PENGARUH KEBIASAAN BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD GUGUS DEWI SARTIKA DAN GUGUS HASANUDIN KOTA TEGAL

Gratis

30
156
262
2 years ago
Preview
Full text
PENGARUH KEBIASAAN BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD GUGUS DEWI SARTIKA DAN GUGUS HASANUDIN KOTA TEGAL Skripsi disajikan sebagai salah satu syarat untuk memeroleh gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh Khoiru Nawawi 1401412507 JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2016 ii PERSETUJUAN PEMBIMBING Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke Sidang Panitia Ujian Skripsi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. Hari, tanggal : Kamis, 2 Juni 2016 Tempat : Tegal iii PENGESAHAN Skripsi dengan judul Pengaruh Kebiasaan Belajar dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V SD Gugus Dewi Sartika dan Gugus Hasanudin Kota Tegal, oleh Khoiru Nawawi 1401412507, telah dipertahankan di hadapan sidang panitia ujian skripsi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang pada tanggal 14 Juni 2016. iv MOTTO DAN PERSEMBAHAN Motto 1. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (QS. Al Baqoroh: 286). 2. Manakala kalian lewat taman-taman surga (majelis-majelis ilmu), maka berbahagialah! (HR.Imam Thabrani). 3. Terkadang kesulitan harus kamu rasakan terlebih dulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu (R.A. Kartini). 4. Rumus 6x2 lebih baik daripada rumus 2x6, artinya enam kali belajar masingmasing dua topik lebih baik hasilnya daripada dua kali belajar masing-masing enam topik (Penulis). Persembahan Untuk Ibu Shofi’ah dan Bapak Abdul Qodar, Adik-adikku Indah dan Salisa, serta keluarga besarku. Guru-guruku dan Dosen-dosenku, mahasiswa PGSD UPP Tegal FIP UNNES angkatan 2012, dan teman-teman di Kontrakan Abah Khoyir. v PRAKATA Puji Syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, sehingga dapat menyelesaikan pembuatan skripsi yang berjudul “Pengaruh Kebiasaan Belajar dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V SD Gugus Dewi Sartika dan Gugus Hasanudin Kota Tegal”. Tujuan dari penulisan skripsi ini untuk memenuhi sebagian syarat untuk mencapai gelar sarjana pendidikan. Penulisan skripsi ini tidak lepas dari hambatan, tetapi berkat bantuan dan dorongan dari berbagai pihak, kesulitan itu dapat teratasi. Maka dengan segala kerendahan hati penulis menyampaikan terima kasih kepada: 1. Prof. Dr. Fathur Rokhman, M. Hum., Rektor Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menempuh pendidikan di Universitas Negeri Semarang. 2. Prof. Dr. Fakhruddin, M.Pd., Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan izin dan dukungan dalam penyusunan skripsi ini. 3. Drs. Isa Ansori, M.Pd., Ketua Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan kesempatan untuk memaparkan gagasan dalam bentuk skripsi ini. 4. Drs. Utoyo, M.Pd., Koordinator PGSD UPP Tegal yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian. vi 5. Drs. Noto Suharto, M.Pd., sebagai dosen pembimbing 1 yang telah memberikan bimbingan pengarahan, saran, dan motivasi yang sangat bermanfaat bagi penulis, sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 6. Drs. Utoyo, M.Pd., sebagai dosen pembimbing 2 yang telah memberikan bimbingan pengarahan, saran, dan motivasi yang sangat bermanfaat bagi penulis, sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 7. Kesbangpolinmas, BAPPEDA Kota Tegal, Dinas Pendidikan Kota Tegal, dan UPPD Tegal Selatan yang telah memberikan izin penelitian. 8. Kepala Sekolah Dasar Gugus Dewi Sartika dan Gugus Hasanudin Kota Tegal yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian. 9. Guru kelas V SD Negeri Gugus Dewi Sartika dan Gugus Hasanudin Kota Tegal yang telah memberikan kesempatan dan bantuan dalam mengadakan penelitian. 10. Segenap siswa kelas V SD Negeri Gugus Dewi Sartika dan Gugus Hasanudin Kota Tegal yang telah bersedia bekerjasama dalam penelitian. 11. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini. Atas bantuan dan pengorbanan yang telah diberikan, semoga mendapat berkah dari Allah SWT. Penulis menerima kritik dan saran yang membangun untuk skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak yang terkait. Tegal, 23 Mei 2016 Penulis vii ABSTRAK Nawawi, Khoiru. 2016. Pengaruh Kebiasaan Belajar dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V SD Gugus Dewi Sartika dan Gugus Hasanudin Kota Tegal. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang. Dosen Pembimbing: Drs. Noto Suharto, M.Pd dan Drs. Utoyo, M.Pd Kata Kunci: Hasil belajar; kebiasaan belajar; motivasi belajar Mutu pendidikan dapat diketahui salah satunya melalui hasil belajar siswa. Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh siswa setelah mengalami kegiatan belajar. Ada beberapa faktor yang memengaruhi hasil belajar diantaranya kebiasaan belajar dan motivasi belajar. Siswa yang mempunyai kebiasaan belajar yang teratur dan rutin akan memengaruhi hasil belajar yang diperoleh. Begitu pula siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi akan memengaruhi nilai hasil belajar yang tinggi juga. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kebiasaan belajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Gugus Dewi Sartika dan Gugus Hasanudin Kota Tegal. Penelitian ini menggunakan metode ex post facto dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas V SD Gugus Dewi Sartika dan Gugus Hasanudin Kota Tegal yang berjumlah 197 siswa. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin dan Proporsional Random Sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 132 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi untuk hasil belajar dan angket tertutup dengan skala likert 4 untuk kebiasaan belajar serta motivasi belajar. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan regresi linier sederhana dan analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ada pengaruh yang signifikan antara kebiasaan belajar terhadap hasil belajar dengan hasil penelitian diperoleh thitung > ttabel yaitu 2,503 > 1,978 dan korelasi keduanya sebesar 0,214 atau rendah. Besar sumbangan kebiasaan belajar terhadap hasil belajar siswa sebesar 4,6%; (2) Ada pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar terhadap hasil belajar dengan hasil penelitian diperoleh diperoleh thitung > ttabel (3,522 > 1,978) dan korelasi keduanya dalam kategori rendah (0,295). Besar sumbangan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa sebesar 8,7%; (3) Ada pengaruh yang signifikan antara kebiasaan belajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar dengan hasil penelitian diperoleh Fhitung > Ftabel (6,171 > 3,066) dan korelasi ganda dalam kategori rendah (0,295). Besar sumbangan kebiasaan belajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa sebesar 8,7%. Saran peneliti adalah guru hendaknya membiasakan siswa suka membaca dan membantu menghadapi kesulitan belajar siswa seperti memberikan dorongan saat siswa dapat hasil belajar rendah. viii DAFTAR ISI Halaman JUDUL ............................................................................................................... i PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ......................................................... ii PERSETUJUAN PEMBIMBING ...................................................................... iii PENGESAHAN ................................................................................................. iv MOTTO DAN PERSEMBAHAN ..................................................................... v PRAKATA ......................................................................................................... vi ABSTRAK ......................................................................................................... viii DAFTAR ISI ...................................................................................................... ix DAFTAR TABEL .............................................................................................. xii DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xiv DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xv BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ......................................................................... 1.2 Identifikasi Masalah ............................................................................... 12 1.3 Pembatasan Masalah .............................................................................. 13 1.4 Rumusan Masalah .................................................................................. 13 1.5 Tujuan Penelitian .................................................................................... 14 1 1.5.1 Tujuan Umum ........................................................................................ 14 1.5.2 Tujuan Khusus ........................................................................................ 14 1.6 Manfaat Penelitian .................................................................................. 15 ix 1.6.1 Manfaat Teoritis ..................................................................................... 15 1.6.2 Manfaat Praktis ...................................................................................... 15 2 KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kerangka Teori ....................................................................................... 17 2.1.1 Hakikat Hasil Belajar ............................................................................. 17 2.1.2 Kebiasaan Belajar ................................................................................... 23 2.1.3 Motivasi Belajar ..................................................................................... 32 2.1.4 Hubungan antar Variabel ....................................................................... 44 2.2 Penelitian yang Relevan .......................................................................... 46 2.3 Kerangka Berpikir ................................................................................... 53 2.4 Hipotesis Penelitian ................................................................................. 56 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian .................................................................................... 57 3.2 Waktu dan Tempat Penelitian ................................................................ 59 3.2.1 Waktu Penelitian .................................................................................... 59 3.2.2 Tempat Penelitian ................................................................................... 59 3.3 Populasi dan Sampel .............................................................................. 59 3.3.1 Populasi .................................................................................................. 59 3.3.2 Sampel dan Teknik Sampling ................................................................ 60 3.4 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel ......................... 62 3.4.1 Variabel Penelitian ................................................................................. 62 3.4.2 Definisi Operasional Variabel ................................................................ 63 x 3.5 Teknik Pengumpulan Data ...................................................................... 65 3.5.1 Wawancara .............................................................................................. 65 3.5.2 Angket atau Kuesioner ........................................................................... 66 3.5.3 Dokumentasi............................................................................................ 66 3.6 Instrumen Penelitian ................................................................................ 66 3.6.1 Instrumen Variabel Hasil Belajar ........................................................... 67 3.6.2 Instrumen Variabel Kebiasaan Belajar ................................................... 67 3.6.3 Instrumen Variabel Motivasi Belajar ..................................................... 68 3.6.4 Uji Validitas Instrumen .......................................................................... 70 3.6.5 Reliabilitas Instrumen ............................................................................ 72 3.7 Metode Pengolahan dan Analisis Data ................................................... 73 3.7.1 Analisis Deskriptif .................................................................................. 73 3.7.2 Teknik Prasyarat Analisis ....................................................................... 74 3.7.3 Analisis Akhir (Pengujian Hipotesis) ..................................................... 78 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ...................................................................................... 83 4.1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian ........................................................ 83 4.1.2 Deskripsi Responden ............................................................................... 84 4.1.3 Analisis Deskriptif Variabel Penelitian ................................................... 85 4.1.4 Hasil Uji Prasyarat Analisis .................................................................... 102 4.1.5 Hasil Analisis Akhir ................................................................................ 106 4.2 Pembahasan ............................................................................................. 116 xi 4.2.1 Pengaruh Kebiasaan Belajar Terhadap Hasil Belajar ............................. 186 4.2.1 Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar ............................... 128 5 PENUTUP 5.1 Simpulan ................................................................................................. 140 5.2 Saran ....................................................................................................... 141 5.2.1 Bagi Orang Tua ...................................................................................... 141 5.2.2 Bagi Guru ............................................................................................... 142 5.2.3 Bagi Kepala Sekolah .............................................................................. 142 Daftar Pustaka .................................................................................................... 143 Glosarium ........................................................................................................... 147 Lampiran ............................................................................................................ 151 xii DAFTAR TABEL Tabel Halaman 3.1 Populasi Penelitian ................................................................................ 60 3.2 Proporsi Pengambilan Sampel Penelitian ............................................. 62 3.3 Kisi-kisi Angket Kebiasaan Belajar (Uji Coba) ..................................... 68 3.4 Kisi-kisi Angket Motivasi Belajar (Uji Coba) ....................................... 69 3.5 Hasil Uji Validitas Angket Kebiasaan Belajar ....................................... 71 3.6 Hasil Uji Validitas Angket Motivasi Belajar ......................................... 72 3.7 Pedoman Konversi Skala-5 .................................................................... 73 3.8 Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai R .................................................. 79 3.9 Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai R .................................................. 81 4.1 Data Responden Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin ........................ 84 4.2 Data Responden Penelitian Berdasarka Usia ........................................ 85 4.3 Hasil Analisis Deskriptif Variabel Penelitian ....................................... 86 4.4 Rentang Nilai Indeks (Three Box Method) ............................................ 90 4.5 Pedoman Konversi Skala-5 .................................................................... 90 4.6 Frekuensi Hasil Nilai Rata-rata UTS Genap .......................................... 91 4.7 Nilai Indeks Kebiasaan Belajar .............................................................. 96 4.8 Nilai Indeks Motivasi Belajar ................................................................ 100 4.9 Rekapitulasi Rata-Rata Indeks Variabel ................................................ 101 4.10 Hasil Uji Normalitas Data ...................................................................... 102 4.11 Hasil Uji Linieritas Kebiasaan Belajar dengan Hasil Belajar ................ 103 4.12 Hasil Uji Linieritas Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar .................. 104 4.13 Hasil Uji Multikolinearitas Data ............................................................ 105 4.14 Hasil Uji Heteroskedastisitas Data ......................................................... 106 4.15 Hasil Uji Regresi Sederhana Variabel Kebiasaan Belajar ..................... 107 4.16 Hasil Uji Regresi Sederhana Variabel Motivasi Belajar ........................ 107 4.17 Hasil Uji Regresi Ganda ......................................................................... 111 4.18 Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai R .................................................. 114 xiii DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Halaman Kerangka Berpikir Penelitian ................................................................. 48 xiv DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1 Daftar Nama Siswa Populasi Penelitian ................................................... 147 2 Daftar Nama Siswa Sampel Penelitian ..................................................... 151 3 Daftar Nama Siswa Sampel Uji Coba Angket .......................................... 155 4 Kisi-Kisi Angket Kebiasaan Belajar (Uji Coba) ...................................... 156 5 Kisi-Kisi Angket Motivasi Belajar (Uji Coba) ......................................... 157 6 Angket Uji Coba Kebiasaan Belajar dan Motivasi Belajar ...................... 158 7 Kisi-Kisi Angket Penelitian Kebiasaan Belajar (Setelah Uji Coba).......... 164 8 Kisi-Kisi Angket Penelitian Motivasi Belajar (Setelah Uji Coba) ............ 165 9 Angket Penelitian Kebiasaan Belajar dan Motivasi Belajar ..................... 166 10 Lembar Validasi Angket ............................................................................ 171 11 Tabel Pembantu Analisis Hasil Uji Coba Angket Kebiasaan Belajar ...... 176 12 Tabel Pembantu Analisis Hasil Uji Coba Angket Motivasi Belajar ......... 178 13 Uji Validitas dan Reabilitas Uji Coba Angket Kebiasaan Belajar ........... 180 14 Uji Validitas dan Reabilitas Uji Coba Angket Motivasi Belajar ............... 182 15 Rekapitulasi Uji Validitas Angket Penelitian ........................................... 184 16 Rekapitulasi Uji Reabilitas ....................................................................... 186 17 Data Hasil Penelitian Angket Kebiasaan Belajar ..................................... 187 18 Data Hasil Penelitian Angket Motivasi Belajar ........................................ 195 19 Rekapitulasi Skor Hasil Data Kebiasaan Belajar dan Motivasi Belajar ... 201 20 Daftar Nilai Rata-rata UTS pada Sampel Penelitian ................................ 205 21 Rekapitulasi Skor Hasil Belajar (Y), Kebiasaan Belajar (X1) dan Motivasi Belajar (X2) ................................................................................ 209 22 Tabel Kriteria Penilaian Hasil Belajar ...................................................... 213 23 Tabel Nilai Indeks Variabel Kebiasaan Belajar ........................................ 214 24 Tabel Nilai Indeks Variabel Kebiasaan Belajar ........................................ 216 25 Hasil Uji Normalitas Data ......................................................................... 218 26 Hasil Uji Linearitas Data ........................................................................... 220 27 Hasil Uji Multikolinearitas Data ................................................................ 225 xv 28 Hasil Uji Heteroskedastisitas Data ............................................................ 226 29 Hasil Analisis Regresi Sederhana Kebiasaan Belajar dengan Hasil Belajar ....................................................................................................... 227 30 Hasil Analisis Regresi Sederhana Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar ....................................................................................................... 228 31 Hasil Analisis Regresi Linier Ganda ........................................................ 229 32 Surat Rekomendasi Permohonan izin Penelitian dari BAPEDA .............. 230 33 Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian .................................... 232 34 Dokumentasi Penyebaran Angket ............................................................. 239 xvi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan dan kemajuan pembangunan suatu negara sangat bergantung dari kualitas sumber daya manusia yang dimilikinya. Suatu negara yang memiliki sumber daya manusia yang berkualitas tinggi, maka pembangunan negara tersebut akan berkembang secara pesat. Sebaliknya, kualitas sumber daya manusia yang rendah dapat menghambat pembangunan nasional suatu negara. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu wadah yang dapat mencetak sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dalam hal ini adalah pendidikan. Pendidikan pada hakikatnya merupakan suatu hak setiap individu anak bangsa untuk dapat menikmatinya. Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh manusia agar dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran. Keberadaan pendidikan yang sangat penting tersebut, telah diakui dan sekaligus memiliki legalitas yang sangat kuat sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 1 yang menyebutkan bahwa: “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan”. Selanjutnya pada ayat 3 dituangkan pernyataan yang berbunyi: “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang”. Menurut Undang-Undang No. 20 tahun 2003 Bab I pasal 1 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa: 1 2 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Langeveld dalam Munib (2012: 23) mengemukakan bahwa “pendidikan adalah suatu bimbingan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai tujuan yaitu kedewasaan”. Manusia dikatakan dewasa apabila sudah mencakup indikator berikut: manusia yang mandiri, bertanggungjawab kepada perbuatannya dan dapat dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya tersebut, serta telah mampu memahami dan melaksanakan norma-norma atau moral dalam kehidupan. Manusia dapat menjadi manusia hanya melalui pendidikan, dalam konteks ini pendidikan dapat didefinisikan sebagai humanisasi (upaya memanusiakan manusia) artinya suatu upaya dalam rangka membantu manusia agar mampu hidup sesuai dengan martabat kemanusiaannya (Wahyudin, dkk, 2007: 1.29). Ada beberapa konsepsi dasar tentang pendidikan yang akan dilaksanakan, yaitu: pendidikan berlangsung seumur hidup, tanggungjawab pendidikan merupakan tanggungjawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah, serta pendidikan merupakan suatu keharusan bagi manusia sebab dengan pendidikan, manusia akan memiliki kemampuan dan kepribadian yang berkembang (Munib, 2012: 24). Selama berkembangnya manusia untuk berusaha meningkatkan kehidupannya, seperti pengetahuan, kepribadian, dan kemampuan maka selama itulah pendidikan akan berjalan terus. Pendidikan mengemban tugas untuk 3 menghasilkan manusia yang berbudaya dan generasi yang baik. Pendidikan menyangkut kehidupan seluruh umat manusia yang digambarkan bahwa tujuan pendidikan adalah mencapai suatu kehidupan yang lebih baik. Tujuan pendidikan nasional yang sekarang berlaku mengacu berdasarkan Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II pasal 3 yang berbunyi: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Tujuan pendidikan nasional akan tercapai apabila didukung oleh semua komponen yang ada di dalam sistem yang bersangkutan. Unsur-unsur yang memengaruhi pendidikan meliputi: peserta didik, pendidik, tujuan, isi pendidikan, metode, dan lingkunagn (Munib, 2012 : 38). Demi terwujudnya tujuan pendidikan nasional, maka kegiatan pendidikan nasioanl dilaksanakan melalui tiga jalur sebagaimana yang tertuang dalam UU No. 20 tahun 2003 Bab 1 pasal 1 ayat 10 yang berbunyi: “Satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, nonformal, dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan”. Salah satu jalur pendidikan yang diselenggarakan pemerintah Indonesia adalah pendidikan formal. Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang. Adapun yang dimaksud jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan siswa, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan. Pendidikan formal 4 terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi (UU No.20 tahun 2003 pasal 1 ayat 11). Jenjang pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah (BAB VI Pasal 17 ayat 1). Pendidikan dasar berbentuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau bentuk lain yang sederajat (BAB VI Pasal 17 ayat 2). Pendidikan dasar berbentuk SD dapat diartikan sebagai proses membimbing, mengajar, dan melatih siswa yang berusia 6-13 tahun untuk memberi bekal kemampuan dasar dalam aspek intelektual, sosial, dan personal yang sesuai dengan karakteristik perkembangannnya sehingga dia dapat melanjutkan pendidikan di SMP atau sederajat (Mikarsa, 2008: 1.13). Tujuan pendidikan di SD mencakup pembentukan dasar kepribadian siswa sebagai manusia Indonesia seutuhnya sesuai dengan tingkat perkembangan dirinya, pembinaan pemahaman dasar, dan seluk-beluk ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai landasan untuk belajar pada jenjang yang lebih tinggi serta hidup dalam masyarakat. Sementara fungsi pendidikan SD adalah fungsi edukatif daripada fungsi pengajaran, yaitu upaya bimbingan dan pembelajaran diorientasikan pada pembentukan landasan kepribadian yang kuat (Mikarsa, 2008: 1.17). Menurut Wahyudin, dkk (2007: 8.23) bahwa “kegiatan pendidikan hakikatnya belangsung sepanjang hayat, diselenggarakan di berbagai satuan pendidikan yang terdapat di jalur pendidikan informal, formal, dan nonformal”. Sekolah hanyalah sebagian saja dari keseluruhan kegiatan pendidikan, kegiatan 5 pendidikan berlangsung seumur hidup yang bisa diperoleh seseorang di lingkungan keluarga dan masyarakat. Maka peserta didik baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah tetap melaksanakan pendidikan diantaranya dengan cara belajar. Pengertian belajar Menurut Siregar dan Nara (2011: 3) adalah sebuah proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup, sejak masih bayi (bahkan dalam kandungan) hingga liang lahat. Sementara itu, Spears dalam Sardiman (2014: 20) mengatakan “Learning is to observe, to read, to imitate, to try something themselves, to listen, to follow direction (Belajar adalah mengamati, membaca, meniru, mencoba sesuatu pada dirinya sendiri, mendengar, dan mengikuti aturan)”. Pendapat lain dikemukakan Ahmadi dan Supriyono (2013: 128), “belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memeroleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”. Belajar merupakan sebuah sistem yang di dalamnya terdapat berbagai unsur yang saling kait-mengait sehingga menghasilkan perubahan perilaku. Gagne (1997) dalam Rifa’i dan Anni (2012: 68) membagi unsur belajar menjadi empat, yaitu: peserta didik, rangsangan atau stimulus, memori, dan respon. Kegiatan belajar akan terjadi pada diri peserta didik apabila terdapat interaksi antara stimulus dan memori, sehingga perilakunya berubah dari waktu sebelum dan sesudah adanya stimulus tersebut. Siswa terpacu belajar karena ada berbagai faktor. Menurut Slameto (2013: 54) faktor-faktor yang memengaruhi belajar digolongkan menjadi dua, yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern merupakan faktor yang ada dalam diri 6 individu yang sedang belajar, sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang ada di luar individu. Faktor intern dibagi tiga golongan, yaitu: faktor jasmaniah, faktor psikologis, dan faktor kelelahan. Faktor ekstern digolongkan menjadi tiga, yaitu: faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat. Senada dengan itu, Rifa’i dan Anni (2012: 80-81) membagi faktor-faktor yang memengaruhi belajar menjadi dua, yaitu kondisi internal dan kondisi eksternal. Kondisi internal mencakup kondisi fisik, psikis, dan sosial. Sedangkan kondisi eksternal seperti variasi dan tingkat kesulitan materi belajar yang dipelajari, tempat belajar, iklim, suasana lingkungan, dan budaya belajar masyarakat yang akan memengaruhi kesiapan, proses, dan hasil belajar. Hasil belajar menurut Winkel (1996) dalam Purwanto (2011: 45) adalah perubahan yang mengakibatkan manusia berubah dalam sikap dan tingkah lakunya. Rifa’i dan Anni (2012: 69) berpendapat bahwa “hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh siswa setelah mengalami kegiatan belajar”. Hasil belajar merupakan realisasi tercapainya tujuan pendidikan sehingga hasil belajar yang diukur sangat tergantung pada tujuan pendidikannya. Hasil belajar peserta didik akan tampak pada setiap perubahan pada aspek-aspek tertentu (Hamalik, 2012: 30). Aspek-aspek tersebut adalah: pengetahuan, pengertian, kebiasaan, keterampilan, apresiasi, emosional, hubungan sosial, jasmani, budi pekerti, dan sikap. Menurut Wasliman (2007) dalam Susanto (2013: 12), “hasil belajar yang dicapai oleh siswa merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang memengaruhi, baik faktor internal maupun faktor eksternal”. Faktor internal merupakan faktor yang bersumber dari dalam diri siswa, seperti: kecerdasan, 7 kesehatan, ketekunan, sikap, kondisi fisik, perhatian, motivasi, minat, dan kebiasaan belajar. Faktor ekstern merupakan faktor yang berasal dari luar siswa, seperti: faktor lingkungan keluarga, faktor lingkungan sekolah, dan faktor masyarakat. Salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi hasil belajar siswa yaitu kebiasaan belajar dan motivasi belajar. Faktor yang dapat memengaruhi hasil belajar adalah kebiasaan belajar. Aunurrahman (2013: 185) menyatakan “kebiasaan belajar adalah perilaku belajar seseorang yang telah tertanam dalam waktu yang relatif lama sehingga memberikan ciri dalam aktivitas belajar yang dilakukannya”. Hal ini berarti kebiasaan belajar merupakan perilaku belajar yang dilakukan siswa secara berulang-ulang dan lamakelamaan akan menjadi menetap dan bersifat otomatis. Menurut Djaali (2008: 128), “kebiasaan belajar dapat diartikan sebagai cara atau teknik yang menetap pada diri siswa pada waktu menerima pelajaran, membaca buku, mengerjakan tugas, dan pengaturan waktu untuk menyelesaikan kegiatan”. Setiap siswa memiliki kebiasaan belajar yang berbeda-beda yang disesuaikan dengan dirinya masing-masing. Kebiasaan belajar seseorang memengaruhi aktivitas belajarnya dan pada tujuannya dapat memengaruhi hasil belajar yang diperoleh. Tujuan adanya kebiasaan belajar pada siswa adalah agar memeroleh sikapsikap dan kebiasaan-kebiasaan perbuatan baru yang lebih tepat dan positif dalam arti selaras dengan kebutuhan ruang dan waktu (Syah, 2015: 128). Djaali (2008: 128) mengungkapkan kebiasaan belajar menjadi dua, yaitu: delay avodian (menghindari keterlambatan) dan work methods (cara kerja). Delay avodian menunjukkan menghindari diri dari hal-hal tertundanya penyelesaian tugas, 8 sedangkan work methods menunjukkan penggunaan cara belajar yang efektif dan efisien. Berdasarkan informasi yang diperoleh peneliti melalui wawancara yang dilakukan pada tanggal 13 Januari 2016 dan 6 Februari 2016 dengan kepala sekolah, guru kelas V, dan beberapa siswa di SD Negeri Gugus Dewi Sartika dan Gugus Hasanudin Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal, bahwa hasil belajar siswa masih rendah. Rendahnya hasil belajar siswa dipengaruhi adanya faktor kebiasaan belajar siswa kelas V SD Gugus Dewi Sartika dan Gugus Hasanudin Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal yang masih buruk. Kebiasaan-kebiasaan buruk yang sering dilakukan siswa berupa belajar tidak teratur, siswa mudah jenuh atau cepat bosan saat belajar, belajar hanya menjelang ulangan atau ujian, sering mencontek teman, kurang memiliki catatan pelajaran yang lengkap, dan lain-lain. Ketidak teraturan belajar siswa saat di rumah merupakan hal yang dianggap biasa saja oleh siswa. Ketidak teraturan tersebut dipicu anak ingin melihat TV atau ingin bermain serta tidak mempunyai jadwal belajar yang teratur. Kebanyakan anak juga kurang perhatian atau bimbingan dari orang tua sehingga anak tidak terbiasa untuk belajar mandiri. Hal lain yang sering dialami siswa adalah mencontek saat ulangan berlangsung. Kegiatan seperti ini dilakukan siswa karena pada malam harinya tidak belajar sehingga saat ulangan berlangsung anak tidak memiliki pandangan jawaban yang berkaitan dengan soal serta kurang konsentrasi. Bentuk-bentuk perilaku yang buruk tersebut dapat memengaruhi aktivitas belajar siswa yang pada akhirnya menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. 9 Seseorang akan berhasil dalam belajar kalau pada dirinya sendiri ada keinginan untuk belajar. Inilah prinsip dan hukum pertama dalam kegiatan pendidikan dan pengajaran. Keinginan atau dorongan untuk belajar inilah yang disebut dengan motivasi (Sardiman, 2014: 40). Motivasi menurut Sardiman (2014: 73) diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif, motif menjadi aktif saat-saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan atau mendesak. Menurut Wlodkowski (1985) dalam Siregar dan Nara (2011: 49) menyatakan “motivasi sebagai suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu dan memberi arah serta ketahanan pada tingkah laku tersebut”. Motivasi belajar menurut Uno (2014: 23) adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. “Motivasi belajar adalah merupakan faktor psikis yang bersifat non-intelektual” (Sardiman, 2014: 75). Ali Imron (1996) dalam Siregar dan Nara (2013: 53-54) mengemukakan enam faktor yag memengaruhi motivasi belajar, sebagai berikut: cita-cita atau aspirasi pembelajar, kemampuan pembelajar, kondisi pembelajar, kondisi lingkungan pembelajar, unsur-unsur dinamis belajar, dan upaya guru dalam membelajarkan pembelajaran. Siregar dan Nara (2011: 51) menyatakan terdapat dua peranan penting motivasi dalam belajar yaitu: pertama, motivasi merupakan daya penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar dan menjamin kelangsungan belajar demi mencapai satu tujuan. Kedua, motivasi memegang peranan penting dalam memberikan gairah, semangat, dan rasa senang dalam belajar sehingga siswa 10 yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa apabila anak mempunyai semangat atau motivasi belajar yang tinggi, maka akan terjadi kegiatan belajar sehingga menghasilkan hasil belajar siswa yang baik. Sebaliknya, jika anak tidak memiliki motivasi belajar, maka tidak akan terjadi kegiatan belajar pada diri anak tersebut. Apabila motivasi peserta didik rendah, maka diasumsikan bahwa hasil belajar siswa yang bersangkutan akan rendah. Berdasarkan informasi yang diperoleh peneliti melalui wawancara yang dilakukan pada tanggal 13 Januari 2016 dan 6 Februari 2016 dengan kepala sekolah, guru kelas V, dan beberapa siswa di SD Negeri Gugus Dewi Sartika dan Gugus Hasanudin Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal, diperoleh informasi bahwa hasil belajar siswa kelas V masih tergolong rendah. Hasil belajar siswa rendah selain disebabkan kebiasaan belajar, juga dipengaruhi motivasi belajar siswa yang masih kurang. Kurang termotivasinya belajar siswa dikarenakan berbagai faktor, baik dari dalam siswa maupun luar siswa. Faktor-faktor tersebut antara lain anggapan siswa yang penting masuk sekolah, kurang semangat mengikuti kegiatan proses belajarmengajar, kurang bimbingan belajar dari keluarga, banyak teman yang ganggu saat hendak belajar, kurang konsentrasi saat di kelas, kurangnya pujian dan hadiah dari guru, serta guru kurang variasi dalam pembelajaran. Hal ini dirasa siswa kurang bersemangat dalam belajar sehingga nilai hasil belajar siswa masih banyak yang kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Tanda siswa yang kurang motivasi belajar dapat dilihat saat mereka mengikuti pembelajaran, contohnya pasif saat pembelajaran, malu menjawab saat ditanya guru, kurang partisipasi dalam 11 kelompok, mudah mengeluh, susah menerima materi dari guru, dan sebagainya. Tanda semacam ini yang sangat dikeluhkan guru saat berlangsungnya pembelajaran. Jika guru menemui siswa yang seperti ini tidak dibiarkan begitu saja, namun guru memberikan pendekatan khusus agar mereka mau mengikuti pembelajaran dengan lebih giat. Kemampuan yang dimiliki setiap siswa berbeda-beda, baik tingkat kebiasaan belajar maupun motivasi belajar. Kebiasaan belajar siswa ada yang teratur dan ada yang kurang teratur. Guru hendaknya membangun kebiasaan belajar siswa yang teratur saat pembelajaran berlangsung. Orang tua juga dituntut agar lebih memerhatikan atau membimbing anak saat belajar di rumah. Tujuannya agar anak terbiasa melakukan belajar secara terus-menerus dan lama-kelamaan akan menjadi kebiasaan pada diri anak. Begitu pula motivasi belajar siswa, ada siswa yang motivasi belajar tinggi dan ada pula motivasi belajarnya rendah. Perbedaan tingkat motivasi ini dapat disikapi guru dengan cara membangkitkan motivasi siswa yang kurang motivasi belajarnya dan memuji siswa yang mempunyai motivasi tinggi. Orang tua juga perlu memotivasi anak agar lebih giat dalam belajarnya. Motivasi belajar yang tinggi dan seringnya siswa melakukan belajar setiap hari, secara tidak langsung akan berdampak pada tujuannya yaitu nilai hasil belajar yang memuaskan. Penelitian yang relevan dengan masalah tersebut yaitu penelitian yang dilakukan oleh Setyowati (2007) dengan judul penelitian “Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMPN 13 Semarang”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar pada siswa kelas VII SMPN 13 12 Semarang dalam kategori cukup. Berdasarkan perhitungan diperoleh 29,766 dengan taraf signifikansi 5% yang berarti ada pengaruh yang signifikan motivasi belajar terhadap hasil belajar pada siswa kelas VII SMPN 13 Semarang. Besarnya motivasi belajar yang memengaruhi hasil belajar siswa kelas VII SMPN 13 Semarang sebesar 29,766 sedangkan 71,344 dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti dikarenakan keterbatasan dana, waktu, serta kemampuan. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Abdul Rohman M.S (2012) dengan judul “Hubungan Kebiasaan Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas IV SD pada Mata Pelajaran Matematika di Gugus V Kecamatan Wonosari Kecamatan Gunung Kidul Tahun Ajaran 2011/2012”. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan kebiasaan belajar dengan prestasi belajar matematika, hal tersebut ditunjukkan dari harga rhitung yang diolah dengan bantuan SPSS versi 17 sebesar 0,300 sedangkan rtabel dengan N=89 (90) pada taraf signifikansi 5% sebesar 0,207, sehingga rhitung > rtabel (0,300 > 0,207). Berdasarkan pemaparan tersebut, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai kebiasaan belajar dan motivasi belajar siswa dengan judul “Pengaruh Kebiasaan Belajar dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V SD Gugus Dewi Sartika dan Gugus Hasanudin Kota Tegal”. 1.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang, dapat diidentifikasi masalah-masalah sebagai berikut: (1) Sebagian hasil belajar siswa masih kurang dari Kriteria Ketuntasan Mimimal (KKM). 13 (2) Kebiasaan belajar siswa yang kurang teratur atau kurang disiplin saat dirumah. (3) Kebiasaan belajar siswa yang masih buruk saat mengikuti pembelajaran di sekolah. (4) Orang tua siswa kurang membimbing saat anak belajar. (5) Siswa kurang termotivasi saat proses belajar mengajar. (6) Siswa masih perlu lebih banyak bentuk motivasi belajar dari luar siswa. 1.3 Pembatasan Masalah Dalam penelitian perlu adanya pembatasan masalah untuk menghindari kesalahpahaman maksud dan tujuan penelitian serta agar lebih efektif dan efisien. Oleh karena itu, peneliti perlu membatasi masalah sebagai berikut: (1) Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Gugus Dewi Sartika dan Gugus Hasanudin Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal. (2) Variabel yang akan diteliti yaitu kebiasaan belajar, motivasi belajar, dan hasil belajar siswa. (3) Hasil belajar siswa yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai Ulangan Tengah Semester (UTS) genap Tahun Ajaran 2015/2016. 1.4 Rumusan Masalah Rumusan masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Bagaimanakah pengaruh kebiasaan belajar terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Gugus Dewi Sartika dan Gugus Hasanudin Kota Tegal Tahun Ajaran 2015/2016? 14 (2) Bagaimanakah pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Gugus Dewi Sartika dan Gugus Hasanudin Kota Tegal Tahun Ajaran 2015/2016? (3) Bagaimanakah pengaruh kebiasaan belajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Gugus Dewi Sartika dan Gugus Hasanudin Kota Tegal Tahun Ajaran 2015/2016? 1.5 Tujuan Penelitian Penelitian ini memiliki beberapa tujuan. Tujuan penelitian yang akan diuraikan dalam bagian ini terdiri dari tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum merupakan tujuan penelitian dari sudut pandang secara luas. Tujuan khusus adalah tujuan penelitian dari sudut pandang yang lebih sempit. Berikut uraian tujuannya: 1.5.1 Tujuan Umum Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kebiasaan belajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Gugus Dewi Sartika dan Gugus Hasanudin Kota Tegal Tahun Ajaran 2015/2016. 1.5.2 Tujuan Khusus (1) Menganalisis dan mendeskripsikan pengaruh kebiasaan belajar terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Gugus Dewi Sartika dan Gugus Hasanudin Kota Tegal Tahun Ajaran 2015/2016. (2) Menganalisis dan mendeskripsikan pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Gugus Dewi Sartika dan Gugus Hasanudin Kota Tegal Tahun Ajaran 2015/2016. 15 (3) Menganalisis dan mendeskripsikan pengaruh kebiasaan belajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Gugus Dewi Sartika dan Gugus Hasanudin Kota Tegal Tahun Ajaran 2015/2016. 1.6 Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut: 1.6.1 Manfaat Teoritis (1) Memberikan gambaran tentang pengaruh kebiasaan belajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Gugus Dewi Sartika dan Gugus Hasanudin Kota Tegal Tahun Ajaran 2015/2016. (2) Menambah referensi bahan kajian penelitian yang relevan di bidang psikologi. 1.6.2 Manfaat Praktis 1.6.2.1 Bagi Siswa (1) Menumbuhkan kebiasaan belajar yang teratur dan baik. (2) Menumbuhkan motivasi kepada siswa agar giat belajar dan memiliki motivasi belajar yang tinggi. 1.6.2.2 Bagi Guru (1) Guru mampu membiasakan siswa agar memiliki kebiasaan belajar yang baik dalam kelas. (2) Hasil penelitian digunakan sebagai bahan masukan guru untuk meningkatkan keterampilan memberikan motivasi kepada siswa. (3) Pedoman guru untuk mengajak orang tua siswa untuk lebih memerhatikan anaknya. 16 1.6.2.3 Bagi Sekolah (1) Memberikan informasi bagi sekolah untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa. (2) Meningkatkan mutu pendidikan sekolah. 1.6.2.4 Bagi Orang Tua (1) Membiasakan anak agar teratur belajar saat di rumah. (2) Menambah pengetahuan dan menimbulkan kesadaran bagi orang tua untuk lebih memerhatikan dan memotivasi anaknya dalam belajar. 1.6.2.5 Bagi Peneliti (1) Meningkatkan kemampuan dan keterampilan peneliti untuk mengadakan penelitian dalam bidang psikologi pendidikan. (2) Meningkatkan wawasan peneliti dalam bidang psikologi pendidikan berkaitan dengan kebiasaan belajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa di sekolah dasar. BAB 2 KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kerangka Teori Bagian ini berisi teori-teori yang berhubungan dengan penelitian. Teori yang berhubungan dengan penelitian ini adalah hakikat hasil belajar, kebiasaan belajar, motivasi belajar, dan hubungan antar variabel. Uraian selengkapnya sebagai berikut: 2.1.1 Hakikat Hasil Belajar 2.1.1.1 Pengertian Belajar Kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah. Belajar merupakan sebuah proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup, sejak masih bayi bahkan dalam kandungan hingga liang lahat (Siregar dan Nara, 2011: 3). Sementara itu, Spears dalam Sardiman (2014: 20) mengatakan “Learning is to observe, to read, to imitate, to try something themselves, to listen, to follow direction” (Belajar adalah mengamati, membaca, meniru, mencoba sesuatu pada dirinya sendiri, mendengar, dan mengikuti aturan). Pendapat Gagne yang dikutip oleh Rifa’i dan Anni (2012: 66) menyatakan bahwa “belajar merupakan perubahan disposisi atau kecakapan manusia yang berlangsung selama periode waktu tertentu dan perubahan perilaku itu tidak berasal dari proses pertumbuhan”. Sementara Whittaker dalam Ahmadi dan Supriyono (2013: 126) mendefinisikan “belajar sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman”. 17 18 Pendapat lain dikemukakan Abdillah dalam Aunurrahman (2013: 35) menyatakan bahwa “belajar adalah suatu usaha sadar yang dilakukan individu dalam perubahan tingkah laku baik melalui latihan dan pengalaman yang menyangkut aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik untuk memeroleh tujuan tertentu”. Menurut Slameto (2013: 2) “belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memeroleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”. Belajar merupakan suatu proses perubahan di dalam tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan tingkah laku ini mencakup perubahan dalam kebiasaan, sikap, dan keterampilan atau psikomotorik (Susanto, 2015: 4). Perubahan-perubahan tersebut akan dinyatakan dalam seluruh aspek tingkah laku. Seseorang yang telah melakukan belajar akan memiliki ciri-ciri perubahan tingkah lakunya. Ciri-ciri perubahan tingkah laku tersebut seperti diungkap oleh Slameto (2013: 3-7), diantaranya: perubahan yang terjadi secara sadar, perubahan dalam belajar bersifat fungsional, perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif, perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara, perubahan dalam belajar terarah, dan perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku. Perubahan terjadi secara sadar berarti seseorang yang belajar akan menyadari terjadinya perubahan itu sekurang-kurangnya ia merasakan telah terjadi adanya suatu perubahan dalam dirinya. Perubahan dalam belajar bersifat fungsional, artinya satu perubahan yang terjadi akan menyebabkan perubahan berikutnya dan akan berguna bagi kehidupan ataupun proses belajar berikutnya. 19 Perubahan tingkah laku yang ketiga adalah perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif, maksudnya perubahan-perubahan itu senantiasa bertambah dan tertuju untuk memeroleh sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara, berarti seseorang yang telah belajar akan bersifat menetap atau permanen. Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah, berarti perubahan tingkah laku itu terjadi karena ada tujuan yang akan dicapai. Perubahan tingkah laku yang terakhir adalah perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku. Aspek tingkah laku tersebut adalah sikap kebiasaan, keterampilan, pengetahuan, dan sebagainya. Beberapa pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses yang dilakukan seseorang untuk mengamati, membaca, meniru, mencoba sesuatu pada dirinya sendiri, mendengar, dan mengikuti aturan yang berlangsung periode waktu tertentu demi perubahan kecakapan manusia dan perubahan perilaku. 2.1.1.2 Pengertian Hasil Belajar Proses pendidikan selalu ada input (masukan) berupa peserta didik kemudian dilakukan proses atau pembelajaran yang ak

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS IV SDN GUGUS MUWARDI KECAMATAN KALIWUNGU
4
54
220
KEEFEKTIFAN MODEL TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD GUGUS KRESNO KECAMATAN JATI KUDUS
0
32
327
PENGARUH GAYA BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SDN DABIN I KECAMATAN ULUJAMI KABUPATEN PEMALAN
2
32
271
PENGARUH INTENSITAS BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DI SD GUGUS TERAMPIL KECAMATAN SECANG KABUPATEN MAGELANG
6
40
164
PENGARUH KEBIASAAN BELAJAR DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI DAERAH BINAAN II KECAMATAN MARGASARI KABUPATEN TEGAL
0
18
294
PENGARUH KEBIASAAN BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD GUGUS DEWI SARTIKA DAN GUGUS HASANUDIN KOTA TEGAL
30
156
262
PENGARUH MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DENGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS WIJAYA KUSUMA KOTA SEMARANG
0
9
273
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KETERAMPILAN MENYIMAK INTENSIF SISWA KELAS V GUGUS KENANGA KECAMATAN TRANGKIL KABUPATEN PATI
0
8
153
HUBUNGAN ANTARA KEDISIPLINAN DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD GUGUS SRIKANDI SEMARANG BARAT
3
35
260
HUBUNGAN DISIPLIN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI GUGUS CAKRA KECAMATAN NGALIYAN KOTA SEMARANG
3
26
266
HUBUNGAN INTERAKSI SOSIAL SISWA DENGAN HASIL BELAJAR IPS KELAS IV SDN GUGUS DEWI KUNTHI KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG
2
38
175
HUBUNGAN LINGKUNGAN KELUARGA DAN MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD DI GUGUS KRESNA DAN SHINTA KECAMATAN SEMARANG BARAT
4
50
228
KEEFEKTIFAN MODEL TGT TERHADAP HASIL BELAJAR IPA MATERI PERUBAHANALAM SISWA KELAS V SD GUGUS KI HAJAR DEWANTORO PATI
0
34
407
KEEFEKTIFAN MODEL TIME TOKEN TERHADAP HASIL BELAJAR PKn KELAS V SD NEGERI GUGUS CAKRA KOTA SEMARANG
0
41
225
PENGARUH MODEL GROUP INVESTIGATION TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SDN GUGUS I PONTIANAK SELATAN
0
0
8
Show more