Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus Terhadap Kinerja Keuangan Dengan Belanja Modal Sebagai Variabel Intervening Di Kabupaten Dan Kota Propinsi Riau

 7  67  103  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH, DANA ALOKASI UMUM, DANA ALOKASI KHUSUS TERHADAP KINERJA KEUANGAN DENGAN BELANJA MODAL SEBAGAI

VARIABEL INTERVENING DI KABUPATEN DAN KOTA PROPINSI RIAU TESIS Oleh KINDY KURNIAWAN 097017017/Akt S E K O L A H P A S C A S A R J A N A SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH, DANA ALOKASI UMUM, DANA ALOKASI KHUSUS TERHADAP KINERJA

KEUANGAN DENGAN BELANJA MODAL SEBAGAI

VARIABEL INTERVENING DI KABUPATEN DAN KOTA PROPINSI RIAU TESISDiajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Magister Sains dalam Program Studi Ilmu Akuntansi Pada Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera UtaraOleh KINDY KURNIAWAN 097017017/Akt SEKOLAH PASCASARJANAUNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Judul Tesis : PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH, DANA ALOKASI UMUM, DANA ALOKASI KHUSUS

TERHADAP KINERJA KEUANGAN DENGAN BELANJA MODAL SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI

  Syamsul Bahri TRB, MM, Ak ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh PAD, DAU, DAK terhadap kinerja keuangan dengan belanja modalsebagai variable interveningnya di Kabupaten dan Kota Propinsi Riau. Dan dalam hubungan tidak langsung secara parsial variabel PAD dan DAU berpengaruh terhadap kinerja keuanganmelalui belanja modal, sedangkan variabel DAK tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan melalui belanja modal.

KATA PENGANTAR

  111 ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh PAD, DAU, DAK terhadap kinerja keuangan dengan belanja modalsebagai variable interveningnya di Kabupaten dan Kota Propinsi Riau. Dan dalam hubungan tidak langsung secara parsial variabel PAD dan DAU berpengaruh terhadap kinerja keuanganmelalui belanja modal, sedangkan variabel DAK tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan melalui belanja modal.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

  Undang–undang ini menetapkanpemberian kewenangan otonomi dalam wujud otonomi yang luas, nyata, dan Salah satu instrument untuk menilai kinerja Pemerintah Daerah dalam mengelola keuangan daerah adalah dengan melakukan analisa rasio keuangan terhadap APBD yangtelah ditetapkan dan disahkan. Berdasarkan hal-hal di atas, maka penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian mengenai pengaruhpendapatan asli daerah (PAD), dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK) terhadap kinerja keuangan dengan belanja modal sebagai variabel intervening di kabupaten dan kota Propinsi Riau.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Landasan Teori

  Bab ini akan menguraikan pengertian PAD, DAU, DAK dan Belanja Modal terhadap Kinerja Keuangan. Menjabarkan teori yang melandasi penelitian ini danbeberapa penelitian terdahulu yang telah diperluas dengan referensi atau keterangan tambahan yang dikumpulkan selama pelaksanaan penelitian.

2.1.1. Pendapatan Asli Daerah (PAD)

  Pendapatan Daerah adalah hak dan kewajiban dalam rangka penyelenggaraan pemerintah daerah yang dapat dinilai dengan uang termasuk didalamnya segala bentukkekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah tersebut (PP RI No. 58Tahun 2005). Retribusi daerah adalah pembayaran kepada negara yang dilakukan kepada mereka yang menggunakan jasa-jasa negara, artinya retribusi daerah sebagaipembayaran atas pemakaian jasa atau kerena mendapat pekerjaan usaha atau milik daerah bagi yang berkepentingan atau jasa yang diberikan oleh daerah,baik secara langsung maupun tidak langsung.

2.1.2. Dana Alokasi Umum (DAU)

  Pemerintah Daerah diberi kewenangan yang lebih luas, nyata dan bertanggung jawab untuk mengatur dan mengelola daerahnya sendiri sejak diberlakukannya Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. 32 Tahun 2004 menyebutkan bahwa pelaksanaan kewenangan Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat akan mentransfer DanaPerimbangan yang terdiri dari DAU, DAK dan bagian dari Dana Bagi Hasil yang terdiri dari Pajak dan sumber daya alam.

2.1.3. Dana Alokasi Khusus (DAK)

  Namun dari tahun 2003 selain untuk membiayai kegiatan reboisasi didaerah penghasil, DAK diberikan juga dalam DAK non DR yang disediakanbagi daerah tertentu untuk mendanai kebutuhan khusus seperti; (a) Kebutuhan yang tidak dapat diperkirakan secara umum dengan menggunakan rumus alokasi umumdan/atau (b) kebutuhan yang merupakan komitmen atau prioritas nasional. Kegiatan khusus yang Daerah tertentu sebagaimana dimaksud adalah daerah yang dapat memperoleh alokasi DAK berdasarkan :a) Kriteria Umum Kriteria umum dirumuskan berdasarkan kemampuan keuangan daerah yang dicerminkan dari penerimaan umum APBD setelah dikurangi belanjapegawai negeri sipil daerah (PNSD) .

2.1.4. Belanja Modal

  Menurut Halim (2004:73), belanja modal merupakan belanja Pemerintah Daerah yang manfaatnya melebih satu tahun anggaran dan akan menambah asset atau kekayaandaerah dan selanjutnya akan menambah belanja yang bersifat rutin seperti biaya pemeliharaan pada kelompok belanja administrasi umum. Belanja modal dapat jugadisimpulkan sebagai pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembentukan modal yang sifatnya menambah asset tetap/inventaris yang memberikan manfaat lebih dari satuperiode akuntansi, termasuk didalamnya adalah pengeluaran untuk biaya pemeliharaan yang sifatnya mempertahankan atau menambah masa manfaat, rneningkatkan kapasitasdan kualitas asset.

2.1.5. Kinerja Keuangan

  Salah satu usaha memulihkan kondisi ekonomi, sosial dan politik adalah dengan mengembalikankepercayaan rakyat kepada pemerintah dengan mencoba mewujudkan suatu pemerintahan yang bersih dan berwibawa atau yang dikenal dengan istilah good governance. Pengertian kinerja keuangan pemerintah daerah adalah tingkat capaian dari satu hasil kerja di bidang keuangan daerah dengan menggunakan indikator keuangan yangditetapkan melalui suatu kebijakan atau ketentuan perundang-undangan selama satu periode anggaran.

2.2. Tinjauan Penelitian Terdahulu

  Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa secara parsial hanya pajak daerah, retribusi daerah, lain-lain PAD saja yang berpengaruh signifikan terhadapkinerja keuangan pemerintah Kabupaten dan Kota di Propinsi Sumatera Utara, sedangkan hasil perusahaan dan kekayaan daerah yang dipisahkan tidak berpengaruhsignifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah Kabupaten dan Kota di PropinsiSumatera Utara. Kesimpulan yang dapat diambil adalah secara parsial hanya pajak daerah, retribusi daerah, lain-lain PAD saja yang berpengaruh signifikan terhadap kinerjakeuangan pemerintah Kabupaten dan Kota di Propinsi Sumatera Utara, sedangkan hasil perusahaan dan kekayaan daerah yang dipisahkan tidak berpengaruh signifikan terhadapkinerja keuangan pemerintah Kabupaten dan Kota di Propinsi Sumatera Utara.

BAB II I KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS

3.1. Kerangka Konseptual

  Dalam penelitian ini yang menjadi variabel independennya adalah PAD, DAU, dan DAK. Sedangkan yang menjadi variabel dependennya adalahkinerja keuangan, serta belanja modal menjadi variabel intervening.

PAD (X1)KINERJA DAU (X2) KEUANGAN (Z) DAK(X3)

Gambar 3.1. Pengaruh PAD, DAU dan DAK terhadap Kinerja Keuangan Variabel Independen Variabel intervening Variabel Dependen

PAD (X1) BELANJA KINERJA MODAL (Y) KEUANGAN DAU (X2)

  Pengaruh PAD, DAU dan DAK terhadap Kinerja Keuangan dengan Belanja Modal sebagai variabel intervening Sehubungan dengan tujuan otonomi daerah, yaitu menuntun kemandirian daerah maka upaya yang dapat dilakukan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan PADsebagai sumber pendanaan bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah dengan meningkatkan jumlah PAD yang berasal dari pajak daerah dan retribusidaerah. Menurunnya aktivitas ekonomi Berdasarkan uraian sebelumnya, maka kinerja keuangan diperkirakan baik secara langsung maupun tidak langsung dipengaruhi oleh beberapa variabel independen yaituPAD, DAU dan DAK dengan uraian sebagai berikut: a.

3.2. Hipotesis Penelitian

  PAD, DAU, dan DAK berpengaruh terhadap kinerja keuangan secara parsial dan simultan. PAD, DAU dan DAK berpengaruh terhadap kinerja keuangan melalui belanja modal secara parsial dan simultan.

BAB IV METODE PENELITIAN

  Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian kausal (causal), Umar (2008) menyebutkan desain kausal berguna untuk menganalisis bagaimana suatu variabelmempengaruhi variabel lain, dan juga berguna pada penelitian yang bersifat eksperimen, dimana variabel independennya diperlakukan secara terkendali oleh peneliti untukmelihat dampaknya pada variabel dependennya secara langsung. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan dan APBDseluruh Kabupaten dan Kota di Propinsi Riau yang berjumlah 12 Kabupaten dan Kota.

4.4. Metode Pengumpulan Data

4.5. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

  Data sekunder adalah data yang sudah diolah secara statistik. Pada penelitian ini, pengumpulan data dilakukan dengan cara melengkapi data dari data yangdipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik Propinsi Riau dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK).

4.5.1. Defenisi Operasional

  Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, PAD, DAU, danDAK, sedangkan variabel terikat yang merupakan perhatian utama adalah Kinerja keuangan yang diproksikan dengan rasio pertumbuhan ekonomi yang diukur denganmenggunakan data PDRB berdasarkan harga berlaku. Pendapatan Asli Daerah (X )Pendapatan Daerah adalah hak dan kewajiban dalam rangka penyelenggaraan pemerintah daerah yang dapat dinilai dengan uang termasuk didalamnya segala bentukkekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah tersebut.

4.5.2. Metode Pengukuran Variabel

  Kinerja Tingkat capaian dari satu hasil Jumlah PDRB yang Rasio Keuangan (Z) kerja di bidang keuangan daerah merupakan hasil daridengan menggunakan indikator produksi barang dan keuangan. Terdiri dari pajak daerah, daerah, kekayaan daerah retribusi daerah, laba hasil yg dipisahkan dan lain-BUMD, dan lain-lain pendapatan lain PAD yang sah yang yang sah.

4.6. Metode Analisis Data

  Kemudian pada setiap variabel dependen (endogenvariabel) akan ada anak panah yang menuju variabel ini, dan ini berfungsi untuk menjelaskan jumlah variance yang tidak dapat dijelaskan (unexplained variance) olehvariabel itu. Sedangkananak panah dari variabel kedua ke variabel ketiga menunjukkan jumlah variance variabel ketiga yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel pertama dan variabel kedua.

4.7. Teknik Analisis Data

  Teknik analisis data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan persamaan/model regresi. Dalam suatu penelitian, kemungkinan munculnya masalahdalam analisis regresi cukup sering dalam mencocokkan model prediksi ke dalam sebuah model yang dimasukkan ke dalam serangkaian data.

4.7.1. Pengujian Asumsi Klasik

  Salah satu syarat yang menjadi dasar penggunaan model regresi berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS) adalah dipenuhinya semua asumsi klasik,agar hasil pengujian bersifat tidak bias dan efisien (Best Linear Unbiased Estimator/BLUE). jika terdapat titik titik Asumsi normalitas dengan analisis grafik dapat dipenuhi yang menyebar di sekitar garis diagonal dan penyebarannya mengikuti arah garis diagonalnya dan asumsi normalitas dengan uji Kolmogorov-Smirnov terpenuhi jika nilai statistik Kolmogrov-Smirnov di atas tingkat signifikansi tertentu.

4.7.2. Pengujian Hipotesis

4.7.2.1. Uji F

  Ha : b1≠ b2≠b3≠0 Artinya secara bersama-sama (serentak) variabel independen terdapat pengaruh terhadap variabel dependen, dengan kriteria :Ho diterima, apabila F-hitung < F-tabel pada α = 5%Ha diterima, apabila F-hitung > F- tabel pada α = 5%. Pengujian dengan membandingkan F hitung dengan F tabel dilakukan dengan ketentuan yaitu apabila F hitung > F tabel (α 0,05) maka H ditolak (berpengaruh),sementara sebaliknya apabila F hitung < F tabel ( α 0,05) maka H diterima (tidakberpengaruh).

4.7.2.2. Uji t

  Uji ini menunjukkan seberapa jauh pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Bentuk pengujiannya adalah :Ho : b 1 = 0, artinya suatu variabel independen secara parsial tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1. Hasil Penelitian

5.1.1. Analisis Statistik Deskriptif

  Variabel bebas yang digunakan dalam analisis ini sebanyak 3 (tiga) variabel independen, yaitu Pendapatan Asli Daerah (X1), Dana Alokasi Umum/DAU (X2) dan variabel Dana Alokasi Khusus (DAK). Deviation PAD 66 5528916 559075000 62407643.71 89795044.02 DAU 66 22962000 399646000 168082016.8 97866962.58 Valid N (listwise) 66 Sumber : Hasil Output SPSS (Lampiran 8) 1 ) tahun 2004-2009 adalah sebesar Rp.62.40 Milyar, PAD tertinggi sebesar Rp.559.07Milyar yaitu Kabupaten Siak dan PAD yang terendah sebesar Rp.5.52 Milyar yaituKabupaten Indragiri hulu.

5.2. Analisis Data

5.2.1. Uji Asumsi Klasik

Pengujian terhadap ada tidaknya pelanggaran terhadap asumsi-asumsi klasik merupakan dasar dalam persamaan regresi linier berganda. Hal ini dilakukan sebelumpengujian hipotesis meliputi :

5.2.1.1. Uji Normalitas Persamaan Hipotesis 1

  Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Sumber : Hasil Output SPSS (Lampiran 9)Dari hasil pengujian pada Tabel 5.2 diatas terlihat besarnya nilai Kolmogorov Smirnov adalah 0,934 dengan nilai signifikan sebesar 0.347 jauh diatas 0.05.

5.2.1.2. Uji Multikolinearitas Persamaan Hipotesis 1

  Dependent Variable: Ln_KK_Z Sumber : Hasil Output SPSS (Lampiran 10) Dari Tabel 5.3 diatas, terlihat bahwa variabel independen yaitu PAD (X1), DAU(X2) dan DAK (X3) mempunyai angka Variance Inflation Factor (VIF) dibawah angka 10 dan nilai tolerance diatas 0.1 (Ghozali, 2005). Hal ini berarti bahwa regresi yangdipakai untuk ke 3 (tiga) variabel diatas tidak terdapat problem multikolinieritas.

5.2.1.3. Uji Heteroskedastisitas Persamaan Hipotesis 1

  Dari grafik Scatterplot yang disajikan yang terdapat pada gambar 5.2 dibawah, terlihat titik-titik tidak menyebar secara acak dan tidak membentuk sebuah pola tertentuyang jelas serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka nol pada sumbu Y. Hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi.

5.2.1.4. Uji Autokorelasi Persamaan Hipotesis 1

  Uji Autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode saat ini dengan kesalahanpengganggu sebelumnya. di dalam penelitian ini menunjukkan bahwa angka durbin watson sebesar 1.920 dan terletak di antara nilai -2 dan +2.

5.2.1.5. Uji Normalitas Persamaan I Hipotesis 2

  Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Grafik Uji Normalitas Persamaan I Hipotesis 2 Berdasarkan pada Gambar 5.3 tersebut Ghozali (2005) menyatakan jika distribusi data adalah normal, karena terdapat titik titik yang menyebar disekitar garisdiagonal dan penyebarannya mengikuti arah garis diagonalnya.

5.2.1.6. Uji Multikolinearitas Persamaan I Hipotesis 2

  Pengujian multikolinearitas dilakukan untuk melihat apakah pada model regresi ditemukan ada tidaknya korelasi antar variabel bebas. Menurut Santoso (2002), pada umumnya jika VIF > 10 dan Tolerance dibawah 0.1, maka variabel tersebut mempunyai persoalan multikolinearitas dengan variabel bebas lainnya.

a. Dependent Variable: Ln_BM_Y

  Sumber : Hasil Output SPSS (Lampiran 13) Dari Tabel 5.6 diatas, terlihat bahwa variabel independen yaitu PAD (X1), DAU(X2) dan DAK (X3) mempunyai angka Variance Inflation Factor (VIF) dibawah angka 10 dan nilai tolerance diatas 0.1 (Ghozali, 2005). Hal ini berarti bahwa regresi yangdipakai untuk ke 3 (tiga) variabel diatas tidak terdapat problem multikolinieritas.

5.2.1.7. Uji Heteroskedastisitas Persamaan I Hipotesis 2

  Dari grafik Scatterplot yang disajikan yang terdapat pada Gambar 5.4 dibawah, terlihat titik-titik tidak menyebar secara acak dan tidak membentuk sebuah pola tertentuyang jelas serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka nol pada sumbu Y. Hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi.

5.2.1.8. Uji Autokorelasi Persamaan I Hipotesis 2

  Uji Autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode saat ini dengan kesalahanpengganggu sebelumnya. di dalam penelitian ini menunjukkan bahwa angka durbin watson sebesar 1.618 dan terletak di antara nilai -2 dan +2.

5.2.1.9. Uji Normalitas Persamaan II Hipotesis 2

  Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Grafik Uji Normalitas Persamaan II Hipotesis 2 Berdasarkan pada Gambar 5.5 tersebut Ghozali (2005) menyatakan jika distribusi data adalah normal, maka terdapat titik titik yang menyebar disekitar garisdiagonal dan penyebarannya mengikuti arah garis diagonalnya.

5.2.1.10. Uji Multikolinearitas Persamaan II Hipotesis 2

  Uji Heteroskedastisitas Persamaan II Hipotesis 2 Dari grafik Scatterplot yang disajikan yang terdapat pada Gambar 5.6 dibawah, terlihat titik-titik menyebar secara acak dan tidak membentuk sebuah pola tertentu yangjelas serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka nol pada sumbu Y. di dalam penelitian ini menunjukkan bahwa angka durbin watson sebesar 1.909 dan terletak di antara nilai -2 dan +2.

5.3. Pembahasan Hasil Hipotesis

5.3.1. Hipotesis Pertama (1)

  Pengujian hipotesis pertama yaitu menguji pengaruh PAD, DAU, dan DAK terhadap kinerja keuangan secara parsial dan simultan. Hal ini menunjukkan bahwa 62,8 % variabel PAD, DAU, dan DAK berpengaruh terhadap kinerja keuanganatau 62.8 % variabel kinerja keuangan mampu dijelaskan oleh variabel PAD, DAU, danDAK sedangkan sisanya sebesar 37,2% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam model penelitian ini.

5.3.1.1. Uji F Hipotesis Pertama (1)

  2 Untuk menguji apakah parameter koefesien R variabel independen secara keseluruhan signifikan atau tidak terhadap variabel dependen, maka dilakukan pengujian dengan bantuan alat uji statistik metode Fisher (Uji F) dengan tingkat keyakinan(confident level) sebesar 95 %. Serta tabel hitung tabel ≤ F apabila tingkat signifikan < 0.05 maka Ho ditolak dan apabila tingkat signifikan > 0.05maka Ho diterima Atas hal tersebut berdasarkan pada ikhtisar pengujian terdapat dalam Tabel 5.12 berikut ini : Tabel 5.12.

5.3.1.2. Uji t Hipotesis Pertama (1)

  Dependent Variable: Ln_KK_Z Sumber : Hasil Output SPSS (Lampiran 18) Hasil uji statistik tersebut menunjukkan bahwa tingkat signifikan variabel PAD sebesar 0.000 jauh di bawah 0.05 dan t variabel PAD (X1) sebesar 8.532 sedangkan hitung t tabel pada tingkat keyakinan 95 % adalah 2,000 (8.532 > 2,000). Koefisien regresi variabel DAK (X3) sebesar 0.070 bermakna jika variabel DAK meningkat 1 %, maka akan menaikkan satu satuan nilai kinerja keuangan sebesar0.070 % dengan asumsi variabel lainnya tetap atau sama dengan nol.

5.3.2. Hipotesis Kedua (2)

5.3.2.1. Hipotesis Kedua (2) Persamaan I

  Pengujian hipotesis kedua persamaan I yaitu menguji pengaruh PAD, DAU, danDAK terhadap belanja modal secara parsial dan simultan. Hal ini menunjukkan bahwa 41.6 % variabel PAD, DAU dan DAK berpengaruh terhadap Belanja Modal atau41.6 % variabel belanja modal mampu dijelaskan oleh variabel PAD, DAU, dan DAK sedangkan sisanya sebesar 58,4% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalammodel penelitian ini.

5.3.2.1.1. Uji F Hipotesis Kedua (2) Persamaan I

  2 Untuk menguji apakah parameter koefesien R variabel independen secara keseluruhan signifikan atau tidak terhadap variabel dependen, maka dilakukan pengujian dengan bantuan alat uji statistik metode Fisher (Uji F) dengan tingkat keyakinan(confident level) sebesar 95 %. Kriteria pengujian yang digunakan adalah apabila F hitung> F tabel maka Ho ditolak; dan apabila F hitung tabel maka Ho dapat diterima.

5.3.2.1.2. Uji t Hipotesis Kedua (2) Persamaan I

  Dependent Variable: Ln_BM_Y Sumber : Hasil Output SPSS (Lampiran 19) Hasil uji statistik tersebut menunjukkan bahwa tingkat signifikan PAD sebesar0.000 jauh dibawah 0.05 dan t hitung variabel PAD (X1) sebesar 5.123 sedangkan t tabel pada tingkat keyakinan 95 % adalah 2,000 (5.123 > 2,000). Koefisien regresi variabel DAK sebesar 0.243 bermakna jika variabel DAK meningkat 1 %, maka akan menaikkan satu satuan nilai Belanja Modal sebesar 0.243% dengan asumsi variabel lainnya tetap atau sama dengan nol.

5.3.2.2. Hipotesis Kedua (2) Persamaan II

  Pengujian hipotesis kedua persamaan II yaitu menguji pengaruh PAD, DAU, danDAK terhadap kinerja keuangan melalui belanja modal. Hal ini menunjukkan bahwa 63.3 % variabel PAD, DAU, DAK berpengaruh terhadap kinerja keuangandengan belanja modal sebagai variabel intervening atau 63.3 % variabel Kinerja keuangan mampu dijelaskan oleh variabel PAD, DAU, DAK dan belanja modal sebagaivariabel intervening sedangkan sisanya sebesar 36.7 % dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam model penelitian ini.

5.3.2.2.1. Uji F Hipotesis Kedua (2) Persamaan II

  2 Untuk menguji apakah parameter koefesien R variabel independen secara keseluruhan signifikan atau tidak terhadap variabel dependen, maka dilakukan pengujian dengan bantuan alat uji statistik metode Fisher (Uji F) dengan tingkat keyakinan (confident level) sebesar 95 %. Kriteria pengujian yang digunakan adalah apabila F hitung> F tabel maka Ho ditolak; dan apabila F hitung tabel maka Ho dapat diterima.

a. Predictors: (Constant), Ln_BM_Y, Ln_DAK_X3, Ln_DAU_X2, Ln_PAD_X1

  Dependent Variable: Ln_KK_Z Sumber : Hasil Output SPSS (Lampiran 20) Tabel 5.18 diatas menunjukkan bahwa nilai F hitung adalah 22.427 dengan tingkat signifikansi 0,000 jauh dibawah 0.05. Sedangkan F tabel pada tingkat kepercayaan 95 % (> F (12.593 > hitung tabel  = 0,05) adalah 2.34.

5.3.2.2.2. Uji t Hipotesis Kedua (2) Persamaan II

  Sedangkan sisanya sebesar 21.3 %dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam model penelitian ini Untuk menghitung besarnya nilai pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung berdasarkan Triming Theory, dapat diukur dari hasil penelitian yang mengujiPAD, DAU, DAK, terhadap kinerja keuangan dengan belanja modal sebagai variabel intervening yang terdapat pada tabel 5.19 dan 5.16, maka besarnya nilai pengaruhlangsung (Direct effect) setiap variabel adalah : a. Pengaruh DAK terhadap kinerja keuangan melalui belanja modal :0.131 X 0.162 = 0.021Dari total pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung diatas, total pengaruh PAD, DAU dan DAK terhadap kinerja keuangan melalui belanja modal berdasarkan Triming Theory adalah : a.

5.5. Pembahasan Hasil Penelitian

  Dan dalam pengujian variabel PAD, DAU, dan DAK terhadap kinerja keuangan dengan belanja modal sebagai variabel intervening menunjukkan bahwa secara parsial variabelPAD dan DAU berpengaruh terhadap kinerja keuangan melalui belanja modal, sedangkan variabel DAK tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan melalui belanjamodal. Dan dalam pengujian variabel PAD, DAU dan DAK terhadap kinerjakeuangan dengan belanja modal sebagai variabel intervening menunjukkan bahwa secara parsial bahwa variabel PAD dan DAU berpengaruh terhadap kinerja keuanganmelalui belanja modal, namun DAK tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan melalui belanja modal.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

  Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka penulis mengambil kesimpulan mengenai PAD, DAU dan DAKterhadap kinerja keuangan dengan belanja modal sebagai variabel interveningnya adalah sebagai berikut: 1. Hasil pengujian hipotesis kedua persamaan II menunjukkan bahwa secara parsial hanya variabel PAD dan DAU berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuanganmelalui belanja modal.

6.2. Keterbatasan Penelitian

  Penelitian ini tidak menggunakan Dana Bagi Hasil (DBH) sehingga belum menggambarkankondisi yang sesungguhnya potensi daerah Propinsi Riau yang merupakan daerah penghasil Minyak Bumi yang dialokasikan pada Dana Bagi Hasil (DBH). Dan penelitian ini tidak memberikan secara rinci alokasi penggunaanPAD, DAU, DAK dan Belanja modal daerah mana yang memberikan kontribusi besar terhadap kinerja keuangan.

6.3. Saran Penelitian

  Kepada Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota di Propinsi Riau disarankan lebih meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, dan Pemerintah Daerah dalam menggunakandana perimbangan dan Belanja Modal diharapkan dilakukan untuk meningkatkanKinerja Keuangan Pemerintah Daerah agar lebih baik sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah. Hubungan Antara Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Belanja Pembangunan dan Pendapatan Asli Daerah (Studi pada Kabupaten dan Kota se Jawa-Bali).

Informasi dokumen
Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus Terhadap Kinerja Keuangan Dengan Belanja Modal Sebagai Variabel Intervening Di Kabupaten Dan Kota Propinsi Riau Analisis Data 1. Uji Asumsi Klasik Analisis Grafik P-P Plot Uji Kolmogorov-Smirnov test Tabel 5.2. Hasil Pengujian One Sample Kolmogorov Smirnov Test Analisis Grafik P-P Plot Uji Kolmogorov-Smirnov test Tabel 5.5. Hasil Pengujian One Sample Kolmogorov Smirnov Test Analisis Grafik P-P Plot Uji Kolmogorov-Smirnov test Tabel 5.8. Hasil Pengujian One Sample Kolmogorov Smirnov Test Belanja Modal Landasan Teori Besarnya Pengaruh PAD, DAU dan DAK terhadap Kinerja Keuangan Dana Alokasi Khusus DAK Dana Alokasi Umum DAU Defenisi Operasional Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Hasil Penelitian 1. Analisis Statistik Deskriptif Hipotesis Kedua 2 1. Hipotesis Kedua 2 Persamaan I Jenis Penelitian Lokasi dan Waktu Penelitian Populasi dan Sampel Penelitian Kerangka Konseptual KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS Kesimpulan Keterbatasan Penelitian KESIMPULAN DAN SARAN Kinerja Keuangan Landasan Teori Latar Belakang Masalah PENDAHULUAN Metode Pengukuran Variabel Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Pembahasan Hasil Penelitian HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pendapatan Asli Daerah PAD Rumusan Masalah Penelitian Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Originalitas Penelitian Saran Penelitian KESIMPULAN DAN SARAN Tinjauan Penelitian Terdahulu TINJAUAN PUSTAKA Uji Normalitas Uji Multikolinieritas Uji Heterokedasititas Uji Autokorelasi
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi..

Gratis

Feedback