Pembuatan Pakan Ikan Dari Protein Sel Tunggal Bakteri Fotosintetik Anoksigenik Dengan Memanfaatkan Limbah Cair Tepung Tapioka Yang Diuji Pada Ikan Nila (Oreochromis Niloticus)

Gratis

1
68
56
2 years ago
Preview
Full text

DAFTAR ISI

  4.4 Sifat fisika kimia air 24 DAFTAR GAMBAR Gambar 4.1 Kultur BFA Rhodopseudomonas palustris sebelum diinkubasi dan Kultur BFA Rhodopseudomonas palustris setelah diinkubasi selama 72 jam 17 Gambar 4.2 Kurva pertumbuhan BFA Rhodopseudomonas palustris 18 Gambar 4.3 Kurva kadar protein dan berat kering sel bakteri fotosintetik anoksigenik Rhodopseudomonas palustris. 19 Gambar 4.4 Pelet kontrol (0% PST) (a) pelet perlakuan I (25 % PST)(b) pelet perlakuan II (30 % PST) (c) pelet perlakuan IV (35 % PST) (d).

DAFTAR LAMPIRAN

  Alur kerja pembuatan pakan ikan modifikasi 37 Lampiran F. Data pengamatan pengaruh pemberian pakan ikan buatan pada pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) dari minggu I hingga minggu IV 44 Lampiran L.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Salah satu ikan air tawar yang berpotensi untuk sumber proteinhewani yang dapat dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat adalah ikan nila. Penyediaanpakan yang tidak sesuai dengan jumlah dan kualitas yang dibutuhkan menyebabkan Permintaan masyarakat terhadap ikan cenderung meningkat setiap tahunnya, hal ini menjadi persoalan serius yang perlu mendapat perhatian khusus.

1.2 Permasalahan

  Kualitas protein pada pakan ikan tidak hanya ditentukan oleh kandungannya dalam pakan,sumbernya, ataupun daya cerna ikan, tetapi justru ditentukan oleh jumlah dan 1.3 Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian protein sel tunggal bakteri fotosintetik anoksigenik Rhodopseudomonas palustris dalam konversi proteinkonvensional pada pakan ikan. 1.5 Manfaat Sebagai informasi dalam pembuatan pakan ikan dan peningkatan nilai gizi dalam konsumsi ikan air tawar.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pakan Ikan

  Pakan harus mempunyai rasio energi protein tertentu dan dapat menyediakan energi non protein dalam jumlah yang cukup sehingga protein digunakan sebagian besaruntuk pertumbuhan (Suhenda et al., 2005). Pemberian pakan yang mengandung energi dan protein seimbang akan diperoleh pertumbuhan ikan yang Berbagai hasil penelitian menunjukkka n bahwa kuantitas dan kualitas pakan, yakni protein (Watanabe, 1986), lemak (Mokoginta, 1992), dan vitamin (Azwar,2001; Setijaningsih et al., 2002; Makatutu, 2002) yang diberikan kepada induk merupakan faktor penting yang mempunyai hubungan erat dengan kematangan gonad,jumlah telur yang diproduksi, dan kualitas telur serta larva.

2.2 Kebutuhan Protein

  Apabila asam amino bebas habis dimanfaatkan maka asam amino yang termasuk asam amino polimer dalam protein dan makro molekul akan dimanfaatkan untukmetabolisme larva. Saridewi (1998) melaporkanbahwa ikan nila dengan bobot 2,43 g membutuhkan protein 31,22% dengan imbangan antara energi dan protein sebesar 8 kkal/g protein.

2.3 Klasifikasi Dan Morfologi Ikan Nila

  Ikan nila termasuk kedalam genus Oreochromis, karena golongan ikan inimempunyai sifat yang unik setelah memijah yakni induk betina mengulum telur yang telah dibuahi di dalam mulutnya. Menurut Suyanto (2009) klasifikasi lengkap ikannila yang dianut para ilmuan adalah : Filum : Chordata Kelas : OsteichthyesOrdo : Percomorphi Famili : CichlidaeGenus : Oreochromis Spesies : Oreochromis niloticus Ikan nila mampu tumbuh cepat hanya dengan pakan yang mengandung protein sebanyak 20-25%.

2.4 Bakteri Fotosintetik Anoksigenik

  Kobayashi et al., (1967) melaporkan bahwa BFA tersebar luas di lahan-lahan sawah basah Asia Tenggara, yang dikenal sebagai daerah tropis dengan suhuminimum yang tinggi dan intensitas cahaya matahari yang cukup besar (Seumahu et al., 1997). Bakteri fotosintetik anoksigenik digunakan sebagai sumber makanan di perairan misalnya pada udang, sumber makanan peternakan, sebagai agenbiokontrol penyakit pada ayam karena berisi substansi anti virus, sebagai obat, makanan dan energi, memiliki peranan utama dalam proses pemurnian limbah cairdengan konsentrasi organik yang tinggi secara alami (Kobayashi & Kobayashi, 1995).

2.5 Protein Sel Tunggal

  Satu pabrik PST yang dapat memproduksi protein setara dengan120.000 ha kedele, atau sebanyak sapi yang dibesarkan pada lahan rumput seluas 2 juta Ha (Malick et al., 1976). Telah dilaporkan bahwa penambahan BFA sebagai sumber makananmerangsang pertumbuhan zooplankton yang lebih banyak daripada alga hijau dan sangat berguna untuk pertumbuhan udang (Kobayashi et al., 1995).

2.6 Limbah Cair Tepung Tapioka

  Daunnya dapat digunakansebagai pakan ikan yang disimpan dalam jangka waktu yang lama, dikeringkan untuk suplemen makanan dan dibentuk tepung untuk konsentrasi pakan. Akar tanaman dapat dibentuk kepingan dan pelet serta digunakan sebagaimakanan yang berupa serpihan akar maupun serat, sedangkan hasil ekstraksi pati dan proses pengeringan dimanfaatkan secara langsung sebagai makanan hewan atausebagai substrat untuk produksi protein sel tunggal (Best, 1978).

BAB 3 BAHAN DAN METODE

  3.3 Bahan Bahan yang digunakan adalah kultur BFA Rhodopseudomonas palustris yang ditumbuhkan pada medium mineral modifikasi (Lampiran F, hal: 38), dan komposisipakan (Lampiran H, hal: 40) yang dijual secara komersil. Untuk mengetahui berat kering sel dilakukan penghitungan dengan menggunakan rumus: Berat kering = berat sel awal – berat sel akhir 3.9 Pembuatan Pakan Ikan Pakan ikan terbagi dalam dua golongan yaitu golongan yang berjumlah banyak(dedak) dan golongan yang berjumlah sedikit (vitamin dan mineral).

3.10 Desain Percobaan

  Desain percobaan sangat diperlukan dalam melakukan penelitian eksperimental, dengan tujuan untuk memperoleh suatu keterangan yang maksimum mengenai caramembuat percobaan dan bagaimana proses perencanaan serta pelaksanaan percobaan akan dilakukan. Menurut Nazir (2005), Rancangan Acak Lengkap (Complete Randomized Design) sering digunakan dalam percobaan yang sifatnya homogen seperti percobaan yang umumnya dilakukan di laboratorium.

3.11 Wadah Penelitian dan Ikan Uji

  Suhu air berkisar antara 22 -27 C dan 3.12 Pengukuran Faktor Fisik Kimia Ikan Kualitas air adalah variabel yang dapat mempengaruhi kehidupan ikan dan hewan air lainnya. 3.12 Parameter Pengujian Pakan Ikan Formulasi pakan yang diberikan adalah pakan komersil dan pakan buatan yang berupa pelet dengan protein berasal dari protein sel tunggal BFA.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Pengukuran Laju Pertumbuhan Bakteri Fotosintetik Anoksigenik

  Kultur BFA Rhodopseudomonas palustris yang digunakan dalam pengukuran laju pertumbuhan adalah kultur baru yang telah diremajakan setiap 3-4 hari ke dalammedium garam modifikasi yang masih segar dan ditumbuhkan dalam kondisi anaerob dengan bantuan cahaya lampu 40 W pada suhu 30 ± 2 C (Gambar 4.1). palustris strainB1 mampu menggunakan dengan baik beberapa jenis pati seperti tepung kentang, tepung sagu, dan tepung tapioka untuk pertumbuhan karena mengandung amilopektinhingga mencapai 80%.

0.1 O

  0.08 ty ( si n 0.06 e D 0.04 al c ti 0.02 p O 24 48 72 96 Masa Inkubasi (jam) Gambar 4.2 Kurva pertumbuhan bakteri fotosintetik anoksigenik Rhodopseudomonas palustris Data pertumbuhan BFA Rhodopseudomonas palustris menunjukkan bahwa nilai optimum pada jam ke-72 (Gambar 4.2, hal: 18) dengan OD 0,1488 danmengalami penurunan setelah jam ke-72. Pertumbuhan yang mulai menurun menuju fase kematian dikarenakan nutrisi yang terkandung di dalam media mulai berkurang dan terjadinya penumpukan senyawa-senyawa toksik (Jawetz et al., 1996), menyatakan bahwa penumpukan hasil-hasil metabolisme yang beracun akan menyebabkan pertumbuhan sel terhenti.

4.2 Penentuan Kadar Protein dan Berat Sel

  Data hasil pengukuran ditunjukkan pada Tabel 4.1 sebagai berikut: Tabel 4.1 Kadar protein dan berat kering sel bakteri fotosintetik anoksigenik Rhodopseudomonas palustris pada waktu inkubasi yang berbeda. Menurut Kobayashi & Kurata (1978), nilai gizi dari BFA Rhodopseudomonas palustris sebagai bahan makanan mengandung protein kasar sebesar 72-74%, kandungan protein tersebut lebih besar daripada bakteri fotosintetik (61,0%), Chlorella (55,5%) dan sel yeast (50,5%).

10.00 B

  0.00 72 120 Masa Inkubasi (jam)Kadar protein Berat kering sel Gambar 4.3 Kurva Kadar protein dan berat kering sel bakteri fotosintetik anoksigenik Rhodopseudomonas palustris Umesh & Seshagiri (1984), menyatakan bahwa spirulina sebagai salah satu ganggang penghasil Protein sel tunggal sangat baik digunakan sebagai pakan danpangan. Kultur sel bakteri fotosintetik dimanfaatkan sebagai makanan untuk organisme kecil di dalam air dan tanah dan hasil ekskresi bakterifotosintetik digunakan oleh organisme heterotrop seperti bakteri dan algae.

4.3 Karakteristik Pakan Ikan

  Bahan-bahan pakan dalam bentuk komposisi beberapa bahan pakan diberikan pada ikan agar dapat digunakan dalam memenuhi kebutuhan pokok dan pertumbuhan ikan. Pelet dapat diberikan pada ikan dalam fase pertumbuhan dan dewasa.

4.4 Pengaruh Pemberian Pakan Ikan dan Analisis Data

  120 100 (g) 80 obot b 60 ahan 40 Pertamb 20 Minggu 0 Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV Waktu pengamatan Pakan Komersil PST 25 % PST 30 % PST 35 % Gambar 4.5 Kurva pertambahan bobot ikan selama penelitian Lovell (1989), menyatakan bahwa pemberian pakan yang mengandung energi dan protein seimbang akan diperoleh pertumbuhan ikan yang optimal. Pakan Habis Pakan Bobot Ikan Yang Konsumsi IkanPerlakuan Terpakai Terbuang Dihasilkan Per Hari (g) (g) (g) (g) Pakan komersil 5.180 2.880 - 7,7PST 25% 5.040 504 2.780 7,5PST 30% 5.100 510 2.850 7,5PST 35% 5.060 506 2.800 7,5 Dari Tabel 4.4 di atas, tampak bahwa pakan dengan kadar protein sel tunggal25%, 30% dan 35% tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan pakan komersil yang diberikan sebagai pembanding.

4.5 Faktor pendukung budidaya ikan nila ( Oreochromis niloticus)

  Tabel 4.4 Sifat Fisika Kimia Air Variabel yang diamati Kisaran Salinitas (permil) 3 Temperatur ( C) 27-28 pH 6,8-7,1Oksigen terlarut (DO) mg/l 5-6 Menurut Jangkaru et al., (1991), ikan nila tumbuh dan bereproduksi pada salinitas 0-29 permil dan pada salinitas 29-35 permil ikan nila dapat tumbuh tetapitidak berproduksi. Alabaster dan Lloyd (1980),menyatakan bahwa pada dasarnya tidak ada kisaran pH yang tetap untuk budidaya perikanan walaupun secara umum disebutkan bahwa kisaran pH dengan populasi ikanyang baik adalah pH 6,3-9 dan sebagian besar badan air berada pada kisaran pH 6,7-8,6.

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan protein sel tunggal bakteri fotosintetik anoksigenik Rhodopseudomonas palustris pada pakan ikan nila(Oreochromis niloticus) memberikan pengaruh terhadap panjang tubuh, penambahan bobot ikan, laju pertumbuhan ikan per hari, nilai ubah pakan danmortilitas. Dari analisis data yang dilakukan menunjukkan bahwa mutu pakan yang dikonversi oleh protein sel tunggal (PST) dengan perlakuan 25%, 30% dan35% sama dengan perlakuan tanpa pemberian PST bakteri fotosintetik anoksigenik Rhodopseudomonas palustris.

DAFTAR PUSTAKA

  Respirasi dan Ekskresi Amonika Benih Ikan Merah So, sebelum benih ikan nila Merah (Oreochromis Sp.). Pengaruh Kadar Asam Lemak N-3 Berbeda pada Kadar Asam Lemak N-6 Tetap dalam Pakan Terhadap Komposisi Asam Lemak Tubuh, Metamorfosis, dan Pertumbuhan KecebongKatak Lembu (Rana catesbeiana Shaw).

LAMPIRAN A: ALUR KERJA PENGUKURAN LAJU PERTUMBUHAN BAKTERI FOTOSINTETIK ANOKSIGENIK

Isolat yang berumur 72 jamDiinokulasikan sebanyak 10 mlDimasukkan kedalam media cair dengan sumber C Na-asetat hingga volumenya menjadi200 mlDiambil sebanyak ± 5 mlDimasukkan kedalam kuvet AbsorbansiDiukur pada panjang gelombang 750 nm dengan spektrofotometer Shimadzu UV-VIS1601ADicatat setiap hari selama 6 hari (jam ke-0s.d jam ke-120) Hasil

Dokumen baru

Download (56 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Penentuan Lc50 Ekstrak Biji Pepaya (Carica Papaya L.) Pada Ikan Nila (Oreochromis Niloticus)
1
54
75
Penentuan Lc50 Dari Getah Buah Pepaya (Carica Papaya L.) Terhadap Ikan Nila (Oreochromis Niloticus)
3
92
64
Pengaruh Cara Pengolahan Tepung Ikan Dari Limbah Industri Pengolahan Ikan Nila Terhadap Energi Metabolisme Ayam Kampung
0
62
75
Uji Toksisitas Deterjen Cair Terhadap Kelangsungan Hidup Benih Ikan Nila (Oreochromis Niloticus)
16
176
52
Pembuatan Pakan Ikan Dari Protein Sel Tunggal Bakteri Fotosintetik Anoksigenik Dengan Memanfaatkan Limbah Cair Tepung Tapioka Yang Diuji Pada Ikan Nila (Oreochromis Niloticus)
1
68
56
Pertumbuhan Dan Efisiensi Pakan Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Yang Diberi Pakan Buatan Berbasis Kiambang
0
0
7
Penampilan Ayam Broiler yang Diberi Protein Sel Tunggal (PST) Sebagai Sumber Protein Pengganti Tepung Ikan dalam Pakan
0
0
5
Studi Tentang Pengaruh Limbah Pencemar Terhadap Kandungan Radikal Bebas pada Organ Insang Ikan Nila (Oreochromis Niloticus)
0
0
5
METODE PENELITIAN - Isolasi Dan Identifikasi Bakteri Potensial Patogen Pada Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Di Kolam Budidaya Patumbak
0
1
16
Isolasi Dan Identifikasi Bakteri Potensial Patogen Pada Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Di Kolam Budidaya Patumbak
0
0
12
Penentuan Lc50 Ekstrak Biji Pepaya (Carica Papaya L.) Pada Ikan Nila (Oreochromis Niloticus)
0
1
14
Penentuan Lc50 Dari Getah Buah Pepaya (Carica Papaya L.) Terhadap Ikan Nila (Oreochromis Niloticus)
0
0
14
Pengaruh Cara Pengolahan Tepung Ikan Dari Limbah Industri Pengolahan Ikan Nila Terhadap Energi Metabolisme Ayam Kampung
0
1
12
Pengaruh Cara Pengolahan Tepung Ikan Dari Limbah Industri Pengolahan Ikan Nila Terhadap Energi Metabolisme Ayam Kampung
0
0
16
Uji Toksisitas Deterjen Cair Terhadap Kelangsungan Hidup Benih Ikan Nila (Oreochromis Niloticus)
0
0
8
Show more