Strategi komunikasi politik dalam perolehan suara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada pemilu legislatif 2009 di Kabupaten Tegald

Gratis

1
47
115
2 years ago
Preview
Full text

LEMBAR PERNYATAAN

Assalamualaikum, Wr.Wb Saya yang bertanda tangan di bawah ini adalah penyusun skripsi dengan judul “Strategi Komuniasi Politik dalam Perolehan Suara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada Pemilu Legislatif 2009 di Kabupaten Tegal ” dengan ini menyatakan bahwa:

1. Skripsi ini adalah benar-benar murni hasil karya asli peneliti, tanpa adanya duplikasi hasil karya orang lain

  Adapun apabia peneliti mengutip tulisan dan karya ilmiah orang lain, peneliti telah mencantumkannya dalam bentuk refrensi, baik footnoteataupun daftar pustaka. Apabila dikemudian hari terjadi hal-hal yang merugikan orang lain, atau terbukti peneliti menduplikasi karya orang lain, peneliti siap menerimakonsekuensinya dan sanksi akademis yang berlaku di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

MOCHAMMAD RIFQI RIDHO 107051002550

  Strategi Komunikasi Politik dalam Perolehan Suara Partai PersatuanPembangunan (PPP) pada Pemilu Legislatif 2009 di KabupatenTegal ABSTRAK PPP adalah salah satu partai tua yang sudah memiliki penggalaman yang matang dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, utamanya dalam menghiasipanggung politik tanah air dengan segala suka dan dukanya. Di samping melakukan kegiatan-kegiatan tersebut PPP Kabupaten Tegalmenggunakan beberapa saluran komunikasi politik seperti saluran komunikasi politik struktur tradisional, saluran komunikasi politik input dan salurankomunikasi politik melalui media massa Sedangkan kelemahan strategi komunikasi Politik PPP Kabupaten Tegal adalah terlalu mengandalkan tokoh, keterbatasan dana pencalonan caleg yangbukan berasal dari daerah sendiri.

KATA PENGANTAR

  Atas doa dan usaha, akhirnya peneliti dapat menyelesaikan salah satu tugas penting yang mempertaruhkan segenap keilmuan yang peneliti pelajariselama menuntut ilmu di Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, walaupun sangat jauh dari kesempurnaan. Bapak Ahmad Tubagus Fahmi, SH sebagai Ketua DPC PPPKabupaten Tegal, Bapak Masdar Hilmi, SPd sebagai anggota LajnahPemenangan Pemilu Legislatif (LP2L) PPP Kabupaten Tegal dan para kader-kader PPP yang telah bersedia diwawancara dalam rangkamengumpulkan data untuk penyusunan skripsi ini.

DAFTAR GRAFIK 1

  Tabel 15 Kegiatan-Kegiatan PPP Kabupaten Tegal yang Berkaitan dengan Performa Sosial................................................................................................74 16. Tabel 16 Kegiatan-Kegiatan PPP Kabupaten Tegal yang Berkaitan dengan Performa Politis...............................................................................................76 vii viii 17.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada tanggal 9 April tahun 2009 yang lalu terjadi peristiwa penting bagi bangsa Indonesia untuk menentukan masa depannya lima tahun ke depan. Peristiwa tersebut biasa disebut dengan Pemilu, yang bertujuan untuk memilih para calon wakil rakyat di tingkat pusat maupun daerah. Pemilu yang dilakukan secara rutin lima tahun sekali ini ditandai dengan

  Strategi dalam menghadapi Pemilu legislatif merupakan perencanaan yang cermat yang disusun dan dilaksanakan oleh tim kampanye yang memiliki tujuanmencapai kemenangan atas sasaran yang ditentukan dalam Pemilu. Di Kabupaten Tegal banyak berdiri partai yang berbasis massa Islam, meskipun demikian PPP tetap berjuang keras dalam merebut simpati umat Islam,ini dilihat dari upaya-upaya yang dilakukan oleh PPP Kabupaten Tegal yang selalu berpihak dan perhatian kepada kepentingan umat Islam di Kabupaten Tegal.

10 Redaksi Harian Pelita, “Perolehan Suara PPP Yang Terus Merosot”, diakses pada tanggal 31 Desember 20 pukul 14.00 dari http://www.harianpelita.com

  GRAFIK I PENURUNAN PEROLEHAN SUARA PPP PADA PEMILU LEGISLATIF1999-2009 DI TINGKAT NASIONAL 10.71%12.0% 11.0% 10.0%8.14% 9.0% 8.0%7.0% 5.3%1999 6.0% 5.0%2004 4.0%2009 3.0% 2.0% 1.0%0.0% Sumber: http://www.harianpelita.com Penurunan perolehan suara ini terjadi di tingkat nasional maupun tingkat daerah, di Kabupaten Tegal penurunan perolehan suara terjadi dari Pemilulegislatif 1999 hingga Pemilu 2009. Pada Pemilu legislatif tahun 1999 perolehan suara PPP Kabupaten Tegal 65.734 (9,4%), pada Pemilu legislatif 2004 perolehansuara untuk PPP Kabupaten Tegal sebesar 53.889 suara (7,74%), dan pada Pemilu 11 2009 perolehan suara PPP Kabupaten Tegal turun menjadi 31.288 suara (5,2%).

PEMILU LEGISLATIF 1999-2009

  9.4% 10.0%9.0% 7.74% 8.0% 7.0%5,2% 6.0% 5.0%1999 4.0%2004 3.0% 2.0%2009 1.0% 0.0% Sumber: Laporan Pertanggung JawabanPengurus Harian DPC PPP Kabupaten Tegal Masa Bakti 2005-2010 Tentunya ada masalah yang terjadi, sehingga terjadi penurunan pada perolehan suara PPP Kabupaten Tegal. Sedangkan fokus penelitian ini adalah pada masalah-masalah yangterjadi pada strategi komunikasi politik yang digunakan oleh PPP KabupatenTegal pada Pemilu legislatif 2009 dilihat dari mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan strategi komunikasi politik yang digunakan PPP Kabupaten Tegalpada Pemilu legislatif 2009 dan penyebab turunnya perolehan suara PPP Kabupaten Tegal pada Pemilu legislatif 2009.

2. Rumusan Masalah

  Apa saja kelebihan dan kelemahan strategi komunikasi politik yang digunakan oleh PPP Kabupaten Tegal pada Pemilu legislatif 2009?c. Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan strategi komunikasi politik yang digunakan oleh PPP Kabupaten Tegal pada Pemilulegislatif 2009.

2. Manfaat Penelitian

  Selain juga memberi masukan bagi parapenggiat atau aktor politik dalam suatu partai atau organisasi yang menggunakan strategi-strategi dalam pencapaian sesuatu, dan dapatmenjadi bahan evaluasi bagi PPP Kabupaten Tegal. Berdasarkan metode penelitian tersebut di atas peneliti berharap mendapatkan data penelitian yang bersifat deskriptif interpretatif sehingga penelitidapat menganalisis dan menelaah lebih dekat, mendalam, mengakar dan menyeluruh, untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai strategikomunikasi politik PPP Kabupaten Tegal pada Pemilu legislatif 2009, dan penyebab turunnya perolehan suara PPP Kabupaten Tegal pada Pemilu legislatif2009.

2. Tempat dan Waktu Penelitian

  Tempat Penelitian dilakukan di kantor Dewan Pimpinan Cabang PartaiPersatuan Pembanguan yang berlokasi di Jl. Peneliti memilih lokasi tersebut karena di tempat tersebut peneliti dapat memperoleh data, dan peneliti mewawancarai KetuaDPC PPP Kabupaten Tegal dan Ketua Lajnah Pemenangan Pemilu.

12 Moh Nazir, Metode Penelitian, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2005), H. 55

  11 3. Subjek dan Objek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah DPC PPP Kabupaten Tegal, dan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah strategi komunikasi politik yangdigunakan oleh PPP Kabupaten Tegal pada Pemilu legislatif 2009.

4. Teknik Pengumpulan Data a

  Wawancara MendalamWawancara mendalam adalah suatu cara mengumpulkan data atau informasi dengan cara langsung bertatap muka dengan informan agar 13 mendapatkan data lengkap dan mendalam yaitu tentang strategi komunikasi politik PPP di Kabupaten Tegal pada Pemilu 2009, dalam hal ini penelitimewawancarai Bapak Tubagus Fahmi, SH. DokumentasiDalam hal ini peneliti mengumpulkan data-data yang diperoleh dari buku- buku arsip partai berupa Laporan Pertanggung Jawaban DPC PPP Kabupaten Tegal Masa Bakti 2005-2010 dan Rancangan Materi Musyawarah Cabang VIDPC PPP Kabupaten Tegal serta foto-foto yang berkaitan dengan penelitian, dan hasil rekaman dengan nara sumber.

13 Rachmat Kriyantoro, Teknik Praktis Riset Komunikasi, (Jakarta: Kencana, 2009), h

  menginterpretasi data untuk memperoleh arti dan makna yang lebih mendalam dan luas terhadap hasil penelitian yang sedang dilakukan. Peneliti menggunakan langkah-langkah seperti yang dikemukakan oleh Tesch yang dikutip oleh Craswell, langkah-langkah tersebut akan peneliti uraikansebagai berikut: a.

14 Peneliti menggunakan analisis deskriptif interpretatif, peneliti

  13 penelitian dilakukan dengan cara meninjau hasil penelitian secara kritis dengan 15 teori yang relevan dan informasi akurat yang diperoleh dari lapangan. Selanjutnya peneliti menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari,dan membuat kesimpulan sehingga mudah difahami oleh diri sendiri maupun 16 orang lain.

E. Tinjauan Pustaka

  Setelah peneliti melihat dan mencari judul skripsi yang ada di perpustakan utama Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan perpustakaanFakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, peneliti menemukan ada beberapa skripsi yang membahas tentang komunikasi politik dan PPP. Skripsi yang ketiga dengan judul Komunikasi Politik Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Bogor dalam Pilkada Bupati 2009 oleh Teedy Khumaedi berisikan tentang pesan politik DPC PPP Kabupaten Bogor, komunikator DPC PPP Kabupaten Bogor dalam Pilkada bupati Bogor, dan saluran politik yang digunakan oleh DPC PPP KabupatenBogor pada Pilkada Kabupaten Bogor.

F. Sistematika Penulisan

  BAB III GAMBARAN UMUM PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN KABUPATEN TEGAL meliputi : sejarah dan pembentukan DPC PPP Kabupaten Tegal, visi dan misi DPC PPP Kabupaten Tegal, prinsip perjuangan DPC PPP Kabupaten Tegal, Struktur kepengurusan DPC PPP Kabupaten Tegal dan Lajnah Pemenangan Pemilu Legislatif (LP2L) PPP Kabupaten Tegal. 16 BAB IV TEMUAN DAN ANALISIS meliputi : strategi komunikasi politik PPP Kabupaten Tegal pada Pemilu 2009, Penyebab turunnya perolehan suara PPPKabupaten Tegal pada Pemilu 2009, dan performa komunikatif PPP Kabupaten Tegal.

BAB V PENUTUP meliputi : kesimpulan dan saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

BAB II KAJIAN TEORITIS A. Teori Performa Komunikatif Pacanowsky dan O’Donell Trujillo, menyatakan bahwa anggota organisasi

  Performa adalah metafora yang menggambarkan proses simbolik pemahaman akan perilaku manusia dalam sebuah organisasi, performa organisasiseringkali memiliki unsur teatrikal, di mana baik supervisior maupun karyawan(kader partai dalam hal ini) memilih untuk mengambil peranan atau bagian 2 tertentu dalam organisasi mereka. Organisasi dalam konteks ini adalah prganisasi partai politik, performa sosial berupa kesantunan dan kesopanan yang ditunjukkan oleh Partai PersatuanPembangunan untuk kerjasama diantara para kader dan konstituennya.

4. Performa Enkulurasi

  Performa enkulturasi merujuk pada bagaimana anggota mendapatkan pengetahuan dan keahlian untuk dapat menjadi anggota organisasi yang mampuberkonkontribusi. Dalam performa ini, Partai Pesatuan Pembangunan memberikan pengetahuan dan keahlian kepada kader-kadernya dalam rangka meningkatkankomunikasi politik dan bagaimana menjadi politisi yang dapat mencapai jabatan 4 publik serta mensosialisasikan program-program partai kepada konstituennya.

B. Konseptualisasi Strategi Komunikasi 1. Pengertian Strategi

  Menurut Onong Uchjana Effendy, mengatakan bahwa strategi pada hakikatnya adalah perencanaan dan manajemen untuk menapai tujuan, namununtuk mencapai tujuan tersebut, strategi tidak berfungsi sebagai peta jalan yang memberikan arah saja melainkan harus mampu menunjukkan bagaimana taktik 7 operasionalnya 2. Tanpa adanya komitmen dan kerja sama dalam pelaksanaan strategi, maka proses formulasi dan analisis strategi hanyaakan menjadi impian yang sangat jauh dari kenyataan.

1) Meninjau faktor-faktor eksternal dan internal yang menjadi dasar strategi

  Adanya perubahan yang ada akan menjadi satu hambatan dalam pencapaian tujuan, begitu pula dengan faktor internal yang diantaranyastrategi tidak efektif atau hasil implemenatsi yang buruk dapat berakibat buruk pula bagi hasil yang akan dicapai. Prosesnya dapat dilakukan dengan menyelidiki penyimpangandari rencana, mengevaluasi prestasi individual dan menyimak kemajuan yang dibuat kearah pencapaian sasaran yang dinyatakan.

3. Pengertian Strategi Komunikasi

  Strategi komunikasi merupakan perpaduan perencanaan komunikasi (communication planning) dengan manajemen komunikasi (communication management) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Strategi komunikasi ini harus mampu menunjukkan bagaimana operasionalnya secara praktis harus dilakukan, dalam arti kata bahwa pendekatannya bisa berbeda-beda tergantungpada suatu kondisi dan situasi.

9 Strategi komunikasi perlu disusun secara luwes, sehingga taktik

  Untuk mencapai tujuan komunikasi secara efektif, seorang strategiskomunikasi perlu memahami sifat-sifat komunikasi dan pesan, guna dapat menentukan jenis media yang akan diambil dan teknik komunikasi yang akanditetapkan. Fungsi Strategi Komunikasi Fungsi strategi komunikasi di bagi menjadi dua yaitu:1) Tujuan sentral dalam strategi komunikasi; strategi pada hakikatnya adalah perencanaan dan manajement untuk mencapai suatu tujuan.

C. Konseptualisasi Komunikasi Politik 1. Pengertian Komunikasi Politik

  Mengacu pada pendapat Deliar Noer yang dikutip oleh Gun Gun Heryanto, politik merupakan aktivitas atau sikap yang berhubungan dengan kekuasaan dan yang bermaksud untuk mempengaruhi 15 dengan jalan mengubah atau mempertahankan suatu bentuk susunan masyarakat. Menurut Budiarjo yang dikutip oleh Cangara, politik adalah kegiatan yang dilakukan suatu negara yang menyangkut proses menentukan tujuan dan 16 melaksanakan tujuan tersebut.

2. Unsur-Unsur Komunikasi Politik

  Dengandemikian, sumber atau komunikator politik adalah mereka-mereka yang dapat memberi informasi tentang hal-hal yang mengandung makna ataubobot politik misalnya presiden, menteri, anggota DPR, MPR, KPU, gubernur, bupati/walikota, politisi, fungsionaris partai politik, fungsionarisLSM, dan kelompok-kelompok penekan dalam masyarakat yang bisa mempengaruhi jalannya pemerintahan. Pemberian suara sangat menentukan terpilih tidaknya seorangkandidat untuk posisi mulai tingkat presiden dan wakil presiden, anggotaDPR/MPR, gubernur, dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, 19 walikota dan wakil walikota sampai tingkat DPRD.

3. Tipologi Komunikator Politik a

  Politisi1) Politikus sebagai wakil : yakni komunikator politik yang menjadi perwakilan artikulasi kepentingan politik dari individu ataupunkelompok.2) Politikus sebagai ideolog : yakni komunikator politik yang menjadi kader ideologi representasi nilai-nilai normatif yang diusung olehindividu atau kelompok politik. Profesional1) Jurnalis : komunikator yang secara profesional dan melembaga turut mempublikasikan isu, opini publik, dan fakta politik yangdapat diakses oleh masyarakat luas.2) Promotor : komunikator yang secara professional bekerja mempromosikan seorang kandidat atau sebuah partai politiktertentu dalam pemenangan kompetisi politik misalnya saat Pemilu.

D. Konseptualisasi Partai Politik 1. Definisi Partai politik

  Rekrutmen PolitikRekrutmen politik ialah seleksi dan pemilihan atau seleksi dan pengangkatan seseorang atau sekelompok orang untuk melaksanakansejumlah peranan dalam sistem politik pada umumnya dan pemerintahan pada khususnya. Pengendalian KonflikPartai politik sebagai salah satu lembaga demokrasi berfungsi untuk mengendalikan konflik melalui cara berdialog dengan pihak-pihakyang berkonflik, menampung dan memadukan berbagai aspirasi dan kepentingan dari pihak-pihak yang berkonflik dan membawapermasalahan ke dalam musyawarah badan perwakilan rakyat untuk mendapatkan penyelesaian berupa keputusan politik.

3. Tujuan Partai Politik

  Meningkatkan partisipasi politik anggota dan masyarakat dalam rangka penyelenggaraan kegiatan politik dan pemerintahan. Membangun etika dan budaya politik dalam kehidupan bermasyarakat, 30 berbangsa dan negara.

4. Tipologi Partai Politik

  Yang dimaksud partai politik pragmatis ialah suatu partai yang mempunyai program dan kegiatanyang tak terikat kaku pada suatu doktrin dan ideologi tertentu. Seleksi kenggotaan dalam partai kader biasanya sangat ketat, yaitu melalui kaderisasi yang berjenjang dan intensif, sertapenegakan disiplin partai yang konsisten dan tanpa pandang bulu.

E. Konseptualisasi Pemilu 1. Definisi Pemilu

  William Liddle yang dikutip oleh Toni Andrianus dkk menyatakan dalam sistem pemerintahan demokrasi, Pemilu sering dianggapsebagai penghubung antara prinsip kedaulatan rakyat dan praktek pemerintahan oleh sejumlah elit politik. Kepastian bahwahasil pemilihan itu mencerminkan kehendak rakyat diberikan oleh seperangkat jaminan yang tercantum dalam peraturan perundang-undangan yang berkaitan 33 dengan pemilihan umum.

4. Asas Pemilu

  Pemilih mempunyai hak untuk secara langsung memberikan suaranya sesuai dengan kehendak hati nuraninya, tanpa perantara dalammemilih wakil-wakil yang akan duduk di lembaga perwakilan rakyat dan di pemerintahan. Baik oleh penyelenggara yangmemanipulasikan suara-suara untuk kepentingan partai/organisai tertentu, atau oleh organisasi/partai peserta pemilihan umum yang berbuatkecurangan-kecurangan dengan memberikan informasi tentang dirinya yang mungkin belum berhak memilih tetapi sudah memperoleh keteranganyang menyatakan ia berhak memilih.

5. Tipe-Tipe Sistem Pemilu

  Sistem Representasi ProporsionalSistem ini biasa disebuut juga sebagai sistem pemilihan multi- member constituency atau sistem perwakilan berimbang, dengan menggunakan distrik-distrik wakil majemuk, jumlah wakil yang terpilih untuk suatu distrik ditentukan oleh presentase suara sah yangdiraih oleh partai atau kendidat peserta Pemilu dalam distrik tersebut. Sejarah dan Pembentukan DPC PPP Kabupaten Tegal Partai Persatuan Pembagunan (PPP) secara nasional didirikan pada tanggal 5 Januari 1973, sebagai hasil fusi politik empat partai Islam, Partai NadhlatulUlama, Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Syarikat Islam Indonesia 1 (PSII) dan Partai Islam Perti.

1 Tubagus Fahmi, Pasang Surut Partai Persatuan Pembangunan , (Tegal: DPC PPP KAB Tegal, 2006), h. 6

  2 3 pertama DPC PPP Kabupaten Tegal adalah H. Qosim Tafsir.

B. Visi dan Misi DPC PPP Kabupaten Tegal

  Visi PPP Berdasarkan sejarah perjuangan dan jati diri di atas, maka visi PPP adalah"Terwujudnya masyarakat yang bertaqwa kepada Allah SWT dan negaraIndonesia yang adil, makmur, sejahtera, bermoral, demokratis, tegaknya supremasi hukum, penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM), sertamenjunjung tinggi harkat-martabat kemanusiaan dan keadilan sosial yang 4 berlandaskan kepada nilai-nilai keislaman". PPP berkhidmat untuk berjuang melaksanakan dan mengembangkan kehidupan politik yang mencerminkan demokrasi dan kedaulatanrakyat yang sejati dengan prinsip musyawarah untuk mencapai mufakat.

C. Prinsip Perjuangan DPC PPP Kabupaten Tegal

  Prinsip perjuangan PPP Kabupaten Tegal adalah sebagai berikut: 1. Prinsip Ibadah PPP senantiasa berupaya mendasari perjuangannya dengan prinsip ibadah, dalam arti yang seluas-luasnya yaitu untuk mencapai keridhaan Allah SWT.

2. Prinsip Amar Ma`Ruf Nahi Munkar

  Ini adalah keyakinan yang mendasar, yang dapatmemberikan motivasi perjuangan kepada seluruh jajaran partai sehingga terhindar dari bahaya kultur individu dan neo-feodalisme yang dapat memerosotkankualitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. PPP berjuang untuk mengembangkan nilai-nilai kebersamaan dalam memikul beban dan tanggungjawab kenegaraan, pemerintahan, dan kemasyarakatan secara proporsional sehingga terhindar dari dominasi, perasaan ditinggalkan, dan dikucilkan.

6 D

  Muzaeni Wakil Ketua Titin Mar’atin Wakil Ketua Dasuki Mustofa Wakil Ketua H. Ghufroni Salim Wakil Ketua Noval Shaleh Wakil Ketua Ma’adah Wakil Ketua Eko mahendra, S.

6 DPC PPP Jakarta Barat

  “Sejarah PPP dalam Lintasan Perpolitikan Nasional” diakses TABEL 2 Susunan dan Personalia Pimpinan Majelis Pertimbangan Dewan PimpinanCabang Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Tegal Masa Bhakti 2010-2015 NAMA JABATAN KH. Sayidi Hisbullah Wakil Ketua Ustd H.

H. Farikhin MS Wakil Ketua

  Lajnah Pemenangan Pemilu Legislatif (LP2L) PPP Kabupaten Tegal Untuk menangani persiapan Pemilu legislatif 2009 PPP Kabupaten Tegal memmbentuk tim sukses yang disebut dengan Lajnah Pemenangan PemiluLegislatif (LP2L). LP2L ini beranggotakan tiga orang yang diambil dari pengurus harian DPC PPP Kabupaten Tegal.

H. Ahmad Tubagus Fahmi, SH Anggota Maftuhi Anggota

  Sumber: wawancara pribadi dengan Masdar HelmiLajnah Pemenangan Pemilu Legislatif ini dibentuk tentunya mempunyai fungsi dan tugas, berikut adalah fungsi LP2L PPP Kabupaten Tegal: 1. Menyusun pedoman dan materi kampanye Pemilu meliputi pelatihan juru kampanye, pelatihan saksi, dll.

F. Kabupaten Tegal pada Pemilu Legislatif 2009

  Jumlah penduduk Kabupaten Tegal pada tahun 2009 mencapai 1.420.760 orang dengan spesifikasi sebagai berikut laki-laki : 709.872 / 49,96% danperempuan : 710.888 / 50.04%. Sedangkan jumlah hak pilih pada Pemilu legislatif 2009 adalah 793.152 orang, akan tetapi hanya 608.325 pemilih yang 8 menggunakan hak pilihnya pada Pemilu legislatif 2009.

INDONESIA BARU

11 PARTAI KEDAULATAN 504 12 PARTAI PERSATUAN DAERAH 226 13 PARTAI KEBANGKITAN BANGSA 108.961 8 14 PARTAI PEMUDA NDONESIA 15 PARTAI NASIONAL INDONESIA 812 MARHAENISME 16 PARTAI DEMOKRASI 7.895 PEMBARUAN 17 PARTAI KARYA PERJUANGAN 18 PARTAI MATAHARI BANGSA 2.570 19 PARTAI PENEGAK DEMOKRASI 473 INDONESIA 20 PARTAI DEMOKRASI 322 KEBANGSAAN 21 PARTAI REPUBLIKA NUSANTARA 22 PARTAI PELOPOR 56 23 PARTAI GOLONGAN KARYA 57.712 6 24 PARTAI PERSATUAN 31.288 3 PEMBANGUNAN 25 PARTAI DAMAI SEJAHTERA 26 PARTAI NASIONAL BENTENG 174 KERAKYATAN INDONESIA 27 PARTAI BULAN BINTANG 5.748 28 PARTAI DEMOKRASI INDONESIA 143.817 13 PERJUANGAN 29 PARTAI BINTANG REFORMASI 6.2378 Pemerintah Kabupaten Tegal, “ Profile Kabupaten Tegal”, diakses Pada Tanggal 30 30 PARTAI PATRIOT 167 31 PARTAI DEMOKRAT 58.683 6 32 PARTAI KASIH DEMOKRASI INDONESIA 33 PARTAI INDONESIA SEJAHTERA 789 34 PARTAI KEBANGKITAN 14.308 NASIONAL ULAMA 41 PARTAI MERDEKA 42 PARTAI PERSATUAN 634 1 NAHDLATUL ULAMA 43 PARTAI SERIKAT INDONESIA 44 PARTAI BURUH 11.003 1 JUMLAH 608.362 50 Sumber: Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tegal

BAB IV ANALISIS dan HASIL TEMUAN A. Strategi Komunikasi Politik PPP Kabupaten Tegal Pada Pemilu Legislatif 2009 Strategi komunikasi politik dalam menghadapi Pemilu legislatif

  merupakan perencanaan yang cermat yang disusun dan dilaksanakan oleh tim sukses yang memiliki tujuan mencapai kemenangan atas sasaran yang ditentukandalam Pemilu. Strategi komunikasi politik yang dilakukan oleh PPP Kabupaten Tegal bertujuan untuk mempertahankan konstituen lama dan mendapatkan konstituenbaru, dalam hal ini PPP Kabupaten Tegal melakukan strategi komunikasi politik menurut segmentasi pemilih, segmentasi pemilih ini menurut Smiht dan Hirstyang dikutip oleh Firmanzah berguna untuk : 1.

2. Membantu partai politik untuk lebih meningkatkan ketetapan program kerja dan isu politik di setiap kelompok masyarakat

  Membantu organisasi politik dalam mengembangkan program komunikasi politik. Membantu dalam analisis atas persaingan politik, melihat jumlah yang ada di setiap segmen akan membantu organisasi politik bersangkutandalam menghitung probabilitas untuk menang atau kalah.

5. Membantu organisasi politik untuk mengembangkan program marketing politik yng lebih tepat sasaran dan komprehensif

  1 Dalam hal ini PPP Kabupaten Tegal menggunakan metode segmentasi pemilih Demografi yakni, konsumen politik yang dapat dibedakan berdasarkan umur, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, pekerjaan dan kelas sosial. 2 Namun dilihat dari segi prakteknya PPP Kabupaten Tegal hanya membedakan pemilih berdasarkan usia dalam menjalankan strategi komunikasi politiknya, berikutadalah langkah-langkah strategi komunikasi politik yang digunakan oleh PPPKabupaten Tegal dalam menarik simpati pemilih dari kalangan pemuda dan orang tua.

1. Strategi Komunikasi Politik PPP Kabupaten Tegal Untuk Kalangan Pemuda

  Strategi Komunikasi Politik PPP Kabupaten Tegal Untuk Kalangan Pemilih Orang Tua Untuk menggaet dukungan dari pemilih kalangan orang tua PPPKabupaten Tegal melakukan strategi komunikasi politik dengan membangun komunikasi dan silaturahmi dengan tokoh masyarakat, ulama’, pondok pesantrendan majelis taklim. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Tubagus Fahmi selakuKetua DPC PPP Kabupaten Tegal sebagai berikut:34 Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus Harian DPC PPP Kabupaten Tegal, h.

6 PPP basisnya itu”

  Kalimat yang samapun diungkapkan oleh Masdar Helmi:“.........di samping itu juga kita tetap menggunakan komunikasi melalui para tokohmasyarakat dan ulama’ untuk ulamanya kita menggunakan ulama’ lokal Ya karena memang basic kitakan hampir dari partai-partai Islam atau yang berbasis massaIslam itukan peran tokoh sangat tinggi, Tapi khususnya tokoh2 7 tua yah . ”Untuk keterangan lebih lanjut tentang siapa saja tokoh-tokoh masyarakat, ulama’, pondok pesantren dan majelis taklim yang digunakan oleh PPP Kabupaten Tegal pada pada Pemilu legislatif 2009 akan peneliti uraikan pada sub-bab berikutnya.

3. Saluran-Saluran Komunikasi Politik PPP Kabupaten Tegal pada Pemilu legislatif 2009

  Saluran Komunikasi Politik Struktur TradisionalSaluran komunikasi politik struktur sosial tradisional, yaitu dimana arus 8 komunikasi yang ditentukan oleh posisi sosial pihak yang berkomunikasi, dalam hal ini PPP Kabupaten Tegal, membangun komunikasi dan silaturahmi dengantokoh masyarakat,6 ulama’, pondok pesantren dan majelis taklim. Kelemahan dan Kelebihan Strategi Komunikasi Politik PPP Kabupaten Tegal Pada Pemilu Legislatif 2009 PPP Kabupaten Tegal dalam melaksanakan strategi komunikasi politiknya, tentu terdapat kelemahan dan kelebihan dari strategi komunikasi politik tersebut.

1. Kelemahan Strategi Komunikasi Politik PPP Kabupaten Tegal pada Pemilu Legislatif 2009

  “Faktor eksternal yang memengaruhi turunnya perolehan suaraPPP di Kabupaten Tegal pada Pemilu 2009 yang lalu adalah dengan munculnya partai-partai baru yang menyebabkanmasyarakat Kabupaten Tegal mempunyai banyak pilihan untuk memilih partai, dan juga partai-partai tersebut tersebut banyakyang mengatasnamakan basis ormas Islam tertentu, sepertiPKB, PKNU yang berbasis NU, kemudian PAN, PMB yang berbasis massa Muhamadiyah dan PBB yang berbasis massaMasyumi. ”Hal ini pun dikemukakan oleh Masdar Helmi selaku Ketua LP2L PPP Kabupaten Tegal:“Bisa dikatakan mayoritas caleg itu tidak siap dengan aturan baru yang memang sudah berubah di tengah jalan yangawalnya memang pake nomor urut untuk tiap-tiap Dapilnya berubah menjadi suara terbanyak dan itu yang menjadikansebagian besar caleg tidak siap.

29 Berikut adalah rincian tingkat pendidikan pengurus DPC PPP Kabupaten Tegal

” TABEL 13 TINGKAT PENDIDIKAN JUMLAHPerguruan Tinggi/S1 9 Orang SMA/MA 13 Orang Pondok Pesantren 7 Orang Sumber: Wawancara Pribadi dengan Ketua DPC PPP Kabupaten TegalBeberapa penyebab penurunan perolehan suara PPP Kabupaten Tegal mengakibatkan PPP Kabupaten Tegal berupaya untuk melakukan beberapaevaluasi demi mengantisipasi terjadinya penurunan perolehan suara pada Pemilu-Pemilu yang akan datang. Evaluasi yang dilakukan oleh PPP Kabupaten Tegal kedepannya adalah dengan cara merekrut para mantan Kades ataupun Kades yangpada Pemilu 2014 akan lengser, karena menurut PPP Kabupaten Tegal para mantan Kades tentunya memiliki pengikut yang lebih fanatik, ini akan menjadi

29 Wawancara Pribadi dengan Tubagus Fahmi

  Hal ini di ungkapkan oleh Masdar Helmi:“Kita ingin mendekati para mantan kepala desa atau kepala desa yang menjelang Pemilu 2014 sudah mau lengser, rencananya kita akanmemberikan tawaran kepada mereka dengan cara memberikan brosur- brosur perjuangan PPP, tokoh-tokoh nasional, tokoh daerah sepertibupati, dengan jalan bahwa agar mereka tertarik untuk masuk ke PPP, karena banyak dari bupati yang berawal dari kepala desa. Performa Komunikatif PPP Kabupaten Tegal Performa komunikatif merupakan sesuatu yang harus dilakukan oleh setiap partai politik, ini dilakukan supaya partai politik dapat menjagaeksistensinya sebagai suatu organisasi politik.

1. Performa ritual, yaitu merupakan semua performa komunikasi yang terjadi

  Performa sosial, yakni Performa sosial merupakan perpanjangan sikap santun dan kesopanan untuk mendorong kerja sama diantara anggota 34 organisasi. Dalam hal ini adalah langkah-langkah yang dilakukan oleh33 PPP Kabupaten Tegal dalam berkerja sama dengan para kader dan34 Ibid, h.

3. Performa politis, yakni perilaku organisasi yang mendemonstrasikan

  35 kekuasaaan dan kontrol, yakni menyangkut cara mendapatkan konstituen baru dan mempertahankan konstituen lama, berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan oleh PPP Kabupaten Tegal yang berkaitan dengan peforma politis mereka. MUSCAB I WPP Kabupaten TegalKabupaten Tegal Memberangkatkan PH DPC, MPC, Majelis Pakar dan PAC se-Kabupaten Tegal untuk menhadiri acara silaturahmi kader PPP se-Jawa Tengah 7 Maret 2006 Masjid Agung Jawa Tengah Semarang Mengikut sertakan Satgas PPP dan WPP Kabupaten Tegal pada pawai karnaval dalam rangka HUT RI 20 Agustus 2006Start Dan Finish DiAlun-Alun Slawi Kabupaten Tegal Menyelenggarakan Forum Orientasi dan Komunikasi (FOK) DPRD Kabupaten Tegal dan DPRD Prop.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Dalam menghadapi Pemilu Legislatif 2009 PPP Kabupaten Tegal

  melakukan beberapa strategi komunikasi politik, strategi komunikasi politik yang digunakan PPP Kabupaten Tegal dalam mempengaruhi konstituen pada Pemilulegislatif 2009, diantaranya: 1. Strategi Komunikasi Politik PPP Kabupaten Tegal Untuk KalanganPemudaBerikut adalah kegiatan-kegiatan yang di lakukan oleh PPP Kabupaten Tegal dalam rangka menggaet pemilih dari kalangan pemuda.

2. Strategi Komunikasi Politik PPP Kabupaten Tegal Untuk Kalangan Orang

TuaUntuk menggaet dukungan dari pemilih kalangan orang tua PPP Kabupaten Tegal melakukan strategi komunikasi politik dengan membangun

3. Menggunakan saluran komunikasi politik

  Saluran Komunikasi Politik InputDalam konteks ini PPP Kabupaten Tegal menjalin komunikasi dengan berbagai Ormas di antaranya PC Nahdlatul Ulama Kabupaten Tegal,dan IPPNU Kabupaten Tegal c. Saluran Komunikasi Politik Melalui Media Massa Dalam hal ini PPP Kabupaten Tegal mengekspos kegiatan-kegiatan dan program-program mereka melalui media massa lokal seperti RadarTegal dan media massa tingkat propinsi seperti Suara Merdeka.

1. Kelemahan Strategi Komunikasi Politik PPP Kabupaten Tegal a

  Keterbatasan Dana Pencalonan Caleg yang Bukan Berasal dari Daerah Sendiri 2. Untuk kelebihan strategi komunikasi politik yang di gunakan oleh PPP Kabupaten Tegal adalah seluruh pengurus DPC PPP Kabupaten Tegal bekerja secara maksimal dalam mengimplementasikan strategi-strategiyang disusun oleh Lajnah Pemenangan Pemilu Legislatif (LP2L) PPP Kabupaten Tegal.

1. Munculnya Partai-Partai Baru yang Mengatasnamakan Ormas Islam 2

  Berubahnya Aturan Pemilu dari Nomor Urut Caleg Menjadi Suara Terbanyak 4. Lemahnya SDM PPP Kabupaten Tegal Beberapa penyebab penurunan perolehan suara PPP Kabupaten Tegal mengakibatkan PPP Kabupaten Tegal berupaya untuk melakukan beberapaevaluasi demi mengantisipasi terjadinya penurunan perolehan suara pada Pemilu-Pemilu yang akan datang.

B. Saran

Ada beberapa saran yang ingin peneliti sampaikan, yang bertujuan agar adanya perbaikan di masa yang akan datang. Karena peneliti sadar bahwa karyaini tentunya jauh dari kesempurnaan, Adapun saran yang ingin peneliti sampaikan kepada pihak- pihak yang terkait adalah sebagai berikut:

1. Dalam upaya kaderisasi kaum pemuda, hendaknya dapat lebih intens lagi agar tidak terjadi stagnansi kader muda pada diri PPP Kabupaten Tegal

  J : Ada beberapa faktor yang menyebabkan turunnya perolehan suara PPP pada Pemilu 2009 yang lalu, dilihat dari faktor eksternalnya yaitu munculnya partai-partai baru, ini menyebabkan masyarakat punya banyak pilihan partai, danpartai tersebut banyak yang mengatasnamakan dari basis ormas tertentu, seperti contoh PKB, PKNU yang berbasis NU, belum lagi ada PAN, PMB yang berbasisMuhamadiyah dan PBB yang berbasis massa Masyumi. Kalo teman-teman saya banyak yang PKB dan banyak yangmengajak saya utuk masuk ke PKB tapi saya tolak, karena saya melihat perjuangan PPP itu sendirinya sampe dari mulai berdirinya sampe pada zamanorde baru yang cuma ada tiga partai itu golkar Pdi dan PPP, di mana di antara tiga partai itu hanya PPP yang menjadi wadah inspirasi bagi umat Islam, dan itu sayalihat sampe sekarang.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Penggunaan media dalam kampanye politik pada pemilihan umum legislatif 2014 (Studi tentang Penggunaan Media Reklame dalam Pemenangan Partai Gerindra di Kota Surabaya).
0
6
36
Implementasi peraturan komisi pemilihan umum nomor 03 tahun 2009 tentang 2009 tentang suara sah pada pemilu 2009 di Lampung Barat menurut partai politik peserta pemilu
0
11
57
Politik aliran dalam pemilu 2009 : studi atas perubahan platform partai keadilan sejahtera pada pemilu 2009
1
12
81
Strategi komunikasi politik dalam perolehan suara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada pemilu legislatif 2009 di Kabupaten Tegald
1
47
115
Strategi komunikasi politik pac partai gerindra Limo dalam pemilu legislatif di Depok
22
168
72
Tipologi iklan politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada pemilu 2009 di televisi
0
27
113
Komunikasi pemasaran politik partai Islam: studi kritis strategi PKS dalam pemilu legislatif
0
9
188
Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik pemilih pemula dalam pemilihan legislatif 2009 kecamatan tanah sareal kota Bogor
0
4
76
Pandangan politisi Partai Persatuan Pembangunan terhadap kesetaraan gender
0
18
115
Strategi Kampanye Humas Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dalam Meningkatkan Citra Partai Menjelang Pemilu 2014
1
28
122
Konflik internal Partai Kebangkitan Bangsa di kabupaten Karawang: sumber dan dampak konflik pada pemilu 2009
0
4
75
Pengaruh penayangan iklan Partai Golkar di Tv One terhadap perilaku memilih masyarakat Kelurahan Kebon Baru Jakarta Selatan pada pemilu legislatif 2014
0
55
163
Sikap Politik Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dalam Suksesi Kepemimpinan Negara Pada Pemilu 2014
0
5
0
Pragmatisme partai islam : studi tentang perekrutan calon legislatif artis oleh Partai Persatuan Pembangunan
2
7
99
Marketing politik Partai PDI Perjuangan dalam upaya mendapatkan suara pada pemilihan kepada daerah (Pilkada) Bupati Tahun 2013 di Kabupaten Majalengka
1
23
117
Show more