Feedback

Analisis Sistem Pengendalian Mutu dan Perencanaan Penugasan Audit pada Kantor Akuntan Publik. (Suatu Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan)

Informasi dokumen
              KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb. Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, maka peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis Sistem Pengendalian Mutu dan Perencanaan Penugasan Audit pada Kantor Akuntan Publik. (Suatu Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan)”. Didalam tulisan ini disajikan pokok-pokok bahasan yang meliputi unsure sistem pengendalian mutu menurut PSPM No.01 yang terdiri dari sembilan unsur dan unsur perencanaan penugasan audit menurut PSA No.05 yang terdiri atas delapan unsur. Peneliti menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Bapak A. Waluyo Jati, Drs., MM. Selaku dosen pembimbing I dan Bapak Susenohaji, SE., M.Si selaku dosen pembimbing II yang telah membantu, meluangkan waktu, pikiran dan tenaganya kepada peneliti dalam proses penyusunan skripsi ini. 2. Bapak Dr. Nazaruddin Malik, M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang. 3. Ibu Siti Zubaidah, Dra., MM., Ak. selaku Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang. 4. Dosen-dosen di Jurusan Akuntansi Universitas Muhammadiyah yang telah membantu selama masa perkuliahan. 5. Bapak Dhaniel Syam, Drs., MM., Ak selaku dosen wali peneliti dimasa perkuliahan yang telah memberikan dukungan dan bantuan kepada peneliti. 6. Bapak Jamaludin Iskak, Ak., M.Si., CPA selaku salah satu pimpinan pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan yang telah memberikan kesempatan, dukungan dan arahannya selama peneliti melakukan penelitian. 7. Bapak dan Mama tercinta yang telah memberikan doa, semangat dan segenap kasih sayangnya selama ini kepada peneliti. 8. Akbar Berryan yang telah memberikan bantuan, dukungan dan doa kepada peneliti selama penelitian hingga penyelesaian skripsi ini. 9. Kevin Muhammad. R yang telah memberikan dukungan dan bantuan kepada peneliti.   10. Teman-teman di Kantor Akuntan Publik yang telah membantu dan memberikan semangat pada peneliti dari proses penelitian sampai terselesaikannya skripsi ini. 11. Teman-teman kelas F Jurusan Akuntansi 2005 khususnya Arizona Hadi yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam penyelesaian skripsi ini. 12. Untuk teman-teman yang telah membantu selama proses penyusunan skripsi khususnya untuk Yuda Aristiawan yang telah memberikan bantuan, semangat pada peneliti selama di Malang. 13. Teman-teman satu bimbingan yang telah memberikan bantuan dan kerja samanya selama penyusunan skripsi ini, dan juga untuk semua pihak yang tidak dapat peneliti sebut satu persatu. Disadari bahwa dengan kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki peneliti, oleh karena itu peneliti mengharapkan saran yang membangun agar tulisan ini dapat bermamfaat bagi yang membutuhkan. Wassalamu’alaikum Wr. Wb Malang, 10 Februari 2010 Peneliti   DAFTAR ISI ABSTRAK . i KATA PENGANTAR . ii DAFTAR ISI . iv DAFTAR GAMBAR vi DAFTAR TABEL . vii DAFTAR LAMPIRAN . viii I II PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah . 1 B. Perumusan Masalah . 6 C. Batasan Masalah . 6 D. Tujuan dan Manfaat Penelitian 7 KAJIAN PUSTAKA A. Review Penelitian Terdahulu . 10 B. Tinjauan Pustaka 1. Pemahaman/Definisi Pemeriksaan (Auditing) 2. Penerimaan Penugasan Pemeriksaan Atas Laporan Keuangan . 3. Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik . 11 17 21   4. Pemahaman Atas Sistem Pengendalian Mutu Kantor Akuntan Publik . 5. Unsur-Unsur Pengendalian Mutu Kantor Akuntan Publik . III IV 26 32 6. Pemahaman Atas Perencanaan Penugasan Audit . 33 7. Unsur-Unsur Perencanaan Penugasan Audit . 43 METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian . 47 B. Jenis Penelitian . 47 C. Jenis dan Sumber Data . 48 D. Teknik Pengumpulan Data . 48 E. Unit Analisis . 50 F. Teknik Analisa Data . 50 HASIL PENELITIAN A. Tinjauan Umum Objek Penelitian 1. Profil Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan . 52 2. Sifat Praktik atau Jasa yang Diberikan Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan . 53 3. Sumber Daya Manusia pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan   Rekan . 4. Struktur Organisasi pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan . 55 55 5. Tanggung Jawab Tingkat Organisasi Pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan . 57 B. Analisa Data 1a. Identifikasi Sistem Pengendalian Mutu pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan . 58 b. Identifikasi Perencanaan Penugasan Audit Pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan . 61 2a. Analisis Penerapan Sistem Pengendalian Mutu pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan . 65 b. Analisis Penerapan Perencanaan Penugasan Audit Pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan 75 3a. Interprestasi Hasil Analisis Perbandingan Penerapan Sistem Pengendalian Mutu Pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan . 77 b. Interprestasi Hasil Analisis Perbandingan Penerapan Perencanaan Penugasan Audit Pada   Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan . 81 V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan . 85 B. Saran . 86 DAFTAR PUSTAKA . 89 DAFTAR LAMPIRAN . 91   DAFTAR GAMBAR No Judul Halaman 1 Struktur Organisasi pada KAP Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan 57   DAFTAR TABEL No 1 Tabel A.2 2 Tabel A.3 3 Tabel B.1.1 4 Tabel B.2.2 5 Tabel B.2.1 6 Tabel B.2.2 Judul Halaman Daftar klien KAP Jamaludin, Aria, Sukimto dan 55 Rekan Sumber daya manusia pada KAP Jamaludin, Aria, 56 Sukimto dan Rekan Identifikasi penerapan sistem pengendalian mutu 59-60 pada KAP Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan Identifikasi penerapan perencanaan penugasan 62 audit pada KAP Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan Analisis penerapan sistem pengendalian mutu 66-75 pada KAP Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan Analisis penerapan perencanaan penugasan audit 76-76 pada KAP Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan   DAFTAR LAMPIRAN No Judul Halaman 1 Data Identifikasi Hasil Wawancara Terstruktur Mengenai Sistem Pengendalian Mutu Pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan 91 2 Data Identifikasi Hasil Wawancara Terstruktur Mengenai Perencanaan Penugasan Audit pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan 94   DAFTAR PUSTAKA Agoes, Soekrisno., 2004. Pemeriksaan Akuntan (Auditing) oleh Kantor Akuntan Publik; Edisi Ketiga Jilid ke-1, Lembaga Penerbit FE Universitas Indonesia, Jakarta. Arens, Alvin.A, et. al., 2005. Auditing and Assurance Services An Intergrated Approach; 12th Edition, Prentice Hall International Intercorporation, New Jersey. Aritonang, Lerbin., 1998. Penelitian Pemasaran; Edisi pertama, UPT-Unit Penerbit Universitas Tarumanagara, Jakarta. Christiawan,Y.J., Aktivitas Pengendalian Mutu Jasa Audit Laporan Keuangan Historis., http://puslit.petra.ac.id/~puslit/journals.September, 4 ,2009. Departemen Keuangan Republik Indonesia., 2002. SK No. 423/KMK.06/2002 tentang Jasa Akuntan Publik, Jakarta. Departemen Keuangan Republik Indonesia., 2003. SK No. 359/KMK.06/2003 Perubahan atas Keputusan Menteri Keuangan No. 423/KMK.06/2002 Tentang Jasa Akuntan Publik, Jakarta. Halim, Abdul, Ahmad Tjahjono, dan Muhammad Fakri Husein., 2002. SIstem Pengendalian Manajemen; Edisi Revisi, UPP AMP YKPN, Yogjakarta. Ikatan Akuntan Indonesia., 2001. PSPM No. 01 Sistem Pengendalian Mutu Kantor Akuntan Publik. Standar Profesional Akuntan Publik; per 1 Januari 2001, Salemba Empat, Jakarta. Ikatan Akuntan Indonesia., 2001. PSPM No. 02 2001 Perumusan Kebijakan dan Prosedur Pengendalian Mutu Kantor Akuntan Publik. Standar Profesional Akuntan Publik; per 1 Januari 2001, Salemba Empat, Jakarta. Ikatan Akuntan Indonesia., 2001. PSPM No. 03 Standar Pelaksanaan dan Pelaporan Review Mutu dan Standar Profesional Akuntan Publik; per 1 Januari 2001, Salemba Empat, Jakarta. Ikatan Akuntan Indonesia – Kompartemen Akuntan Publik., 2001. Standar Profesional Akuntan Publik; per 1 Januari 2001, Salemba Empat, Jakarta.   Konrath, Larry. F., 2002. Auditing Concepts and Applications, a risk-analysis approach;. Fifth Edition, Cincinnati, South Western. Kuncoro, M., 2003. Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi, Penerbit Erlangga, Jakarta. Kurniawan., 2008. Evaluasi Penerapan Sistem Pengendalian Mutu pada Kantor Akuntan Publik., Yogjakarta. Liliawati.,2006.http://dspace.widyatama.ac.id/bitstream/handle/10364/204/bab3.p df?squence=4. Oktober, 2, s2009. Robins, Stephen P., Mary Coulter., 2002. Management; Seventh Edition, PrenticeHall Inc, New Jersey. Sugiono., 2003. Metode Penelitian Bisnis dan Ekonomi; Edisi 5, Penerbit Erlangga, Jakarta. Whittington, O ray and Kurt Pany., 2002. Principle of Auditing; 13th Edition, Mc Graw-Hill International, New York. Puradiredja Kanaka & Mulyadi., 1998, Auditing; Edisi Kelima, Salemba Empat, Jakarta. kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka Berpikir. 22 2.4 Hipotesis 23 III. METODE PENELITIAN. 24 3.1 Rancangan Penelitian. 24 3.1.1 Jenis Penelitian. 24 3.1.2 Unit Analisis. 24 3.2 Jenis dan sumber Data. 24 3.2.1 Metode Penelitian. 24 3.3 Metode Analisis Data . 25 3.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 25 3.3.2 Uji t . 26 3.3.3 Uji F . 27 3.3.4 Koefisien Determinasi Berganda . 28 3.4 Uji Ekonometrika . . 28 3.4.1 Uji Multikolinearitas . 28 3.4.2 Uji Autokorelasi 29 3.4.3 Uji Heterokedastisitas 29 3.5 Definisi Operasional 30 xii IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 31 4.1 Gambaran Umum Pendapatan Domestik di Indonesia. 31 4.1.1 Investasi . . 33 4.1.1 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia. 40 4.1.2 Kurs Dollar Amerika Serikat . 43 4.2 Analisis Data. . 47 4.2.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 47 4.2.2 Uji Statistik. 48 4.2.3 Uji Ekonometrika. 48 4.3 Pembahasan . 49 V. KESIMPULAN DAN SARAN. 59 5.1 Kesimpulan. 60 5.2 Saran . 60 DAFTAR PUSTAKA. 61 LAMPIRAN. 65 xiii DAFTAR TABEL Halaman 4.1 Perkembangan Investasi di Indonesia. 4.2 Hasil Uji Multikolinieritas . 50 xiv 34 DAFTAR GAMBAR Halaman 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 3 1.2 Total Investasi Indonesia. . 5 2.1 Pengaruh Pendapatan Terhadap Investasi. 12 2.2 Teori Hick Suku Bunga Terhadap Pendapatan. 15 2.3 Hubungan Kurs dengan Produk Domestik Bruto.19 2.4 Kerangka Berfikir . . 22 4.1 Perkembangan Produk Domestik Bruto di Indonesia. 31 4.2 Perkembangan Investasi di Indonesia. 40 4.3 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia .40 4.4 Perkembangan Nilai Rupiah Terhadap Nilai Dollar Amerika. . 44 4.5 Analisis Data dan Uji Autokorelasi. 51 xv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Data Variabel Penelitian. 66 2 Logaritma Natural . 68 3 Hasil Regresi Linier Berganda. 72 xvi
Analisis Sistem Pengendalian Mutu dan Perencanaan Penugasan Audit pada Kantor Akuntan Publik. (Suatu Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan)
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisis Sistem Pengendalian Mutu dan Perencanaan Penugasan Audit pada Kantor Akuntan Publik. (Suatu Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan)

Gratis