Pengaruh penggunaan alat peraga dakon terhadap hasil belajar matematika siswa

Gratis

4
25
161
3 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Teristimewa untuk kedua orang tuaku ayahanda Mustahil dan ibundaMa‟nawiyah (Alm) yang telah bekerja keras memberikan dukungan secara moril dan materil demi melihat anaknya menjadi sarjana. Akhirnya, segala kebenaran hanya milik-Nya, semoga skripsi ini membawa manfaat bagi khalayak ramai dan akademisi dan senantiasa Allah membalas jasakebaikan mereka di atas dengan balasan yang setimpal.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa

  Untuk mengatasi dan membantu siswa agartidak mengalami kesulitan, kejenuhan dan memotivasi belajar siswa, diperlukan proses pembelajaran yang sehat, menyenangkan, dan kompetitifyang menjadikan siswa aktif dan kreatif, yaitu salah satunya adalah dengan alat peraga. Alat peraga merupakan sebuah alat atau perangkat yangdigunakan tenaga pendidik (guru) untuk dapat menyampaikan informasi yang diberikannya kepada peserta didik agar tepat dan sesuai dengan tujuan yang Matematika merupakan pembelajaran yang penting untuk dipelajari, oleh karena itu matematika diajarkan sejak usia sekolah dasar.

B. Identifikasi Masalah

  Perumusan Masalah Dari pembatasan masalah di atas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah hasil belajar matematika yang diajar dengan alatperaga dakon lebih tinggi daripada hasil belajar matematika siswa yang diajar tanpa alat peraga dakon pada pokok bahasan KPK dan FPB. Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah yang diuraikan sebelumnya maka yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui kualitaspeningkatan hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan alat peraga dakon dan siswa yang diajar tanpa menggunakan alat peragadakon.

F. Kegunaan Hasil Penelitian

  Bagi guru;Dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan mengenai alat peraga dalam pengajaran matematika sehingga dapat meningkatkan hasilbelajar matematika siswa, serta menjadikan pembelajaran matematika lebih efektif dan menyenangkan. Bagi pembaca khususnya mahasiswa;Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan suatu kajian yang menarik yang perlu diteliti lebih lanjut dan lebih mendalam.

BAB II LANDASAN TEORITIK, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN A. Landasan Teoritik

1. Belajar dan Pembelajaran Matematika

a. Pengertian Belajar

  Menurut Hirlgrad ia mengatakan bahwa: Belajar adalah proses melahirkan atau mengubah suatu kegiatan melalui jalan latihan (apakah dalam laboratorium ataudalam lingkungan alamiah) yang dibedakan dari perubahan- perubahan oleh daktor-faktor yang tidak termasuk latihan,misalnya perubahan karena mabuk, minum, atau ganja bukan 5 termasuk hasil belajar. Berkaitan dengantingkah laku Slameto mengungkapkan salah satu ciri perubahan tingkah laku dalam belajar adalah perubahan yang bersifat positif dan 6 aktif.

7 M. Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 200), h

  Berdasarkan pengertian-pengertian yang telah dikemukakan di atas, dapat disimpulkan secara umum bahwa pada dasarnya belajaradalah proses kegiatan yang mengakibatkan suatu perubahan tingkah laku pada diri seseorang, perubahan itu dapat berupa sesuatu yangakan terlihat nyata atau yang masih tersembunyi, dapat berupa pengetahuan, ketrampilan, kemampuan dan sikap yang lebih baik, danperubahan yang terjadi berlaku dalam tempo yang relatif lama dan disertai usaha. b) Faktor-faktor sosialFaktor social yang dimaksud di sini adalah faktor yang diluar individu, antara lain: faktor keluarga/keadaan rumahtangga, guru dan cara mengajarnya, alat-alat yang dipergunakan dalam belajar mengajar, lingkungan dan kesempatan yangtersedia dan motivasi social.

b. Teori Belajar

  Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa teori belajar menurut Pieget adalah belajar harus sesuai denganperkembangan usia anak dari kecil sampai dewasa, sehingga metode serta alat peraga yang digunakan pun harus sesuai denganperkembangan usia dan mental anak didik. Belajar tidak mungkin terjadi tanpa adanya kemauan dan motivasi13 untuk belajar Arie Asnaldi, Teori-Teori Belajar Proses Perubahan Tingkah Laku dan Belajar, diambil dalam http://asnaldi.multiply.com/journal/item5Diakses pada 04 Januari 2011 7.

c. Pengertian dan Karakteristik Matematika

  Penalaran yang logis dan efisien serta perbendaharaan ide-ide dan pola-pola yang kreatif danmenakjubkan, maka matematika sering pula disebut sebagai seni, 19 khususnya merupakan seni berpikir yang kreatif. Herman Hudojo menyatakan bahwa: “matematika merupakan ide-ide abstrak yang diberi simbol-simbol itu tersusun secara hirarkisdan penalarannya dedukti, sehingga belajar matematika itu merupakan 20 Metode yang digunakan adalah19 kegiatan mental yang tinggi.”http://masthoni.wordpress.com/2009/07/12/melihat-kembali-definisi-dan-deskripsi- matematika/ 21 eksperimen penalaran induktif dan penalaran deduktif.

d. Metode Ekspositori

  Metode ekspositori adalah metode pembelajaran yang digunakan dengan memberikan keterangan terlebih dahulu definisi, prinsip dankonsep materi pelajaran serta memberikan contoh-contoh latihan pemecahan masalah dalam bentuk ceramah, demonstrasi, tanya jawab 24 dan penugasan. Guru berbicara padaawal pelajaran, menerangkan materi dan contoh soal dan pada waktu- waktu yang diperlukan saja.

23 Erman Suherman,dkk

  Berikut ini adalah contoh langkah-langkah kegiatan belajar mengajar yang menggunakan metode ekspositori:Tabel 1 Langkah-langkah Pembelajaran Metode Ekspositori No Langkah Jenis kegiatan belajar mengajar 1 Persiapan 1. Asosiasi/komparasi, artinya member kesempatan pada siswa untukmenghubungkan dan membandingkan materi ceramah yang diterimanya 4.

e. Hasil Belajar Matematika

  Dalam proses belajar mengajar guru berusaha semaksimal mungkin agar input yang dalam hal ini berupa mata pelajaran yangdisampaikan dapat diproses di dalam kelas dengan pola-pola tertentu, sehingga outputnya adalah peserta didik mendapatkan pemahaman,pemecahan, pengertian, dan kemampuan dalam pemecahan masalah, untuk kemudian bila diperlukan dapat diproduksi kembali. Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa hasil belajar adalah segala sesuatu yang dicapai dalam proses perubahan tingkahlaku yang dilakukan secara sengaja dan dalam jangka waktu tertentu.

f. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

  Faktor Intern, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa. Yang termassuk dalam faktor intern adalah: a) Faktor jasmani, yaitu kesehatan dan cacat tubuh b) Faktor psikologis, yaitu meliputi intelegenis, perhatian, minat, bakat, kematangan, dan kesiapan.

b. Faktor Ekstern, yaitu faktor yang berasal dari luar diri siswa, yang

  Dari pembahasan yang dikemukakan di atas, salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah sarana berupa alatperaga dalam belajar. Oleh karena itu banyak alat peraga pembelajaran yang dapat dipilih oleh guru, hal itu tentunya harus disesuaikan dengan kondisisiswa dan situasi yang melingkupunya serta materi yang dipelajarinya.

2. Media dan Alat Peraga

  Alat peraga adalah sebuah alat atau perangkatyang digunakan tenaga pendidik (guru) untuk dapat menyampaikan informasi yang diberikannya kepada peserta didik agar tepat dan sesuaidengan tujuan yang diharapkan. Media pendidikan matematika yang lebih cenderung disebut alat peraga yang penggunaannya dapat didefinisikan sebagai suatu alat peragayang penggunaanya diintegrasikan dengan tujuan dan isi pengajaran yang telah dituangkan dalam garis besar program pengajaran (GBPP) bidangstudi matematika dan bertujuan untuk mempertinggi mutu kegiatan belajar mengajar.

a. Alat Peraga Dakon secara Umum

  Dua orang pemain yang berhadapan, salah seorang yangmemulai dapat memilih lobang yang akan diambil dan meletakkan satu ke lobang di sebelah kanannya dan seterusnya. Bila biji habis di lobang kecil yang berisi biji lainnya, ia dapat mengambil biji-biji tersebut dan melanjutkan mengisi, bisa habis dilobang besar miliknya maka ia dapat melanjutkan dengan memilih lobang kecil di sisinya.

b. Aplikasi Dakon dalam Pembelajaran Matematika

  Dari baris lubang pertama dan kedua, siswa bisa menentukan FPB dengan melihat biji dakon yang letaknya satu kolomatau berada pada nomor lubang dakon yang sama dan yang terbesar. Kompetisi dibagi dalam dua sesi, sesi pertama siswa dua orang dalam tiap-tiap kelompok, lalu mereka diberikan soal yang berkaitandengan KPK dan FPB, kelompok yang tercepat dan benar dalam menjawab soal adalah pemenangnya, lalu diambil beberapa kelompokyang tercepat yang akan dikompetisikan dengan sesi kedua.

39 Mulyana, Rahasia Matematika, (Surabaya: Edutama Mulya, 2000), h. 87

  Maka faktor persekutuan dari 12 dan 18 adalah irisan dari himpunan faktor 12 dan 18 yaitu 1, 2, 3, 6dimana 6 adalah faktor persekutuan terbesar (FPB). Misalnya faktor prima dari12 adalah 2 dan 3 karena 12 = 2 x 2 x 3, sedangkan faktor prima dari 18 adalah 2 dan 3 karena 18 = 2 x 3 x 3 KPK dapat dihitung dari 2 x 2 x 3 x 3= 36 dan FPB dari n dihitung dari 3 x 2 = 6.

4. Hasil penelitian yang relevan

  Dari hasilpenelitiannya didapat bahwa t tabel = 1,68 dan t hitung = 2,14 jadi t hitung ≥ t tabel , maka terima H a = µ 1 2 , sehingga dapat disimpulkan bahwa alat ≥ µ peraga berpengaruh untuk meningkatkan hasil belajar matematika. Dari hasil penelitiannya didapat bahwa t tabel = 1,671 dan t hitung = 1,98 jadi t , maka terima H = µ , sehingga dapat hitung tabel a 1 2 ≥ t ≥ µ disimpulkan bahwa papan Cuisenaire berpengaruh untuk41 meningkatkan hasil belajar matematika.

B. Kerangka Berpikir

  Dalam proses yang terjadi di kelas melibatkan siswa yang beragam dengan latar belakang dan sifat pembawaanindividu yang berbeda-beda. Alat peraga digunakan dalam rangka membantu siswa untuk memahami konsep matematika yang abstrak, dengan menggunakan alatperaga dalan pengajaran matematika dapat memberikan hasil yang lebih baik, karena siswa terlibat dalam keadaan fisik dan mental yang diharapkandapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar.

C. Hipotesis Penelitian

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat yang dipilih sebagai lapangan penelitian adalah Madrasah Ibtidaiyah Nurul Falah yang beralamat di Jalan Sukamandi No. 09 Kecamatan Neglasari Kota Tangerang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari- Februari 2011 pada semester genap tahun ajaran 2010/2011 B. Metode Penelitian Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian quasi

  Berdasarkan deskripsi kerangka berpikir di atas, maka hipotesis penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:“Hasil belajar matematika yang diajar dengan menggunakan alat peraga dakon lebih tinggi dari hasil belajar siswa yang diajar dengan tanpamenggunakan alat peraga dakon eksperimen. Yang dipilihsebagai kelompok eksperimen adalah kelas IV A yang berjumlah 25 siswa dan kelas IV B yang berjumlah 25 siswa sebagai kelompok kontrol.

E. Instrumen Pengumpulan Data

  Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah tes objektif yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang hasilbelajar. Indikator Jumlah Kompetensi Dasar Soal Menentukan kelipatan suatu 1, 4, 3, 7 4 bilanganMemahami Menentukan kelipatan 2, 5 2 persekutuan dua bilangandan menggunaka Menentukan bilangan yang 8, 26 2 Mendeskripsi habis dibagi 2, 3, 4, dan 5n faktor dan 1 kan konsepkelipatan menentukan faktor suatu 6, 9 2 faktor dandalam bilangankelipatan pemecahan Menentukan faktor 11, 16, 3 masalahpersekutuan dua bilangan 25 Mengenal bilangan prima 13, 14 2 menurut sifatnya Sub PokokNomor No.

1. Pengujian Validitas

  Sebelum validitas secara empiris terlebih dahulu tes ini dinilai dari segi isi dengan menggunakan validitasisi yang berarti tes tersebut disusun sesuai materi pelajaran yang dievaluasi. jika r  hitung  r tabel, maka soal tersebut dinyatakan tidak valid dan jika r hitung > r tabel, maka soal tersebut dinyatakan valid tetap dipertahankandalam instrumen yang selanjutnya digunakan untuk proses pengolahan data dalam penelitian yang sebenarnya.

2. Pengujian Reliabilitas

  Reliabilitas tes dilakukan untuk mengetahui apakah soal itu reliable/ajeg. Reliabilitas tes berhubungan dengan konsistensi hasil tes.

47 Anas sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: PT Raja Grafindo

Tabel 4Interpretasi Tingkat Reabilitas Instrumen Nilaii koefisien Korelasi Interpretasi 0,800 Sangat tinggi 0,400 Sedang < 0,200 Sangat rendah

3. Analisis Tingkat Kesukaran

  Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah dantidak terlalu sukar. Untuk apakah soal tes yang diberikan tergolong mudah, 48 sedang atau sukar, digunakan rumus berikut: B P = JS Keterangan :P = Indeks kesulitan untuk setiap butir soalB = Banyaknya siswa yang menjawab benarJS = Jumlah seluruh peserta tes Kriteria yang digunakan adalah semakin kecil indeks yang diperoleh, maka soal tersebut termasuk kategori sukar.

48 Daryanto, Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Rieneka Cipta, 1999) h. 182

Tabel 5Interpretasi Nilai P P Interpretasi0,00 Sukar 0,70 Mudah

4. Pengujian Daya Pembeda

Pengujian daya pembeda soal bertujuan untuk mengetahui kemampuan soal, dalam membedakan siswa pandai dengan yang kurang 50 pandai. Rumus yang digunakan adalah: B B A B D =   P  P A B J J A B Keterangan :J = Jumlah peserta tesJ A = Banyaknya peserta tes kelompok atasJ B = Banyaknya peserta kelompok bawahB = Banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal dengan A benarB B = Banyakna peserta kelompok bawah yang menjawab soal dengan benarP A = Proporsi peserta kelompok atas yang menjawab dengan benarP B = Proporsi peserta bawah yang menjawab soal dengan benar 51 Klasifikasi daya pembeda soal adalah sebagai berikut: 50 Daryanto, Evaluasi Pendidikan ..., h. 186 Tabel 6Interpretasi Nilai D Indeks Diskriminasi Interpretasi0,00 Kurang baikCukup BaikBaik sekali

F. Tehnik Analisis Data

1. Uji Prasyarat Analisis

  t t 8) Mengambil kesimpulan berdasarkan harga L dan L t yang telah didapat. Di samping pengujian terhadap normal tidaknya distribusi data pada sampel, perlu kiranya melakukan pengujian terhadap kesamaanbeberapa bagian sampel, yakni seragam tidaknya variansi sampel-sampel yang diambil dari populasi yang sama.

2 S = Varians terbesar

  1 2 S = Varians terkecil 2 Dengan hipotesis : H = sampel berasal dari populasi yang homogenH = sampel tidak berasal dari populasi yang homogen a Setelah dilakukan pengujian populasi data yang menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas, apabila data populasi berdistribusi normaldan data populasi homogen maka dilakukan uji hipotesis dengan uji t. uji hipotesis ini dilakukan untuk menerima atau menolak hipotesis yangdiajukan oleh peneliti sebelumnya.

G. Hipotesis Statistik

Adapun kriteria pengujian untuk uji-t ini adalah sebagai berikut:H : µ < µ o 1 2 H a : µ 1 > µ H = Hasil belajar matematika kelas eksperimen sama dengan kelas kontrol o H = Hasil belajar matematika kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas a kontrolµ 1 = Nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen µ = Nilai rata-rata hasil belajar kelas kontrol 2

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Penelitian ini telah dilakukan MI Nurul Falah kelas IV. Penulis

  Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah nilai hasil belajar matematika siswa kelas eksperimen yang menggunakan alat peraga dakon danhasil belajar matematika siswa kelas kontrol yang tanpa penggunakan alat peraga dakon. Data diambil dengan menggunakan instrument berupa tes hasilbelajar yang terdiri dari 19 soal berbentuk pilihan ganda yang diberikan setelah kedua kelas mempelajari materi pelajaran yang sama.

1. Hasil Belajar Siswa dengan Alat Peraga Dakon (Kelas Eksperimen)

Tabel 8Statistik Deskriftif Kelas Eksperimen 12 55 - 66 12 3 20 91 - 10290.5 102.5 5 90.5 78.5 28 79 - 90 7 78.5 66.5 20 67 - 78 5 66.5 54.5 3 Statistik Tes AkhirNilai terendah Interval Batas BawahBatas Atas 31 Nilai tertinggi 100Rentangan 69 Nilai rata-rata 69,62Median 70,78 Modus 72,5Varians 303,36 Simpangan baku 17,41Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa hasil tes akhir kelas eksperimen berada pada rentang nilai antara 31 sampai 100 dengan rata-rata 69,62. Sedangkan nilai tengah dari hasil tes tersebut adalah 70,78, nilai yang sering muncul adalah 72,5, dan simpangan baku 17,41 Penyajian data dalam bentuk distribusi frekuensi dapat dilihat pada table dan histogram berikut :Tabel 9 Distribusi FrekuensiNilai Tes Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas Eksperimen Frekuensi Absolut Relatif (%) 54.5 31 - 42 30.5 42.5 2 8 43 - 54 42.5 Σ 25 100 Gambar 4Histogram Frekuensi Nilai Tes Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas EksperimenDari tabel dan histogram di atas dapat diinterpretasikan bahwa dari 25 orang siswa, yang memperoleh nilai di atas rata-rata sebanyak 60%yaitu 15 orang siswa, dan yang memperoleh nilai di bawah rata-rata sebanyak 40% yaitu 10 orang siswa.

2. Hasil Belajar Siswa Tanpa Alat Peraga Dakon (Kelas Kontrol)

Data statistik tes hasil belajar yang diperoleh dari 25 siswa pada kelas kontrol, dapat dilihat dalam tabel berikut: Tabel 10Statistik Deskriftif Kelas Kontrol 24 49 - 62 4 Jumlah 1 8 91 - 10490.5 104.5 2 90.5 76.5 12 77 - 90 3 76.5 62.5 32 63 - 76 8 62.5 48.5 6 Statistik Tes AkhirNilai terendah Distribusi FrekuensiNilai Tes Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas Kontrol 21 Nilai tertinggi 100Rentangan 79 Nilai rata-rata 52,14Median 51,125 Modus 52,5Varians 363,91 Simpangan baku 19,07Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil tes akhir kelas control berada pada rentang nilai antara 21 sampai 100 dengan rata-rata 52,14. Sedangkan nilai tengah dari hasil tes tersebut adalah 51,125, nilai yang sering muncul adalah 52,5, dan simpangan baku 19,07. Penyajian data dalam bentuk distribusi frekuensi dapat dilihat pada table dan histogram berikut:Tabel 11 Interval Batas Bawah Batas Atas Frekuensi Absolut Relatif (%) 48.5 21 - 34 20.5 34.5 5 20 35 - 48 34.5 25 100 Nilai Tes Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas KontrolDari tabel dan histogram di atas dapat diinterpretasikan bahwa dari 25 orang siswa, yang memperoleh nilai di atas rata-rata sebanyak 56%yaitu 14 orang siswa, dan yang memperoleh nilai di bawah rata-rata sebanyak 44 % yaitu 11 orang siswa. Untuk lebih memperjelas perbedaan hasil tes antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, dapat dilihat pada tabel berikut ini : Simpangan Baku (s)17,41 19,07 Tabel 12Paparan Hasil Belajar Matematika Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Statistik Kelas Eksperimen Kontrol Nilai Terendah 31 21 Nilai Tertinggi 100 100Mean ( x ) 69,62 52,14Median (Me) 70,78 51,12Modus (Mo) 72,5 52,5Varians (s 2 )303,36 363,91 Kemiringan (  3 ) 4 ) 2,112,36

1. Prayarat Analisis

  Untuk uji normalitas dilakukan melaluirumusan hipotesis sebagai berikut:H o = Data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normalH a = Data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi tidak normal 1) Uji Normalitas kelas Eksperimen Berdasarkan hasil pengolahan data pada kelompok yang menggunakan alat peraga dakon diperoleh nilai Lo = 0,0959. Pengujian homogenitas dilakukan melalui perumusan hipotesis berikut:Ho = Variansi populasi homogenHa = Variansi populasi tidak homogen Berdasarkan pengolahan data, diperoleh hasil uji homogenitas yang disajikan pada table berikut:Tabel 14 Hasil Uji Homogenitas data dengan Uji FisherKelas Eksperimen KontrolVarians 303,36 363,91 Db 25 25 F hit 1,199F 1,98 tab Kriteria F hit < F tabKesimpulan Homogen Karena F hit = 1,199 < F tab(0,05) = 1,92, maka H o diterima.

2. Pengajuan Hipotesis

  Setelah dilakukan pengujian prasyarat analisis data, diketahui bahwa data tersebut berdistribusi normal dan homogen. 0 :   1 2 H a :   1 2 Keterangan: rata-rata hasil belajar matematika siswa pada kelompok eksperimen :μ 1 : rata-rata hasil belajar matematika siswa pada kelompok kontrol.

2 Pengujian hipotesis tersebut diuji dengan uji t, dengan kriteria pengujian yaitu, jika t hitung < t tabel maka H diterima dan H a ditolak

  Sedangkan, jika t t maka H diterima dan H ditolak, pada taraf hitung tabel a ≥ kepercayaan 95% atau taraf signifikansi α = 5%. Dengan demikian, H ditolak dan H diterima, atau dengan kata lain rata- a rata hasil belajar matematika siswa pada kelompok eksperimen lebih tinggi dari rata-rata hasil belajar matematika siswa pada kelompok kontrol.

C. Pembahasan Hasil Penelitian

  Karena t hit > t tab maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti hasil belajar matematika siswa yang menggunakan alatperaga dakon lebih tinggi dari pada hasil belajar tanpa menggunakan alat peraga dakon. Karena berdasarkan teori-teori yang ada serta perhitungan statistika yang telah dilakukan, dapat dibuktikan bahwa pembelajaran dengan alat peraga dakon mempunyapengaruh yang signifiikan terhadap hasil belajar matematika yang dicapai siswa.

D. Keterbatasan Penelitian

  Alat peraga dakon yang digunakan jumlahnya terbatas karena harga untuk pembuatan alat peraga dakon cukup mahal, sehingga siswa dibagi menjadibeberapa kelompok untuk mengantisipasi kurangnya alat peraga. Alat peraga dakon ini masih terbatas, yaitu tidak bisa digunakan untuk mencari KPK dan FPB lebih dari 50.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan perhitungan, rata-rata hasil belajar matematika pada kelas

  Hasil analisis data yang diperoleh hitung = 3,38 dari uji “t” dengan nilai tdan t = 1, 68 tabel dengan taraf signifikan α = 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika antara siswa yang diajarkan denganmenggunakan alat peraga dakon lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar matematika siswa yang diajarkan tanpa alat peraga dakon. Hal iniberarti bahwa pembelajaran dengan menggunakan alat peraga dakon dapat mempengaruhi hasil belajar matematika siswa menjadi lebih tinggidibandingkan dengan yang tidak diajarkan tanpa menggunakan alat peraga dakon.

A. Saran

  Dengan demikian karena hasil belajar matematika siswa yang diajar menggunakan alat peraga dakon lebih tinggi dibandingkan dengan hasilbelajar matematika siswa yang diajarkan tanpa menggunakan alat peraga dakon, maka penulis dapat memberikan saran sebagai berikut: 1. Guru dapat menggunakan alat peraga dakon dalam pokok bahasanKelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar(FPB) yang tidak hanya menciptakn suasana belajar yang menyenangkan dan membuat siswa berminat dalam belajar matematika tetapi juga dapatmeningkatkan hasil belajar siswa.

DAFTAR PUSTAKA

   Beberapa siswa diminta menyebutkan kelipatan suatu bilangan yang ditentukan oleh guru secara lisan. Dengan berpasangan siswa memperagakannya dengan alat peraga dakon, yang tercepat menjawab adalah pemenangnya. Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa dalam belajar dan menggunakan alat dakon tersebut. Siswa mengerjakan soal-soal dengan alat peraga dakon.  Beberapa siswa diminta menyebutkan faktor suatu bilangan yang ditentukan oleh guru secara lisan. Dengan berpasangan siswa memperagakannya dengan alat peraga dakon, yang tercepat menjawab adalah pemenangnya. Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa dalam belajar dan menggunakan alat dakon tersebut. Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang diberikan oleh guru.

KELAS EKSPERIMEN

   Beberapa siswa diminta menyebutkan KPK suatu bilangan yang ditentukan oleh guru secara lisan. Dengan berpasangan siswa memperagakannya dengan alat peraga dakon, yang tercepat menjawab adalah pemenangnya. Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa dalam belajar dan menggunakan alat dakon tersebut. Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang diberikan oleh guru.  Beberapa siswa diminta menyebutkan kelipatan persekutuan suatu bilangan yang ditentukan oleh guru secara lisan. Dengan berpasangan siswa memperagakannya dengan alat peraga dakon, yang tercepat menjawab adalah pemenangnya. Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa dalam belajar dan menggunakan alat dakon tersebut. Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang diberikan oleh guru dengan alat peraga dakon.

INSTRUMEN TES HASIL BELAJAR

  Kelas : ………………………………………….. Berilah tanda silang (X) pada salah satu huruf a, b, c atau d pada jawaban yang paling tepat!

1. Kelipatan dari 6 adalah …

  Kelipatan persekutuan dari 2 dan 5 yang kurang dari 25 adalah …. Diantara bilangan berikut : 13, 15, 17, 19, 21, dan 23 yang termasuk bilangan prima adalah …a.

JA JB

  Perumusan hipotesis H o : µ 1 ≤ µ 2 H a : µ 1 > µ Lampiran 14 = Rata-rata hasil belajar matematika siswa yang diajar menggunakan alat peraga dakonµ 7280 ,64+8733,84 µ = 18,26 =333,635 48 16014 ,48 = 48 = 2 = Rata-rata hasil belajar matematika siswa yang diajar tanpa alat peraga. Kesimpulan yang diambil adalah terdapat perbedaan yang signifikan nilai tes akhir antara siswa yang diajar menggunakan alat peraga dakon dengansiswa yang diajar tanpa menggunakan alat peraga.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pengaruh Penggunaan Alat Peraga Block Dienes Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Pada Pokok Bahasan Perkalian Dan Pembagian (Penelitian Quasi Eksperimen Pada Kelas Ii Mi Al Hidayah Depok)
3
15
240
Pengaruh penggunaan alat peraga kartu kotif (Koin Positif Negatif) terhadap hasil belajar Matematika Siswa ( Sebuah studi eksperimen di MI Syamsul Huda Ciganjur Jakarta)
1
7
182
Pengaruh Penggunaan Alat Peraga Dakon Matematika (Dakota) Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa
23
132
295
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION BERBASIS ALAT PERAGA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation Berbasis Alat Peraga Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau Dari Penalaran Matematika Pada Siswa Ke
0
3
18
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION BERBASIS ALAT PERAGA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation Berbasis Alat Peraga Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau Dari Penalaran Matematika Pada Siswa Ke
0
4
20
PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA DALAM PENYAMPAIAN MATERI STEREOMETRI TERHADAP HASIL BELAJAR DITINJAU Pengaruh Penggunaan Alat Peraga dalam Penyampaian Materi Stereometri terhadap Hasil Belajar Ditinjau dari Daya Serap Siswa (Eksperimen Pembelajaran Matem
0
1
16
PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA TERHADAPPRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA Pengaruh Penggunaan Alat Peraga Terhadap Prestasi Belajar Matematika pada Siswa Kelas X SMA Widya Wiyata Semarang Tahun Ajaran 2010 – 2011.
0
2
14
PENGGUNAAN ALAT PERAGA RIIL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS II SDN 01 KEBAK JUMANTONO.
0
0
6
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA MEQIP SISWA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA MEQIP SISWA KELAS IV SD NEGERI 02 DAGEN KECAMATAN JATEN TAHUN 2010/2011.
0
0
14
PENGGUNAAN ALAT PERAGA GAMBAR DALAM UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR Penggunaan Alat Peraga Gambar Dalam Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Matematika Pada Siswa Kelas II SDN I Bentangan Wonosari Klaten.
0
0
15
PENGGUNAAN ALAT PERAGA GAMBAR DALAM UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR Penggunaan Alat Peraga Gambar Dalam Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Matematika Pada Siswa Kelas II SDN I Bentangan Wonosari Klaten.
0
1
11
PENGGUNAAN ALAT PERAGA METERAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA BAGI SISWA BERKESULITAN BELAJAR MATEMATIKA.
0
1
11
PENGGUNAAN ALAT PERAGA DALAM MATEMATIKA
0
0
7
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA DAKON BILANGAN TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA ARTIKEL PENELITIAN
0
1
12
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI
0
1
344
Show more