PERAN ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN (AJI)DALAM KAMPANYE ANTI AMPLOP DI KALANGAN JURNALIS Studi Pada Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Malang

Gratis

0
27
2
2 years ago
Preview
Full text

  

PERAN ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN (AJI)DALAM KAMPANYE ANTI 

AMPLOP DI KALANGAN JURNALISStudi Pada Aliansi Jurnalis 

Independen (AJI) Kota Malang 

  Oleh: Makhi Alghifari ( 03220181 ) 

  Communication Science 

  Dibuat: 2008­08­19 , dengan 3 file(s).  Keywords: Kampanye anti amplop. 

  Seorang jurnalis sudah semestinya tidak menerima pemberian dari siapapun dan dalam bentuk  apapun sepanjang pemberian itu menyangkut profesinya. Apalagi jika pemberian itu dinilai akan  berpengaruh terhadap independensi jurnalis dalam mengemas produk jurnalisme. Akan tetapi  kini yang tampak, justru adalah makin membudayanya praktik amplop di kalangan jurnalis kita.  Sebuah tradisi yang menjadi fenomena tersendiri dalam perkembangan pers di Indonesia saat ini,  sehingga citra buruk pun berkembang di masyarakat menyangkut profesi dan posisi wartawan.  Kebebasan pers dan kebebasan berorganisasi, selain menciptakan angin segar, pada ahirnya juga  mengalirkan angin busuk pada profesi jurnalis. Kemudahan untuk menerbitkan media, juga  diikuti oleh penyimpangan yang dilakukan oleh orang­orang tertentu dengan cara yang terang­  terangan maupun tersembunyi. Sepak terjang menyimpang dari etika profesi lama­kelamaan  menjadi budaya para jurnalis.  Sebagai salah satu organisasi profesi kewartawanan, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dikenal  paling gigih dalam upaya menciptakan iklim pers yang sehat dan bersih dari suap. Berangkat dari  hal ini, istilah anti amplop ahirnya digunakan AJI sebagai satu icon politik, karena anti amplop  dinilai tidak hanya sekadar persoalan etik atau moral dan persoalan ekonomi semata. Namun  merupakan bagian dari upaya meneguhkan mekanisme pengaturan dan pengembangan tingkah  laku, akuntabilitas dan keterbukaan di kalangan jurnalis. Kampanye anti amplop sendiri  merupakan program yang telah digagas oleh AJI sejak tahun 1994 yang intensif dilakukan  hingga kini, sebagai wujud peran aktif mereka dalam memerangi praktik amplop serta sebagai  upaya menciptakan jurnalis yang profesional serta patuh kepada etika.  Selanjutnya untuk meneliti peran AJI ini, dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode  deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam,  dan dokumentasi. Dengan menggunakan analisa data metode interaktif dari Miles dan  Huberman. Untuk menguji keabsahan data peneliti menggunakan tehnik triangulasi sumber.  Berdasarkan hasil analisa data yang diuraikan, peneliti kemudian menemukan beberapa hal yaitu;  latarbelakang keanggotaan AJI berangkat dari komitmen yang kuat untuk tidak menerima  amplop, masih terjadinya perbedaan pandangan konsepsi amplop di kalangan jurnalis, praktik  amplop menjadi budaya yang dianggap lumrah di kalangan jurnalis, serta kampanye anti amplop  yang di lakukan AJI belum maksimal dan hanya berupa penyampaian pesan maupun materi anti  amplop khususnya kepada jurnalis di luar AJI. Berdasarkan hasil temuan itu, peneliti  menyimpulkan bahwa peran AJI dalam kampanye anti amplop hingga kini lebih banyak  dilakukan sebatas di lingkungan internal organisasi AJI sendiri. AJI belum membawa isu amplop  ini ke tingkat media tempat jurnalis bekerja, dan belum ada peran aktif AJI untuk  memperjuangkan kesejahteraan pekerja pers yang menjadi embrio budaya amplop.  job. More over if that gift influence to independency of journalist. But, on recently years the  envelope practice becomes a culture to the journalist. A tradition that become a certain  phenomenon in Indonesia press development currently, thus there was bad image toward  journalist profession in the society. Organization and press freedom, besides create fresh wind  also generated bad wind at journalist profession. Easiness to publish media, also was followed  deviation was conducted by certain people. The diverge attitude from profession ethics become  culture of journalists.  As one journalism profession organization, Independent Journalist Alliance known most support  to create press climate that healthy and clean from bribe. Start from this, anti envelope term used  by independent journalist alliance as an icon of politic, because anti envelope stated not only  ethics or morality problem and also economic. But, it was a part of attempt to confirm regulation  mechanism and attitude development, accountability at journalists. Campaign of anti envelope is  a program was supported by independent journalist alliance since 1994 that intensively has been  conducting till now, as their active role form in against envelope practice and also as attempt to  create professional journalist and also obey to ethics.  Furthermore to research the independent journalist alliance, researcher uses descriptive  qualitative method by data collecting technique including observation, interview and  documentation by analysis and interactive method of Miles and Huberman. To test data legality,  researcher uses source triangulation technique.  Based on result of data analysis explained, researcher found something among others;  background of independent journalist alliance membership start from strength commitment in  order not to receive envelope, view differences about conception of envelope at journalists, and  also campaign of anti envelope was conducted the independent journalist alliance not maximum  yet and only message statement or anti envelope material specially toward journalist besides the  independent journalist alliance. Based on that, researcher concludes that the independent  journalist alliance role in campaign of anti envelope was conducted limited in intern organization  environment of independent journalist. The independent journalist alliance took issue of  envelope to the media – place of journalist work – and there was no active role of independent  journalist alliance to struggle prosperity of press worker that become embryo of envelope  culture.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (2 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Konstruksi Pemahaman Wartawan Terhadap UU KIP (Studi Dengan Pendekatan Konstruktivisme Terhadap Wartawan Aliansi Jurnalis Independen Cabang Medan Dalam Memahami Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik)
2
58
173
Kompensasi Wartawan Dan Independensi (Studi Deskriptif Tentang Peranan Kompensasi Wartawan Terhadap Independensi Anggota Aliansi Jurnalis Independen cabang Medan)
0
56
125
MOTIVASI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TWITTER DI KALANGAN KOMUNITAS Studi pada Mahasiswa Anggota Komunitas Stand Up Malang
1
10
63
JURNALISME ISLAM DALAM PANDANGAN JURNALIS REPUBLIKA (Studi pada Jurnalis Harian Umum Republika, Jakarta)
3
5
3
PERAN ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN (AJI)DALAM KAMPANYE ANTI AMPLOP DI KALANGAN JURNALIS Studi Pada Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Malang
0
27
2
PENERAPAN MEDIA LITERASI DI KALANGAN JURNALIS KAMPUS (Studi pada Jurnalis Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UKPM) Kavling 10, Koran Bestari, dan Unit Kegitan Pers Mahasiswa (UKPM) Civitas)
104
421
24
PANDANGAN SUMBER BERITA TERHADAP KINERJA JURNALIS (Studi Pada Dinas Pekerjaan Umum Bali)
0
18
16
PERAN KEPERCAYAAN DAN KOMITMEN TERHADAP ALIANSI PEMASARAN (Studi pada Hotel Klas Melati di Kota Batu)
1
7
58
ANALISIS YURIDIS TINDAKAN MENGHALANGI KERJA JURNALIS
0
10
17
FENOMENA ‘COURTESSY OF YOUTUBE’ DAN INTEGRITAS JURNALIS TELEVISI
0
0
9
JURNALIS PEREMPUAN DAN CITIZEN JURNALISM
1
0
13
Konstruksi Pemahaman Wartawan Terhadap UU KIP (Studi Dengan Pendekatan Konstruktivisme Terhadap Wartawan Aliansi Jurnalis Independen Cabang Medan Dalam Memahami Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik)
0
0
36
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Paradigma Konstruktivisme - Konstruksi Pemahaman Wartawan Terhadap UU KIP (Studi Dengan Pendekatan Konstruktivisme Terhadap Wartawan Aliansi Jurnalis Independen Cabang Medan Dalam Memahami Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1
0
0
29
Konstruksi Pemahaman Wartawan Terhadap UU KIP (Studi Dengan Pendekatan Konstruktivisme Terhadap Wartawan Aliansi Jurnalis Independen Cabang Medan Dalam Memahami Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik)
0
0
14
Konstruksi Pemahaman Wartawan Terhadap UU KIP (Studi Dengan Pendekatan Konstruktivisme Terhadap Wartawan Aliansi Jurnalis Independen Cabang Medan Dalam Memahami Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik)
0
0
14
Show more