Perancangan Enterprise Arsitektur Sistem Informasi Penjadwalan Menggunakan Kerangka Kerja Togaf ADM

Gratis

4
57
123
2 years ago
Preview
Full text

DAFTAR PUSTAKA

  Analisis dan Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. “Arsitektur Sistem Informasi yang Berjalan dalam Jaringan”.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

  Penggunaan teknologi informasi yang cepat, tepat dan akuratmerupakan suatu cara untuk memberikan nilai tambah yaitu berupa competitive advantage dalam persaingan bisnis organisasi. Berdasarkan hal tersebut maka pembahasan tesis ini akan difokuskan pada perencanaan perancangan arsitektur enterprise dengan mengambil judul ”Perancangan Eterprise Arsitektur Sistem Informasi Penjadwalan Menggunakan Kerangka Kerja TOGAF ADM [Studi Kasus: SMK Muhammadiyah 2 Kuningan]”.

1.2 Identifikasi Masalah

  1.4 Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian perancangan arsitektur sistem informasi penjadwalan adalah sebagai berikut :Sekolah memiliki dan menerapkan enterprise arsitektur sistem informasi 1) meliputi Architectur Vision, Business Architectur, Information System Architectur, Technologi Architectur, Opportunities and Solutions, dan Migration Planing yang dijadikan sebagai pendukung pengelolaan penjadwalan di SMK Muhammadiyah 2 Kuningan. 1.5 Batasan Masalah Batasan masalah dalam peneletian perancangan arsitektur sistem informasi sekolah ini meliputi :1) Perancangan enterprise arsitektur sistem informasi penjadwalan sekolah ini menggunakan kerangka TOGAF ADM yang mencakup 8 tahap yaitu : Architectur Vision, Business Architectur, Information System Architectur, Technologi Architectur, Opportunities and Solutions, Migration Planing,Implementation Governance, dan Architectur Change Management.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

  Sementara prosedur dapat diartikan sebagai urutan-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan intruksi yang menerangkanApa (what) yang harus dikerjakan, Siapa (who) yang mengerjakannya, Kapan (when) dikerjakan, dan Bagaimana (how) mengerjakanya. Dari definisi dan penjelasan diatas dapat diartikan bahwa suatu sistem terdiri dari elemen-elemen yang bisa berbentuk individu atau bagian-bagian yangterpisah, kemudian berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan.

2.3 Informasi

  Cushing dalam buku Accounting Information System and Business Organizaiton, dikatakan bahwa informasi merupakan sesuatu yang menunjukkan hasil pengolahan data yang diorganisasi dan berguna kepada orang yang menerimanya. Dari beberapa uraian diatas dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang telah diproses ke dalam suatu bentuk yang mempunyai arti bagi si penerimadan mempunyai nilai nyata, sehingga dapat dipakai sebagai dasar untuk mengambil keputusan, dan terasa bagi keputusan saat itu atau keputusanmendatang.

2.4 Sistem Informasi

  Laudon dalam bukunya yang berjudul Management Information Systems, menerangkan bahwa sistem informasi (information system) secara teknis dapat didefinisikan sebagai sekumpulan komponen yang saling berhubungan, mengumpulkan (atau mendapatkan), memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk menunjangpengambilan keputusan dan pengawasan dalam suatu organisasi. Dari kedua pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi merupakan suatu sistem didalam suatu organisasi yang merupakan sekumpulankomponen yang saling berhubungan untuk menghasilkan suatu informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan dan pengawasan dalam suatu organisasi.

4) Sistem Informasi Strategis

  Sistem informasi strategis adalah sistem informasi yang digunakan untuk menangani masalah-masalah strategis dalam organisasi. Sistem ini sangatbermanfaat untuk mendukung operasi dan proses-proses manajemen yang menyediakan jasa dan produk strategis untuk menuju keunggulan yang kompetitif.

2.8 Siklus Informasi

  Data merupakan bentuk yang masih mentah dan akan diolah melalui suatu proses dari mulai awal sampai data tersebut menjadi suatu informasiyang bermanfaat. Data tersebut diolah secara terus menerus dari mulai input sampai output dengan menggunakan suatu model secara berulang-ulangsehingga membentuk suatu siklus.

2.9 Arsitektur Sistem Informasi

  Sistem informasi dapat di bentuk sesuai kebutuhan organisasi masing- masing. Oleh karena itu, untuk dapat menerapkan sistem yang efektif dan efisiendiperlukan perencanaan, pelaksanaan, pengaturan, dan evaluasi sesuai keinginan masing-masing organisasi.

4) Desain sistem komputer secara keseluruhan (termasuk sistem jaringan)

untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi yang spesifik (Zwass,1998) Tujuan Arsitektur Sistem Informasi 1) Sebagai penuntun bagi operasi sekarang atau menjadi cetak-biru (blueprint) untuk arahan di masa mendatang2) Agar bagian teknologi informasi memenuhi kebutuhan bisnis strategis organisasi

2.10 Pengertian Penjadwalan

  Atau juga sistem informasipenjadwalan dapat diartikan sebagai sistem yang memberikan layanan informasi yang berupa data yang berhubungan dengan proses pembuatan susunan kegiatandengan pembagian waktu pelaksanaan dalam sebuah organisasi atau instansi. Penjadwalan dapat didefinisikan sebagai pengaturan pengalokasian sumber daya dalam jangka waktu tertentu untuk melakukan serangkaian tugas yang telahdirancangkan, penjadwalan adalah aturan atau proses pengorganisasian, pemilihan, dan penentuan waktu penggunaan tempat atau sumber-sumber untukmengerjakan semua aktivitas yang diperlukan yang memenuhi kendala aktivitas dan sumber daya.

2.11 Enterprise Architecture (EA)

  EA menjelaskan rencanauntuk membangun sistem atau sekumpulan sistem.2) Pendekatan logis, komprehensif, dan holistic untuk merancang dan mengimplementasikan sistem dan komponen sistem yang bersama. 3) Basis aset informasi strategis yang menentukan misi, informasi dan teknologi yang dibutuhkan untuk melaksanakan misi, dan proses transisiuntuk mengimplementasikan teknologi baru sebagai tanggapan terhadap perubahan kebutuhan misi.

2.12 Enterprise Architecture Framework

Enterprise Architecture Framework mengidentifikasikan jenis informasi yang dibutuhkan untuk mendeskripsikan arsitektur enterprise, mengorganisasikan Architecture Framework (FEAF), DoD Architecture Framework (DoDAF), Treasury Enterprise Architecture Framework (TEAF), The Open GroupArchitectural Framework (TOGAF), dan lain-lain.

2.12.1 The Open Group Architecture Framework ( TOGAF)

  TOGAF ini digunakan untuk mengembangkan enterprise architecture, dimana terdapat metode dan tools yang detil untuk mengimplementasikannya, halinilah yang membedakan dengan framework EA lain misalnya framework Zachman. 3) Data Architecture Adalah penggambaran bagaimana penyimpanan, pengelolaan dan pengaksesan data pada perusahaan4) Technical Architecture adalah gambaran mengenai infrastruktur hardware dan software yang mendukung aplikasi dan bagaimana interaksinya.

2.12.1.1 Struktur Umum dan Komponen TOGAF

  TOGAF secara umum memiliki struktur dan komponen sebagai berikut(Gambar 2.3) : 1 Architecture Development Method (ADM), Merupakan bagian utama dariTOGAF yang memberikan rincian bagaimana menentukan sebuah enterprise architecture secara spesifik berdasarkan permasalahan yang muncul untuk perancangan arsitektur sistem informasi penjadwalan. 3 Resource Base, Pada bagian ini terdapat informasi mengenai guidelines, templates, checklists, latar belakang informasi dan detil material pendukung yang membantu arsitek didalam penggunaan ADM.

2.12.1.2 Architecture Development Method (ADM)

  dan mengimplementasikan arsitektur enterprise dansistem informasi yang disebut dengan Architecture Development Method (ADM), dimana ADM merupakan hasil dari kerja sama praktisi arsitektur dalam T h e Open Group Architecture Forum. ADM merupakan metode generik yang berisikan sekumpulan aktifitas yang mempresentasikan progresif darisetiap fase ADM dan model arsitektur yang digunakan dan dibuat selama Gambar 2.4Tahapan Proses TOGAF Achitecture Development Method (ADM) Sumber : Erwin Budi S., SNATI 2009 Pemilihan Ea Framework hal.

1) Tahap A: Visi Arsitektur (Architecture Vision)

  Menciptakan kesamaan pandangan mengenai pentingnya Arsitektur Enterprise untuk mencapai tujuan organisasi/perusahaan; menentukan lingkup dari arsitektur yang akan dikembangkan. Pada tahap ini tools dan metode umum seperti BPMN, IDEF, dan UML dapat digunakan untuk mengembangkan model yang diperlukan.

C: Arsitektur Sistem Informasi (Information System

  Architecture) Membangun arsitektur sistem informasi yang diinginkan, arsitektur ini meliputi 2 (dua) domain yaitu Arsitektur data dan Arsitektur aplikasi. Pada arsitektur aplikasi lebih menekan pada bagaimana kebutuhan aplikasi direncanakan dalam mendukung bisnis, serta lebih fokus pada model aplikasi yang akan dirancang.

4) Tahap D: Arsitektur Teknologi (Technology Architecture)

  Dalam tahapan ini jugamempertimbangkan alternatif-alternatif yang diperlukan dalam pemilihan 5) Tahap E: Peluang dan Solusi (Opportunities and Solution) Mengevaluasi dan memilih alternatif solusi, identifikasi parameter strategis penilaian keterkaitan, biaya dan manfaat, mendefinisikan strategi implementasidan rencana implementasi. Pada tahapan ini lebih menekan pada manfaat yang diperoleh dari arsitektur enterprise yang meliputi arsitektur bisnis, arsitektur data,arsitektur aplikasi dan arsitektur teknologi, sehingga menjadi dasar bagi stakeholder untuk memilih dan menentukan arsitektur yang akandiimplementasikan.

8) Tahap H: Arsitektur Manajemen Perubahan (Architecture Change

  Management) Menetapkan proses Arsitektur manajemen perubahan untuk arsitektur enterprise baru yang telah selesai diimplementasikan; secara berkelanjutan memonitor perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan organisasi dan menentukan apakah akan dilakukan siklus pengembangan arsitektur enterpriseberikutnya. 3) Prinsip-prinsip arsitektur, mengembangkan arsitektur proses organisasi/perusahaan dan arsitektur implementasinya, Prinsip inidipengaruhi oleh rencana organisasi/perusahaan, strategi, faktor pasar, sistem, dan teknologi yang ada dalam organisasi/perusahaan.

2.12.2 Pemilihan Architecture Enterprise (EA) Framework

  Untuk memilih sebuah Enterprise Architecture Framework terdapat kriteria yang berbeda yang bisa dijadikan sebagai acuan, misalnya:1) Tujuan dari Enterprise Architecture dengan melihat bagaimana definisi arsitektur dan pemahamannya, proses arsitektur yang telah ditentukansehingga mudah untuk diikuti, dukungan terhadap evolusi arsitektur.2) Input untuk aktivitas Enterprise Architecture seperti pendorong bisnis dan input teknologi. Framework merupakan sebuah bagian penting dalam pendesainan Enterprise Architecture yang seharusnya memiliki kriteria:1) Reasoned Framework yang masuk akal yang dapat memungkinkan pembuatan arsitektur yang bersifat deterministik ketika terjadi perubahan kontsrain dan tetap menjaga integritasnya walaupun menghadapi perubahan bisnis dan teknologi serta demand yang tak terduga.

7) Scalable

Framework haruslah beroperasi secara efektif pada level departemen, unit bisnis, pemerintahan dan level korporat tanpa kehilangan fokus dan kemampuan untuk dapat diaplikasikan.

2.13 Unified Modelling Language (UML)

  UML sendiri juga memberikan standar penulisan sebuah blue print, yang meliputi konsep bisnis proses, penulisan kelas-kelas dalam bahasa program yang spesifik, skema database, dan komponen-komponen yang diperlukan dalam system software (http://www.omg.org) Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa pemodelan yang dapat digunakan untuk rancang bangun berorientasi objek. UML dapat digunakan untuk spesifikasi, visualisasi dan dokumentasi sistem pada fase pengembangan (Eriksondan Panker, 1998) Dengan demikian Unified Modeling Language (UML) adalah suatu bahasa pemodelan untuk memvisualisasi, menspesifikasikan, membangun danpendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan software berbasis objek.

BAB II I METODOLOGI DAN ANALISIS HASIL PENELITIAN Pada bab ini dibahas tentang metode yang akan digunakan untuk

perancangan enterprise arsitektur sistem informasi penjadwalan, selanjutnya dibahas mengenai temuan-temuan yang ada di lingkungan SMK Muhammadiyah 2 Kuningan tahun pelajaran 2011-2012 untuk menemukan permasalahan yang ada dengan cara manganalisis data temuan secara langsung.

3.1 Metodologi Penelitian

  Untuk mempermudah penulis dalam membahas setiap permasalahan yang ada, penulis menggunakan kerangka kerja The Open Group Architecture Technique (TOGAF) dengan metode : ADM ( Achitecture Development Method). Selain itu penulis menggunakan beberapa tool seperti UML (Unified Modelling Language) yang meliputi pemodelan relasi Class Diagrams dan Perancangan gambaran proses sistem dengan Use Case Diagrams.

3.1.1 Studi Literatur

3.1.2 Pengumpulan Data

  Tahapan ini dilakukan untuk mencari uraian mengenai teori-teori, temuan dan bahan penelitian lainnya sebagai acuan untuk dijadikan landasan teoridalam kegiatan penelitian yaitu dengan melakukan studi terhadap literatur- literatur berupa buku, jurnal dan informasi dari Internet dan lain-lain. 3.1.4 Preliminary : Framework and Pricnciples Tahapan ini merupakan tahap persiapan dan permulaan untuk mendefinisikan kerangka dan prinsip yang bertujuan untuk mengkonfirmasikomitmen dari manajemen, penentuan kerangka kerja dan metodologi detail yang akan digunakan pada perancangan enterprise arsitektur.

3.1.9 Technology Architecture (Arsitektur Teknologi)

  Tahapan ini dilakukan perancangan terhadap arsitektur teknologi yang akan mendukung arsitektur sistem informasi penjadwalan meliputi perangkatkeras dan perangkat lunak. 5) Usulan Perancangan Infrastruktur dan Jaringan Komputer .6) Usulan Perancangan Teknologi Server dan Data Center: menetapkan teknologi server dan data center yang akan mendukung proses pemodelanarsitektur.7) Usulan Perancangan Manajemen Teknologi Informasi: Melakukan pengelolaan teknologi informasi yang akan digunakan.

3.2 Kerangka Penelitian

Dalam perencanaan perancangan enterprise asritektur Sistem InformasiPenjadwalan di SMK Muhammadiyah 2 Kuningan secara keseluruhan harus melalui beberapa tahapan. Tahapan tersebut dapat dilihat pada gambar 3.1 sebagaiberikut: Gambar 3.1Kerangka Penelitian

3.3 Analisis Hasil Penelitian

  Melalui studi literatur ditemukan teori-teori yang mendasari permasalahan dalam penelitiansehingga diperoleh informasi terhadap konsep dan tahapan perencanaan perancangan enterprise arsitektur sistem informasi penjadwalan pada SMKMuhammadiyah 2 Kuningan. 3.3.2 Pengumpulan Data Untuk mendapatkan gambaran mengenai proses bisnis, data dan aplikasi yang sedang berjalan di SMK Muhammadiyah 2 Kuningan maka dilakukanpenumpulan data dengan cara observasi dan wawancara.

3.3.3.1 Sejarah SMK Muhammadiyah 2 Kuningan

  Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kuningan pada tahun 1995 yang di pimpin oleh K. Pd sebagai Ketua Majelis Dikdasmen beliau merupakan pelopor pendirian STM/SMK Muhammadiyah 2 Kuningan, upaya yang mereka lakukanuntuk mendirikan STM/SMK Muhammadiyah mendapat sambutan positif dari masyarakat Kabupaten Kuningan maupun pemerintah sehingga pada tahun 2 Juni 1995, jumlah siswa yang diterima pada saat itu sebanyak 377 orang siswa yang terdiri dari 9 rombongan belajar.

3.3.3.2 Visi dan Misi

  Visi SMK Muhammadiyah 2 Kuningan adalah Sumber daya manusia yang berkualitas, unggul di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki Iman danTaqwa serta Berakhlaqul Karimah. Untuk mewujudkan Visi tersebut SMK Muhammadiyah 2 Kuningan memiliki Misi sebagai berikut:1) Meningkatkan pemahaman dan pengalaman Dienul Islam dalam menyiapkan kader umat, kader organisasi, dan kader bangsa yangberakhlaqul karimah.2) Menumbuhkan kesadaran memelihara lingkungan hidup untuk meningkatkan pelaksanaan 7K.

3.3.3.3 Tujuan SMK Muhammadiyah 2 Kuningan

Tujuan pendidikan SMK Muhammadiyah 2 Kuningan mengacu pada Visi dan Misi dapat dirumuskan sebagai berikut:1) Proses pemelajaran mengarah kepada pemelajaran berbasis kompetensi yang dilandasi dengan pendalaman kompetensi spiritual,2) Mengupayakan pemenuhan sarana dan program pendidikan untuk mendukung KBM yang efektif dan hasil belajar siswa yang lebih mengarahke Life Skill, 3) Meningkatkan jumlah dan kualitas tenaga kependidikan sesuai dengan program pemelajaran yang berkualitas,4) Menghasilkan tamatan/lulusan siswa yang berkualitas mampu bersaing dengan tuntutan pasar kerja.

3.3.3.4 Budaya SMK Muhammadiyah 2 Kuningan

  (2) Bekerja sesuai sistem dan prosedur yang berlaku(3) Penuh percaya diri dan tegar dalam menghadapi setiap tantangan dan rintangan. 4) Akuntabel (1) pengendalian manajemen yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan(2) Senantiasa berusaha mendapatkan, memelihara, dan menggunakan aset-aset dan pendapatan perusahaan dengan benar sesuai wewenang, tugas dantanggung jawab.

3.3.3.5 Struktur Organisasi SMK Muhammadiyah 2 Kuningan

Tujuan struktur organisasi adalah untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai tugas, wewenang dan tanggung jawab dari setiap unit yang ada dalamorganisasi. Struktur organisasi SMK Muhammadiyah seperti pada gambar 3.2 dibawan ini:

WALI KELAS DAN GURUPRAMUBAKTI SECURITY PEMB. WK

  Gambar 3.2Struktur Organisasi SMK Muhammadiyah 2 Kuningan Konfigurasi Struktur Organisasi SMK Muhammadiyah 2 Kuningan terdapat pada Lampiran A. KURIKULUMBENDAHARA WAKASEK KURIKULUM WAKASEK KESISWAAN WAKASEK HUMAS/HUBIN WAKASEKISMUBARIS BKK BP DAN BK PERPUSTAKAAN PEMB.

3.3.3.6 Tugas dan Wewenang

  Dalam melakukan penelitian di SMK Muhammadiyah 2 Kuningan peneliti akan melakukan analisis terhadap tugas dan tanggung jawab dari unit-unitorganisasi yang terlibat dalam proses penjadwalan, yang terdiri dari KepalaSekolah, Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum, Wakil Kepala Sekolah BagianKesiswaan, Wakil Kepala Sekolah Bagian Sarprasil, Kepala Program Studi, dan Guru. 5) Waka Sarprasil Bertanggung jawab kepada kepala sekolah atas keutuhan pemeliharaan dan perbaikan, mengadakan sarana dan prasarana, mengusulkan kepada kepalasekolah tambahan serta menjaga kestabilan kegiatan proses belajar mengajar berjalan dengan tertib dan lancar.

3.3.3.7 Asset yang dimiliki SMK Muhammadiyah 2 Kuningan

  3) Jumlah kelas 1, kelas 2 dan kelas 3 di SMK Muhammadiyah 2 pada tahun 2012 adalah sebanyak 34 kelas4) Sumber keuangan pada SMK Muhammadiyah berasal dari iuran siswa ditambah bantuan pemerintah yang sifatnya tidak tetap. Oleh karena itu diperlukanperencanaan yang matang dalam mengelola asset keuangan tersebut (4) Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana sebagai media penunjang proses belajar mengajar diSMK Muhammadiyah baik berupa teori yaitu mata pelajaran Normatif dan Adaptif maupun praktek yaitu mata pelajaran Produktif.

34 Kelas

  Kegiatan pembagian ruang kelas merupakan hal yang sangat penting dilakukan di setiap proses bisnis dengantujuan agar diketahui jumlah jam secara keseluruhan dari mata pelajaran produktif, normatif dan adaptif dan dapat diketahui jumlah jam efektif, jumlahruangan yang bisa digunakan, jumlah jam setiap hari, akumulasi jumlah jam setiap minggu dan akumulasi jumlah jam yang belum mendapatkan ruangan kelas. Grafik akumulasi penggunaan ruang kelas yang ada di SMKMuhammadiyah 2 Kuningan dapat dilihat pada gambar 3.7 dibawah ini: Gambar 3.7Akumulasi Penggunaan Ruang Kelas (5) Kekayaan HAKI Kegiatan pengolahan data di SMK Muhammadiyah 2 Kuningan masih dilakukan secara manual, karena keterbatasan sumberdaya manusia dan belum adabagian khusus yang menangani masalah Teknologi Informasi.

3.3.4 Preliminary : Framework and Pricnciples

  Tahapan ini merupakan awal persiapan perancangan enterprise arsitektur agar dapat terarah dengan baik. Tujuannya adalah untuk mengkonfirmasi kebijakan manajemen, penentuan kerangka kerja dan metodologi yang akan digunakan.

3.3.4.1 Kebijakan Manajemen

  Dukungan manajemen merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan sukses atau tidak nya pembuatan enterprise arsitektur. Oleh karena itu sebelummasuk ke tahapan selanjutnya perlu dipastikan bahwa kebijakan manajemen terkait penjadwalan sangat diperlukan agar proses selanjutnya dapat berjalandengan baik.

3.3.4.2 Menentukan Kerangka Kerja dan Metodologi

  Kerangka kerja yang digunakan dalam perencanaan perancangan enterprise arsitektur sistem informasi penjadwalan di SMK Muhammadiyah 2 Kuninganadalah TOGAF dengan metodologi mengacu pada TOGAF ADM. TOGAF ADM merupakan metode yang detil bagaimana membangun dan mengelola sertamenerapkan enterprise arsitektur dan sistem informasi.

3.3.5 Requirements Management

  Tujuan dari tahapan ini adalah untuk menyediakan proses pengelolaan kebutuhan arsitektur sepanjang tahapan pada siklus ADM, mengumpulkan,menginventarisir dan mengidentifikasi seluruh kebutuhan enterprise, menyimpan kemudian memberikannya kepada tahapan TOGAF ADM yang relevan. Referensikebutuhan pada tahapan ini adalah merancang Sistem Informasi Penjadwalan untuk mengelola penjadwalan pada bagian program keahlian dan kurikulum.

1) Architecture Vision

  Dengan diketahuinya proses bisnis yang berjalan maka dapatdilakukan penentuan tugas dan tanggung jawab terkait perencanaan perancangan enterprise arsitektur sistem informasi penjadwalan, sehingga proses bisnis akan berjalan dengan baik. Requirements management pada tahapan ini dilihatdari 2 (dua) aspek, yaitu data architecture dan application architecture.(1) Data Architecture Pada arsitektur data, manajemen membutuhkan sumber-sumber data yang terpusat dengan tujuan meningkatkan koordinasi dan sikronikasi dari operasipengolahan data serta dapat menyediakan informasi yang cepat, tepat, dan akurat, dengan harapan informasi yang disajikan benar.

6) Migration Planning

  Pada Arsitektur Data membahas mengenai usulan database yang akan digunakan pada perancangan enterprise arsitektur sistem informasi penjadwalan,sedangakan pada Arsitektur Aplikasi dibahas mengenai usulan aplikasi yang akan digunakan. 3.8 Opportunities and Solutions (Peluang dan Solusi) Tahapan ini membahas mengenai Gap Analysis yang berjalan saat ini meliputi arsitektur bisnis, artitektur sistem informasi, dan arsitektur teknologikemudian dilanjutkan dengan mengusulkan solusi.

BAB IV PERANCANGAN ENTERPRISE ARSITEKTUR Beberapa tahapan metodologi penelitian meliputi Studi Literatur, Pengumpulan Data, Identifikasi Awal, Preliminary, Requirements Management, Architecture Vision, Architecture Business, System Information Architecture, Technology Architecture, Opportunities and Solution, dan Migration Planning

  66Dari hasil observasi pemanfaatan Sistem Informasi dan Teknologi Informasi pada SMK Muhammadiyah 2 Kuningan belum dilakukan secara optimal, padasaat ini pelaksanaan kegiatan yang terkait dengan penjadwalan dilakukan secara terkomputerisasi yang bersifat umum. Hal tersebut bisa dilihat dari hasil temuanpemanfaatan Sistem Informasi dan Teknologi Informasi pada tabel 4.1 Tabel 4.1 Pemanfaatan IS dan IT Sekolah No Kegiatan yang menggunakan Sistem Informasi dan Teknologi Informasi Usulan Solusi 1 Software pendukung kegiatan pembuatan jadwal belajar disekolahmasih menggunakan yang bersifat umum Dibuatkan usulan perancangan arsitektur software khususpembuatan jadwal pelajaran, selanjutnya di realisasikan.

4.2 Architecture Vision (Visi Arsitektur Sistem Informasi Penjadwalan)

  Dalam perancangan arsitektur sistem informasi penjadwalan ini tidak lepas dari Visi yang menjadi tujuan akhir perancangan ini. penjadwalan dengan menggunakan metodologi TOGAF ADM Selain visi perancangan enterprise arsitektur sistem informasi penjadwalan yang tertuang pada bab I diatas sekolah juga harus memiliki tujuan bisnis(business goal), sasaran bisnis (business objective), dan ruang lingkup (scope).

4.2.1 Tujuan Bisnis ( Business Goal)

  Untuk mencapai visi perancangan enterprise arsitektur diatas maka SMKMuhammadiyah 2 Kuningan memiliki tujuan mengarahkan kegiatan operasional sekolah kepada yang berbasis IT, melengkapi kebutuhan penunjang IT tersebutsecara bertahap dan untuk sementara memberdayakan sarana dan prasarana yang ada untuk digunakan secara optimal, mempersiapkan SDM yang akan mengelolakegiatan IT tersebut. 4.2.3 Scope)Ruang Lingkup ( Ruang lingkup perancangan enterprise arsitektur ini lebih kepada pengelolaan sistem informasi penjadwalan yang mengacu kepada metode TOGAFADM meliputi 6 tahapan yaitu Architectur Vision, Business Architectur, Information System Architectur, Technologi Architectur, Opportunities and Solutions, dan Migration Planing.

4.3 Business Architectur (Arsitektur Bisnis Penjadwalan)

  Pada tahapan ini dilakukan perancangan arsitektur terhadap proses-proses bisnis yang terkait langsung dengan proses penjadwalan yang merupakan salahsatu bagian kritis dalam bisnis pendidikan. Tahapan nya meliputi AnalisisKesenjangan (Gap Analysys) pada proses bisnis, analisis proses bisnis penjadwalan dan usulan perancangan proses bisnis penjadwalan.

4.3.1 Gap Analysis Arsitektur Bisnis secara umum

  Agar hasil dari perancangan Arsitektur Bisnis mencapai target yang diharapkan maka langkah awal dilakukan analisis kesenjangan (Gap Analysis)terhadap proses bisnis yang sedang berjalan di SMK Muhammadiyah 2 Kuningan, melakukan analisis solusi penyelesaian dan menerapkan arsitektur bisnismenjadi target utama pengelolaan IT dimasa depan. Daftar Gap Analysis mengenai arsitektur bisnis SMK Muhammadiyah 2 Kuningan dalam bidang IT,dapat dilihat pada tabel 4.2 Tabel 4.2 Gap Analysis Arsitektur Bisnis.

4.3.2 Interaksi Antar Proses Bisnis SMK Muhammadiyah 2 Kuningan

Aliran interaksi antar proses merupakan gambaran umum dalam proses bisnis yang dijalankan oleh SMK Muhammadiyah 2 Kuningan dapat dilihat padaGambar 4.1 Gambar 4.1Aliran Interaksi Antar Proses Bisnis SMK Muhammadiyah 2 Kuningan Aliran antar proses merupakan suatu alur proses yang sistematis menggambarkan tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh sekolah, terdapatempat alur yaitu Proses Perencanaan Mutu, Proses Inti, Proses Pendukung, dan Proses Peningkatan. 71Lebih detil tentang ke empat hal tersebut adalah sebagai berikut : 1) Proses Perencanaan MutuMelakukan perencanaan awal dimulainya kegiatan belajar mengajar dengan terlebih dahulu menentukan kebijakan mutu, sasaran mutu, persyaratan mutu danmeninjau UU/peraturan terkait peningkatan mutu.2) Proses Inti Pada tahapan ini sekolah melakukan proses kegiatan secara keseluruhan dari mulai perencanaan promosi untuk rekruitmen siswa baru, pengenalan lingkungansekolah, pengelolaan siswa yaitu dengan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar baik teori maupun praktek, pelaksanaan ujian baik ujian sekolah bahkan ujiannasional praktik dan teori, sampai dengan kelulusan dan penelusuran data lulusan.3) Proses Pendukung Pada tahapan ini sekolah melakukan proses penambahan kegiatan pendukung keberhasilan belajar mengajar dengan pengelolaan lingkungansekolah, kerjasama dengan pihak luar seperti DU/DI, pengelolaan intern sekolah seperti kegiatan organisasi siswa sampai dengan kerjasama dengan komite sekolahuntuk pengembangan proses pendukung belajar mengajar.4) Proses Peningkatan Pada tahapan ini sekolah lebih berfokus kepada proses peningkatan mutu sekolah seperti adanya audit internal sampai dengan analisis data. 72

4.3.3 Gap Analysis Aliran Proses Bisnis Penjadwalan yang berjalan saat ini

  Alur proses pembuatan jadwal yang berjalan di SMK Muhammadiyah 2Kuningan saat ini, terbagi menjadi 5 yaitu pendataan jumlah kelas dari bagian kesiswaan, pendataan jumlah kelas dari bagian sarana, pendataan jumlah guru daribagian tata usaha kemudian data jumlah kelas, ruang kelas dan data guru tersebut diserahkan kepada bagian kurikulum selanjutnya dibuatkan jadwal mata pelajarantahap terakhir adalah pengesahan oleh kepala sekolah. Berdasarkan skema aliran proses penjadwalan yang berjalan saat ini dan observasi terhadap beberapa dokumen yang terkait, dilakukan analisa proses danfungsi bisnis yang terkait penjadwalan dan pendefinisian sub proses berupa aktifitas-aktifitas.

4.3.4 Usulan Perancangan Proses Bisnis Penjadwalan

Untuk meningkatkan pelayanan kepada seluruh komponen SMKMuhammadiyah 2 Kuningan maka direncanakan perancangan enterprise arsitektur sistem informasi penjadwalan menjadi beberapa aliran proses bisnisdari mulai proses perencanaan penjadwalan, pelaksanaan pembuatan jadwal sampai dengan sosialisi jadwal. Usulan secara detil mengenai tahapan prosesperancangan enterprise penjadwalan tersebut bisa dilihat dibawah ini:

4.3.4.1 Usulan Alur Perancangan Proses Bisnis Secara Umum

  762) Pembuatan Jadwal Produktif Tahapan ini dilakukan pembuatan jadwal penggunaan laboratorium praktek (mata pelajaran produktif) oleh bagian program keahlian. Tahapan ini pembuatan jadwal mata pelajaran gabungan antara normative, adaptif (teori) dengan produktif (praktek) oleh bagian kurikulum.

4.3.4.2 Usulan Alur Proses Bisnis Perencanaan Pembuatan Jadwal

  782) Pendataan Jumlah Ruang Belajar Teori dan Praktek Proses ini bertujuan untuk mengetahui berapa jumlah ruang belajar yang ada di SMK Muhammadiyah 2 Kuningan dari mulai ruang belajar teori normatif,adaptif dan ruang praktek seperti laboratorium. Hal ini biasanya dilakukan agar pemberian materi ajar dilakukan secara sistematis dan terarah pada tiap semesternya.

4.3.4.3 Usulan Alur Proses Bisnis Pelaksanaan Pembuatan Jadwal

  2) Pembuatan Jadwal pelajaran Normatif dan AdaptifProses ini dilakukan untuk menyusun jadwal pelajaran Normatif dan Adaptif (teori) dari masing-masing guru baik guru tetap persarikatan maupun guru tidak tetap dengan berpatokan pada jumlah ruang belajar teori. 3) Pembuatan jadwal Jadwal pelajaran Produktif, Normatif dan AdaptifProses ini merupakan proses inti dari beberapa tahap sebelumnya, setelah mendapatkan data jumlah kelas, jumlah ruang belajar, jumlah guru, kesediaanwaktu mengajar dan jumlah mata pelajaran yang akan diajarkan pada semester tersebut barulah dilakukan konfigurasi jadwal Normatif, Adaptif dan Produktif.

4.3.4.4 Usulan Aliran Proses Bisnis Sosialisasi Jadwal

  3) Sosialisasi Kepada SiswaProses ini merupakan sosialisasi hasil konfigurasi jadwal yang telah disetujui kepala sekolah kepada seluruh siswa kelas 1, kelas 2 dan kelas 3 dankonfigurasi mata pelajaran baik Normatif, Adaptif maupun Produktif.4) Sosialisasi Kepada Toolrom dan Maintenance Lab. Tujuan nya agar pelayanan Tata Usaha tidak dalam kondisi belajar, terkecuali siswa mendapatkan ijin dari guru pengajar yang bersangkutan, bagian bendahara Tata Usaha mempersiapkanVakasi Mengajar sejumlah jam pelajaran untuk guru.6) Sosialisasi Kepada Security (Satpam) Proses ini merupakan sosialisasi hasil konfigurasi jadwal yang telah disetujui kepala sekolah kepada Satpam.

4.4 Information System Architectur (Arsitektur Sistem Informasi)

  Pada tahapan ini dilakukan Perancangan Arsitektur Sistem InformasiPenjadwalan dengan membagi menjadi 2 tahapan utama yaitu PerancanganArsiterktur Data dan Perancangan Arsitektur Aplikasi. Kedua arsitektur tersebut tidak saling bergantungan, jadi dalam perancangan dapat dilakukan mulai dariarsitektur data kemudian dilanjutkan dengan arsitektur aplikasi atau sebaliknya.

4.4.1 Gap Analysis Arsitektur Sistem Informasi

  Analisis kesenjangan pada Arsitektur Sistem Informasi yang berjalan saat ini berdasarkanhasil observasi pada pengelolaan IT di SMK Muhammadiyah 2 Kuningan belum 87menggunakan IT sebagai media pengelolaan informasi. Membuat perancangan sistem informasikhusus yang menanganipenjadwalan Tersedia sistem informasi untuktingkat manajemen dan guru, sehinggamanajemen dan guru dengan cepatmengetahui hasilPenjadwalan secara 2.

4.4.2 Usulan Perancangan Arsitektur Data

  Pada tahapan ini dilakukan penetapan target arsitektur data yaitu mendefinisikan kelas data yang akan digunakan pada arsitektur aplikasi. Modeltarget arsitektur data yang digambarkan dengan class diagram yang mengambarkan relasi antar data dan entitas yang digunakan pada sistem informasiPenjadwalan tersebut.

4.4.2.1 Analisis Kelas-Kelas Data

  Data yang sedang diidentifikasi pada proses Penjadwalan ini harus dapat menentukan hal-hal yang harus diperhatikan sebagai berikut:1) Akurasi, ketepatan waktu dan ketersediaan data yang diperlukan dalam proses penjadwalan tersebut. Secara detil analisis hubungan antara kelas-kelas data dengan proses bisnis dapat dilihat pada Lampiran F 4.4.2.3 Perancangan Relasi antar Kelas-Kelas Data dengan menggunakanClass Diagrams Pada tahapan ini dilakukan penetapan target arsitektur data yang akan dipergunakan dalam arsitektur aplikasi yang akan dibangun.

4.4.3 Usulan Perancangan Arsitektur Aplikasi

  Pada tahapan ini dilakukan pembuatan arsitektur aplikasi untuk mendefinisikan system informasi/aplikasi-aplikasi utama yang diperlukan untukmengatur data dan mengatur fungsi bisnis pada proses penjadwalan. Denganperancangan arsitektur sistem informasi ini diharapkan dapat memberikan solusi dalam menyelesaikan permasalahan yang telah didefinisikan dalam Gap Analysis.

4.4.3.1 Perancangan Use Case Diagrams

  Bagian Kurikulum , melakukan validasi data tentang jumlah kelas kepada bagian kesiswaan dan tata usaha, jumlah ruang kelas kepada sarana dan prasarana, jumlahguru produktif, normatif dan adaptif kepada bagian program keahlian, pengesahan jadwal kepada kepalasekolah, penyusunan jadwal produktif kepada bagian program keahlian, sosialisasi kepada guru, siswa,toolmen dan maintenance, dan security. Use Case Diagram dari Use Case - Use Case diatas dapat dilihat pada gambar 4.8 95Gambar 4.8 Use Case Sistem Informasi Penjadwalan 4.4.3.2 Menentukan Kebutuhan Sistem Informasi dan Kandidat Aplikasi Pada tahapan ini dilakukan pendefinisian sistem informasi / aplikasi- aplikasi yang akan menjadi kandidat aplikasi yang akan digunakan dalamArsitektur Sistem informasi Penjadwalan.

4.4.3.4 Arsitektur Aplikasi

  Pembuatan arsitektur aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan pada masing-masing sistem informasi sangat diperlukan untuk mengetahui kebutuhan secara detail darimasing- masing aplikasi tersebut. Dan dari proses ini data bisa menjadi informasi (output) yang bisa di tampilkan melalui aplikasi, sebagai hasil dari pengolahan sistem dansiap untuk dipergunakan oleh Kepala Sekolah, Waka Kurikulum, Ka.

4.4.3.5 Persyaratan Umum Sistem Informasi

Sistem informasi yang dibutuhkan dalam proses penjadwalan harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain :1) Aplikasi yang dirancang harus bisa saling integrasi hal ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan penegembangan aplikasi dimasa yang akandatang.2) Tidak terjadi duplikasi data dan kebutuhan data harus terpenuhi.3) Sistem yang dirancang harus sesuai dengan persyaratan dan memiliki validitas data. 99

4.5 Technology Architectur (Arsitektur Teknologi)

  Membangun arsitektur sistem informasi tidak terlepas dari teknologi yang diinginkan dan yang akan digunakan dalam membantu sistem informasi yanghandal. Dalam tahapan ini juga mempertimbangkan alternatif-alternatif yang diperlukan dalam pemilihan teknologi.

4.5.1. Gap Analysis Arsitektur Teknologi

  Analisis Kesenjangan (Gap Analysis) dimaksudkan agar hasil dari pemodelan sistem informasi memenuhi target yang diinginkan. Untuk ada pengamanan dan akses tamu, dibebaskaninfrastruktur belum tetapi dibatasi untuk memadai.

4.5.2. Usulan Arsitektur Infrastruktur TI

Sesuai dengan IT Master Plan yang sudah direncanakan kedepan arsitektur infrastruktur teknologi informasi SMK Muhammadiyah 2 Kuningan di masadepan dapat dilihat seperti gambar 4.10 101 Manajemen Client Aplikasi TeknologiInformasi Client OperationUser Interface WEB Client Computing ClientPC Laptop Manajemen Standard PenggunaApplication Manajemen SistemServer SecurityServer Database KeamananNetwork Fiber Optic Wi-Fi Security Gambar 4.10Arsitektur Infrastruktur Teknologi Informasi SMK Muhammadiyah 2 Kuningan

4.5.2.1 Usulan Perancangan Teknologi Database

  102 2) Teknologi Sistem Operasi Sistem operasi pada komputer yang digunakan adalah end user adalahWindows yang dapat terhubung ke domain Active Directory, di antaranya Windows XP Professional, Windows 7 Starter, Windows 7 Home Basic, Windows 7 Home Premium, Windows 7 Proffesional, Windows 7 Enterprise, Windows 7 Ultimate. 3) Office Software Salah satu aplikasi penting yang juga digunakan oleh end user dan perlu diperhatikan adalah office software yang standar.

4.5.2.3 Usulan Perancangan Kebutuhan Teknologi Komputer

  Komputer-komputer klien yang digunakan di SMK Muhammadiyah 2Kuningan oleh end user antara lain:1) Personal Computer : sebagian besar akan disediakan melalui leasing oleh pihak ketiga. Spesifikasi minimal yaitu: Pentium IV 2.4 GHz, RAM 512 Mb,Harddisk 40Gb, dll.2) Laptop : menggunakan spesifikasi standar office, seperti : Intel Pentium IV, yang sudah memiliki fasilitas wifi.

4.5.2.4 Usulan Perancangan Infrastruktur dan Jaringan Komputer

  Proxy dengan Mikrotik digunakan agar traffik ke Internet dapat di reduksi 3) serta browsing untuk Web dapat dipercepat .4) SWITCH HUB untuk menyebarkan ke jaringan local.5) VPN Gateway untuk memberikan akses jaringan kepada staf yang bekerja di lain tempat atau pada tempat yang sama. 6) IPS untuk mengamankan jaringan dari penyusup7) Firewall digunakan untuk memisahkan jaringan dengan jaringan publik Internet8) Wirelles untuk akses jaringan pengguna internet9) Server SI Penjadwalan dan Storage External untuk mengelola SI Penjadwalan dan program lainnya yang saling berkaitan.

4.6 Opportunities and Solutions (Peluang dan Solusi)

  Pada tahapan ini dilakukan perancangan arsitektur bisnis, perancangan artitektur sistem informasi, dan perancangan arsitektur teknologi yang sudahdiusulkan pada tahapan kerangka kerja sebelumnya, kemudian dilanjutkan dengan mengusulkan solusi. Solusi dari perancangan arsitektur yang sudah dirancangdengan tujuan untuk menghasilkan perancangan arsitektur teknologi, perancangan sistem informasi dan perancangan arsitektur teknologi yang sesuai dengan targetdalam perancangan arsitektur ini.

4.6.1 Gap Analysis

  Dari hasil penelitian pada sistem infrormasi penjadwalan di SMKMuhammadiyah 2 Kuningan ditemukan Gap Analysis sebagai berikut:1) Belum terdapat database dan aplikasi khusus pengelolaan sistem informasi penjadwalan. 2) Belum terdapat computer khusus baik server maupun client yang digunakan untuk mengelola sistem informasi penjadwalan.

4.6.2 Usulan Solusi

  2) Implementasi Sistem Informasi Penjadwalan di SMK Muhammadiyah IT di SMK Muhammadiyah merupakan salah satu faktor yang penting untuk memajukan/meningkatkan kualitas sekolah tersebut oleh karena itupemilihan IT yang tepat sangat menentukan terhadap keberhasilan sekolah.3) Pengembangan SDM Usulan bagian yang akan menangani IT di SMK Muhammadiyah 2Kuningan adalah dengan mendirikan ICT Center. 1111) Area Teknik, Operator bagian teknik akan melakukan review dan entri data semua peralatan yang digunakan dalam proses pencatatan batch recordtersebut.2) Area IT dalam hal ini personil yang berada di bagaian ICT Center yang merupakan ujung tombak dalam proses Implementasi Arsitektur teknologi Penjadwalan ini yang meliputi : (1) Pengelolaan jaringan komputer dan security jaringan.

4.7 Migration Planning (Perencanaan Migrasi)

  Tahapan ini dilakukan untuk menyesuaikan aplikasi yang sedang berjalan kepada aplikasi yang akan dikembangkan. Pada tahapan ini harus direncanakanmengenai migrasi dari sistem lama ke sistem baru, karena ini sangat penting untuk menjaga data yang sudah ada agar dapat digunakan pada sistem baru.

4.7.1 Gap Anaysis

  Dari hasil penelitian pada sistem infrormasi penjadwalan di SMKMuhammadiyah 2 Kuningan ditemukan Gap Analysis sebagai berikut: 1121) Pengelolaan penjadwalan masih mengguanakan aplikasi yang bersifat umum dan sehingga belum menggunakan database khusus pengelolaan sisteminformasi penjadwalan.2) Belum ada perencanaan penggunaan computer khusus baik server maupun client untuk mengelola sistem informasi penjadwalan. 3) Penggunaan jaringan masih belum menjadi prioritas utama.

4.7.2 Usulan Perencanaan Migrasi

  Langkah-langkah yang akan dilakukan pada tahapan ini meliputi:1) Identifikasi database dan tipe data yang akan dimigrasi ke database baru (SQL Server Database), mengenai karakteristik database tersebut dan kendala migrasinya. 2) Mengidentifikasi software lama agar compatible dengan sistem baru.3) Mengidentifikasi spesifikasi komputer baik server, data center maupun client yang akan digunakan pada sistem informasi penjadwalan dengankriteria sesuai dengan kebutuhan minimal sistem informasi tersebut untuk meminimalisir pengeluaran.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  Berdasarkan hasil perancangan enterprise arsitektur pada BAB IV, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :1) Untuk merancang blueprint arsitektur sistem informasi penjadwalan terdapat 6 tahapan yang dilakukan pada kerangka kerja TOGAF ADMmeliputi architecture vision, business architecture, system information architecture, technology architecture, opportunities and solution, sampai dengan migration planning. 3) Platform teknologi yang ada saat ini mendukung kandidat aplikasi yang diusulkan tetapi perlu dilakukan pemisahan pemakaian agar lebih khususmengelola penjadwalan.

5.2 Saran

Berikut beberapa saran yang disampaikan penulis untuk mengembangkan penelitian tentang perancangan sistem informasi penjadwalan:1) Untuk mendapatkan cetak biru yang lebih rinci dan lengkap mengenai tahapan sampai dengan sub tahap diperlukan penelitian yang lebih lanjutterhadap semua tahapan dalam kerangka kerja TOGAF ADM.2) Membentuk dan menambahkan divisi ICT Center pada struktur organisasi sekolah yang keanggotaannya terdiri dari guru-guru Teknik Komputer dan Jaringan.3) Merancang sistem informasi penjadwalan online dengan memanfaatkan akses internet yang ada di lingkungan sekolah. 4) Beberapa kendala yang dihadapi diantaranya adalah keterbatasan keberadaan sarana infrastruktur yang tersedia oleh karena itu disarankanuntuk memberdayakan infrastruktur yang ada terlebih dahulu kemudian menyediakan infrastruktur secara bertahap sesuai dengan kemampuansekolah. ✂✂ ✄

Dokumen baru

Download (123 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Model Arsitektur Enterprise Untuk Mendukung Sistem Informasi Pada Universitas Gunung Leuser Kutacane Aceh Tenggara
7
86
90
Perancangan Enterprise Architecture Untuk Menerapkan Innovation Management System Di LPIK-ITB Menggunakan Kerangka Kerja Zachman
0
10
4
Perancangan Enterprise Architecture Menggunakan Togaf Adm 9.1 di PPPPTK TK dan PLB Bandung
7
48
90
Pemodelan Arsitektur Sistem Informasi Menggunakan Metode Enterprise Architecture Planning di PT. XYZ
4
41
102
Perancangan Arsitektur Enterprise di Seksi Penyelenggara Balai Diklat IV PU Bandung Menggunakan Togaf Architecture Development Method
0
19
20
Pemodelan Arsitektur Enterprise Sekolah Menengah Atas Menggunakan Enterprise Architecture Planning
4
23
115
Perancangan Arsitektur Enterprise Sistem Informasi Pelayanan Pelanggan Pdam Kota Cirebon
0
7
1
Perencanaan Arsitektur Sistem Informasi Sekolah Menggunakan Metode Enterprise Architecture Planning (Studi Kasus: SMK MUhammadiyah Haurgeulis Kabupaten Indramayu)
0
4
1
Perencanaan Arsitektur Sistem Informasi Perguruan Tinggi Menggunakan Metode Enterprise UnifiedProcess (EUP) (Studi Kasus: STMIK CIC Cirebon)
5
51
144
Pemodelan Arsitektur Enterprise Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Parigi untuk Penerapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) Menggunakan Togaf Adm 9.1
2
30
42
Perancangan Enterprise Architecture Menggunakan Kerangka Kerja Zachman (Studi Kasus: PT. XYZ)
0
3
62
Perancangan Enterprise Arsitektur Sistem Informasi Penjadwalan Menggunakan Kerangka Kerja Togaf ADM
4
57
123
Perancangan Enterprise Architecture Sistem Informasi Dengan Togaf Adm 9.1 di CV. Cotelligent Indonesia
4
27
45
View of Perancangan Arsitektur Enterprise Sistem Informasi Sekolah Dengan Menggunakan TOGAF ADM (Studi Kasus : SMK Informatika Sumedang)
0
0
14
View of Perancangan Arsitektur Sistem Informasi Enterprise Pada Puskesmas Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang
1
1
11
Show more