Feedback

Audit Thermal Lingkungan Kerja Operator Peeler Untuk Meningkatkan Produktivitas Di PT. Mahakarya Inti Buana

Informasi dokumen
AUDIT THERMAL LINGKUNGAN KERJA OPERATOR PEELER UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DI PT.MAHAKARYA INTI BUANA TESIS Oleh WILLY TAMBUNAN NIM. 087025015 F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SUMATERA UTARA M E D A N 2011 Universitas Sumatera Utara AUDIT THERMAL LINGKUNGAN KERJA OPERATOR PEELER UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DI PT.MAHAKARYA INTI BUANA TESIS Diajukan sebagai salah satu syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Teknik Dalam Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara Oleh WILLY TAMBUNAN NIM. 087025015 F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SUMATERA UTARA M E D A N 2011 Universitas Sumatera Utara : AUDIT THERMAL LINGKUNGAN KERJA OPERATOR PEELER UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DI PT.MAHAKARYA INTI BUANA Nama Mahasiswa : Willy Tambunan Nomor Pokok : 087025015 Program Studi : Teknik Industri Judul Tesis Menyetujui Komisi Pembimbing (Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang, MSIE) Ketua Ketua Program Studi (Prof. Dr. Ir. Sukaria Sinulingga, M.Eng) (Dr. Eng. Ir. Listiani Nurul Huda, MT) Anggota Dekan (Prof. Dr. Ir. Bustami Syam, MSME) Tanggal Lulus : 26 Agustus 2011 Universitas Sumatera Utara Telah diuji pada Tanggal : 26 Agustus 2011 PANITIA PENGUJI TESIS Ketua : Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang, MSIE Anggota : 1. Dr. Eng. Ir. Listiani Nurul Huda, MT 2. Prof. Dr. Ir. Sukaria Sinulingga, M.Eng 3. Ir. Mangara M. Tambunan, MSc 4. Ir. Rosnani Ginting, MT Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Temperatur yang tinggi dalam ruangan kerja bisa ditimbulkan oleh kondisi ruangan, mesin-mesin ataupun alat yang mengeluarkan panas serta panas yang bersumber dari sinar matahari yang memanasi atap pabrik yang kemudian menimbulkan radiasi kedalam ruangan kerja produksi. Lingkungan kerja yang panas ini terjadi pada salah satu pabrik pembuatan sarung tangan karet yaitu PT.Mahakarya Inti Buana, dimana temperatur pada ruangan produksi antara 30 0 C s/d 36 0 C sehingga perusahaan mengalami kondisi tingginnya turn over karyawan . Nilai ISBB yang diperoleh pada lantai produksi adalah 28oC s/ d s/d 29 0 C dan dalam kondidi ini beban kerja operator dikategorikan beban kerja sedang. atau persentase waktu kerja pekerja di lantai produksi adalah 75% bekerja dan 25% istirahat. Nilai Heat Stress Index (HSI) yang diperoleh pekerja di lantai produksi sebesar 97 % dan ini berarti bahwa lingkungan kerja sudah mengganggu kesehatan operator, untuk itu perlu adanya perbaikan sehingga diharapkan produktiviyas dapat tercapai. Kata Kunci : Indeks Suhu Bola Basah (ISBB), Heat Stress, Keseimbangan Panas Universitas Sumatera Utara ABSTRACT High temperatures in the workspace could be caused by the condition of the room, machines or devices that emit heat and the heat that comes from the sun heats the roof of the factory, which led to the production of radiation into the workspace. Hot work environment that occurs in one of the factories that manufacture latex gloves PT.Mahakarya Inti Buana, which at room temperature between 30 0 C - 36 0 C so that the company has a condition turn over of employees. ISBB value obtained on the production floor is 28 0 C - 29 0 C and in this kondidi operator workload is categorized workload. or the percentage of working time of workers on the production floor is 75% work and 25% rest. Value Heat Stress Index (HSI) obtained by workers on the production floor of 97% and this means that the work environment was the health service, for that there is need for improvement so hopefully produktivity can be achieved. Keywords: Wet bulb Globe Temperature Indek (WBGT), Heat Stress, Heat Balance Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP Willy Tambunan, dilahirkan di P.Brandan Kabupaten Langkat pada tanggal 2 Maret 1983. Anak kelima dari lima bersaudara, anak dari St.Sahala Tambunan dan Koriani Br.Simanjuntak, dan saat ini beralamat di Perumahan Insan cita Griya Blok CC No.18 Pasar 2 ( Dua ) Setia Budi, Tanjung Sari, Medan Penulis menyelesaikan pendidikan SLTA Pada Tahun 2001 di SLTA Negeri 1 P.Brandan dan pada tahun yang sama melanjutkan pendidikan Strata 1 di Institut Teknologi Medan (ITM) Jurusan Teknik Industri, dan pada tahun 2006 menyelesaikan Studi Strata 1 dengan Indeks Prestasi Akademik 3, 31. Selama menempuh pendidikan Strata 1 penulis aktif dalam Organisasi kemahasiswaan dan Organisasi Kepemudaan. Penulis juga merupakan salah satu penerima beasiswa Yayasan Beasiswa Oikumene (YBO) Pada tahun 2004 s/d 2006 dan sudah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Transformasional Tingkat Dasar dan Tingkat Lanjut di Yayasan Bina Dharma ( YBD ) Salatiga, Jawa Tengah pada tahun 2005 & 2006. Pada Tahun 2006 Penulis bekerja di PT. Indokarya Tri Utama, dan Pada Tahun 2008 Penulis melanjutkan Pendidikan Strata 2 di Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara. Pada Tahun 2011 penulis menyelesaikan Pendidikan Strata 2 dengan Judul Tesis Audit Thermal Lingkungan Kerja Operator Untuk Meningkatkan Produktivitas di PT.Mahakarya Inti Buana. Medan, Agustus 2011 Willy Tambunan Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas kasih dan anugerah yang diberikanNya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis ini sampai dengan selesai. Tesis ini disusun sebagai salah satu persyaratan untuk menyelesaikan Program Studi S2 Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara. Dalam penulisan tesis ini, penulis banyak mendapat dukungan moril dan usulan perbaikan dari berbagai pihak, untuk itu pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terimkasih kepada : 1. Dekan Fakultas Teknik USU, Bapak Prof. DR. Ir. Bustami Syam, MSME. 2. Ketua Program Studi Magister Teknik Industri USU, Bapak Prof. DR. Ir. Sukaria Sinulingga, M.Eng , sekaligus sebagai Pembanding, dan Sekretaris Program Studi Ibu Ir. Rosnani Ginting, M.T, juga sekaligus sebagai Pembanding yang telah memberikan motivasi kepada penulis untuk menyelesaikan tesis ini. 3. Bapak Prof. DR. Ir. A. Rahim Matondang, MSi, sebagai Komisi Ketua Dosen Pembimbing yang telah meluangkan waktu untuk memberikan dukungan dan perbaikan pada penyusunan tesis ini. 4. DR. Eng. Ir. Listiani Nurul Huda, MT, sebagai anggota Dosen Pembimbing yang telah begitu banyak memberikan bantuan, masukan dan arahan serta meluangkan waktu untuk selesainya penulisan tesis ini. Universitas Sumatera Utara 5. Bapak Ir. Mangara Tambunan, MSc, sebagai Komisi Pembanding yang telah memberikan masukan kepada penulis. 6. Seluruh staf dosen yang mengajar di Program Pasca Sarjana Teknik Industri Fakultas Teknik USU Medan. 7. Seluruh teman-teman angkatan 2008 Pasca Sarjana Teknik Industri (USU), terkhusus komisaris kelas angkatan 2008 yaitu saudara Sutrisno, ST yang telah banyak membantu kelengkapan administrasi dan koordinasi jadwal perkuliahan. 8. Seluruh teman-teman penerima Beasiswa Yayasan Beasiswa Oikumene (YBO) terkhusus Bapak Yohanes Tomasoa Selaku Ketua Yayasan Beasiswa Oikumene dan Bapak Sumurung Lumban Toruan Selaku Sekretaris Yayasan Beasiswa Oikumene Yang telah Banyak memberikan Motivasi dan Doa selama penulis menempuh pendidikan Strata 2 9. Teristimewa rasa hormat dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ayahanda St. Sahala Tambunan dan Ibunda Koriani Br Simanjuntak, yang telah membantu penulis dalam materi dan doa. Penulis menyadari bahwa isi tesis ini masih banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan masukan yang konstruktif sehingga bermanfaat bagi pembaca. Medan Agustus 2011 Penulis, Willy Tambunan Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN ABSTRAK . i ABSTRACT . ii RIWAYAT HIDUP . iii KATA PENGANTAR. iv DAFTAR ISI. vi DAFTAR TABEL . ix DAFTAR GAMBAR. xi DAFTAR LAMPIRAN . xii BAB I PENDAHULUAN. 1 1.1. Latar Belakang . 1 1.2. Identifikasi dan Perumusan Masalah . 3 1.3. Tujuan Penelitian . 4 1.4. Keutamaan Penelitian . 5 1.5. Batasan Masalah dan Asumsi . 6 1.6. Sistematika Penulisan Tugas Akhir . 6 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 9 2.1. Sejarah Umum Perusahaan . 9 2.2. Lokasi Perusahaan. 9 2.3. Struktur Organisasi . 9 2.4. Uraian Tugas dan Wewenang . 11 2.5. Tenaga Kerja . 16 2.6. Jam Kerja . 17 2.7. Struktur Organisasi . 18 2.8. Sistem Pengupahan . 19 2.9. Fasilitas Perusahaan . 19 2.10.Standard Mutu Bahan Produk . 19 BAB II Universitas Sumatera Utara BAB III BAB IV 2.11.Bahan yang Digunakan . 20 2.12.Uraian Proses Produksi . 24 2.13. Mesin dan Peralatan . 37 2.13.1. Mesin Produksi . 37 2.13.2. Peralatan Pendukung Produksi. 41 2.13.3. Utilitas . 46 2.13.4. Waste Treatment . 47 LANDASAN TEORI. 48 3.1. Pengertian Audit . 48 3.2. Lingkungan Termal Manusia . 50 3.2.1. Suhu Radiasi . 51 3.2.2. Suhu Udara (t) . 52 3.2.3. Kecepatan Udara (v) . 52 3.2.4. Kelembaban (RH) . 53 3.3. Keseimbangan Panas. 53 3.4. Keseimbangan Panas Dalam Tubuh Manusia. 57 3.4.1. Metabolisme Tubuh Manusia (Metabolic Rate) . 57 3.4.2. Luas Permukaan Tubuh (Body Surface Area). 58 3.4.3. Perpindahan Panas dari Tubuh ke Kulit. 59 3.4.4. A Simple Clothing Model . 59 3.5. Parameter Tekanan Panas . 62 3.6. Pengendalian Lingkungan Kerja Panas. 64 3.7. Pengaruh Fisiologis akibat Tekanan Panas . 66 3.8. Tekanan Darah . 68 3.8.1. Definisi Tekanan Darah . 68 3.8.2. Faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan darah . 69 METODOLOGI PENELITIAN . 75 4.1. Objek dan Waktu Penelitian . 75 4.2. Sifat Penelitian . 75 4.3. Lay Out Lantai Produksi . 75 4.4. Subjek Penelitian. 80 Universitas Sumatera Utara BAB V 4.5. Kerangka Konseptual . 80 4.6. Penentuan Variabel Penelitian . 81 4.7. Metode Pengumpulan Data . 82 4.8. Metode Pengolahan dan Analisis . 83 4.9. Instrumentasi . 87 PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA . 92 5.1. Data Personal . 92 5.2. Data Suhu Tubuh, Denyut Nadi dan Tekanan Darah. 92 5.3. Perhitungan Kebutuhan Energi Pekerja . 94 5.4. Pengaruh Umur, Berat Badan dan Tinggi Badan. 95 5.5. Kondisi Termal . 95 5.6. Pengaruh Ketinggian Terhadap Suhu Ruangan . 108 5.7. Kelembaban . 109 5.8. Pengaruh Kelembaban Terhadap Suhu Ruangan. 111 5.9. Kecepatan Angin. 112 5.10.Pengaruh Kecepatan Angin Terhadap Suhu . 114 5.11.Perhitungan Web Bulb Globe Temperature (Indeks Suhu Basah dan Bola) . 116 BAB VI 5.12. Perhitungan Keseimbangan Termal . 119 ANALISA DAN PEMBAHASAN. 127 6.1. Analisa . 127 6.1.1. Pengaruh Lintasan dan Ketinggian Terhadap Suhu . 127 6.1.2. Pengaruh Jam Kerja Terhadap Suhu di Setiap Lintasan 128 6.1.3. Pengaruh Kecepatan Angin Terhadap Suhu . 129 6.1.4. Pengaruh Kelembaban Terhadap Suhu . 129 6.1.5. Analisis Fisiologis Pekerja. 130 6.1.6. Analisa Hubungan Antara Suhu Tubuh Dengan Tekanan Darah . 132 6.1.7. Analisa Indeks Suhu Bola Basah (ISBB). 133 6.1.8. Analisis Keseimbangan panas dan Heat Stress Index 134 6.2. Pembahasan. 135 Universitas Sumatera Utara 6.2.1. Pembahasan Ventilasi Ruang Produksi. 135 6.2.2. Pembahasan Ventilasi Ruang Produksi. 135 6.2.3. Pembahasan Heat Stress Indeks . 141 BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN . 148 7.1. Kesimpulan . 148 7.2. Saran. 150 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Tabel Keterangan Halaman 3.1. Aktivitas dan Kecepatan Metabolisme. 58 3.2. Nilai Insulasi Panas (I clu ) untuk setiap Jenis Pakaian . 60 3.2. Nilai Insulasi Panas (I clu ) untuk setiap jenis pakaian (lanjutan) . 61 3.3. Bilangan Serap . 61 3.4. Nilai Ambang Batas (NAB) IklimKerja ISBB Yang Diperkenankan 63 3.5. Nilai Tekanan Darah Normal . 69 5.1. Data Personal Operator Lantai Produksi. 92 5.2. Data Suhu Tubuh, Denyut Nadi dan Tekanan Darah Operator . 93 5.3. Perhitungan Kebutuhan Energi . 94 5.4. Data Umur, Berat Badan dan Tinggi Badan Terhadap Denyut Nadi Pekerja Sesudah Bekerja . 95 5.5. Data Gradien Temperature di Lintasan 1 Shift 1, Shift 2 dan Shitf 3. 96 5.6. Data Gradien Temperature di Lintasan 2 Shift 1, Shift 2 dan Shitf 3. 97 5.7. Data Gradien Temperature di Lintasan 3 Shift 1, Shift 2 dan Shitf 3. 98 5.8. Data Gradien Temperature di Lintasan 4 Shift 1, Shift 2 dan Shitf 3. 99 5.9. Data Gradien Temperature di Lintasan 5 Shift 1, Shift 2 dan Shitf 3. 100 5.10. Data Gradien Temperature di Lintasan 6 Shift 1, Shift 2 dan Shitf 3. 101 5.11. Data Gradien Temperature di Lintasan 7 Shift 1, Shift 2 dan Shitf 3. 102 5.12. Data Gradien Temperature di Lintasan 8 Shift 1, Shift 2 dan Shitf 3. 103 5.13. Data Pengukuran Suhu Rata-rata pada Gradien Ketinggian (0C) . 102 5.14. Pengaruh Ketinggian Terhadap Suhu pada Setiap Lantai Produksi. 108 5.15. Data Kelembaban pada Kedelapan Lintasan produksi Shift 1. 109 5.16. Data Kelembaban pada Kedelapan Lintasan produksi Shift 2. 109 5.17. Data Kelembaban pada Kedelapan Lintasan produksi Shift 3. 109 5.18. Pengaruh Kelembaban Terhadap Suhu pada setiap Lantai Produksi. 112 5.19. Data Kecepatan Angin pada Kelima Lantai Produksi Shift 1. 112 5.20. Data Kecepatan Angin pada Bottle Washer  1 2 1  1  Operator 19  Filler  1 1 1  1  Operator 20  Filler  0 1 0  0  Rata‐rata vote  0.65 1 0.6  0.75    Universitas Sumatera Utara   Gambar 5.11. Grafik Sensasi Aliran Udara Rata-rata Operator Universitas Sumatera Utara Tabel 5.18. Rekapitulasi Data Preferensi Aliran Udara Operator Preferensi Aliran Udara  Nama  Jabatan  Sebelum Sesudah Sebelum  Sesudah  Shift3  Shift3  Shift2  Shift2  Operator 1  Group 1  1 0 1  1  Operator 2  Group 1  1 1 2  2  Operator 3  Group 1  1 2 2  2  Operator 4  Group 2  1 2 1  1  Operator 5  Group 2  1 0 0  0  Operator 6  Group 2  2 1 1  1  Operator 7  Group 3  2 2 2  2  Operator 8  Group 3  0 2 2  2  Operator 9  Group 3  0 0 1  1  Operator 10  Group 4  0 1 1  1  Operator 11  Group 4  0 0 1  1  Operator 12  Group 4  1 0 1  1  Operator 13  Crater  0 1 1  1  Operator 14  De‐Crater  0 0 1  1  Operator 15  Crate Washer  1 2 1  1  Operator 16  Bottle Washer  0 1 1  1  Operator 17  Bottle Washer  0 0 1  1  Operator 18  Bottle Washer  1 1 2  1  Operator 19  Filler  0 1 2  1  Operator 20  Filler  1 1 1  1  Rata‐rata vote  0.65 0.9 1.25  1.15    Universitas Sumatera Utara   Gambar 5.12. Grafik Preferensi Aliran Udara Rata-rata Operator Universitas Sumatera Utara 5.5.3. Uji Regresi dan Korelasi Pengaruh Ketinggian dengan Suhu Untuk mengetahui ada atau tidak pengaruh faktor ketinggian terhadap suhu di lantai produksi serta untuk mengetahui pola fluktuasi suhu akibat perbedaan ketinggian dilakukan uji regresi. Pengujian dilakukan dengan menggunakan Software SPSS 13. Adapun variabel bebas yang digunakan yaitu ketinggian sedangkan untuk variabel terikat yaitu suhu. 1. Output Hasil Uji Regresi dengan Software SPSS 13 pada shift 2 (08:00-16:00) Statistik Deskripsi    Mean  Suhu shift 2  38.4776 1.78191 7  Ketinggian  2.2714 2.00392 7  Std. Deviasi  N  Korelasi  0.895  Regresi  a  B  36,670  0,796  Y = 36,67 + 0,796 X  IV-96 Universitas Sumatera Utara IV-97 Perbandingan Ketinggian dengan Suhu Rata-rata Shift 2 (08:00-16:00) 42 Suhu (derajat celcius) 41 40 39 Suhu rata-rata (derajat celcius) 38 Suhu globe (derajat celcius) 37 36 35 0.1 0.5 1.1 2 2.5 4 5.7 Ketinggian (m)   Gambar 5.13. Grafik Suhu Vs Ketinggian Shift 2 (08:00-16:00) Dari pengujian data suhu dan ketinggian pada shift 2 dengan menggunakan Software SPSS 13 diperoleh nilai korelasi 0,895 dan bentuk regresi 36,67+0,796x. Artinya ada pengaruh yang kuat dari ketinggian terhadap suhu. 2. Output Hasil Uji Regresi dengan Software SPSS 13 pada shift 3 (16:00-24:00) Statistik Deskripsi    Mean  Std. Deviasi  N  Suhu shift 3  35.9913 1.50429 7  Ketinggian  2.2714 2.00392 7  Korelasi  Universitas Sumatera Utara IV-98 0.899  Regresi  a  B  34,459  0,675  Y = 34,459 + 0,675 X    Perbandingan Ketinggian dengan Suhu Rata-rata Shift 3 (17:00-24:00) Suhu (derajat celcius) 39 38 37 Suhu rata-rata (derajat celcius) 36 Suhu globe (derajat celcius) 35 34 33 0.1 0.5 1.1 2 2.5 4 5.7 Ketinggian (m)   Gambar 5.14. Grafik Suhu Vs Ketinggian Shift 3 (16:00-24:00) Dari pengujian data suhu dan ketinggian pada shift 3 dengan menggunakan Software SPSS 13 diperoleh nilai korelasi 0,899 dan bentuk regresi 34,45+0,675x. Artinya ada pengaruh yang kuat dari ketinggian terhadap suhu. Universitas Sumatera Utara IV-99 Perbandingan Suhu antara Shift 2 (08:00-16:00) dengan Shift 3 (16:00-24:00) 42 Suhu (derajat celcius) 41 40 39 Suhu rata-rata shift 2 (derajat celcius) 38 Suhu globe shift 2 (derajat celcius) 37 36 Suhu rata-rata shift 3 (derajat celcius) 35 Suhu globe shift 3 (derajat celcius) 34 33 32 0.1 0.5 1.1 2 2.5 4 5.7 Ketinggian (m)   Gambar 5.15. Grafik Suhu Vs Ketinggian 5.5.4. Perhitungan Pengeluaran Energi Bentuk regresi hubungan energi dengan kecepatan denyut jantung adalah: Y = 1,80411-0,0229038x+4,71711.10-4x2 Y = Pengeluaran energi (kkal/menit) X = Kecepatan denyut jantung (denyut/menit) Sebagai contoh perhitungan pengeluaran energi operator 1 shift 2: Y = 1,80411-0,0229038(74)+4,71711.10-4 (74)2 Y = 2,69 kkal/menit Y = 161,4 kkal/jam Dengan cara perhitungan yang sama dilakukan terhadap data seluruh operator sehingga diperoleh hasil pengeluaran energi pada Tabel 5.19. Universitas Sumatera Utara IV-100 Tabel 5.19. Rekapitulasi Pengeluaran Energi Operator Shift 2  No.  Nama  Shift 3  Denyut  Nadi/menit  Pengeluaran  energi  (kkal/jam)  Denyut  Nadi/menit  Pengeluaran  energi  (kkal/jam)  1  Operator 1  74  161.54  65  138.50  2  Operator 2  84  192.52  85  195.92  3  Operator 3  84  192.52  83  189.16  4  Operator 4  73  158.75  61  129.73  5  Operator 5  85  195.92  88  206.49  6  Operator 6  87  202.91  75  164.38  7  Operator 7  78  173.25  64  136.22  8  Operator 8  79  176.32  74  161.54  9  Operator 9  75  164.38  69  148.17  10  Operator 10  80  179.45  81  182.63  11  Operator 11  78  173.25  73  158.75  12  Operator 12  85  195.92  89  210.13  13  Operator 13  98  245.39  107  285.24  14  Operator 14  64  136.22  61  129.73  15  Operator 15  88  206.49  91  217.57  16  Operator 16  81  182.63  84  192.52  17  Operator 17  78  173.25  79  176.32  18  Operator 18  78  173.25  65  138.50  19  Operator 19  74  161.54  89  210.13  20  Operator 20  75  164.38  88  206.49    Universitas Sumatera Utara IV-101 5.5.5. Perhitungan Predicted Mean Vote (PMV) dan Predicted Percentage Dissatisfied (PPD) Untuk melakukan perhitungan PMV dan PPD diperlukan beberapa faktor yang mempengaruhi pertukaran panas yaitu dari parameter lingkungan fisik seperti suhu udara, suhu radian rata-rata, kelembaban relatif dan kecepatan udara serta dari parameter personal operator seperti insulasi pakaian dan metabolic rate. Nilai insulasi pakaian (clo) operator yang mengenakan baju jenis kaos lengan pendek berkerah, celana panjang, celana dalam, kaos kaki dan sepatu adalah 0.5 clo berdasarkan ISO 9920-1990 (1990). Sedangkan metabolic rate untuk operator dengan beban kerja yang tergolong ringan-sedang dengan aktivitas industri yang tergolong ringan adalah 1.6 met berdasarkan ISO 7730-1994 (1994). Selanjutnya perhitungan PMV dilakukan dengan menggunakan formulasi Software Ms. Excel yang dirancang oleh Håkan Nilsson dari Departemen Teknologi dan Lingkungan Bangunan, Laboratorium Ventilasi dan Kualitas Udara University of Gävle. Tabel 5.20. Parameter PMV Shift 2 Parameter Input Clothing (clo) 0.50 Air temp. (°C) 38.5 Mean radiant temp. (°C) 40.0 Activity (met) 1.6 Air speed (m/s) 0.00 Relative humidity (%) 57.4 Universitas Sumatera Utara IV-102 Tabel 5.21. Parameter PMV Shift 3 Parameter Input Clothing (clo) 0.50 Air temp. (°C) 36.0 Mean radiant temp. (°C) 37.4 Activity (met) 1.6 Air speed (m/s) 0.00 Relative humidity (%) 55.7   Berdasarkan perhitungan yang dilakukan diperoleh hasil keluaran PMV dan PPD pada Tabel 5.22 dan Tabel 5.23. Tabel 5.22. Parameter PMV Shift 2 Parameter Operative temp. (°C) Output 39.25 oC PMV 4.1 PPD 100.0 %   Gambar 5.16. Grafik PMV Vs PPD Shift 2 Universitas Sumatera Utara IV-103 Tabel 5.23. Parameter PMV Shift 3 Parameter Operative temp. (°C) Output 36.7 PMV 3.4 PPD 99.9   Gambar 5.17. Grafik PMV Vs PPD Shift 3 Berdasarkan ISO 7730-94 suhu nyaman/netral dicapai apabila nilai PMV=0, dimana pada kondisi ini nilai PPD (persentase responden yang tidak nyaman) mencapai 5% atau persentase responden yang nyaman mencapai 95%. Sementara itu rentang suhu nyaman dicapai apabila nilai PMV berada antara -0.5 hingga +0.5, dimana pada kondisi ini nilai PPD mencapai 10%, atau persentase responden yang nyaman mencapai 90%. Berdasarkan perhitungan pada shift 2 diperoleh nilai PMV sebesar 4.1 dan nilai PPD 100% yang artinya seluruh responden merasakan ketidaknyamanan selama bekerja. Begitu juga pada shift 3 diperoleh nilai PMV sebesar 3.4 dan nilai PPD 99.9% yang artinya hanya 0.01% responden yang merasa nyaman. Universitas Sumatera Utara IV-104 BAB VI ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL 6.1. Analisis Hasil Pengukuran Termal Tempat Kerja 6.1.1. Kondisi Termal Kondisi termal di lantai produksi dipengaruhi dari beberapa hal seperti paparan panas dari mesin-mesin yang digunakan, kelembaban relatif, bentuk bangunan, ketinggian ruangan, ventilasi udara, jenis material bangunan dan pembangkitan panas dari tubuh operator. Pada saat weekly maintenance, suhu udara di lantai produksi berkisar 32oC sedangkan pada saat produksi berjalan suhu udara rata-rata berkisar 37oC pada shift 3 (16:00-24:00) dan 38oC pada shift 2 (08:00-16:00). Perbedaan suhu yang cukup besar ini terjadi akibat panas yang dibangkitkan oleh mesin karena pada saat weekly maintenance tidak ada mesin yang bekerja di lantai produksi. Sedangkan perbedaan suhu pada shift 3 dan shift 2 ≤ 10/menit 11-20/menit > 20/menit G Hampir netral Kadang-kadang bengkok/berputar Bengkok/berputar secara berlebihan Gerakan bahu/lengan Postur pergelangan tangan/tangan Pergerakan pergelangan Postur leher Kira-kira ak 8/menitak 4 ≥ 12/ menit at Statis Tabel 2.6. Penilaian Pekerja QEC Untuk Operator 4 Faktor Kode 1 2 3 4 Beban a 5 kg 11 – 20 kg >20 kg Durasi b < 2 jam 6 – 10 kg ak 2 – 4 jamak Kekuatan Tangan c < 1 kg 1- 4 kg ‘> 4 kg Vibrasi d Tidak ada / kecil Sedang Tinggi Visual e Tidak diperlukan Diperlukan >4 jam at untuk melihat detail Langkah Tingkat Stress f g Tidak susah Tidak ada Kadang-kadang Lebih sering susah susah Kecil Sedang Tinggi Universitas Sumatera Utara Operator 5 Tabel 2.5. Penilaian Observer QEC Untuk Operator 5 Sebelum Perancangan Ulang(Redesign) Faktor Kode 1 Hampir netral 2 Berputar atau bengkok sedikit 3 Cenderung berputar/bengkok 4 ≤ 3/menit Kira-kira 8/menit ak ak ≥ 12/ menit Statis C Pada/ setinggi pinggang Setinggi dada Setinggi bahu D Sesekali Reguler/ teratur dengan jeda Hampir kontinu E Hampir lurus Bengkok/berputar F ≤ 10/menit 11-20/menit > 20/menit G Hampir netral Kadang-kadang bengkok/berputar Bengkok/berputar secara berlebihan Belakang (back) A Frekuensi pergerakan bagian belakang B Tinggi tugas Gerakan bahu/lengan Postur pergelangan tangan/tangan Pergerakan pergelangan Postur leher at Tabel 2.6. Penilaian Pekerja QEC Untuk Operator 5 Sebelum Perancangan Ulang(Redesign) Faktor Kode 1 2 3 4 Beban a 5 kg 6 – 10 kg 11 – 20 kg >20 kg Durasi b < 2 jam 2 – 4 jam >4 jam Kekuatan Tangan c < 1 kg Vibrasi d Tidak ada / kecil Visual e Tidak diperlukan Diperlukan untuk melihat detail Langkah f Tidak susah Kadang-kadang susah Lebih sering susah Tingkat Stress g Tidak ada Kecil Sedang 1- 4 kg ak ak Sedang ‘> 4 kg at Tinggi Tinggi Universitas Sumatera Utara Operator 6 Tabel 2.5. Penilaian Observer QEC Untuk Operator 6 Sebelum Perancangan Ulang(Redesign) Faktor Kode 1 Hampir netral 2 Berputar atau bengkok sedikit 3 Cenderung berputar/bengkok 4 Kira-kira 8/menit ≥ 12/ menit Statis Belakang (back) A Frekuensi pergerakan bagian belakang B ≤ 3/menit C Pada/ setinggi pinggang D Sesekali Reguler/ teratur dengan jeda E Hampir lurus Bengkok/berputar F ≤ 10/menit 11-20/menit > 20/menit G Hampir netral Kadang-kadang bengkok/berputar Bengkok/berputar secara berlebihan Tinggi tugas Gerakan bahu/lengan Postur pergelangan tangan/tangan Pergerakan pergelangan Postur leher ak ak Setinggi dada at Setinggi bahu Hampir kontinu Tabel 2.6. Penilaian Pekerja QEC Untuk Operator 6 Sebelum Perancangan Ulang(Redesign) Faktor Beban Durasi Kekuatan Tangan Vibrasi Visual Kode a b c d e 1 5 kg < 2 jam < 1 kg Tidak ada / kecil Tidak diperlukan Langkah f Tidak susah Tingkat Stress g Tidak ada 2 6 – 10 kg 2 – 4 jam 1- 4 kg ak Sedang ak Diperlukan untuk melihat detail Kadang-kadang susah Kecil 3 11 – 20 kg >4 jam ‘> 4 kg Tinggi Lebih sering susah Sedang 4 >20 kg at Tinggi Universitas Sumatera Utara SETELAH PERANCANGAN ULANG(REDESIGN) Operator 2 Tabel 2.5. Penilaian Observer QEC Untuk Operator 2 Setelah Perancangan Ulang(Redesign) Faktor Kode 1 Belakang (back) A Hampir netral Frekuensi pergerakan bagian belakang B C Tinggi tugas Gerakan bahu/lengan Postur pergelangan tangan/tangan Pergerakan pergelangan Postur leher 2 Berputar atau bengkok sedikit 3 Cenderung berputar/bengkok 4 ≤ 3/menit Kira-kira 8/menit ≥ 12/ menit Statis Pada/ setinggi pinggang Setinggi dada Setinggi bahu ak teratur ak Reguler/ at D Sesekali E Hampir lurus F ≤ 10/menit 11-20/menit > 20/menit Hampir netral Kadang-kadang bengkok/berputar Bengkok/berputar secara berlebihan G dengan jeda Hampir kontinu Bengkok/berputar Tabel 2.6. Penilaian Pekerja QEC Untuk Operator 2 Setelah Perancangan Ulang(Redesign) Faktor Beban Durasi Kekuatan Tangan Vibrasi Visual Kode a b c d e 1 5 kg < 2 jam < 1 kg Tidak ada / kecil Tidak diperlukan Langkah f Tidak susah Tingkat Stress g Tidak ada 2 6 – 10 kg 2 – 4 jam 1- 4 kg Sedang Diperlukan untuk melihat detail ak ak Kadang-kadang susah Kecil 3 11 – 20 kg >4 jam ‘> 4 kg Tinggi 4 >20 kg at Lebih sering susah Sedang Tinggi Operator 3 Tabel 2.5. Penilaian Observer QEC Untuk Operator 3 Setelah Perancangan Ulang(Redesign) Kode 1 Belakang (back) Faktor A Hampir netral Frekuensi pergerakan bagian belakang B ≤ 3/menit C Pada/ setinggi pinggang Tinggi tugas Gerakan bahu/lengan Postur pergelangan tangan/tangan Pergerakan pergelangan Postur leher 2 Berputar atau bengkok sedikit 3 Cenderung berputar/bengkok 4 Kira-kira 8/menit ≥ 12/ menit Statis Setinggi dada Setinggi bahu Reguler/ teratur dengan ak ak jeda D Sesekali E Hampir lurus Bengkok/berputar F ≤ 10/menit G Hampir netral 11-20/menit Kadang-kadang bengkok/berputar Hampir kontinu at > 20/menit Bengkok/berputar secara berlebihan Tabel 2.6. Penilaian Pekerja QEC Untuk Operator 3 Setelah Perancangan Ulang(Redesign) Faktor Beban Durasi Kekuatan Tangan Vibrasi Visual Langkah Tingkat Stress Kode a b c d e 1 5 kg < 2 jam < 1 kg Tidak ada / kecil Tidak diperlukan f g Tidak susah Tidak ada 2 6 – 10 kg 2 – 4 jam 1- 4 kg Sedang Diperlukan untuk melihat detail Kadang-kadang susah ak ak Kecil 3 11 – 20 kg >4 jam ‘> 4 kg Tinggi Lebih sering susah Sedang 4 >20 kg at Tinggi Universitas Sumatera Utara Operator 4 Tabel 2.5. Penilaian Observer QEC Untuk Operator 4 Setelah Perancangan Ulang(Redesign) Kode 1 Belakang (back) Faktor A Hampir netral Frekuensi pergerakan bagian belakang B ≤ 3/menit C Pada/ setinggi pinggang Tinggi tugas Gerakan bahu/lengan Postur pergelangan tangan/tangan Pergerakan pergelangan Postur leher 2 Berputar atau bengkok sedikit 3 Cenderung berputar/bengkok 4 Kira-kira 8/menit ≥ 12/ menit Statis Setinggi dada Setinggi bahu Reguler/ teratur dengan ak ak jeda D Sesekali E Hampir lurus Bengkok/berputar F ≤ 10/menit G Hampir netral 11-20/menit Kadang-kadang bengkok/berputar Hampir kontinu at > 20/menit Bengkok/berputar secara berlebihan Tabel 2.6. Penilaian Pekerja QEC Untuk Operator 4 Setelah Perancangan Ulang(Redesign) Faktor Beban Durasi Kekuatan Tangan Vibrasi Visual Kode a b c d e 1 5 kg < 2 jam < 1 kg Tidak ada / kecil Tidak diperlukan Langkah f Tidak susah Tingkat Stress g Tidak ada 2 6 – 10 kg 2 – 4 jam 1- 4 kg Sedang Diperlukan untuk melihat ak detailak Kadang-kadang susah Kecil 3 11 – 20 kg >4 jam ‘> 4 kg Tinggi 4 >20 kg at Lebih sering susah Sedang Tinggi Operator 5 Tabel 2.5. Penilaian Observer QEC Untuk Operator 5 Setelah Perancangan Ulang(Redesign) Faktor Kode 1 Belakang (back) A Hampir netral Frekuensi pergerakan bagian belakang B ≤ 3/menit C Pada/ setinggi pinggang Tinggi tugas Gerakan bahu/lengan Postur pergelangan tangan/tangan Pergerakan pergelangan Postur leher 2 Berputar atau bengkok sedikit 3 Cenderung berputar/bengkok 4 Kira-kira 8/menit ≥ 12/ menit Statis Setinggi dada Setinggi bahu Reguler/ teratur dengan ak ak jeda D Sesekali E Hampir lurus Bengkok/berputar F ≤ 10/menit G Hampir netral 11-20/menit Kadang-kadang bengkok/berputar Hampir kontinu at > 20/menit Bengkok/berputar secara berlebihan Tabel 2.6. Penilaian Pekerja QEC Untuk Operator 5 Setelah Perancangan Ulang(Redesign) Faktor Beban Durasi Kekuatan Tangan Vibrasi Visual Kode a b c d e 1 5 kg < 2 jam < 1 kg Tidak ada / kecil Tidak diperlukan Langkah f Tidak susah Tingkat Stress g Tidak ada 2 6 – 10 kg 2 – 4 jam 1- 4 kg Sedang Diperlukan untuk ak ak melihat detail Kadang-kadang susah Kecil 3 11 – 20 kg >4 jam ‘> 4 kg Tinggi 4 >20 kg at Lebih sering susah Sedang Tinggi Universitas Sumatera Utara Operator 6 Tabel 2.5. Penilaian Observer QEC Untuk Operator 6 Setelah Perancangan Ulang(Redesign) Faktor Kode 1 Belakang (back) A Hampir netral Frekuensi pergerakan bagian belakang B ≤ 3/menit Tinggi tugas C Pada/ setinggi pinggang Gerakan bahu/lengan Postur pergelangan tangan/tangan Pergerakan pergelangan Postur leher 2 Berputar atau bengkok sedikit 3 Cenderung berputar/bengkok 4 Kira-kira 8/menit ≥ 12/ menit Statis Setinggi dada Setinggi bahu D Sesekali ak teratur Reguler/ dengan jeda E Hampir lurus Bengkok/berputar F ≤ 10/menit 11-20/menit > 20/menit Hampir netral Kadang-kadang bengkok/berputar Bengkok/berputar secara berlebihan G ak Hampir kontinu at Tabel 2.6. Penilaian Pekerja QEC Untuk Operator 6 Setelah Perancangan Ulang(Redesign) Faktor Beban Durasi Kekuatan Tangan Vibrasi Visual Langkah Tingkat Stress Kode a b c d e 1 5 kg < 2 jam < 1 kg Tidak ada / kecil Tidak diperlukan f g Tidak susah Tidak ada 2 6 – 10 kg 2 – 4 jam 1- 4 kg Sedang Diperlukan untuk melihat detail Kadang-kadang susah ak ak Kecil 3 11 – 20 kg >4 jam ‘> 4 kg Tinggi Lebih sering susah Sedang 4 >20 kg at Tinggi Universitas Sumatera Utara
Audit Thermal Lingkungan Kerja Operator Peeler Untuk Meningkatkan Produktivitas Di PT. Mahakarya Inti Buana Bahan Penolong Bahan Tambahan Bahan yang digunakan Bahan baku Batasan Masalah dan Asumsi Sistematika Penulisan Tugas Akhir Data Suhu Tubuh, Denyut Nadi dan Tekanan Darah Operator Perhitungan Kebutuhan Energi Pekerja Pengaruh Ketinggian terhadap Suhu Ruangan Definisi Tekanan Darah Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tekanan Darah Gradien Temperature Pengaruh Umur, Berat Badan dan Tinggi Badan terhadap Denyut Nadi Identifikasi dan Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Keutamaan Penelitian Kelembaban PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA Keseimbangan Panas LANDASAN TEORI Kesimpulan KESIMPULAN DAN SARAN Luas Permukaan Tubuh Body Surface Area Perpindahan Panas dari Tubuh ke Kulit A Simple Clothing Model Objek dan Waktu Penelitian Sifat Penelitian Lay Out Lantai Produksi Subjek Penelitian Kerangka Konseptual Parameter Tekanan Panas LANDASAN TEORI Penentuan Variabel Penelitian Metode Pengumpulan Data Metode Pengolahan dan Analisis Pengaruh Fisiologis akibat Tekanan Panas Pengaruh Kecepatan Angin terhadap Suhu Pengaruh Kecepatan Angin terhadap Suhu Perhitungan Web Bulb Globe Temperature Indeks Suhu Basah dan Bola Pengendalian Lingkungan Kerja Panas Perhitungan Keseimbangan Termal PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA Proses Pencabutan Audit Thermal Lingkungan Kerja Operator Peeler Untuk Meningkatkan Produktivitas Di PT. Mahakarya Inti Buana Proses Pencucian Former Proses Pengeringan Proses Coaqulant Proses Pencucian Proses Pengeringan Proses Pendinginan Proses Pencelupan Chlorine Proses Netralisir Proses Pencucian Proses Pengeringan Proses Pengeringan Coaqulant Proses Peletakan Lateks Proses Pengeringan Lateks Proses Beading Proses Pengeringan Sebelum Proses Proses Saran KESIMPULAN DAN SARAN Sejarah Umum Perusahaan Lokasi Perusahaan Struktur Organisasi Suhu Radiasi Suhu Udara t Kecepatan Udara Tenaga Kerja Jam Kerja S tr Sistem Pengupahan Fasilitas Perusahaan Setiap karyawan dan staf perusahaan dalam menjalankan tugas dan Standard Mutu BahanProduk Uraian Proses Produksi Proses Proses Pembuatan Glove Uraian Tugas dan Wewenang
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Audit Thermal Lingkungan Kerja Operator Peeler Untuk Meningkatkan Produktivitas Di PT. Mahakarya Inti Buana

Gratis