Feedback

Perancangan Penilaian Kinerja Instruktur Komputer Berdasarkan Kompetensi Dengan Metode Analytical Hierarchy Process.

Informasi dokumen
PERANCANGAN PENILAIAN KINERJA INSTRUKTUR KOMPUTER BERDASARKAN KOMPETENSI DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-Syarat Sarjana Teknik Industri Oleh Jenni Wana Roma D.P. NIM. 070423017 PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA EKSTENSI D E P A R T E M E N T E K N I K I N D U S T R I F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SUMATERA UTARA M E D A N 2 0 11 No. Dok : FM-TS-01-03C; Tgl. Efektif : 1 Februari 2010; Rev. : 0; Halaman : 1 dari 1 Universitas Sumatera Utara PERANCANGAN PENILAIAN KINERJA INSTRUKTUR KOMPUTER BERDASARKAN KOMPETENSI DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat – syarat Penulisan Tugas Sarjana Oleh Jenni Wana Roma D. P. NIM. 070423017 Disetujui Oleh : Dosen Pembimbing I, Dosen Pembimbing II, (Ir.Khawarita Siregar, MT) (Ir. Nurhayati Sembiring, MT) PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA EKSTENSI DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010 No. Dok : FM-TS-01-05A; Tgl. Efektif : 1 Februari 2010; Rev. : 0; Halaman : 1 dari Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat dan anugrah-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan Tugas Sarjana ini dengan sebaikbaiknya. Penulisan Tugas Sarjana ini merupakan salah satu kurikulum yang wajib dipenuhi untuk menyelesaikan studi di Departemen Teknik Industri, khususnya Program Pendidikan Sarjana Ekstensi, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. Adapun judul Tugas Akhir ini adalah “ Perancangan Penilaian Kinerja Instruktur Komputer Berdasarkan Kompetensi Dengan Metode Analytical Hierarchy Process” Dengan keterbatasan yang ada penulis menyadari bahwa penyusunan Tugas Sarjana ini masih jauh dari kesempurnaan sehingga memerlukan perbaikan dan penyesuaian lebih lanjut. Untuk itu penulis sangat mengharapkan masukan dan saran yang membangun dalam penyempurnaan laporan ini. Akhir kata penulis mengucapkan Terima Kasih. Semoga Laporan ini bermanfaat bagi pembaca. Medan, Juli 2011 Penulis, (Jenni Wana Roma D. P) Universitas Sumatera Utara UCAPAN TERIMA KASIH Syukurku yang terdalam kepada Bapa yang mengenal hati, selalu setia mendampingi, sumber kuat yang memegang tangan kananku. Dia, Allah yang aku kenal dalam Yesus Kristus yang menolong dalam menyelesaikan laporan Tugas Akhir ini. Juga bagi banyak pihak yang telah membantu penulis baik dari segi bimbingan, saran dan bantuan, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang. MSIE selaku Ketua Bidang Ilmu Manajemen Rekayasa dan Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Medan yang telah memberi ijin dan kesempatan kepada penulis melaksanakan penelitian Tugas Akhir. 2. Ibu Ir. Khawarita Siregar, MT, selaku Ketua Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Medan dan selaku Dosen Pembimbing I yang membantu penulis menyelesaikan laporan tugas Akhir ini dengan segala masukan dan bimbingannya. 3. Ibu Ir. Nurhayati Sembiring, MT, Selaku dosen Pembimbing II yang membantu penulis menyelesaikan laporan tugas Akhir ini dengan segala masukan dan bimbingannya 4. Ibu Ir. Rosnani Ginting, MT dan Bapak Ir. Mangara M Tambunan M.Sc selaku Koordinator Tugas Akhir Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Medan. 5. Dosen dan staff pengajar di di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara yang telah membekali penulis dengan ilmu pengetahuan Universitas Sumatera Utara 6. Ibu Ratna Novelina S Nainggolan selaku Branch Manager BiNus Center Gajah Mada Medan yang telah memberikan izin kepada penulis sehingga penulis dapat melaksanakan penelitian Tugas Akhir di perusahaan tersebut. 7. Kedua orang tua penulis, Ayahanda T. Purba, Ibunda A. Saragi, Abang, Kakak, dan Adik serta keluarga yang telah memberikan doa, dukungan serta motivasi yang sangat berarti kepada penulis. 8. Fernando Nalom Daniel Gultom, yang memberikan banyak kasih sayang, waktu, perhatian dan sebagai penyemangat bagi penulis untuk menyelesaikan Tugas Akhir ini. 9. Teman-teman penulis Ekstensi 2007, terutama Friskylianda, Hara Rika, dan Lidya Margaretha yang telah memberikan support kepada penulis 10. Rekan-rekan mahasiswa/i, Ekstensi 2007 yang telah memberikan dukungan dan masukan-masukan yang berharga kepada penulis. Akhir kata penulis mengucapkan banyak terima kasih, semoga Laporan Tugas Akhir ini bermanfaat bagi pembaca. Medan, Juli 2011 (Jenni Wana Roma D. P) Universitas Sumatera Utara RINGKASAN BiNus Center Gajah Mada Medan menghadirkan BCEP (BiNus Center Education Partner) yakni melakukan kerja sama dengan beberapa sekolah ternama di Medan dan sekitarnya dalam penyelenggaraan pendidikan TIK (Teknologi Informasi Komunikasi) di Lab komputer yang berada di sekolahsekolah, dimana seluruh tenaga pengajar yakni instruktur komputer disediakan oleh BiNus Center Gajah Mada. Kinerja instruktur sangat menentukan kepuasan pelayanan terhadap sekolah khususnya siswa. Penilaian kinerja instruktur komputer yang dilakukan di BiNus Center Gajah Mada Medan dilihat dari beberapa aspek, masih kurang lengkap dan dinilai masih perlu mengikutsertakan penilaian kompetensi. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dikembangkan penilaian instruktur berdasarkan kompetensi. Kompetensi itu sendiri menurut Lyle M. Spencer dan Signe M. Spencer adalah bagian dalam dan selamanya ada pada kepribadian seseorang dan dapat memprediksi tingkah laku dan performansi secara luas pada semua situasi dan job tasks. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kompetensi instruktur komputer sebagai dasar untuk merancang penilaian kinerja instruktur komputer berdasarkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Dalam pencapaian tujuan dari penelitian ini, masing-masing kriteria kompetensi diolah. Hirarki penentuan besar bobot prioritas yang diperoleh dari penyebaran kuesioner dan mengolahnya dengan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP), dari 20 kompetensi spencer maka hasil dari penelitian ini diperoleh 10 kompetensi utama untuk penilaian kinerja instruktur komputer yaitu empati, berpikir konseptual, berpikir analitis, pemahaman organisasi, kemampuan mempengaruhi, kemampuan mengarahkan, kemampuan memimpin kelompok, pengendalian diri, mencari informasi, kepercayaan diri, terlihat bahwa 3 kompetensi yang memiliki bobot paling tinggi adalah empati, berpikir konseptual dan berpikir analitis. Dari ketiga kompetensi ini akan membantu perusahaan untuk menetapkan strategi dan kebijakan untuk menumbuhkan rasa empati, berpikir konseptual dan berpikir analitis. Adapun program dan rencana aksi yang diusulkan berupa program dan rencana aksi jangka pendek (1 Semester) yakni melaksanakan sharing session, metode dan strategi mengajar yang tepat, Micro Teaching dan jangka panjang (1 Tahun Ajaran) yakni melaksanakan Gathering, training ke Head Office untuk melakukan studi banding, Penyempurnaan Training yang berkelanjutan, mengadakan seminar-seminar dengan mengundang nara sumber yang kompeten khususnya menyangkut topik empati, cara berfikir konseptual, cara berfikir analitis. Penilaian kinerja yang akan diusulkan akan melengkapi penilaian kinerja yang selama ini sudah dilaksanakan di BiNus Center Gajah Mada Medan. Keyword : AHP, Kompetensi Spencer, Penilaian Kinerja Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI BAB HALAMAN LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR . iii UCAPAN TERIMA KASIH. iv RINGKASAN . vi DAFTAR ISI . vii DAFTAR TABEL . xii DAFTAR GAMBAR . xv DAFTAR LAMPIRAN . xvi I PENDAHULUAN . I-1 1.1. Latar Belakang . I-1 1.2. Rumusan Permasalahan . I-3 1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian . I-3 1.4. Batasan Masalah dan Asumsi . I-4 1.5. Sistematika Penulisan Laporan. I-5 II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN . II-1 2.1. Sejarah Binus Center Gajah Mada . II-1 2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha. II-2 2.3. Organisasi dan Manajemen . II-7 2.3.1. Struktur Organisasi . II-7 Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI (Lanjutan) BAB HALAMAN 2.3.2. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab . II-8 2.3.3. Tenaga Kerja dan Jam Kerja . II-13 2.3.4. Sistem Pengupahan dan Fasilitas Lainnya . II-14 III LANDASAN TEORI . III-1 3.1. Arti dan Pentingnya Sumber Daya Manusia . III-1 3.2. Prestasi Kerja . III-1 3.3. Kompetensi . III-4 3.3.1. Kompetensi Spencer . III-5 3.3.2. Kompetensi Gomes . III-8 3.3.3. Competencies for Executive Leadership Development . III-9 3.4. Perancangan Penilaian Kinerja Karyawan . III-9 3.4.1. Pengertian Perancangan Penilaian Kinerja Karyawan . III-9 3.4.2. Tujuan dan Manfaat Perancangan Penilaian Kinerja Karyawan .III-10 3.4.3. Langkah-langkah Penilaian Kinerja Karyawan .III-11 3.5. Analytical Heirarchy Process (AHP) . III-13 3.5.1. Sejarah dan Perkembangan AHP . III-13 3.5.2. Dasar-Dasar AHP . III-16 3.5.2.1. Decomposition . III-17 3.5.2.2. Comperative Judgement . III-18 3.5.2.3. Synthesis of Priority . III-20 Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI (Lanjutan) BAB HALAMAN 3.5.3. Logical Consistency III-20 3.5.4. Hubungan Prioritas sebagai Eigen Vektor terhadap Konsistensi . III-20 3.5.5. Konsistensi Hierarki . III-24 3.5.6. AHP dalam Kelompok . III-27 3.5.7. Prosedur Analytical Hierarchy Process (AHP) . III-28 3.6. Pembuatan Kuesioner . III-29 3.7. Analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, Threats). . III-32 IV METODOLOGI PENELITIAN. IV-1 4.1. Tempat dan Waktu Penelitian . IV-3 4.2. Objek Penelitian. IV-3 4.3. Studi Pendahuluan . IV-3 4.4. Teknik Pengumpulan Data. IV-4 4.5. Metodologi Pengumpulan Data . IV-5 4.6. Variabel Penelitian. IV-6 4.7. Cara Pengambilan Sampel . IV-6 4.8. Pengolahan Data . IV-7 4.9. Analisa Pemecahan Masalah . IV-8 4.10. Kesimpulan dan Saran . IV-9 V PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA . V-1 5.1. Pengumpulan Data . V-1 Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI (Lanjutan) BAB HALAMAN 5.1.1. Matriks Perbandingan Berpasangan Antar Kriteria Level 2 . V-1 5.1.2. Pembobotan Penilaian . V-2 5.1.2.1. Matriks Perbandingan Berpasangan Antar Kriteria Level 2 . V-2 5.1.2.2. Matriks Perbandingan Berpasangan Antar Kriteria Level 3 . V-3 5.2. Pengolahan Data . V-9 5.2.1. Perhitungan Bobot Parsial untuk masing-masing kriteria dan sub kriteria . V-9 5.2.1.1. Perhitungan Bobot Parsial untuk Kriteria Level 2 . V-9 5.2.1.2. Perhitungan Bobot Parsial Antar Sub Kriteria dari Kriteria-Kriteria . V-13 5.2.2. Penentuan Bobot Prioritas Untuk Alternatif. V-19 5.2.2.1. Perhitungan bobot level 3 . V-19 5.2.3. Pengujian konsistensi Rasio Matriks Perbandingan Berpasangan . V-20 5.2.3.1. Pengujian Konsistensi Rasio Level 2 . V-21 5.2.3.2. Pengujian Konsistensi Rasio Level 3 . V-22 5.2.4. Pengujian Konsistensi Hierarki . V-28 5.3. Perancangan Penilaian Kinerja Instruktur Komputer . V-29 5.3.1. Penilaian Kinerja Instruktur Komputer . V-29 Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI (Lanjutan) BAB HALAMAN 5.3.2. Perhitungan Penilaian Kinerja Instruktur Komputer . V-31 VI ANALISA PEMECAHAN MASALAH. VI-1 6.1. Analisa Kriteria-Kriteria dan Pembobotan Kriteria . VI-1 6.2. Analisa Alternatif Sub Kriteria . VI-3 6.2.1. Kriteria Menolong dan Melayani Konsumen . VI-4 6.2.2. Kriteria Kognitif . VI-5 6.2.3. Kriteria Manajerial . VI-6 6.2.4. Kriteria Dampak dan Pengaruh di Perusahaan . VI-8 6.2.5. Kriteria Efektivitas Pribadi. VI-9 6.2.6. Kriteria Sukses dan Tindakan Karyawan . VI-10 6.3.Analisa Konsistensi Rasio Matriks Perbandingan Berpasangan . VI-12 6.4. Analisa Konsistensi Hirarki . VI-12 6.5. Penilaian Kinerja Instruktur Komputer di BiNus Center Gajah Mada Medan dan Perancangan Penilaian Kinerja Instruktur Komputer yang diusulkan. VI-13 6.6. Strategi dan Kebijakan Serta Program dan Rencana Aksi Untuk Peningkatan Kinerja Instruktur Komputer . VI-14 VII KESIMPULAN DAN SARAN . VII-1 7.1. Kesimpulan . VII-1 7.2. Saran. VII-2 DAFTAR PUSTAKA Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL TABEL HALAMAN 3.1. Skala Dasar . III-19 3.2. Random Index . III-23 3.3. Matriks untuk pekerja superior dan pekerja rata – rata. b. Apakah kegagalan yang terjadi akan serupa bagi pekerja yang tidak memiliki kompetensi tertentu yang berbeda. Misalnya kejujuran dan kemampuan berhitung merupakan kompetensi yang diperlukan bagi seorang teller . c. Apakah cukup akal mengharapkan pekerja baru mempunyai karakteristik kompetensi yang diharapkan. d. Apakah keterampilan dapat dikembangkan atau tidak core competence seperti achievement orientation dan initiative sulit dikembangkan sedangkan pengetahuan spesifik tentang hal tertentu lebih mudah untuk diajarkan. Pedoman yang digunakan dalam mengembangkan kompetensi dengan metode survei adalah sebagai berikut : 1. Identifikasi tingkah laku karakteristik dari pekerja bukan pekerjaannya. 2. Berikan gambaran singkat dan sederhana. 3. Responden harus merupakan orang yang melakukan pekerjaan yang bersangkutan, para karyawan yang berprestasi superior dan para ahli yang mengetahui pekerjaan yang baik. 9 Lily M. Spencer dan Signe M. Spencer, (1993) : Competence at Work Model for SuperiorPerformance, Jhon Willey and Son Inc. Canada, 1993 page : 99 – 100 Lily M. Spencer dan Signe M. Spencer, (1993) : Competence at Work Model for SuperiorPerformance, Jhon Willey and Son Inc. Canada, 1993 page : 100 – 101 Universitas Sumatera Utara Kelebihan metode survei : a. Merupakan cara yang paling cepat dan murah untuk mngumpukan data yang di butuhkan. Berbagai jenis pekerjaan dapat dipelajari dengan efesien untuk mengidentifikasi kecenderungan kebutuhan kompetensi. b. Memungkinkan responden untuk memberikan input untuk keperluan penelitian. Kelemahan metode survei : a. Survei tidak bisa mengidentifikasi kompetensi – kompetensi baru yang belum terdeteksi oleh model kompetensi semula. b. Metode bisa jadi tidak efesien. Survei sering menanyakan pertanyaan – pertanyaan yang sama kepada setiap orang pada semua tingkatan, padahal hanya sedikit dari pertanyaan itu yang relevan dengan pekerjaan yang ditinjau. Teknik Pengambilan Sampel Cara Keputusan (Judgment Sampling) Dengan cara ini semua elemen populasi belum tentu memiliki peluang yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel karena ada bagian tertentu yang secara sengaja tidak dimasukkan dalam pemilihan untuk mewakili populasi. Cara keputusan pada sebagian buku teks sama dengan purposive sampling, dapat dipakai misalnya kita ingin mengetahui pandapat karyawan tentang produk yang akan dibuat. Beranggapan bahwa karyawan akan lebih banyak tahu daripada orang – orang lain, sehingga telah melakukan pertimbangan cara ini lebih cocok dipakai pada saat tahap awal studi eksploratif. 10 10 Husein Umar, Drs., SE. MM. MBA., 1998, Metode Penelitian Untuk Skripsi & Tesis Bisnis, Divisi Buku Perguruan Tinggi Jakarta. Universitas Sumatera Utara 3.4. Proses Hierarki Analitik (Analytical Hierarcy Process) Sumber kerumitan masalah keputusan bukan hanya ketidakpastian atau ketidaksempurnaan informasi. Penyebab lainnya adalah banyak faktor yang berpengaruh terhadap pilihan-pilihan yang ada, beragamnnya kriteria pemilihan dan jika pengambilan keputusan lebih dari satu. Analisis keputusan mengkhususkan pada kerumitan pengambilan keputusan karena informasi yang kurang sempurna. Sementara game theory membahas masalah keputusan jika sumber kerumitannya ketidaksempurnaan informasi dan adanya lebih dari satu pengambilan keputusan yang sedang bersaing. Jika sumber kerumitan itu adalah beragamnya kriteria, maka Analytical Hierarchy Process (AHP) merupakan teknik untuk membantu menyelesaikan masalah ini. AHP diperkenalkan oleh Thomas L. Saaty pada periode 1971-1975 ketika di Wharton School. Dalam perkembangannya, AHP tidak saja digunakan untuk menentukan prioritas pilihan-pilihan dengan banyak kriteria, tetapi penerapannya telah meluas sebagai metode alternatif untuk menyelesaikan bermacam-macam masalah, seperti memilih portfolio, analisis manfaat biaya, peramalan dan lainlain. Pendeknya, AHP menawarkan penyelesaian masalah keputusan yang melibatkan seluruh sumber kerumitan seperti yang diidentifikasi di atas. Hal ini dimungkinkan karena AHP cukup mengandalkan pada intuisi sebagai input utamanya, namun intuisi harus datang dari pengambilan keputusan yang cukup informasi dan memahami masalah keputusan yang dihadapi. Pada dasarnya AHP adalah suatu teori umum tentang pengukuran. Ia digunakan untuk menemukan skala rasio baik dari perbandingan pasangan yang Universitas Sumatera Utara diskrit maupun kontinyu. 11 Perbandingan-perbandingan ini dapat diambil dari ukuran aktual atau dari suatu skala dasar yang mencerminkan kekuatan perasaan dan preferensi relatif. AHP memiliki perhatian khusus tentang penyimpangan dari konsistensi, pengukuran dan pada ketergantungan di dalam dan diantara kelompok elemen strukturnya. 3.4.1. Dasar-dasar AHP Skala ukuran panjang (meter), temperatur (derajat), waktu (detik) dan uang (rupiah) telah digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengukur bermacammacam kejadian yang sifatnya fisik. Kita tahu bahwa penerapan seperti itu dapat diterima secara umum. Pertanyaan adalah apakah kita dapat memperluas dan membenarkan penggunaan skala tersebut secara beralasan dan mudah dipahami untuk mencerminkan perasaan-perasaan kita pada bermacam-macam persoalan sosial, ekonomi dan politik Sulit dibayangkan, sebab disini lebih cocok bila digunakan suatu ukuran lain yang lebih sederhana, misalnya persentase. Namun, variabel–variabel sosial, ekonomi dan politik tidak jarang yang sulit diukur, seperti misalnya bagaimana mengukur produk yang berupa rasa aman karena tidak adanya serangan dari negara lain yang dihasilkan karena pengeluaran pemerintah di bidang pertahanan, bagaimana mengukur kerugian yang diderita masyarakat karena bermacam-macam polusi dan kerusakan lingkungan akibat industrialisasi, bagaimana mengkuantifikasi kesenangan karena dapat menikmati waktu senggang, dan sebagainya. 11 Mulyono, Sri. SE., MSc.,1996, Teori Pengambilan Keputusan, Edisi Revisi, Lembaga Penerbitan Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia, Hal 120 Universitas Sumatera Utara Disamping itu, sering ditemui bahwa tindakan yang dilakukan pemerintah, perusahaan besar, atau badan apa saja, seringkali memberikan bermacam-macam pengaruh pada banyak segi kehidupan. Kemudian, pertanyaan adalah bagaimana mengatakan bahwa suatu tindakan adalah lebih baik dibanding tindakan lain? Kesulitan menjawab pertanyaan ini disebakan dua alasan utama. Pertama, pengaruh-pengaruh itu kadang-kadang tidak dapat dibandingkan karena satuan ukuran atau bidang yang berbeda. Kedua, pengaruh-pengaruh itu kadang- kadang saling bentrok, artinya perbaikan pengaruh yang satu hanya dapat dicapai dengan pemburukan pengaruh lainnya. Alasan-alasan ini menyulitkan kita dalam membuat ekuivalensi antar pengaruh. Bertolak dari sini, maka diperlukan suatu skala yang luwes yang disebut prioritas, yaitu suatu ukuran abstrak yang berlaku untuk semua skala. Penentuan prioritas inilah yang akan dilakukan dengan menggunakan AHP. Dalam menyelesaikan persoalan dengan AHP ada beberapa prinsip yang harus dipahami, diantaranya adalah : decomposition, comparative judgement, synthesis of priority, dan logical consistency. 12 3.4.1.1. Decomposition Setelah persoalan didefenisikan, maka perlu dilakukan decomposition yaitu memecah persoalan yang utuh menjadi unsur-unsurnya. Jika ingin mendapatkan hasil yang akurat, pemecahan juga dilakukan pemecahan lebih lanjut, sehingga didapatkan beberapa tingkatan dari persoalan tadi. Karena alasan 12 Mulyono, Sri. SE., MSc.,1996, Teori Pengambilan Keputusan, Edisi Revisi, Lembaga Penerbitan Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia, Hal 121 Universitas Sumatera Utara ini, maka proses analisis ini dinamakan hirarki (hierarchy). Ada dua jenis hirarki, yaitu lengkap dan tak lengkap. Dalam hirarki lengkap, semua elemen pada suatu tingkat memiliki semua elemen yang ada pada tingkat berikutnya. Jika tidak demikian, dinamkan hirarki tak lengkap. Di bawah ini pada gambar 3.2. adalah contoh sebuah hierarki hasil dekomposisi. Gambar 3.2. Contoh Sebuah Hierarki Hasil Dekomposisi 3.4.1.2. Comperative Judgement Prinsip ini berarti membuat penilaian tentang kepentingan relatif dua elemen pada suatu tingkat tertentu dalam kaitannya dengan tingkat di atasnya. Penilaian ini merupakan inti dari AHP, karena ia akan berpengaruh terhadap prioritas elemen-elemen. Hasil dari penilaian ini akan tampak lebih enak bila disajikan dalam bentuk matriks yang dinamakan matriks pairwise comparison. Pertanyaan yang biasa diajukan dalam penyusuan skala kepentingan adalah : 1. Elemen mana yang lebih (penting/disukai/mungkin/.)? dan 2. Berapa kali lebih (penting/disukai/mungkin/.)? Agar diperoleh skala yang bermanfaat ketika membandingkan dua elemen, seseorang yang akan memberikan jawaban perlu pengertian menyeluruh tentang Universitas Sumatera Utara elemen-elemen yang dibandingkan dan relevansinya terhadap kriteria atau tujuan yang dipelajari. Dalam penyusunan skala kepentingan ini, digunakan patokan skala 242.543 31.018 2298.171 393.000 1030.629 207.057 242.543 32.207 98.535 17.464 992.571 207.057 558.857 92.794 460.200 71.818 242.543 31.018 2298.171 393.000 1030.629 207.057 7811.612 31967.890 14821.727 74017.536 6668.719 42872.660 14870.400 81373.457 7076.551 40135.922 17418.908 74017.536 6863.464 36468.154 12190.018 81373.457 28420.346 151444.627 59301.054 310781.985 Baris 3 x Kolom 1-4 242.543 992.571 460.200 2298.171 Universitas Sumatera Utara 32.207 98.535 17.464 207.057 558.857 92.794 71.818 242.543 31.018 393.000 1030.629 207.057 242.543 32.207 98.535 17.464 992.571 207.057 558.857 92.794 460.200 71.818 242.543 31.018 2298.171 393.000 1030.629 207.057 23898.886 97802.722 45345.666 226449.618 17999.192 115715.363 40135.922 219630.857 23898.886 135546.808 58827.038 249971.598 17999.192 95636.442 31967.890 213399.007 83796.156 444701.335 176276.516 909451.081 Baris 4 x Kolom 1-4 242.543 992.571 32.207 207.057 98.535 558.857 17.464 92.794 242.543 32.207 98.535 17.464 992.571 207.057 558.857 92.794 460.200 71.818 242.543 31.018 460.200 71.818 242.543 31.018 2298.171 393.000 1030.629 207.057 2298.171 393.000 1030.629 207.057 4235.838 17334.551 8037.064 40135.922 2988.639 19213.720 6664.287 36468.154 3056.335 17334.551 7523.160 31967.890 3616.105 19213.720 6422.469 42872.660 13896.917 73096.541 28646.980 151444.627 Hasil: B1xK1-4 1.763 9.167 3.658 18.976 B2x1-4 B3x1-4 0.284 0.838 1.514 4.447 0.593 1.763 3.108 9.095 ∑ B4x1-4 0.139 0.731 0.286 1.514 ∑ 3.024 15.859 6.300 32.693 57.877 Norm 0.052 0.274 0.109 0.565 1.000 Universitas Sumatera Utara SINTESIS Iterasi 1 (A) 0.038 0.319 0.084 0.559 ∑ Iterasi 3 (B) 0.052 0.274 0.109 0.565 A-B -0.014 0.045 -0.024 -0.006 0.000 Iterasi 4 Baris 1 x Kolom 1-4 1.763 9.167 3.658 18.976 0.284 1.514 0.593 3.108 1.763 9.167 3.658 18.976 0.284 1.514 0.593 3.108 3.107 0.501 1.477 0.245 2.605 0.430 1.264 0.208 0.838 4.447 1.763 9.095 0.838 4.447 1.763 9.095 3.065 0.497 1.477 0.240 0.139 0.731 0.286 1.514 0.139 0.731 0.286 1.514 2.637 0.432 1.264 0.210 Baris 2 x Kolom 1-4 1.763 9.167 3.658 18.976 0.284 1.514 0.593 3.108 0.838 4.447 1.763 9.095 0.139 0.731 0.286 1.514 1.763 9.167 3.658 18.976 16.159 2.605 0.284 1.514 0.593 3.108 13.883 2.294 0.838 4.447 1.763 9.095 16.267 2.637 0.139 0.731 0.286 1.514 13.871 2.272 11.415 1.860 5.482 0.903 60.181 9.808 Universitas Sumatera Utara 7.682 1.274 6.735 1.107 7.839 1.274 6.648 1.107 28.903 4.762 Baris 3 x Kolom 1-4 1.763 9.167 3.658 18.976 0.284 1.514 0.593 3.108 1.763 9.167 3.658 18.976 0.284 1.514 0.593 3.108 6.448 1.040 3.065 0.508 5.436 0.898 2.637 0.433 0.838 4.447 1.763 9.095 0.838 4.447 1.763 9.095 6.448 1.045 3.107 0.505 0.139 0.731 0.286 1.514 0.139 0.731 0.286 1.514 5.436 0.890 2.605 0.434 23.769 3.873 11.415 1.881 Baris 4 x Kolom 1-4 1.763 9.167 3.658 18.976 0.284 1.514 0.593 3.108 0.838 4.447 1.763 9.095 0.139 0.731 0.286 1.514 1.763 9.167 3.658 18.976 0.284 1.514 0.593 3.108 0.838 4.447 1.763 9.095 0.139 0.731 0.286 1.514 33.451 5.393 15.901 2.637 28.489 4.707 13.821 2.272 33.268 5.393 16.031 2.605 28.739 4.707 13.773 2.294 123.947 20.200 59.527 9.808 Hasil: B1xK1-4 B2x1-4 B3x1-4 B4x1-4 ∑ Norm Universitas Sumatera Utara 11.415 1.860 5.482 0.903 60.181 9.808 28.903 4.762 ∑ 23.769 3.873 11.415 1.881 SINTESIS Iterasi 2 (A) 0.572 0.101 0.277 0.050 ∑ Iterasi 4 (B) 0.581 0.095 0.279 0.046 A-B -0.008 0.006 -0.002 0.004 0.000 123.947 20.200 59.527 9.808 219.312 35.741 105.327 17.353 377.733 0.581 0.095 0.279 0.046 1.000 Iterasi 5 Baris 1 x Kolom 1-4 11.415 60.181 1.860 9.808 5.482 28.903 0.903 4.762 23.769 3.873 11.415 1.881 123.947 20.200 59.527 9.808 11.415 1.860 5.482 0.903 60.181 9.808 28.903 4.762 23.769 3.873 11.415 1.881 123.947 20.200 59.527 9.808 130.304 686.968 271.323 1414.866 111.949 590.234 233.101 1215.623 130.300 686.996 271.323 1414.880 111.952 590.222 233.101 1215.635 484.505 2554.420 1008.849 5261.003 Baris 2 x Kolom 1-4 11.415 60.181 1.860 9.808 5.482 28.903 0.903 4.762 11.415 1.860 60.181 9.808 23.769 3.873 11.415 1.881 23.769 3.873 123.947 20.200 59.527 9.808 123.947 20.200 Universitas Sumatera Utara 5.482 0.903 28.903 4.762 11.415 1.881 59.527 9.808 21.234 111.949 44.215 230.567 18.244 96.191 37.989 198.111 21.234 111.952 44.215 230.567 18.245 96.188 37.988 198.111 78.957 416.279 164.406 857.356 Baris 3 x Kolom 1-4 11.415 60.181 1.860 9.808 5.482 28.903 0.903 4.762 23.769 3.873 11.415 1.881 123.947 20.200 59.527 9.808 11.415 1.860 5.482 0.903 60.181 9.808 28.903 4.762 23.769 3.873 11.415 1.881 123.947 20.200 59.527 9.808 62.577 329.909 130.300 679.475 53.766 283.473 111.952 583.831 62.577 329.932 130.304 679.501 53.766 283.459 111.949 583.818 232.686 1226.774 484.505 2526.625 Baris 4 x Kolom 1-4 11.415 60.181 1.860 9.808 5.482 28.903 0.903 4.762 23.769 3.873 11.415 1.881 123.947 20.200 59.527 9.808 11.415 1.860 5.482 0.903 60.181 9.808 28.903 4.762 23.769 3.873 11.415 1.881 123.947 20.200 59.527 9.808 10.310 54.357 21.469 111.952 8.858 46.703 18.444 96.188 10.310 54.357 21.468 111.949 8.859 46.703 18.445 96.191 38.337 202.120 79.826 416.279 Universitas Sumatera Utara Hasil: B1xK1-4 484.505 2554.420 1008.849 5261.003 B2x1-4 B3x1-4 78.957 232.686 416.279 1226.774 164.406 484.505 857.356 2526.625 ∑ B4x1-4 38.337 202.120 79.826 416.279 ∑ 834.485 4399.593 1737.586 9061.263 16032.927 Norm 0.052 0.274 0.108 0.565 1.000 SINTESIS Iterasi 3 (A) 0.052 0.274 0.109 0.565 ∑ Iterasi 5 (B) 0.052 0.274 0.108 0.565 A-B 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 Iterasi 6 Baris 1 x Kolom 1-4 484.505 78.957 2554.420 416.279 1008.849 164.406 5261.003 857.356 232.686 1226.774 484.505 2526.625 38.337 202.120 79.826 416.279 484.505 2554.420 1008.849 5261.003 78.957 416.279 164.406 857.356 232.686 1226.774 484.505 2526.625 38.337 202.120 79.826 416.279 234745.075 38255.068 112737.554 18574.312 201689.398 32868.172 96862.392 15958.766 234745.075 38255.068 112737.554 18574.311 201689.398 32868.172 96862.392 15958.766 872868.946 142246.480 419199.892 69066.155 Baris 2 x Kolom 1-4 484.505 78.957 2554.420 416.279 232.686 1226.774 38.337 202.120 Universitas Sumatera Utara 1008.849 5261.003 164.406 857.356 484.505 2526.625 79.826 416.279 484.505 2554.420 1008.849 5261.003 78.957 416.279 164.406 857.356 232.686 1226.774 484.505 2526.625 38.337 202.120 79.826 416.279 1237629.303 201689.398 594377.968 97927.985 1063352.274 173288.463 510680.510 84138.235 1237629.304 201689.398 594377.968 97927.985 1063352.273 173288.463 510680.510 84138.235 4601963.153 749955.723 2210116.956 364132.441 Baris 3 x Kolom 1-4 484.505 78.957 2554.420 416.279 1008.849 164.406 5261.003 857.356 232.686 1226.774 484.505 2526.625 38.337 202.120 79.826 416.279 484.505 2554.420 1008.849 5261.003 78.957 416.279 164.406 857.356 232.686 1226.774 484.505 2526.625 38.337 202.120 79.826 416.279 488792.316 79655.700 234745.075 38675.916 419962.924 68438.966 201689.398 33229.759 488792.316 79655.700 234745.075 38675.916 419962.924 68438.966 201689.398 33229.759 1817510.480 296189.331 872868.946 143811.349 Baris 4 x Kolom 1-4 484.505 78.957 2554.420 416.279 1008.849 164.406 5261.003 857.356 232.686 1226.774 484.505 2526.625 38.337 202.120 79.826 416.279 484.505 2554.420 1008.849 5261.003 78.957 416.279 164.406 857.356 232.686 1226.774 484.505 2526.625 38.337 202.120 79.826 416.279 Universitas Sumatera Utara 2548982.389 415393.141 1224162.169 201689.398 2190046.901 356899.469 1051781.518 173288.463 2548982.390 415393.141 1224162.170 201689.398 2190046.900 356899.469 1051781.517 173288.463 9478058.580 1544585.221 4551887.374 749955.723 Hasil: B1xK1-4 872868.946 142246.480 419199.892 69066.155 B2x1-4 B3x1-4 4601963.153 1817510.480 749955.723 296189.331 2210116.956 872868.946 364132.441 143811.349 ∑ B4x1-4 9478058.580 1544585.221 4551887.374 749955.723 ∑ 16770401.160 2732976.755 8054073.168 1326965.667 28884416.750 Norm 0.581 0.095 0.279 0.046 1.000 SINTESIS Iterasi 4 (A) 0.581 0.095 0.279 0.046 ∑ Iterasi 6 (B) 0.581 0.095 0.279 0.046 A-B 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 Universitas Sumatera Utara
Perancangan Penilaian Kinerja Instruktur Komputer Berdasarkan Kompetensi Dengan Metode Analytical Hierarchy Process.
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Tags
Hasil Penilaian Kinerja Penilaian Kinerja Perusahaan Penilaian Kinerja Keuangan Menentukan Model Persamaan Regresi Linier Berganda Dengan Metode Backward

Analytical Hierarchy Process Ahp

Analytical Hierarchy Process Ahp Analytical Hierarchy Process Penilaian Kinerja

Analytical Hirarchy Process Ahp

Anp Analytical Network Process

Analytical Hierarcy Process Ahp

Metode Penilaian Analytic Hierarchy Process

Ahp Anlytical Hierarchy Process

Fuzzyanalytic Hierarchy Process

Analitic Hierarchy Process Ahp

Fuzzyanalytical Hierarchy Process Ahp

Analytic Hierarchy Process Ahp

Upload teratas

Perancangan Penilaian Kinerja Instruktur Komputer Berdasarkan Kompetensi Dengan Metode Analytical Hierarchy Process.

Gratis