Feedback

Akupunktur Medik (Studi Deskriftif Pelayanan Akupunktur Medik di Puskesmas Glugur Darat, Kecamatan Medan Timur).

Informasi dokumen
Pengobatan Akupunktur Medik (Studi Deskriptif Pelayanan Akupunktur Medik Di Puskesmas Glugur Darat, Kecamatan Medan Timur) SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi syarat mendapat gelar Sarjana Ilmu Sosial dalam bidang Antropologi Disusun Oleh : SAFIA CHAIRISA H NIM. 050905050 DEPARTEMEN ANTROPOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 1 Universitas Sumatera Utara UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK Halaman Persetujuan Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan : Nama : Safia Chairisa NIM : 050905050 Departemen : Antropologi Judul : Pengobatan Akupunktur Medik (Studi Deskriptif Pelayanan Akupunktur Medik di Puskesmas Glugur Darat, Kecamatan Medan Timur) Medan, Juli 2011 Dosen Pembimbing Ketua Departemen Nurman Achmad, S.Sos. M.Soc NIP. 19671118 1995121 002 Dr. Fikarwin Zuska NIP. 19621220 198903 005 Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Prof. Dr. Badaruddin, M.Si NIP. 196805251 992031 002 2 Universitas Sumatera Utara PERNYATAAN PENGOBATAN AKUPUNKTUR MEDIK (Studi Deskriptif Pelayanan Akupunktur Medik di Puskesmas Glugur Darat, Kecamatan Medan Timur) SKRIPSI Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang sepengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini disebut dalam daftar pustaka. Apabila dikemudian hari terbukti lain atau tidak seperti yang saya nyatakan disini, saya bersedia diproses secara hukum dan siap menanggalkan gelar kesarjanaan saya. Medan, Juli 2011 Safia Chairisa 3 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK SAFIA CHAIRISA H. 050905050 (2011). AKUPUNKTUR MEDIK (Studi Deskriftif Pelayanan Akupunktur Medik di Puskesmas Glugur Darat, Kecamatan Medan Timur). Skripsi ini terdiri dari 5 bab, 106 halaman, 22 tabel, 30 daftar gambar, daftar pustaka, dan 22 lampiran Pada hakekatnya Puskesmas haruslah melaksanakan seluruh program kesehatan dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan status kesehatan dan gizi masyarakat, tetapi seiring dengan krisis moneter yang berkepanjangan sejak tahun 1997 yang melanda Indonesia, memberikan dampak segala bidang termasuk bidang kesehatan. Menurunnya pendapatan dan daya beli masyarakat yang diperberat oleh meningkatnya biaya pemeliharaan untuk kesehatan, tentu sangat mengancam status gizi dan kesehatan masyarakat, khususnya penduduk miskin. Seiring dengan semangat otonomi daerah, daerah juga diberi kewenagan untuk menyelenggarakan kegiatan birokrasi, administrasi, dan ekonomi serta juga termasuk menyelenggarakan program kesehatan didalamnya, seperti program pemerintah Kota Medan dengan memberikan obat-obatan gratis. Walikota Medan bersama Dinas Kesehatan juga telah meresmikan 13 Puskesmas Rawat Inap, berbagai sarana dan prasarana pendukung seperti ratusan tenaga medis yang terdiri dari paramedis dan perawat, 135 apoteker, 47 tenaga gizi hingga dokter umum, dokter spesialis bedah, maupun fisioterapi telah tersedia. Semuanya didistribusikan berdasarkan kebutuhan masing-masing dengan tingkat wilayah pelayanan yang berbeda-beda. Salah-satunya, Puskesmas Glugur Darat yang berstatus ISO dengan tersedianya pelayanan khusus yakni akupunktur. Hasil penelitian menjelaskan bahwa saaat ini akupunktur berfungsi sebagai program pengembangan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas. Saat ini akupunktur pun menjadi layanan formal karena dasar akupunktur medik adalah noeroscience dimana akupunktur sudah termasuk program pendidikan dokter spesialis jadi kiranya keraguan-keraguan masyarakat terhadap akupunktur akan menguap mengingat akupunktur medik itu sendiri adalah pengobatan integratif yakni pemilihan titik-titik akupunktur berdasarkan evidence base yakni hasil penelitian para ahli yang sudah dibuktikan secara ilmiah yang dapat berguna bagi kesehatan Kata-kata kunci: Kebudayaan, Neoroscience, Evidance base, Sel, Utama, Pengembangan, Alternatif Medis Medicine, Medis. 4 Universitas Sumatera Utara UCAPAN TERIMA KASIH Syukur Alhamdulillah saya ucapkan pada Allah SWT atas kasih dan pertolonganNya yang senantiasa melimpah bagi peneliti. Sehingga peneliti diberikan kesehatan untuk dapat menyelesaikan skripsi ini. Saya juga menyadari dalam penulisan ini banyak pihak yang telah memberikan saran, bimbingan, bantuan dan dukungan baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, saya ingin menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orangtuaku. Ayahanda Safaruddin. SE dan Ibunda tercinta Sari Anum P. Terima kasih baik dukungan secara moril maupun materil, nasehat, doa dan perjuangan serta motivasi yang senantiasa diberikan sehingga saya dapat menyelesaikan pendidikan sampai saat ini. Bapak Dr. Fikarwin Zuska selaku Ketua Depatemen Antropologi dan Drs. Agustrisno, MSP, selaku Sekretaris Departemen Antropologi Universitas Sumatera Utara. Bapak Drs. Ermansyah M. Hum selaku dosen wali selama menjalani pendidikan di Universitas Sumatera Utara. Terima kasih banyak untuk waktu, saran, pengetahuan dan yang telah diberikan kepada penulis dalam penyempurnaan skripsi ini. Bapak Nurman Achmad S.Sos. M.soc. selaku dosen pembimbing skripsi saya yang telah memberikan banyak waktu, bimbingan, saran, pengarahan dan motivasi yang bermanfaat selama penyelesaian skripsi ini saya ucapkan terima kasih juga untuk kesabarannya. Seluruh para Dosen Departemen Antropologi, Staf Pegawai FISIP, Pegawai Perpustakaan Fakultas dan Pegawai Perpustakaan Universitas. Saya ucapkan terima kasih dan maaf tidak bisa disebutkan satu persatu. 5 Universitas Sumatera Utara Kepada sahabat-sahabatku Ayumi Namira, Sharrah Rhamdani, Yeni Farida, Andri Nugraha. Mahruzi Hazli, Seri Wedari, Tasvin Misdasi, Dani Syahpani, Fauzi Akbar, Fari Laia, Darwin Tambunan, Fikar, Oki dan Hendra Purwanto dan adik-adikku Indri, Hafizah, Bitha, Davi, Umar, terima kasih buat dukungan dan bantuannya selama ini. Untuk para informan dr. Retno, Prof. Amri Amir, dr. Cendani, Kak Kiki, Kak Ita, dan Kak Rio. Terima kasih untuk data, informasi dan petunjuk yang diberikan karena bagi seorang peneliti mendapatkan informan yang baik merupakan suatu keberuntungaan. Semoga tulisan ini berguna bagi pihak-pihak yang memerlukannya. Sekali lagi semua pihak yang tidak sempat saya sebutkan pada kesempatan ini, yang telah banyak membantu penulisan dan proses studi saya ucapkan terima kasih. Semoga Allah SWT senantiasa membalas segala kebaikan yang telah diberikan oleh semua pihak kepada saya. Menyadari atas keterbatasan saya, maka skripsi atau hasil penelitian ini masih terdapat kekurangan dan kelemahan, untuk itu koreksi dan masukan dari berbagai pihak guna penyempurnaan hasil penelitian ini sangat saya harapkan. Semoga tulisan ini berguna bagi pihak-pihak yang memerlukannya. Medan, Juli 2011 Penulis 6 Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP Safia Chairisa lahir pada tanggal 12 November 1985 di Medan, beragama Islam, anak dari pasangan Ayahanda Safaruddin SE, dan Ibunda Sari Anum P. Penulis memulai pendidikannya di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bulak Tinggi Jawa Barat. Selanjutnya penulis masuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di SLTPN 14 Bengkulu selama satu tahun dan karena ikut orangtua penulis kemudian melanjutkan sekolahnya di SLTPN 4. Penulis lulus pada tahun 2002. Kemudian pada tahun 2002 melanjutkan Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri 14 Medan. Pada tahun 2005 penulis diterima sebagai mahasiswa S-1, Program studi Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara. Selama mengikuti perkulihaan, penulis aktif di kegiatan seminar yang diadakan di dalam kampus. Untuk kegiatan non-formal penulis juga merupakan anggota INSAN sampai sekarang. 7 Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Pada awalnya akupunktur berangkat dari kemampuan non-medis dan berkembang melalui pelayanan kesehatan non-medis. Akupunkturis yang kadang disebut juga sinse, tabib, dukun atau sebutan lain yang semacamnya, melalui suatu perjuangan melawan cemoohan dan kecaman akhirnya telah mendapat perhatian dari kalangan intelektual, termasuk juga kalangan medis, bahkan telah dicari penalaran melalui ilmu pengetahuan. Lebih-lebih setelah terbukti bahwa dengan akupunktur dapat dilakukan penyembuhan, serta perawatan yang meliputi berbagai penyakit. Melihat perkembangan yang demikian, alangkah bahagianya kota Medan dengan kehadiran kalangan medis dan intelektual yang dapat memperluas jangkauan ilmiah. Sehingga tidak perlu lagi ribut-ribut tentang terkun (dokter dukun) dan kalangan medis serta intelektual mempunyai kemampuan lain yang sangat bermanfaat bagi pelayanan kesehatan, ditambah lagi dengan kondisi, dimana masyarakat kota masih membutuhkan pelayanan yang murah dengan keadaaan mereka. Saat ini di Kota Medan tercatat sebanyak 16 spesialis akupunktur pada tahun 2010. Bahkan Pendidikan Dasar Akupunktur Medik yang diperuntukkan untuk dokter umum kini di Kota Medan sudah mencapai pada angkatan X. Tidak hanya itu saja saat inipun Puskesmas Glugur Darat membuka layanan klinik akupunktur medik. Melihat uraian diatas, ini artinya ada kecenderungan yang besar dalam pemanfaatan terhadap akupunktur karena itulah saya tertarik untuk menelitinya di klinik akupunktur medik. 8 Universitas Sumatera Utara Pada skirpsi ini saya membahas secara menyeluruh tentang pengobatan akupunktur medik. Pembahasan ini diuraikan dari bab 1 sampai bab 5. Adapun penguraian yang saya lakukan pada skripsi ini adalah : Pada bab 1. Pendahuluan. Pada bab ini menguraikan garis besar penulisan isi skripsi. Adapun diantaranya adalah latar belakang masalah, perumusan masalah, lokasi penelitian, analisa data, serta pengalaman peneliti di lapangan agar dapat memberi gambaran keseluruhan mengenai materi penulisan yang dimaksud dalam skripsi ini. Pada bab 2. Gambaran umum Puskesmas Glugur Darat. Secara umum akan diuraikan tentang situasi dan kondisi di Puskesmas Glugur Darat, Kecamatan Medan Timur. Adapun yang dipaparkan diantaranya adalah tentang pengertian, fungsi, tujuan dan kedudukan, upaya dan pencatatan di Puskesmas Glugur Darat. Semua data pada bab 2 ini diperoleh dari Puskesmas Glugur Darat. Pada bab 3. Akupunktur menjadi bagian di Puskesmas Glugur Darat. Pada bab ini diuraikan tentang perkembangan akupunktur, pengertian akupunktur medik, sejarah ringkas akupunktur di Puskesmas Glugur Darat, dan perolehan keahlian para informan yang menggunakan akupunktur sebagai cara lain atau pilihan lain untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Pada bab 4. Sistem pelayanan akupunktur di Puskesmas Glugur Darat. Pada bab ini akan diuraikan tentang proses pelayanan akupunktur berjalan di klinik akupunktur, fungsi klinik akupunktur, dan bagaimana dokter menangani pasiennya dengan akupunktur. 9 Universitas Sumatera Utara Pada bab 5. Kesimpulan dan saran. Pada bab ini akan disimpulkan secara keseluruhan dari hasil penelitian tentang sistem kesehatan, sistem pelayanan Puskesmas Glugur Darat, dan mengenai akupunktur menjadi layanan formal. Saya telah mencurahkan segala kemampuan, tenaga, pikiran, serta juga waktu dalam menyelesaikan skripsi ini. 10 Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI HALAMAN PERSETUJUAN . i PERNYATAAN ORIGINALITAS . ii ABSTRAK . iii UCAPAN TERIMA KASIH . iv RIWAYAT HIDUP . vi KATA PENGANTAR . vii DAFTAR ISI . x DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR . xiv BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah. 1.2. Tinjauan Pustaka . 1.3. Perumusan Masalah. 1.4. Ruang Lingkup Masalah . 1.5. Tujuan dan Manfaat Penelitian . 1.6. Metode Penelitian . 1.7. Lokasi Penelitian . BAB II. GAMBARAN UMUM PUSKESMAS KECAMATAN MEDAN TIMUR GLUGUR 1 6 13 14 14 15 19 DARAT 2.1. Pengertian, Fungsi, dan Tujuan Puskesmas . 2.1.1. Fungsi Puskesmas . 2.1.2. Tujuan Puskesmas . 2.2. Kedudukan Puskesmas . 2.3. Organisasi Puskesmas . 2.4. Situasi dan Kondisi Puskesmas Glugur Darat. 2.4.1. Wilayah Kerja . 2.4.2. Letak Geografis . 2.4.3. Data Demografis . 2.4.4. Data Kesehatan . 2.4.5. Sarana Pendukung Kesehatan . 2.4.6. Data Pendidikan . 2.4.7. Data Tempat Umum . 2.4.8. Data Sumber Daya Manusia . 2.4.9. Fasilitas Sumber Daya Manusia Puskesmas Glugur Darat . 2.4.10. Struktur Organisasi Puskesmas Glugur Darat . 2.4.11. Fasilitas Fisik Puskesmas Glugur Darat. 2.4.11.A. Fasilitas Gedung Puskesmas . 20 22 23 23 25 26 27 28 28 31 32 33 34 35 36 37 38 38 11 Universitas Sumatera Utara 2.4.11.B. Fasilitas Alat-alat . 2.4.11.C. Fasilitas Obat-Obatan . 2.4.11.D. Fasilitas Administrasi . 2.4.11.E. Fasilitas Imunisasi . 2.4.11.F. Fasilitas Kendaraan . 2.5.Upaya Pencatatan dan Laporan . 2.5.1. Hasil Pencatatan dan Laporan Kunjungan Pasien. BAB III. AKUPUNKTUR MENJADI GLUGUR DARAT BAGIAN DARI PUSKESMAS 3.1. Perkembangan Akupunktur Medik . 3.2. Pengertian Akupunktur Medik . 3.3. Sejarah Puskesmas Indonesia. 3.4. Sejarah Puskesmas Glugur Darat . 3.5. Sejarah Perolehan Keahlian Informan . 3.5.1. Perolehan Keahlian dr. Retno . 3.5.2. Perolehan Keahlian Prof. Amri . 3.5.3. Perolehan Keahlian dr. Cendani. 3.6. Terapi Akupunktur Sebagai Pengobatan Holistik . BAB IV. SISTEM PELAYANAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT KLINIK 38 40 41 41 41 41 41 45 48 49 51 61 61 68 73 79 AKUPUNKTUR 4.1. Regestrasi atau Pendaftaran . 4.1.1. Klasifikasi Pasien . 4.1.2. Dari Loket ke Ruang Dokter . 4.2. Dilakukan Anamnesa . 4.3. Dilakukan Pemeriksaan Fisik. 4.4. Dilakukan Pemberian Obat . 4.5. Dilakukan Pengambilan Obat . 83 86 88 88 90 94 95 BAB V. KESIMPULAN 5.1. Kesimpulan . 97 5.2. Saran. 101 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN: 1. DAFTAR ISTILAH 2. DATA INFORMAN 3. DATA PEROLEHAN KEAHLIAN 4. FOTO SITUASI DAN KONDISI KLINIK UMUM DAN AKUPUNKTUR PRIMA MEDISTRA DAN MEDISTRA 5. FOTO SITUASI DAN KONDISI PUSKESMAS GLUGUR DARAT 12 Universitas Sumatera Utara 6. DENAH PUSKESMAS GLUGUR DARAT 7. BROSUR 8. SURAT-SURAT PENELITIAN 13 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL 1. Tabel 2.1 Distribusi Jumlah Penduduk . . 2. Tabel 2.2 Distribusi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin . 3. Tabel 2.3 Distribusi Penduduk Menurut Angkatan Kerja . 4. Tabel 2.4 Distribusi Peduduk Berdasarkan Suku Bangsa . 5. Tabel 2.5 Sasaran Kesehatan. 6. Tabel 2.6 Sarana Pendukung Kesehatan . 7. Tabel 2.7 Tenaga Kesehatan . 8. Tabel 2.8 Tenaga Pendukung Kesehatan . 9. Tabel 2.9 Sarana Pendidikan bakteri Universitas Sumatera Utara penyebab diare. Pada bayi yang tidak diberi ASI secara penuh, pada 6 bulan pertama kehidupan resiko terkena diare adalah 30 kali lebih besar. Pemberian susu formula merupakan cara lain dari menyusui. Penggunaan botol untuk susu formula beresiko tinggi menyebabkan diare sehingga bisa mengakibatkan terjadinya gizi buruk. 2.Memperbaiki Cara Mempersiapkan Makanan Pendamping ASI Pemberian makanan pendamping ASI adalah saat bayi secara bertahap mulai dibiasakan dengan makanan orang dewasa. Perilaku pemberian makanan pendamping ASI yang baik meliputi perhatian terhadap kapan, apa, dan bagaimana cara makanan pendamping ASI diberikan. Pada masa tersebut merupakan masa yang berbahaya bagi bayi sebab perilaku pemberian makanan pendamping ASI dapat menyebabkan meningkatnya resiko terjadinya diare ataupun penyakit lain yang menyebabkan kematian. Ada beberapa saran yang dapat meningkatkan cara pemberian makanan pendamping ASI yang lebih baik yaitu : a. Memperkenalkan makanan lunak, ketika anak berumur 6 bulan dengan tetap meneruskan pemberian ASI. Menambahkan macam makanan sewaktu anak berumur 9 bulan atau lebih. Memberikan makanan lebih sering (4 kali sehari). Setelah anak berumur 1 tahun, memberikan semua makanan yang dimasak dengan baik 4-6 kali sehari dan meneruskan pemberian ASI bila mungkin. Universitas Sumatera Utara b. Menambahkan minyak, lemak dan gula ke dalam nasi/bubur dan biji-bijian untuk energi. Menambahkan hasil olahan susu, telur, ikan, daging, kacang–kacangan, buah-buahan dan sayuran berwarna hijau ke dalam makanannya. c. Mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan dan menyuapi anak, serta menyuapi anak dengan menggunakan sendok yang bersih d. Memasak makanan dengan benar, serta menyimpan sisa makanan pada tempat yang dingin dan memanaskan dengan benar sebelum diberikan kepada anak 3.Menggunakan Air Bersih yang Cukup Sebagian besar penularan kuman infeksius penyebab diare ditularkan melalui jalur fecal-oral, yaitu ditularkan dengan cara kuman masuk kedalam mulut melalui makanan, minuman atau benda yang tercemar dengan tinja misalnya air minum, jarijari tangan, makanan yang disiapkan dalam panci yang dicuci dengan air tercemar. Masyarakat yang terjangkau oleh penyediaan sarana air yang benar-benar bersih mempunyai resiko menderita diare lebih kecil dibandingkan dengan masyarakat yang tidak mendapatkan air bersih. Masyarakat dapat mengurangi resiko terhadap serangan diare yaitu dengan menggunakan air yang bersih dan melindungi air tersebut dari kontaminasi mulai dari sumbernya sampai pada saat penyimpanan di rumah. Yang harus diperhatikan oleh keluarga adalah : a. Ambil air dari sumber air yang bersih b. Menyimpan air dalam tempat yang bersih dan tertutup serta menggunakan gayung khusus untuk mengambil air. Universitas Sumatera Utara c. Menjaga sumber air dari pencemaran oleh binatang dan untuk mandi anak-anak d. Minum air yang sudah dimasak sampai mendidih e. Mencuci semua peralatan masak dan peralatan makan dengan air yang bersih dan cukup 4.Mencuci Tangan Kebiasaan yang berhubungan dengan kebersihan perorangan yang penting dalam penularan kuman diare adalah mencuci tangan. Mencuci tangan dengan sabun, terutama sesudah buang air besar, sesudah membuang tinja anak, sebelum menyiapkan makanan, sebelum menyuapi makanan anak, dan sebelum makan, mempunyai dampak dalam menurunkan angka kejadian diare sebesar 47 persen. 5. Menggunakan Jamban Pengalaman di beberapa negara membuktikan bahwa upaya penggunaan jamban mempunyai dampak yang besar dalam penurunan resiko terhadap penyakit diare. Keluarga yang tidak mempunyai jamban harus membuat jamban, dan keluarga harus buang air besar di jamban. Yang harus diperhatikan oleh keluarga : a. Keluarga harus mempunyai jamban yang berfungsi baik dan dapat dipakai oleh seluruh anggota keluarga. b. Bersihkan jamban secara teratur c. Gunakan alas kaki bila akan BAB Universitas Sumatera Utara 6. Membuang Tinja Bayi dengan Benar Banyak orang beranggapan bahwa tinja anak bayi itu tidak berbahaya. Hal ini tidak benar karena tinja bayi dapat pula menularkan penyakit pada anggota keluarga yang lain seperti anak-anak dan orangtuanya. Tinja bayi harus dibuang secara benar, berikut hal-hal yang harus diperhatikan: a. Kumpulkan segera tinja anak atau bayi dan buang segera di jamban. b. Bantu anak untuk buang air besar di tempat yang bersih dan mudah dijangkau oleh anak. c. Bersihkan dengan benar anak setelah buang air besar dan mencuci tangannya dengan menggunakan sabun. d. Apabila tidak ada jamban, pilih tempat untuk membuang tinja seperti di dalam lubang atau di kebun dan ditimbun segera. 7. Pemberian Imunisasi Campak Pemberian imunisasi bayi sangat penting untuk mencegah agar bayi tidak terkena penyakit campak. Diare sering timbul menyertai penyakit campak sehingga pemberian imunisasi campak juga dapat mencegah diare. Oleh karena itu, beri anak imunisasi campak segera setelah berumur 9 bulan. Diare dan disentri sering terjadi dan berakibat berat pada anak-anak yang sedang menderita campak dalam empat minggu terakhir sebagai akibat dari terjadinya penurunan kekebalan tubuh penderita. Selain imunisasi campak, anak juga harus mendapat imunisasi dasar lainnya seperti imunisasi BCG untuk mencegah penyakit TBC, imunisasi DPT untuk mencegah Universitas Sumatera Utara penyakit diptheri, pertusis dan tetanus, serta imunisasi polio yang berguna dalam pencegahan penyakit polio. 2.6 Landasan Teori Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya diare antara lain disebabkan oleh faktor infeksi mikroorganisme seperti bakteri, virus, dan parasit dan faktor non infeksi seperti makanan, kelainan anatomis saluran cerna, konstitusi seperti pada intoleransi laktosa, dan kelainan sistem endokrin. Depkes RI (2011) telah menetapkan pedoman yang tepat sebagai salah satu upaya penatalaksanaan diare dengan lintas diare (lima strategi penanggulangan diare). Faktor infeksi merupakan penyebab paling umum terjadinya diare. Dimana, feces/limbah manusia/hewan yang mengandung mikroorganisme yang berasal dari kontaminasi tinja merupakan salah satu cara penularan diare. Cara penularan dapat terjadi melalui dua cara yaitu kontak langsung dengan tangan maupun barang-barang yang tercemar tinja dan secara tidak langsung melalui perantaraan lalat,tikus, dan kecoa. Feses/tinja apabila tidak dikelola dengan baik ditambah dengan kondisi jamban dengan septic tank yang tidak memenuhi syarat dapat menimbulkan pencemaran. Pencemaran tersebut dapat mengkontaminasi tanah, air, dan makanan. Makanan dapat terkontaminasi mikroorganisme melalui perantara tangan manusia, sumber air minum/air bersih, kecoa/lalat/tikus, dan kontaminasi dari tanah/debu. Kondisi higiene dan sanitasi yang perlu diperhatikan meliputi faktor makanan, orang, peralatan, dan tempat yang digunakan untuk mengolah makanan. Universitas Sumatera Utara Mekanisme terjadinya diare bukan hanya dipengaruhi oleh higiene sanitasi saja tetapi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berkaitan satu dengan lainnya seperti keadaan gizi, keadaan sanitasi lingkungan, dan keadaan sosial ekonomi (Depkes, 2007). Menurut Irwanto (2002), penyebab utama diare adalah: 1. Gizi Bayi dan balita yang gizinya kurang sebagian besar meninggal karena diare. Ada hubungan yang sinergis antara status gizi dengan terjadinya diare. Balita yang mengalami dehidrasi dan gangguan nafsu makan rentan mengalami masalah gizi, dan sebaliknya balita dengan status gizi kurang menjadi lebih rentan mengalami penyakit infeksi termasuk diare karena tidak tercukupinya kebutuhan balita terhadap makanan sehingga menyebabkan kekebalan tubuh anak menjadi rendah. Dehidrasi dan malnutrisi sumber masalah kesehatan anak terjadi jika asupan tidak seimbang, terutama jika hanya beberapa jenis zat gizi yang dikonsumsi anak. Kecukupan gizi akan mendukung pertumbuhan bayi secara optimal. Diare menyebabkan gizi kurang, oleh karena itu pengobatan dengan makanan yang baik merupakan komponen utama penyembuhan diare tersebut 2. Perilaku Perilaku terhadap kesehatan lingkungan (environmental health behavior) adalah kebiasaan seseorang terhadap lingkungan sebagai determinan kesehatan manusia. Perilaku ini meliputi : a. Perilaku sehubungan dengan air bersih, termasuk didalamnya komponen, manfaat dan penggunaan air bersih untuk kepentingan kesehatan. Universitas Sumatera Utara b. Perilaku sehubungan dengan pembuangan air kotor, yang menyangkut segi-segi hygiene, pemeliharaan, teknik, dan penggunaannya. c. Perilaku sehubungan dengan limbah, baik limbah padat maupun limbah cair termasuk didalamnya sistem pembuangan sampah dan air limbah yang sehat, serta dampak pembuangan limbah yang tidak baik. d. Perilaku sehubungan dengan rumah yang sehat, yang meliputi ventilasi, pencahayaan, lantai, atap, dan sebagainya. e. Perilaku sehubungan dengan kebersihan lingkungan sekitar termasuk pembersihan sarang-sarang nyamuk (vektor) dan sebagainya. 3. Lingkungan Lingkungan mini market sehingga mengakibatkan rusaknya kemasan produk. b. Terbatasnya jumlah petugas pengecekan untuk melakukan pengontrolan secara keseluruhan bila harus mengontrol ratusan ribu roti perhari c. Pembuktian pembelian produk yang oleh sebagian konsumen tidak disimpan dengan baik hal ini berguna pula untuk laporan ke tingkat pusat. Universitas Sumatera Utara BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang permasalahan yang berkaitan dengan judul “Tanggung Jawab Pelaku Usaha Atas Barang Produksi Yang Dikonsumsi Oleh Konsumen (Studi PT. NIPPON INDOSARI CORPORINDOMedan)” yang telah diuraikan pada Bab IV, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Upaya PT. NIPPON INDOSARI CORPORINDO-Medan dalam melakukan kontrol terhadap produk roti yang dijual adalah dengan cara menerapkan sistem sirkulasi produk dan sistem pengawasan produk yang tertib dan teratur. Prosedur sirkulasi produk dimulai dari proses pembuatan roti sampai pendistribusian kepada distributor dan agen yang kemudian dipasarkan ke konsumen. Prosedur pengawasan dilakukan melalui dua tahap pemerikasaan terhadap produk roti yang akan dijual kepada konsumen dan melalui upaya pelayanan terhadap keluhan konsumen. Pemerikasaan pertama dilakukan di dalam pabrik yaitu pengolahan bahan baku pembuatan roti menjadi roti yang akan siap dipasarkan. Pemeriksaan pertaman dilakukan untuk menjaga kualitas roti yang diproduksi telah memenuhi standart mutu yang telah ditetapkan serta pemeriksaan mengenai pelabelan pada produk tersebut, yang dilakukan oleh bagian Quality Control (QC) dan dengan menggunakan metal detector. Pemeriksaan tahap kedua dilakukan untuk mengecek kondisi disrtibutor dan agen yang akan memasarkan produk roti agar roti yang akan sampai ketangan konsumen tetap dalam mutu yang baik. Upaya Universitas Sumatera Utara pelayanan terhadap keluhan konsumen dilakukan apabila ada konsumen yang merasa dirugikan atas produk PT. NIPPON INDOSARI CORPORINDO-Medan yang biasa disebut SARI ROTI yang telah dibeli oleh konsumen. Pelayanan terhadap keluhan konsumen dilakukan dengan menyediakan website khusus SARI ROTI dan juga nomor telpon yang dapat dihubungi sebagaimana tertera dalam bungkusan SARI ROTI. Pengecekan terhadap keluhan konsumen dilakukan oleh bagian Quality Control (QC) dan PDQA Tim (Product Devolepment Quality Ansurance/penjaminan mutu produk). Hal ini dilakukan untuk memberikan hakhak konsumen agar terwujud kerjasama yang baik dan saling menguntungkan antara SARI ROTI dan konsumen. 2. Upaya penyelesaian dilakukan oleh PT. NIPPON INDOSARI CORPORINDOMedan atas produk roti yang cacat produk dan kadaluwarsa dilakukan untuk memenuhi tanggung jawab produsen dan hak-hak dasar yang dimiliki oleh konsumen yaitu hak untuk memperoleh keamanan, hak untuk mendapatkan produk sesuai dengan nilai tukar, dan hak untuk didengar keluhannya. Upaya yang ditempuh oleh SARI ROTI dalam penyelesaian terhadap keluhan konsumen dengan memberikan pelayanan yang baik, kunjungan untuk melihat langsung proses produksi sari roti dan penggantian terhadap produk yang tidak seharusnya diteriman konsumen. 3. Faktor penghambat terlaksananya perlindungan konsumen terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal, faktor internal berupa keterbatasan jumlah karyawan pihak SARI ROTI untuk melakukan kontrol terhadap keselurahan produk yang diproduksi dan faktor eksternalnya berasal dari konsumen sendiri sedangkan Universitas Sumatera Utara faktor pendukung terlaksananya perlindungan konsumen yakni adanya komitmen, pengawasan dan pelayanan yang senantiasa diberikan pihak SARI ROTI terhadap perlindungan konsumen. B. Saran 1. Upaya PT. NIPPON INDOSARI CORPORINDO-Medan atau lebih dikenal dengan SARI ROTI dalam memberikan pelayanan perlindungan konsumen dan memenuhi tanggung jawabnya sebagai pelaku usaha sudah cukup baik sehingga perlu dipertahankan dan tetap memerlukan sistem yang terpadu dan berkelanjutan terhadap produk yang diproduksi agar produk yang nantinya akan dipasarkan merupakan produk yang berkualitas susuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan 2. Diperlukan kesadaran bagi pelaku usaha untuk terbuka dalam memberikan informasi yang merupakan hak konsumen terhadap barang yang diproduksinya dan penulisan tanggal kadaluwarsa pada bungkus produk harus jelas sehingga mudah dibaca oleh konsumen, sehingga konsumen tidak menjadi was-was dalam mengkonsumsi produk yang ditawarkan juga upaya aktif dari masyarakat untuk ikut serta dalam upaya pencegahan beredarnya makanan cacat produksi dan makanan kadaluwarsa dengan bersikap teliti dan hati-hati. 3. Diperlukan peningkatan terhadap faktor-faktor pendukung pelaksanaan tanggung jawab pelaku usaha dan menjadikan faktor penghambat terhadap pelaksanaan penjaminan mutu produk dapat diminimalisir dengan tetap menjaga kualitas produk mulai dari sirkulasi produk hingga sampai ketangan konsumen. Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA A. Buku, Jurnal Ilmiah Adi Nugroho, Susanti, Proses Pemyelesaian Sengketa Konsumen Di Tinjau Dari Hukum Acara Serta Kendala Implementasinya, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008 Ahamadi Miru dan Sutarman Yodo, Hukum Perlindungan Konsumen, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2004. Apriana Sari Nasution, Lira, Skripsi “Tinjauan Yuridis Terhadap Perlindungan Konsumen Atas Beredarnya Makanan Kadaluwarsa”, Medan: Fakultas Hukum USU, 2011. Badan Pembinaan Hukum Nasional Departemen Kehakiman, Naskah Akademis Peraturan Perundang-Undangan Tentang Konsumen Dalam Hal Makanan Dan Minuman,Jakarta: Departemen Kehakiman, 1993. Brotosusilo, Agus, makalah “Aspek-Aspek Perlindungan Terhadap Konsumen dalam Sistem Hukum di Indonesia”, Jakarta: YLKI-USAID, 1998. Husni Syawali dan Neni Sri Imaniyati, Hukum Perlindungan Konsumen,Bandung: Mandar Maju, 2000. K. Susilo, Zumrotin, Penyambung Lidah Konsumen, Diterbitkan atas kerja sama YLKI dengan Puspa Swara, Jakarta: April 1996. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga Departemen Pendidikan, Jakarta: Sinar Grafika 2009. Kamello, Tan, makalah “Praktek Perlindungan Bagi Konsumen Di Indonesia Sebagai Akibat Produk Asing Di Pasar Nasional, Disampaikan Pada Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Hukum Perdagangan, Medan: Departemen Perindustrian dan Perdagangan RI Kantor Wilayah Departemen Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara, 1998. Moleong, Lexu, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1999. Nasution , AZ., Hukum Perlindungan Konsumen Suatu Pengantar, Jakarta: Diadit Media, 2002. Sembiring, Sentosa, Himpunan Undang-Undang tentang Perlindungan Konsumen, Bandung: Nuansa Aulia, 2007. Universitas Sumatera Utara Shidarta, Hukum Perlindungan Konsumen,Jakarta: Grasindo 2000 ______, Hukum Perlindungan Konsumen Di Indonesia,Bandung: PT. Gramedia Eidia Sarana Indonesia, 2006. Siahaan, N.H.T., Hukum Konsumen Perlindungan Konsumen dan Tanggung Jawab Produk, Bogor: Panta Rei, 2005. Sidabolak, Janus, Hukum Perlindungan Konsumen Di Indonesia, Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 2006. Sirait, Midian, Pengaturan Tentang Makanan Kadaluwarsa, Makalah Disampaikan Oleh Wisnu Katim (Direktur Pengawasan Makanan) pada seminar Daluwarsa Bahan Makanan Olahan, 27 November 1985. Soekanto, Soerjono, Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta : Universitas Indonesia,UIPress, 2007. Subekti, R., Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHP) Serta Komentar-Komentar Lengkap Pasal Demi Pasal, Bogor: POLITEIA, 1989 Susanto, Happy, Hak-Hak Konsumen Jika Dirugikan,Jakarta Selatan: Visi Media, 2008. Susanto, Happy, Hak-Hak Konsumen Jika Dirugikan,Jakarta Selatan: Visi Media, 2008. Sutedi, Adrian, Tanggung Jawab Produk dalam Hukum Perlindungan Konsumen, Bogor: Ghalia Indonesia, 2008. Tri Siwi Kristiyanti, Celina, Hukum Perlindungan Konsumen, Jakarta: Sinar Grafika, 2009. Winarno, F. G., Penentuan Waktu Kadaluwarsa Bagi Makanan dan Minuman, Seminar Kadaluwarsa Bahan Makan dan Olahan,Jakarta: YLKI, 1985. ____________, Pangan, Gizi, Teknologi dan Konsumen, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 1993. B. Situs Internet www.google.co.id latar belakang lahirnya UU No. 8 Tahun 1999 www.google com. Etika Produsen Universitas Sumatera Utara www.google com. roti sebagai makanan pokok.com www.google. com.tanggung jawab produsen terhadap konsumen www.google.com Keputusan Kepala BPOM No. HK. 00.0523.0131 Tentang Pencantuman Asal Bahan Tertentu www.Indosiar.com www.Direktorat perlindungan Konsumen (direktoral jendral perdaganan dalam negeri situs perlindungan Konsumen).com www.pemantauperadilan.com. AZ.Nasution, Aspek Hukum Perlindungan Konsumen Tinjauan Singkat UU Nomor 8 Tahun 1999 C. Peraturan Perundang-Undangan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia UUD’45 dengan Penjelasan dan Amandemennya, Surabaya: Kartika Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Peraturan Pemerintah No 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan Universitas Sumatera Utara
Akupunktur Medik (Studi Deskriftif Pelayanan Akupunktur Medik di Puskesmas Glugur Darat, Kecamatan Medan Timur).
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Akupunktur Medik (Studi Deskriftif Pelayanan Akupunktur Medik di Puskesmas Glugur Darat, Kecamatan Medan Timur).

Gratis