Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Kopi Di Kabupaten Dairi

Gratis

11
127
96
2 years ago
Preview
Full text

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KOPI DI KABUPATEN DAIRI TESIS Oleh JAKSON SUNARIO PANJAITAN 067018038/EP

  Tiada kata yang dapat penulis ucapkan, selain puji syukur yang sangat dalam kehadirat Bapa di Surga dalam nama Tuhan Yesus Kristus yang karena limpahanRahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan tesis ini dengan judul: Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Kopi di Kabupaten Dairi. Tiada kata yang dapat penulis ucapkan, selain puji syukur yang sangat dalam kehadirat Bapa di Surga dalam nama Tuhan Yesus Kristus yang karena limpahanRahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan tesis ini dengan judul: Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Kopi di Kabupaten Dairi.

SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2008

  Tiada kata yang dapat penulis ucapkan, selain puji syukur yang sangat dalam kehadirat Bapa di Surga dalam nama Tuhan Yesus Kristus yang karena limpahanRahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan tesis ini dengan judul: Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Kopi di Kabupaten Dairi. Tiada kata yang dapat penulis ucapkan, selain puji syukur yang sangat dalam kehadirat Bapa di Surga dalam nama Tuhan Yesus Kristus yang karena limpahanRahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan tesis ini dengan judul: Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Kopi di Kabupaten Dairi.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Dalam masa krisis ekonomi dan moneter yang melanda Indonesia tahun 1998, ternyata kontribusi komoditas perkebunan yang berorientasi ekspor seperti kelapa-sawit, karet, teh, kopi, kakao, vanili, lada dan sebagainya terhadap pendapatan negara Kopi merupakan tanaman perkebunan yang telah lama dikenal masyarakat sebelum belanda datang ke Indonesia dan sekarang telah menjadi salah satu komoditiekspor penting disamping karet dan kelapa sawit. Dan produksi kopi jenis arabika mengalami Kabupaten Dairi dipilih sebagai lokasi penelitian karena Kabupaten Dairi memiiki lahan pertanian kopi yang terluas dan memiliki sumber daya alam yangcukup potensial, tetapi jumlah masyarakat miskin masih cukup dominan, jumlah masyarakat miskin di kabupaten Dairi dapat dilihat pada tabel 1.2.

1.4 Manfaat Penelitian

  Untuk menambah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan faktor yang mempengaruhi pendapatan petani kopi di kabupaten Dairi. Sebagai masukan bagi semua pihak yang peduli dan berkaitan dengan peningkatan pertanian di kabupaten Dairi, khususnya pemerintah kabupatenDairi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Landasan Teori

2.1.1. Teori Produksi

  Teori produksi yang sederhana menggambarkan tentang hubungan di antara tingkat produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untukmenghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut. Sedangkan Produksi Rata-rata (AP) mencapai maksimum adalah pada saat elastisitas produksi sama dengan 1 dan AP berpotongan dengan MP artinya produksirata-rata sama dengan tambahan output akibat tambahan 1 unit input produksi, dengan asumsi faktor produksi lain dianggap konstan (Nicholson, 1998).

2.1.2. Fungsi Produksi

  Suatu fungsi produksi menggambarkan kombinasi input yang dipakai dalam proses produksi, yangmenghasilkan output tertentu dalam jumlah yang sama dapat digambarkan dengan kurva isokuan (isoquant), yaitu kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi Telah dinyatakan sebelum ini bahwa fungsi produksi menunjukkan sifat hubungan di antara faktor-faktor produksi dan tingkat produksi yang dihasilkan. Fungsi produksi selalu dinyatakan dalam bentuk rumus,yaitu seperti yang berikut: Q = f (K, T, M, L) di mana K adalah jumlah stok modal, L adalah jumlah tenaga kerja dan ini meliputiberbagai jenis tenaga kerja dan keahlian keusahawanan, M adalah kekayaan alam, dan T adalah tingkat teknologi yang digunakan.

2.1.3. Faktor Produksi dan Pendapatan

2.1.3.1. Faktor Produksi

  Suatu usaha tani adalah merupakan kombinasi yang tersusun dari beberapa faktor produksi yaitu alam, tenaga kerja, dan keahlian atau skill yang ditujukan dalamproses produksi yang nantinya akan menghasilkan output (produksi), perubahan jumlah produksi kopi dipengaruhi oleh luas areal pertanaman kopi dan produktivitaslahan. Lapisan yang diolah akanmengering dengan cepat, tetapi kelembaban di bawah dapat terkonservasi dengan Teknik pengolahan konservasi dan teknik tanpa pengolahan akhir-akhir ini telah dikembangkan oleh ilmuan dan petani, dan merupakan praktek-praktekpertanian tradisional di beberapa tempat.

2.1.3.2. Pendapatan

  Seorang petani yangkekurangan tanah, yang mempunyai keluarga besar dan tidak dapat menambah penghasilannya dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan lain seringkali membayarharga yang sangat tinggi untuk tanah, atau “hunger rents” menurut istilah Chayanov, selama tambahan tanah itu dapat menambah isi periuk nasi dengan berapa saja. Pendapatan yang selalu diterima pada periode tertentu dan dapat diperkirakan sebelumnya, sebagai contoh adalah pendapatan dan upah,gaji.

2.1.3.3 Produksi Total, Produksi Marginal, Produksi Rata-rata

Produksi total (Total Product) adalah banyaknya produksi yang dihasilkan dari penggunaan total faktor produksiTP = f (K.L) Produksi marginal (Marginal Product) adalah tambahan produksi karena penambahan penggunaan satu unit faktor produksiTP MP =L Produksi rata-rata output adalah rata-rata output yang dihasilkan per unit faktor produksiTP AP =L

2.2. Penelitian Sebelumnya

  Hasil analisis data dengan uji serempak menunjukkan bahwa faktor produksi modal dan tenaga kerja berpengaruh terhadap Output, hal inidbuktikan dengan nilai F hitung 17.992 > F tabel yaitu 2,08 dan demikian juga dengan melihat nilai sig = 0.000 < 0.05. PupukIskandar Muda berada pada decreasing return to scale atau proporsi penambahan faktor produksi akan mengliasilkan tambahan produksi lebih kecil, hal ini ditunjukan Adi Setianto,Herlina Tarigan, Saptana,Tri Panaji (2004), dalam hasil penelitiannya tentang Analisis terhadap pengendalian hama terpadu dan teknologiPHT dalam mendukung agribisnis kopi rakyat dalam rangka otonomi daerah.

2.3. Kerangka Pemikiran

  Dengan demikian maka kerangka pemikiranpeneliti dalam penelitian ini adalah pendapatan petani kopi (sebagai dependen variabel) yang dipengaruhi oleh luas lahan, pengalaman bertani, waktu kerja,penggunaan pupuk dan penggunaan pestisida (sebagai independen variabel). Kerangka Pemikiran Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Produksi Kopi di Kabupaten Dairi Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan di atas maka dikemukakan hipotesis adalah sebagai berikut: 1.

2.4. Hipotesis Penelitian

  Pemberian Pupuk mempunyai pengaruh positif terhadap produksi kopi di Kabupaten Dairi, ceteris paribus. Pemberian Pestisida mempunyai pengaruh positif terhadap produksi kopi di Kabupaten Dairi, ceteris paribus.

BAB II I METODE PENELITIAN

3.1. Penentuan Daerah Penelitian

  Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah petani yang mengusahakan lahan dengan tanaman kopi di tiga kecamatan di Kabupaten Dairi dan dari ketiga kecamatan inidiambil masing-masing tiga desa, dengan populasi sebanyak 5.594 KK. Pendapatan petani kopi adalah pendapatan yang diperoleh dari usaha tani kopi yang di usahakan oleh petani kopi (rupiah/bulan).

3.9. Uji Penyimpangan Asumsi Klasik

  Ada beberapa permasalahan yang bisa terjadi dalam model regresi linier, yang secara statistik permasalahan tersebut dapat mengganggu model yang telah ditentukan,bahkan dapat menyesatkan kesimpulan yang diambil dan persamaan yang terbentuk. Untuk itu perlu dilakukan uji penyimpangan asumsi klasik yang terdiri: Interpretasi dan persamaan regresi linier secara implisit bergantung pada asumsi bahwa vaniable-variabel bebas dalam persamaan tersebut tidak salingberkorelasi.

2. Uji Heterokedastisitas

  Jika varians dari residual dari suatu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut Homokedastisitas, dan jika varians berbeda, disebutheterokedastisitas. Bila hitung lebih besar dari tabel maka tolak hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat homokedastisitas dalam model regresi.

3. Uji Normalitas

  Asumsi model regresi liner klasik adalah bahwa faktor pengganggu µi mempunyai nilai rata-rata yang sama dengan nol, tidak berkolerasi dan mempunyaivarians yang konstan. Uji ini menggunakan hasil estimasiresidual dan chisquare probability distribution, yaitu dengan membandingkan nilaiJB hitung = nilai X 2 hitung dengan nilai X2 tabel , dengan kriteria keputusan sebagai berikut: a.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Deskripsi Umum Daerah Penelitian

4.1.1. Kecamatan Sumbul

  Wilayah Kecamatan Sumbul terdiri dari 1 kelurahan dan 18 desa dengan berbatasan sebagai berikut:Sebelah Utara : Kecamatan Pegagan HilirSebelah Timur : Kecamatan ParbuluanSebelah Barat : Kecamatan SilahisabunganSebelah Selatan : Kabupaten Karo dan Kabupaten SimalungunJarak Kantor Kecamatan ke kantor Bupati 12 Km Jumlah penduduk Kecamatan Sumbul sebanyak 38.026 jiwa yang terdiri dari laki-laki sebanyak 18.867 jiwa dan perempuan sebanyak 19.159 jiwa. Penduduk di Kecamatan Sumbul mayoritas beragama Kristen Protestan, yaitu dengan komposisi sebagai berikut:Beragama Islam : 1.723 jiwaBeragama Kristen Khatolik : 3.l53 jiwaBeragama Kristen Protestan : 33.l50 jiwaSedangkan sarana ibadah yang tersedia adalah Mesjid dan Musollah 13 buah, dan Gereja 130 buah.

4.1.2. Kecamatan Parbuluan

  Wilayah Kecamatan Parbuluan mempunyai luas 235,40 2 km berada pada ketinggian 1.200 m dpl, yang terletak antara : 2,15 – 3,00 LU 98.00 – 98.30 BTSebagian besar wilayah terdiri dari pegunungan yang bergelombang dan hanya sebahagian kecil yang datar/rata. untuk tingkat SLTP di Kecamatan Parbuluan terdapat 2 unitSMP Negeri yang terletak di Desa Parbuluan V dan Bangun sedangkan SMP Swasta berjumlah 2 unit berlokasi di Desa Parbuluan I dan Parbuluan IV dengan jumlahmurid 1.350 orang dan jumlah guru 75 orang.

4.1.3. Kecamatan Sidikalang

  Wilayah Kecamatan Sidikalang terdiri dari 13 desa/kelurahan 22 lingkungan dan 18 dusun, dengan berbatasan sebagai berikut:Sebelah Utara : Kecamatan Siempat NempuSebelah Timur : Kecamatan SumbulSebelah Barat : Kecamatan BerampuSebelah Selatan : Kabupaten Pakpak Bharat Penduduk Kecamatan Sidikalang sebanyak 54.684 jiwa yang terdiri dari laki- laki sebanyak 27.269 jiwa dan perempuan sebanyak 27.415 jiwa. Tanaman keras yang paling banyak adalah kopi kemudian kemenyan, tingkat Jenis ternak yang dipelihara penduduk adalah kerbau, kuda, kambing, domba, babi dan ternak unggas seperti ayam dan itik.

4.2. Karakteristik Responden

  Dari tabel 4.3 diatas frekuensi populasi atau sampel untuk jumlah tanggungan yang terbanyak adalah untuk jumlah tanggungan 4-6 orang adalah sebanyak 51% atau51 orang, dan untuk jumlah tanggungan 1-3 orang adalah sebanyak 27 % atau 27 orang, dan jumlah tanggungan yang terkecil adalah untuk jumlah tanggungan lebihdari 6 orang adalah sebesar 22 % atau 22 orang. Dari tabel 4.4 diatas frekuensi populasi atau sampel yang memiliki pekerjaan sampingan yang terbanyak adalah pekerjaan lainnya seperti bertani selain tanamankopi, berternak dan sebagainya adalah sebanyak 61 % atau 61 orang, untuk pekerjaan sampingan bekerja di swasta sebesar 34 % atau 34 orang dan responden yang terkeciladalah untuk pekerjaan sampingan PNS sebsesar 15 % atau 15 orang.

4.3. Tingkat Produksi Kopi

  Selain luas lahan, faktor pendukung tingkat produksi lainnya adalah waktu yang digunakan untuk perawatan tanaman kopi, banyaknya waktu bekerja petanitergantung dari luas lahan petani kopi tersebut, hasil observasi dijumpai rata-rata waktu yang digunakan 252,68 jam per bulan, sedangkan petani yang paling sedikitmenggunakan waktu bekerja adalah 92 jam per bulan dan petani yang paling banyak menggunakan waktu bekerja adalah 544,8 jam per bulan. Demikian juga halnya dengan pendapatan petani kopi di kabupaten Dairi, yang mempengaruhi pendapatan petani kopi adalah harga kopi di tingkat produsenyang sangat rendah sebesar Rp.

4.4. Hasil Estimasi dengan menggunakan OLS

  Dalam hal ini variabel yang digunakan adalahvariabel luas lahan, variabel waktu kerja, variabel pengalaman bertani, pupuk dan variabel pestisida. dibawah ini akan dijelaskan sebagai berikut: Tingkat Produksi Tanaman KopiLQ = -0.41 + 0.38 LLL + 0.03 LPB + 0.37 LWK + 0.10 LF + 0.16 LPs Std.

2 R = 0.9795

F- = 25109.69stat Keterangan : ** signifikan pada 5%

2 Berdasarkan nilai ) sebesar 0.979, berarti variabel variabel luas

  Demikian halnya dengan variabel pupuk yang mempunyai t- hitung sebesar 1,682 lebih kecil dari t-tabel = 0,05 sebesar 1,985, tetapi jikadibandingkan dengan t-tabel pada = 0,10 variabel pupuk yang mempunyai t-hitung sebesar 1,682 lebih besar dari t-tabel = 0,10 sebesar 1,657 yang menunjukkanbahwa variabel pupuk signifikan pada = 0,10. Namun demikian, bila dilihat dari nilai F-statistik yang diperoleh, yaitu sebesar 25109.69 , yang lebih besar dari F 0,01 (5,100) = 3,20 ; ini berarti secarabersama-sama (serentak) luas lahan (LL), pengalaman bertani (PB), waktu kerja(WK), pupuk (F), dan pestisida (Ps) akan mempengaruhi produksi kopi di Kabupaten Dairi dengan tingkat keyakinan 99%.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

  Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa koefisien (elastisitas) luas lahan dan waktu kerja mempunyai nilai yang lebih tinggi jika dibandingkandengan koefisien(elastisitas) pengalaman bertani, penggunaan pestisida, dan pupuk. Oleh karena itu luas lahan dan waktu kerja merupakan faktor yangmemberikan kontribusi yang lebih besar dalam produksi kopi di kabupaten Dairi.

5.2. Saran

  Pemerintah daerah Kabupaten Dairi terutama dinas perkebunan agar lebih aktif dalam memberikan penyuluhan kepada para petani kopi dalam rangkameningkatkan produksi kopi di kabupaten Dairi yaitu dengan menggalakkan program ekstensifikasi dan diversifikasi pertanian dengan menggunakanlahan tidur pertanian dan pemanfaatan waktu kerja yang produktif. Sebagaimana koefisien determinasi sebesar 0,979 yang berarti ada sekitar2,1 % produksi dan pendapatan petani kopi di kabupaten Dairi dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.

DAFTAR KUESIONER

A. PENGENALAN TEMPAT 1

B. IDENTITAS PETANI

  Tanam - Penanaman - Pemupukan - Penyiangan - Pemberantasan Hama - Panen 3 Pestisida 2 Pupuk 1 Bibit 7. Utama : b Sampingan : 5.

C. URAIAN BIAYA TANAMAN NO URAIAN Vol/Lahan Harga/Unit Total Harga

Dokumen baru

Download (96 Halaman)
Gratis