HUBUNGAN USIA DENGAN SKOR MINI MENTAL STATE EXAMINATION (FUNGSI KOGNITIF) PADA LANSIA DI KELURAHAN SUMBERSARI, KECAMATAN LOWOKWARU MALANG

4
10
24
2 years ago
Preview
Full text

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Pada orang lanjut usia terdapat kecenderungan menurunnya kapasitas fungsional baik pada tingkat seluler maupun pada tingkat organ sejalan dengan terjadinya proses menua (Kaplan, 2010). Proses menua menimbulkan berbagai masalah pada usia lanjut, seperti masalah kesehatan (kesehatan fisik maupun mental) dan masalah psikologis serta masalah sosial ekonomi. Prevalensi gangguan kognitif termasuk demensia saat ini meningkat sejalan bertambahnya usia, kurang dari 3% terjadi pada kelompok usia 65-70 tahun dan lebih dari 25% terjadi pada kelompok usia 85 tahun ke atas (WHO, 1998). Bila hal tersebut tidak ditindaklanjuti dengan baik akan berkembang menjadi gangguan dengan tingkat yang lebih parah dan menyebabkan berbagai masalah di tiap aspek kehidupan, seperti menurunnya tingkat kemandirian lansia sehingga membutuhkan biaya sangat tinggi untuk merawat lansia, diperkirakan biaya sekitar US$83,9 milyar sampai US$100 milyar pertahun (data di Amerika serikat tahun 1996) (Rochmah, 2006). Salah satu cara menyikapi masalah di atas adalah dengan melakukan deteksi dini guna mencegah terjadinya peningkatan gangguan kognitif (Faiza, 2004).

  Saat ini populasi orang lanjut usia semakin lama semakin meningkat dan diperkirakan jumlah populasi usia lanjut > 60 tahun hampir mencapai 600 juta orang dan akan menjadi 2 milyar pada tahun 2050, di Indonesia sendiri jumlah

  penduduk lanjut usia sudah di atas 7 persen, dan Indonesia merupakan Negara

  2

tertinggi dalam pertumbuhan penduduk lanjut usia (414% dalam kurun waktu

1990-2010) serta negara keempat dalam hal berpenduduk struktur tua setelah

China, India, Amerika Serikat. Badan Pusat Statistik (BPS) mensurvai bahwa

jumlah lansia di Indonesia sebanyak 17.717,800 jiwa atau 7,90%, dan

jumlahnya pada tahun 2020 diperkirakan sebesar 28.822.879 (11,34%) (BPS-

Susenas, 2006).

  Mini Mental State Examination (MMSE) adalah suatu instrumen singkat

  yang disusun untuk menilai secara kasar fungsi kognitif. Instrumen ini menilai kemampuan orientasi, daya ingat, berhitung, membaca dan menulis, visuospasial dan berbahasa (Kaplan, 2007). Selain MMSE, untuk menilai fungsi kognitif dapat menggunakan instrumen CDT dan Trail Making Test A&B.

  Keunggulan MMSE hampir sama dengan pemeriksaan Clock Drawing Test (CDT) yaitu dapat melakukan pemeriksaan fungsi kognitif pasien secara cepat dan relatif mudah serta murah, sedangkan Trail Making Test A&B membutuhkan biaya tinggi dan waktu lama. Namun yang membedakan MMSE dengan CDT adalah MMSE mampu menilai tujuh kemampuan kognitif, sedangkan CDT hanya mampu menilai empat kemampuan kognitif yaitu daya ingat, bahasa, dan fungsi eksekutif, serta visospasial (Goldberg, 2008).

  Bertambahnya usia merupakan faktor risiko mayor terjadinya penurunan fungsi kognitif pada lanjut usia, karena otak mengalami beberapa perubahan (NIH, 2002). Perubahan yang terjadi antara lain kerusakan mitokondria di otak akibat produksi radikal bebas, sehingga mengurangi pasokan energi sampai 80% di otak (Rochmah, 2001), serta terjadinya perubahan struktural, perubahan neurokimia, perubahan sinaptik, dan perubahan fungsional pada otak (Nicholas,

  3

  2010). Tetapi pernyataan yang menyatakan bahwa seiring bertambahnya usia beresiko mengalami penurunan fungsi kognitif tidak sejalan dengan hasil penelitian Otto Machlin yaitu seorang teknisi psikologi pada Institut Aeromedikal Sipil di Oklahoma yang menyatakan bahwa bertambahnya usia tidak selalu mengalami penurunan fungsi kognitif. Di dalam penelitiannya dikatakan bahwa kondisi “uzur” atau “jompo” tidak dialami oleh semua orang yang berusia lanjut. Menurutnya, dengan mempertahankan aktivitas mental, sosial, dan fisik, seseorang dapat mempertahankan kesehatan fungsi kognitifnya (Solso, 2008).

  Faktor-faktor yang mempengaruhi fungsi kognitif selain faktor usia di antaranya yaitu faktor biologi ( jenis kelamin, gangguan sosial, dan gangguan merawat diri), faktor sosioekonomi (pendidikan, status perkawinan, lingkungan tempat tinggal, dan ekonomi), perilaku (merokok, kansumsi buah dan sayuran), dan aktivitas (bekerja dan olah raga) (Faiza, 2004).

  Kota Malang sendiri merupakan salah satu Kota di Jawa Timur yang berstruktur tua dengan jumlah penduduk 2.443.609 jiwa (BPPD Kota Malang, 2010). Kepadatan penduduk terkonsentrasi di 3 kecamatan yaitu: Kecamatan Blimbing, Kecamatan Klojen dan Kecamatan Kedungkandang. Kecamatan Blimbing membawahi 12 kecamatan meliputi Kelurahan Lowokwaru, Kelurahan Tasikmadu, Kelurahan Tunggulwulung, Kelurahan Tunjungsekar, Kelurahan Tlogomas, Kelurahan Merjosari, Kelurahan Dinoyo, Kelurahan Sumbersari, Kelurahan Ketawanggede, Kelurahan Tulusrejo, Kelurahan Jatimulyo dan Kelurahan Mojolangu. Kecamatan Lowokwaru merupakan kecamatan dengan program posyandu lansia yang paling aktif dan tingkat

  4

  aktivitas sosial terbanyak serta memiliki visi misi yang mulia. Selain itu, Kecamatan Lowokwaru tercatat sebagai wilayah kelurahan dengan jumlah pekerja pedagang terbanyak, hal ini didukung oleh letak Kecamatan Lowokwaru yang dipenuhi oleh kampus negeri maupun swasta sebagai kota pendidikan sehingga penduduk di kecamatan tersebut khususnya usia lanjut menjadikannya sebagai lahan mata pencaharian.

  Atas dasar permasalahan tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang mengkaji adakah hubungan usia dengan skor mini mental state

  examination (fungsi kognitif) pada lansia.

  1.2 Rumusan Masalah Adakah hubungan antara usia dengan skor mini mental state examination

  (fungsi kognitif) pada lansia?

  1.3 Tujuan Penelitian

  1.3.1 Umum Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara usia dengan skor mini mental state examination (fungsi kognitif) pada lansia.

  1.3.2 Khusus 1.

  Untuk mengetahui distribusi skor mini mental state examination berdasarkan usia.

  2. Untuk mengetahui distribusi skor mini mental state examination berdasarkan jenis kelamin.

  3. Untuk mengetahui distribusi skor mini mental state examination

  5

1.4 Manfaat

1.4.1 Klinis

  Memberikan informasi pada kalangan medis tentang hubungan usia dengan skor MMSE pada lansia.

1.4.2 Akademik

  Sebagai sumber data untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan hubungan usia dengan skor MMSE pada lansia.

1.4.3 Masyarakat

  Memberikan informasi pada masyarakat mengenai pentingnya mengenal tentang fungsi kognitif dengan faktor resiko hipertensi dan bagaimana cara deteksi dini, sehingga tidak jatuh kedalam kondisi demensia.

  KARYA TULIS AKHIR

  

HUBUNGAN USIA DENGAN SKOR MINI MENTAL STATE

EXAMINATION (FUNGSI KOGNITIF) PADA LANSIA DI

  

KELURAHAN SUMBERSARI, KECAMATAN LOWOKWARU

MALANG

  Afriyati 08020081

  

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

FAKULTAS KEDOKTERAN

2011

HASIL PENELITIAN

  

HUBUNGAN USIA DENGAN SKOR MINI MENTAL STATE

EXAMINATION (FUNGSI KOGNITIF) PADA LANSIA DI

  

KELURAHAN SUMBERSARI, KECAMATAN LOWOKWARU

MALANG

  KARYA TULIS AKHIR Diajukan Kepada

  Universitas Muhammadiyah Malang Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan dalam Menyelesaikan Program Sarjana

  Fakultas Kedokteran Oleh :

  AFRIYATI NIM. 08020081

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG FAKULTAS KEDOKTERAN 2011

  

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN HASIL PENELITIAN

  Telah Disetujui Sebagai Hasil Penelitian Untuk Memenuhi Persyaratan

  Pendidikan Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang

  Tanggal: 2 Desember 2011 Pembimbing I dr. Mochamad Bahrudin, Sp.S

  Pembimbing II dr. Yoyok Subagyo Mengetahui,

  Fakultas Kedokteran Dekan, dr. Irma Suswati, M.Kes

LEMBAR PENGUJIAN

  Karya Tulis Akhir oleh Afriyati Telah diuji dan dipertahankan di depan Tim Penguji Pada tanggal 2 Desember 2011 Tim Penguji dr. Mochamad Bahrudin, Sp.S Ketua dr. Yoyok Subagyo Anggota dr. Fathiyah Safithri, M. Kes Anggota

KATA PENGANTAR

  A lhamdulillahirrabil’alamin, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis akhir ini dengan bantuan dari berbagai pihak. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan pada junjungan Rasulullah Muhammad SAW yang telah membimbing umat manusia dari zaman gelap menuju jalan yang terang berderang yakni agama islam. Karya Tulis Akhir dengan judul “Hubungan Usia Dengan Skor Mini Mental State

  Examination (Fungsi Kognitif) Pada Lansia

  ” ini dilaksanakan untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan program sarjana Fakultas Kedokteran.

  Dalam menyelesaikan karya tulis ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada :

  1. dr. Irma Suswati, M.Kes, selaku Dekan Fakultas Kedokteran 2. dr. Meddy Setiawan, Sp.PD, selaku Pembantu Dekan I Fakultas Kedokteran.

  3. dr. Fathiyah Safithri, M.Kes, selaku Pembantu Dekan II Fakultas Kedokteran.

  4. dr. Iwan Sys, Sp.J, selaku Pembantu Dekan III Fakultas Kedokteran.

  5. dr. Mochamad Bahrudin, Sp.S, selaku Pembimbing I yang telah meluangkan waktunya untuk memberi informasi dalam penyelesaian penelitian ini.

  6. dr. Yoyok Subagyo, selaku Pembimbing II yang telah meluangkan banyak waktu untuk membimbing dan mengoreksi demi kesempurnaan penelitian ini.

  7. dr. Fathiyah Safitri, M.Kes, selaku penguji dan dosen pembimbing akademik yang telah memberi tambahan ilmu dan kritik demi kesempurnaan penelitian ini.

  8. Ketiga orang tua saya, Bpk. H. Kamali, Ibunda H. Walila dan Abu Bakar Ilyas yang telah mendoakan, menyuport serta mendidik saya dengan penuh kesabaran selama ini.

  9. Kedua adik saya tersayang Juliatika dan Nurmar’atus Shaleha yang telah menghibur dan memberi semangat saya selama ini.

  10. Serta teman-teman FK UMM 08’ khususnya Sakina, Nabilah Ghaisani, Salva R., Ressa P., teman-teman TBMM, teman-teman KKN, serta Para Karyawan (TU, SKILL, LAB., PERPUS, dan JUKIR), yang telah membantu segala sesuatu dalam penyelesaian TA ini.

  Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih belum sempurna, untuk itu kritik dan saran penulis harapkan demi kesempurnaan, serta penulis mengharapkan agar karya tulis ini dapat berguna bagi kita semua, serta bermanfaat untuk bidang kedokteran.

  Malang, 2 Desember 2011 Penulis

  

ABSTRAK

  Afriyati, 2011, Hubungan Usia Dengan Skor Mini Mental State Examination (Fungsi Kognitif) Pada Lansia, Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Malang, Pembimbing (I) Mochamad Bahrudin (II) Yoyok Subagyo.

  Terjadinya proses menua akan mempengaruhi proses fisiologis

  Latar Belakang:

  tubuh. Gangguan kognitif merupakan masalah yang sering dijumpai seiring terjadinya proses menua. Usia merupakan salah satu faktor terjadinya gangguan kognitif. Mini Mental State Examination (MMSE) merupakan salah satu cara untuk mendeteksi gangguan fungsi kognitif.

  Mengetahui Hubungan Antara Usia dengan Skor Mini Mental

  TujuanPenelitian: (Fungsi Kogitif) pada Lansia.

  State Examination

  Deskripsi analitik observasional dengan pendekatan

  Metodologi Penelitian: cross sectional . Besar sampel 69 sampel

  dengan kriteria usia ≥60 tahun, pendidikan SD-SMP, pekerjaan sebagai pedagang atau ibu rumah tangga, serta jenis kelamin laki-laki dan perempuan, yang selanjutnya diperiksa dengan MMSE. Dilakukan uji hipotesis Chi-Square ntuk menentukan korelasi antar variabel.

  

Hasil dan Pembahasan: Didapatkan sebanyak 60 sampel memenuhi kriteria

  inklusi. Lansia umur ≥70 tahun lebih banyak mengalami penurunan skor mini

  (gangguan kognitif) dibandingkan lansia umur <70

  mental state examination tahun. Hasil analisis didapatkan X² = 5.743 dan p-value < 0,05.

  

Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia dengan skor mini mental state

examination (fungsi kognitif).

  usia, skor mini mental state examination (MMSE).

  Kata Kunci:

  

ABSTRACT

  Afriyati, 2011, The Correlation Between Age and Mini Mental Examination Score (Cognitive Function) in Elderly. Faculty of Medicine, Muhammadiyah University of Malang, Adviser: (I) Mochamad Bahrudin (II) Yoyok Subagiyo.

  Physiological process of human

  Background:

  ’s body decreases along with the aging process. Age is use among the factors that increases the cognitive factor and usually following the progressive of the aging process. Mini Mental State Examination is one way to detect cognitive problem.

  

Purpose: This study investigated the correlation between age and mini mental

state examination score (cognitive function) in the elderly.

  Observational analytic descriptive with cross sectional approach.

  Method:

  Samples number were 69 persons with the age criteria >60 years old, elementary to junior high school educational background, with the occupations as merchant or housewife, and sex were both male and female, and then the samples were MMSE test. The correlation among the variables were tested by Chi-Square hypothesis.

  There were found 60 samples fulfilled the inclusion criteria were found of

  Result:

  the age ≥70 years old decrease mini mental state examination score (cognitive impairment) compare with < 70 years old. The analysis result was x² = 5.743 with the p < 0,05.

  There is a significant correlation between the ages and mini mental

  Conclusion:

  state examination score (cognitive function) Keywords: age, mini mental state examination (MMSE) score.

  DAFTAR ISI

  Halaman HALAMAN JUDUL ........................................................................................ i LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................. ii LEMBAR PENGUJI ........................................................................................ iii KATA PENGANTAR ..................................................................................... iv ABSTRAK ....................................................................................................... vi

  ....................................................................................................... vii

  ABSTRACT

  DAFTAR ISI .................................................................................................... viii DAFTAR TABEL ............................................................................................ xii DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xiii DAFTAR SINGKATAN ................................................................................ xiv DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xv

  BAB 1 PENDAHULUAN ......................................................................... 1

  1.1 Latar Belakang ............................................................................... 1

  1.2 Rumusan Masalah .......................................................................... 4

  1.3 Tujuan Penelitian ........................................................................... 4

  1.3.1 Tujuan Umum ..................................................................... 4

  1.3.2 Tujuan Khusus .................................................................... 5

  1.4 Manfaat Penelitian ......................................................................... 5

  1.4.1 Manfaat Klinis ..................................................................... 5

  1.4.2 Manfaat Akademis .............................................................. 5

  1.4.3 Manfaat Bagi Masyarakat ................................................... 5

  BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ................................................................ 6

  2.1. Kognitif ......................................................................................... 6

  2.1.1 Pengertian ........................................................................... 6

  2.1.2 Akibat Proses Degeneratif Ke Sel Otak ............................. 6

  2.1.3 Manifestasi Gangguan Kognitif ......................................... 10

  2.1.4 Tahapan Penurunan Fungsi Kognitif ................................. 12

  2.2 MMSE (Mini Mental State Examination) ...................................... 13

  2.2.1 Pengertian MMSE .............................................................. 13

  2.2.2 Cara Pemeriksaan MMSE .................................................... 13

  2.2.3 Cara Penilaian MMSE ......................................................... 15

  2.3 Lanjut Usia ..................................................................................... 16

  2.3.1 Pengertian ............................................................................ 16

  2.3.2 Teori Proses Menua............................................................... 17

  2.3.3 Batasan Lansia ...................................................................... 20

  2.4 Pengaruh Usia Terhadap Skor MMSE ........................................... 20

  BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS PENELITIAN .......... 22

  3.1 Kerangka Konsep ........................................................................... 22

  3.2 Hipotesis ......................................................................................... 23

  BAB 4 METODE PENELITIAN ............................................................... 24

  4.1 Rancangan penelitian ..................................................................... 24

  4.2 Lokasi dan Waktu .......................................................................... 24

  4.3 Populasi dan Sampel ...................................................................... 24

  4.3.1 Populasi ............................................................................... 24

  4.3.2 Sampel ................................................................................. 24

  4.4 Kriteria Inklusi dan Eksklusi .......................................................... 25

  4.5 Teknik Pemilihan Sampel .............................................................. 25

  4.6 Variabel Penelitian ......................................................................... 25

  4.6.1 Variabel Bebas .................................................................... 25

  4.6.2 Variabel Tergantung............................................................ 25

  4.6.3 Variabel Perancu ................................................................. 26

  4.7 Definisi Operasional....................................................................... 26

  4.8 Instrumen Penelitian....................................................................... 26

  4.9 Teknik Pengumpulan Data ............................................................. 26

  4.10 Analisis Data ................................................................................ 26

  4.11 Alur Penelitian ............................................................................. 27

  4.12 Etika Penelitian ............................................................................ 27

  4.10.1 Surat Persetujuan (informed Consent) ............................... 27

  4.10.2 Tanpa Nama (anonymity) ................................................... 27

  4.10.3 Kerahasiaan (confidentiaty) ............................................... 27

  4.13 Jadwal Penelitian .......................................................................... 28

  BAB 5 HASIL PENELITIAN .................................................................... 29

  5.1 Deskripsi Karakteristik Responden ................................................ 29

  5.1.1 Distribusi Sampel Menurut Umur ........................................ 30

  5.1.2 Distribusi Sampel Menurut Jenis Kelamin .......................... 30

  5.1.3 Distribusi Sampel Menurut Pekerjaan ................................. 31

  5.1.4 Distribusi Sampel Menurut Gangguan Kognitif .................. 32

  5.2 Distribusi Skor MMSE (Fungsi Kognitif) Berdasarkan Karakteristik Responden

  …………………………………………………………..32

  5.2.1 Distribusi Skor MMSE Menurut Umur ................................ 32

  5.2.2 Distribusi Skor MMSE Menurut Jenis Kelamin ................... 33

  5.2.3 Distribusi Skor MMSE Menurut Pekerjaan .......................... 33

  5.3 Analisa Data Dengan menggunakan Uji Chi-Square........................ 34

  BAB 6 PEMBAHASAN ............................................................................ 35 BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN ...................................................... 41

  7.1 Kesimpulan .................................................................................... 41

  7.2 Saran ............................................................................................... 41 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 42 LAMPIRAN ..................................................................................................... 45

  DAFTAR TABEL

  Tabel Halaman

  2.2 Penilaian MMSE ......................................................................................... 16

  2.3 Batasan Usia Menurut WHO ..................................................................... 21

  5.1 Distribusi Skor MMSE Menurut Usia ........................................................ 32

  5.2 Distribusi Skor MMSE Menurut Jenis Kelamin ......................................... 33

  5.3 Distribusi Skor MMSE Menurut Pekerjaan ................................................ 33

  5.4 Analisa Data ............................................................................................... 34

  DAFTAR GAMBAR

  Gambar Halaman

  2.2 Segi 5 Berpotongan pada Uji MMSE......................................................... 15

  5.1 Diagram Pie Karakteristik Sampel Berdasarkan Usia ............................... 30

  5.2 Diagram Pie Karakteristik Sampel Berdasarkan Jenis Kelamin ................ 30

  5.3 Diagram Pie Karakteristik Sampel Berdasarkan Pekerjaan ....................... 31

  5.4 Diagram Pie Karakteristik Sampel Berdasarkan Gangguan Kognitif ........ 32

DAFTAR SINGKATAN

  AGEs : Advanced Glycation End products CDT : Clock Drawing Test DA : Dopamine DNA : Deoxiribonucleated Acid EEG : Electroencephalography fMRI : functional Magnetic Resonance Imaging GABA : Glutamate and G-Aminobutyric Acid GABA-A : Glutamate and G-Aminobutyric Acid Type A GABA-B : Glutamate and G-Aminobutyric Acid Type B HPA : Hypothalamic Pituitary Adrenal

  IRT : Ibu Rumah Tangga LDL : Low Density Lipid MCI : Mild Cognitive Impairment MMSE : Mini Mental State Examination mRNA : messenger RNA NE : Norepinephrine NMDA : N-Methyl-D-Aspartate SD : Sekolah Dasar SMP : Sekolah Menengah Pertama TTS : Teka-teki silang

Dokumen baru

Aktifitas terbaru

Download (24 Halaman)
Gratis

Tags

Mini Mental State Examination Mini Mental State Examination Mmse

Dokumen yang terkait

HUBUNGAN ASPEK INTERPERSONAL HEALTH PROMOTION MODEL DENGAN PENATALAKSANAAN NON-FARMAKOLOGI HIPERTENSI PADA LANSIA DI KELURAHAN POLOWIJEN MALANG
1
38
29
HUBUNGAN PERILAKU KELUARGA DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN MAKAN LANSIA DENGAN STATUS GIZI LANSIA YANG DEMENSIA DI KELURAHAN KETAWANGGEDE DI RW 01 KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG
2
12
29
HUBUNGAN STATUS PEKERJAAN DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI RW 03 KELURAHAN MERGOSONO WILAYAH KERJA PUSKESMAS ARJOWINANGUN MALANG
2
25
20
HUBUNGAN PERAN SOSIAL DENGAN KONSEP DIRI PADA LANSIA KELURAHAN TUNGGULWULUNG RW 04 KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG
0
44
22
HUBUNGAN SKOR STRUKTUR KELUARGA MENURUT FRIEDMAN DENGAN SKOR KESEHATAN MENTAL MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMUKEPERAWATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
0
4
30
HUBUNGAN USIA DENGAN SKOR MINI MENTAL STATE EXAMINATION (FUNGSI KOGNITIF) PADA LANSIA DI KELURAHAN SUMBERSARI, KECAMATAN LOWOKWARU MALANG
4
10
24
HUBUNGAN HIPERTENSI DENGAN PENURUNAN SKOR CLOCK DRAWING TEST (FUNGSI KOGNITIF) PADA USIA PERTENGAHAN
2
7
25
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBENTUKAN SIKAP ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN STATUS GIZI BALITA DI KELURAHAN MERJOSARI KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG
0
5
26
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT DENGUE PADA KELUARGA DI KELURAHAN BUNULREJO KECAMATAN BLIMBING KOTA MALANG
0
7
21
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG GAME ONLINE DENGAN KECANDUANGAME ONLINE PADA REMAJA AWAL DI WILAYAH KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU MALANG
2
29
25
HUBUNGAN ANTARA SANITASI LINGKUNGAN DAN HIGIENE PERORANGAN DENGAN ANGKA KEJADIAN TIFOID DI KELURAHAN DINOYO KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG TAHUN 2014
3
14
21
HUBUNGAN ANTARA HIPERTENSI DENGAN PENURUNAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA KELURAHAN SUMBERSARI MALANG
2
21
23
PROFIL HASIL PEMERIKSAAN MINI MENTAL STATE EXAMINATION (MMSE) PADA WANITA POSTMENOPAUSE DI POSYANDU LANSIA REJOAGUNG, WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGWARU, TULUNGAGUNG, JAWA TIMUR
1
12
28
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KELUARGA BERENCANA (KB) DAN METODE KONTRASEPSI DENGAN KESESUAIAN PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI (STUDI PADA WANITA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI KELURAHAN SUMBERSARI, KECAMATAN SUMBERSARI, KABUPATEN JEMBER, PERIODE
1
7
19
FUNGSI KOGNITIF PASIEN STROKE ISKEMIK DENGAN MENGGUNAKAN MINI MENTAL STATE EXAMINATION (MMSE) DI POLI SARAF RSUD DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MOJOKERTO
0
0
7
Show more