Penerapan Hukum Internasional dalam Menyelesaikan Konflik Internasional Israel dan Palestina.

Gratis

25
142
126
3 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Segala puji dan hormat syukur penulis panjatkan kepada Tuhan YesusKristus Sang Kepala Gerakan sebagai Tuhan yang hidup yang telah mencurahkan barkat dan karunia-Nya yang melimpah sehingga penulis dapat menyelesaikanpenulisan skripsi ini, sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk menyelesaikan masa studinya dan memperoleh gelar Sarjana Hukum JurusanHukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Tetapi didasari oleh penulis karena melihat dan mengamati bahwa lemahnya hukum internasional yang dapat diterapkan dalammasalah konflik internasional antara Israel dan Palestina yang sudah terjadi sejak lama.

DAFTAR ISI

  Selain itu juga hukum internasional lemah dalam hal suatu negara yang tidak meratifikasi perjanjian internasional yang telah dijadikan ketetapanhukum internasional oleh negara-negara dalam rangka pergaulan internasional, maka tidak ada kewajiban bagi negara tersebut untuk tunduk pada ketentuanhukum internasional. Selain itu juga hukum internasional lemah dalam hal suatu negara yang tidak meratifikasi perjanjian internasional yang telah dijadikan ketetapanhukum internasional oleh negara-negara dalam rangka pergaulan internasional, maka tidak ada kewajiban bagi negara tersebut untuk tunduk pada ketentuanhukum internasional.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hubungan-hubungan internasional pada hakikatnya merupakan proses

  perkembangan hubungan antar negara yang diadakan oleh negara-negara baik yang bertetangga ataupun antar benua yang kemudian dengan banyak negaramelalui utusan masing-masing negara, negara dengan individu, atau negara dengan organisasi-organisasi internasional lainnya dan juga antar sesama subjekhukum lainnya yang diakui oleh hukum internasional tidak selamanya terjalin dengan baik. Menurut data dari para pejabat Palestina dan PBB, serangan udara tiga hari berturut-turut dari Israel yaitu pada tanggal 27, 28, dan 29Desember 2008 telah menyebabkan 345 orang meninggal dan 1600 luka, kebanyakan dari mereka adalah anggota Hamas dan paling sedikitnya 50 warga 5 sipil .

6 Masyarakat) , adalah untuk menjamin pencapaian kepentingan masing-masing

  Israel sebagai suatu negara di wilayah Palestina yang sekaligus menandai platform politik yang cukup fundamental dari kelompok Hamas mengingat mereka 8 merupakan partai politik yang mengecam kehadiran Israel di wilayah Palestina . Permasalahannya adalah apakah Israel dan Palestina memang merupakan suatu negara berdasarkan hukum internasionalsehingga mewajibkan kedua negara tersebut untuk tunduk pada ketentuan hukum internasional dan bagaimanakah peranan hukum internasional dalammenyelesaikan konflik negara mereka.

9 Imperium yang berarti bahwa suatu negara berdaulat dapat menjalankan hukum

  nasional negaranya dalam rangka mencapai tujuan negara tersebut tadi yang berarti hukum internasional yang tidak dapat dipaksakan pemberlakuannya disuatu negara tadi. Untuk itu perlu bagi negara yang ada di dunia untuk dapat menyelesaikan konflik internasional dengan cara-cara damai sesuai dengan yang diakui HukumInternasional, dalam rangka menghindari akibat-akibat dari terjadinya perang terutama perlindungan terhadap penduduk sipil.

D. KEASLIAN PENULISAN

  Skripsi ini berjudul “Penerapan Hukum Internasional dalam Menyelesaikan Konflik Intenasional antara Israel dan Palestina”. Topik utama dalam penulisan skripsi ini adalah tentang bagaimana penerapan hukum internasional sebagai suatu pranata hukum yang dapat mengikatsuatu negara yang berdaulat terutama dalam penyelesaian suatu konflik secara damai.

E. TINJAUAN KEPUSTAKAAN

  Seperti yang termuat dalam Pasal 1 Piagam PBB,tujuan utama dari PBB adalah menciptakan perdamaian dan keamanan internasional, menghindarkan generasi yang akan dating dari peperangan,memajukan penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia dan kebebasan dasar serta mendorong negara-negara untuk menyelesaikan konflik-konflik melalui 12 cara-cara penyelesaian dengan hubungan yang bersahabat . Namun yang perlu dikaji lebih lanjut adalah bagaimanakah eksistensi Israel danPalestina sebagai seuatu negara dihadapan hukum internasional sehingga mewajibkan kedua negara tersebut tunduk pada ketentuan hukum internasionaldalam rangka memelihara perdamaian dan keamanan internasional, yaitu dengan melihat pada syarat-syarat terbentuknya suatu negara secara hukum internasionalserta sejauh mana penerapan hukum internasional menyelesaikan konflik kedua negara tersebut.

20 Negara-negara (Law making treaties) , termasuk dalam menyelesaikan masalah

  Sebagai tindak lanjut terhadap konflik internasional antara Israel dan Palestina yang berlangsung sejak lama, PBB sebagai organisasiinternasional yang bertugas menjaga perdamaian dan ketertiban dunia telah melakukan kebijakan-kebijakan yaitu antara lain mengeluarkan resolusi DewanKeamanan PBB untuk mengadakan gencatan senjata diantara kedua negara yang sedang konflik. Kedua aturan hukum internasional tersebut diatas merupakan instrumen hukum humaniter yang pada dasarnya bertujuanuntuk memberikan perlindungan terhadap kombatan maupun penduduk sipil dari penderitaan yang tidak perlu, menjamin hak asasi manusia yang sangatfundamental bagi mereka yang jatuh ke tangan musuh, serta mencegah 23 dilakukannya perang secara kejam tanpa mengenal batas .

26 Israel dan Palestina

F. METODE PENULISAN

  Jenis dan Sifat PenelitianJenis dari penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Penelitian Hukum Normatif (legal research), yaitu dengan mengacu pada berbagai norma hukum, dalam hal ini adalah perangkat hukum internasional yang terdapat didalam berbagai sumber terkait dengan konflik internasional serta penyelesaiannya 2. lainnya yang memuat penjelasan-penjelasan yang berhubungan dengan penulisan skripsi ini, dan yang menjadi bahan penunjang terhadap penulisan skripsi iniberupa kamus Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris ataupun kamus istilah-istilah hukum serta pedoman lainnya untuk penulisan.

G. SISTEMATIKA PENULISAN

  Eksistensi Israel dan Palestina Sebagai Suatu Negara dalam Hukum Internasional D. Penerapan Hukum Internasional dalam MenyelesaikanKonflik Israel dan Palestina C.

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG NEGARA A. Pengertian dan Syarat-Syarat Terbentuknya Negara Sudah menjadi kodrat alam, bahwa manusia sejak dahulu kala selalu hidup

  Namun kita dapat mengambil beberapa pengertian suatu negaraberdasarkan pengertian-pengertian oleh para ahli yang dapat dijadikan sebagai suatu sumber hukum atau biasa disebut dengan doktrin para sarjana. Sertapengertian suatu negara berdasarkan hukum internasional yang dapat kita ambil dari Konvensi Montevidio tahun 1933.

1. Pengertian Negara Menurut beberapa Sarjana

  Menurut Plato, negara adalah suatu tubuh yang senantiasa maju, berevolusi dan terdiri dari orang-orang (individu-individu) yang timbul atau adakarena masing-masing dari orang itu secara sendiri-sendiri tidak mampu memenuhi kebutuhan dan keinginannya yang beraneka ragam, yang menyebabkanmereka harus bekerja sama untuk memenuhi kepentingan mereka bersama. Berdasarkan pengertian yang disampaikan oleh sarjana ini adalah bahwa suatu negara terbentuk olehsekumpulan manusia yang menyatukan dirinya dan kemudian mengadakan perjanjian antar sesama mereka untuk menjadikan negara yang mereka bentuksendiri sebagai alat untuk keamanan dan perlindungan bagi mereka (TeoriPerjanjian Masyarakat atau teori kontrak sosial).

2. Syarat-Syarat Terbentuknya Negara

  33 unsur-unsur, yaitu : a) Penduduk yang tetap,Penduduk yang dimaksud disini yaitu sekumpulan manusia yang hidup bersama di suatu tempat tertentu sehingga merupakan satu kesatuanmasyarakat yang diatur oleh suatu tertib hukum nasional, tidak harus yang berasal dari rumpun, etnis, suku, latar belakang kebudayaan,agama ataupun bahasa yang sama. Institut Hukum Internasional (the Institute of International Law) mendefinisikan pengakuan terhadap suatu negara baru sebagai suatu tindakan satu atau lebih negara untuk mengakui suatu kesatuan masyarakat yang terorganisir yang mendiami wilayah tertentu, bebas dari negaralain serta mampu menaati kewajiban-kewajiban hukum internaisonal dan menganggapnya sebagai anggota masyarakat internasional.

1. Eksistensi Israel sebagai Suatu Negara Dalam Hukum Internasional

  Pada tahun ke-63 SM Judah dan Israel jatuh ke tangan orang Romawi, yang pada tahunke-70 berhasil menghancurkan pemberontakan Yerusalem dan menghancurkanBait Allah bangsa Israel (the Second Temple) yang dibangun Nehemia, dan diperluas oleh Raja Herodes untuk menarik simpatik rakyat Yahudi waktu itu). Perjanjian antara kedua negara tersebut merupakansalah satu dari perjalanan proses pemerintahan di negara Israel sejak kemerdekaannya, dan menunjukkan bahwa Israel sebagai negara yang berdaulatmemiliki pemerintahan, dimana wakil dari pemerintahannya atau perdana menteri yang pada waktu itu menjabat mengadakan Perjanjian Internasional denganJerman dalam rangka mencapai kepentingan nasional Negara Israel.

2. Eksistensi Palestina sebagai Suatu Negara Dalam Hukum Internasional

  45 Palestina mengklaim wilayah negaranya dengan perbatasan dimulai dari Lebanon di Ras El-Nakoura di wilayah Laut Tengah (Laut Mediterania) dan dengan garis lurus mengarah ke timur sampai ke daerah di dekat kota kecilLebanon yaitu kota Bent Jubayel, di mana garis pemisah antara kedua negara ini miring ke Utara dengan sudut yang hampir lurus. Masuknya Hamas ke medan perpolitikan adalahprose salami yang bertujuan membenahi berbagai penyimpangan yang ada di dalam berbagai peraturan yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip rakyatPalestina dan memberikan perlindungan terhadap berbagai kekayaan dan hak-hak mereka.

BAB II I KONSEP KONFLIK INTERNASIONAL A. Pengertian dan Perbedaan Konflik dengan Sengketa Internasional

1. Pengertian Konflik Internasional

  Konflik terdiri dari tiga jenis yaitu konflikbatin (konflik yang disebabkan adanya dua gagasan atau lebih atau keinginan yang saling bertentangan untuk menguasai diri sehingga mempengaruhi tingkahlaku), konflik kebudayaan (yaitu persaingan antara dua masyarakat sosial yang mempunyai kebudayaan yang hampir sama) dan konflik sosial (yang merupakan 50 pertetnatngan antar anggota masyarakat yang bersifat menyeluruh di kehidupan) . Selanjutnya konflik regional, yang isu utamanya menekankan pada proses negosiasi dan hubungan antara negara tetangga yang berada dalam satu kawasan,misalnya konflik antara Israel dan Palestina yang berada di kawasan TimurTengah..

55 Palestina

  Dengan adanya ketentuan-ketentuan seperti ini, maka suatu negara yang melakukan tindakan kekerasan terhadap negara lain tetap terlibat dalam suatu konflikbersenjata sekalipun negara tersebut mengatakan bahwa ia melakukan suatu aksi polisional (kebijakan) negaranya ataupun sedang melakukan pembelaan diri (self defense), tetap harus tunduk pada ketentuan hukum internasional mengenai konflik bersenjata baik yang bersifat internasional maupun non-internasional. Permusuhan yang berlangsung di Korea tahun 1950-1953 yang berakhir dengan Perjanjian Gencatan Senjata (Armistice Agreement) pada tanggal 27 Juli1953, serta konflik disekitar zona Terusan Suez yang melibatkan Israel, Mesir,Prancis dan Inggris tahun 1956 yang pada akhirnya memperkuat perkembangan perkembangan praktek negara-negara sampai ke tingkat tertentu telah mengubahsecara revolusioner dasar kaidah hukum internasional.

2. Pengertian Sengketa Internasional

  Konflik antara Israel dan Palestina termasuk konflik internasional karena jelas ada bentuk pelanggaran terhadap kaedah hukum internasional yangdilakukan oleh kedua negara terutama terhadap isu keamanan dan perdamaian dunia, seperti yang diatur dalam Piagam PBB sebagai suatu instrumen hukumyang diterima oleh bangsa-bangsa beradap di dunia dalam mengatur hubungan pergaulan internasional. Penduduk sipil sebagaimana diakui hukum merupakan subjek hukum(pendukung hak dan kewajiban hukum) yang pada saat itu hukum sendiri secara formal mengakui hak asasi manusia (HAM), sehinga persoalan hukum dan hakasasai manusia adalah satu, dalam pengertian hukum yang memberikan pengayoman, kedamaian serta ketentaraman manusia bermasyarakat dan 77 bernegara, serta dalam pergaulan negara di dunia internasional .

A. Mashyur Effendi, Tempat Hak-Hak Asasi Manusia dalam Hukum Internasional/Nasional, (Bandung : PT Alumni, 1980), hlm. 14

  respon tersebut bernilai positif yang diwujudkan dengan bantuan kemanusiaan ataupun untuk itu yang mengutuk aksi-aksi brutal dalam konflik kedua negarayang merupakan pelanggaran hak asasi manusia, seperti yang dilakukan oleh negara-negara Islam pada waktu agresi militer Israel ke Palestina akhir tahun 2008hingga awal tahun 2009 lalu. Seperti yang kita ketahui bahwa konflik yang terjadi diantara Israel danPalestina menewaskan banyak korban jiwa dan menghancurkan berbagai fasilitas di Palestina melalui serangan Israel yang juga mendapatkan dukungan AmerikaSerikat yang menyatakan bahwa Israel berhak melakukan seragan (use of force) sebagai bentuk pertahanan diri (self defense) negara tersebut.

C. Penyelesaian Konflik Internasional

  Tahap terakhir memiliki nuansa kultural yang kental karena tahap ini bertujuan untuk melakukan perombakan struktur sosial-budaya yang dapatmengarah kepada pembentukan komunitas perdamaian yang berkelanjutan (Peace keeping), meliputi transisi, rekonsiliasi dan konsolidasi yang menjadi tahapan terberat dan membutuhkan waktu lama. Cara penyelesaian konflik internasional dengan jalan perundingan yang melibatkan pihak ketiga adalah mediasi yaitu suatu cara penyelesaian melaluibantuan pihak ketiga sebagai pihak yang netral dalam mengupayakan perdamaian para pihak.

BAB IV PENERAPAN HUKUM INTERNASIONAL DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK INTERNASIONAL ISRAEL DAN PALESTINA A. Konflik Internasional Israel dan Palestina Konflik antara Israel dan Palestina merupakan konflik yang paling lama

  Penerapan Hukum Internasional dalam Menyelesaikan Konflik Israel dan Palestina Negara adalah subjek hukum interasional dalam arti klasik telah demikian halnya sejak lahirnya hukum internasional sebagai subjek hukum internasional,negara memiliki personalitas internasional yang dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk memiliki hak dan kewajiban internasional seperti yang telahdisebutkan sebelumnya. Dengan demikian melalui badan atau organ PBB yang langsung menangani masalah yang mengancam perdamaian dan keamanan internasionalyaitu Dewan Keamanan (Security Council), dalam konflik antara Israel danPalestina yang tak kunjung menemukan titik perdamaian dapat mengambil suatu langkah nyata, yang bisa dilakukan dengan mengeluarkan Resolusi DewanKeamanan PBB dan sangsi-sangsi, ataupun menggunakan kekerasan (Use of Forces) untuk menghentikan konflik yang terjadi diantara kedua negara tadi.

Pasal 3 Ketentuan yang Bersamaan dengan Empat Konvensi Jenewa 1949

  Penghukuman Pelanggar yang TertangkapPelanggaran terhadap hukum perang disebut dengan kejahatan perang, untuk itu, ketentuan lebih lanjut yang mengatur penghukuman terhadappelanggar yang tertangkap diatur dalam ketentuan Statuta Roma 1998 tetntang Mahkamah Pidana Internasional, yang didalamnya diatur tentangkejahatan perang. Hukum pidana internasional baik yang bersumber dari hukum internasional seperti perjanjian-perjanjian internasional dan putusan-putusanbadan peradilan internasional, sebagian besar berkenaan dengan kejahatan yang pelakunya adalah individu.

Pasal 25 ayat (2) Statuta Roma 1998

  Tanggapan Israel dan Palestina Terhadap Upaya Hukum Internasional Atas Konflik Internasional Kekhawatiran ataupun pertanyaan terhadap suatu aturan hukum internasional adalah apakah suatu negara perlu untuk menaati ketentuan hukuminternasional terkait dengan negara sebagai subjek hukum par excellence yang memilliki kedaulatan penuh, atau apakah yang menjadi sangsinya apabilaketentuan hukum internasional dilanggar. Tanggung jawab negara merupakan suatu prinsip fundamental dalam hukum internasional yang bersumber dari doktrin kedaulatan dan persamaan hakantar negara, tanggung jawab negara timbul bila ada pelanggaran atas suatu kewajiban internasional untuk berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu, baikkewajiban tersebut berdasarkan suatu perjanjian internasional maupun hukum 124 kebiasaan internasional .

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

  Seperti yang termuat dalam Pasal 1 dan Pasal 33 Piagam PBB,tujuan utama dari PBB adalah menciptakan perdamaian dan keamanan internasional, menghindarkan generasi yang akan datang dari peperangan,memajukan penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia dan kebebasan dasar serta mendorong negara-negara untuk menyelesaikan konflik-konflik melalui cara-cara penyelesaian dengan hubungan yang bersahabat. Akan tetapi meskipun telah banyak resolusi yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB sebagai organ yang yangbertanggung jawab dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional, konflik antara Israel dan Palestina tidak kunjung selesai.

B. Saran

  Agar Israel sebagai sebuah negara yang berdaulat dan merupakan negara anggota PBB turut serta dalam memelihara dan mengembalikanperdamaian dan keamanan internasional. Dalam menyelesaikan konflik Israel dan Palestina, hukum internasional juga diharapakan dapat lebih memaksanegara untuk tunduk pada ketentuan hukum internasional terkait dengan masalah perdamaian dan keamanan dunia.

DAFTAR PUSTAKA

I. Buku

  Djamili, Mizwar, Mengenal PBB dan 170 Negara di Dunia, PT Kreasi Jaya Utama, Jakarta, 1995. Kusumaatmadja, Mochtar, Hukum Humaniter Internasional Dalam Pelaksanaan dan Penerapannya di Indonesia, Sinar Grafika, Jakarta, 1980.

II. Jurnal/Artikel Esta0905 “mengenai Makna konflik”, http://www.wikipedia.com

  Penghormatan Terhadap Hukum Humaniter Internasional, International Committee of the Red Cross Inter-Paliamentary Union, September 1968. Com, dalam kuliah umum Solidaritas Indonesia untuk Palestina Pasca Serangan Israel ke Jalur Gaza;Dimensi Politik dalam Lingkungan Strategis Kontemporer, Direktur Timur-Tengah, Direktorat Jenderal Asia-Pasifik dan Afrika, Departemen Luar Negeri Republik Indonesia, 2009.

III. Instrumen Internasional

Konvesi Jenewa 1949 mengenai perlindungan korban perangKonvensi Montevidio 1933 tentang syarat-syarat berdirinya suatu negaraPiagam PBB Protokol Tambahan I dan II 1977Resolusi Dewan Keamanan PBBResolusi Majelis Umum PBBStatuta Mahkamah InternasionalStatuta Roma

IV. Internet

V. Kasus-kasus

  Org/jsource/society&culture/newpop/html .http://www.komisihukum.go.id/article, Hartikusti Harkrisno, Kejahatan Berat Hukum Humaniter.http://muslimstory.wordpress.com/2009/27/dahsyat-jumlah-penduduk- Palestina-naik tujuh kali lipat.http://www.setneg.go.id/index.php-html-negara di dunia yang meratifikasi Statuta Mahkamah Pidana Internasional.http:// The United Nations. Konflik disekitar zona Terusan Suez yang melibatkan Israel, Mesir, Prancis dan Inggris tahun 1956.

Dokumen baru