Analisis wacana kritis pidato politik Anies Rasyid Baswedan dengan judul 'Indonesia Kita Semua' dalam konvensi pemlihan calon Presiden 2014 Partai Demokrat

Gratis

11
91
111
2 years ago
Preview
Full text
ANALISIS WACANA KRITIS PIDATO POLITIK ANIES RASYID BASWEDAN DENGAN JUDUL ‘INDONESIA KITA SEMUA’ DALAM KONVENSI PEMILIHAN CALON PRESIDEN 2014 PARTAI DEMOKRAT Skripsi Diajukan kepada Fakultas untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Komunikasi Islam (S. Kom.I) Oleh Adharu Dhahiru NIM: 109051000158 JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2014 Untuk Mmak dan Ayah yang bangun dan tidurnya adalah doa bagiku Untuk kalian yang senantiasa menyertai perjuangan ini LEMBAR PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa: 1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Strata Satu di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 3. Jika dikemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya asli saya atau merupakan jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ciputat, 14 Februari 2014 Adharu Dhahiru ABSTRAK Adharu Dhahiru 109051000158 Analisis Wacana Kritis Pidato Politik Anies Rasyid Baswedan Dengan Judul ‘Indonesia Kita Semua’ Dalam Konvensi Pemilihan Calon Presiden 2014 Partai Demokrat Politik merupakan wilayah kekuasaan yang sarat akan taktik, intrik dan strategi praktis untuk keberhasilan suatu kepemimpinan atau tata kelola pemerintahan. Tidak heran jika ia sarat akan berbagai kepentingan-kepentingan kelompok. Politik menyajikan berbagai fenomena, ia juga menentukan berbagai kondisi dalam suatu tatanan pemerintahan. Karenanya tidak jarang hal-hal praktis dalam politik bertentangan dengan nuansa idealisme dikalangan para akademisi. Kontrasnya dunia akademisi dan politik nampaknya tidak berlaku bagi Anies rasyid Baswedan. Nama Anies Rasyid Baswedan yang tercatat sebagai rektor termuda yang berpengaruh wilayah Asia Tenggara mengejutkan publik dengan kemunculannya sebagai salah satu peserta Konvensi Pemilihan Calon Presiden melalui Partai Demokrat. Nama Anies Baswedan tidak asing dikalangan akademisi dan para tokoh intelektual. Namun apa jadinya jika nama Anies Baswedan masuk dalam jajaran bakal calon Presiden RI 2014? Pidato politik pertamanya sebagai peserta Konvensi Partai Demokrat dinanti publik. Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas, peneliti mengerucutkan penelitian terhadap dua hal, pertama, bagaimana formasi teks pidato serta konteksnya sebagai peserta Konvensi, kedua, bagaimana Anies Baswedan menyusun wacana keindonesiaan dalam pidatonya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan ialah observasi berupa pengumpulan data kemudian wawancara sebagai upaya untuk recheking dan disusul dengan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori analisis data Teun A. van Djik. Teori van Djik mengungkap sebuah teks baik lisan maupun tulis dalam beberapa dimensi, yakni teks, kognisi sosial dan analisis konteks sosial. Van Djik mengkonstruk penelitian yang mendalam dari ketiga dimensi tersebut yakni struktur teks, kognisi sosial dan konteks sosial. Peneliti menyimpulkan bahwasanya formula teks yang digunakan oleh Anies Rasyid Baswedan dalam pidatonya merupakan retorika yang mendalam dari sebuah refleksi terhadap kondisi „manusia‟ Indonesia. Bagi Anies manusia merupakan titik sentral yang mampu menggerakkan perubahan dan kemajuan. Karena itu, memperbaiki kualitas manusia adalah sudah tanggungjawab bersama seluruh rakyat Indonesia sejak Indnesia menyatakan kemerdekaannya. Anies berwacana bahwa kunci dari upaya membangun kualitas manusia yang berani dan berkarakter serta berintegritas adalah melalui pendidikan. Namun dalam tempo dekat, Indonesia sudah harus berbenah diri, baik dari sisi demokrasi, ekonomi dan terutama tegaknya peradilan di Indonesia. Keyword: Pendidikan, Calon Presiden 2014, Konvensi. i KATA PENGANTAR Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT Yang Maha Esa dan senantiasa memberikan limpahan Rahmat serta kasih sayang-Nya kepada segenap hamba-hambanya. Semoga shalawat dan salam selalu tercurah bagi Sang Revolusioner Islam, Inspirator perubahan menuju peradaban yang madani.Puji dan syukur Peneliti haturkan karena berkat petunjuk dan izin-Nya, akhirnya peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Analisis Wacana Kritis Pidato Politik Anies Rasyid Baswedan dengan Judul ‘Indonesia Kita Semua’ Dalam Konvensi Pemilihan Calon Presiden 2014 Partai Demokrat sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Seperti diketahui bahwa penyusunan skripsi ini merupakan tugas akhir peneliti sebagai persyaratan dalam menyelesaikan program studi Strata Satu (S1) di Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Peneliti meyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini, ada begitu banyak dukungan dan perhatian serta masukan dari berbagai pihak. Dengan demikian segala kesulitan dan hambatan dalam penyusunan skipsi ini akhirnya dapat terselesaikan dengan baik. Hanya ungkapan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada segenap pihak yang mendukung peneliti. Tiap dukungan baik moril dan materiil selama proses penyusunan dan penyelesaian skripsi ini semoga dibalas oleh Allah SWT dengan limpahan karunia-Nya yang luarbiasa tak terhingga. Peneliti terutama berterimakasih kepada: 1. Bapak Dr. H. Arief Subhan, M.A., Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Bapak Dr. Suparto, M.Ed., Wakil Dekan Bidang Administrasi ii Umum, Bapak Drs. Jumroni, M.Si, Wakil Dekan Bidang Akademik, dan Bapak Dr. Sunandar MA., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan. 2. Bapak Rachmad Baihaki M.A. selaku Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam dan Ibu Umi Musyarafah, M.A., selaku Sekertaris Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, yang selalu mendukung dan memberi banyak kemudahan kepada peneliti dalam penyusunan skripsi ini. 3. Bapak Drs. Wahidin Syaputra, M.A., dosen pembimbing peneliti yang telah begitu banyak memberikan arahan, bimbingan, nasehat dalam penyusunan skripsi ini. 4. Seluruh Dosen, serta para staf-staf tata usaha Fakultas ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Secara khusus peneliti ucapkan terima kasih kepada Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam yang berkahatasilmunyamenjadikanpenelitimampumenyelesaikanskripsiini 5. Yang sangat membantu dalam selesainya penelitian peneliti, kepada Sekretaris Bapak AniesBaswedan, Ibu Khairunnisa, kepada mas Awe, dan kepada bapak M. Chozin Amirullah yang menjadi penyambung antara peneliti dan Bapak Anies Baswedan. Terimakasih telah meluangkan waktu di tengah kesibukannya untuk peneliti. Dan yang sebesar-besarnya kepada Bapak Anies Baswedan P.hD terimakasih telah meluangkan waktunya di tengah kesibukannya untuk peneliti wawancarai. 6. Terimakasih juga peneliti haturkan kepada Bapak Rahmat Baihaqi, M.A selaku ketua sidang, Ibu Fita Fatkhurrohmah, M.Si selaku penguji satu dan bapak Drs. Study Rizal, LK. M.A, selaku penguji dua. Terimakasih kepada iii bapak dan ibu yang telah memberikan kritik yang membangun serta saransaran untuk skripsi peneliti. 7. Secara khusus dan paling utama adalah yang peneliti banggakan, kedua orang tua, Dewasrizal Nainggolan dan Nurhasni Simamora yang telah banyak memberikan doa, dukungan dan pengorbanan yang tak terkira selama peneliti hidup hingga saat ini. 8. Adik-adik peneliti, Deva Sariyanti, Devi Rahmaini, danSyafrilNainggolan terima kasih telah menjadi bagian inspirasi kehidupan Peneliti selama ini. Kelak akan kalian rasakan perjuangan yang abang rasakan dan tentunya abang siap mendampingi perjuangan kalian. 9. Paman dan Tante, Syahril Simamora dan Saeni yang telah menjadi orangtua yang baik dan membuat peneliti tidak merasa hidup sendiri di perantauan. Terimakasih atas seluruh kesabaran memberi motivasi mori dan materilnya. 10. Sunardi Panjaitan dan Mifta Apriyanto. Dua orang saudara yang banyak mengenalkan permasalahan hidup kepada peneliti dan menjadi bagian dari motivasi bagi peneliti. 11. Lutfiyatun Nakiyah, seorang sahabat special yang dalam perjalanannya selalu setia menemani perjuangan peneliti dalam segala kondisi. Terimakasih semangat dan dukungannya ya dan terimakasih juga karena sudah menjadi bagian dari kehidupan peneliti. Semoga Tuhan mengabulkan doa dan usaha kita selama ini. Terus berjuang ya bersama-sama! 12. Teman-teman seperjuangan KPI E angkatan 2009, yang telah menjadi bagian hidup peneliti selama mengenyam pendidikan di UIN Jakarta iv diantaranya,Oki, Ipul, Rulli, Sadam, dan seluruh teman-teman yang tidak bisa peneliti sebutkan satu per satu. Semoga ini menjadi awal yang baik bagi kita. 13. Sahabat-sahabat peneliti yang selalu ada di saat suka maupun duka. Ahmad Saipul Mukminin, Nurul Rizki Salam dan Fauziah Mursyid. yang tak pernah lelah untuk menyemangati peneliti. Kalian adalah beban terindah yang dimiliki peneliti. Semoga seluruh perjuangan dan persahabatan kita tetap terjalin selamanya. 14. Kepada Himpunan Mahasiswa Islam cabang Jakarta Selatan yang menjadi rumah besar bagi peneliti dalam mengembangkan diri. Terimakasih sudah memberikan wawasan dan segudang pengalaman serta menjadi Inspirasi yang sangat berharga bagi peneliti. YAKUSA! Pada akhirnya, tak ada gading yang tak retak, peneliti menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Karena itu, peneliti sangat terbuka terhadap kritik yang membangun dan saran dari segenap pembaca agar dapat menjadi acuan pembelajaran peneliti. Peneliti berharap agar skripsi ini dapat memberikan manfaat dan sebagai bahan pembanding untuk penelitian lainnya baik bagi mahasiswa UIN Jakarta maupun pembaca pada umumnya. Semoga tiap pena yang mengalir menjadi amal ibadah bagi semua. Amin. Jakarta,15 Maret 2014 Adharu Dhahiru v DAFTAR ISI ABSTRAK . i KATA PENGANTAR . ii DAFTAR ISI. vi BAB I PENDAHULUAN A. B. C. D. E. Latar Belakang Masalah . Pembatasan dan rumusan Masalah . Tujuan Penelitian. Manfaat penelitian . Metodologi Penelitian . 1. Pendekatan Penelitian . 2. Subjek dan Objek Penelitian . 3. Teknik Pengumpulan Data . 4. Teknik Analisis Data . F. Tinjauan Pustaka . G. Sistematika Penelitian . 1 4 4 5 5 5 6 6 7 10 13 BAB II LANDASAN TEORI A. Analisis Wacana . 1. Definisi . 2. Konsep Utama Analisis Wacana kritis . 3. Analisis Wacana Teun A van Dijk . 14 14 18 22 BAB III RIWAYAT HIDUP ANIES RASYID BASWEDAN A. B. C. D. Kelahiran dan Latar Belakang Keluarga Anies Rasyid . Masa Sekolah dan Kuliah Anies Rasyid Baswedan . Karir Anies Rasyid Baswedan. Penghargaan Anies Rasyid Baswedan . 36 38 43 47 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Analisis Stuktur Teks Pidato Anies Rasyid Baswedan . 1. Struktur Makro (Tematik) . 2. Struktur Mikro (Semantik) . 3. Struktur Mikro (Sintaksis) . 4. Struktur Mikro (Stilistik) . 5. Struktur Mikro (Retoris) . B. Analisis Kognisi Sosial. . C. Analisis Sosial . . vi 49 49 55 63 65 68 72 79 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan . B. Saran . C. Daftar Pustaka . LAMPIRAN-LAMPIRAN vii 84 85 87 Transkip Pidato Anies Rasyid Baswedan dengan Judul ‘Indonesia Kita Semua’ Dalam Konvensi Pemilihan Calon Presiden 2014 Partai Demokrat Pada Tanggal 15 September 2013 Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Selamat malam dan salam sejahtera. Izinkan pada kesempatan ini kami berbagi visi mengenai Indonesia. Kami beri judul Indonesia Kita Semua. Republik ini merdeka bukan sekadar untuk menggulung kolonialisme. Republik ini hadir untuk menggelar kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Republik ini datang bukan dengan cita-cita. Republik ini bukan datang dengan harapan. Republik ini datang dengan janji. Cita-cita adalah sesuatu yang ingin kita raih. Denganlah kita meraihnya, maka kita syukuri. Tapi bila gagal, kita revisi cita-cita itu. Republik ini berjanji dan janji tidak bisa direvisi. Janji harus dilunasi pada setiap anak bangsa Indonesia. Apa janji republik ini? Republik ini berjanji melindungi, berjanji mencerdaskan, berjanji mensejahterakan dan berjanji membuat setiap kita menjadi bagian dari dunia. Janji ini bukan janji pemerintah. Janji ini adalah janji seluruh bangsa Indonesia. Karena itu, saya merasa terpanggil untuk turun tangan, ramairamai melunasi janji kemerdekaan Indonesia. Ini bukan sekadar tanggung jawab pemerintah, ini tanggung jawab kita semua. Karenanya, panggilan ini adalah panggilan untuk sama-sama. Mari kita lunasi janji ini. Kita berjanji melindungi. Artinya apa? Republik ini tidak dirancang untuk melindungi minoritas, tidak dirancang untuk melindungi mayoritas. Republik ini dirancang untuk melindungi setiap warga negara Indonesia secara tanpa syarat. Siapa pun, di mana pun, agama apa pun, keyakinan apa pun, etnis apa pun, bahasa apa pun memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan republik ini. Yang kedua, kita berjanji untuk mensejahterakan. Kita berjanji untuk mencerdaskan. Dan kita lihat di sini, alhamdulillah, hari ini, penduduk kita 240 juta orang. Pada saat kita merdeka penduduk kita sekitar 70 juta, ada yang menyebut 73 juta. Dan dari 73 juta itu 95 persen buta huruf. Mereka memiliki seluruh persyaratan untuk pesimis. Terbelakang, miskin, tak terdidik. Hari ini, penduduk kita 240 juta. Dan 95 persen buta huruf itu hari ini tinggal delapan persen. Tak banyak bangsa di dunia mengubah dari buta huruf total menjadi melek huruf total seperti sekarang. Tak banyak bangsa di dunia bisa melakukan itu. Dan Indonesia melakukan ini. Dan hari ini, kita memiliki persyaratan untuk optimis. Karena itu, kita turun tangan sama-sama membangkitkan optimisme republik ini. Tapi itu tidak cukup. Hari ini yang terdidik pendidikan tinggi hanya 8 persen. Dan bila kita lihat hari ini, yang berada di ruangan ini, yang bisa berdiri di sini, yang bisa mengelola, yang bisa merasakan kemajuan, adalah mereka yang terdidik, mereka yang merasakan manfaat ketercerdasan, mereka yang diangkat naik kelas. 45 persen, hari ini, masih berpendidikan SD. viii Kalau kita ingin maju menjadi bangsa yang besar, jangan fokus pada material. Jangan fokus pada sumber daya alam, tapi fokus pada manusia Indonesia. Kunci memajukan Indonesia, pada manusianya. Tapi kita sering merasa kekayaan terbesar kita adalah minyak, gas, tambang, laut, hutan. Itu kekayaan, tapi kekayaan terbesar adalah manusia Indonesia. Itu kekayaan terbesar kita. Begitu manusianya terkembangkan, manusianya tercerdaskan, maka seluruh potensi ini bisa diubah menjadi potensi yang membuat kita meraih kesejahteraan. Karena itu saya melihat, mengembangkan manusia menjadi kunci. Dan saya garisbawahi, mengembangkan manusia, bukan semata mata-mata sumber daya. Kenapa? Karena manusia harus dikembangkan seutuhnya. Dalam mengembangkan ini, yang paling krusial hari ini di Indonesia.Kita sekarang, berapa waktu ini, dihantam tsunami korupsi. Korupsi di segala level. Tapi kita harus perhatikan, korupsi adalah gejala. Penyakitnya adalah defisit integritas. Tiadanya integritas. Karena itu pendidikan kita adalah untuk membangun integritas, menghasilkan orang-orang jujur, orangorang berkarakter yang bila diberi amanah maka dia akan mengubah amanah itu menjadi kebahagiaan, kemajuan dan kesejahteraan bagi semua. Pendidikan adalah kunci, tapi dalam jangka pendek, kita harus bereskan ekonomi kita, kita harus bereskan penegakan hukum kita. Tapi itu semua jika tidak ditopang dengan kualitas manusia yang baik, maka dia akan hanya meningkatkan angka-angka laporan. Padahal yang kita butuhkan adalah perubahan realita di masyarakat. Dan dalam konteks penegakan hukum ini, hari ini, kita harus dorong satu sisi tingkatkan soal integritas, sisi lain kita harus menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Tak pandang latar belakangnya, tak lihat agamanya, tak lihat warna kelompoknya, tak lihat warna partainya. Siapa melanggar hukum, mereka dihadapkan dengan penegakkan hukum. Saya rasa ini menjadi kunci bila kita miliki tiga pilar, ada pilar ekonomi, ada pilar demokrasi. Dua ini berjalan. Tapi pilar ketiga yang menopang adalah kepastian hukum, keadilan, rule of law. Di sini kita perlu hadirkan. Dalam jangka pendek ini, kita harus menghadirkan pilar ketiga melalui kepemimpinan yang efektif, kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka Berpikir. 22 2.4 Hipotesis 23 III. METODE PENELITIAN. 24 3.1 Rancangan Penelitian. 24 3.1.1 Jenis Penelitian. 24 3.1.2 Unit Analisis. 24 3.2 Jenis dan sumber Data. 24 3.2.1 Metode Penelitian. 24 3.3 Metode Analisis Data . 25 3.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 25 3.3.2 Uji t . 26 3.3.3 Uji F . 27 3.3.4 Koefisien Determinasi Berganda . 28 3.4 Uji Ekonometrika . . 28 3.4.1 Uji Multikolinearitas . 28 3.4.2 Uji Autokorelasi 29 3.4.3 Uji Heterokedastisitas 29 3.5 Definisi Operasional 30 xii IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 31 4.1 Gambaran Umum Pendapatan Domestik di Indonesia. 31 4.1.1 Investasi . . 33 4.1.1 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia. 40 4.1.2 Kurs Dollar Amerika Serikat . 43 4.2 Analisis Data. . 47 4.2.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 47 4.2.2 Uji Statistik. 48 4.2.3 Uji Ekonometrika. 48 4.3 Pembahasan . 49 V. KESIMPULAN DAN SARAN. 59 5.1 Kesimpulan. 60 5.2 Saran . 60 DAFTAR PUSTAKA. 61 LAMPIRAN. 65 xiii DAFTAR TABEL Halaman 4.1 Perkembangan Investasi di Indonesia. 4.2 Hasil Uji Multikolinieritas . 50 xiv 34 DAFTAR GAMBAR Halaman 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 3 1.2 Total Investasi Indonesia. . 5 2.1 Pengaruh Pendapatan Terhadap Investasi. 12 2.2 Teori Hick Suku Bunga Terhadap Pendapatan. 15 2.3 Hubungan Kurs dengan Produk Domestik Bruto.19 2.4 Kerangka Berfikir . . 22 4.1 Perkembangan Produk Domestik Bruto di Indonesia. 31 4.2 Perkembangan Investasi di Indonesia. 40 4.3 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia .40 4.4 Perkembangan Nilai Rupiah Terhadap Nilai Dollar Amerika. . 44 4.5 Analisis Data dan Uji Autokorelasi. 51 xv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Data Variabel Penelitian. 66 2 Logaritma Natural . 68 3 Hasil Regresi Linier Berganda. 72 xvi

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Strategi Pemenangan Partai Demokrat Dalam Pemilu Legislatif Kabupaten Karo Tahun 2014
9
191
131
Rekrutmen Calon Legislatif 2014 -2019 (Studi Analisis : DPC Partai Demokrat Kabupaten Karo)
0
49
91
Partai Politik Dan Pemilu (Suatu Studi Marketing Politik Terhadap Partai Demokrat dalam Pemilu Legislatif 2009)
0
48
96
Political Marketing Partai Politik Dalam Pemilihan Umum Presiden 2009 Di Sumut Studi Kasus: DPD Sumut Partai Demokrat
0
42
107
Penggunaan media dalam kampanye politik pada pemilihan umum legislatif 2014 (Studi tentang Penggunaan Media Reklame dalam Pemenangan Partai Gerindra di Kota Surabaya).
0
6
36
Analisis wacana rubrik Media dan Kita majalah Ummi edisi Juli-Oktober 2009
4
29
87
Komunikasi pemasaran politik partai Islam: studi kritis strategi PKS dalam pemilu legislatif
0
9
188
Analisis wacana kritis pidato politik Anies Rasyid Baswedan dengan judul 'Indonesia Kita Semua' dalam konvensi pemlihan calon Presiden 2014 Partai Demokrat
11
91
111
Bangunan wacana mengahadapi musibah di media cetak ( analisis wacana kritis dalam rubrik renungan tabloid robithoh edisi 1-30 safar 1431 H )
3
35
98
Analisis wacana kritis “dai komersial” dalam buku Setan Berkalung Surban karya Prof. Dr. Kh. Ali Mustafa Yaqub, MA
0
8
148
Kepemilikan media dalam mencitrakan partai politik: analisis wacana kritis berita partai politik nasional Demokrat dalam kolom Indonesia memilih harian umum Media Indonesia
0
4
98
Strategi kampanye politik calon Legislatf Partai Nasional Demokrat pada masyarakat daerah pemilihan Kota Bogor III :(studi kasus strategu kampanye Dodi Mulyawan Partai Nasional Demokrat pada masyarakat daerah pemilihan Kota Bogor III sebagai calon anggota
0
17
41
Strategi Pemenangan Partai Demokrat Dalam Pemilu Legislatif Kabupaten Karo Tahun 2014
0
2
13
Rekrutmen Calon Legislatif 2014 -2019 (Studi Analisis : DPC Partai Demokrat Kabupaten Karo)
0
0
25
Rekrutmen Calon Legislatif 2014 -2019 (Studi Analisis : DPC Partai Demokrat Kabupaten Karo)
0
0
27
Show more