Hubungan Antara Jumlah Penduduk Dan Jumlah Personil Polisi Dengan Jumlah Kejahatan Di Kabupaten Toba Samosir Tahun 2009.

 0  28  64  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

NIM: 082407067 DAFTAR ISI

HalamanPERSETUJUANi PERNYATAANii PENGHARGAANiii DAFTAR ISIiv

BAB 1 Pendahuluan

  Sejarah Kepolisian 22 DAFTAR TABEL Halaman Tabel 2.1 Daftar Kontingensi 16 Tabel 2.2 Daftar Kontingensi dari Frekuensi yang Diharapkan 18 Tabel 4.1 Daftar Jumlah Personil Polisi pada Setiap Kesatuan di Kab. Toba Samosir Tahun 2009 Tabel 4.5 Daftar Frekuensi yang Diharapkan 36 2 Tabel 4.6 Penentuan Harga Chi-Kuadrat (X ) 37 Tabel 4.7 Hubungan Jumlah Penduduk dengan Jumlah Kejahatan pada 40Setiap Kesatuan di Kab.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Dimana tugas Polri adalah mampu menjadi pelindung, pengayom danpelayan masyarakat yang selalu dekat dan bersama-sama dengan masyarakat, serta sebagai penegak hukum yang profesional dan proposional yang selalu menjunjungtinggi supermasi hukum dan hak azasi manusia, pemeliharaan keamanan dalam negeri dalam suatu kehidupan nasional yang demokratis dan masyarakat yang sejahtera. 1.2 Identifikasi Masalah Sesuai dengan judul di atas maka yang menjadi identifikasi masalah adalah bagaimana hubungan antara jumlah penduduk dan jumlah personil polisi dengan jumlahkejahatan setiap polsek di Kabupaten Toba Samosir tahun 2009.

1.8 Sistematika Penulisan

  Adapun sistematika penulisan yang digunakan penulis adalah antara lain: BAB 1 : PENDAHULUAN Pada bab ini akan diuraikan latar belakang, identifikasi masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, lokasi penelitian, metode penelitian, serta sistematika penulisan. BAB 6 : PENUTUP Bab ini merupakan penutup mengenai kesimpulan dari penelitian tersebut dan penulis mencoba memberikan saran yang mungkin dapat bermanfaat untuk masa yang akan datang.

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS

2.1 Statistik non Parametrik

  Statistik non parametrik mempunyai kelebihan yaitu kebanyakan prosedur parametrik memerlukan asumsi dalam jumlah yang minimal maka kemungkinanuntuk beberapa prosedur non parametrik perhitungan-perhitungan dapat dilakukan dengan cepat dan mudah, terutama bila terpaksa dilakukan dengan manual. Sedangkan kelemahan dari statistik non parametrik adalah perhitungan- perhitungan yang dibutuhkan untuk kebanyakan prosedur non parametrik cepat dansederhana yang mengakibatkan uji ini kurang akurat dan efisien.

2.2 Hipotesis

  Hipotesis secara etimologis dibentuk dari dua kata yaitu, kata hypo yang berarti kurang dan thesis yang berarti pendapat. Tetapi yang biasa adalah H yangmerupakan antara dua variabel x dan variabel y yang akan diteliti atau variabel independen (x) tidak mempengaruhi variabel dependen (y).

2.3 Analisa yang Digunakan

  Uji Chi-kuadrat digunakan untuk menguji kebebasan antara dua sampel(variabel) yang disusun dalam tabel baris kali kolom atau menguji keselarasan dimana pengujian dilakukan untuk memeriksa ketergantungan dan homogenitas apakah datasebuah sampel yang diambil menunjang hipotesis yang menyatakan bahwa populasi asal sampel tersebut mengikuti suatu distribusi yang telah ditetapkan. Pada kedua prosedur tersebut selalu meliputi perbandingan frekuensi yang teramati dengan frekuensi yang diharapkan bila H yang ditetapkan benar, karenadalam penelitian yang dilakukan data yang diperoleh tidak selamanya berupa data skala interval saja, melainkan juga data skala nominal, yaitu yang berupa perhitunganfrekuensi pemunculan tertentu.

1. Uji Independen antara Dua Faktor

  Secara umum untuk menguji independen antar dua faktor dapat dijelaskan sebagai berikut: misalkan diambil sebuah sampel acak berukuran n, dan tiappengamatan tunggal diduga terjadi karena adanya dua macam faktor I dan II. Pasangan hipotesis yang akan diuji berdasarkan data dengan memakai penyesuaian persyaratan data yang diuji sebagai berikut:H : Kedua faktor bebas statistikH : Kedua faktor tidak bebas statistic 1 Tabel yang disajikan akan dianalisis untuk setiap sel yang diperlukan kemudian dibentuk tabel kontingensi.

2 X = Chi Kuadrat

n ij = Jumlah observasi untuk kasus-kasus yang dikategorikan dalam baris ke-I dan kolom ke-jE = Banyak kasus yang diharapkan untuk dikategorikan dalam baris ke-I dan kolom ij ke-j. Dengan kriteria pengujian sebagai berikut: 2 X tabel 2

2 Terima H jika X

  Metode Analisa Dalam penelitian ini dilakukan metode analisis kuantitatif dengan langkah-langkah sebagai berikut: Langkah 1: Pengumpulan data yang dilakukan penulis dengan mengadakan penelitian di PolresToba Samosir dari tanggal 26 Desember sampai dengan 30 Desember 2010 di Bagian Operasional Polres Toba Samosir Kabupaten Toba Samosir. n 0k N  i1 k  N (1) = E ; j = 1,2,3,…,k ij  j1 Langkah 4: Tentukan frekuensi yang diharapkan dari frekuensi yang diamati dengan rumus: E ij = ( n io n oj ) / n Dengan:E ij = ferkuensi yang diharapkan n = jumlah data yang diamatiDari rumus di atas dapat disusun tabel kontingensi dari frekuensi yang diharapkan seperti pada tabel 2.2 di bawah ini: Tabel 2.2 Daftar Kontingensi dari Frekuensi yang Diharapkan FAKTOR II (K TARAF) 2 .

2 Untuk menguji apakah harga X dianggap berarti pada suatu level of signifikan

  2 tertentu harus diketahui nilai kritis dari X dengan menggunakan daftar pencarian harga Chi-Kuadrat yang dibandingkan dengan nilai yang diperoleh dari hasilperhitungan. Langkah 6: Hipotesa yang diajukan adalah:H = Tidak ada hubungan antara jumlah personil polisi dan jumlah penduduk dengan jumlah kejahatan pada setiap polsek.

2 Terima H jika X hitung < X tabel

  Langkah 7: Selanjutnya akan ditentukan koefisien kontingensi C dengan menggunakan rumus sebagai berikut:2 Xhitung C =2 X N hitung  Keterangan:C = Koefisien Kontingensi 2 X = Hasil perhitungan Chi-Kuadrat hitung N = Banyak dataHarga C dipakai untuk nilai derajat asosiasi antar faktor-faktornya adalah dengan membandingkan harga C dengan koefisien kontingensi maksimum dihitung denganrumus sebagai berikut:C maks = Dengan m harga minimum antara b dan k atau antara jumlah baris dan kolom. Hubungan kedua variabel ini disimbolkan dengan Q dan mempunyai nilai antara -1 dan +1.

BAB 3 SEJARAH SINGKAT TEMPAT RISET

3.1 Sejarah Kepolisian

  Andil pasukan Polisi dalam mengobarkansemangat perlawanan rakyat ketika itupun sangat besar dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di dalam negeri, Polri juga sudah banyak disibukkan oleh berbagaioperasi militer, penumpasan pemberontakan dari DI & TII, PRRI, PKI, RMS, RAM, dan G30/SPKIserta berbagai penumpasan GPK. Dalam perkembangan paling akhir dalam kepolisian yang semakin modern dan global, Polri bukan hanya mengurusi keamanan dan ketertiban di dalam negeri,akan tetapi juga terlibat dalam masalah-masalah keamanan dan ketertiban regional maupun Internasional, sebagaimana yang ditempuh oleh kebijakan PBB yang telahmeminta pasukan-pasukan Polisi termasuk Indonesia untuk ikut aktif dalam berbagai operasi kepolisian, misalnya di Namibia (Afrika Selatan) dan di Kamboja (Asia).

3.2 Visi dan Misi Kepolisian

  3.2.1 Visi Polri yang mampu menjadi pelindung Pengayom dan Pelayan Masyarakat yang selalu dekat dan bersama-sama masyarakat, serta sebagai penegak hukum yang profesionaldan proposional yang selalu menjunjung tinggi supermasi hukum dan hak azasi manusia, Pemelihara keamanan dan ketertiban serta mewujudkan keamanan dalamnegeri dalam suatu kehidupan nasional yang demokratis dan masyarakat yang sejahtera. Kinerja Polri yang lebih profesional dan proporsional dengan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi sehingga disegani dan mendapat dukungan kuatdari masyarakat untuk mewujudkan lingkungan kehidupan yang lebih aman dan tertib.

3.3 Struktur Organisasi dan Pembagian Tugas

  Karena itu penyusunan struktur organisasi dalam suatu kerja sama dan koordinasi yang baik dalam organisasi sangat pentinguntuk dapat menciptakan suatu kesatuan tindak usaha atau keharmonisan dari berbagai fungsi yang berbeda-beda untuk dapat menciptkan tujuan yang telahditetapkan oleh perusahaan. Bagian Sentral Pelayanan Kepolisian bertugas memberikan pelayanan kepolisian kepada warga masyarakat yang membutuhkan, dalam bentukpenerimaan dan penanganan pertama laporan/pengaduan, pelayanan permintaan bantuan/pertolongan kepolisian, penjagaan markas termasukpenjagaan tahanan dan pengamanan barang bukti yang berada di Mapolres dan penyelesaian perkara ringan/perselisihan antar warga, sesuai ketentuan hukumdan peraturan/kebijakan dalam organisasi Polri.

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini, penulis mengambil data di Polres Toba Samosir Bagian Operasional yang dilaksanakan dari tanggal 26 Desember sampai dengnan 30 Desember 2010

  Adapun daftar distribusi jumlah dari personil polisi, kejahatan, dan penduduk adalah sebagai berikut: Tabel 4.1 Daftar Jumlah Personil Polisi pada Setiap Kesatuan di Kab. Lumban Julu 28.883 16,70184407 Jumlah 172.933 100 JumlahKesatuan Gambar 4.3 Diagram Batang Jumlah Penduduk di setiap Kesatuan Tabel 4.4 Hubungan Jumlah Personil Polisi dengan Jumlah Kejahatan pada Setiap Kesatuan di Kab.

4.2 Analisa Bivariat

Analisa ini digunakan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara jumlah kejahatan dengan jumlah personil polisi, maka kita dapat melakukan uji Chi Kuadrat 2 (X ) yaitu dengan cara mengamati jumlah frekuensi yang diharapkan dari frekuensi yang diamati yang dapat ditentukan rumus:E ij = (n io x n oj ) / nDengan:E ij = Banyaknya data teoritik (banyak gejala yang diharapkan terjadi) oj n = total jumlah dataDapat dicari jumlah frekuensi yang diharapkan dari jumlah frekuensi yang diamati, yaitu: E 11 = ( 172 298 ) / 776 = 66,0515 E 12 = ( 172 478 ) / 776 = 105,9484 E 21 = ( 63 298 ) / 776 = 24,1933 E 22 = ( 63 478 ) / 776 = 38,8067 E 31 = ( 58 298 ) / 776 = 22,2732 E 32 = ( 58 478 ) / 776 = 35,7268 E 41 = ( 66 298 ) / 776 = 25,3454 E 42 = ( 66 478 ) / 776 = 40,6546 E = ( 347 298 ) / 776 = 133,2551

51 E = ( 347 478 ) / 776 = 213,7448

  52 61 = ( 70 298 ) / 776 = 26,8814 E 62 = ( 70 478 ) / 776 = 43,1186 Dari koefisien di atas dapat dibentuk daftar kontingensi dari frekuensi yang diharapkan yang dapat dilihat pada tabel 4.5 di bawah ini: Tabel 4.5 Daftar Frekuensi yang Diharapkan No. Kesatuan Jumlah Personil Jumlah Kejahatan Jumlah 1.

2 X hitung = 17,030 atau dibulatkan menjadi desimal:

  2 X = 127,03 hitung Dengan hipotesa sebagai berikut: H = Tidak ada hubungan antara jumlah personil polisi dengan jumlah kejahatan di setiap kesatuanH 1 = Ada hubungan antara jumlah personil polisi dengan jumlah kejahatan di setiap kesatuan. 2 = (2-1)(6-1) = 5 dan = 11,07.

2 Ternyata X hitung > X tabel yakni 17,03 > 11,07

  Jadi H ditolak maka H 1 diterima, artinya ada hubungan antara jumlah personil polisi dengan jumlah kejahatan di setiap kesatuan. Tabel 4.7 Hubungan Jumlah Penduduk dengan Jumlah Kejahatan pada Setiap Kesatuan di Kab.

2 Ternyata X hitung > X tabel yakni 54,99 > 11,07

Jadi H ditolak maka H diterima, artinya ada hubungan antara jumlah personil polisi 1 dengan jumlah kejahatan di setiap kesatuan. Untuk mengetahui derajat hubungan antara jumlah personil polisi dengan jumlah kejahatan maka ditentukan koefisien kontingensi C (derajat hubungan) sebagaiberikut: 2 X hitung C =2 X N hitung 54 , 99 C = 54 ,99 173 , 411  C = 0,0178 Untuk menentukan derajat asosiasi antara jumlah personil polisi terhadap jumlah kejahatan maka harga C tersebut dibandingkan dengan harga C yaitu: maks C maks = C maks = C = 0,71 maks Dengan membandingkan harga C dengan C adalah sebagai berikut: maksC Q = 100%C maks , 0178Q = 100% , 71 Q = 0,0251 100%Q = 2,51%Berdasarkan ketentuan Davis (1971) nilai Q berada di antara 0,01 dan 0,09 maka dapat diketahui bahwa derajat hubungan antara jumlah personil polisi danjumlah kejahatan dapat diabaikan.

4.3 Evaluasi

  Dari hasil perhitungan nilai koefisien kontingensi yang menunjukkan keeratan atau besar hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat, besar hubunganantara jumlah personil polisi dengan jumlah kejahatan dapat dilihat dengan membandingkan harga C = 0,3751 dan C maks = 0,71 dan Q = 52,83 % sehingga dapatdisimpulkan bahwa hubungan antara jumlah personil polisi dan jumlah kejahatan erat. Dan besar hubungan jumlah penduduk dengan jumlah kejahatan dapat dilihat dengan membandingkan harga C dan harga C maks yaitu C = 0,0178 dan C maks = 0,71 dan Q =2,51 % sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan antara jumlah penduduk dan jumlah kejahatan dapat diabaikan.

BAB 5 IMPLEMENTASI SISTEM

5.1 Pengertian dan Pengenalan Microsoft Excel

  Implementasi sistem adalah suatu prosedur yang ditata atau disusun sedemikian rupa untuk menyelesaikan desain sistem yang disetujui, untuk menginstal dan memulaipenggunaan system baru atau system yang diperbaiki. Microsoft Excel mempunyai banyak fasilitas seperti kemampuan kalkulasi dengan formula dan fungsi yang kompleks dan fleksibel, fasilitas pengelolaandatabase yang sangat mapan, kemampuan membuat dan mengelola grafik dengan cepat, mudah dan menarik serta lebih mudah diintegrasikan dengan program aplikasiMicrosoft XP lainnya.

5.2 Mengoperasikan Excel

  Untuk menamai variabel dan properti yang diperlukan untuk pengisian dengan klik ganda pada sel tersebut dan ketik KESATUAN, JUMLAH PENDUDUK,JUMLAH PERSONIL POLISI dan JUMLAH KEJAHATAN. Jika penggunaan rumus yang sama di setiap kolom ataupun baris yang akan dijumlahkan maka tidak perlu memasukkan rumus berulang kali, cukup sortkolumnnya maka secara otomatis akan terisi sendiri hasil dari kolom yang di sort.

5.3 Pembuatan Grafik

  Untuk membuat grafik pada excel, biasa menggunakan icon chart wizard yang terdapat pada toolbar. Perlu dicatat bahwa kesalahan dalam menandai data dalam pembuatan grafik menyebabkankesalahan terhadap grafik yang terbentuk.

BAB 6 PENUTUP

6.1 Kesimpulan

  Besar hubungan antara jumlah personil polisi dan jumlah kejahatan dapat dilihat dari nilai kontingensi yaitu dengan membandingkan C = 0,3751 danC = 0,71 sehingga diperoleh nilai Q = 52,83%, yang menunjukkan maks hubungan antara keduanya dapat dikatakan erat (sesuai ketentuan Davis, berada antara 0,50 dan 0,69). Besar hubungan antara jumlah penduduk dan jumlah kejahatan dapat dilihat dari nilai kontingensi yaitu dengan membandingkan C = 0,0178 dan C maks =0,71 sehingga diperoleh nilai Q = 2,51%, yang menunjukkan hubungan antara keduanya dapat diabaikan (sesuai ketentuan Davis, berada antara 0,01 dan0,09).

6.2 Saran

  Apabila ada penelitian seperti penelitian ini sebaiknya digunakan beberapa metode untuk dapat dilihat dan dapat dibandingkan antara metode yang satudengan metode yang lainnya. Hendaknya pihak kepolisian memperhatikan jumlah penduduk dan jumlah personil polisi di setiap kesatuan sehingga jumlah kejahatan dapat diatasi.

DAFTAR PUSTAKA

  Kriminologi Dalam Arti Sempit dan Ilmu-ilmu Forensik. Medan : USU PRESSNuarsa, I Wayan.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

  Juniaty Pardede 082407067Data yang dimaksud khusus dipergunakan untuk menyusun Tugas Akhir Mahasiswa yang berjudul “Hubungan Antara Jumlah Penduduk dan Jumlah Personil Polisi dengan Jumlah Kejahatan di Kabupaten Toba Samosir Tahun 2009”, pada Program Studi Diploma III Statistik FMIPA USU. ( 061 ) 8214290 KARTU BIMBINGAN TUGAS AKHIR MAHASISWA Nama : Juniaty PardedeNIM : 082407067Judul Tugas Akhir :Hubungan Antara Jumlah Penduduk dan Jumlah Personil Polisi dengan Jumlah Kejahatan di Kabupaten Toba Samosir Tahun 2009 .

7. Kartu ini harap dikembalikan ke Departemen Matematika bila bimbingan mahasiswa

  19620901 198803 1 002 NIP.19550202 198601 1 001 KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM DIPLOMA 3 KOMPUTER DAN STATISTIKAJl. Bioteknologi No.1 Kampus USU Padang Bulan Medan 20155 Telp.

SURAT KETERANGAN

  Hasil Uji Program Tugas AkhirYang bertanda tangan di bawah ini menerangkan bahwa Mahasiswa Tugas AkhirProgram Diploma III Statistka :Nama : Juniaty PardedeNIM : 082407067Program Studi : StatistikaJudul Tugas Akhir : Hubungan Antara Jumlah Penduduk dan Jumlah Personil Polisi dengan Jumlah Kejahatan di Kabupaten Toba Samosir Tahun 2009. Dengan Hasil : Sukses / GagalDemikian diterangkan untuk digunakan melengkapi syarat pendaftaran UjianMeja Hijau Tugas Akhir Mahasiswa bersangkutan di Jurusan Matematika FMIPA USU Medan.

Hubungan Antara Jumlah Penduduk Dan Jumlah Personil Polisi Dengan Jumlah Kejahatan Di Kabupaten Toba Samosir Tahun 2009. Analisa Univariat Analisa Bivariat Evaluasi Pengertian dan Pengenalan Microsoft Excel Hipotesis Sejarah Kepolisian PENUTUP Identifikasi Masalah Rumusan Masalah Batasan Masalah Tujuan dan Manfaat Penelitian Koefisien Kontingensi Metode Analisa Latar Belakang Kesimpulan dan Saran Mengoperasikan Excel ANALISA DAN PEMBAHASAN Pembuatan Grafik Kesimpulan ANALISA DAN PEMBAHASAN Statistik non Parametrik PENUTUP Struktur Organisasi dan Pembagian Tugas Uji Independen antara Dua Faktor Visi Misi Visi dan Misi Kepolisian
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Hubungan Antara Jumlah Penduduk Dan Jumlah Pe..

Gratis

Feedback