Feedback

Perlakuan Akuntansi Terhadap Aktiva Tetap dan Penerapan Metode Depresiasi pada RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar

Informasi dokumen
SKRIPSI PERLAKUAN AKUNTANSI TERHADAP AKTIVA TETAP DAN PENERAPAN METODE DEPRESIASI PADA RSUD DR. DJASAMEN SARAGIH PEMATANGSIANTAR OLEH NAMA : DESY AFRIYANI NIM : 080522060 DEPARTEMEN : AKUNTANSI EKS. PROGRAM STUDI STRATA 1 AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “ Perlakuan Akuntansi terhadap Aktiva Tetap dan Penerapan Metode Depresiasi pada RSUD dr. Djasamen Saragih PematangSiantar” adalah benar hasil karya saya sendiri dan judul yang dimaksud belum pernah dimuat, dipublikasikan atau diteliti oleh mahasiswa lain dalam hal penulisan skripsi level Program S-1 Ekstensi Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Semua sumber data dan info yang diperoleh telah dinyatakan dengan jelas, benar apa adanya. Apabila dikemudian hari pernyataan ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh Program S-1 Ekstensi Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Medan, Juni 2011 Yang membuat pernyataan Desy Afriyani Nim: 080522060 Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Alhamdulillah, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan segala nikmat-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini, guna melengkapi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan program strata 1 akuntansi extension Fakultas Ekonomi, Universitas sumatera Utara. Terima kasih yang tak terhingga kepada ayahanda dan Ibunda atas semua dukungan berupa moril, material, dan do’a yang tiada hentinya serta kerja keras yang menghantarkan penulis meraih cita-cita. Juga buat bu Ika, penulis mengucapkan terima kasih atas semua pengorbanan dan dukungan semangat selama mengikuti perkuliahan hingga selesainya skripsi ini. Dalam penyelesaian skripsi ini, penulis banyak menerima bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M. Ec. selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 2. Bapak Drs. Firman Syarif, M.Si, Ak. selaku Ketua Program Studi Strata 1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 3. Ibu Dra. Nurzaimah, MM, Ak. selaku dosen pembimbing yang telah bersedia meluangkan waktu dan fikirannya untuk membimbing dan memberikan petunjuk kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 4. Bapak M. Simba Sembiring, SE. selaku Ka. Sub. Bag. Akademik. Universitas Sumatera Utara 5. Pimpinan dan pegawai RSUD dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar, yang telah memberikan kesempatan serta izin kepada penulis untuk mengadakan penelitian di rumah sakit yang bersangkutan. 6. Adik- adik ku tersayang: Pandu, Kaka, Koko dan Yayang, yang selalu memberikan keceriaan dan kebahagiaan di hati penulis. Semoga Allah SWT memberikan balasan atas semua bantuan yang diberikan. Penulis menyadari skripsi minor ini jauh dari kesempurnaan oleh karena keterbatasan kemampuan penulis. Oleh karena itu , dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi peningkatan mutu penulisan skripsi minor ini. Akhirnya penulis berharap semoga skripsi minor ini dapat menambah dan memperluas pengetahuan kita semua, terima kasih. Medan, Juli 2011 Desy Afriyani NIM. 080522060 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah perlakuan akuntansi terhadap aktiva aetap dan penerapan metode depresiasi pada RSUD dr. Djasamen Saragih PematangSiantar sudah sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 16. Dalam penelitian yang dilakukan penulis menggunakan metode deskriptif, metode deskriptif adalah menyimpulkan, menafsirkan dan mengklarifikasi data sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang didapat penulis dari hasil wawancara langsung dengan staf dan supervisor bagian akuntansi RSUD dr. Djasamen Saragih PematangSiantar. Setelah melakukan penelitian, penulis memperoleh hasil penelitian dengan satu kesimpulan bahwa RSUD dr. Djasamen Saragih PematangSiantar telah menerapkan SAK dengan baik, hanya saja belum melakukan depresiasi terhadap Aktiva Tetap yang dimilikinya. Kata kunci : Akuntansi, Aktiva Tetap, Metode Depresiasi Aktiva Tetap Universitas Sumatera Utara ABSTRACT The purpose of this study was to determine whether the accounting treatment of fixed assets and the application of depreciation methods in RSUD dr. Djasamen Saragih PematangSiantar is in conformity with Statement of Financial Accounting Standards No. 16. In research, writer use descriptive method. Descriptive method is to collect, interpreting and clarifying data as according to condition which in fact. Data type the used is primary data and data of secondary got by writer from result direct interview with head and supervisor acoounting of RSUD dr. Djasamen Saragih PematangSiantar. Research heaving taken steps, writer obtain get result of research with one conclution that RSUD dr. Djasamen Saragih PematangSiantar have applied SAK to plant assets, but only it has’nt done depreciation to their own fix assets. Key word : Accounting, Fixed Assets, Depreciation of Assets Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman PERNYATAAN . i KATA PENGANTAR . i i ABSTRAK . iv ABSTRACT . v DAFTAR ISI . vi DAFTAR GAMBAR . viii DAFTAR TABEL . ix DAFTAR LAMPIRAN . xi BAB I : PENDAHULUAN . 1 A. Latar Belakang Masalah . 1 B. Perumusan Masalah . 3 C. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian . 3 D. Kerangka Konseptual . 5 BAB II : TINJAUAN PUSTAKA 6 A. Tinjauan Teoritis . 6 1. Pengertian Aktiva Tetap . 6 2. Perolehan Aktiva Tetap . 7 3. Pengeluaran Selama Masa Penggunaan Aktiva Tetap . 26 4. Pengertian Dan Metode Depresiasi Aktiva Tetap . 30 5. Penghentian Aktiva Tetap . 45 6. Penggolongan Aktiva Tetap . 53 7. Penyajian Aktiva Tetap dalam Laporan Keuangan . 54 B. Tinjauan Penelitian Terdahulu . 56 BAB III : METODE PENELITIAN 59 A. Jenis Penelitian . 59 B. Jenis Data . 59 C. Teknik Pengumpulan Data . 59 D. Teknik Analisa Data . 60 E. Lokasi Penelitian . 60 Universitas Sumatera Utara BAB IV : ANALISIS DAN EVALUASI . 61 A. Data Penelitian . 61 1. Gambaran Umum RSUD dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar . 61 1.1 Sejarah Singkat Perusahaan . 61 1.2 Struktur Organisasi . 62 1.3 Uraian Tugas . 64 B. Analisa Hasil Penelitian . 75 1. Perolehan Aktiva Tetap . 75 2. Pengeluaran Selama Masa . 76 Penggunaan Aktiva Tetap 3. Metode Depresiasi Aktiva Tetap . 77 4. Penghentian Aktiva Tetap . 77 5. Penggolongan Aktiva Tetap . 78 6. Penyajian Aktiva Tetap dalam Laporan Keuangan Perusahaan . 79 BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN 80 A. Kesimpulan . 80 B. Saran . 81 DAFTAR PUSTAKA . 82 LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Kerangka Konseptual . 5 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Halaman Tabel 2.1 Pengalokasian Bunga yang ditangguhkan .13 Tabel 2.2 Pembayaran PT. Handaka .18 Tabel 2.3 Penyusutan Menurut Metode Straight Line . 32 Tabel 2.4 Penyusutan Menurut Metode sum of the years digit .33 Tabel 2.5 Penyusutan Menurut Metode declining/double declining balance .34 Tabel 2.6 Penyusutan Menurut Metode service hours . 36 Tabel 2.7 Penyusutan Menurut Metode productive output .37 Tabel 2.8 Penyusutan Menurut Metode group and composite tanpa disposisi penjualan 38 Tabel 2.9 Penyusutan Menurut Metode kelompok-kelompok tertutup dengan disposisi penjualan .40 Tabel 2.10 Penyusutan Menurut Metode kelompok-kelompok Terbuka dengan disposisi penjualan 41 Tabel 2.11 Alokasi Harga Perolehan Menurut Metode Penyusutan Komposit .42 Tabel 2.12 Penyusutan Menurut Metode annuity .44 Tabel 2.13 Perhitungan indikasi keuntungan dari PT.Handaka dan PT. Pandu .49 Tabel 2.14 Perhitungan indikasi keuntungan dan indikasi kerugian dari PT.Handaka dan PT. Pandu .50 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Judul Lampiran I Daftar Aktiva Tetap RSUD dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar Lampiran II Bagan Struktur Organisasi RSUD dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah perlakuan akuntansi terhadap aktiva aetap dan penerapan metode depresiasi pada RSUD dr. Djasamen Saragih PematangSiantar sudah sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 16. Dalam penelitian yang dilakukan penulis menggunakan metode deskriptif, metode deskriptif adalah menyimpulkan, menafsirkan dan mengklarifikasi data sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang didapat penulis dari hasil wawancara langsung dengan staf dan supervisor bagian akuntansi RSUD dr. Djasamen Saragih PematangSiantar. Setelah melakukan penelitian, penulis memperoleh hasil penelitian dengan satu kesimpulan bahwa RSUD dr. Djasamen Saragih PematangSiantar telah menerapkan SAK dengan baik, hanya saja belum melakukan depresiasi terhadap Aktiva Tetap yang dimilikinya. Kata kunci : Akuntansi, Aktiva Tetap, Metode Depresiasi Aktiva Tetap Universitas Sumatera Utara ABSTRACT The purpose of this study was to determine whether the accounting treatment of fixed assets and the application of depreciation methods in RSUD dr. Djasamen Saragih PematangSiantar is in conformity with Statement of Financial Accounting Standards No. 16. In research, writer use descriptive method. Descriptive method is to collect, interpreting and clarifying data as according to condition which in fact. Data type the used is primary data and data of secondary got by writer from result direct interview with head and supervisor acoounting of RSUD dr. Djasamen Saragih PematangSiantar. Research heaving taken steps, writer obtain get result of research with one conclution that RSUD dr. Djasamen Saragih PematangSiantar have applied SAK to plant assets, but only it has’nt done depreciation to their own fix assets. Key word : Accounting, Fixed Assets, Depreciation of Assets Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Informasi keuangan disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Laporan keuangan utama yang dihasilkan dari proses akuntansi adalah neraca dan laporan rugi laba. Salah satu pos dalam neraca adalah aktiva tetap. Aktiva tetap dalam neraca yang dibahas merupakan aktiva tetap berwujud yang digunakan oleh perusahaan untuk kegiatan usahanya, tidak dimaksudkan untuk diperjual belikan dan mempunyai masa manfaat atau kegunaan lebih dari satu tahun serta mempunyai nilai material. Aktiva tetap mempunyai peranan yang sangat besar ditinjau dari segi fungsinya. Dari segi jumlah dana yang diinvestasikan diperlukan dana yang besar, disamping pembuatannya yang memerlukan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu , dibutuhkan suatu perencanaan dan pengawasan yang baik oleh manajemen yaitu pertimbanagan-pertimbangan yang tepat, misalnya kebijakan cara perolehan aktiva tetap, metode penyusutan dan pengeluaran-pengeluaran saat pemakaian aktiva tetap dari operasi normal perusahaan. Akuntansi aktiva tetap sangat berarti terhadap kelayakan laporan keuangan, kesalahan dalam menilai aktiva tetap berwujud dapat mengakibatkan kesalahan yang cukup material karena nilai investasi yang ditanamkan pada aktiva tetap relatif besar. Mengingat pentingnya akuntansi aktiva tetap dalam laporan Universitas Sumatera Utara keuangan tersebut, maka perlakuannya harus berdasarkan pada Standar Akuntansi Keuangan (PSAK No.16). Aktiva tetap dapat diperoleh dengan berbagai cara yakni dengan membeli secara tunai, secara kredit, atau angsuran, pertukaran, dibangun sendiri, sumbangan atau donasi. Cara perolehan tersebut akan mempengaruhi pencatatan harga perolehan. Aktiva tetap mempunyai batas waktu tertentu untuk tetap beroperasi secara layak. Oleh karena itu aktiva tetap membutuhkan perbaikan dan pemeliharaan yang membutuhkan dana tidak sedikit untuk itu perlu ditetapkan pengeluaran-pengeluaran yang berhubungan dengan aktiva tersebut apakah sebagai pengeluaran modal (capital expenditure) atau pengeluaran pendapatan (revenue expenditure) Penulis melakukan penelitian di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar. Sebelumnya RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar bernama Rumah Sakit Umum Daerah Kota Pematangsiantar kemudian Pada tanggal 23 April 2007 nama Rumah Sakit Umum Kota Pematangsiantar berubah menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Djasamen Saragih berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 515/ MENKES/SK/IV/2007. Fenomena yang terjadi pada Rumah Sakit Umum Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar menyangkut aktiva tetap berwujudnya, yaitu RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar tidak melakukan penyusutan pada pencatatan aktiva tetapnya, jika ada barang yang rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi maka akan dilakukan penghapusan terhadap aktiva tetap tersebut. Aktiva tetap berwujud yang diperoleh perusahaan seharusnya dilakukan Universitas Sumatera Utara penyusutan secara periodik untuk mengetahui nilai bukunya pada akhir periode akuntansi dan dilaporkan dalam laporan keuangan di dalam neraca berupa akumulasi penyusutan serta dalam laporan rugi laba berupa beban penyusutan. Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk membahas masalah aktiva tetap ini dalam bentuk skripsi dengan judul “ Perlakuan Akuntansi Terhadap Aktiva Tetap dan Penerapan Metode Depresiasi pada RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar”. B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah : “Apakah penerapan akuntansi aktiva tetap pada RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar telah sesuai dengan pernyataan standar akuntansi keuangan No. 16 ?” C. Tujuan dan Manfaat Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Apakah penerapan akuntansi aktiva tetap pada RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar telah sesuai dengan pernyataan standar akuntansi keuangan No. 16. Adapun manfaat dari hasil penelitian ini adalah: 1. Bagi penulis, Penelitian ini berguna untuk pengembangan pengetahuan dan wawasan di dalam pemahaman tentang pengelolaan aktiva tetap dalam suatu perusahaan. Universitas Sumatera Utara 2. Hasil dari penelitian dapat memberikan masukan bagi perusahaan yang diteliti dan melalui penelitian perusahaan dapat menyelesaikan masalah yang terjadi pada perusahaannya, yaitu tentang akuntansi aktiva tetap berwujud agar dapat dijalankan dengan baik untuk kemajuan perusahaan. 3. Sebagai bahan masukan bagi orang lain yang ingin melakukan penelitian yang berkaitan dengan judul ini. Universitas Sumatera Utara D. Kerangka Konseptual Dalam penelitian ini, penulis menggunakan kerangka konseptual untuk membantu melakukan pemahaman dan pembahasan masalah seperti di bawah ini: Perlakuan Akuntansi Aktiva Tetap Dan Metode Depresiasi Akuntansi Aktiva Tetap RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar Akuntansi Aktiva Tetap Menurut PSAK NO. 16 Analisis Kesimpulan dan saran Gambar 1.1 Keterangan: Kerangka konseptual di atas menerangkan tentang perbandingan perlakuan akuntansi aktiva tetap yang diterapkan di RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar dengan PSAK No. 16, kemudian di analisis dan dari hasil analisis tersebut penulis memberikan kesimpulan dan saran. Universitas Sumatera Utara BAB : Harga perolehan mesin giling Rp. 408.500.000,00 Akumulasi Penyusutan mesin giling Rp. 245.100.000,00*) Nilai buku mesin giling Rp. 163.400.000,00 Biaya yang dikeluarkan perusahaan Rp. 65.000.000,00_ Nilai buku baru mesin giling Rp. 228.400.000,00 *) Akumulasi penyusutan mesin giling selama 15 tahun = Rp. 16.340.000 x 15 = Rp. 245.100.000 Pengeluaran modal tersebut menambah 10 tahun umur ekonomis mesin giling, sehingga umur ekonomis mesin tersebut menjadi 20 tahun lagi dengan besar penyusutan mesin giling per tahun sebesar Rp. 11.420.000,00 yang dihitung sebagai berikut: Universitas Sumatera Utara Penyusutan mesin giling = per tahun Rp. 228.400.000 20 = Rp. 11.420.000 Dengan adanya pemisahan kedua jenis pengeluaran itu menimbulkan masalah untuk menggolongkan pengeluaran mana yang dianggap sebagai pengeluaran penghasilan dan mana yang diaanggap sebagai pengeluaran modal. Selama suatu aktiva tetap dipergunakan dalam operasi perusahaan, maka pengeluaran yang dilakukan adalah sebagai berikut : a. Pemeliharaan Pemeliharaan adalah pengeluaran untuk memelihara agar aktiva tetap yang bersangkutan tidak cepat rusak atau usang dan tetap dalam kondisi yang baik agar dapat melaksanakan fungsinya dalam operasi perusahaan. Pengeluaran tersebut dibukukan sebagai biaya seperti pelumasan, pengecatan dan lain lain. b. Penambahan Penambahan adalah pengeluaran yang dilakukan untuk menambah, memperluas atau memperbesar kuantiti dari aktiva tetap. Pada umumnya akan dikapitalisasikan keperkiraan aktiva tetap dan akan disusutkan selama umur ekonomis. c. Perbaikan Perbaikan adalah pengeluaran yang dilakukan untuk mengembalikan kondisi suatu aktiva tetap yang rusak agar aktiva tetap tersebut dapat bekerja secara normal kembali. d. Penggantian Universitas Sumatera Utara Penggantian adalah pengeluaran yang dilakukan untuk mengganti bagian yang rusak dari aktiva tetap. Biaya dari penggantian ini dapat dibebankan ke expenses atau dikapitalisasikan ke perkiraan aktiva tetap. Hal ini tergantung pada besar kecilnya penggantian tersebut. e. Penambahan nilai Penambahan nilai adalah pengeluaran yang dilakukan untuk memperbaiki aktiva tetap (kemungkinan aktiva tersebut tidak dalam keadaan rusak) dengan maksud tidak hanya sekedar agar aktiva tetap tersebut dapat menjalankan fungsinya, melainkan juga untuk menambah nilai atau memperpanjang umur ekonomis dari aktiva tetap tersebut. Pengeluaran ini dikapitalisasikan keperkiraan aktiva tetap apabila menambah nilai. 4. Penyusutan Aktiva Tetap Seluruh aktiva tetap milik perusahaan harus disusutkan. Nilai penyusutan tergantung pada metode yang digunakan oleh perusahaan, terkecuali untuk aktiva berbentuk tanah yang tidak dapat disusutkan kecuali tanah tersebut merupakan lokasi tambang. Menurut PSAK No. 17 paragraf 02 (IAI:2004) “Penyusutan adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi”. Tiga faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan jumlah beban penyusutan yang diakui setiap periode menurut Warren, Reeve dan Fess Universitas Sumatera Utara (2005:497) yaitu: “(a) biaya awal aktiva tetap, (b) umur manfaat yang diperkirakan, dan (c) estimasi nilai pada akhir umur manfaat”. Metode penyusutan yang dapat digunakan perusahaan untuk mengalokasikan biaya perolehan aktiva tetapnya menurut PSAK No. 17 paragraf 01 (IAI:2004) dapat dikelompokkan dalam kriteria sebagai berikut: a. berdasarkan waktu: 1) metode garis lurus (straight-line method) 2) metode pembebanan yang menurun: - metode jumlah-angka-tahun (sum-of-the-years-digit method); - metode saldo-menurun / saldo-menurun-ganda (declining/doubledeclining balance method). b. berdasarkan penggunaan: 1) metode jam-jasa (service-hours method); 2) metode jumlah unit produksi (productive-output method). c. berdasarkan kriteria lainnya: 1) metode berdasarkan jenis dan kelompok (grup and composite method); 2) metode anuitas (annuity method); 3) metode persediaan (inventory systems). Metode garis lurus Metode garis lurus menghasilkan beban penyusutan yang bernilai sama besar tiap tahunnya serta penurunan manfaat aktiva tetap yang konstan dari periode ke periode. Beban penyusutan = Biaya perolehan – Nilai residu _ per tahun Taksiran masa manfaat aktiva (dalam tahun) Beban penyusutan per tahun = (Biaya perolehan – Nilai residu) x Tarif garis lurus Tarif garis lurus = 100% _ _ Taksiran masa manfaat Universitas Sumatera Utara Contoh : Peralatan dibeli seharga Rp. 15.000.000,- nilai residu ditaksir Rp. 2.500.000,estimasi umur manfaatnya 5 tahun, maka Beban penyusutan = Rp. 15.000.000 – Rp. 2.500.000 _ = Rp. 2.500.000,per tahun 5 Tabel 2.1 Penyusutan Menurut Metode Garis Lurus Tahun Biaya Perolehan Tarif Beban Penyusutan Akumulasi Penyusutan 1 2 3 4 5 15.000.000 15.000.000 15.000.000 15.000.000 15.000.000 20% 20% 20% 20% 20% 2.500.000 2.500.000 2.500.000 2.500.000 2.500.000 2.500.000 5.000.000 7.500.000 10.000.000 12.500.000 (Rp) Nilai Buku 15.000.000 12.500.000 10.000.000 7.500.000 5.000.000 2.500.000 Sumber: Olahan sendiri, 2010 Metode jumlah angka tahun Dengan metode jumlah angka tahun, beban penyusutan berkala akan menurun sepanjang umur taksiran itu karena angka pecahan yang dikalikan setiap tahun ke harga perolehan dikurangi taksiran nilai residu semakin kecil. Penyebut dari pecahan itu tetap, yaitu jumlah angka-angka yang menunjukkan umur dari aktiva. Pembilang dari pecahan itu, yang setiap tahunnya berubah, adalah jumlah sisa umur aktiva. Beban penyusutan = Biaya perolehan x Periode manfaat yang tersisa yang tersusutkan Jumlah angka – tahun Jumlah angka – tahun = N (N+1)_ 2 N : masa manfaat aktiva (tahun) Universitas Sumatera Utara Dengan contoh yang sama maka penyusutan peralatan sebagai berikut: Tabel 2.2 Penyusutan Menurut Metode Jumlah Angka – Tahun Tahun Biaya Perolehan Tarif Beban Penyusutan Akumulasi Penyusutan 1 2 3 4 5 15.000.000 15.000.000 15.000.000 15.000.000 15.000.000 5/15 4/15 3/15 2/15 1/15 4.166.667 3.333.333 2.500.000 1.666.667 833.333 4.166.667 7.500.000 10.000.000 11.666.667 12.500.000 (Rp) Nilai Buku 15.000.000 10.833.333 7.500.000 5.000.000 3.333.333 2.500.000 Sumber: Olahan sendiri, 2010 Metode saldo menurun Dalam metode saldo menurun, beban penyusutan makin menurun dari tahun ke tahun, sesuai dengan anggapan semakin tua aktiva tetap, kemampuan berkapasitasnya juga semakin menurun. Tarif penyusutan = 1 – n Nilai residu : Biaya Perolehan n : estimasi masa manfaat Dengan contoh yang sama, maka penyusutan dapat dihitung sebagai berikut: Tarif penyusutan = 1 – 5 Rp. 2.500.000 : Rp. 15.000.000 = 0.3 = 30% Universitas Sumatera Utara Tabel 2.3 Penyusutan Menurut Metode Saldo Menurun Tahun Biaya Perolehan Tarif Beban Penyusutan Akumulasi Penyusutan 1 2 3 4 5 15.000.000 15.000.000 15.000.000 15.000.000 15.000.000 30% 30% 30% 30% 30% 4.500.000 3.150.000 2.205.000 1.543.500 1.080.450 4.500.000 7.650.000 9.855.000 11.398.500 12.478.950 (Rp) Nilai Buku 15.000.000 10.500.000 7.350.000 5.145.000 3.601.500 2.521.050 Sumber: Olahan sendiri, 2010 Metode Saldo Menurun Ganda Metode saldo menurun ganda menghitung beban penyusutan per periode dengan melipatduakan tarif penyusutan metode garis lurus dan mengalikannya dengan nilai buku aktiva tetap. Penyusutan = 2 x Tarif garis lurus x Nilai buku pada awal tahun per tahun Dengan contoh yang sama, maka penyusutan dapat dihitung sebagai berikut: Tarif penyusutan = 2 x 20% = 40% Tabel 2.4 Penyusutan Menurut Metode Saldo Menurun Ganda Tahun Biaya Perolehan Tarif Beban Penyusutan Akumulasi Penyusutan 1 2 3 4 5 15.000.000 15.000.000 15.000.000 15.000.000 15.000.000 40% 40% 40% 40% 40% 6.000.000 3.600.000 2.160.000 1.296.000 777.600 6.000.000 9.600.000 11.760.000 13.056.000 13.833.600 (Rp) Nilai Buku 15.000.000 9.000.000 5.400.000 3.240.000 1.944.000 1.166.400 Sumber: Olahan sendiri, 2010 Universitas Sumatera Utara Metode Jam Jasa Metode jam jasa beranggapan bahwa nilai aktiva tetap merupakan sejumlah jam produksi, sehingga taksiran umur aktiva tetap itu tergantung pada jumlah jam kerja produksi yang dipakainya. Beban penyusutan dihitung sesuai dengan penggunaan jam kerja aktiva itu selama berproduksi. Penyusutan per jam = Biaya Perolehan – Nilai Residu _ Taksiran total jam kerja produktif Beban penyusutan = Jumlah jam kerja x Penyusutan per jam Dengan contoh di atas dan jam kerja peralatan ditaksir 50.000 jam maka: Penyusutan per jam = Rp. 15.000.000 – Rp. 2.500.000 _ = Rp. 250,50.000 Tabel 2.5 Penyusutan Menurut Metode Jam Jasa Tahun Jam kerja Tarif Beban Penyusutan Akumulasi Penyusutan 1 2 3 4 5 12.000 8.000 9.000 14.000 7.000 250 250 250 250 250 3.000.000 2.000.000 2.250.000 3.500.000 1.750.000 3.000.000 5.000.000 7.250.000 10.750.000 12.500.000 (Rp) Nilai Buku 15.000.000 12.000.000 10.000.000 7.750.000 4.250.000 2.500.000 Sumber: Olahan sendiri, 2010 Metode jumlah unit produksi Dalam metode unit produksi taksiran manfaat dinyatakan dalam kapasitas GA OFFIC EER MEURE BO ESTATE MANA GER HEAD OF AGRONOMI PLAN PROTECT ION SURVE YOR CULTURE TECHNIC TRAKSI & HEAVY EQUIPMENT CENTRAL ADMINISTR ATION Universitas Sumatera Utara HECTARE STATEMENT RUBBER TAHUN 2009 PT. BETAMI Divisi I A B Ha 06 07 08 09 06 07 08 09 10 11 12 C 06 07 08 09 10 11 12 D 06 07 08 09 10 11 E F 03 04 05 06 07 08 03 04 05 06 Sub Total Divisi II F G 11 12 13 08 09 10 11 12 13 14 15 H 07 08 09 10 11 12 13 14 15 I 09 10 11 12 13 14 15 11 12 13 14 15 J Sub Total Total JUMLAH POKOK Luas BLOK 1981 1983 1984 1985 1986 5,00 6,00 7,00 4,00 4,00 27,00 23,00 5,00 5,00 11,00 5,00 18,00 25,00 18,00 18,00 10,00 11,00 1,00 6,00 9,00 8,00 16,00 12,00 2,00 1,00 2,00 8,00 16,00 12,00 3,00 22,00 24,00 18,00 12,00 374,00 1.167 1.944 1.167 - 455 2.506 - 551 4.678 551 1.100 551 - 1.029 1.029 1.441 823 823 4.733 412 - 4.278 2.961 7.431 10.290 2,00 2,00 2,00 5,00 7,00 16,00 2,00 9,00 5,00 13,00 8,00 5,00 7,00 6,00 9,00 11,00 21,00 26,00 18,00 6,00 5,00 10,00 26,00 15,00 17,00 20,00 6,00 3,00 6,00 8,00 12,38 5,00 313,38 - - - - 687,38 4.278 2.961 7.431 1988 1989 1990 1991 1992 1998 1999 2000 Jumlah Trees Pokok per Ha Task 370 370 3.704 3.316 1.110 8.870 248 1.736 1.240 2.979 2.481 248 4.464 992 2.480 16.868 1.565 1.304 1.822 527 262 522 2.086 4.171 2.868 782 5.215 1.565 3.652 26.341 465 232 699 1.396 - 1.255 1.255 1.567 2.351 2.613 2.351 1.829 262 522 522 12.017 - - 1.029 1.029 1.441 823 823 5.654 5.925 1.647 1.250 3.499 1.718 4.242 4.944 3.316 4.544 2.481 2.414 248 1.567 2.351 2.613 4.173 3.084 527 262 522 2.086 4.171 3.130 782 5.737 6.029 4.644 3.002 91.707 206 172 206 206 206 209 258 329 250 318 344 236 198 184 252 248 219 248 261 261 327 261 257 264 262 261 261 261 261 261 261 251 258 250 245 4 4 6 3 3 24 26 7 5 15 7 18 21 14 19 11 10 1 7 10 9 18 13 2 1 2 9 18 13 3 25 27 20 13 388 - - - - 1.162 680 2.916 735 1.268 678 875 888 9.202 655 101 2.318 1.630 180 1.995 1.373 2.378 3.363 2.729 974 3.545 2.923 2.923 449 95 27.631 111 211 104 97 108 631 - 241 482 273 486 2.171 1.206 812 498 399 384 1.345 494 133 942 1.856 275 433 598 3.389 2.894 965 20.276 965 997 809 1.089 1.793 1.595 846 1.447 1.930 11.471 241 482 273 1.162 1.335 3.017 486 2.171 1.206 2.318 1.630 735 1.268 1.670 2.493 2.758 3.861 4.812 3.320 1.107 942 2.821 4.817 4.165 4.718 5.631 1.690 846 1.447 1.930 2.894 965 69.211 121 241 137 232 191 189 243 241 241 178 204 147 181 278 277 251 184 185 184 185 188 282 185 278 278 282 282 282 241 241 234 193 221 - 10.290 8.870 16.868 26.341 10.598 27.631 1.886 12.017 20.276 11.471 160.918 234 388 Head of Agronomy Ir. Zulaina Universitas Sumatera Utara Remaks Seksi A C : 06 C : 07 C : 08 C : 09 E : 06 F : 04 F : 05 F : 06 Seksi B B : 06 07 08 09 11 12 C : 11 Seksi C A : 06 07 08 B : 09 11 HECTARE STATEMENT RUBBER TAHUN 2009 PT. BETAMI Divisi I A B Ha 06 07 08 09 06 07 08 09 10 11 12 C 06 07 08 09 10 11 12 D 06 07 08 09 E 03 04 05 06 07 08 03 04 05 06 10 11 F Sub Total Divisi II F G 11 12 13 08 09 10 11 12 13 14 15 H 07 08 09 10 11 12 13 14 15 I 09 J Sub Total Total HA Luas BLOK 10 11 12 13 14 15 11 12 13 14 15 1981 1983 1984 1985 1986 1988 1989 1990 1991 1992 1998 1999 2000 TOTAL POKOK POKOK PER HA 5,00 6,00 7,00 4,00 4,00 27,00 23,00 5,00 5,00 11,00 5,00 18,00 25,00 18,00 18,00 10,00 11,00 1,00 6,00 9,00 8,00 16,00 12,00 2,00 1,00 2,00 8,00 16,00 12,00 3,00 22,00 24,00 18,00 12,00 374,00 3,54 6,11 3,40 13,05 1,43 10,63 12,06 2,63 18,16 2,20 3,46 1,60 28,06 5,00 6,00 7,00 4,00 4,00 22,60 1,60 50,20 1,77 1,44 18,73 18,00 5,06 44,99 0,75 7,37 6,27 11,80 10,00 1,00 17,77 3,84 9,91 68,72 6,20 5,94 6,99 2,00 1,00 2,00 8,00 16,00 11,00 3,00 20,00 6,23 14,16 102,51 1,81 0,70 2,80 5,31 - 4,88 4,88 6,00 9,00 8,00 9,01 7,12 1,00 2,00 2,09 44,22 - - 1.029 1.029 1.441 823 823 5.654 5.925 1.647 1.250 3.499 1.718 4.242 4.944 3.316 4.544 2.481 2.414 248 1.567 2.351 2.613 4.173 3.084 527 262 522 2.086 4.171 3.130 782 5.737 6.029 4.644 3.002 91.707 206 172 206 206 206 209 258 329 250 318 344 236 198 184 252 248 219 248 261 261 327 261 257 264 262 261 261 261 261 261 261 251 258 250 245 2,00 2,00 2,00 5,00 7,00 16,00 2,00 9,00 5,00 13,00 8,00 5,00 7,00 6,00 9,00 11,00 21,00 26,00 18,00 6,00 5,00 10,00 26,00 15,00 17,00 20,00 6,00 3,00 6,00 8,00 12,38 5,00 313,38 - - - - - - - 5,00 3,57 15,46 5,00 7,00 2,44 3,49 4,83 46,79 3,43 0,54 13,00 8,00 0,65 7,20 5,48 12,93 18,17 14,80 5,28 19,13 10,53 10,53 1,59 0,34 131,60 0,44 1,15 0,56 0,53 0,39 3,07 - 2,00 2,00 2,00 2,00 9,00 5,00 2,92 1,80 1,59 2,09 7,27 2,68 0,72 5,00 6,58 1,48 1,56 2,15 12,04 12,38 5,00 87,26 3,42 5,38 2,91 3,92 6,37 5,66 3,00 6,00 8,00 44,67 241 482 273 1.162 1.335 3.017 486 2.171 1.206 2.318 1.630 735 1.268 1.670 2.493 2.758 3.861 4.812 3.320 1.107 942 2.821 4.817 4.165 4.718 5.631 1.690 846 1.447 1.930 2.894 965 69.211 121 241 137 232 191 189 243 241 241 178 204 147 181 278 277 251 184 185 184 185 188 282 185 278 278 282 282 282 241 241 234 193 221 687,38 13,05 12,06 28,06 50,20 44,99 68,72 102,51 52,09 131,60 7,95 44,22 87,26 44,67 160.918,00 234,10 Head of Agronomy Ir. Zulaina Universitas Sumatera Utara PT BETAMI LAPORAN TANAMAN MENGHASILKAN TAHUN 2009 Perubahan selama Periode Berjalan Saldo Penambahan Awal Saldo Pengurangan Akhir Biaya Perolehan: Kelapa sawit 4.481.865.253 - - 4.481.865.253 Karet 6.308.255.147 - - 6.308.255.147 10.790.120.400 - - 10.790.120.400 Kelapa sawit 2.454.479.749 224.093.263 - 2.678.573.012 Karet 3.454.696.569 315.412.757 - 3.770.109.326 Sub Jumlah 5.909.176.318 539.506.020 - 6.448.682.338 Nilai Buku 4.880.944.082 Sub Jumlah Akumulasi Penyusutan: 4.341.438.062 Rincian Tanaman yang telah menghasilkan menurut lokasi operasi perusahaan adalah sebagai berikut: Lokasi Rantau Estate Meurebo Estate Jumlah 2009 (dalam Ha) 1.175 47 1.222 Medan, 31 Desember 2009 Head of Finance and Account Arif Hartono Universitas Sumatera Utara PT BETAMI DAFTAR AKTIVA TETAP DAN AKUMULASI PENYUSUTAN 31 Desember 2009 Keterangan Harga Perolehan : Tanaman menghasilkan Tanaman belum menghasilkan Bangunan Jalan,jembatan, dan sal. Air Kendaraan dan alat berat Alat berat Mesin dan Instalasi Inventaris dan alat pertanian Akumulasi Penyusutan : Tanaman menghasilkan Bangunan Jalan,jembatan, dan sal. Air Kendaraan dan alat berat Alat berat Mesin dan Instalasi Inventaris dan alat pertanian Nilai Buku Saldo Awal Rp Penambahan Rp 10.790.120.400 29.402.374.298 1.476.710.181 2.001.494.287 4.181.411.677 5.284.156.790 566.107.250 201.088.798 53.903.463.681 11.227.803.720 693.988.131 1.298.171.826 1.305.425.000 7.525.000 145.246.000 14.678.159.677 5.909.176.318 423.628.314 218.343.036 1.494.994.756 790.800.679 221.768.493 131.645.126 9.190.356.722 44.713.106.959 539.506.020 217.069.831 164.983.306 677.960.480 528.415.679 57.363.225 53.672.417 2.238.970.958 Pengurangan Rp 1.280.000.000 1.280.000.000 320.000.000 - 320.000.000 Saldo Akhir Rp 10.790.120.400 40.630.178.018 2.170.698.312 3.299.666.113 4.206.836.677 5.284.156.790 573.632.250 346.334.798 67.301.623.358 6.448.682.338 640.698.145 383.326.342 1.852.955.236 1.319.216.358 279.131.718 185.317.543 11.109.327.680 56.192.295.678 Medan, 31 Desember 2009 Head of Finance and Account Arif Hartono Universitas Sumatera Utara PT BENIH TAMIANG NERACA 31 DESEMBER 2009 Keterangan AKTIVA Aktiva Lancar Kas dan setara kas Piutang Persediaan Jumlah Aktiva Lancar Aktiva Tetap Harga perolehan aktiva tetap Akumulasi penyusutan Nilai buku aktiva tetap Aktiva Lain-lain 2009 ( Rp ) 2008 ( Rp ) 1 2 3 12.686.061.720 1.158.809.463 13.844.871.183 682.100.349 12.322.055.774 1.154.046.979 14.158.203.102 4 67.301.623.358 11.109.327.680 56.192.295.678 53.903.463.681 9.190.356.722 44.713.106.959 5 34.985.546.989 28.390.577.542 105.022.713.850 87.261.887.603 429.999.700 116.519.109 194.631.833 1.180.502.303 82.906.412 354.027.956 181.372.891 142.184.674 494.754.736 82.906.412 2.004.559.357 1.255.246.669 43.855.120.000 1.390.740.572 20.843.366.111 49.778.562.869 3.086.674.900 Catatan TOTAL AKTIVA KEWAJIBAN DAN EKUITAS Kewajiban Jangka Pendek Hutang dagang Hutang pajak Hutang jamsostek Biaya yang masih harus dibayar Hutang antar cabang Jumlah Kewajiban Jangka Pendek Kewajiban Jangka Panjang Hutang bank Hutang leasing Hutang Pemegang Saham Hutang antar group Hutang Lain-lain Jumlah Kewajiban Jangka Panjang Ekuitas Modal saham yang ditempatkan Laba (rugi) ditahan Laba (rugi) tahun berjalan Jumlah Ekuitas TOTAL KEWAJIBAN DAN EKUITAS 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 360.000.000 347.888.332 835.714.000 66.449.226.683 54.048.840.101 3.000.000.000 28.957.800.833 5.497.196.505 37.454.997.338 3.000.000.000 23.725.119.928 5.232.680.905 31.957.800.833 105.908.783.378 87.261.887.603 Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan Universitas Sumatera Utara
Perlakuan Akuntansi Terhadap Aktiva Tetap dan Penerapan Metode Depresiasi pada RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Perlakuan Akuntansi Terhadap Aktiva Tetap dan Penerapan Metode Depresiasi pada RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar

Gratis