Laporan Praktek Kerja Profesi Farmasi Industri di Lembaga Farmasi Angkatan Udara (LAFI AU)Drs. Roostyan Effendie, Apt.Bandung

 3  65  59  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

LAPORAN PRAKTEK KERJA PROFESI FARMASI INDUSTRI

  di Lembaga Farmasi Angkatan Udara (LAFI AU)Drs. Roostyan Effendie, Apt.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011

  Laporan ini disusun untuk melengkapi salah satu syarat untuk memperoleh gelarApoteker pada Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara Medan Disusun oleh: Opa Meliawati, S. Letkol Kes NRP 527570 Mengetahui,Kepala Lembaga Farmasi Dekan Fakultas Farmasi TNI Angakatan Udara Roostyan Effendie., Apt.

KATA PENGANTAR

  Tujuan dilaksanakan Praktek Kerja Profesi di Lembaga Farmasi AngkatanUdara adalah agar mahasiswa mampu mengelola dan memahami permasalahan industri secara profesional sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku,dan PKP ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman tentang aspek industri farmasi bagi mahasiswa Profesi Apoteker sehingga setelah lulus dan menjadiapoteker mempunyai kompetensi yang mampu bersaing di dunia kerja. Tujuan dilaksanakan Praktek Kerja Profesi di Lembaga Farmasi AngkatanUdara adalah agar mahasiswa mampu mengelola dan memahami permasalahan industri secara profesional sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku,dan PKP ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman tentang aspek industri farmasi bagi mahasiswa Profesi Apoteker sehingga setelah lulus dan menjadiapoteker mempunyai kompetensi yang mampu bersaing di dunia kerja.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Dalam hal ini obat memegang peranan penting, karena itu harusdiperhatikan dengan seksama mulai dari aktivitas di industri farmasi yang memproduksi dan mendistribusikan obat-obatan berkualitas tinggi, berkhasiat,aman dalam jumlah yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan terjangkau secara ekonomi. Yang dimaksud dengan “Cara Pembuatan yang Baik” adalah petunjuk yang menyangkut segala aspek dalam produksi dan pengendalian mutu meliputiseluruh rangkaian pembuatan obat yang bertujuan untuk menjamin agar produk obat yang dihasilkan memenuhi persyaratan mutu yang telah ditetapkan sesuaidengan tujuan penggunaannya.

1.2 Tujuan Praktek Kerja Profesi

  Memahami dan menguasai aspek-aspek yang ada di industri farmasi sehingga benar-benar mempunyai kompetensi ketika harus terjun secara nyata ke duniakerja di industri farmasi. Mempelajari dan memahami pengelolaan industri farmasi yang dilakukan dengan baik dan profesional serta mengetahui peran dan fungsi apoteker diindustri farmasi sebagai penanggung jawab produksi, pengawasan mutu dan litbang (penelitian dan pengembangan).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Industri Farmasi. Industri farmasi menurut Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor

  Sedangkan industri bahan baku adalah bahan baku yang diproduksi oleh suatu industri, dimana bahan baku tersebut adalah semua bahan baik yang berkhasiatmaupun tidak berkhasiat, yang digunakan dalam proses pengolahan obat. industri padat modal adalah industri yang menggunakanmesin-mesin produksi dalam jumlah yang lebih besar dari pada jumlah tenaga kerjanya, sedangkan industri padat karya lebih banyak menggunakan tenagamanusia dari pada tenaga mesin.

2.2 Persyaratan Industri Farmasi

  Jadi CPOB adalah suatu konsep yang ditetapkan dalam industrifarmasi mengenai langkah-langkah atau prosedur yang dilakukan dalam suatu industri farmasi untuk menjamin mutu obat yang diproduksi dengan menerapkan “Good Manufacturing Practices” dalam seluruh aspek dan rangkaian kegiatan produksi, sehingga obat yang dihasilkan senantiasa memenuhi persyaratan mutuyang ditentukan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Manajer pengawasan mutu adalah satu-satunya yang memiliki wewenang untuk meluluskan bahan awal, produk antara, produk ruahan dan obat jadi bila produktersebut sesuai dengan spesifikasinya, atau menolaknya bila tidak cocok dengan spesifikasinya, atau bila tidak dibuat sesuai dengan prosedur yang disetujui dankondisi yang ditentukan.

2.4.3 Bangunan

  2.4.4 Peralatan Peralatan yang digunakan dalam pembuatan obat hendaklah memiliki rancang bangun, dan konstruksi yang tepat, ukuran yang memadai sertaditempatkan dengan tepat sehingga mutu yang dirancang bagi tiap produk obat terjamin secara seragam dari batch ke batch dan untuk memudahkan pembersihandan perawatannya. BangunanBangunan yang digunakan untuk pembuatan obat hendaknya dirancang dan dibangun dengan tepat untuk memudahkan pelaksanaan sanitasi yang baik.

2.4.6 Produksi

  Pengawasan mutu ini penting dalamhal penetapan spesifikasi, pengambilan contoh dan pengujian beserta dokumentasi dan prosedur pelulusan yang menjamin bahwa pengujian yangdiperlukan benar-benar dilaksanakan, serta pelulusan bahan dan produk untuk dijual tidak akan diberikan sebelum mutunya dinilai memuaskan. 2.4.10 Pembuatan dan Analisis Berdasarkan Kontrak Prinsip pembuatan dan analisis berdasarkan kontrak harus dibuat secara benar, disetujui, dan dikendalikan untuk menghindari kesalah pahaman yang dapatmenyebabkan produk atau pekerjaan dengan mutu yang tidak memuaskan.

2.5 Pengolahan Limbah

  Semua sarana termasuk daerah produksi, laboratorium, gudang, dan daerah sekitar gudang sebaiknya dijaga agar senantiasa dalam keadaan bersih dan rapi. Saluran pembuangan sebaiknya berukuran layak, memiliki bak kontrol dan validasi yang cukup dan setiap saluran yang terbuka dan cukup dangkal agarmudah dibersihkan.

BAB II I TINJAUAN UMUM LEMBAGA FARMASI ANGKATAN UDARA

  mulai dikembangkan produksi obat-obatan dengan skala lebih besar, dan didatangkan pula peralatan produksi obat dari Amerika Serikat. untuk mulai memproduksi obat-obatan sesuai dengan ketentuan farmasi telah memberi dorongan dan semangat bagigenerasi berikutnya sehingga terbentuk Lembaga Farmasi Angkatan Udara seperti saat ini.

3.2.1 Visi dari Lafiau adalah : 1. Terpenuhinya obat berkualitas bagi anggota TNI AU dan keluarganya

  Melaksanakan pengawasan dan pemastian mutu matkes sesuai dengan persyaratan teknis kefarmasian. Melaksanakan penelitian dan pengembangan serta pendidikan dan pelatihan dengan mengedepankan profesionalitas, efisien, efektif dan modern.

3. Mengajukan sertifikat CPOB untuk produk injeksi kering antibiotik golongan sefalosporin

3.3 Susunan Organisasi

3.4 Sarana dan Fasilitas Produksi

  Eselon pimpinan yaituKepala Lembaga Farmasi Angkatan Udara (Kalafiau) dan eselon pembantu pimpinan/staf adalah Sektretaris Lembaga (Sesla), sedangkan eselon pelaksanameliputi Kepala Bagian Produksi (Kabag Prod), Kepala Bagian Gudang PusatFarmasi (Kabag gupusfi), Kepala Bagian Pengujian dan Pengembangan (Kabag Ujibang) dan Kepala Bagian Penunjangan (Kabag Jang). Bangunan pertama digunakan sebagai gudangpenyaluran dan gudang perbekalan kesehatan, bangunan kedua digunakan sebagai gudang bahan baku dan obat jadi yang dipisahkan oleh dinding, gudang inidilengkapi dengan humidifier yang berfungsi menyerap kelembaban udara dalam ruangan.

BAB IV KEGIATAN LEMBAGA FARMASI ANGKATAN UDARA IV.1 Pengelolaan Perbekalan Kesehatan Pengadaan perbekalan kesehatan yang mengacu kepada Program Kerja. Dinas Kesehatan Angkatan Udara (Diskesau) dan Pusat Kesehatan TNI (Puskes)

  diajukan oleh Kalafiau kepada Kepala Dinas Kesehatan Angkatan Udara(Kadiskesau) dengan pertimbangan seperti rencana produksi satu tahun anggaran, persediaan perbekalan kesehatan dan kebutuhan satuan kerja. Usulan dariKalafiau akan dipertimbangkan dan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan kebijaksanaan dan anggaran dari Diskesau.

IV. 2 Bagian Gudang Pusat Farmasi

  Gudang bahan jadi dan bahan baku (Guhanjabaku)Bahan baku yang dalam penyimpanannya membutuhkan kondisi khusus maka harus segera disimpan dalam gudang bahan baku, obat jadi dan embalageyang sudah dilengkapi dengan alat pengatur suhu dan kelembaban udara. Pakaian yang digunakan di daerah ini adalah pakaian khusus produksi yang terbuat dari bahan dengan serat yang tidak mudah lepas dan dilengkapi dengansarung tangan, penutup kepala, serta penutup hidung dan mulut.

IV. 3.2 Produksi Obat

  Produksi di Lafiau dilakukan berdasarkan adanya Surat Perintah Produksi(SPP) yang dilakukan oleh Kadiskesau kepada Kalafiau kemudian Kalafiau mengeluarkan SP3 kepada Kabag prod dan pelaksanaannya dilakukan oleh Kaunit(Kepala Unit) berdasarkan Surat Perintah Kerja. Air artesis disaring terlebih dahulu dan dialirkan ke Multi Sorb yang merupakan penyaringan zat secara mekanik termasuk dapat menyaring besi, kemudian airdialirkan ke penukar ion positif dan penukar ion negatif.

IV. 3.3 Unit Pemeriksaan In Process Control dan Pengujian Obat Jadi

  Sampel disimpan selama lima tahun IV.4 Bagian Pengujian dan Pengembangan Bagian pengujian dan pengembangan bertugas melaksanakan pengujian dan percobaan atas kualitas perbekalan kesehatan, melaksanakan penelitian danpengembangan untuk meningkatkan hasil produksi obat jadi serta menyelenggarakan perencanaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan baikuntuk personel Lafiau atau siswa dan mahasiswa yang sedang Praktik Kerja Profesi Apoteker di Lafiau. Ruang bagian ujibang terdiri dari ruang penelitian dan pengembangan, ruang penyimpanan bahan baku dan peratan gelas, ruang contoh pertinggal, ruangtimbang, ruang analisis, ruang reagensia, ruang instrument dan laboratorium mikrobiologi.

IV. 6 Produk

  Obat-obatan yang telah diproduksi oleh Lafiau hingga saat ini antara lain sebagai berikut : 1. Kaplet dan Tablet Antibiotik: Kaplet Amoxixillin, Kaplet Rifampisin, TabletBactrim AU dan Tablet Cefadroxil 2.

BAB V PEMBAHASAN Lafiau merupakan sebuah Lembaga industri Farmasi Angkatan Udara

  Sebagai industri farmasi, Lafiau mempunyai tugasutama yaitu melaksanakan produksi obat jadi, pendistribusian obat dan perbekalan kesehatan lainnya dengan pengawasan kualitas dan persyaratan tekniskefarmasian untuk pelaksanaan dukungan pelayanan kesehatan bagi seluruh anggota TNI AU dan keluarganya. Perbekalan kesehatan yang dimaksud adalah sediaan farmasi hasil produksi Lafiau, sediaan obat jadi yang dibeli dari industri lain danperalatan kesehatan yang diadakan oleh Disadaau (Dinas Pengadaan AU) melalui sistem tender.

5.1 Personalia

  Secara umum, Lafiau memiliki sumber daya manusia berkualitas yang dapat mendukung tugas dan fungsi Lafiau dimana jumlah personil yang dimilikisebanyak 61 orang, meliputi 6 orang Apoteker S2, 8 orang Apoteker, 8 orangAkademi Farmasi, 9 orang Asisten Apoteker, dan 30 orang tenaga lainnya yang Hal penting dalam penataan organisasi perusahaan farmasi adalah bahwa bagian produksi dan pengawasan mutu harus dipimpin oleh apoteker yangberbeda. Meskipun pada BagianProduksi dan Bagian Ujibang di Lafiau tidak terjadi perangkapan jabatan namun ada perangkapan jabatan pada sub unit-sub unit tertentu, hal ini terjadi karenaketerbatasan personil.

5.2 Bangunan dan Fasilitas

  Catatan pengujian yang ada di laboratorium memuat nama, nomor batch, dan jumlah yang diuji, nama petugas penguji, metode analisa, peralatan, perhitungan dan rumus, pernyataan syarat spesifikasi dan tanda tangan penguji. 5.3 Peralatan Penempatan peralatan di Lafiau disesuaikan dengan tahapan kegiatan yang dilakukan, dan jarak yang memadai untuk memudahkan kegiatan karyawan didalamnya.

5.5 Bagian Produksi

  Bagian produksi di Lafiau dilaksanakan dengan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dan menjamin obat jadi yang dihasilkan memenuhi spesifikasiyang ditentukan. Produksi berdasarkan kebutuhan satker-satker yang terealisasi dengan adanya perintah untukmelaksanakan produksi, sehingga jenis dan jumlah obat jadi yang akan diproduksi telah ditentukan dalam satu tahun, yang teknis pelaksanaan produksinyadiserahkan kepada Lafiau.

5.6 Bagian Pengawasan Mutu

  Pengambilan contoh untuk ujidilakukan dengan metode yang telah ditetapkan dan sesuai dengan kebutuhan yang dapat mewakili seluruh bahan atau produk yang digunakan, yaitu denganrumus: n+1, untuk tiap sampel minimum dilakukan tiga kali pemeriksaan. Dalam setiap batch produksi diambil contoh pertinggal yang akan disimpan pada suhu kamar dan diuji tiap tiga bulan tahun pertama dan setiaptahun pada tahun selanjutnya untuk mengetahui stabilitas dari produk.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

  Lafiau adalah pelaksana teknis dari Diskes AU yang mempunyai tugas membina kemampuan dan pelaksanaan produksi obat jadi, pembekalankefarmasian dengan pengawasan kualitas dan persyaratan teknis kefarmasian untuk pelaksanaan dukungan pelayanan kesehatan bagi anggota TNI AU padakhususnya dan TNI pada umumnya. Lafiau bukan lembaga yang didirikan untuk bisnis atau mencari keuntungan, melainkan lembaga yang didirikan untuk pemenuhan kebutuhan internal TNIAU khususnya obat-obatan dan bekal kesehatan lainnya.

6.2 Saran

  Perlu dilakukan validasi secara berkala dan sistem dokumentasi yang telah ditetapkan sesuai rencana produksi baik untuk alat, bahan-bahan, proses,prosedur, kegiatan, sistem, perlengkapan, atau mekanisme yang dilakukan. Pengolahan limbah padat akan lebih efisien jika dilengkapi dengan incenerator, sehingga limbah dapat terurai sempurna dan tidak mencemari lingkungan khususnya untuk pengolahan bahan yang berbahaya.

Laporan Praktek Kerja Profesi Farmasi Industri di Lembaga Farmasi Angkatan Udara (LAFI AU)Drs. Roostyan Effendie, Apt.Bandung Bagian Gudang Pusat Farmasi Bagian Pengujian dan Pengembangan Sanitasi dan Higiene Bagian Produksi Bagian Pengawasan Mutu Kesimpulan Bangunan dan Fasilitas Laporan Praktek Kerja Profesi Farmasi Industri di Lembaga Farmasi Angkatan Udara (LAFI AU)Drs. Roostyan Effendie, Apt.Bandung Bangunan Pembuatan Obat Yang Baik Latar Belakang Laporan Praktek Kerja Profesi Farmasi Industri di Lembaga Farmasi Angkatan Udara (LAFI AU)Drs. Roostyan Effendie, Apt.Bandung Pengawasan Mutu Inspeksi Diri dan Audit Mutu Dokumentasi Pembuatan dan Analisis Berdasarkan Kontrak Peralatan Sanitasi dan Higiene Persyaratan Industri Farmasi Pengolahan Limbah Produk Personalia Laporan Praktek Kerja Profesi Farmasi Industri di Lembaga Farmasi Angkatan Udara (LAFI AU)Drs. Roostyan Effendie, Apt.Bandung Produksi Obat Bagian Produksi .1 Tata Letak dan Klasifikasi Ruang Produksi Sanitasi dan Higiene Produksi Sejarah dan Perkembangan Lembaga Farmasi Angkatan Udara Susunan Organisasi Pengelolaan Perbekalan Kesehatan Sistem Manajemen Mutu Personalia Tujuan Praktek Kerja Profesi Pengertian Industri Farmasi. Unit Pemeriksaan In Process Control dan Pengujian Obat Jadi Pengemasan
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Laporan Praktek Kerja Profesi Farmasi Industr..

Gratis

Feedback