Struktur Dan Komposisi Jenis Tegakan pada Areal Bekas Illegal Logging di Tangkahan

Gratis

4
67
80
3 years ago
Preview
Full text

STRUKTUR DAN KOMPOSISI JENIS TEGAKAN PADA AREAL BEKAS

WIBOWO ADHIGUNA PARDEDE 051201003/MANAJEMEN HUTANPROGRAM STUDI KEHUTANAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011

  ILLEGAL LOGGING DI TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER RESORT TANGKAHAN SKRIPSIOleh : Judul : Struktur Dan Komposisi Jenis Tegakan pada Areal BekasIllegal Logging di Tangkahan Nama : Wibowo Adhiguna Pardede NIM : 051201003Departemen : Kehutanan Program Studi : Manajemen Hutan Disetujui Oleh, Komisi PembimbingKetua Anggota Pindi Patana, S. Hut, MSc Siti Latifah, S.

NIP. 1975 0525 2000 03 1001 NIP.1971 0416 2001 12 2001

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan komposisi pada areal bekas illegallogging di Taman Nasional Gunung Leuser resort Tangkahan, dan membuat profilhutan dari struktur tegakan hutan dan komposisi jenis pohon dari areal bekasillegal logging di Taman Nasional Gunung Leuser resort Tangkahan. Indeks keanekaragaman jenis tertinggi terdapat pada tingkat pohon dengan H’ sebesar 3,859 sedangkan yangterendah terdapat pada tingkat pertumbuhan semai dengan H’ sebesar 3,277 sehingga kategori indeks keanekaragaman jenis semai dan pohon tersebuttermasuk dalam kategori tinggi.

RIWAYAT HIDUP

  Tahun 2003 penulis lulus dari SMA LAKSAMANA MARTADINATA MEDAN, dan pada Tahun 2005 masuk ke Fakultas Pertanian USU melalui jalurujian tertulis Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru, penulis memilih Program Studi Manajemen Hutan, Departemen Kehutanan. Adapun judul penelitian iniadalah “Struktur dan Komposisi Jenis Tegakan pada Areal Bekas Illegal Logging di Tangkahan”.

DAFTAR LAMPIRAN

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan komposisi pada areal bekas illegallogging di Taman Nasional Gunung Leuser resort Tangkahan, dan membuat profilhutan dari struktur tegakan hutan dan komposisi jenis pohon dari areal bekasillegal logging di Taman Nasional Gunung Leuser resort Tangkahan. Indeks keanekaragaman jenis tertinggi terdapat pada tingkat pohon dengan H’ sebesar 3,859 sedangkan yangterendah terdapat pada tingkat pertumbuhan semai dengan H’ sebesar 3,277 sehingga kategori indeks keanekaragaman jenis semai dan pohon tersebuttermasuk dalam kategori tinggi.

1. Mengetahui struktur dan komposisi hutan pada areal bekas illegal logging di Taman Nasional Gunung Leuser resort Tangkahan

  Manfaat penelitianHasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai struktur tegakan hutan dan komposisi jenis pohon dari areal bekas illegal loggingdan sebagai bahan referensi kepada pihak terkait dalam merumuskan pengembangan pengelolaan Taman Nasional Gunung Leuser resort Tangkahan. Dijelaskan pula bahwa struktur tegakan adalahdistribusi jenis dan ukuran pohon dalam tegakan atau hutan yang menggambarkan komposisi jenis, distribusi diameter, distribusi tinggi dankelas tajuk (Oliver dan Larson 1996 dalam Boreel 2009)Kegunaan Struktur Tegakan Hutan Menurut Suhendang (1985), pengetahuan tentang struktur tegakan hutan berguna untuk penentuan kerapatan pohon pada berbagai kelasdiameter, penentuan luas bidang dasar tegakan dan penentuan biomassa tegakan.

2. Menduga tentang keragaman jenis dalam suatu areal

  Studi sinekologi terutama studi komposisi dan struktur hutan yang mempelajari profil (stratifikasi) sangat penting artinya untuk mengetahui dimensi(bentuk) atau struktur vertikal dan horizontal suatu vegetasi dari hutan yang dipelajari, dengan melihat bentuk profilnya akan dapat diketahui proses darimasing-masing pohon dan kemungkinan peranannya dalam komunitas tersebut, serta dapat diperoleh informasi mengenai dinamika pohon dan kondisiekologinya. Pohon masa depan (trees of the future), yaitu pohon yang masih muda dan mempunyai kemampuan untuk tumbuh dan berkembang di masa datang,pohon tersebut pada saat ini merupakan pohon kodominan (lapisan B dan C).

2. Tiang (pole) yaitu pohon muda, diameter batang 10-35 cm atau keliling batang antara 31.4-110 cm

  Modifikasi ini di mediasi melalui dua sumber utama: ruang dan Tujuan utama dari model seperti itu adalah untuk mendapatkan sebuah representasi dinamis yang koheren dari suatu sistem yang kompleks, di manakompleksitas di sini merujuk kepada kumpulan dari interaksi lokal individu dengan sifat yang berbeda daripada kompleksitas proses dasar yangterlibat. Teknik Pengumpulan Data Data PrimerKomposisi Jenis dan Struktur Tegakan Pengumpulan data vegetasi di lapangan dilakukan dengan unit contoh berupa petak contoh yang merupakan kombinasi antara jalur dengan garisberpetak, dimana untuk tingkat pohon dilakukan cara jalur sedangkan untuk tingkat semai, pancang, tiang digunakan cara garis berpetak(Soerianegara dan Indrawan, 2008).

4. Indeks nilai penting

  - - - 38 Blumeodendron sp - - - 8.93 - 37 Pantace triptera 36 Garcinia sp1 - - - 9.46 - 35 Mangifera sp1 - - - 10.17 - No Jenis Tiang Indeks Nilai Penting (INP) % Sungai Buluh Taman Kupu-kupu Camping Ground Bom Kayu Gua Kalong INP yakni 32,64% sedangkan jenis yang sedikit jumlahnya adalah jenisCinnamomum sp dengan INP 7,66%. Pada lokasi Bom Kayu, jenis yang banyakdijumpai adalah jenis Castanopsisi tengurut dengan INP sebesar 34,43% dan INP INP sebesar 33,21% dan jenis yang jarang dijumpai adalah Lansium sp1 dan Dysoxylum arbores cens BLS sebesar 7,28%.

50 N

  Perkembangan Resort Tangkahan Saat IniTerlihatnya keanekaragaman komposisi dan struktur flora pohon pada hasil penelitian ini yang terjadi setelah illegal logging memperlihatkan suatugambaran tentang beberapa karakteristik vegetasi yang mempunyai nilai komersial di dunia perdagangan kayu yang banyak menjadi incaran para cukongkayu. Profil tegakan pada areal bekas penebangan terbagi dalam 3 stratum yakni stratum A, B dan C, namun hanya 2 jenis yang masuk ke stratum A yakniQuerqus spiciata dan Shorea teysmanniana yang disebabkan karena lahan ini masih dalam proses pemulihan melalui tahapan suksesi.

3. Kondisi hutan bekas tebangan di areal penelitian masih dapat dikatakan stabil karena nilai H’ masih di atas 3,0

  Indeks keanekaragaman jenis tertinggi terdapat pada tingkat pohon dengan H’ sebesar 3,859 sedangkan yang terendah terdapat pada tingkatpertumbuhan semai dengan H’ sebesar 3,277 sehingga kategori indeks keanekaragaman jenis semai dan pohon tersebut termasuk dalam kategoritinggi. Selain itu perlu dilakukan analisis terhadap kondisi tanah, dan topografi di berbagai areal bekas tebangan untuk melihatadanya variasi struktur dan komposisi jenis.

DAFTAR PUSTAKA

  Hubungan Kerapatan Tajuk dan Penggunaan Lahan Berdasarkan Analisis Citra Satelit dan Sistem Informasi Geografis di Taman Nasional Gunung Leuser Studi Kasus Kawasan Hutan Resort Tangkahan, Cinta Raja, Sei Lepan dan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL).https://docs.google.com/viewer?url=http://repository.usu.ac.id/bitstream/ 123456789/7637/1/09E02718.pdf&embedded=true&chrome=true. 3 240 INP Lokasi Bom kayuNo Jenis Pancang ∑ Individu K (ind/ha) KR (%) F FR (%) 0.40 7.14 12.061Jumlah 61 4880 100.00 5.60 100.00 200.000 4.92 21 Gluta sp 3 240 0.20 3.57 6.850 3.28 20 Commersonia bartramia Merr 2 160 0.20 3.57 6.850 0.20 4.00 7.704 3.70 19 Shorea multiflora 2 160 3.70 16.67 17 Gironnieraa nervosa 9 720 0.20 4.00 7.704 3.70 16 Commersonia bartramia Merr 2 160 0.40 8.00 11.704 3.70 0.20 4.00 5.852 15 Mangifera sp.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Perbandingan Bentuk Struktur Tegakan Hutan Bekas Tebangan pada Hutan Alam Tropika Dataran Rendah di Areal HPH Bekas PT. Kiani Lestari Kalimantan Timur
0
10
77
Komposisi Jenis Pohon Dan Struktur Tegakan Di Hutan Hujan Tropika Gunung Karang Pandeglang Banten
0
4
83
Komposisi Jenis dan Adaptasi Tumbuhan Bawah pada Areal Bekas Kebakaran di Bawah Tegakan Pinusmerkusii Jungh. et de Vriese (Studi Kasus di Hutan Pendidikan Gunung Walat, Kabupaten Sukabumi)
0
8
174
Struktur Tegakan dan Komposisi Jenis Tumbuhan Pada Zona Montana di Hutan Pegunungan Gunung Gede, Jawa Barat
1
36
87
Komposisi dan struktur tegakan areal bekas tebangan dengan sistem silvikultur tebang pilih tanam Indonesia Intensif (TPII) di areal IUPHHK PT. Erna Djuliawti, Kalimantan Tengah
3
49
107
Komposisi dan Struktur Tegakan pada Areal Bekas Tebangan Tebang Pilih Tanam Indonesia Intensif (TPTII) (Studi Kasus di IUPHHK PT. Suka Jaya Makmur, Kalimantan Barat)
3
21
271
Analisis komposisi jenis dan struktur tegakan di hutan bekas tebangan dan hutan primer di areal IUPHHK PT. Sarmiento Parakantja Timber Kalimantan Tengah
0
14
110
Struktur Dan Komposisi Tegakan Pada Areal Bekas Tebangan Dengan Sistem Silvikultur Tebang Pilih Tanam Jalur (Tptj) (Di Areal Iuphhk Pt. Erna Djuliawati, Kalimantan Tengah)
3
29
125
Komposisi jenis dan struktur tegakan hutan di Cagar Alam Sibolangit, Sumatera Utara
0
17
278
Komposisi dan struktur vegetasi pada areal hutan bekas terbakar (di areal UPT Taman Hutan Raya R. Soerjo, Malang)
2
29
123
Struktur, Komposisi Tegakan dan Riap Tanaman Shorea parvifolia Dyer. pada Areal Bekas Tebangan dengan Sistem Silvikultur Tebang Pilih Tanam Indonesia Intensif
0
2
160
Komposisi Jenis dan Struktur Tegakan Hutan Terganggu di Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat
1
10
35
Komposisi Jenis dan Struktur Tegakan Regenerasi Alami di Hutan Pendidikan Gunung Walat, Sukabumi
2
10
47
Komposisi Jenis dan Adaptasi Tumbuhan Bawah pada Areal Bekas Kebakaran di Bawah Tegakan Pinusmerkusii Jungh. et de Vriese (Studi Kasus di Hutan Pendidikan Gunung Walat, Kabupaten Sukabumi)
0
2
164
STRUKTUR TEGAKAN DAN KOMPOSISI JENIS HUT
0
0
21
Show more