Feedback

Ketahanan Papan Komposit Dari Limbah Batang Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dan Plastik Polipropilena Terhadap Serangan Rayap Tanah dan Rayap Kayu Kering

Informasi dokumen
KETAHANAN PAPAN KOMPOSIT DARI LIMBAH BATANG SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DAN PLASTIK POLIPROPILENA TERHADAP SERANGAN RAYAP TANAH DAN RAYAP KAYU KERING Hasil Penelitian Oleh: Danil 051203038/ Teknologi Hasil Hutan DEPARTEMEN KEHUTANAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2010 Universitas Sumatera Utara Judul Skripsi Nama Nim Departemen Program Studi : Ketahanan Papan Komposit Dari Limbah Batang Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dan Plastik Polipropilena Terhadap Serangan Rayap Tanah dan Rayap Kayu Kering. : Danil : 051203038 : Kehutanan : Teknologi Hasil Hutan Disetujui Oleh, Komisi Pembimbing Iwan Risnasari, S.Hut, M.Si Ketua Ridwanti Batubara, S.Hut, M.P Anggota Mengetahui, Sekretaris Departemen Kehutanan Dr. Delvian, SP. MP NIP : 196907232002121001 Universitas Sumatera Utara ABSTRACT DANIL: The Resistance of Composite Board from Waste Palm Steam and Polypropylene to subterranean termites attack and drywood termites attack. Under Academic Supervision of IWAN RISNASARI and RIDWANTI BATUBARA. The utilization of waste oil palm steam and polypropylene for composite board production will not only increase the added value of waste palm and polypropylene, but also used as substitution of wood which is recently very limited. The aim of this research is evaluate the resistance of composite board from waste palm steam and polypropylene to subterranean termites attack and drywood termites attack. The method of this research consists of making the composite board, evaluation on physical, and the sample is testing to the subterranean termites (Macrotermes gilvus) and drywood termites (Cryptotermes cynocephalus) for 100 days. Evaluation on physical based on Japanesse Industrial Standard (JIS) A 5908-2003, and the result of physical properties as follow : 1). Density have fulfill the standard, the value 0,64-0,78 g/cm3 2). Moisture content have fulfill the standard, the value were 0,87-3,07% 3). The value of water absorption for 2 and 24 hours have fulfill the standard, the value were 0,49-0,99% and 1,81-3,82% 4). Thickness swelling of the board for 2 and 24 hours, the value were 0,21-1,05% and 1,30-5,19%. The percentages of weight loss composite board to subterranean termites were 0,03%-3,28%. The percentages of weight loss composite board to drywood termites were 0,16%-0,54%. The results of composite board from this research was classified as class resistance as very resisted to subterranean termites attack and drywood termites attack. Keywords : palm steam, polypropylene, composite board, termites attack Universitas Sumatera Utara ABSTRAK DANIL: Ketahanan Papan Komposit Dari Limbah Batang Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dan Plastik Polipropilena Terhadap Serangan Rayap Tanah dan Rayap Kayu Kering. Dibimbing oleh IWAN RISNASARI dan RIDWANTI BATUBARA. Pemanfaatan limbah batang sawit dan plastik polipropilena untuk bahan baku papan komposit bukan saja akan memberikan nilai tambah dari limbah padat sawit dan plastik, tetapi juga sebagai substitusi kayu yang saat ini sangat sulit diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan papan komposit dari limbah batang sawit dan plastik polipropilena terhadap serangan rayap tanah dan rayap kayu kering. Metode penelitian ini terdiri dari pembuatan papan komposit, pengujian sifat fisis, dan pengujian terhadap rayap tanah (Macrotermes gilvus) dan rayap kayu kering (Cryptotermes cynocephalus) selama 100 hari. Pengujian pada sifat fisis berdasarkan pada Standar JIS A 5908-2003 menunjukkan bahwa : 1). Kerapatan telah memenuhi standar dengan nilai 0,640,78 g/cm3 2). Kadar air telah memenuhi standar dengan nilai 0,87-3,07% 3). Daya serap air 2 jam dan 24 jam telah memenuhi standar yaitu 0,49-0,99% dan 1,81-3,82% 4). Pengembangan tebal 2 jam dan 24 jam yaitu 0,21-1,05% dan 1,305,19%. Persentase kehilangan berat papan komposit pada rayap tanah berkisar antara 0,03%-3,28%. Persentase kehilangan berat papan komposit pada rayap kayu kering berkisar antara 0,16%-0,54%. Sehingga papan komposit yang diperoleh dari hasil penelitian termasuk ke dalam kelas ketahanan sangat tahan terhadap serangan rayap tanah dan rayap kayu kering. Kata kunci: batang sawit, polipropilena, papan komposit, serangan rayap Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Medan pada tanggal 28 April 1986 dari Ayah Karuni dan Ibu Syamsiar. Penulis merupakan putra ke 6 dari 7 bersaudara. Penulis menyelesaikan Sekolah Dasar di SD Swasta Bahagia Medan pada tahun 1999, tamat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di SLTPN 35 Medan tahun 2002, dan tamat Sekolah Menengah Umum di SMU Swasta ERIA Medan tahun 2005. Tahun 2005 penulis lulus seleksi masuk Universitas Sumatera Utara melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru, Program Studi Teknologi Hasil Hutan, Departemen Kehutanan, Fakultas Pertanian. Penulis mengikuti kegiatan Praktik Pengenalan dan Pengelolaan Hutan di hutan mangrove Desa Talawi Kabupaten Asahan dan hutan pegunungan Lau Kawar Kabupaten Karo. Selama mengikuti perkuliahan, penulis pernah menjadi asisten dosen untuk Praktikum Fisika Kayu tahun ajaran 2007/2008 dibawah bimbingan Bapak Arif Nuryawan, S.Hut, M.Si, Praktikum Hama dan Penyakit Hasil Hutan dan Praktikum Pengawetan Kayu tahun ajaran 2008/2009 dibawah bimbingan Ibu Ridwanti Batubara, S.Hut, MP, dan Praktikum Perekat dan Perekatan tahun ajaran 2008/2009 bimbingan Bapak Arif Nuryawan, S.Hut, M.Si. Penulis melaksanakan Praktik Kerja Lapangan di Perhutani KPH Bandung Selatan pada tahun 2009 selama 2 bulan. Penulis melakukan penelitian dengan judul “ Ketahanan Papan Komposit Dari Limbah Batang Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dan Plastik Polipropilena Terhadap Serangan Rayap Tanah dan Rayap Kayu Kering.”, dibawah bimbangan Ibu Iwan Risnasari, S.Hut, M.Si dan Ibu Ridwanti Batubara, S.Hut, MP. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan hasil penelitian ini tepat pada waktunya. Penelitian ini disusun sebagai syarat untuk dapat mendapatkan gelar Sarjana Kehutanan pada Departemen Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Judul penelitian yang dilaksanakan adalah Ketahanan Papan Komposit Dari Limbah Batang Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dan Plastik Polipropilena Terhadap Serangan Rayap Tanah dan Rayap Kayu Kering. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Iwan Risnasari, S.Hut, M.Si dan Ibu Ridwanti Batubara, S.Hut, M.P atas arahan dan bimbingannya dalam penyusunan hasil penelitian ini. Ungkapan terima kasih juga disampaikan kepada ayahanda, ibunda, abang, kakak, dan adik serta seluruh keluarga dan teman-teman atas segala doa dan perhatiannya. Penulis menyadari sepenuhnya dalam penulisan dan penyajian dalam tulisan ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu dengan kerendahan hati penulis akan menerima kritikan dan saran yang bersifat membangun. Akhir kata penulis berharap semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkan. Terima kasih Medan, Februari 2010 Penulis Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK. i ABSTRACT . ii KATA PENGANTAR . iii DAFTAR ISI .iv DAFTAR TABEL .vi DAFTAR GAMBAR . vii DAFTAR LAMPIRAN . viii PENDAHULUAN Latar Belakang . 1 Tujuan Penelitian . 3 Manfaat Penelitian. 3 Hipotesa Penelitian . 3 TINJAUAN PUSTAKA Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) . 4 Sejarah Singkat . 4 Klasifikasi Tanaman Sawit. 5 Potensi Kelapa Sawit . 5 Kandungan Batang Kelapa Sawit . 7 Papan Komposit . 8 Polimer. 10 Plastik . 12 Polipropilena Murni . 12 Polipropilena Daur Ulang . 14 Bahan Penambah (Aditif) . 16 Rayap Sebagai Organisme Perusak Kayu . 17 METODE PENELITIAN Waktu dan Lokasi Penelitian . 22 Alat dan Bahan Penelitian . 22 Alat Penelitian . 22 Bahan Penelitian . 23 Prosedur Penelitian . 23 Persiapan Bahan Baku . 23 Proses Pembuatan Papan Komposit. 24 Pengujian Papan Komposit . 26 Pengujian Sifat Fisis Papan Komposit . 26 Pengujian Rayap Tanah . 27 Pengujian Rayap Kayu Kering . 29 Analisa Data . 30 Universitas Sumatera Utara HASIL DAN PEMBAHASAN Morfologi Papan Komposit . 33 Pengujian Sifat Fisis . 35 Kerapatan . 35 Kadar Air . 38 Daya Serap Air . 40 Pengembangan Tebal . 44 Pengujian pada Rayap Tanah . 48 Pengujian pada Rayap Kayu Kering . 54 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan . 63 Saran . 63 DAFTAR PUSTAKA . 64 LAMPIRAN . 69 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Halaman 1. Sifat-Sifat Dasar Batang Sawit . 7 2. Karakteristik Polipropilena . 14 3. Sifat Fisis Mekanis Beberapa Hasil Penelitian Pembuatan Papan Komposit dengan Menggunakan Polipropilena Daur Ulang. 15 4. Komposisi Kebutuhan Bahan Baku Papan Komposit . 24 5. Sifat Fisis dan Mekanis Papan Komposit dengan Standar JIS A 5908 2003 . 26 6. Klasifikasi Ketahanan Kayu Terhadap Serangan Rayap Tanah . 28 7. Klasifikasi Ketahanan Kayu Terhadap Serangan Rayap Kayu Kering . 30 8. Kelas Ketahanan Papan Komposit Terhadap Serangan Rayap Tanah . 52 9. Jumlah Kepala Rayap, Rayap Utuh, dan Rayap yang Dimakan. 57 10. Kelas Ketahanan Papan Komposit Terhadap Serangan Rayap Kayu Kering . 59 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Halaman 1. Diagram Proses Dasar Pembuatan Komposit . 10 2. Rumus Bangun Polipropilena . 13 3. Pola Pembagian Batang Sawit . 23 4. Mesin Kempa . 25 5. Diagram Proses Pembuatan Papan Komposit . 32 6. a. Kayu Pinus . 33 b. Papan OSB . 33 c. Papan Komposit . 33 7. Nilai Rata-rata Kerapatan Papan Partikel . 35 8. Nilai Rata-rata Kadar Air Papan Komposit . 38 9. Nilai Rata-rata Daya Serap Air Selama 2 Jam. 40 10. Nilai Rata-rata Daya Serap Air Selama 24 Jam. 41 11. Nilai Rata-rata Pengembangan Tebal Selama 2 Jam . 44 12. Nilai Rata-rata Pengembangan Tebal Selama 24 Jam . 44 13. Rayap Tanah Macrotermes gilvus Hagen . 48 14. Nilai Rata-rata Kehilangan Berat pada Pengujian Terhadap Rayap Tanah. 49 15. Sampel Uji Rayap Tanah . 50 16. Sarang Rayap Tanah . 51 17. Nilai Rata-rata Kehilangan Berat pada Pengujian Terhadap Rayap Kayu Kering . 54 18. Sampel Untuk Pengujian Rayap Kayu Kering . 55 19. a. Rayap Kayu Kering yang Menyerang Contoh Uji . 56 b. Ukuran Rayap Kayu Kering . 56 20. Badan Utuh dan Kepala Rayap Kayu Kering . 58 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1. Kerapatan (gram/cm3) Papan Komposit . 64 2. Kadar Air (%) Papan Komposit . 65 3. Daya Serap Air 2 Jam (%) Papan Komposit . 66 4. Daya Serap Air 24 Jam (%) Papan Komposit . 67 5. Pengembangan Tebal 2 Jam (%) Papan Komposit . 68 6. Pengembangan Tebal 24 Jam (%) Papan Komposit . 69 7. Kehilangan Berat Rayap Tanah Papan Komposit. 70 8. Kehilangan Berat Rayap Kayu Kering Papan Komposit . 71 9. Parameter Papan Komposit Terbaik . 72 Universitas Sumatera Utara ABSTRACT DANIL: The Resistance of Composite Board from Waste Palm Steam and Polypropylene to subterranean termites attack and drywood termites attack. Under Academic Supervision of IWAN RISNASARI and RIDWANTI BATUBARA. The utilization of waste oil palm steam and polypropylene for composite board production will not only increase the added value of waste palm and polypropylene, but also used as substitution of wood which is recently very limited. The aim of this research is evaluate the resistance of composite board from waste palm steam and polypropylene to subterranean termites attack and drywood termites attack. The method of this research consists of making the composite board, evaluation on physical, and the sample is testing to the subterranean termites (Macrotermes gilvus) and drywood termites (Cryptotermes cynocephalus) for 100 days. Evaluation on physical based on Japanesse Industrial Standard (JIS) A 5908-2003, and the result of physical properties as follow : 1). Density have fulfill the standard, the value 0,64-0,78 g/cm3 2). Moisture content have fulfill the standard, the value were 0,87-3,07% 3). The value of water absorption for 2 and 24 hours have fulfill the standard, the value were 0,49-0,99% and 1,81-3,82% 4). Thickness swelling of the board for 2 and 24 hours, the value were 0,21-1,05% and 1,30-5,19%. The percentages of weight loss composite board to subterranean termites were 0,03%-3,28%. The percentages of weight loss composite board to drywood termites were 0,16%-0,54%. The results of composite board from this research was classified as class resistance as very resisted to subterranean termites attack and drywood termites attack. Keywords : palm steam, polypropylene, composite board, termites attack Universitas Sumatera Utara ABSTRAK DANIL: Ketahanan Papan Komposit Dari Limbah Batang Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dan Plastik Polipropilena Terhadap Serangan Rayap Tanah dan Rayap Kayu Kering. Dibimbing oleh IWAN RISNASARI dan RIDWANTI BATUBARA. Pemanfaatan limbah batang sawit dan plastik polipropilena untuk bahan baku papan komposit bukan saja akan memberikan nilai tambah dari limbah padat sawit dan plastik, tetapi juga sebagai rumus : Kerapatan (g/cm3) = Berat (gram) Volume (cm3 ) b. Kadar air (KA) Contoh uji berukuran 5 cm x 5 cm x 0,5 cm yang digunakan adalah bekas contoh uji kerapatan. Kadar air papan partikel dihitung berdasarkan berat awal (BA) dan berat kering tanur (BKT) selama 24 jam pada suhu 103 ± 2 °C. Nilai kadar air papan komposit dihitung berdasarkan rumus : Kadar Air (%) = BA − BKT x 100% BKT c. Daya serap air Contoh uji berukuran 5 cm x 5 cm x 0,5 cm ditimbang berat awalnya (B1). Kemudian direndam dalam air dingin selama 2 jam dan 24 jam, setelah itu ditimbang beratnya (B2). Nilai daya serap air papan komposit dihitung berdasarkan rumus : Daya Serap Air (%) = B2 − B1 x 100% B1 Universitas Sumatera Utara d. Pengembangan tebal Contoh uji berukuran 5 cm x 5 cm x 0,5 cm sama dengan contoh uji daya serap air. Pengembangan tebal didasarkan pada tebal sebelum (T1) yang diukur pada keempat sudut dan dirata-ratakan dalam kondisi kering udara dan tebal setelah perendaman (T2) dalam air dingin selama 2 jam dan 24 jam. Nilai pengembangan tebal papan komposit dihitung berdasarkan rumus : Pengembangan Tebal (%) = T2 − T1 x 100% T1 Pengujian Sifat Mekanis Papan Komposit a. Keteguhan lentur (Modulus of Elasticity) Pengujian MOE dilakukan bersama-sama dengan pengujian keteguhan patah dengan memakai contoh uji yang sama. Besarnya defleksi yang terjadi pada saat pengujian dicatat pada setiap selang beban tertentu. Nilai MOE dihitung dengan rumus: ∆P.L3 MOE = 4.∆Y.b.d 3 Dimana : MOE : Modulus lentur (kg/cm2) ∆P : Beban sebelum batas proporsi (kg) L : Jarak sangga (cm) ∆Y : Lenturan pada beban (cm) b : Lebar contoh uji (cm) d : Tebal contoh uji (cm) b. Keteguhan patah (Modulus of Rupture) Pengujian keteguhan patah (MOR) dilakukan dengan menggunakan Universal Testing Machine dengan menggunakan lebar bentang (jarak Universitas Sumatera Utara penyangga) 15 kali tebal nominal, tetapi tidak kurang dari 15 cm. Nilai MOR dihitung dengan rumus sebagai berikut : MOR = 3.P.L 2.b.d 2 Dimana : MOR : Modulus patah (kg/cm2) P : Beban Maksimum (kg) L : Jarak sangga (cm) b : Lebar contoh uji (cm) d : Tebal contoh uji (cm) Titik beban Contoh uji h L 7,5 cm b Gambar 8. Cara Pengujian Modulus Patah dan Modulus Elastisitas Gambar 9. Cara Pengujian Modulus Patah dan Modulus Elastisitas Universitas Sumatera Utara Pengujian Terhadap Cuaca (Weathering) Pemaparan contoh uji dilakukan dilantai IV, gedung kampus Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara. Contoh uji dibiarkan diareal terbuka yang dipasang pada rak penyangga (Gambar 10). Gambar 10. Cara Pengujian Terhadap Cuaca (Weathering) Pengujian Morfologi Papan Komposit Pengujian Scanning Electron Microscopy (SEM) Sampel yang telah di uji weathering selama 0 bulan (kontrol), dan 3 bulan dianalisis dengan SEM (Scanning Electron Microscopy). Pengujian ini dilakukan pada papan untuk melihat perbedaan secara ultrastruktur antara papan yang diberikan perlakuan weathering dengan papan tanpa perlakuan (0 bulan). Metode pembuatan preparat bahan observasi ultrastruktur dilakukan pertama dengan membuat contoh uji berukuran 0,5 x 0,5 x 3 cm. Contoh uji ini disayat setebal 40-50 mikron. Sayatan ditempatkan diatas spesimen holder kemudian dilapisi Universitas Sumatera Utara emas 18K setebal sekitar 300 Å (Rahman. 2001). Analisis karakteristik ultrastruktur kayu dilakukan dengan analisis deskripsi. Hasil observasi karakteristik ultrastruktur dinding sel yang objektif dan selalu konstan pada setiap sediaan ditetapkan sebagai sifat yang karakteristik. Analisa Data Untuk mengetahui pengaruh letak batang sawit (luar dan dalam), jenis plastik dan aditif serta interaksi ketiganya terhadap sejumlah pengujian maka dilakukan analisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu : 1. Letak batang a. A1 : Bagian dalam b. A2 : Bagian luar c. A3 : Campuran bagian dalam dan bagian luar 2. Plastik a. B1 : Polipropilena murni b. B2 : Polipropilena daur ulang Dengan demikian akan diperoleh 18 sampel perlakuan, yaitu : A1B1, A1B2, A2B1, A2B2, A3B1, A3B2 Jumlah ulangan :3 Jumlah papan yang dibuat : 6 x 3 = 18 papan Model statistik dari rancangan percobaan ini adalah : Yijk = µ + Ai + Bj + (AB)ij +∑ijk Universitas Sumatera Utara Yijk = Nilai pengamatan bagian batang ke-i, plastik ke-j serta ulangan ke-k µ = Nilai rata-rata umum Ai = Pengaruh bagian batang ke-i Bj = Pengaruh plastik ke-j (AB)ij = Pengaruh interaksi antara bagian batang ke-i dengan plastik ke-j ∑ijk = Kesalahan percobaan pada perlakuan bagian batang ke-i, jenis plastik ke-j serta ulangan ke-k Hipotesis yang digunakan adalah : H0 Bagian batang, dan jenis plastik tidak berpengaruh terhadap sifat fisis dan mekanik papan komposit. H1 Bagian batang, dan jenis plastik berpengaruh terhadap sifat fisis dan mekanik papan komposit. Untuk mengetahui pengaruh dari perlakuan-perlakuan yang dicoba, dilakukan analisis keragaman dengan kriteria uji jika F hitung ≤ F tabel maka Ho diterima dan jika F hitung > F tabel maka Ho ditolak. Untuk mengetahui taraf perlakuan mana yang berpengaruh di antara faktor perlakuan maka pengujian dilanjutkan dengan menggunakan Uji Wilayah Berganda Duncan (Duncan Multiple Range Test). Data hasil pengujian selanjutnya dibandingkan dengan persyaratan JIS A 5908-2003 untuk mengetahui apakah sifat-sifat papan komposit yang dihasilkan memenuhi standar yang telah ada atau tidak. Universitas Sumatera Utara HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian Sifat Fisis Komposit Plastik Sifat fisis papan komposit yang diuji antara lain, kerapatan, kadar air, daya serap air, dan pengembangan tebal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan terhadap masing-masing sifat fisis papan komposit plastik yang dihasilkan untuk setiap perlakuan. Kerapatan Kerapatan merupakan salah satu sifat fisis yang menunjukkan perbandingan antara massa benda terhadap volumenya (banyaknya massa zat per satuan volume) (Massijaya, 1999). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kerapatan komposit plastik yang dihasilkan berkisar antara 0,62 gr/cm3 sampai dengan 0,77 gr/cm3, termasuk dalam kategori komposit plastik dengan kerapatan sedang. Kategori ini sesuai dengan menurut Tsoumis (1991) yang membagi papan menjadi tiga kelompok yaitu kerapatan rendah (0,25 - 0,40 gr/cm3), kerapatan sedang (0,40 – 0,80 gr/cm3), dan kerapatan tinggi (0,80 -1,20 gr/cm3). Hasil grafik pengujian kerapatan papan komposit yang dihasilkan pada penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 11. Gambar 11 menunjukkan bahwa nilai rerata kerapatan tertinggi papan komposit plastik yang dihasilkan sebelum pemaparan terdapat pada papan komposit kombinasi serbuk bagian Luar dengan plastik polipropilena murni, dan kombinasi serbuk bagian campuran dengan plastik PP murni. Sedangkan nilai rerata kerapatan terendah terdapat pada papan komposit kombinasi serbuk bagian dalam dengan plastik PP daur ulang. Hal ini dikarenakan bahwa serbuk bagian Universitas Sumatera Utara luar memiliki nilai kadar air yang rendah dan kerapatan yang tinggi dibandingkan serbuk bagian dalam. Hal ini sesuai dengan pernyataan Choon et al., (1991), kerapatan batang kelapa sawit semakin menurun terhadap ketinggian dan kedalaman bagian batang. Ismariny (2006) dalam Setiawan (2009) menyatakan bahwa penurunan mutu plastik daur ulang terjadi karena adanya degradasi akibat proses oksidasi yang diakibatkan oleh proses panas. Marra (1992) menyatakan bahwa meningkatnya kerapatan berarti meningkatnya kelas kuat dari produk yang dihasilkan. Peningkatan kerapatan suatu produk komposit disebabkan oleh adanya lapisan perekat (plastik) yang dapat menghambat masuknya air kedalam pori-pori papan serta adanya penyatuan antara plastik dan serbuk akibat pengempaan sewaktu pembuatan lembaran papan komposit plastik. Nuryawan dkk. (2008) menyatakan bahwa faktor yang menyebabkan perbedaan kerapatan dapat dikarenakan adanya spiring back (usaha pembebasan dari tekanan yang dialami pada waktu pengempaan. Penyesuaian kadar air pada saat pengkondisian juga dapat menyebabkan kenaikan tebal papan komposit yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rerata kerapatan papan komposit setelah pemaparan selama 3 bulan mengalami penurunan, hal ini dikarenakan adanya kombinasi sinar matahari, curah hujan, variasi suhu dan kelembaban yang mengakibatkan terkikisnya permukaan papan sehingga memudahkan air untuk masuk kedalam papan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Sudiyani et al., (2003), deteriorasi yang cepat akibat pemaparan pada lingkungan luar (outdoor) merupakan kerugian utama dari penggunaan kayu dan wood based Universitas Sumatera Utara materials untuk aplikasi struktural dan teknik, penyinaran matahari yang mengandung UV adalah faktor dominan yang menyebabkan depolimerisasi lignin dalam matariks dinding sel yang kemudian hilang atau tercuci karena hujan. Kerapatan (gr/cm3) Daur Ulang Polipropilena Murni Polipropilena Daur Ulang Polipropilena Murni Polipropilena Daur Ulang Sengon Pinus 1 2 3 0.58 0.46 0.79 0.46 1.1 1.04 16.4 24.8 1.05 1.96 6.8 1.65 1.11 0.93 16.2 24 0.99 0.72 1.62 1.11 0.93 1.04 15.7 23.4 0.87 1.05 3.07 1.07 1.05 1 16.1 24.06 Two-way ANOVA: KA Awal versus Faktor A; Faktor B Source Faktor A Faktor B Interaction Error Total S = 1,395 Faktor A 1 2 3 Faktor B 1 2 DF 2 1 2 12 17 SS 4,6711 1,7422 4,2857 23,3683 34,0673 R-Sq = 31,41% MS 2,33554 1,74222 2,14284 1,94736 F 1,20 0,89 1,10 P 0,335 0,363 0,364 R-Sq(adj) = 2,82% Mean 0,96000 2,07167 1,02500 Individual 95% CIs For Mean Based on Pooled StDev ---+---------+---------+---------+-----(------------*-----------) (------------*-----------) (-----------*------------) ---+---------+---------+---------+-----0,0 1,0 2,0 3,0 Mean 1,66333 1,04111 Individual 95% CIs For Mean Based on Pooled StDev +---------+---------+---------+--------(--------------*-------------) (--------------*-------------) +---------+---------+---------+--------0,00 0,70 1,40 2,10 Universitas Sumatera Utara Lampiran 3. Daya Serap Air 2 Jam (%) Letak Batang Bagian Dalam Bagian Luar Campuran Plastik Ulangan Polipropilena Murni Polipropilena Daur Ulang Polipropilena Murni Polipropilena Daur Ulang Polipropilena Murni Polipropilena Daur Ulang Sengon Pinus Rata-rata 1 2 3 1.25 0.95 0.83 0.9 0.48 0.96 3 2.31 1.19 0.9 1.28 0.43 0.5 0.41 3.79 2.43 0.52 0.42 0.39 0.42 0.48 1.23 1.85 2.36 0.99 0.76 0.83 0.58 0.49 0.87 2.88 2.37 Two-way ANOVA: DSA 2 Jam versus Faktor A; Faktor B Source Faktor A Faktor B Interaction Error Total DF 2 1 2 12 17 S = 0,3411 R-Sq = 27,18% Faktor A 1 2 3 Faktor B 1 2 SS 0,13141 0,00500 0,38470 1,39580 1,91691 MS 0,065706 0,005000 0,192350 0,116317 F 0,56 0,04 1,65 P 0,583 0,839 0,232 R-Sq(adj) = 0,00% Mean 0,871667 0,708333 0,676667 Individual 95% CIs For Mean Based on Pooled StDev -----+---------+---------+---------+---(-----------*-----------) (-----------*-----------) (-----------*-----------) -----+---------+---------+---------+---0,50 0,75 1,00 1,25 Mean 0,768889 0,735556 Individual 95% CIs For Mean Based on Pooled StDev -------+---------+---------+---------+-(---------------*----------------) (---------------*----------------) -------+---------+---------+---------+-0,60 0,75 0,90 1,05 Universitas Sumatera Utara Lampiran 4. Daya Serap Air 24 Jam (%) Letak Batang Bagian Dalam Bagian Luar Campuran Plastik Polipropilena Murni Polipropilena Daur Ulang Polipropilena Murni Polipropilena Daur Ulang Polipropilena Murni Polipropilena Daur Ulang Sengon Pinus Ratarata 1 Ulangan 2 3 1.87 1.91 5 1.8 4.85 1.92 21 15.02 5.98 2.25 4.48 8.29 1 2.51 17.72 17.07 2.61 1.28 1.98 0.84 4.36 2.46 25 15.97 3.49 1.81 3.82 3.64 3.4 2.3 21.24 16.02 Two-way ANOVA: DSA 24 Jam versus Faktor A; Faktor B Source Faktor A Faktor B Interaction Error Total S = 2,182 Faktor A 1 2 3 Faktor B 1 2 DF 2 1 2 12 17 SS 3,9747 4,3709 1,7130 57,1431 67,2018 R-Sq = 14,97% MS 1,98734 4,37094 0,85651 4,76193 F 0,42 0,92 0,18 P 0,668 0,357 0,838 R-Sq(adj) = 0,00% Mean 2,65000 3,73167 2,85000 Individual 95% CIs For Mean Based on Pooled StDev -----+---------+---------+---------+---(------------*------------) (------------*------------) (------------*------------) -----+---------+---------+---------+---1,5 3,0 4,5 6,0 Mean 3,57000 2,58444 Individual 95% CIs For Mean Based on Pooled StDev --+---------+---------+---------+------(------------*------------) (-------------*------------) --+---------+---------+---------+------1,2 2,4 3,6 4,8 Universitas Sumatera Utara Lampiran 5. Pengembangan Tebal 2 Jam (%) Letak Batang Bagian Dalam Bagian Luar Campuran Plastik Polipropilena Murni Polipropilena Daur Ulang Polipropilena Murni Polipropilena Daur Ulang Polipropilena Murni Polipropilena Daur Ulang Sengon Pinus Ratarata 1 Ulangan 2 3 0.13 0.33 0.11 0.38 0.23 0.28 2.99 2.17 0.42 0.68 0.6 0.53 0.15 6.08 2.96 1.79 0.25 0.32 0.59 2.23 0.25 0.16 1.75 2.07 0.27 0.44 0.44 1.05 0.213 2.17 2.57 2.01 Two-way ANOVA: PT 2 Jam versus Faktor A; Faktor B Source Faktor A Faktor B Interaction Error Total S = 1,452 Faktor A 1 2 3 Faktor B 1 2 DF 2 1 2 12 17 SS 2,1045 3,7904 2,6027 25,3009 33,7985 R-Sq = 25,14% MS 1,05224 3,79042 1,30134 2,10841 F 0,50 1,80 0,62 P 0,619 0,205 0,556 R-Sq(adj) = 0,00% Mean 0,35500 0,74000 1,19167 Individual 95% CIs For Mean Based on Pooled StDev ---------+---------+---------+---------+ (------------*-----------) (------------*------------) (------------*------------) ---------+---------+---------+---------+ 0,0 1,0 2,0 3,0 Mean 0,30333 1,22111 Individual 95% CIs For Mean Based on Pooled StDev ---------+---------+---------+---------+ (------------*------------) (------------*------------) ---------+---------+---------+---------+ 0,00 0,80 1,60 2,40 Universitas Sumatera Utara Lampiran 6. Pengembangan Tebal 24 Jam (%) Letak Batang Bagian Dalam Bagian Luar Campuran Plastik Polipropilena Murni Polipropilena Daur Ulang Polipropilena Murni Polipropilena Daur Ulang Polipropilena Murni Polipropilena Daur Ulang Sengon Pinus Ratarata 1 Ulangan 2 3 1.29 4.04 1.93 3.01 4.92 3.31 5.65 5.26 0.93 2.96 4.79 7.09 2.49 9.27 5.43 3.82 1.67 1.76 2.67 3.82 2.98 2.98 4.34 6.31 1.3 2.92 3.13 4.64 3.46 5.19 5.14 5.13 Two-way ANOVA: PT 24 Jam versus Faktor A; Faktor B Source Faktor A Faktor B Interaction Error Total S = 1,936 Faktor A 1 2 3 Faktor B 1 2 DF 2 1 2 12 17 SS 16,5275 11,7936 0,0342 44,9822 73,3375 R-Sq = 38,66% MS 8,2638 11,7936 0,0171 3,7485 F 2,20 3,15 0,00 P 0,153 0,101 0,995 R-Sq(adj) = 13,11% Mean 2,10833 3,88500 4,32500 Individual 95% CIs For Mean Based on Pooled StDev -------+---------+---------+---------+-(----------*-----------) (-----------*----------) (-----------*----------) -------+---------+---------+---------+-1,5 3,0 4,5 6,0 Mean 2,63000 4,24889 Individual 95% CIs For Mean Based on Pooled StDev +---------+---------+---------+--------(-----------*-----------) (----------*-----------) +---------+---------+---------+--------1,2 2,4 3,6 4,8 Universitas Sumatera Utara Lampiran 7. Kehilangan Berat Fungi Pycnophorus sanguinius (%) Letak Batang Bagian Dalam Bagian Luar Campuran Plastik Polipropilena Murni Polipropilena Daur Ulang Polipropilena Murni Polipropilena Daur Ulang Polipropilena Murni Polipropilena Daur Ulang Sengon Pinus Ratarata 1 Ulangan 2 3 0 1.33 1.76 3.26 6.64 1.71 27.58 0.27 3.09 3.86 2.99 2.99 1.57 2.09 11.86 1.19 2.59 1 1.84 4.11 3.82 1.62 26.49 1.83 1.89 2.06 2.19 3.45 4.01 1.81 21.98 1.1 Two-way ANOVA: Kehilangan Berat PS versus Faktor A; Faktor B Source Faktor A Faktor B Interaction Error Total S = 1,445 Faktor A 1 2 3 Faktor B 1 2 DF 2 1 2 12 17 SS 3,1774 0,3016 9,3926 25,0601 37,9317 R-Sq = 33,93% MS 1,58869 0,30161 4,69629 2,08834 F 0,76 0,14 2,25 P 0,489 0,711 0,148 R-Sq(adj) = 6,41% Mean 1,97833 2,82500 2,90833 Individual 95% CIs For Mean Based on Pooled StDev ---+---------+---------+---------+-----(------------*------------) (------------*------------) (------------*------------) ---+---------+---------+---------+-----1,0 2,0 3,0 4,0 Mean 2,70000 2,44111 Individual 95% CIs For Mean Based on Pooled StDev -------+---------+---------+---------+-(----------------*----------------) (-----------------*----------------) -------+---------+---------+---------+-1,80 2,40 3,00 3,60 Universitas Sumatera Utara Lampiran 8. Kehilangan Berat Fungi Syzophillum commune (%) Letak Batang Plastik 1 Bagian Dalam Bagian Luar Campuran Polipropilena Murni Polipropilena Daur Ulang Polipropilena Murni Polipropilena Daur Ulang Polipropilena Murni Polipropilena Daur Ulang Sengon Pinus 2.06 2.84 2.36 3.76 2.99 1.97 24 8.39 Ulangan 2 3.01 2.78 3.29 2.65 2.36 2.52 17.36 10.58 Ratarata 3 2.31 2.04 2.11 4.94 2.87 2.17 25.78 8.25 2.46 2.55 2.58 3.78 2.74 2.22 22.38 9.07 Two-way ANOVA: Kehilangan Berat SC versus Faktor A, Faktor B Source Faktor A Faktor B Interaction Error Total DF 2 1 2 12 17 S = 0.6230 R-Sq = 49.04% Faktor A 1 2 3 Faktor B 1 2 SS 1.91574 0.29645 2.27023 4.65700 9.13943 MS 0.95787 0.29645 1.13512 0.38808 F 2.47 0.76 2.92 P 0.127 0.399 0.092 R-Sq(adj) = 27.81% Mean 2.50667 3.18500 2.48000 Individual 95% CIs For Mean Based on Pooled StDev -+---------+---------+---------+-------(----------*----------) (----------*----------) (----------*----------) -+---------+---------+---------+-------2.00 2.50 3.00 3.50 Mean 2.59556 2.85222 Individual 95% CIs For Mean Based on Pooled StDev ---------+---------+---------+---------+ (---------------*--------------) (--------------*--------------) ---------+---------+---------+---------+ 2.40 2.70 3.00 3.30 Universitas Sumatera Utara Lampiran 9. Pengujian WPC pada Media Fungi Gambar 12. Pengujian WPC pada media fungi Schizophyllum commune Fr Lampiran 10 Kondisi WPC yang terserang Fungi Gambar 12. Kondisi WPC yang terserang Pycnophorus sanguinius Universitas Sumatera Utara
Ketahanan Papan Komposit Dari Limbah Batang Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dan Plastik Polipropilena Terhadap Serangan Rayap Tanah dan Rayap Kayu Kering
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Ketahanan Papan Komposit Dari Limbah Batang Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dan Plastik Polipropilena Terhadap Serangan Rayap Tanah dan Rayap Kayu Kering

Gratis