Strategi Amerika Serikat dalam merespon konflik Suriah-Israel periode 2002-2008

Gratis

4
25
132
2 years ago
Preview
Full text

STRATEGI AMERIKA SERIKAT DALAM MERESPON KONFLIK SURIAH-ISRAEL

  STRATEGI AMERIKA SERIKAT DALAM MERESPON KONFLIK SURIAH-ISRAEL Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan MemperolehGelar Sarjana Sosial (S.Sos) Oleh: Andhini Citra Pertiwi109083000064 PROGRAM STUDI HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA ABSTRAK Skripsi ini membahas serta menganalisa strategi yang ditempuh AmerikaSerikat dalam merespon konflik Suriah dan Israel pada periode 2002-2008. Amerika Serikat menempuh langkah-langkah yang kontradiktif dalam kasus ini, karena memilih strategi yang konfrontatif dankooperatif.

PERIODE 2002-2008

  Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan MemperolehGelar Sarjana Sosial (S.Sos) Oleh: Andhini Citra Pertiwi109083000064 PROGRAM STUDI HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA ABSTRAK Skripsi ini membahas serta menganalisa strategi yang ditempuh AmerikaSerikat dalam merespon konflik Suriah dan Israel pada periode 2002-2008. Amerika Serikat menempuh langkah-langkah yang kontradiktif dalam kasus ini, karena memilih strategi yang konfrontatif dankooperatif.

KATA PENGANTAR

  Penulis juga ingin mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada lima sosok manusia yang paling penting dalam hidup penulis yaitu Mama KrisnaSesnita, Papa Iswandi Taruhun, Abang (alm) Zacky Yudha Perwira, Abang AndhikaYudha Perwira dan Adek Umar Mursid yang senantiasa mendoakan, menemani dan berjuang bersama penulis. Kepada kucing dan kelinci penulis yang selalu menemani penulis begadang saat mengerjakan skripsi dan tugas partner dalam suka maupun duka serta menjadi sharing partner dan think tank yang bijaksana dalam menghadapi berbagai dinamika hidup.

DAFTAR ILUSTRASI

Ilustrasi 1.1 Model Strategi Art Lykke…………………………………………........10 Ilustrasi 2.1 Diagram Distribusi Bantuan Regional AS Tahun 2004………………..24 Ilustrasi 3.1 Peta Dataran Tinggi Golan……………………………………………..43 Ilustrasi 3.2. Penetapan Garis Perbatasan 1923, 1949 dan 1967………………........51 Ilustrasi 3.3 Pembagian Wilayah Suriah …………………………………………………………....51Ilustrasi 4.1 Hubungan antara Prinsip Neokonservatisme, Doktrin Bush dan National Security Strategy 2002…………………………………………....……79

DAFTAR SINGKATAN

DAFTAR LAMPIRAN

AIPAC : American Israel Public Advisory CommitteeAS : Amerika SerikatBoP : Balance of PowerDK PBB : Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-BangsaFMF : Foreign Military FinancingPBB : Prserikatan Bangsa BangsaPM : Perdana Menteri Lampiran 1 Wawancara dengan Charge d’Affaires Suriah untuk Indonesia……xxxiii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

  Presiden AS Richard Nixonmemutuskan bahwa strategi yang paling tepat adalah dengan melibatkan diri dalam proses perdamaian Arab Sedangkan proses perdamaian Suriah “No war is possible without Egypt and no peace is possible without Syria”(Tidak akan ada perang tanpa Mesir dan tidak akan ada perdamaian tanpa Suriah) (Daoudy 2008:1). PM Shimon Peres yang menggantikan PM Rabin menolak merealisasikan Rabin Deposit namun tetap Pasca terhentinya proses perdamaian Suriah Amerika Serikat pada periode 2002 1.2 Pertanyaan Penelitian Penelitian ini akan menjawab pertanyaan penelitian: Mengapa AS memilih menggunakan beberapa strategi dalam merespon Konflik Suriah 1.3 Tujuan penelitian skripsi ini adalah: 1.

1.4 Tinjauan Pustaka

  Artikel ini berjudul Mediasi dalamHukum Internasional Studi Kasus: Mediasi AS dalam kasus Suriah Pembeda antara penelitian Suwarno dan penelitian ini adalah dari segi tahun penelitian dan kerangka pemikiran yang digunakan. Hasilnya adalah tiga faktorpenjelas dari hasil perundingan damai Israel Pembeda penelitian Bie dengan penelitian ini adalah secara objek penelitian, Bie mengambil studi komparasi antara negosiasi Israel Sedangkan skripsi ini menggunakan teori regional security complex, strategi, konsep balance of power dan konsep kepentingan nasional.

1.5 Kerangka Pemikiran

  1.5.1 Teori Regional Security Complex Menurut Buzan dan Waever (2003:40-44) security complex adalah kelompok negara-negara yang memiliki fokus isu keamanan yang sama sehinggakepentingan nasional di bidang keamanannya tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain. Lebih jauh menurut Axelrod dan Keohane (1985:226-227) strategi suatu negara berfokus pada interaksi antar negara dan usaha negara-negara dalam membangun institusi yang memiliki prinsip, norma, nilai dan prosedur tertentu dalam mengatur hubungan internasional.

1.5.3 Kepentingan Nasional

  Sedangkan kepentingan konfliktual adalah kepentingan nasional yang saling bertentangan satu dengan yang lainnyacontohnya AS menginginkan perdamaian Suriah Menurut U. S Army War College inilah yang akan digunakan untuk memahami alasan AS memilih strategi tertentudalam merespon konflik Suriah – Israel periode 2002 – 2008.

1.5.4 Balance of Power (Perimbangan Kekuatan)

  Kedua, setelah kompetisi BoP regional yangdilakukan para great power, BoP regional akan terbentuk di antara negara-negara kawasan yang memiliki power lebih rendah dari great power dan usaha hegemoniglobal yang ingin dicapai sebuah negara great power akan gagal. Menurut Liska dalam Shehaan (1996: 59), aliansi berperan penting untuk menghubungkan antara teori dan praktek dalam BoP sertamenghubungkan kebijakan AS dan Israel dalam mempengaruhi sistem regionalTimur Tengah.

1.6 Metodologi Penelitian

  Menurut Taylor dan Bogdan, penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan datadeskriptif mengenai kata-kata lisan maupun tertulis, dan tingkah laku yang dapat diamati dari orang-orang yang diteliti (Suyanto dan Sutinah 2007:166). Data-data yang digunakan terdiri dari biografi, surat-surat pribadi, buku-buku, jurnal, catatan harian, memorial, kliping, dokumen pemerintah/swasta AS, Israeldan Suriah, data yang tersimpan di website pemerintah AS, Israel, Suriah danPBB.

1.7 Sistematika Penulisan

BAB I : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1.2 Pertanyaan Penelitian 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.4 Tinjauan Pustaka 1.5 Kerangka Teoritis 1.5.1 Teori Regional Security Complex 1.5.2 Strategi 1.5.3 Kepentingan Nasional 1.5.4 Balance of Power 1.6 Metode Penelitian 1.7 Sistematika Penulisan BAB II : STRATEGI AS DALAM MERESPON KONFLIK SURIAH- ISRAEL PERIODE 2002 2.1 Posisi AS di Timur Tengah

2.2 Strategi AS dalam Merespon Konflik Suriah

BAB III : KONFLIK SURIAH 3.3 Konflik Perbatasan 3.4 Konflik Pengaruh antara Suriah dan Israel di Lebanon 3.5 Aliansi Suriah dengan Iran dan Hizbullah

BAB IV : ALASAN AS MENJALANKAN BEBERAPA STRATEGI UNTUK MERESPON KONFLIK SURIAH

4.1 Mencapai Kepentingan Nasional di bidang Ekonomi Kesehatan dan Keamanan melalui Inovasi IPTEK 4.2 Pengaruh dari Doktrin Bush 4.3 Menciptakan Balance of Power di Timur Tengah

BAB V : KESIMPULAN

BAB II STRATEGI AMERIKA SERIKAT DALAM MERESPON KONFLIK ISRAEL PERIODE 2002 2008 – SURIAH-

2.1 Posisi Amerika Serikat di Timur Tengah

  Lahirlah konsep land for peace yaitu konsep untuk menukarkan perdamaian, yang indikatornya seperti membuka hubungan diplomatik dankerjasama di berbagai bidang, dengan mengembalikan tanah yang diokupasi dan aneksasi Israel pada Perang 1967. Setelahnya, AS terus memimpin proses penyelesaian konflik di Timur Tengah dengan mengadakan Penjelasan proses sejarah keterlibatan AS tersebut menandakan bahwa AS menjadi tumpuan utama dalam proses penyelesaian konflik Arab Kedua, ada persepsi bahwa konflik Arab power dibentuk oleh dukungan great power terhadap suatu negara (Miller 2004:154).

2.2 Strategi Amerika Serikat dalam Merespon Konflik Suriah – Israel periode 2002 -2008

  Poin pertama dalam prinsip tersebut merekomendasikan agar AS ikut serta dalam penyelesaian konflik lokal yang berpotensi meningkatkan potensi konflikregional namun pada poin kedua AS diminta untuk realistis pada kemampuannya dalam menolong negara lain, sehingga AS akan bergerak setelah negara-negaramenyadari perannya masing-masing. Bush, AS menjadi pihak yang aktif dalam mempersiapkan negara- negara untuk memahami posisinya agar siap memulai proses perdamaian sepertipada shuttle diplomacy yang dilakukan oleh Menlu Kissinger pada masa PresidenNixon sampai masa Presiden Clinton.

2.2.1 Strategi Kooperatif AS dalam merespon Konflik Suriah – Israel periode 2002 – 2008

  Sedangkan yang dimaksud dengan ASmelihat peluang kerjasama dengan Suriah dijelaskan dalam ilustrasi berikut: keinginan Suriah untuk memperoleh kembali Dataran Tinggi Golan merupakancelah bagi AS agar Suriah mau memenuhi permintaan AS demi mendapatkan kembali Dataran Tinggi Golan. Basham Alkhatib dalam wawancara (22/4/2014) dengan penulis mengatakan bahwa Menteri Luar NegeriAS Collin Powell saat menemui Presiden Assad tahun 2003 di Suriah meminta Bentuk kerjasama yang diharapkan AS dari Suriah dan Israel terutama di bidang intelijen.

2.2.2 Strategi Konfrontatif AS dalam merespon Konflik Suriah – Israel periode 2002 – 2008

  Sementara di Irak, pejabat ASmengancam akan melakukan aksi militer terhadap Suriah jika tetap menfasilitasi AS menolak diadakannya pembicaraan lanjutan dengan Suriah tanpa kehadiran Iran dalam konferensi perdamaian mengenai Irak dan menasehati Israeluntuk tidak melanjutkan negosiasi perdamaian. AS menolak anggapan bahwa AS menjadi penghalang bagi proses perdamaian Suriah Presiden Bush memberikan rekomendasi agar Israel menyerang Hizbullah dan Suriah saja (Parry 2006:11).

BAB II I KONFLIK SURIAH

3.1 Sejarah Konflik Suriah dan Israel

  Setelah itu, kembali terjadi konflik terbuka di antara keduanya padaPerang Arab Semenanjung Sinai (dari Mesir) serta Gaza dan West Bank (dari Palestina)(International Crisis Group Report 2007:5). Negara-negara Arab termasuk Suriah, ingin merebut kembali daerah yang di okupasi oleh Israel sehingga terjadi PerangArab Israel III.

3.2 Okupasi dan Aneksasi Israel atas Dataran Tinggi Golan

  Ilustrasi 3.1 Peta Dataran Tinggi GolanGolan Heights Sumber: Wingfield (2013:39) Seperti terlihat dalam peta, Dataran Tinggi Golan secara geostrategis dan militer sangat penting bagi Suriah dan Israel karena menjadi pembatas antara Kemudian signifikansi Dataran Tinggi Golan dalam Sumber Daya Air pun sangat krusial karena merupakan masalah yang sensitif bagi Suriah dan Israel. Dimensi kedua, birokrasi dan mekanisme hukum termasuk mengatur siapa yang menduduki posisi penting di Golan, mengatur akses pekerjaan, memperketat izinmelakukan perjalanan, menggunakan lisensi dan surat izin sebagai teknik dalam mengontrol hak-hak politik, kebijakan pajak yang diskriminatif dan pembangunanrencana dan zona permukiman bagi warga Israel dan membatasi pertumbuhan komunitas di daerah okupasi.

3.3 Konflik Perbatasan

  Ilustrasi Penetapan Garis Perbatasan 1923, 1949 dan 1967 Sumber: Hof 2009:5 Signifikansi garis sepanjang 12 kilometer dan lebar 10 meter ini menurutSherman dalam Repko (2007:2) adalah siapapun yang mengusai garis ini maka akan Posisi Suriah dan Israel pada Perang 1967 masih sesuai dengan perpanjangan perjanjian Inggris dan Perancis tahun 1926. Berikut adalah gambaran pembagian Suriah Ilustrasi 3.3 Pembagian Wilayah Suriah – Israelsesuai Resolusi DK PBB Nomor 350 Tahun 1974 Sumber: UNDOF Website (www.undof.unmission.org) diakses pada 4 September 2014UNDOF berfungsi sebagai pengawas gencatan senjata antara Suriah dan Israel, mengawasi pemisahan kekuatan militer antara Suriah dan Israel serta mengawasidaerah pemisahan dan pembatasan sesuai dengan kesepakatan pasca Perang 1974(www.undof.unmission.org).

3.4 Aliansi Suriah dengan Iran dan Hizbullah

  Israel merespon keterlibatan Suriah dalam Perang Israel Jane’s Defence Weekly dalam (Cordesman 2007:12) sebagai berikut : “Suriah akan mengambil hikmah dari perang Israel – Hizbullah2006, yaitu tentang efektivitas advanced anti-tank weapons dalam melawan pertahanan baja Israel dan keterbatasan Angkatan Udara Israeldalam menghadapi roket api di area yang dekat dengan permukiman penduduk. Sebelum Perang Israel ”Implementasi dari asumsi ini adalah adanya pengembangan senjata yang dilakukan aliansi Suriah Lebih jauh lagi menurut Israel dan AS, aliansi Iran dan Suriah juga berusaha mengembangkan nuklir sejak tahun 2004 dengan bantuan dari Rusia dan Korea Utara(world-nuclear.org).

3.5 Konflik Pengaruh antara Suriah dan Israel di Lebanon

  Okupasi Israel diLebanon berlangsung dari tahun 1982 Organization (PLO) ke perbatasan Israel bagian Selatan; kedua, menghancurkan infrastruktur PLO di Lebanon; ketiga mengusir militer Suriah yang berada di BeekaValley dan mengurangi pengaruh Suriah di Lebanon; keempat, membangun pemerintahan yang stabil di Lebanon dan memperkuat posisi Israel di Tepi Barat(Solley 1987:1). Koalis March 8 merasa keberatan dengan draft poin ketiga ini karena merasa, perundang-undangan ini merupakanusaha March 14 yang di back-up oleh AS dan Israel untuk mengintervensi tim pencari fakta yang akan dibuat pasca ratifikasi dengan tujuan akhir menjadikanHizbullah dan Suriah sebagai terdakwa dalam pembunuhan PM Rafik Hariri (Salem2006:2).

BAB IV ALASAN PEMILIHAN STRATEGI AS DALAM MERESPON KONFLIK SURIAH – ISRAEL PERIODE 2002 -2008 AS telah memimpin usaha perdamaian Suriah – Israel selama lima puluh tahun. Presiden George W. Bush membuat strategi yang sangat berbeda dibandingkan

  Baker dan mantan anggota Iraq Study Group menyimpulkan bahwa Irak akan stabil dan kepentingan nasional AS di Timur Tengah dapat terpenuhi jika AS memiliki komitmen yang kuat dan komprehensif dalam memimpin perdamaian di semua lini khusunya Suriah danIsrael. Pada tahap ini pemerintah AS memilih melakukan strategi yang kooperatif untuk mengamankan kepentingan nasional AS di Timur Tengah dan strategi yangkonfrontatif untuk mengamankan Israel.

4.1 Ekonomi, Kesehatan dan Keamanan melalui Inovasi IPTEK

  Jika jumlah ini dibandingkan US Departement of Commerce dengan intensitas perdagangan AS Defisit perdagangan AS terhadap Israel juga memperlihatkan keunggulan Israel di bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Ilmu Pengetahuan dan Tekonologi (IPTEK),kesehatan, obat-obatan dan keamanan. Hal ini membuat Israel telah berkontribusi secara langsungbagi kesehatan dan ekonomi AS dengan mengurangi biaya kesehatan, membuka lapangan kerja baru, meningkatkan produktifitas pekerja AS dan menambahkesuksesan manufaktur biomedis AS (Eeisentadt dan Pollock 2012:xiii).

4.2 Doktrin Bush sebagai Konsep Pembuatan National Security Strategy 2002

  power Militerisme maksudnya untuk menjaga keunggulan dan kemampuan bertindak secara unilateral, AS harus memiliki kapabilitas militer yang melebihi negara-negara lain Hubungan antara kelompok neokonservatif AS dengan Israel menurut JacobHeilbrunn dalam MacDonald (2008:1) adalah neokonservatisme yang merupakan seperangkat pemikiran yang dibentuk oleh pengalaman imigran Yahudi yangmengalami holocaust dan pada abad 21 ini berjuang melawan totalitarianism. Isinya adalah rekomendasi untuk membatalkan konsep yang dianggap tidak sesuai dengan kepentingan Israel dan agar Israel land for peace fokus pada realitas regional balance of power dengan pendekatan realpolitik dan menggantungkan diri pada aksi dan sumberdaya AS (Institute for Research: MiddleEastern Policy Inc. 2003:2).

4.3 Politik Internasional Timur Tengah didominasi oleh beragam konflik (yang bisa

  Menurutanalisa penulis, AS menjaga aliansi dengan Israel untuk menjaga hegemoninya melawan negara-negara yang pernah berada di bawah pengaruh Uni Soviet seperti Lebih jauh lagi bagi AS, peran penting Israel di Timur Tengah adalah sebagai yaitu negara yang menerima tanggung jawab untuk menghadapi buck-catcher aggressor dari negara buck-passer (AS) (Toft 2003:8). Keberadaan Israel membuat AS tidak harus selalu turun langsung dalam menghadapi Hizbullah contohnya Perang Israel Menurut analisa penulis konflik Israel dengan Suriah dan negara-negara Arab lain yang menolak keberadaan Israel juga memberikan keuntungan sendiri pada AS, yaitumembuat Suriah dan negara-negara Arab tergantung pada AS untuk mendapatkan kembali daerah yang telah diokupasi oleh Israel melalui jalur diplomasi.

BAB V KESIMPULAN Amerika Serikat merupakan great power yang telah melibatkan diri dalam

  Awal mula keterlibatan AS dalam proses perdamaianSuriah Ada empat hal yang membuat AS menjadi satu-satunya tumpuan dalam penyelesaian Konflik Arab Secara umum strategi AS dalam konflik Suriah Tujuan negosisasi Suriah Strategy tahun 2002. Implementasi dari strategi ini adalah mengadakan pembicaraan damai untuk mengakomodir Suriah dan Israel yaitu Inisiasi Jenewa tahun 2003 dan KonferensiAnnapolis tahun 2007.

DAFTAR PUSTAKA

  The Israeli only takes an advantage from Golan natural resources and they don't stop to build settlement and nothing US can do to stop itbecause Israel is their ally.” Me : “So what was the US role to resolve that?” Ambassador : “The US did nothing to resolve that.” Me : “How about 2003 peace map and Annapolis Conference?” Ambassador : “Yes, US held that, but the main purpose was not for creating everlasting peace in Middle East. Did US give an incentive to Syria to join in peace conference?” Ambassador : “Yes a little incentives but every incentives had a consequences and the consequences is always related to their interest.” Me : “How about your opinion about bush diplomacy in Syria after 9/11 and afterIraq war?” Ambassador : “If you talk about US, you don't talk about leader characteristic but you talk about US system.

Dokumen baru