Feedback

Tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya Dan Minat Menonton (Studi Korelasional Pengaruh Tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya di SCTV terhadap Minat Menonton di Kalangan Mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU)

Informasi dokumen
TAYANGAN VARIETY SHOW CINTA JUGA KUYA DAN MINAT MENONTON (Studi Korelasional Pengaruh Tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya di SCTV terhadap Minat Menonton di Kalangan Mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Menyelesaikan Pendidikan Sarjana (S-1) pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Departemen Ilmu Komunikasi Disusun oleh : Rangga Novio Purba 040904016 DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Penelitian ini berjudul Tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya dan Minat Menonton (Studi korelasional Pengaruh Tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya di SCTV terhadap Minat Menonton di Kalangan Mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi) yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya di SCTV terhadap minat menonton di kalangan mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU. Adapun teori yang dianggap relevan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Komunikasi dan komunikasi massa, televisi sebagai media massa dan teori AIDDA. Penelitian ini menggunakan studi korelasional, yakni meneliti sejauh mana hubungan antara Tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya dan Minat Menonton. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU angkatan stambuk 2007-2009 yang masih aktif kuliah. Untuk menentukan jumlah sampel digunakan rumus Taro Yamane dengan presisi 10% dan tingkat kepercayaan 90% sehingga diperoleh sampel sebanyak 79 orang. Sementara teknik penarikan sampel yang digunakan yaitu Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini melalui dua cara, yaitu Penelitian Kepustakaan (Library research) dan Penelitian Lapangan (Field Research). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa tabel tunggal, analisa tabel silang dan uji hipotesa melalui rumus Koefisien Korelasi Tata Jenjang (Rank Order) oleh Spearman, dengan menggunakan aplikasi Statistical Product and System Solution (SPSS) 16. Untuk melihat kuat lemahnya korelasi (hubungan) kedua variabel dalam penelitian ini digunakan skala Guilford. Kemudian untuk menguji tingkat signifikansi pengaruh variabel X terhadap variabel Y masih menggunakan aplikasi SPSS 16 serta untuk mengetahui besar kekuatan pengaruh variabel X terhadap Y digunakan Uji Determinan Korelasi. Dari hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya di SCTV terhadap minat menonton di kalangan mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Dengan segala kerendahan hati, peneliti mengucapkan puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan anugerah-Nya yang berlimpah kepada peneliti sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Studi Korelasional Pengaruh Tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya Di SCTV Terhadap Minat Menonton di Kalangan Mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU. Skripsi ini merupakan tugas akhir perkuliahan peneliti sebagai syarat pendidikan sarjana (S-1). Peneliti berharap kedepannya skripsi ini dapat menjadi inspirasi kepada mahasiswa dalam mengembangkan penelitian. Tentunya skirpsi ini masih jauh dari sempurna , oleh karena itu penulis senantiasa mengharapkan gagasan baru, kritik serta saran yang membangun demi perbaikan ke depan. Dalam penyelesaian skripsi ini peneliti banyak mendapat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Pertama kali peneliti mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada orangtua peneliti yakni Ayahanda H.Romula H purba dan ibunda Hj.Arnia R harahap yang selalu ada dirumah unutk membimbing dan memberikan semangat, cinta dan kasih sayangnya. Untuk bang Arief marizki buat motivasinya, bang Rino dan kak Devi, adik anggi, maktuo Dita yang banyak berjasa kepada peniliti dan semua keluarga lainnya. Terima kasih telah selalu mendoakan peneliti dalam setiap kesempatan dan yang selalu berharap bahwa peneliti nantinya akan menjadi manusia yang berguna dimasa yang akan datang. Dalam proses penyelesaian skripsi ini peneliti tidak hanya mengandalkan kemampuan sendiri. Begitu banyak pihak yang memberikan kontribusi, baik berupa materi,pikiran, maupun dorongan semangat dan motivasi. Oleh karena itu melalui kata pengantar ini penulis menyampaikan terima kasih kepada : 1. Bapak Prof.Dr.Badaruddin, M,Si selaku Dekan FISIP USU 2. Ibu Dra.Fatma Wardi Lubis, MA dan ibu Dra.Dayana, M,Si selaku ketua dan juga sekretaris departemen ilmu komunikasi yang peneliti anggap Universitas Sumatera Utara sebagai orang tua kedua yang begitu baik memperlakukan peneliti selama proses pengerjaan skripsi. 3. Ibu Dra.Dewi Kurniawati,M,Si selaku dosen pembimbing peneliti yang memiliki pengetahuan yang luas mengenai berbagai hal yang membuat peneliti termotivasi untuk membuat suatu penelitian yang cukup menantang. 4. Para dosen Ilmu Komunikasi FISIP USU yang selalu memberikan contoh, masukan serta teladan yang patut ditiru oleh peneliti berupa semangat unutk belajar dan meraih cita-cita. 5. Kak Ross,kak icut,Maya untuk semua dorongannya agar peneliti segera menyelesaikan studi. 6. Mitra-mitra peneliti, iyek,Stanley/stonla,resak,Deri tiongkok,apin,edo, Sabun,botol,reja,febrija,tejar,adar,rotua dan mitra-mitra lainnya untuk semua bantuan yang tak kan pernah mampu peneliti balas baik bantuan moril maupun materil serta semua kebahagiaan yang kalian berikan selama peneliti mengarungi persahabatan, setia menemani dan terkadang membawa peruntungan dalam hidup peneliti. 7. Prambors radio, Pak boy,bang david,liya,Kathy,reni,kibo,dan wadyabala yang keluar masuk dalam mencari pengalaman. 8. Chelsea Football club yang selalu menjadi tempat penghilang rasa penat dan jenuh selama proses pengerjaan skripsi. WE”LL WAITED SO LONG BUT WE”LL WAIT FOREVER,WE”LL KEEP THE BLUE FLAG FLYING HIGH. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi seluruh pihak dan dapat membuka Khazanah berpikir kita mengenai TAYANGAN VARIETY SHOW CINTA JUGA KUYA DAN MINAT MENONTON. Medan, juli 2011 Peneliti Rangga Novio Purba Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman LEMBAR PERSETUJUAN ABSTRAKSI . i KATA PENGANTAR . ii DAFTAR ISI . v DAFTAR TABEL . viii DAFTAR GAMBAR . x BAB I I.1 I.2 I.3 I.4 I.5 I.6 I.7 I.8 I.9 I.10 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah . 1 Perumusan Masalah . 5 Pembatasan Masalah . 5 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 6 Kerangka Teori . 6 I.5.1 Komunikasi dan Komunikasi Massa . 7 I.5.2 Televisi Sebagai Media Massa . 9 I.5.3 Teori AIDDA . 10 I.5.4 Minat Menonton . 11 Kerangka Konsep . 12 Model Teoritis . 13 Variabel Operasional . 14 Defenisi Operasional . 15 Hipotesis . 16 BAB II II.1 II.2 URAIAN TEORITIS Komunikasi dan Komunikasi Massa . 17 II.1.1 Pengertian Komunikasi . 17 II.1.2 Komunikasi Massa . 19 Televisi Sebagai Media Massa . 24 II.2.1 Sejarah Televisi . 25 Universitas Sumatera Utara II.2.2 Perkembangan Televisi di Indonesia . 26 II.2.3 Daya Tarik Televisi . 27 II.2.4 Program Televisi . 28 II.2.5 Acara Televisi . 29 II.2.6 Dampak Acara Televisi . 30 II.3 Teori AIDDA . 31 II.4 Minat Menonton . 34 BAB III III.1 III.2 III.3 III.4 III.5 III.6 METODOLOGI PENELITIAN Deskripsi Lokasi Penelitian . 37 III.1.1 Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USU . 37 III.1.2 Program Studi . 47 III.1.3 Visi dan Misi FISIP USU . 48 III.1.4 Tujuan, Tugas dan Fungsi FISIP USU . 48 Metodologi Penelitian . 49 III.2.1 Metode Penelitian . 49 III.2.2 Lokasi Penelitian . 50 Populasi dan Sampel . 50 III.3.1 Populasi . 50 III.3.2 Sampel . 51 Teknik Penarikan Sampel . 53 Teknik Pengumpulan Data . 53 Teknik Analisis Data . 53 BAB IV IV.1 ANALISA DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Pengumpulan Data . 56 IV.1.1 Tahap Awal . 56 IV.1.2 Pengumpulan Data . 56 Universitas Sumatera Utara IV.2 Teknik Pengolahan Data . 57 IV.3 Analisa Tabel Tunggal . 58 IV.3.1 Karakteristik Responden . 58 IV.3.2 Tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya di SCTV . 60 IV.3.3 Minat Menonton . 69 IV.4 Analisa Tabel Silang . 83 IV.5 Uji Hipotesa . 89 IV.6 Pembahasan . 91 BAB V V.1 V.2 PENUTUP Kesimpulan . 94 Saran . 95 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Nomor I.1 II.1 III.1 III.2 IV.1 IV.2 IV.3 IV.4 IV.5 IV.6 IV.7 IV.8 IV.9 IV.10 IV.11 IV.12 IV.13 IV.14 IV.15 IV.16 IV.17 Tabel Halaman Variabel Operasional . 14 Teori AIDDA. 34 Populasi Penelitian . 50 Sampel Penelitian . 52 Jenis Kelamin Responden . 58 Stambuk Responden . 59 Sumber informasi acara Cinta Juga Kuya . 60 Pendapat mengenai tayangan Cinta Juga Kuya . 61 Frekuensi menonton . 62 Durasi menonton . 63 Ketepatan penayangan Cinta Juga Kuya . 64 Pertunjukan sulap Cinta menarik . 65 Suka akan konsep acara . 66 Pendapat mengenai pembawa acara . 67 Pembawa acara jelas dalam menyampaikan informasi . 68 Ketertarikan terhadap tayangan Cinta Juga Kuya . 69 Senang dengan tayangan Cinta Juga Kuya . 70 Rasa ingin tahu tentang sulap terpenuhi . 71 Alasan menonton Cinta Juga Kuya karena hobi menonton . 72 Alasan menonton Cinta Juga Kuya karena suka acara variety show . 73 Alasan menonton Cinta Juga Kuya sebagai hiburan . 74 IV.18 Alasan menonton Cinta Juga Kuya sebagai ajang belajar Universitas Sumatera Utara IV.19 IV.20 IV.21 IV.22 IV.23 IV.24 IV.25 IV.26 IV.27 IV.28 IV.29 sulap . 75 Alasan memilih tayangan karena suka dengan pembawa acara . 76 Alasan memilih tayangan karena suka dengan bintang tamu . 77 Alasan memilih tayangan kepuasan batin . 78 Alasan memilih tayangan karena pengaruh keluarga . 79 Alasan memilih tayangan karena pengaruh teman . 80 Alasan memilih tayangan karena pengaruh lingkungan . 81 Alasan belajar sulap setelah menonton Cinta Juga Kuya . 82 Hubungan antara pendapat mengenai tayangan Cinta Juga Kuya dengan ketertarikan terhadap tayangan Cinta Juga Kuya. 84 Hubungan antara pendapat mengenai pembawa acara dengan Alasan memilih tayangan karena suka dengan pembawa acara . 86 Hubungan antara pertunjukan sulap Cinta menarik dengan senang akan tayangan Cinta Juga Kuya . 88 Hasil uji korelasi Spearman . 89 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Nomor Gambar Halaman I.1 Model Teoritis . 13 II.1 Skema AIDDA . 33 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Penelitian ini berjudul Tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya dan Minat Menonton (Studi korelasional Pengaruh Tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya di SCTV terhadap Minat Menonton di Kalangan Mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi) yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya di SCTV terhadap minat menonton di kalangan mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU. Adapun teori yang dianggap relevan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Komunikasi dan komunikasi massa, televisi sebagai media massa dan teori AIDDA. Penelitian ini menggunakan studi korelasional, yakni meneliti sejauh mana hubungan antara Tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya dan Minat Menonton. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU angkatan stambuk 2007-2009 yang masih aktif kuliah. Untuk menentukan jumlah sampel digunakan rumus Taro Yamane dengan presisi 10% dan tingkat kepercayaan 90% sehingga diperoleh sampel sebanyak 79 orang. Sementara teknik penarikan sampel yang digunakan yaitu Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini melalui dua cara, yaitu Penelitian Kepustakaan (Library research) dan Penelitian Lapangan (Field Research). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa tabel tunggal, analisa tabel silang dan uji hipotesa melalui rumus Koefisien Korelasi Tata Jenjang (Rank Order) oleh Spearman, dengan menggunakan aplikasi Statistical Product and System Solution (SPSS) 16. Untuk melihat kuat lemahnya korelasi (hubungan) kedua variabel dalam penelitian ini digunakan skala Guilford. Kemudian untuk menguji tingkat signifikansi pengaruh variabel X terhadap variabel Y masih menggunakan aplikasi SPSS 16 serta untuk mengetahui besar kekuatan pengaruh variabel X terhadap Y digunakan Uji Determinan Korelasi. Dari hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya di SCTV terhadap minat menonton di kalangan mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU. Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Komunikasi merupakan bagian yang penting yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perkembangan umat manusia. Oleh karena itulah, ilmu komunikasi saat ini telah berkembang pesat. Salah satu bagian dari ilmu komunikasi yang sedang berkembang pesat adalah komunikasi massa. Komunikasi massa merupakan suatu tipe komunikasi manusia yang lahir bersamaan dengan mulai digunakannya alat-alat mekanik, yang mampu melipatgandakan pesan-pesan komunikasi (Wiryanto, 2000:62). Melalui komunikasi massa, pesan-pesan komunikasi dapat disampaikan kepada orang banyak di tempat yang berbeda-beda dan pada waktu yang bersamaan. Untuk sampai ke khalayak, pesan-pesan komunikasi tersebut harus melalui saluransaluran yang disebut dengan istilah media massa. Media massa dibagi menjadi dua bagian nasional masingmasing negara, serta mempertinggi kerjasama hubungan antar negara g. Hiburan Media massa telah menyita banyak waktu luang untuk semua golongan usia dengan difungsikan sebagai alat hiburan dalam rumah tangga. Sifat estetikanya yang dituangkannya dalam bentuk lagu, lirik dan bunyi maupun gambar dan bahasa, membawa orang pada situasi menikmati hiburan seperti halnya kebutuhan pokok lainnya h. Integrasi   Universitas Sumatera Utara 32    Banyak bangsa di dunia dewasa ini diguncang oleh kepentingan-kepentingan tertentu karena perbedaan etnis atau ras. Komunikasi seperti satelit dapat dimanfaatkan untuk menjembatani perbedaan-perbedaan itu dalam memupuk dan memperkokoh persatuan bangsa. (Cangara, 2006:57). II.2. TELEVISI Televisi berasal dari dua kata yang berbeda asalnya, yaitu tele (bahasa Yunani) yang berarti jauh, dan visi (videre-bahasa Latin) berarti penglihatan. Dengan demikian televisi yang dalam bahasa Inggrisnya television diartikan dengan melihat jauh. Melihat jauh di sini diartikan dengan, gambar suara yang diproduksi di suatu tempat (studio televisi) dapat dilihat dari tempat “lain” melalui sebuah perangkat penerima (televisi set). Kehadiran televisi di dunia merupakan perkembangan teknologi khususnya teknologi elektronika sejak abad 19 dan berlanjut pada abad 20, dan nampaknya akan terus berlanjut pada abad-abad berikutnya, sehingga perkembangan televisi siaran juga akan ditentukan oleh perkembangan teknologi elektronika itu sendiri. (dalam Wahyudi, 1986:49). hakikatnya, media televisi lahir karena perkembangan teknologi. Pada tahun 1883-1884 ditemukannya electrische teleskop sebagai perwujudan gagasan mahasiswa Berlin (Jerman Timur) yang bernama Paul Nipkow, untuk mengirim gambar melalui udara dari satu tempat ketempat lain. Akhirnya Nipkow sendiri diakui sebagai bapak televisi (dalam Kuswandi, 1996:6). Istilah televisi sendiri baru dicetuskan pada tanggal 25 Agustus 1900 di kota Paris, yang saat itu di kota tersebut berlangsung pertemuan para ahli bidang elektronika dari berbagai negara. Dengan demikian televisi di sini diartikan televisi siaran yang dapat dilakukan melalui transmissi atau pancaran dan dapat juga disalurkan melalui kabel (televisi kabel). Dalam sistem transmissi/pancaran, gambar dan suara yang dihasilkan   Universitas Sumatera Utara 33    oleh kamera elektronik diubah menjadi gelombang elektromagnetik dan selanjutnya ditransmissikan melalui pemancar. Gelombang elektromagnetik ini diterima oleh sistema antenna yang menyalurkan ke pesawat penerima (pesawat televisi). Di pesawat televisi gelombang elektromagnetik itu diubah kembali menjadi gambar dan suara yang dapat dinikmati di layar televisi (dalam Wahyudi, 1986:49). Kegiatan penyiaran melalui media televisi di Indonesia dimulai pada tanggal 24 Agustus 1962, bertepatan dengan dilangsungkannya pembukaan Pesta Olahraga se-Asia IV atau Asean Games di Senayan. Sejak itu pula Televisi Republik Indonesia yang disingkat TVRI dipergunakan sebagai panggilan stasiun (station call) hingga sekarang. Stasiun televisi swasta.TVRI yang berada di bawah Departemen Penerangan pada saat itu, kini siarannya dapat menjangkau hampir seluruh rakyat Indonesia yang berjumlah sekira 210 jiwa. Sejak tahun 1989 TVRI mendapat saingan televisi siarannya lainnya, yakni Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) yang bersifat komersil. Secara berturut-turut berdiri stasiun televisi, Surya Citra Televisi (SCTV), Televisi Pendidikan Indonesia (TPI), Andalas Televisi (ANTV), Indosiar, Tv7, Lativi, Metro Tv, Trans TV, Global TV, dan televisi-televisi daerah seperti Bandung TV, JakTV, Bali TV, dan lain-lain. Menurut (Ardianto, 2004:137) televisi memiliki sejumlah karakteristik televisi yaitu: a. Audiovisual Televisi memiliki kelebihan, yakni dapat didengar sekaligus dapat dilihat (audiovisual). Jadi khalayak televisi dapat melihat gambar bergerak tetapi tidak berarti gambar lebih penting daripada kata-kata karena, keduanya harus ada kesesuaian secara harmonis. b. Berpikir dalam Gambar Ada dua tahap yang dilakukan dalam proses berpikir dalam gambar. Pertama, adalah visualisasi (visualization), yakni menerjemahkan kata-kata yang mengandung gagasan yang menjadi gambar secara individual. Dalam proses visualisasi, pengarah acara harus berusaha menunjukkan objek-objek   Universitas Sumatera Utara 34    tertentu menjadi gambar yang jelas dan menyajikannya sedemikian rupa, sehingga mengandung suatu makna. Objek tersebut manusia, benda, kegiatan, dan lain sebagainya. Tahap kedua dari proses berpikir dalam gambar adalah penggambaran (picturization), yakni kegiatan merangkai gambar-gambar individual sedemikian rupa, sehingga kontinuitasnya mengandung makna tertentu. c. Pengoperasian Lebih Kompleks Dibandingkan dengan radio siaran, pengoperasian televisi siaran lebih kompleks, dan lebih banyak melibatkan banyak orang. Untuk menayangkan acara siara berita yang dibawakan oleh dua orang pembaca berita saja dapat melibatkan 10 orang. Mereka terdiri dari produser, pengrah acara, pengarah teknik, pengarah studio, pemandu gambar, dua atau tiga juru kamera, juru video, juru audio, juru rrias, juru suara, dan lain-lain (dalam Ardianto, 2004:137). Televisi sebagai media massa mempunyai kekuatan , yaitu: a. Efisiensi biaya Televisi sebagai media yang paling efektif untuk menyampaikan pesan-pesan komersialnya. Salah satu keunggulannya adalah kemampuan menjangkau khalayak sasaran yang sangat luas. Jutaan orang menonton televisi dengan sangat teratur. Televisi menjangkau khalayak sasaran yang dapat dicapai oleh media lainnya, tetapi juga khalayak yang tidak terjangkau oleh media cetak. Jangkauan massal ini menimbulkan efisiensi biaya untuk menjangkau setiap kepala. b. Dampak yang kuat Keunggulan lainnya adalah kemampuannya menimbulkan dampak yang kuat terhadap konsumen, dengan tekanan pada sekaligus dua indera : penglihatan dan pendengaran. Televisi juga mampu menciptakan kelenturan bagi pekerjaan-pekerjaan kreatif dengan mengombinasikan gerakan, kecantikan, suara, warna, dan humor. c. Pengaruh yang kuat Akhirnya, televisi mempunyai kemampuan yang kuat untuk mempengaruhi persepsi khalayak sasaran. Kebanyakan masyarakat meluangkan waktunya di muka televisi, sebagai sumber berita, hiburan, dan saran pendidikan. Kebanyakan calon pembeli lebih “percaya” pada perusahaan yang mengiklankan produk di televisi daripada yang tidak sama sekali. Ini cerminan bonafid pengiklan. Sedangkan Kelemahan televisi sebagai media massa, yaitu: a. Biaya yang Besar Kelemahan yang paling serius dalam beriklan di televisi adalah biaya absolute yang sangat ekstrem untuk memproduksi dan menyiarkan siaran komersil. Sekalipun biaya untuk menjangkau setiap kepala adalah rendah, biaya absolute dapat membatasi niat pengiklan. Biaya produksi, termasuk biaya pembuatan film dan honorarium artis yang   Universitas Sumatera Utara 35    terlibat, bisa menghabiskan jutaan rupiah. Belum lagi penyiarannya yang harus diulang-ulang pada jam-jam siaran utama. b. Khalayak yang tidak selektif Sekalipun berbagai teknologi telah diperkenalkan untuk menjangkau sasaran yang lebih selektif, televisi tetap sebuah media yang tidak selektif, segmentasinya tidak setajam surat kabar atau majalah. Jadi iklan-iklan yang disiarkan di televisi memiliki kemungkinan menjangkau pasar yang tidak tepat. c. Kesulitan teknis Media ini juga tidak luwes dalam pengaturan teknis. Iklan-iklan yang telah dibuat tidak dapat diubah begitu saja jadwalnya, apalagi menjelang jam-jam penyiarannya (dalam Kasali, 1995:121) Mengenai kelemahan televisi ini Drs. Willy Karamoy menulis: 1. Televisi merupakan medium transitory, begitu terlihat begitu pula ia menghilang, terbatas oleh waktu dan tak dapat diulangi (kecuali dengan menggunakan alat yang khusus 2. Untuk perlengkapan dalam penyiarannya memerlukan biaya yang besar, serta pesawat penerimanya masih merupakan barang yang mewah di negara-negara sedang berkembang (dalam Wahyudi, 1986:3) II.3. IKLAN Iklan yang berasal dari bahasa Latin yaitu Advertere (Advertising) yang berarti mengoperkan pikiran dan gagasan ke pihak lain (Liliweri, 1992:17). Masyarakat periklanan Indonesia mendefinisikan iklan sebagai segala bentuk pesan tentang suatu produk yang disampaikan lewat media, ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat (dalam Kasali, 1995:11). II.3.1. Bentuk-bentuk Iklan di Televisi Bentuk-bentuk iklan di televisi sangat tergantung pada bentuk siarannya, yaitu: a. Pensponsoran Banyak acara televisi yang penayangannya dan pembuatannya dilakukan atas biaya sponsor atau pengiklan. Pihak sponsor bersedia membiayai seluruh biaya produksi plus fee untuk televisi. Sponsor   Universitas Sumatera Utara 36    telah memberi dampak yang kuat pada pemirsa, khususnya karena peranan pengiklan, yang benar-benar menjaga mutu dan isi program serta siaran sponsornya. b. Partisipasi Bentuk partisipasi pada iklan televisi ini agak berbeda dengan bentuk sebelumnya, melalui tahapan analisa tabel tunggal, analisa tabel silang dan pengujian hipotesa adalah sebagai berikut: 1. Dapat dianalisa bahwa terdapat hubungan tidak signifikan antara pembawa acara talkshow Radio Show di TV One terhadap minat menonton mahasiswa FISIP USU. Hubungan tidak signifikan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor baik faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal pembawa acara dipengaruhi dengan penampilan, gaya bahasa, pengetahuan pembawa acara dan lain – lain. Penonton tidak menganggap pembawa acara sebagai faktor yang mempengaruhi minat. Ada faktor – faktor lain di luar pembawa acara yang justru menjadi minat bagi mahasiswa FISIP untuk menonton tayangan Radio Show di TV One. 2. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan minat menonton mahasiswa FISIP USU terhadap acara Radio Show. Minat dipengaruhi oleh beberapa hal rasa suka terhadap acara, rasa senang terhadap acara dan keterikatan terhadap acara. Hasil penelitian menunjukkan minat penonton tidak dipengaruhi oleh pembawa acara. Artinya ada faktor – faktor lain di luar pembawa acara yang mempengaruhi minat menonton mahasiswa FISIP USU. 3. Tidak ada hubungan yang signifikan pembawa acara Radio Show di TV One terhadap minat menonton mahasiswa FISIP USU menunjukkan respon terhadap pembawa acara kurang positif. 5.2. Saran Setiap variabel yang diteliti memiliki kelemahan tersendiri. Adapun saran- saran yang bersifat praktis dalam penelitian ini antara lain: 61 Universitas Sumatera Utara   1. Persaingan industri yang sangat ketat mengharuskan stasiun televisi agar lebih kreatif dalam membuat program acara. Acara Talkshow yang sukses mengedepankan pembawa acaranya. Sebut saja ‘Oprah Winfrey’, ‘Rachel Ray’ dan ‘Tukul Arwana’, semua acara talkshow ini mengedepankan pembawa acaranya. Hal ini tidak kita temukan pada acara Radio Show TV One. 2. Pentingnya pemilihan pembawa menjadi masukan bagi TV One untuk lebih selektif dalam pemilihan pembawa acara pada acara Talkshow. Bila dibandingkan dengan berbagai acara lainnya, acara Radio Show tidak memiliki konsep talkshow yang ideal.   Universitas Sumatera Utara     DAFTAR PUSTAKA Ardianto, ElvinarodanLuktiKomala.2004. Komunikasi Massa Suatu Pengantar.Bandung : PT RemajaRosdakarya. Birowo, M. Antonius. 2004. MetodePenelitianKomunikasi.Yogyakarta :Gitanyali. Burton, Graeme. 2000. MembincangkanTelevisi. Yogyakarta, Bandung :Jala Sutra Cutlip, Scott M dkk. 2006. Effective Public Relations. Jakarta: KencanaPrenada Media Group. Effendy, OnongUchyana. 1993.KamusKomunikasi.MandarMaju, Bandung. .2003. IlmuTeoridanFilsafatKomunikasi.Bandung : Citra AdityaBakti. Farlex.2005. The Free Dictionary Fisher, Aubrey B, 1986, Teori-teoriKomunikasi.RemajaKarya, Bandung. King, Larry. 2004. SeniBerbicaraKepadaSiapaSaja, KapanSaja, DimanaSaja. Jakarta :GramediaPustakaUtama Kriyantono, Rachmat. 2009. TeknikPraktis, RisetKomunikasi. Jakarta: KencanaPrenada Media Group.\ Nasution, M. Arif, Dkk. 2008.MetodePenelitian.Medan : FISIP USU Press. Nawawi, Hadari. 1995. MetodePenelitianBidangSosial.Yogyakart: Gajah Mada University Press. Marshall, Jill danWerndly, Angela. 2002. The Language of television. London dan New York :Routledge. McQuail , Dennis.1996.TeoriKomunikasiMassa :SuatuPengantar,edisikedua, Erlangga, Jakarta. Nurrudin. 2004. Komunikasi Massa. Malang :Cespur. Rakhmat, Jalaluddin. 2004. MetodePenelitianKomunikasi: Dilengkapi Dengan Contoh Analisis Statistik. Bandung: PT. RemajaRosdakarya. Ruslan, Rosady. 2005. KiatdanStrategi :Kampanye Public Relations. Penerbit Santoso, Edydan Mite Setiansah. 2010. TeoriKomunikasi.Yogyakarta :GrahaIlmu. Singarimbun, Masri. 1995. MetodePenelitian Survey. Jakarta: LP3ES. Sastro Subroto, Darwanto. 1994. ProduksiAcaraTelevisi. Yogyakarta : Duta Wacana University Press. 63 Universitas Sumatera Utara   Usman, Wan. 2005. Metode Kuantitatif. Jakarta :Universitas Terbuka. West, Richard dan Lynn H Turner. 2009. Pengantar Teori Komunikasi. Jakarta. Salemba Humanika   Universitas Sumatera Utara     KUESIONER PENGARUH PEMBAWA ACARA RADIO SHOW TV ONE TERHADAP MINAT MENONTON MAHASISWA FISIP USU NO KUESIONER : . DEPARTEMEN : 1. Ilmu Komunikasi 2. Antropologi Sosial 3. Ilmu Administrasi Negara 4. Ilmu Kesejahteraan Sosial 5. Sosiologi 6. Ilmu Politik 7. Ilmu Administrasi Bisnis 8. Administrasi Perpajakan STAMBUK : 1. 2012 / 2013 2. 2011 / 2012 3. 2010 / 2011 4. 2009 / 2010 No. Coding 12 3 4 I. Variabel Bebas 1. Seberapa seringkah anda menonton acara ‘Radio Show’ di TV One ? 4. Sangat sering 3. Sering 5 2. Jarang 1. Tidak pernah 2. Apakah anda setuju tayangan Radio Show sesuai dengan waktu luang anda? 4. Sangat setuju 3. Setuju 6 2. Kurang Setuju 1. Tidak Setuju 3. Apakah anda setuju konsep acara Radio Show itu berbeda dari tayangan talkshow pada umumnya? 4. Sangat setuju 7 3. Setuju 65 Universitas Sumatera Utara   2. Kurang Setuju 1. Tidak Setuju 4. Apakah yang membuat Radio Show itu berbeda dari tayangan talkshow lainnya ? No Pernyataan 1. Narasumber 2. Pembawa Acara 3. Acara Musik 4. Kuis Interaktif Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju 5. Apakah anda setuju untuk melihat acara Radioshow bila mereka mengadakan Roadshow ke kota anda ? 4. Sangat setuju 8 3. Setuju 2. Kurang Setuju 1. Tidak Setuju 6. Apakah Anda mengenal siapa nama Pembawa Acara ‘Radio Show’ di TV One ? 4. Sangat tahu 9 3. Tahu 2. Kurang Tahu 1. Tidak Tahu 7. Apakah Anda setuju bahwa Pembawa Acara Radio Show TV One memiliki penampilan yang menarik 4. Sangat setuju 10 3. Setuju 2. Kurang Setuju 1. Tidak Setuju 8. Apakah Anda setuju Pembawa Acara Radio Show TV One memiliki pengetahuan yang luas 4. Sangat setuju 11 3. Setuju 2. Kurang Setuju 1. Tidak Setuju Universitas Sumatera Utara   9. Apakah anda setuju pembawa acara Radi Show memiliki pengetahuan seputar di bawah ini. ? No Pernyataan 1. Berbagai jenis musik 2. Tokoh musik Sangat Setuju Kurang Tidak Setuju Setuju Setuju 10. Apakah Anda setuju Pembawa Acara Radio Show sering menanyakan hal-hal baru kepada bintang tamu seperti di bawah ini No Pernyataan 1. Karir 2. Pekerjaan 3. Life style 4. Pengetahuan musik luar Sangat Setuju Kurang Tidak Setuju Setuju Setuju 11. Apakah Anda setuju Pembawa Acara Radio Show TV One mempunyai antusias yang besar saat membawakan acara? 4. Sangat setuju 12 3. Setuju 2. Kurang Setuju 1. Tidak Setuju 12. Pembawa acara yang baik memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Menurut Anda apakah anda setuju Pembawa acara Radio Show TV One memiliki rasa 13 ingin tahu yang tinggi ? 4. Sangat setuju 3. Setuju 2. Kurang Setuju 1. Tidak Setuju 13. Apakah anda setujua Pembawa acara Radio Show memiliki ketegasan dalam mengatur acara? 4. Sangat setuju 14 3. Setuju 2. Kurang Setuju 1. Tidak Setuju Universitas Sumatera Utara   14. Apakah anda setuju pembawa acara Radio Show TV One memiliki selera humor yang baik ? 4. Sangat setuju 15 3. Setuju 2. Kurang Setuju 1. Tidak Setuju 15. Apakah anda setuju dalam membawa acara, pembawa Acara Radio Show TV One memiliki Gaya bicara tersendiri ? 4. Sangat setuju 16 3. Setuju 2. Kurang Setuju 1. Tidak Setuju 16. Apakah anda setuju bintang tamu yang dihadirkan pada Acara Radio Show TV One bintang terkenal ? No Pernyataan 1. Band 2. Tokoh Musik 3. Narasumber Sangat Setuju Kurang Tidak Setuju Setuju Setuju 17 17. Apakah anda setuju bintang tamu yang dihadirkan Acara Radio Show TV One dapat menarik perhatian penonton ? 4. Sangat setuju 18 3. Setuju 2. Kurang Setuju 1. Tidak Setuju 18. Apakah dari semua informasi yang diberikan pembawa acara dapat menambah pengetahuan Anda tentang? No Pernyataan 1. Aliran Musik 2. Aktifitas Musik 3. Tokoh-tokoh musik 4. Politik 5. Perekonomian Sangat Setuju Kurang Tidak Setuju Setuju Setuju Universitas Sumatera Utara   II. Variabel Terikat 19. Apakah anda setuju untuk melihat acara Radioshow bila mereka mengadakan Roadshow ke kota anda? 4. Sangat setuju 19 3. Setuju 2. Kurang Setuju 1. Tidak Setuju 20. Apakah anda tertarik untuk menonton acara sejenis Radioshow bila stasiun televisi swasta lainnya menayangkan acara tersebut 4. Sangat setuju 20 3. Setuju 2. Kurang Setuju 1. Tidak Setuju 21. Bagaimana pendapat anda setelah menonton acara Radio Show TV One, apakah pembawa Acara Radio Show TV One memberi rasa suka kepada anda 21 4. Sangat Suka 3. Suka 2. Kurang Suka 1. Tidak Suka 22. Apakah setelah menonton acara Radeio Show TV One menimbulkan perasaan senanang dalam diri anda 4. Sangat Senang 22 3. Senang 2. Kurang Senang 1. Tidak Senang     Universitas Sumatera Utara
Tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya Dan Minat Menonton (Studi Korelasional Pengaruh Tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya di SCTV terhadap Minat Menonton di Kalangan Mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU)
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya Dan Minat Menonton (Studi Korelasional Pengaruh Tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya di SCTV terhadap Minat Menonton di Kalangan Mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU)

Gratis