dan kesempatannya untuk penulis belajar mengenai hal-hal baru. Baydhawi N., Reza Agustyadi, dan MuhammadNi’am, kalian adalah guru, saudara, dan kawan yang banyak mengajarkan penulis mengenai hal-hal akademis, aktivis, dan aksara soal-soal pertemanan.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menjelang abad 21, nampaknya bangsa Indonesia mulai membuat

  Jadi kebanyakan dari kita pasti akan takut untuk terjun ke duniawirausaha, ketakutan yang paling umum timbul di benak kita adalah ketakutan akan rugi yang besar jika kegiatan kewirausahaan kita tidak berjalan dengansemestinya dan tidak sesuai dengan ekspektasi. Namun demikian, esensi pengertian yang krusial senantiasa ada di setiap pengertian yang dikemukakan oleh para ahli tersebut danmenjadi hal yang mendasar.

3 Kitab Minhaj Sarah Shohih Muslim, Juz 8, Hadits Nomor 2580, Bab ke-

  Eduardo Morato, Ketua Asian Institute Management (AIM) pada tahun1980-an, yang memperkenalkan social entrepreneurship dengan definisinya sebagai berikut: W irausaha sosial merupakan orang atau lembaga inovatif yang memajukan penciptaan dan penyelenggaraan usaha yang berhasil bagi mereka yang membutuhkan. Jelas sekali dalam gambaran Dees tergambar bahwa kewirausahaan sosial merupakan sebuah gerakan dengan misi sosial, yang diusahakan dengan upaya-upaya menemukan peluang dan mengolahnya dengan inovasi dan proses belajar yang tiada henti serta kesiapan untuk bertindak tanpa dukungan sumber daya yang 8 memadai.

B. Pembatasan dan Perumusan Masalah

  Untuk memperjelas dan memberi arah yang tepat, maka penulis membatasi penelitian ini hanya pada pengaruh antara dua variabel dan15 Pengaruh Kewirausahaan Sosial terhadap Pengembangan Individu pada Unit Budhi Wibawa, dkk, Pemikiran, Konseptual, dan Praktik: Social Entrepreneurship, Social 2. Manfaat Akademis Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan bahan kajian lebih lanjut bagi para peneliti lain maupun masyarakat umum serta diharapkan dapat memberimanfaat guna menambah khasanah keilmuan yang berkaitan dengan studi pengembangan individu (mikro) secara khusus dan studi kewirausahaan sosial(social entrepreneurship) secara umum.

E. Tinjauan Pustaka

  Dalam penelitian ini, peneliti melakukan tinjauan pustaka sebagai langkah penyusunan skripsi yang diteliti agar terhindar dari kesamaan judul dan lain-laindari skripsi yang sudah ada sebelumnya, serta sebagai referensi penelitian yang berhubungan dengan kegiatan kewirausahaan dan perkembangan individu. 16 Perbedaan penelitian di atas dengan penelitian ini adalah penelitian ini lebih mengarah kepada KegiatanKewirausahaan Sosial (Social Entrepreneurship) yang mempengaruhi perkembangan individu pedagang di UPB Pasar Minggu.

17 Perbedaan skripsi peneliti adalah penelitian

  ini lebih mengarah kepada seberapa jauh Pengaruh kewirausahaan sosial terhadap pengembangan individu pada Unit Pasar Besar Pasar Minggu. Selain itu subjekdan objek penelitian yang berbeda dengan judul penelitian yang tertera di atas.

17 Dyas Chasbiansari,” Kompetensi Sosial Dan Kewirausahaan (Studi Korelasi Pada Anggota

  Perbedaan skripsi peneliti adalah penelitian ini lebih mengarah kepada seberapa jauh Pengaruh kewirausahaan sosial terhadappengembangan individu pada Unit Pasar Besar Pasar Minggu. Selain itu subjek dan objek penelitian yang berbeda dengan judul penelitian yang tertera di atas.

18 Gina Rainissa ,” Pengaruh Penyidikan Terhadap Aspek Psikososial Anak Berhadapan

  Penelitian ini merupakan penelitian yang membahas mengenai aktivitas kewirausahaan sosial yang dilakukan Yayasan Kreasi Usaha Mandiri Alami(KUMALA) dalam u nit usaha Gallery K’Qta yang membuat produk kertas senidaur ulang dan kerajinan tangan bersama kelompok sasaran (anak jalanan, remaja bermasalah dan pemuda pengangguran). Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara mendalam, observasi nonpartisipatif dan studi literatur dengan sumber data diperoleh dari pengurusYayasan KUMALA dan juga anak jalanan yang merupakan kelompok sasaran19 Jihan Yusnita ,”Pengaruh Pemberian Motivasi Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada PT.

F. Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN Didalamnya peneliti penguraikan latar belakang masalah, pembatasan

  Untuk memermudah pembahasan skripsi ini, secara sistematis penelitiannya dibagi ke dalam lima bab, yang terdiri dari sub-sub bab. Adapun sistematikanyasebagai berikut: dan perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, dan sistematika penelitian skripsi.

BAB II KAJIAN TEORITIS Pada bab ini mengemukakan mengenai pengertian dari teori

  BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini menjelaskan tentang metodologi penelitian yang digunakan untuk menganalisis data pada penelitian ini. BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berisi tentang analisis terkait seberapa efektif kegiatan kewirausahaan sosial yang dilaksanakan oleh Unit Pasar Besar Pasar Minggu.

BAB VI PENUTUP Merupakan bab penutup yang berisi saran dan kesimpulan dari

BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Kewirausahaan Sosial (Social Entrepreneurship)

pembahasan semua permasalahan yang ada dalam skripsi sebagai bentuk hasil dari analisa dalam penelitian penulis.

1. Teori-Teori Kewirausahaan Sosial (Social Entrepreneurship)

  Psi., MM dalam bukunya yang berjudul“Pemikiran, Konseptual, dan Praktik: Social Entrepreneurship, Social Entreprise, Corporate Social Responsibility, terdapat 2 tokoh yang menyampaikan tentang teori Kewirausahaan ” social (Social Entrepreneurship) yaitu Gregory Dees dan Paul C. Tidak akan ada aktivitas kewirausahaan sosialtanpa talenta, kreativitas, dan dorongan kewirausahaan individu yang selalu ingin bergerak mendobrak kemapanan yang ada.

2. Konsep Kewirausahaan Sosial (Social Entrepreneurship)

  Inilah spirit yang disebut sebagai kewirausahaan sosial, yaitu sebuah upaya untuk memanfaatkan mental entrepreneur (yaitu mental inovatif, kerja keras,berani ambil resiko dll) untuk sebesar-besarnya kebermanfaatan bagi masyarakat. Inilah antusisasme bisnis yang tidak menghubungkan indikator kesuksesannya dengan kinerja keuangan, melainkan lebih kepada seberapa besar manfaat yangdirasakan oleh masyarakat.

3. Indikator Keberhasilan Kewirausahaan Sosial (Social Entrepreneurship)

  Menurut Dees, cara terbaik mengukur kesuksesan kewirausahaan sosial adalah bukan dengan menghitung jumlah profit yang dihasilkan, melainkan pada tingkatdimana mereka telah menghasilkan nilai-nilai sosial (social value). Para wirausaha sosial bertindak sebagai agen perubahan dalam sektor sosial dengan berbagai cara Semangat yang muncul ketika sedang membahas kewirausahaan sosial adalah semangat pemberian manfaat yang sebesar-besarnya untuk masyarakat, dengan carayang inovatif dan pendekatan yang sistemik (bukan dengan jalan yang tanpa perencanaan dan pemikiran matang sebelumnya).

B. PENGEMBANGAN INDIVIDU

  Maksudnya, Pengembangan merupakan proses perubahan individu yang terjadi dari kematangan (kemampuan seseorang sesuai usianormal) dan pengalaman, lalu terjadi interaksi antara individu dengan lingkungan sekitar yang menyebabkan perubahan kualitatif dan kuantitatif (dapat diukur) dan akhirnya 6 terjadi perubahan pada diri individu tersebut. Havighust, tokoh yang merumuskan konsep ini mengemukakan banwa yang menjadi sumber dari pada tugas-tugas Pengembangantersebut adalah : kematangan fisik dan psikis, tuntutan masyarakat atau budaya dan nilai- nilai serta aspirasi individu.

a. Terjadinya perubahan dalam aspek  Fisik; seperti berat dan tinggi badan

  Diperolehnya tanda-tanda baru  Fisik; seperti pergantian gigi dan karakteristik sex pada usia remaja, seperti kumis dan jakun pada laki dan tumbuh payudara dan menstruasi pada wanita, tumbuh uban pada masa tua.  Psikis; seperti berkembangnya rasa ingin tahu, terutama yang berkaitan 7 dengan sex, ilmu pengetahuan, nilai-nilai moral dan keyakinan beragama.

C. Definisi Operasional Yang Digunakan Pada Penelitian

  Variabel yang digunakan dalam penelitian ini ada dua, yaitu Kewirausahaan Sosial (x) dan Pengembangan Individu (y). Havighust, tokoh yang merumuskan konsep ini mengemukakan banwa yang menjadi sumber daripada tugas-tugas Pengembangan tersebut adalah : kematangan fisik, tuntutan masyarakat atau budaya, dan nilai-nilai serta aspirasi individu .

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Sumber Data

  Data PrimerData primer diperoleh secara langsung dari responden melalui kueisioner/ angket yang diberikan kepada anggota Unit Pasar BesarPasar Minggu, dan dokumen-dokumen resmi, serta wawancara dengan berbagai pihak yang berhubungan dengan penelitian. Data SekunderData sekunder diperoleh dari catatan-catatan atau tulisan yang telah mendahului penelitian ini.

B. Pendekatan

  Prosesnya berawal dari teori, selanjutnya diturunkan menjadihipotesis penelitian yang disertai pengukuran dan operasional konsep, kemudian generalisasi empiris yang bersandar pada statistik, sehingga dapatdisimpulkan sebagai temuan penelitian. Havighust, tokoh yangmerumuskan konsep ini mengemukakan banwa yang menjadi sumber dari pada tugas-tugas pengembangan tersebut adalah : kematangan fisik, tuntutan masyarakat atau budaya dan nilai-nilai serta aspirasi 3individu .

E. Metode Penentuan Lokasi Penelitian

  Dalam menentukan lokasi penelitian dengan menggunakan metode purposive, yaitu teknik penentuan lokasi penelitian secara sengaja berdasarkan atas pertimbangan tertentu. Unit Pasar Besar Pasar Minggu adalah unit pasar yang bernaung di bawah perusahaan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yaitu PD.

3 Muller Johannes, Pengembangan Masyarakat Lintas Ilmu (Yogyakarta: Gramedia, 2005) h

  Keadaan Pasar Minggu berubah menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, perlu diteliti apakah ada hubungan dengan kewirausahaan social denganperubahan yang terjadi di Pasar Minggu. Lokasi penelitian ini adalah pada Unit Pasar Besar Pasar Minggu yang beralamat pada Jl.

F. Populasi dan Sampel

  Populasi adalah suatu kelompok yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan olehpeneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. MenurutMargono, pemilihan sekelompok subjek dalam purposive sampling, didasarkan atas ciri-ciri tertentu yang dipandang mempunyai sangkut pautyang erat dengan ciri-ciri populasi yang sudah diketahui sebelumnya.

G. Metode Pengumpulan Data

  Penyebaran Kuesioner Penyebaran kuesioner ini penulis lakukan dalam upaya untuk mengetahui informasi yang akurat dan dapat dipercaya tentang efektivitaskegiatan kewirausahaan sosial terhadap pengembangan individu PadaUnit Pasar Besar Pasar Minggu. Library Research (Studi Kepustakaan) Menurut Sugiyono dalam buku Metode Penelitian Bisnis, Studi kepustakaan adalah segala usaha yang dilakukan oleh peneliti untukmenghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti.

3. Wawancara

  Karena penelitian inimerupakan penelitian survei dengan menggunakan kuesioner sebagai alat utama pengumpul data. Wawancara dilakukan dengan tiga orang informan yang dianggap penting dan merupakan pelaku di UPB Pasar Minggu, di antaranya:a) Bapak Benyamin Manik, S.

H. Teknik Pengukuran Skala

  Pengembangan Individu (y)Pengembangan merupakan serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dari pengalaman yangterdiri atas serangkaian perubahan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai alpha cronbach (α) > 0,6 yaitu bila dilakukan penelitian ulang dengan waktu dan variabel yang berbeda akan menghasilkan kesimpulan yang sama.

2. Pengolahan Data Uji Regresi Linier Sederhana

  Persamaan umum regresi linier sederhana adalah: Y = a + bX Dimana: Y : Subyek dalam variabel dependen yang diprediksikan.a : Harga Y ketika Harga X = 0 (harga konstan).b : Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkanpada perubahan variabel independen. Untuk mengetahui korelasi antara kewirausahaan sosial dengan pengembangan individu, maka korelasi dilambangkan dengan nilai R=17 koefisien korelasi, jika nilai R tidak lebih dari harga (-1<R<+1), apabila Tabel 3.4 Pedoman untuk memberikan interpretasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 - 0,199 Sangat Rendah0,20 Rendah 0,60 Kuat Sedangkan untuk koefisien determinasi di dalam penelitian ini dilambangkan dengan R square.

2. Pengujian Hipotesis Uji t (Uji Parsial)

  Uji t dicari dengan rumus sebagaiberikut: Keterangan : r : Koefisien korelasi n : Jumlah sampel Hipotesis yang digunakan dalam pengujian ini adalah sebagai berikut: 1. Ho: Tidak ada hubungan antara kewirausahaan sosial dengan pengembangan individuHa: Ada hubungan antara kewirausahaan sosial dengan pengembangan individu H 1 : Tidak ada pengaruh antara kewirausahaan sosial dengan pengembangan individuH 2 : Ada pengaruh antara kewirausahaan sosial dengan pengembangan individuKriteria penerimaan hipotesis: 1.

19 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2009)

  Namun dari nama-nama hari itu, yang masih terdengar sampai saat ini adalah Pasar Minggu, Pasar Senen, Pasar Rebo,dan Pasar Jumat. Selain Vincke Passer yang buka hari Senin, ada juga pasar yang buka hariSelasa yakni Pasar Koja, pasar yang buka setiap hari Rabu adalah Pasar Rebo yang kini menjadi Pasar Induk Kramatjati.

1 Situs Pemerintahan Jakarta, www.jakarta.go.id>web>encyclopedia, artikel diakses pada 26

  Pasar-pasar yang muncul di era abad ke-19 akhir hingga 2 awal abad ke-20 menjadi inspirasi lahirnya supermarket dan juga mal. “Dulu Duren Tiga, Buncit, Pejaten masih lebat dengan berbagaimacam buah, tapi tiap lokas i itu selalu ada yang dominan,” kata Rokib kepada 3 merdeka.com.

2 Situs Pemerintahan Jakarta, www.jakarta.go.id>web>encyclopedia, artikel diakses pada 6 Oktober 015

  Rokib yang juga ketua Rukun Tetangga Pasar Minggu Lebak, RT 03 RW 08 Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, ini bercerita ayahnya dulu pegawai di kantor Kecamatan Pasar Minggu. Ayahnhya pernahmembawakan dia majalah resmi pemerintah DKI Jakarta yang memuat laporan jumlah pohon dan buah di Jakarta.

B. Profil Perusahaan Daerah Pasar Jaya

  Unit Pasar Besar (UPB) Pasar Minggu berada di bawah naungan PerusahaanDaerah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang disebut dengan PD. Pasar jaya Pasar Jaya adalah Perusahaan Daerah milik Pemerintah Provinsi DKIJakarta yang melaksanakan pelayanan umum dalam bidang pengelolaan area pasar, membina pedagang pasar, ikut membantu stabilitas harga dan kelancarandistribusi barang dan jasa.

5 Seri D No. 33

  Dalam upaya peningkatan peranan Pasar Jaya sebagai perusahaan daerah yang lebih profesional serta mengantisipasi tuntutan perkembanganbisnis perpasaran di DKI Jakarta yang makin kompetitif dan untuk meningkatkan fungsi dan peranannya maka Pasar Jaya, pada tanggal 30Desember 1999, ditetapkan kembali dengan Peraturan Daerah DKI Jakarta No. Pada mulanya pasar merupakan tempat bertemunya pedagang dan pembeli dan terjadinyatransaksi langsung, seiring berjalannya waktu dan tuntutan konsumen pasar yang terus berubah maka pasar tidak hanya sekedar menjadi tempatbertemunya pedagang dan konsumen.

5 Situs Resmi Perusahaan Daerah Pasar Jaya, www.pasarjaya.co.id, artikel diakses pada 26

  yang lengkap dan kompleks dimana kenyamanan dan kepuasan pelanggan (consumer satisfaction) yang menjadi tujuan utama. Pasar Jaya,Peraturan-Peraturan pada PD Pasar Jaya, Governance, Kegiatan PD Pasar Jaya, dan Lokasi-Lokasi Pasar.

C. Profil Unit Pasar Besar Pasar Minggu

  Sos selaku Ketua Unit Pasar Besar Pasar Minggu b) Bapak Efendi selaku Bidang Administrasi Unit Pasar Besar Pasar Minggu c) Bapak Maskut selaku Koordinator Lapangan Unit Pasar Besar Pasar MingguSelain itu terdapat 12 staf lain di dalam kantor Unit Pasar Besar Pasar Minggu. Dalam hal ini, penentuan sampel didasarkan pada para pedagang yang sudah berdagang di Pasar Minggu selama lebih dari 25 tahun, masih sehat jiwa dan raga,dan memiliki kios sendiri pada UPB Pasar Minggu.

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Olah Data Statistik

1. Uji Statistik

  Aitem-aitem pernyataan valid dan gugur tersaji dalam rangkuman tabel berikut ini: Tabel 5.3 Uji Validitas Variabel Pengembangan Individu Sumber: Data Olahan Dari tabel di atas diketahui bahwa terdapat 13 butir pernyataan yang valid dikarenakan r hitung lebih besar dari r tabel. Uji ReliabilitasHasil dari pengujian reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah instrumen penelitian yang dipakai dapat digunakan berkali-kali pada waktu yang berbeda.

b. Calculated from data

  (2-tailed) lebih dari 0.05 maka data dapat dikatakan normal, namun apabila nilai nya kurangdari 0.05 maka data berdistribusi tidak normal. Uji Normalitas dengan model Kolmogorov-Smirnov Test dimaksudkan untuk mendukung atau membuktikan hasil uji 1 normalitas grafik agar data dapat dibuktikan secara akurat.

2. Uji Regresi Linier Sederhana

  Analisis regresi linier sederhana digunakan dalam penelitian ini dengan tujuan untuk membuktikan hipotesis mengenai adanya pengaruh 17.0. Hasil pengolahan SPSS selengkapnya ada pada lampiran dan selanjutnya diringkas sebagai berikut: Tabel 5.8 Hasil Analisis Regresi Linier Sederhana Coefficients aModel Unstandardized Coefficients Standardized Coefficientst Sig.

a. Dependent Variable: Pengembangan_Individu

Sumber: Data Olahan Dari tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa variabel independenKewirausahaan Sosial (x) berpengaruh positif terhadap variabel dependent Pengembangan Individu (y) sebesar 0,652.

3. Uji Hipotesis

  Uji Koefisien Determinasi (R 2 )R menunjukkan korelasi berganda, yaitu korelasi antara dua atau lebih variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai Rberkisar antara 0 sampai 1.

2 R menunjukkan koefisien determinasi. Angka ini merupakan

  Error of the Model R R Square Square Estimatea 1 .652 .426 .405 5.188 Sumber: Data Olahan Angka R didapat 0,652, artinya korelasi antara variabelKewirausahaan Sosial terhadap Pengembangan Individu sebesar0,652. Hal ini berarti terjadi hubungan yang erat karena nilai mendekati 1.

2 Sedangkan R sebesar 0,46. Artinya presentase pengaruh

  Kewirausahaan Sosial terhadap Pengembangan Individu sebesar42,6%, sedangkan sisanya 57,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukan dalam model ini. Kewirausahaan Sosial berpengaruh secara signifikan terhadap Pengembangan Individu Pada UPB Pasar MingguKedua hipotesis tersebut dapat diterima.

B. Analisis Hubungan Kewirausahaan Sosial dengan Pengembangan Individu

  Psi.,MM dalam bukunya yang berjudul “Pemikiran, Konseptual, dan Praktik: Social Entrepreneurship, Social Entreprise, Corporate Social Responsibility ” Kewirausahaan sosial berbeda dengan kewirausahaan bisnis dalam banyak hal. Berdasarkan hal tersebut, tampak bahwa kewirausahaan sosial itu sendiri adalah sebuah gerakan yang didorong oleh semangat untukmenolong orang lain dan membuat perubahan untuk kebaikan bagi orang banyak.

C. Analisis Pengaruh Kewirausahaan Sosial dengan Pengembangan Individu

  Jelas sekali dalam gambaran Dees tergambarbahwa kewirausahaan sosial merupakan sebuah gerakan dengan misi sosial, yang diusahakan dengan upaya-upaya menemukan peluang danmengolahnya dengan inovasi dan proses belajar yang tiada henti serta 3 kesiapan untuk bertindak tanpa dukungan sumber daya yang memadai. Dari teori tersebut, Kewirausahaan Sosial merupakan proses yang paling penting dalam sebuah kelompok karena memiliki fungsimemengaruhi dan mengarahkan orang-orang atau individu menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya sehingga dapat mewujudkankesejahteraan.

D. Hasil Statistik Dan Pengamatan Lapangan

  Hal tersebut berjalan beriringan dengan pernyataan kuesioner tabelKewirausahaan Sosial pada nomor 5 dan 6 ditambah dengan pernyataan Dari beberapa sampel dan gambaran di atas terlihat bahwa kegiatan-kegiatan kewirausahaan sosial dapat merubah watak seseorangatau individu menjadi lebih baik lagi. Dari hasil tersebut, dapat dikatakan bahwaKewirausahaan Sosial merupakan faktor yang paling penting dalam sebuah kelompok karena memiliki fungsi memengaruhi dan mengarahkan orang-orang atau individu menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan.

BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan positif antara Kewirausahaan Sosial dengan Pengembangan Individu Unit Pasar Besar Pasar Minggu dan mengetahui seberapa pengaruhnya. Berdasarkan hasil

  Hal ini disebabkan oleh pola Kewirausahaan Sosial yang mandiriditerapkan oleh Unit Pasar Besar Pasar Minggu. Dari sebaran pernyataan kuesioner, jawaban responden yang merupakan pedagangpada Unit Pasar Besar Pasar Minggu lebih dominan memberikan jawaban setuju terhadap aitem-aitem pernyataan yang mengarah 3.

B. Saran

  Bagi Unit Pasar Besar Pasar Minggu Kewirausahaan Sosial memiliki pengaruh yang besar terhadap peningkatan Pengembangan Individu, maka dari itudiharapkan kepada pengurus UPB Pasar Minggu untuk tetap menjalin interaksi dengan pedagang agar semakin tercipta suasanapasar yang menyenangkan guna meningkatkan Pengembangan Individu. Mengingat pentingnya proses Kewirausahaan Sosial dalam sebuah pasar, disarankan untuk mempertimbangkan kesejahteraanpedagang dalam rangka pembuatan kebijakan-kebijakan untuk c.

DAFTAR PUSTAKA

  Mandiri Belajar SPSS untuk Analisis Data dan Uji Statistik. Jakarta: Skripsi S1 Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

SUMBER ONLINE:

SUMBER LAIN:

  Pernyataan SS S CS KS S SS 1 Saya menyukai olahraga renang X Jika ingin mengganti jawaban, maka berilah coretan berupa satu garis mendatar pada kolom yang sebelumnya diberi tanda silang (X) dan berilah tanda silang (X) pada kolom lain, yang benar-benarmenggambarkan diri anda No. Pernyataan SS S CS KS S SS 1 Saya menyukai olahraga renang X Jika ingin mengganti jawaban, maka berilah coretan berupa satu garis mendatar pada kolom yang sebelumnya diberi tanda silang (X) dan berilah tanda silang (X) pada kolom lain, yang benar-benarmenggambarkan diri anda No.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pengaruh Pengetahuan Kewirausahaan Dan Kemandirian Pribadi Terhadap Kinerja Usaha Pada Pengusaha Toko Emas Dan Permata Di Pusat Pasar Medan
3
102
103
Peranan Kebijakan Pengembangan Pasar Sukaramai Terhadap Pengembangan Wilayah di Kota Medan
3
95
94
Pengaruh Pengetahuan Kewirausahaan, Motif Berprestasi dan Kemandirian Pribadi Terhadap Perilaku Kewirausahaan Pedagang Pada Pasar Kaget Kabanjahe
3
84
96
Pengaruh Perilaku Kewirausahaan Terhadap Kemandirian Pribadi pada Pedagang Pakaian Pasar Petisah Medan
0
33
88
Pengaruh Kemandirian Pribadi Terhadap Perilaku Kewirausahaan (Studi Kasus Pedagang Pakaian Pasar Pajak Sore Jalan Jamin Ginting)
0
37
70
Pengaruh Pasar CPO Terhadap Pengembangan Wilayah di Sumatera Utara
0
35
108
Pengaruh Pengembangan Pasar Modern Terhadap Kehidupan Pasar Tradisional Di Pusat Pasar Medan...
0
20
2
Analisis Pengembangan Pasar Tradisional dan Dampaknya Terhadap Pengembangan Wilayah
0
64
1
Pengaruh Pengembangan Pasar Modern Terhadap Kehidupan Pasar Modern Terhadap Kehidupan
0
41
1
Pengaruh Kemampuan Wirausaha Terhadap Pengembangan Karir Individu Pada PT.Prudential Medan
0
58
141
ESTIMASI PENJUALAN KOMODITAS PERIKANAN DI KOTAMADYA MALANG (Pasar Dinoyo, Pasar Besar Pasar Gadang, Pasar Blimbing dan PasarKlojen)
0
4
1
Gelar Pasar Minggu Seperti Pasar Tugu
0
18
1
Pengaruh Kewirausahaan Sosial Terhadap Pengembangan Individu Pada Unit Pasar Besar Pasar Minggu
4
62
141
Pengaruh Perilaku Kewirausahaan dan Orientasi Pasar Terhadap Keunggulan Bersaing Sentra Industri Kaos Suci, Bandung
0
11
1
Pengaruh Orientasi Pasar dan Perilaku Kewirausahaan Terhadap Kepekaan Perusahaan Dan Implikasinya Pada Kinerja Perusahaan: Studi pada Penyalur Sepeda Motor di Indonesia
0
0
25
Show more