Tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya Dan Minat Menonton (Studi Korelasional Pengaruh Tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya di SCTV terhadap Minat Menonton di Kalangan Mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU)

 0  38  116  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

KATA PENGANTAR

  Dengan segala kerendahan hati, peneliti mengucapkan puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan anugerah-Nya yangberlimpah kepada peneliti sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Studi Korelasional Pengaruh Tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya DiSCTV Terhadap Minat Menonton di Kalangan Mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU. Terima kasih telah selalu mendoakan peneliti dalam setiap kesempatan dan yang selaluberharap bahwa peneliti nantinya akan menjadi manusia yang berguna dimasa yang akan datang.

1. Bapak Prof.Dr.Badaruddin, M,Si selaku Dekan FISIP USU

  Dewi Kurniawati,M,Si selaku dosen pembimbing peneliti yang memiliki pengetahuan yang luas mengenai berbagai hal yang membuatpeneliti termotivasi untuk membuat suatu penelitian yang cukup menantang. Mitra-mitra peneliti, iyek,Stanley/stonla,resak,Deri tiongkok,apin,edo, Sabun,botol,reja,febrija,tejar,adar,rotua dan mitra-mitra lainnya untuksemua bantuan yang tak kan pernah mampu peneliti balas baik bantuan moril maupun materil serta semua kebahagiaan yang kalian berikanselama peneliti mengarungi persahabatan, setia menemani dan terkadang membawa peruntungan dalam hidup peneliti.

KUYA DAN MINAT MENONTON

  33 ABSTRAK Penelitian ini berjudul Tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya dan MinatMenonton (Studi korelasional Pengaruh Tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya di SCTV terhadap Minat Menonton di Kalangan Mahasiswa Departemen IlmuKomunikasi) yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya di SCTV terhadap minat menonton di kalangan mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU. Adapun teori yang dianggap relevan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Komunikasi dan komunikasi massa, televisi sebagai media massa dan teoriAIDDA.

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Komunikasi merupakan bagian yang penting yang tidak dapat

  Sebut saja Happy Song (Indosiar), Kembang Mencari Kumbang (TPI), Opera Van Java(Trans 7), Makin Malam Makin Mantap (ANTV), dan Cinta Juga Kuya (SCTV) Cinta Juga Kuya merupakan tayangan variety show yang bertemakan sulap. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka peneliti tertarik untuk meneliti tayangan Varietyshow “Cinta Juga Kuya” di SCTVterhadap minat menonton di kalangan mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU.

I. 5.1 Komunikasi dan Komunikasi Massa

  Hovland dalam karyanya yang berjudul Social Communication memunculkan istilah science of communication yang didefenisikan sebagai upaya yang ilmu komunikasi adalah upaya yang sistematis untuk merumuskan secara tegar asas-asas pentransmisian informasi sertapembentukan opini dan sikap. Komunikasi massa dapat juga didefenisikan sebagai proses komunikasi yang berlangsung dimana pesannya dikirim dari sumber yangmelembaga kepada khalayak yang sifatnya massal melalui alat-alat yang mekanis seperti radio, televisi, surat kabar dan film.

I. 5.2 Televisi sebagai Media Massa

  Televisi adalah salah satu bentuk media komunikasi massa yang selain mempunyai daya tarik yang kuat, disebabkan unsur-unsur kata, musik dan sound effect, juga memiliki keunggulan yang lainyaitu unsur visual berupa gambar hidup yang menimbulkan pesan yang mendalam bagi pemirsanya. Media massa yang satu ini memiliki daya atrik yang cukup kuatdibandingkan dengan media massa yang lainnya.

I. 5.3 Teori AIDDA

  Apabila perhatian komunikan telah terbangkitkan, hendaknya disusul dengan upaya menumbuhkan minat (interest) yang merupakan derajat yang lebihtinggi dari perhatian. Keputusan, yaitu segala putusan yang telah ditetapkan, sesudah dipertimbangkan ataupun dipikirkan, dan merupakan sikap terakhir ataupunlangkah yang harus dijalankan.

I. 5.4 Minat Menonton

  Minat juga merupakan sikap yang dapat membuat seseorang merasa senang terhadap objek, situasi,ataupun ide-ide tertentu, yang biasanya didikuti oleh perasaan senang dan kecendrungan untuk mencari objek yang disenangi tersebut. Sedangkan menurut Partowisastro,menonton merupakan perhatian yang spontan dari diri individu dimana individu berada di tengah-tengah layar putih dan apa yang dilihatnya seolah-olah terjadi didepan mata dan bukan bersifat bayangan saja.

I. 6. Kerangka Konsep

  Variabel antara (Z)Variabel antara adalah variabel yang berada di antara variabel bebas dan variabel terikat, berfungsi sebagai penguat atau pelemah hubungan antarabebas dan variabel terikat. Variabel antara dalam penelitian ini adalah karakteristik responden, yaitu nilai-nilai yang dimiliki oleh seseorang yangdapat membedakannya dengan orang lain, seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, penghasilan, pekerjaan dan lain-lain.

I. 7 Model Teoritis

Gambar I.1 Model TeoritisVariabel bebas (X) Variabel terikat (Y) Tayangan variety show Cinta Minat MenontonJuga Kuya Variabel antara (Z) Karakteristik Responden

I. 8 Variabel Operasional

Operasionalisasi adalah mengukur konsep yang abstrak menjadi konstruk yang dapat diamati dan diukur. Berdasarkan kerangka teori dan kerangka konsep di atas, maka dibuat operasional variabel untuk memberikan kemudahan dalam penelitian, yaitusebagai berikut : Tabel I.1 Variabel OperasionalVariabel Teoritis Variabel Operasional Variabel Bebas (X) Tayangan varietyshow Cinta JugaKuya Variabel Terikat (Y) Minat Menonton Variabel Antara (Z) Karakter Responden

I. 9 Defenisi Operasional

  Kejelasan informasi adalah proses penyampaian pesan yang efektif kepada para penonton tayangan varietyshow Cinta Juga Kuya. Pembawa acara adalah orang yang memandu acara Cinta Juga Kuya pada saat acara berlangsung.

I. 10 Hipotesis

  Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah : H : tidak terdapat hubungan antara tayangan variety show Cinta Juga Kuya di SCTV dengan minat menonton di kalangan mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU. H a : terdapat hubungan antara tayangan variety show Cinta Juga Kuya di SCTV dengan minat menonton di kalangan mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU.

BAB II URAIAN TEORITIS II.1 Komunikasi dan Komunikasi Massa II.1.1 Pengertian Komunikasi Sebagai makhluk sosial manusia senantiasa ingin berhubungan dengan

  Istilah pertama (communis) adalah istilah yang paling sering sebagai asal-usul kata komunikasi, yang merupakan akar darikata-kata Latin lainnya yang mirip. Paradigma Laswell di atas menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu, yakni :Komunikator (communicator, source, sender) -Pesan (message) -Media (channel, media) -Komunikan (communicant, communicatee, receiver, recipient) -Efek (effect, impact, influence) - Jadi berdasarkan paradigma Laswell tersebut, komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yangmenimbulkan efek tertentu Effendy (2004: 10).

II. 1.2 Komunikasi Massa

  Oleh Pengertian komunikasi massa, merujuk kepada pendapat Tan dan Wright dalam Liliweri (1991), bahwa komunikasi massa merupakan bentuk komunikasiyang menggunakan saluran (media) dalam menghubungkan komunikator dan komunikasi secara massal, berjumlah banyak, bertempat tinggal yang jauh(terpencar), sangat heterogen, dan menimbulkan efek tertentu. Media komunikasi yang termasuk media massa adalah radio siaran, dan televisi,keduanya dikenal sebagai media elektronik; surat kabar dan majalah, keduanya disebut sebagai media cetak; serta media film.

II. 2 Televisi Sebagai Media Massa

  Kata televisi berasal dari kata tele dan vision; yang mempunyai arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Sajian gandanya, yaitu gambar dan suaramengantarkan media ini pada posisi yang khas dan menarik (Muhtadi, 1999: 99).

II. 2.1 Sejarah Televisi Pada hakikatnya, media televisi lahir karena perkembangan teknologi

  Bermula dari ditemukannya electrische teleskop sebagai perwujudan gagasan seorang mahasiswa dari Berlin (Jerman Timur) yang bernama Paul Nipkov,menemukan sistem penyaluran sinyal gambar, untuk mengirim gambar melalui udara dari suatu tempat ke tempat lain. Televisi merupakan gabungan dari media dengar dangambar yang bisa bersifat informatif, hiburan, dan pendidikan, atau bahkan gabungan dari ketiga unsur tersebut.

II. 2.2 Perkembangan Televisi di Indonesia

  Dengan kata lain, informasi sudah merupakan bagian dari hak manusia untuk aktualisasi diri Kegiatan penyiaran televisi di Indonesia dimulai pada tanggal 24 Agustus1962, bertepatan dengan dilangsungkannya pembukaan pesta olahraga se-Asia IV atau Asean Games di Senayan. Untuk lebih meningkatkan mutu siarannya padapertengahan tahun 1993, RCTI telah mengudara secara nasional dan membangun beberapa stasiun transmisi di berbagai kota besar di Indonesia , seperti : Jakarta,Bandung, Surabaya, Medan, Batam, dan daerah-daerah lain.

II. 2.3 Daya Tarik Televisi

II. 2.4 Program Televisi

  Hal ini disebabkan oleh pengaruhpsikologis dari televisi itu sendiri, di mana televisi seakan-akan menghipnotis pemirsa, sehingga mereka telah hanyut dalam keterlibatan akan kisah atauperistiwa yang disajikan oleh televisi (Effendy, 2002 : 122). Program-program acara olahraga, baik olahraga di dalam atau di luar ruangan, yang disiarkan langsung atau tidak langsung dari dalam negeri atau luarnegeri.

II. 2.5 Acara Televisi

  Sedangkan untuk program televisiberbentuk berita secara garis besar dikategorikan ke dalam "hard news" atau berita-berita mengenai peristiwa penting yang baru saja terjadi dan "soft news"yang mengangkat berita bersifat ringan. Dalam hal ini, program yang dibahas Acara ini dianggap sukses karena telah mampu menyedot perhatian khalayak, terbukti dari munculnya banyak komunitas dan fans dari acara TheMaster.

II. 2.6 Dampak Acara Televisi

  Hal ini terjadi karena tingkat pemahaman dan kebutuhan pemirsa terhadap isi pesan acara televisi berkaitan erat dengan status sosial ekonomi serta situasidan kondisi pemirsa pada saat menonton televisi. Dampak kognitif yaitu kemampuan seseorang atau pemirsa untuk menyerap dan memahami acara yang ditayangkan televisi yang melahirkan pengetahuanbagi pemirsa.

II. 3 Teori AIDDA

  Minat, yaitu suatu keinginan yang kuat ataupun kecenderungan hati yang sangat tinggi terhadap sesuatu, yang merupakan derajat yang lebih tinggi dariperhatian, yang dalam hal ini adalah minat menonton setelah komunikan menyaksikan acara Cinta Juga Kuya. I Interest (Minat) Ketertarikan mulai timbul pada diri para mahasiswa untuk menonton acara Cinta JugaKuya di SCTV D Desire (Hasrat) Hasrat/Kemauan mahasiswa departemen IlmuKomunikasi FISIP USU untuk menonton acara tersebut D Decision (Keputusan) Setelah timbulnya hasrat pada diri mahasiswa departemen Ilmu Komunikasi FISIP USUmereka akan mengambil keputusan dalam bentuk menerima ataupun menolak acaratersebut.

II. 4 Minat Menonton

  Terdapatnya kontras yaitu antara hal yang satu dengan hal yang lainnya sehingga apa yang menonjol itu menimbulkan perhatian. Dari perhatian dan ketertarikan itu akan timbul minat dalam diri para mahasiswa departemen IlmuKomunikasi FISIP USU untuk menonton tayangan varietyshow Cinta Juga Kuya.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN III.1 Deskripsi Lokasi Penelitian III.1.1 Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USU Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) merupakan fakultas ke

  Dalam perpindahan ini semua kegiatan administrasi dan kemahasiswaan yang terdaftar di Jurusan Antropologi pada Fakultas Sastra USU dipindahkan keFISIP USU, kecuali mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi dan mengikuti perkuliahan pada semester VIII, mereka tetap mengikuti perkuliahan di FakultasSastra USU sampai selesai pendidikannya. Pada Tahun Akademik 1988/1989 FISIP USU menerima mahasiswa sebanyak 241 orang yang terdiri dari 197 orang mahasiswa Reguler dan 44 orang Pada Tahun Akademik 1989/1990 FISIP USU menerima mahasiswa sebanyak 207 orang yang kesemuanya adalah mahasiswa Reguler.

III. 2 Metodologi Penelitian

  Metode dalam pembuatan penelitian ini menggambarkan tentang tata cara pengumpulan data yang diperlukan guna menjawab permasalahan yang ada dalam III.2.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional. Untuk menentukan besarnya sampel dalam penelitian ini, maka digunakan rumus Taro Yamane dengan presisi 10% dan tingkat kepercayaan 90% yaitusebagai berikut : Nn =2 N 1( ) (Kriyantono, 2007 : 160)Keterangan : n = SampelN = Populasi d = Presisi Berdasarkan data yang ada maka penelitian ini memerlukan sampel sebanyak : 383 n =2 + 383 ( , 1 ) 1 383= 83 1383 = 4 , 83= 79,2 = 79 orang Jadi, sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah berjumlah 79 orang.

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN IV.1. Pelaksanaan Pengumpulan Data Peneliti menempuh beberapa tahapan penelitian dalam pengumpulan data. Tahapan tersebut sebagai berikut : IV.1.1. Tahap Awal Penelitian diawali dengan meminta surat izin pra penelitian dari bagian

  pendidikan FISIP USU, yang ditujukan kepada Pembantu Dekan III FISIPUniversitas Sumatera Utara untuk memperoleh data dari bagian kemahasiswaanFISIP USU, mengenai jumlah mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU S-1 stambuk 2007 s/d 2009 yang akan dijadikan sampel. Kemudian meminta surat izinpenelitian dari bagian pendidikan FISIP USU, yang ditujukan kepada PembantuDekan III FISIP Universitas Sumatera Utara untuk memperoleh data lainnya yang diperlukan dalam penelitian ini.

IV. 1.2. Pengumpulan Data

  Bab ini merupakan uraian dari hasil penelitian yang dilakukan, mengenai“Tayangan Cinta Juga Kuya dan Minat Menonton (Studi Korelasional PengaruhTayangan Cinta Juga Kuya di SCTV terhadap Minat Menonton di KalanganMahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU)”, di mana keseluruhan populasinya hanya mengambil 3 stambuk saja yaitu 2007, 2008 dan 2009. Dalam penelitian ini, teknik penarikan sampel menggunakan teknik purposive sample dimana respondenmemiliki kriteria tertentu yang ditetapkan berdasarkan tujuan penelitian yakni yang Pernah menjadi menonton tayangan variety show Cinta Juga Kuya di SCTVminimal 3 kali.

IV. 2. Teknik Pengolahan Data

  Editing: Peneliti mengedit jawaban responden untuk memperjelas jawaban yang meragukan dan menghindari terjadinya kesilapanpengisian data dalam kode yang disediakan. Coding: Proses pemindahan jawaban responden ke dalam kotak-kotak kode yang telah disediakan pada lembar kuesioner dalam bentuk angka(skor).

IV. 3.1. Karakteristik Responden

  1 Pria 79 100.0 Sumber : Kuesioner Penelitian P1/FC.3 53.2 Total 42 2 Wanita 46.8 37 31.6 Total 79 100.0 Sumber : Kuesioner Penelitian P2/FC 4 Berdasarkan tabel IV.2 diketahui mengenai stambuk responden. Sebanyak 36 orang responden (32,9%) adalah mahasiswa stambuk 2007, sebanyak 28 orangresponden (35,4%) adalah mahasiswa stambuk 2008 dan sebanyak 25 orang responden (31,6%) adalah mahasiswa stambuk 2009.

IV. 3.2. Tayangan Variety show Cinta Juga Kuya di SCTV

  Sumber informasi diperoleh di televisi ketika iklan Tabel IV.4Pendapat mengenai tayangan Cinta Juga Kuya No Pendapat mengenai tayangan F % Cinta Juga Kuya 1 Tidak menarik 4 5.1 2 Kurang menarik 10 12.7 3 Menarik 54 68.4 4 Sangat menarik 11 13.9 Total 79 100.0 Sumber : Kuesioner Penelitian P4/FC 6 Berdasarkan tabel IV.4 diatas diketahui mengenai pendapat mengenai tayangan Cinta Juga Kuya. Hal ini berarti bahwa mayoritas responden dalam penelitian ini menyatakan frekuensi mereka menonton tayangan variety show Cinta Juga Kuya Tabel IV.6Durasi Menonton No Durasi Menonton F % 1 5 menit 14 17.7 26-10 menit 5 6.3 311-20 menit 3 3.8 421-30 menit 57 72.2 Total 79 100.0 Sumber : Kuesioner Penelitian P6/FC 8 Berdasarkan tabel IV.6 diketahui mengenai durasi menonton tayangan variety show Cinta Juga Kuya di SCTV.

IV. 3.3. Minat Menonton

  Selengkapnya data tersebut dapat dilihat pada tabel yang dimulai dari tabel IV.12 sampai dengan tabel IV.25 10 2 Kurang tertarik 2.5 2 1 Tidak tertarik Tabel IV.12Ketertarikan terhadap tayangan Cinta Juga Kuya No Ketertarikan terhadaptayangan Cinta Juga Kuya F % 12.7 Hal ini berarti mayoritas responden dalam penelitian ini menyatakan bahwa mereka tertarik terhadap tayangan Cinta Juga Kuya di SCTV. Dari 79 responden dalam penelitian ini memiliki sebaran data: 2 orang responden menyatakan tidak tertarik terhadap tayangan Cinta Juga Kuya, 10 orangresponden menyatakan kurang tertarik terhadap tayangan Cinta Juga Kuya, 48 Sebaran data pendapat mengenai tayangan Cinta Juga Kuya di SCTV yaitu 4 orang menyatakan tidak menarik, 10 orang menyatakan kurang menarik, 54orang menyatakan menarik dan 11 orang yang menyatakan sangat menarik.

IV. 5. Uji Hipotesa

  Dengankata lain, hal ini berarti semakin menarik konsep acara variety show Cinta JugaKuya di SCTV maka semakin tinggi minat menonton tayangan variety show tersebut dikalangan mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USUataupun sebaliknya, semakin tidak menarik konsep acara variety show Cinta JugaKuya di SCTV maka semakin rendah minat menonton tayangan variety show tersebut dikalangan mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU. Signifikansi hasil korelasi dapat dilihat berdasarkan perbandingan nilai Selanjutnya dapat dilihat pada variabel pengaruh tayangan variety showCinta Juga Kuya terhadap minat menonton di kalangan mahasiswa DepartemenIlmu Komunikasi FISIP USU yang menunjukkan bahwa kedua variabel berkorelasi secara signifikan.

IV. 6. Pembahasan

  Minat, yaitu suatu keinginan yang kuat ataupun kecenderungan hati yang sangat tinggi terhadap sesuatu, yang merupakan derajat yang lebih tinggi dariperhatian, yang dalam hal ini adalah minat untuk menonton tayangan varietyCinta Juga Kuya di SCTV. Dengan demikian hanya 6,4% saja tayangan variety show Cinta Juga Kuya di SCTV mampu menimbulkan minat menonton di kalangan mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi FISIPUSU, sisanya 93,6% yang membuat mahasiswa Departemen Ilmu KomunikasiFISIP USU menonton televisi khususnya SCTV karena di stasiun televisi ini sering diputar berbagai Film Televisi (FTV) yang jauh lebih menarikdibandingkan dengan tayangan variety show Cinta Juga Kuya.

BAB V PENUTUP V.1 Kesimpulan Berdasarkan penyajian dan analisis data yang telah dilakukan sesuai

  Isi materi yang disajikan pada tayangan variety show Cinta Juga Kuya diSCTV adalah berupa acara sulap sederhana yang dilakukan oleh Cinta sambil melakukan tindakan jahil kepada para bintang tamu/para artisdalam acara tersebut sehingga para penonton tertarik untuk melihat aksi dari Cinta sang pesulap cilik. Terdapat pengaruh antara tayangan variety show Cinta Juga Kuya diSCTV terhadap minat menonton di kalangan mahasiswa Departemen IlmuKomunikasi FISIP USU dengan koefisien korelasi r s sebesar 0,254 yang menunjukkan hubungan rendah tetapi pasti.

V. 2 Saran

  Kepada pihak SCTV, agar selalu memberikan informasi mengenai perubahan jam tayang dari variety show Cinta Juga Kuya di SCTV, karenastasiun TV ini kerap melakukan perubahan jadwal acara tanpa pemberitahuan sebelumnya. Kepada para responden agar tidak terlalu percaya dengan apa yang terdapat di televisi misalnya saja keahlian Cinta dalam meramal, karenaseperti yang diketahui bahwa media itu membuat seolah-olah apa yang terjadi adalah sebuah kenyataan padahal kenyataannya tidak demikian.

DAFTAR PUSTAKA

  Internet:(http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi) diakses pada 27 Agustus 2010 KUESIONER Tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya dan Minat Menonton (Studi Korelasional Pengaruh Tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya di SCTV terhadapMinat Menonton di Kalangan Mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU) Petunjuk Pengisian Kuesioner 1. Menurut anda bagaimana pertunjukan sulap yang disajikan setiap episodenya di tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya di SCTV?

C. Minat Menonton

  Apakah dengan menonton tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya diSCTV rasa ingin tahu anda tentang sulap dapat terpenuhi ? Alasan anda menonton tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya di SCTV : Kurang Setuju Sangat TidakNo.

3. Hiburan

  Apakah dengan menonton tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya diSCTV anda ingin belajar sulap? Kritik dan saran anda mengenai tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya di SCTV : ………………………………………………………………..

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Tayangan Variety Show Cinta Juga Kuya Dan Mi..

Gratis

Feedback