Pengaruh Program Life Skill Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai Terhadap Keberfungsian Sosial Anak Asuh

 2  24  109  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

PENGARUH PROGRAM LIFE SKILL YAYASAN AL JAM’IYATUL WASHLIYAH BINJAI TERHADAP KEBERFUNGSIAN SOSIAL ANAK ASUH SKRIPSI Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan untuk Menyelesaikan Pendidikan Strata 1 (S1) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Disusun oleh : DEWI MARIANA 060902015 DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA M E D A N 2 0 1 1

PENGARUH PROGRAM LIFE SKILL YAYASAN AL JAM’IYATUL WASHLIYAH BINJAI TERHADAP KEBERFUNGSIAN SOSIAL ANAK ASUH SKRIPSI Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan untuk Menyelesaikan Pendidikan Strata 1 (S1) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Disusun oleh : DEWI MARIANA 060902015 DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA M E D A N 2 0 1 1 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL HALAMAN PENGESAHAN Skripsi ini telah dipertahankan di depan penguji skripsi Departemen IlmuKesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas SumateraUtara pada : Nama : Dewi MarianaNIM : 060902015 Judul : Pengaruh Program Life Skill Yayasan Al - Jam’iyatul Washliyah Binjai Terhadap Keberfungsian Sosial Anak Asuh. Yang dilaksanakan pada :Hari/Tanggal :Pukul :Tempat : TIM PENGUJI Tanda Tangan Ketua Penguji : (……………………..)Penguji I : (……………………..)Penguji II : (……………………..)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

HALAMAN PERSETUJUAN

  Dari hasil perhitungan diperoleh r xy = 0,518 dengan kata lain kofisien korelasi bernilai positif yang artinya kenaikan variabel yang satu akan diikuti oleh kenaikanvariabel yang lainnya. Hasil perhitungan melalui uji hipotesis pada tabel kofisien korelasi product moment taraf signifikan 5% (0,444) untuk n = 20 diperoleh bahwaternyata r-hitung lebih besar dari r-tabel atau 0,518 > 0,444 sehingga hipotesis alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak yang berarti terdapat pengaruh programlife skill yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai terhadap Keberfungsian SosialAnak asuh.

KATA PENGANTAR

  Kepada Ibu Zuraida dan seluruh staff administrasi FISIP USU yang telah menjalankan tugas dan fungsi dengan baik, penulis mengucapkanterima kasih atas segala pelayanan yang telah bapak dan ibu berikan serta permohonan maaf penulis atas segala kesalahan selama berurusanberkaitan dengan administrasi. Sos, yang telah membesarkan penulis dan selalu memberikan dukungan moril maupun materil dari masa kecil hingga sekarang, bersusah payah dan tanpa pamrih berbuat yang terbaik demikemajuan anak-anaknya yang tidak akan mungkin penulis lupakan sampai akhir hayat.

DAFTAR LAMPIRAN

  Dari hasil perhitungan diperoleh r xy = 0,518 dengan kata lain kofisien korelasi bernilai positif yang artinya kenaikan variabel yang satu akan diikuti oleh kenaikanvariabel yang lainnya. Hasil perhitungan melalui uji hipotesis pada tabel kofisien korelasi product moment taraf signifikan 5% (0,444) untuk n = 20 diperoleh bahwaternyata r-hitung lebih besar dari r-tabel atau 0,518 > 0,444 sehingga hipotesis alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak yang berarti terdapat pengaruh programlife skill yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai terhadap Keberfungsian SosialAnak asuh.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja, yang disebabkan antara lain: perusahaan yang menutup atau mengurangivolume usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif, peraturan yang menghambat inventasi, hambatan dalam proses ekspor impor, danlain-lain (Susanto, 2000). Untuk tahun 2001, dari sekitar 38,4 juta yang terdaftar di SD dan Madrasah, hanya 9,4 juta yang masuk ke SLTP, 5,6 juta kemudian /content/890056 diakses pada tanggal 26 Mei 2010 pada pukul 13.30) Salah satu institusi yang berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah Panti Asuhan.

1.4 Sistematika Penulisan

  BAB II : TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisikan uraian dan konsep yang berkaitan dengan masalah dan objek yang diteliti, kerangka pemikiran, defenisi konsep dandefenisi operasional. BAB VI : PENUTUP Bab ini berisikan kesimpulan dan saran yang bermanfaat sehubungan dengan penelitian yang telah dilakukan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Life skill

2.1.1. Pengertian Life Skill

  WHO mengelompokkan kecakapan hidup ke Berdasarkan uraian tersebut, dapat diketahui bahwa hakikat pendidikan kecakapan hidup dalam pendidikan nonformal adalah upaya meningkatkanketerampilan pengetahuan, sikap dan kemampuan yang memungkinkan warga belajar dapat hidup mandiri. Pengertian OperasionalIstilah life skills menurut pengertian operasional adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk mau dan berani menghadapi problema hidup dan penghidupan secarawajar tanpa merasa tertekan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya.

2.1.2. Ciri Pendidikan Life Skill

  Terjadi keselarasan kegiatan belajar untuk mengembangkan diri, belajar usaha mandiri dan usaha bersama. Terjadi pendampingan teknis untuk bekerja atau membentuk usaha bersama( Depdiknas, 2010) Apabila dihubungkan dengan pekerjaan tertentu, life skill dalam lingkup pendidikan nonformal ditujukan pada penguasaan vokasional skills yang intinyaterletak pada penguasaan keterampilan secara khusus.

2.1.3. Tujuan Life Skill

  Tujuan UmumPendidikan kecakapan hidup yang diselenggarakan melalui jalur pendidikan non formal bertujuan meningkatkan keterampilan, pengetahuan dan sikap wargabelajar di bidang pekerjaan/usaha tertentu sesuai dengan bakat, minat perkembangan fisik dan jiwa serta potensi lingkungan, sehingga mereka memiliki bekal kemampuanuntuk bekerja atau berusaha mandiri yang dapat dijadikan bekal untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Memiliki keterampilan, pengetahuan dan sikap yang dibutuhkan dalam memasuki dunia kerja baik, bekerja mandiri (wirausaha) dan/atau bekerja padasuatu perusahaan produksi/jasa dengan penghasilan yang semakin layak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

2.1.4. Kriteria dan Sasaran Life Skill

  Ketersediaan nara sumber teknis dan prasarana untuk praktek keterampilan yang memadai. Diprioritaskan bagi masyarakat usia 16 - 44 tahun yang tidak sekolah dan tidak bekerja.

2.1.5. Manfaat Life Skill

  Oleh karenaitu, pemilihan keterampilan yang akan dipelajari oleh warga belajar didasarkan atas kebutuhan masyarakat, potensi lokal dan kebutuhan pasar, sehingga diharapkanmemberikan manfaat yang positif bagi warga belajar, masyarakat sekitar dan pemerintah. Memiliki penghasilan yang dapat digunakan untuk meningkatkan profesionalisme dan atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebihtinggi.

2.2. Panti Asuhan Sebagai Lembaga Sosial

  Salah satu fungsi lembaga kesejahteraan sosial adalah kesejahteraan anak, yaitu bimbingan sosial dan pelayanan panti untuk anak-anak, yang mencakup anak-anak terlantar yang tergantung pada bantuan orang lain, anak-anak di luar pernikahan yang sah yang menjalani persoalan perilaku yang serius (Sumarnonugroho, 1987: 46). Fungsi PengembanganMengembangkan kemampuan atau potensi anak asuh sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan yang baik sehingga anak tersebut dapat menjadi anggotamasyarakat yang hidup layak dan penuh tanggungjawab terhadap dirinya, keluarga maupun masyarakat.

2.3. Keberfungsian Sosial

  Juga dapat diartikan sebagai kegiatan-kegiatan yang dianggap penting dan pokok bagi Keberfungsian sosial keluarga mengandung pengertian pertukaran dan kesinambungan, serta adaptasi resprokal antara keluarga dengan anggotannya, denganlingkungannya, dengan tetangganya dan lain-lain. Situasisosial merupakan kombinasi antara masyarakat dengan setting seseorang dikatakan tidak berfungsi sosial adalah orang yang tingkah lau atau peranan yangdiharapkan masyarakat sesuai dengan status soial yang mereka miliki (htp://www.keberfungsian-sosialpage 3 htm, di akses pada tanggal 4 juni 2010 pukul 10.45)Keberfungsian sosial dipandang sebagai kemampuan untuk memenuhi kebutuhan.

2.4. Keterampilan dan Keberfungsian Sosial

  Tanpa keberfungsian sosial, kehidupan masyarakat akan menjadi tidak Pelatihan keterampilan komputer dan sablon akan menghasilkan keberfungsian sosial yang baik bagi anak asuh di Yayasan Al Jam’iyatul WashliyahKota Binjai yaitu meningkatnya keterampilan hidup anak asuh, pemenuhan kebutuhan hidup (sandang, pangan, papan), peningkatan pendapatan dan taraf hidup anak asuhserta tabungan anak asuh. Dengan bekal kecakapan hidup yang baik, diharapkan para lulusan akan mampu memecahkan problema kehidupan yang dihadapinya, termasuk mencari ataumenciptakan pekerjaan bagi mereka yang tidak melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi .

2.5. Kesejahteraan Sosial

  Kesejahteraan sosial dalam artian yang sangat luasmencakup berbagai tindakan yang dilakukan manusia untuk mencapai tingkat masyarakat yang lebih baik. Menurut Elizabet Wickenden, Kesejahteraan Sosial adalah peraturan perundangan, program, tunjangan, dan pelayanan, yang menjamin, atau memperkuatpelayanan untuk memenuhi kebutuhan sosial yang mendasar dari masyarakat serta menjaga ketentraman dalam masyarakat.

2.6. Kerangka Pemikiran

  Kecakapan hidup adalah upaya untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan kemampuan yang memungkinkan peserta didik dapat hidup learning to learn (belajar untuk tahu cara belajar), learning to do (belajar untuk dapat berbuat/melakukan pekerjaan), learning to be (belajar agar dapat menjadi orang yang berguna sesuai dengan minat, bakat dan potensi diri), dan learning to live together(belajar untuk dapat hidup bersama dengan orang lain). Anak asuh yang menerima program life skill diharapkan mampu belajar untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang diminatinya, dapat menumbuhkankemandirian, dapat menghasilkan sebuah karya, memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan tersebut untuk meningkatkan kualitas hidupnya serta membantu oranglain yang membutuhkannya.

2.6. Hipotesis

  Pengaruh adalah suatu kondisi yang timbul akibat tindakan-tindakan yang dilakukan yang ikut membentuk cara berfikir, sikap dan perbuatan seseorang danatau masyarakat yang diarahkan pada tercapainya tujuan-tujuan yang telah digariskan dalam keputusan kebijaksanaan dan pelaksanaan program. 35 Binjai dimana yayasan ini berfungsi sebagai wadah partisipasi sosial yang menampung, mengasuh, mendidik dan membinawarga masyarakat yang mengalami masalah Kesejahteraan Sosial, antara lain:Fakir miskin, anak terlantar, anak yatim, anak piatu, dan anak yatim piatu yang berasal dari wilayah Propinsi Sumatera Utara dan Nangroe Aceh Darussalam.

2.8. Defenisi Operasional

  Maka perlu operasionalisasi dari konsep-konsep yang digunakan untuk bertujuan menggambarkan perilaku ataugejala yang dapat diamati dengan kata-kata yang dapat diuji dan diketahui kebenarannya oleh orang lain. Variabel y dalam penelitian ini adalah keberfungsian sosial anak asuh Yayasan AlJam’iyatul Washliyah Binjai : 1.

BAB II I METODE PENELITIAN

  Tipe Penelitian Penelitian ini adalah tipe penelitian eksplanasi yaitu untuk menguji hubungan antara variabel yang dihipotesiskan atau mengetahui apakah sesuatu variabelberasosiasi ataukah tidak dengan variabel lainnya untuk memperkuat hipotesis tersebut, akan dianalisis secara kuantitatif, sehingga diharapkan dapat menjelaskanhubungan dan pengaruh suatu gejala dengan gejala lain (Faisal, 2007: 21). Adapun alasan penelitimelakukan penelitian di lokasi ini adalah karena Yayasan Al Jam’iyatul WashliyahBinjai merupakan salah satu Yayasan yang menampung anak asuh serta menjalankan program life skill.

3.4. Teknik Pengumpulan Data

  Teknik pengumpulan data sekunderDengan cara studi pustaka yaitu dengan mengumpulkan informasi yang menyangkut masalah yang diteliti dengan mempelajari dan menelaah buku,jurnal, blog, website ataupun tulisan yang ada kaitannya dengan masalah yang diteliti. Teknik pengumpulan data primerDengan cara studi lapangan yaitu merupakan pengumpulan data yang diperoleh melalui penelitian dengan turun langsung ke lokasi penelitian untuk mencarifakta yang berkaitan dengan masalah yang diteliti, yaitu : a.

3.5. Teknik Analisis Data

  + 0,70 = Hubungan positif yang sangat kuat ─ ke atas 2. + 0,50 = Hubungan positif yang mantap ─ 0,69 3.

BAB IV DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

4.1. Sejarah Singkat Berdirinya Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai

  Panti asuhan Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Kota Binjaidibentuk sebagai wadah partisipasi sosial menampung, mengasuh, mendidik dan membina warga masyarakat yang mengalami masalah kesejahteraan sosial sepertianak yang berasal dari keluarga kurang mampu, anak yatim, anak piatu dan anak yatim piatu yang berasal dari wilayah Propinsi Sumatera Utara (SUMUT) dan Nangroe AcehDarussalam (NAD). Sejak berdirinya Panti Asuhan Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Kota Binjai terus aktif hingga saat ini untuk membantu Pemerintah dalam upaya peningkatankesejahteraan sosial serta dalam usaha pengentasan kemiskinan dengan mengasuh, mendidik, dan juga membina mereka secara terarah dan terpadu sehingga kelakmenjadi manusia yang berguna untuk agama, bangsa dan negara.

4.4. Sumber Daya dan Sumber Dana Pengelolaan Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai

4.4.1. Jumlah Pengurus/Personil Panti

  Sejalan dengan gambar struktur organisasi yayasan yang diungkapkan, unsur pelaksanaan tugas-tugas pelayanan kesejahteraan sosial di yayasan hanyalahdijalankan oleh petugas yayasan. Adapun susunan pengurus Yayasan Al Jam’iyatulWashliyah Binjai adalah sebagai berikut : Tabel 4.1 Jumlah Pengurus dan Personil Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai No.

4.4.2. Sumber Dana/Keuangan Lembaga

  Sebagian dari donator ini merupakan pengurus panti AlJam’iyatul Washliyah Binjai juga, yang dahulunya adalah anak asuh penghuni panti tersebut. Pihak lain / Masyarakat Maksudnya adalah bantuan dari individu, yayasan, instansi yang memiliki hajatan dan mengundang mereka (anak panti) dan ada juga bantuan darikomunitas Tionghoa yang berdomisili di sekitar panti asuhan.

4.5. Fasilitas Yayasan

  1 1 1 1 1 1 6 1 1 8 2 8 1 2 Adapun fasilitas yang ada pada Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai dalam rangka menunjang kegiatan pelayanan anak asuh dapat dilihat dalam tabelsebagai berikut : Tabel 4.2 Fasilitas Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai 13. Sumber : Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai 2010 No.

4.6. Keadaan Umum Anak Asuh di Yayasan

Setelah diuraikan tentang berbagai organisasi panti secara umum, berikut ini diuraikan keadaan umum daripada anak-anak asuh di Yayasan Al Jam’iyatulWashliyah Binjai yang meliputi identifikasi umur, kategori dan asal klien.

4.6.1. Jumlah Anak Asuh

  Jumlah anak asuh di Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai keseluruhannya adalah 122 orang dengan klasifikasi tingkat usia dan pendidikannya dapat dilihatdalam tabel berikut ini : Tabel 4.3 Klasifikasi Anak Asuh Berdasarkan Tingkat Usia dan Pendidikan No. Umur Pendidikan Jumlah 1.

4.6.2. Identifikasi/Kategori Penerimaan Anak Asuh

  Identifikasi/kategori penerimaan anak dimaksudkan adalah untuk mengenal kondisi anak-anak asuh tersebut khususnya kondisi orang tua yang menyebabkan anaktersebut masuk dan menjadi bagian dari Anak Asuh Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai. Berikut tabel identifikasi latar belakang anak menjadi anak asuh.

4.7. Tujuan dan Kegiatan Pelayanan Yayasan

  Tujuan Pelayanan Yayasan Adapun yang menjadi tujuan daripada pelayanan panti asuhan adalah : 1. Memajukan dan meningkatkan keimanan anak asuh.

a. Bidang Pengasuhan

  Setiap anak asuh yang duduk di tingkat tsanawiyah dan aliyah. Untuk anak asuh putra yang duduk di tingkat aliyah diberikan pendidikan keterampilan yang mana anak asuh diseleksi untuk diikutkan programkecakapan hidup atau life skill.

4.8. Peran dan Fungsi Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah

  Peran dan fungsi panti asuhan dalam pengembangan sumber daya manusia sangat penting, tidak hanya pada tataran pengembangan sistem dan programpelayanan, namun juga pada upaya mendampingi penerima manfaat pelayanan, mampu mengembangkan model pemberdayaan dan kelembagaan untuk mencapaitaraf kesejahteraan yang lebih baik. Oleh sebab itu Panti Asuhan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai memiliki peran dan fungsi sebagai suatu lembaga kesejahteraan sosial yang bertanggung jawabmemberikan pelayanan pengganti dalam pemenuhan kebutuhan fisik, mental dan sosial pada anak asuh sehingga memperoleh kesempatan yang luas, tepat danmemadai bagi perkembangan kepribadiannya sesuai dengan yang diharapkan.

4.9. Fungsi Panti Asuhan

  Pengumpulan data yang berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan, masalah- masalah, kemampuan dan peranan-peranan anak dan remaja yang terlantar. Penyebaran informasi yang berhubungan erat dengan usaha kesejahteraan anak, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan-kebutuhan pelayanandan sumber-sumber pelayanan yang terdapat di dalam masyarakat dimana panti asuhan tersebut berada.

4.10. Hubungan Panti Asuhan dengan Lingkungan Sekitar

  Hal ini dikarenakan loyalitasnya yang tinggi dari pengurus lembaga/panti terhadap lingkungan sosial panti, karena hal tersebut lah banyak bantuan, baik itubersifat moril dan materil yang didapatkan panti dari lingkungan sekitar nya. Panti Asuhan Al – Jamiyatul Washliyah mempunyai hubungan kerjasama dengan beberapa lembaga lain baik itu pemerintah maupun swasta, misalnya pemerintah KotaBinjai dan Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

BAB V ANALISIS DATA

  Perempuan 3 15,00 Jumlah 20 100,00 Sumber : Hasil penelitian Tahun 2010 Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.2 dapat diketahui bahwa mayoritas responden adalah laki-laki yaitu sebanyak 17 orang responden atau 85,00%,sedangkan lainnya adalah reponden perempuan yang berjumlah 3 orang responden atau 15,00%. Batak 1 5,00 Jumlah 20 100,00 % Sumber : Hasil penelitian Tahun 2010 Data yang disajikan pada tabel 5.3 menunjukkan bahwa responden lebih banyak suku jawa dari suku bangsa lainnya yang berjumlah 13 orang responden atau65,00%, selanjutnya yang bersuku bangsa melayu berjumlah 4 orang responden atau 20,00%.

5.2. Pelaksanaan Program Kecakapan Hidup Bagi Warga Binaan

  Pelaksanaan program kecakapan hidup terhadap anak asuh dapat dilihat dari keterlibatan responden dalam mengikuti program, mengenai kecukupan lama waktu pelatihan, cara mengajar yang dilakukan oleh pengajar, kejelasan materi yang diajarkan, dan kelengkapan buku yang diberikan. Kadang-kadang 3 15,00 Jumlah 20 100,00 Sumber : Hasil penelitian Tahun 2010 Data yang disajikan pada tabel 5.7, dapat kita lihat bahwa 17 orang responden atau 85,00% menginformasikan sering mengikuti program kecakapanhidup tersebut.

1. Cukup

  Kurang lengkap 4 20,00 Jumlah 20 100,00 Sumber : Hasil penelitian Tahun 2010 Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.11, bahwa 16 orang responden atau 80,00% menjawab lengkap untuk buku panduan/diktat yang diberikan oleh Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa keseluruhan responden yaitu 20 orang responden atau 100,00% menyatakan metode yang dipakai oleh tenagapengajar dalam pelaksanaan pelatihan program kecakapan hidup yang diterapkan sudah sesuai dengan keterampilan. Berikut ini hasil wawancara peneliti dengan salah satu responden mengenai sulit dalam mengikuti program yaitu saudara Irfan : “Saya merasa agak sulit dalam mengikuti program ini, karena sebelumnya saya tidak pernah mengikuti program seperti ini dan masih sesuatu hal yang baru bagisaya, mungkin awalnya sulit saya rasakan tetapi apabila saya ikuti dengan serius pastinya akan mudah bagi saya”.

5.3. Keberfungsian Sosial Setelah Mengikuti Program Kecakapan Hidup

  SesuaiKurang sesuai 18 290,0010,00 Jumlah 20 100,00 Sumber : Hasil penelitian Tahun 2010 Data yang disajikan pada pada tabel 5.21 menunjukkan terdapat 18 orang responden atau 90,00% menyatakan sesuai pekerjaan yang didapat denganketerampilan yang diperoleh. Sisanya hanya 1 orang responden atau 5,00% yang menyatakan tidak sesuai dengan bakat yang dimilikinya karena responden merasa pekerjaan yang didapat tidakmengandalkan bakat yang dimilikinya.

5.4. Pengujian Hipotesis

  Selanjutnya, untuk menguji kebenaran hipotesis harga kritik r product moment dengan N = 20, maka harus lebih kecil atau sama dengan nilai koefisien korelasi (r xy ) Berdasarkan perhitungan tersebut, ternyata nilai koefisien korelasi (r xy ) atau nilai hitung lebih besar dari taraf signifikan 5% dengan N = 20 atau nilai tabel (0,518>0,444). Sedangkan hipotesa nol (Ho) yang mengatakan“tidak ada Pengaruh Program Life Skill Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai terhadap Keberfungsian Anak Asuh” tidak diterima (ditolak).

BAB VI PENUTUP

6.1. Kesimpulan

  Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai memberikan pelatihan program kecakapan hidup berupa pelatihan komputer dan sablon kepada anak asuh yang diharapkanmampu belajar untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan tersebut untuk meningkatkan kualitashidupnya. Program yang diberikan oleh pihak yayasan serta pemilihan pembimbing yang tepat menambah tingginya antusias anak asuh dalam belajar lebih aktif danmeningkatkan keterampilan yang mereka miliki, karena dengan pemilihan pembimbing yang berjiwa muda, kreatif serta memiliki komunikasi yang baikterhadap anak asuh ternyata memberikan semangat dan kepercayaan diri anak asuh dalam mengikuti program kecakapan hidup sehingga mereka lebih siapdalam mengahadapi hidup.

6.2. Saran

  Adanya kelanjutan program dari pihak yayasan seperti dengan cara membuka unit usaha sekolah yang dapat memberi kesempatan kerja kepada anak asuh yangmemperoleh program kecakapan hidup agar dapat menerapkan keterampilan yang 2. Agar kedepannya program kecakapan hidup ini dapat dinikmati oleh semua anak asuh, walaupun dalam pelaksanaannya peneliti melihat bahwa pihak yayasan jugamemberikan izin kepada anak asuh yang lainnya untuk dapat melihat bahkan mengikuti kegiatan program kecakapan hidup tersebut.

II. Variabel Bebas : Pelaksanaan Program Life Skill

  Apakah metode yang dipakai dalam pelaksanaan pelatihan yang diterapkan sesuai dengan keterampilan ?a. Diantara program keterampilan yang anda pelajari, manakah yang lebih anda sukai ?a.

III. Variabel Terikat : Keberfungsian Sosial Anak Asuh

  Apakah pekerjaan yang anda dapatkan sesuai dengan keterampilan yang diperoleh ?a. Apakah dengan gaji yang anda hasilkan, kehidupan anda sekarang menjadi lebih baik dari sebelumnya ?a.

Pengaruh Program Life Skill Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai Terhadap Keberfungsian Sosial Anak Asuh Bidang Pengasuhan Bidang Pendidikan Bidang Keterampilan Peran dan Fungsi Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah DESKRIPSI Teknik Analisis Data Fungsi Panti Asuhan Kharakteristik Umum Responden Hipotesis . Defenisi Konsep Pengaruh Program Life Skill Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai Terhadap Keberfungsian Sosial Anak Asuh Keberfungsian Sosial Pengaruh Program Life Skill Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai Terhadap Keberfungsian Sosial Anak Asuh Keberfungsian Sosial Setelah Mengikuti Program Kecakapan Hidup Kerangka Pemikiran Pengaruh Program Life Skill Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai Terhadap Keberfungsian Sosial Anak Asuh Kesejahteraan Sosial Pengaruh Program Life Skill Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai Terhadap Keberfungsian Sosial Anak Asuh Kesimpulan Pengaruh Program Life Skill Yayasan Al Jam’iyatul Washliyah Binjai Terhadap Keberfungsian Sosial Anak Asuh Keterampilan dan Keberfungsian Sosial Panti Asuhan Sebagai Lembaga Sosial PENDAHULUAN Keywords: Life Skill Program, Social Functioning Perumusan Masalah Tujuan dan Manfaat Penelitian .1 Tujuan Penelitian Life skill 1. Pengertian Life Skill Sumber Daya dan Sumber Dana Pengelolaan Yayasan Al Jam’iyatul Pemerintah Donatur Tetap Pihak lain Masyarakat Tipe Penelitian Lokasi Penelitian Populasi Penelitian Teknik Pengumpulan Data
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pengaruh Program Life Skill Yayasan Al Jam’iy..

Gratis

Feedback