Medan Aquatic Center (Arsitektur Zoomorfik)

Gratis

68
258
87
2 years ago
Preview
Full text

MEDAN AQUATIC CENTER ARSITEKTUR ZOOMORFIK

  Oleh : TAUFIQ ISMAIL H 05 0406 040 Medan, 18 Juni 2010Disetujui Oleh : Ketua Departemen Arsitektur Ir. Vinky Rahman, MT (NIP: 19660622 199702 1 001)Dosen Pembimbing II Ir.

KATA PENGANTAR

  Atasdasar alasan ini penyelenggaraan bangunan gedung perlu diatur dan dibina demi kelangsungan dan peningkatan kehidupan serta penghidupan masyarakat, termasukmewujudkan bangunan gedung yang seimbang, serasi dan selaras dengan lingkungannya. Proses panjang dan penuh suka duka ini tidak bisa dilalui tanpa dukungan, doa, semangat, dan perhatian tiada henti dari Papa (Ir. Isya Ansari Hutasuhut) dan Mama Saya mengucapkan banyak terima kasih pada semua pihak yang telah mendukung kelancaran penulisan laporan ini.

BAB I PENDAHULUAN I. 1. Latar Belakang Proyek Kebutuhan akan sarana hiburan pada saat ini terutama di kota-kota besar semakin

  Namun pada saat ini tempat-tempat hiburan di kota Medan khususnya rekreasi indoor dirasakan masih kurang keberadaannya dan pada umumnya sarana yang telah ada cenderungmonoton atau tidak menawarkan sesuatu yang baru dan lain daripada yang lain, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi tempat hiburan tersebut. kegemaran dan kemampuan yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan kondisi dan nilai budaya masyarakat setempat untuk kesehatan, kebugaran, dan kegembiraan.

I. 2. Maksud dan Tujuan

  Masalah Perancangan Adapun permasalahan yang dapat timbul pada Medan Aquatic Center yang menggunakan konsep indoor ini adalah bagaimana merencanakan fasilitas-fasilitas yangberbeda-beda dalam satu perancangan yang saling berintegrasi, yang didukung oleh aspek lain seperti sirkulasi, utilitas, dan lain-lain. Metode Pendekatan Pendekatan yang dilakukan dalam perencanaan dan perancangan Medan Aquatic Center ini adalah melakukan studi pustaka, untuk pengembangan lebih lanjut analisa dan konsep perancangan sebagai pemecahan dari masalah yang ada dan kriteria-kriteria umum maupun khusus bagi proses perencanaan dan perancangan.

I. 5. Ruang Lingkup dan Batasan Proyek

  Lingkup perancangan yang akan dibahas dari kasus proyek Medan Aquatic Center ini adalah seluruh aspek fisik dan perancangan kasus proyek bangunan, yang menyangkutlingkungan tapak, massa bangunan, pembentukan ruang dan arus sirkulasi dalam dan luar bangunan pada lokasi tapak perancangan. Batasan proyek ini adalah pembahasan yang berkaitan dengan desain dan perancangan sebuah penyedia fasilitas olahraga air yang dapat menyediakan berbagai macamkegiatan pelatihan serta pertandingan – pertandingan berskala lokal.

I. 6. Kerangka Berpikir

LATAR BELAKANG

MAKSUD DAN P ERMASALAHAN SASARAN PENGUMPULAN DATA& STUDI LITERATUR ANALISA Feed KRITERIA KONSEPKONSEP PRA-RANCANGAN DESAIN AKHIR Feed Diagram Alir 1.1. KerangkaBerpikir

I. 7. Sistematika Penulisan Laporan

  BAB III ELABORASI TEMA Berisi tentang kajian mengenai pengertian, studi banding terhadap bangunan- bangunan yang menerapkan tema yang sejenis, dan keterkaitan tema dengan judul. BAB V KONSEP PERANCANGAN Berisi tentang konsep-konsep perancangan yang sesuai dengan tema lingkungan kajian BAB VI HASIL RANCANGAN Berisi gambar hasil perancangan seperti site plan, ground plan, denah, tampak, potongan, rencana-rencana, detail, perspektif dan foto maket.

BAB II DESKRIPSI PROYEK II. 1. Terminologi Judul Adapun judul dari proyek tugas akhir ini adalah Medan Aquatic Center Pengertian Medan Aquatic Center: Medan salah satu nama kota terbesar ke-3 di Indonesia yang merupakan ibukota provinsi Sumatera Utara yang berada di Pulau Sumatera. Aquatic : Segala sesuatu yang berhubungan dengan air Center

   Center is place for a particular activity : 1  Pusat, sentral, bagian yang paling penting dari sebuah kegiatan atau organisasi.  Suatu tempat dimana sesuatu yang menarik aktifitas atau fungsi terkumpul atau terkonsentrasiDari uraian judul di atas, maka secara umum Medan Aquatic Center adalah Suatu fasilitas atau tempat untuk melakukan aktivitas yang berhubungan dengan sarana untuk berenangdimana dalam hal ini bersifat lebih rileks atau rekreasi juga kegiatan berenang yang bersifat kompetisi, dan didukung dengan fasilitas-fasilitas pendukung yang terkait didalamnya.

1 Oxford Learner’s Pocket Dictionary, Oxford, 995

Jenis Pengguna Fasilitas Aktivitas Kebutuahan KegiatanRuang Kegiatan - Pengunjung Area Parkir Parkir - LapanganPenunjang - Pengelola Kendaraan Parkir roda 2 4 Tabel 2.1. Kebutuhan Ruang Luar

II. 2. 2. Kebutuhan Ruang Dalam

  Fasilitas dalam area kolam renang menurut tempatnya, berada di dalam ruangan (indoor), yaitu ruang terbuka dan ruang tertutup.. Jenis – jenis Kolam Renang 3 Panjang Panjang standar kolam renang adalah 50 meter, 25 meter dan 20 meter, namun terdapat juga ukuran lainnya yang digunakan pada sebagian komunitaskecil.

II. 3. Persyaratan dan Ketentuan Olahraga Renang

  Tingkatan Kolam renang secara umum berdasarkan ketetapan kolam konvensional 4 Kolam Leisure mempunyai ukuran dan bentuk dan pada umumnya, walaupun tidak sepenuhnya berdasarkan ketentuan umum dengan kedalaman 1.5 m atau kurang. Kolam initerdiri atas beberapa fitur-fitur, yang paling banyak diminati pengguna adalah air yang beriak, contohnya, ombak tiruan, arus sungai tiruan yang deras, aturan air dan air mancur panas-dan-waterslides.

4 Handbook of Sport and Recreational Bulding Design vol 3, page 7

  'Kurang lebih konvensional' hal ini berarti standard normalnya jarak dua sisi adalah 25 m dan terpisah untuk akomodasi Gambar 2.1. Leisure berasal dari kata Latin “ licere “ yang berarti diperkenankan menikmati saat – saat yang bebas dari kegiatan rutinuntuk memulihkan atau menyegarkan kembali.

5 Pengertian rekreasi adalah:

  Jadi, rekreasi dapat diartikan sebagai aktivitas yang dilakukan pada waktu senggang yang bertujuan untuk membentuk, meningkatkan kembali kesegaran fisik, mental dan dayakreasi ( baik secara individu maupun kelompok ) yang hilang akibat aktivitas rutin sehari – hari dengan jalan mencari kesenangan, hiburan dan kesibukan yang berbeda dan dapatmemberikan kepuasan dan kegembiraan. Lingkungan tapak berada di lokasi yang strategis , lingkungan dengan imej yang bagus dan berbudaya dan sesuai fungsinya dengan lingkungan sekitarnya yang dapatmendukung fungsi bangunan yang akan dibangun.

KOTA MEDAN

  Pencapaian Akses pencapaian harus terdapat angkutan umum dan pribadi dari setiap badan jalan dan pengaturan jalanmasih dapat dikontrol dengan baik. Area pelayanan Hotel taraf internasional, kampus dan perumahan adalah lingkungan sekitar yang dapat saling mendukung denganbangunan yang akan direncanakan.

6 Kontur Tapak Kontur tapak sebaiknya relatif datar untuk memudahkan kelancaran transportasi

  7 Kebisingan Keadaan bebas dari kebisingan dan getaran yang berlebihan merupakan hal yang bersifat mutlak. Untukitu perencanaan bangunan harus mempertimbangkan eksistensi bangunan di sekitarnya yang tidak akanmempengaruhi baik di masa sekarang maupun masa yang akan datang.

II. 5. 2. Analisis Pemilihan Lokasi

  Keberadaan lokasi proyek dapat dilihat pada gambar berikut : Lokasi terletak di samping Deli Plaza, Site ini memungkinkan sebagai lokasi proyek ini karena letaknya yang strategisSecara umum pada RUTRK Kec. Medan Timur yang menjadi lokasi proyek terletak di pusat kota yang termasuk dalam WPP D (WPP1) yang diarahkan pada pengembanganpusat pemerintahan, hutan kota, pusat pendidikan, perkantoran, rekreasi indoor dan permukiman.

II. 6. Studi Banding Proyek Sejenis

1. Watercube Beijing, China

  National Aquatic Center yang dikenal sebagai Water Cube, adalah salah satu yang paling dramatis dan tempat-tempat menarik untuk fitur olahraga untuk Olimpiade Beijing2008. Tampak Bird View Watercube Beijing dan Stadion Tapi dibandingkan dengan elips berbingkai baja stadion, Water Cube persegi panjang muncul lebih ringan dan lembut, dan menyajikan visual yang indah kontras yang tajam.

2. London Aquatic Centre

  Perspektif London Aquatic Center Sekitar 160,000 ton tanah telah digali keluar dari apa yang salah satu yang lebih menantang dan area kompleks Olympic Park, tercemar dengan polutan termasuk bensin, minyak, tar,pelarut dan logam berat seperti arsenik dan timah. Membentang atap, yang 160 juta panjang dan 80m pada titik terlebar,adalah 2800 ton yang inovatif dengan struktur baja yang mencolok dan kuatyang meliputi aluminium bertumpu pada tiga mendukung.

3. Sydney International Aquatic Centre

  Gambar 2.12. Sydney International Aquatic Center Sydney International Aquatic Centre dirncang untuk menampung pagelaran dari OlimpiadeSydney terdiri dari profil bulat custom bertemu dengan kebutuhan dari atap yang melengkung.

4. Ian Thorpe Aquatic Centre , Sydney

  Gambar 2.14. Ian Thorpe Aquatic Center Australian Institute of Architects 'diberikan proyek ini dan mengatakan itu "hati-hati pengerjaan ulang modernis yang signifikan gedung ..." dan "Ini adalah pengerjaan ulang yangkuat dari bangunan penting dan memperlihatkan bagaimana bangunan yang ada dapat berhasil direnovasi." Gambar 2.15.

BAB II I ELABORASI TEMA III. 1. Pengertian Tema Pengertian Arsitektur Zoomorfik adalah penerjemahan arti atau makna dari kata Arsitektur Zoomorfik itu sendiri. Arsitektur zoomorfik berasal dari kata “Arsitektur” , dan “Zoomorfik”, yang memiliki

  Baik secara struktur,visual maupun organik, bangunan yang menganut bentuk-bentuk dari kerajaan hewan, menghasilkan bentuk dan desain yang luar biasa dengan fungsi dengan cara yang baru. As architects learnmore from the world of biology, they will be able to create buildings more in harmony with both the natural and built environment." Dari perkataannya diatas dapat diterjemahkan, bahwa “hal yang paling menarik dalam desain mereka, para arsitek dunia terinspirasi oleh bentukan-bentukan hewan, ada yangmemakai langsung bentukannya dan ada juga yang memakai dari bentuk hingga ke unsur terdalam biologisnya.

III. 2. Interpretasi Tema

  Interpretasi Tema adalah penjelasan mengenai tema, arti, karakteristik dan juga tujunannya. Zoomorfik sebenarnya merupakan turunan dari tema simbolisme metafora,dimana metafora itu sendiri merupakan sebuah ungkapan bentuk, baik itu sifatnya langsung(konkrit) ,tersamar abstrak dan kombinasi .

1. Pemakaian secara langsung/ metafora konkrit (tangible metaphor)

  Ia membangun sebuah bangunan di Valencia seperti mata manusia raksasa, selain itu di Lyon seperti burung yang mengembangkansayap, yang lainnya di Milwaukee membuat banyak pemikiran analitik di kepalaAldersey-Wiliiams dalam gambaran satu ia menggambarkan Museum Seni diMilwaukee seperti seekor burung tapi menurut Hugh Pearman seperti ekor paus yang tubuhnya sedang menyelam. Keterkaitan Tema dan Judul Tema metafora diambil dan diterapkan pada perancangan Medan Aquatic Center ini untuk menciptakan suatu bangunan yang mampu menarik perhatian orang, mampu memberikesan dan citra sendiri, serta mampu mewakili suasana dan aktivitas yang terdapat di dalamnya.

1. Milwaukee Art Museum

  Selasar penghubung yang rendah dan transparan sehingga terjadi penghubung bangunan yang baru dan bangunan yang lama. Walaupun jembatan gantung yang menghubungkan pavilion ke Kota Milwaukee sangat spektakuler dalam pandangan, dengan panjang 250 kaki yang menghubungkanpinggiran kota Milwaukee dengan depan danau dan selasar pusat museum dengan sayap brise soleil-nya yang bisa terbuka dan terkatup merupakan pusat keindahan bangunan tersebut.

2. Lyon Satolas Airport

  Bentuk sayap yang simetris merupakan fungsi untuk jalur masuk kereta api, bus, dan mobil, serta sebagaipenuntun menuju ke dalam hall utama bangunan. Desain ruangan hall berbentuk segitiga dengan dua balkon yang menggantung ke central space.

BAB IV ANALISA V. 1. Analisa Sirkulasi Jalur lalu lintas pada kawasan

  site sangat memungkinkan jalur masuk ke site dari JalanGuru Patimpus Jln. Putri Hijau ,satu arah Gambar 4.1.

IV. 2. Analisa Pencapaian

  Jl. Guru Patimpus Gambar 4.2.

IV. 3. Analisa Utilitas

  Program dan Besaran Ruang Jenis Ruang Nama Ruang Kapasitas U Standar Luas nit 2 2 Fasilitas Penerima 2 2 3 org 1 4 m /org 12 m Administrasi 2 2 1 org 5 1.5 m /org 7.5 m 40 m 2 8 m 2 40 m 2 /org 200 m 2 /org 1 m 2 /unit 2 m 2 0.9 m 2 20% dariR.makan 2 m 2 1 m 2 /meja 2 m 2 2 4 m 2 2 2 1 1 1 2 2 2 m /org 9 m 2.5 m 2 2.4 m 2 9 m 2 /org 6 m 2 0.5 m 2 1.2 m 2 2 20 m 1 2 m 2 1 1 2 R. Periksa 8 m 2 12 m 2 18 m 2 12 m 2 4 1 1 2 2 600 m 2 /org0.24 m 2 /org1.5 m 2 1.5 m 2 1 wastafel =0.8m 2 1 wc = 1.8 m 1 wastafel =0.8m 2 2 2 1 wc = 1.8 m 2 2 2 1 1 1 1 1 1 Fasilitas Utama 500 m 750 m 2 Cafetaria - Food Court 1 12 m 2 20 m 2 /org 25 m 2 /org 1 m 2 /org 2 m 2 20.5 m 2 2 Musholla - R.

BAB V KONSEP V.1. Konsep Zoning Ruang Luar Parkir Roda 4 Karena luas tapak yang besar, `

memungkinkan untuk dibuat lapangan parkir yang luas, sehingga tidakdiperlukan adanya basement atau gedung parkir Parkir Parkir Roda 2 Pada tapak disediakan parkir roda 2 yang cukup untuk memenuhi kebutuhanparkir bagi pengunjung dengan sepeda Massamotor Bangunan Parkir Pada Tapak juga Disediakan parkir service, dekat dengan loading dockParkir Promenade Pada sisi kiri site terdapat promenade di sepanjang sungai deli Gambar 5.1. Penzoningan Ruang Luar Open Space Terdapat banyak open space sebagai area publik, karena bangunan ini sendiriadalah bangunan publik

V. 2. Konsep Zoning Ruang Dalam

Area RetailArea Kolam Area Food CourtArea Pertunjukan Area Hijau Adanya beberapa retail sebagai fasilitas pendukung kegiatan utamaBeberapa jenis kolam, merupakan kegiatan utama pada bangunan Terdapat Food Court yang cukup luas untuk menampung pengunjungArea pertunjunkan untuk acara atraksi hewan seperti lumba-lumba, anjing lautdll Adanya area hijau, untuk memberikansuasana rekreasi daerah tropis Gambar 5.2. Penzoningan Ruang Dalam

V. 3. Konsep Entrance

  Entrance PejalanKaki Jembatan LayangJl. Guru Patimpus Gambar 5.3.

V. 4. Konsep Sirkulasi

Entrance PejalanKaki EntranceDrop Off Dari entrance kendaraan roda empat menuju drop off area, kemudian bisalangsung keluar site atau ke lokasi parkir Exit KendaraanParkir Kendaraan Parkir Kendaraan Entrance Pejalan Kaki ada 2, dari jalan utama langsung ke main entrancebangunan, kemudain satu lagi dari tepi sungai deli menuju side entrancebangunan Gambar 5.4. Konsep Sirkulasi

V. 4. Konsep Vegetasi

Vegetasi terdapat di sekeliling tapakVegetasi juga ditempatkan di daerah parkir untuk melindungi kendaraan Gambar 5.5. Konsep Vegetasi

V. 5. Konsep Massa

  Perspektif Gambar 5.7. Ikan Pari Tampak AtasPerspektif Gambar 5.6.

V. 6. Konsep Struktur

Struktur utama Atap meggunakan rangkatruss frame yang bertumpu pada kolom Tumpuan Struktur utama atap

V. 7. Konsep Utilitas Sistem Penyedia Air Bersih

  Dari PDAM Tirtanadi terlebih dahulu disimpan di reservoir, kemudian di salurkan ke pipa air bersih. Gambar Kerja VI.

VI. 1. 2. Ground Plan

VI. 1. 3. Denah Lantai 1

VI. 1. 4. Denah Lantai 2

  Gambar 6.3. Denah Lantai 1 Gambar 6.4.

VI. 1. 5. Denah Lantai 3

VI. 1. 6. Tampak Depan Dan Tampak Belakang

  Gambar 6.5. Denah Lantai 3 Gambar 6.6.

VI. 1. 7. Tampak Samping Kanan Dan Tampak Samping Kiri

Gambar 6.7. Tampak Samping Kanan Dan Tampak Samping Kiri

VI. 1. 8. Potongan

VI. 1. 9. Rencana Atap

  Gambar 6.8. Potongan Gambar 6.9.

VI. 1. 10. Rencana Pondasi

VI. 1. 11. Rencana Pembalokan Lantai 2

  Gambar 6.10. Rencana Pondasi Gambar 6.11.

VI. 1. 12. Rencana Pembalokan Lantai 3

Gambar 6.12. Rencana Pembalokan Lantai 3

VI. 1. 13. Rencana AC dan Rencana Elektrikal

Gambar 6.13. Rencana AC dan Rencana Elektrikal

VI. 1. 14. Rencana Kebakaran dan Rencana Sanitasi

Gambar 6.14. Rencana Kebakaran dan Rencana Sanitasi

VI. 1. 15. Detail

VI. 2. 3D Bangunan

VI. 3. Foto Maket

  Gambar 6.15. Detail Gambar 6.17.

Dokumen baru