Perlakuan Akuntansi Terhadap Aktiva Tetap dan Penerapan Metode Depresiasi pada RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar

 4  74  104  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

KATA PENGANTAR

  Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang didapat penulis dari hasil wawancara langsungdengan staf dan supervisor bagian akuntansi RSUD dr. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang didapat penulis dari hasil wawancara langsungdengan staf dan supervisor bagian akuntansi RSUD dr.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Informasi keuangan disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Laporan

  Aktiva tetap dalamneraca yang dibahas merupakan aktiva tetap berwujud yang digunakan oleh perusahaan untuk kegiatan usahanya, tidak dimaksudkan untuk diperjual belikandan mempunyai masa manfaat atau kegunaan lebih dari satu tahun serta mempunyai nilai material. Oleh karena itu aktiva tetap membutuhkan perbaikan dan pemeliharaan yang membutuhkan dana tidak sedikit untuk itu perlu ditetapkanpengeluaran-pengeluaran yang berhubungan dengan aktiva tersebut apakah sebagai pengeluaran modal (capital expenditure) atau pengeluaran pendapatan(revenue expenditure) Penulis melakukan penelitian di Rumah Sakit Umum Daerah Dr.

D. Kerangka Konseptual

  Dalam penelitian ini, penulis menggunakan kerangka konseptual untuk membantu melakukan pemahaman dan pembahasan masalah seperti di bawah ini:Perlakuan Akuntansi AktivaTetap Dan Metode DepresiasiAkuntansi Aktiva Akuntansi Aktiva Tetap RSUD Dr. 16 PematangsiantarAnalisis Kesimpulan dan saranGambar 1.1 Keterangan: Kerangka konseptual di atas menerangkan tentang perbandingan perlakuan akuntansi aktiva tetap yang diterapkan di RSUD Djasamen SaragihPematangsiantar dengan PSAK No.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis

1. Pengertian Aktiva Tetap

  Aktiva tetap aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai baik melalui pembelian maupun dibangun lebih dahulu yang digunakan dalam kegiatanusaha perusahaan serta tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. Karakteristik aktiva tetap berwujud adalah bahwa aktiva yang dimiliki perusahaan untuk digunakan secara terus menerus dan umur manfaatnya relativelebih panjang dibandingkan aktiva lancar dan nilainya material.

1 Januari 2006

  Aktiva tetap yang diperoleh secara pertukaranMenurut cara ini aktiva tetap diperoleh dengan cara menukarkan aktiva tetap yang kita miliki dengan aktiva tetap lainnya yang dimilliki pihak lain baikitu yang sejenis maupun tidak sejenis. Jika pertukaran aktiva tetap dilakukan atas dasar yang tidak sejenis, maka perbedaan antara nilai buku aktiva tetap yang diserahkan dengan nilai aktiva yangdiperoleh lansung dicatat sebagai laba atau rugi pertukaran aktiva tetap.

4. Pengertian dan Metode Depresiasi Aktiva Tetap

  Dari kedua definisi di atas dapat disimpilkan bahwa penyusutan merupakan alokasi yang sistematis dan rasional dalam membebankan biaya danbukan merupakan pengumpulan dana untuk menggantikan aktiva tersebut, yang berati bahwa seiring dengan jasa yang diberikan suatu aktiva terhadap prosesproduksi maka sangat perlu untuk mengalokasikan harga perolehannya melalui metode perhitungan yang sistematis. Menurut IAI (2007 : 16.11)Metode penyusutan yang digunakan untuk untuk aset harus di-review minimumsetiap akhir tahun buku dan, apabila terjadi perubahan yangsignifikan dalam ekspektasi pola konsumsi manfaat ekonomi masa depan dari aset tersebut, maka metode penyusutan harus diubah untukmencerminkan perubahan pola tersebut.

1. Berdasarkan Waktu

a. Metode garis lurus (straight line method)

  Kelemahan metode ini adalah kapasitas produksi aktiva tetap semakin lama semakin menurun serta biayapemeliharaan dan reparasi dari suatu periode ke periode berikutnya akan semakin besar, seiring dengan semakin tuanya umur aktiva tetap tersebut. Nilai bukutahun (Rp) (Rp) Penyusutan (Rp) (Rp) - 5.000.000 5.000.000 -1 5.000.000 900.000 900.000 4.100.000 2 5.000.000 900.000 1.800.000 3.200.0003 5.000.000 900.000 2.700.000 2.300.000 4 5.000.000 900.000 3.600.000 1.400.0005 5.000.000 900.000 4.500.000 500.000 4.500.000 Metode ini lebih sesuai jika dipergunakan oleh perusahaan yang produksinya dari tahun ke tahun tidak banyak berfluktuasi.

b. Metode Pembebanan Yang Menurun

i. Metode jumlah angka tahun (sum of the years digit method)

  Dalam metode ini beban depresiasi pada mulanya tinggi dan selanjutnya menurun. Beban penyusutan ini dihitung dengan caramenjumlahkan semua angka (digit) umur aktiva itu.

1 Depresiasi = x n

  Sebuah peralatan dibeli dengan harga Rp 5.000.000, nilai residu ditaksir Rp 500.000 dan estiamasi umurnya adalah 5 tahun. Metode saldo menurun/saldo menurun ganda (declining/double declining balance method) Metode saldo menurun berganda (double declining balance method) menghasilkan beban periodic yang terus menurun sepanjang estimasi umur manfaat aktiva.

2. Berdasarkan Penggunaan

  Maka beban penyusutan mesin per jam :Jika dalam tahun pertama mesin tersebut telah bekerja selama 30.000 jam kerja, maka beban penyusutan untuk tahun tersebut adalah :30.000 jam x Rp 30,-/jam = Rp 900.000,- Tabel 2.6 Penyusutan Menurut Metode service hours Tahun Jam Beban Penyusutan Akk. Dengan menggunakan ilustrasi contoh sebelumnya, diketahui bahwa taksiran produksi aktiva tersebut sebesar 250.000 unit, maka besarnyapenyusutan per unit : Jika pada tahun pertama diproduksi 30.000 unit, maka besarnya penyusutan untuk tahun tersebut adalah :540.000,- Tabel 2.7 Penyusutan Menurut Metode productive output Tahun Jam Kerja Beban Penyusutan (Rp) Akk.

3. Berdasarkan kriteria lain

  Apabila menggunakan metode ini maka tidak ada nilai buku yang dikalkulasikan untuk aktiva tertentu, jadi tidak ada nilai buku aktivatetap yang dihapuskan 100%. Menurut metode ini penyusutan merupakan angka bunga yang akan diperhitungkan atas harga perolehan aktiva yang belum disusutkanditambah akumulasi penyusutan.

02 Pencatatn atas beban penyusutan atas aktiva tetap tersebut adalah :

  Penyusutan Rp 810.797,4941 Angka yang dibebankan ke akumulasi penyusutan merupakan beban bersih (biaya perusahaan) yang menunjukkan peningkatan tiap tahun sehinggatotalnya sama dengan harga pokok dikurangi nilai residu. Sistem persediaan (inventory systems)Dalam metode ini penyusutan dihitung dengan menambah persediaan awal aktiva yang tersedia dengan perolehan aktiva tetap selama periode berjalan,kemudian dikurangi persediaan akhir aktiva tetap tersebut.

5. Penghentian Aktiva Tetap

Penghentian aktiva tetap dapat disebabkan karena;(a) penjualan, (b) Pertukaran dengan aktiva lain, (c) konversi terpaksa.

a. Penjualan

  Selisih penjualan bersih dan nilai buku aktiva yang dijual merupakan laba atau rugi penjualan aktiva. Handaka menjual peralatan seharga Rp327.000.000, yang harga perolehannya Rp 627.000.000 dan akumulasi penyusutan pada tanggal 1 Januari 2007 Rp 379.500.000 perusahaan menyusutkanperalatan tersebut dengan menggunakan metode garis lurus dengan tarif 10% per tahun.

b. Pertukaran dengan aktiva lain

  Apabila terdapat unsur moneter atau uang tunai yang terlibat dalam pertukaran atau tombokan (boot) , maka aktiva yang baru dicatatberdasrkan harga pasar yang wajar dari aktiva yang diberikan ditambah dengan boot yang dibayarkan. Anggaplah bahwa gempa melanda bangunan pabrik yang harga perolehannya Rp 720.000.000 dan nilai bukunya Rp 210.000.000, dan perusahaanmendapat ganti rugi dari perusahaan asuransi Rp 240.000.000, maka ayat jurnal untuk mencatat peristiwa ini adalah:Receivable from insurance company Rp 240.000.000Accumulated depreciation-building Rp 510.000.000 BuildingRp 720.000.000 Gain on involuntary convertion Rp 30.000.000Ada dua pendapat mengenai laba atau rugi konversi terpaksa, yaitu: 1.

7. Penyajian Aktiva Tetap dalam Laporan Keuangan

  Tujuan laporan keuanganadalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besarpemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Dineraca hanya dicantumkan nilai buku saja atau nilai cost aktiva tetap masing- masing dan kemudian dikurangi akumulasi penyusutan secaragelobal.

B. Tinjauan Penelitian Terdahulu Nama dan Judul Perumusan Masalah Hasil Penelitian Tahun Penelitian Penelitian

  Sosa Penerapan Penelitian yang Dalam hasil penelitianSuanti Pengakuan dilakukan menyangkut Sosa suanti PasaribuPasaribu dan permasalahan : mengambil kesimpulan(2006) Pengukuran a. Apakah Penerapan bahwa PenerapanAktiva Pengakuan dan Pengakuan danTetap pada Pengukuran Aktiva Pengukuran Aktiva TetapRumah Tetap telah sesuai pada Rumah Sakit HajiSakit Haji dengan Pernyataan Medan sudah sesuaiMedan Standar Akuntansi dengan Standar Akuntansi Keuangan No.16?

BAB II I METODE PENELITIAN B. Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan adalah studi deskriptif yang menguraikan tentang sifat-sifat dan keadaan sebenarnya dari suatu objek penelitian. C. Jenis Data Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

  Wawancara, merupakan pengumpulan data yang dilakukan dengan mengajukan pertanyaan pada pihak-pihak terkait sehubungan denganmasalah yang dibahas, untuk memperoleh data tentang penerapan akuntansi aktiva tetap. Dokumentasi, data yang diperoleh dari dokumen-dokumen yang dimiliki oleh perusahaan yang berhubungan dengan masalah penelitian, untukmemperoleh data berupa daftar aktiva tetap.

F. Lokasi Penelitian

BAB IV ANALISIS DAN EVALUASI A. DATA PENELITIAN

  Lokasi penelitian berada di RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar di Jl. Gambaran Umum RSUD Dr.

1.1 Sejarah singkat perusahaan

  Rumah Sakit Umum Daerah Kota Pematangsiantar terletak sangat strategis yaitu di tengah kota Pematangsiantar, yang beralamat di Jalan Sutomo No. Rumah Sakit Umum Daerah Kota Pematangsiantar terletak di KotaPematangsiantar, dan merupakan daerah lintasan Kota Medan.

1.2 Struktur Organisasi

  Setiap perusahaan membentuk struktur organisasi di dalam perusahaan yang mengindetifikasitanggung jawab untuk setiap posisi pekerjaan dan hubungan antara posisi-posisi itu. Para manajer hendaknya mengatur organisasi dan sub-unitnya agar sejalan dengan tujuan perusahaan, kemampuan sumber daya yang dimiliki, serta kondisi Struktur organisasi setiap perusahaan berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.

1.3 Uraian Tugas

Uraian tugas dan tanggung jawab pada masing-masing bagian dalam struktur organisasi adalah sebagai berikut:

a. Kepala Rumah Sakit Umum

  Menetapkan kebijakan pelaksanaan, mengkoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan tugas dan fungsi Rumah Sakit Umum. Pengelolaan personil, perlengkapan dan keuangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

b. Bagian Tata Usaha

  Bagian Tata Usaha mempunyai tugas meliputi ketatausahaan, kepegawaian, kerumahtanggaan, perlengkapan dan keuangan dan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Rumah Sakit Umum. Setiap Sub Bagian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepadaKepala Bagian Tata Usaha.

e. Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis

  Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis mempunyai tugas mengkoordinasikan semua kebutuhan pelayanan medis dan penunjangmedis, melaksanakan pemantauan, pengawasan, penggunaan fasilitas Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis dipimpin oleh seorangKepala Bidang yang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Rumah Sakit Umum. Setiap Sub Bidang dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang yang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepadaKepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis.

f. Sub Bidang Pelayanan Medis

  Bidang keperawatan dipimpinoleh seorang Kepala Bidang yang dalam tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Rumah Sakit Umum. Sub Bidang Tenaga KeperawatanSetiap Sub Bidang dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang yang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepadaKepala Bidang Keperawatan.

i. Sub Bidang Pelayanan Keperawatan

  Bidang Perencanaan dan Rekam Medis dipimpin oleh seorangKepala Bidang yang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Rumah Sakit Umum. Setiap Sub Bidang dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang yang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepadaKepala Bidang Perencanaan dan Rekam Medis.

B. ANALISIS HASIL PENELITIAN

  Penghentian Aktiva Tetap jika ada aktiva yang rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi maka akan dilakukan penghentian dengan cara penghapusan terhadap aktiva tetap tersebut. Adapun prosedur penghapusan yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit yaitu dari unit ada pengusulan untuk penghapusan barang, kemudian IPSRSU (InstalasiPemeliharaan Sarana Rumah Sakit Umum) melihat kondisi barang tersebut, apabila masih dapat diperbaiki akan diperbaiki tapi jika tidak bisa maka IPSRSUmembuat pernyataan tidak dapat memperbaiki dan mengusulkan kepada manajemen rumah sakit untuk memperbaiki aktiva tersebut kepada pihak luaryang lebih berkompeten.

6. Penyajian Aktiva Tetap dalam Laporan Keuangan Perusahaan

  Dalam menyajikan posisi aktiva tetap yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan ke dalam neraca yang disusun oleh RSUD dr. DjasamenSaragih Pematangsiantar, perusahaan menyajikan aktiva tetap membaginya secara mendetail menurut jenis dan penggolongan aktiva tetap yang dimiliki oleh RSUDdr.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

  Pada bab ini penulis akan mencoba mengemukakan beberapa kesimpulan yang didasarkan pada uraian bab-bab sebelumnya yang mungkin dapatdipergunakan sebagai bahan pertimbangan untuk tujuan perbaikan dan kemajuan RSUD dr. Dalam Tahun Anggaran 2010 belum dilakukan perhitungan depresiasi terhadap aktiva tetap yang dimiliki Rumah Sakit Umum Daerah dr.

B. Saran

  Saran penulis bagi pihak-pihak yang terkait dalam karya ilmiah ini adalah : 1. Untuk pengeluaran modal seperti perbaikan besar, sebaiknya pihak rumah sakit menganalisa terlebih dahulu apakah pengeluaran atas perbaikanaktiva tersebut dapat menambah umur ekonomisnya atau menambah nilai perolehannya sehingga pengkapitalisasian atas biaya tersebut dicatatdengan tepat.

DAFTAR PUSTAKA

  Penerapan Pengakuan dan Pengukuran Aktiva Tetap pada Rumah Sakit Haji Medan, Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera utara, Medan. Alat Kantor dan Rumah Tangga 2.343 unit 1 AC9 unit 2 Sound System1 unit 3 Televisi10 unit 4 Tempat tidur 3 kaki 75 unit 5 Tilam75 buah 6 Lemari pasien75 buah Bed Zel 100 buah 7 8 Masker100 buah 9 Topi operasi100 buah 10 Baju operasi100 buah 11 Celana operasi 100 buah 12 Bantal pasien75 buah 13 Selimut pasien100 buah 14 Sprey 3 kaki150 buah Sarung bantal150 buah 15 16 Kulkas10 unit DAFTAR AKTIVA TETAP RSUD dr.

d. Alat Kedokteran dan Kesehatan 2.788 buah

  Djasamen Saragih Pematangsiantar DAFTAR AKTIVA TETAP RSUD dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar DAFTAR AKTIVA TETAP RSUD dr.

e. Alat Laboratorium 363 buah

1 Clinical Chemistry1 unit 2 Clinical Chemistry Alalyzer c/w Reagent 1 unit 3 Binocular Microsspe Electric 1 unit 4 Fixed Volume Micropipet 1 set 5 Hematology Analyzer 1 unit Sumber: RSUD dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar
Perlakuan Akuntansi Terhadap Aktiva Tetap dan Penerapan Metode Depresiasi pada RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar Berdasarkan Penggunaan Tinjauan Teoritis 1. Pengertian Aktiva Tetap Bidang Keperawatan Sub Bidang Pelayanan Keperawatan Sub Bidang Tenaga Keperawatan Bidang Perencanaan dan Rekam Medis Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis Sub Bidang Pelayanan Medis. Sub Bidang Pelayanan Penunjang Medis Kesimpulan Saran KESIMPULAN DAN SARAN Latar Belakang Masalah PENDAHULUAN Metode Depresiasi Aktiva Tetap Penghentian Aktiva Tetap Penggolongan Aktiva Tetap Metode Pembebanan Yang Menurun i. Pengeluaran Selama Masa Penggunaan Aktiva Tetap Pengertian dan Metode Depresiasi Aktiva Tetap Penggolongan Aktiva Tetap Penyajian Aktiva Tetap dalam Laporan Keuangan Penjualan Pertukaran dengan aktiva lain Perolehan Aktiva Tetap Pengeluaran Selama Masa Penggunaan Aktiva Tetap Perolehan Aktiva Tetap Tinjauan Teoritis 1. Pengertian Aktiva Tetap Sejarah singkat perusahaan Struktur Organisasi Sub Bidang Perencanaan dan Penyusunan Program. Instalasi Tinjauan Penelitian Terdahulu Nama Uraian Tugas Kepala Rumah Sakit Umum Bagian Tata Usaha Sub Bagian Umum, Perlengkapan dan Kepegawaian Sub Bagian Keuangan
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Perlakuan Akuntansi Terhadap Aktiva Tetap dan..

Gratis

Feedback