Peranan bimbingan orang tua dalam memotivasi belajar siswa di SMP Islam Parung Bogor

Gratis

0
5
114
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Shalawat dan salam senantiasa diberikan kepada Rasulullah Muhammad SAW., yang telah merubah peradabandari peradaban yang penuh kesesatan menuju masyarakat yang berperadaban, yang penuh keimanan dan ketakwaan. Pimpinan dan Staf perpustakaan Universitas Islam Negeri SyarifHidayatullah Jakarta, Perpustakaan Utama dan Perpustakaan Fakultas IlmuTarbiyah dan Keguruan serta perpustakaan lainnya di Jakarta, yang telah membantu penulis dalam menyediakan buku-buku yang penulis butuhkan.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan proses mendidik dan menuntun anak didik

  Sehinggapendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskankehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan betaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga 1 negara yang demoktaris secara bertanggung jawab. Karena sebagian orang tua memiliki kesibukannya masing-masing, contohnya tidak ada waktu untuk menemani anaknya ketika belajar, kurang adanyaperhatian dari orang tua dalam membimbing belajar anaknya, tidak adanya disiplin yang diberikan orang tua kepada anaknya dan kurangnya dukungan 3 tersebut sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa.

2. Kurang adanya perhatian dari orang tua dalam membimbing belajar 3

  Tidak adanya disiplin yang diberikan oleh orang tua 4. Kurangnya dukungan orang tua yang diberikan ketika sedang belajar C.

1. Peranan orang tua meliputi: usaha orang tua dalam membimbing anak belajar, fasilitas belajar, dan disiplin belajar anak

  Motivasi belajar siswa meliputi: hasrat belajar dan kebutuhan dalam belajar, harapan dan cita-cita masa depan, penghargaan dalam belajar, dankegiatan yang menarik di dalam belajar dan kondisi yang kondusif. Perumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas dan untuk lebih memperjelas permasalahan yang akan diteliti, maka masalah yang diangkat dalampenelitian ini adalah: Bagaimana peranan bimbingan orang tua dalam memotivasi belajar siswa di SMP Islam Parung Bogor?

2. Manfaat Penelitian:

  Secara teoritisHasil penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan kajian ilmu pengetahuan tentang peran bimbingan orang tua dalambelajar siswa khususnya dalam memotivasi belajar siswa. Bagi siswa SMP Islam Parung BogorMendorong siswa untuk mengikuti bimbingan orang tua untuk meningkatkan motivasi belajar.

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN KERANGKA BERPIKIR A. Bimbingan Orang Tua 1. Pengertian Bimbingan Secara etimologi, kata “bimbingan” berasal dari kata Guidance

  Menurut Rochman Natawidjaja, dalam Soejipto & Raflis Kosasi, bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada individu yangdilakukan secara berkesinambungan, supaya individu tersebut dapat memahami dirinya sehingga ia sanggup mengarahkan diridan dapat bertindak wajar sesuai dengan tuntutan dan keadaan keluarga serta masyarakat. Soetjipto, Raflis Kosasi, Profesi Keguruan, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2007), Cet ke-3, Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu,baik anak-anak, remaja, maupun dewasa; agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri danmandiri; dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan; berdasarkan norma-norma yangberlaku.

3 Bimbingan adalah usaha pemberian bantuan, diberikan kepada

  orang-orang dari berbagai usia, yang ditangani oleh orang yang ahli dan diselenggarakan berdasarkan prinsip demokrasi, merupakan bagian daripendidikan secara keseluruhan. 3.5 Djumhur dan Moh Surya, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, (Bandung: CV Ilmu), Cet ke 17, h.

2. Fungsi Bimbingan dan Tujuan Bimbingan Orang Tua bagi Anak

  At-Tahrim: 6) Dan adapun diadakannya bimbingan, bertujuan agar setiap anak yang mengalami kesulitan dalam belajar mampu menghindari dari segalagangguan atau hambatan yang dapat menghalangi kelancaran aktifitasnya dalam belajar, baik di sekolah dan di rumah, serta mampu mengatasi danmenyelesaikan persoalan tersebut, dengan potensi yang ada pada dirinya. Untuk itu para orang tua harus jeli dan peka terhadap perkembangan yang terjadi pada anaknya yang masih dalam usia sekolah, karena setiappersoalan dan kesulitan yang dihadapi oleh anak harus segera diatasi, tentunya harus memulai bimbingan dan arahan dari orang tua.

3. Pengertian Orang Tua

7 H.M. Arifin, Pedoman Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan Agama, (Jakarta:

  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian dari orang tua adalah “ayah dan ibu kandung atau orang yang dianggap tua atau dituakan (cerdik, pandai, ahli dan sebagainya) atau orang yang dihormati dan 8 disegani”. Hery Noer Aly mengatakan bahwa “orang tua adalah orang dewasa pertama yang memikul tanggung jawab pendidikan, sebab secara alamianak pada masa awal kehidupannya berada ditengah-tengah ibu dan 9 ayahnya, serta dari merekalah anak mulai mengenal pendidikan.”Dari beberapa pendapat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa orang tua adalah ayah dan ibu kandung yang mempunyai tanggung jawabsecara kodrati dalam mendidik anak.

4. Peranan Orang Tua Orang tua mempunyai peran teramat penting bagi kehidupan anak

  Karena sibuknya bekerja mencari nafkah, si ayah tidak Tanpa bermaksud mendiskriminasikan tugas dan tanggung jawab ayah dan ibu di dalam keluarga, ditinjau dari fungsi dan tugasnyasebagai ayah, dapat dikemukakan di sini bahwa peranan ayah dalam pendidikan anak-anaknya yang lebih dominan adalah sebagai:a. Oleh karena itu ajaran Islam punmemberikan tuntutan yang baik kepada para pendidik khususnya orang tua sebagai pendidik yang pertama dan utama dalam mendidik anak-anaknyaagar mereka dapat berkembang secara maksimal.

3) Matang untuk mulai belajar berhitung

  Jadi, orang tua adalah yang mempunyai peranan utama dan pertama dalam mendidik anak untuk mencapai aqidah yang baik yangakhirnya bisa mencapai pada kedudukan sebagai manusia yang sempurna dan berguna dunia dan akhirat. Dalam pendidikan ini, segala model,macam dan cara yang ada dan diajarkan oleh orang tua akan menjadi modal utama, baik dan buruknya anak kelak tergantung model pertamadan utama tersebut.

5. Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Orang Tua dalam Membimbing Anak

  Orang tua harus menyadari bahwa anak selalu membutuhkan perhatian dan bimbingan orang tuanya, oleh karena itu orang tua jugaharus mengerti betul ciri-ciri pertumbuhan yang dilalui oleh anak. Itu dapat dilakukan dengan memberikan contoh hidup sehat: denganmengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi dan berkalori cukup, keteraturan makan, minum, istirahat yang cukup.

17 Tafsir Ahmad, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, (Bandung: Remaja

  Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa orang tua perlu menghargai peribadi seorang anak. Anak adalah manusia muda yang akan didewasakan, bukan dewasa kecil yang akan dibesarkan.

6. Tugas dan Tanggung Jawab Orang Tua

18 J. Drost, SJ, Proses Pembelelajaran sebagai Proses Pendidikan, (Jakarta: PT Gramedia

  Sebuah keniscayaan bagi orang tua dalam proses pendidikan dan pengajaran kepada anak, karena kedewasaan kepada anak banyakdipengaruhi oleh faktor pendidikan, pengulturan dan pengajaran dimana orang tua adalah subjek yang banyak berperan serta didalamnya. menjalankan perintah agama secara baik”Jadi tugas paling penting bagi orang tua adalah mendidik dan mengajar anak dengan cara yang pantas juga sesuai dengan hak dankewajiban serta norma-norma yang berlaku, sehingga anak dapat menjadi orang yang baik, beradab, berbudaya, terhormat, bijak, patuh terhadaphukum, dan warga negara yang bertanggung jawab.

21 A. Mudjadid Mahali, Hubungan Timbal Balik Orang Tua dan Anak, (Solo: Ramadhani

  Jadi, tugas dan tanggung jawab orang tua ialah mendidik dan memberikan dukungan berupa motivasi, fasilitas dan prilaku yang baikagar tertanam dalam diri seorang anak pendidikan yang mengarah kepada intelegensi dan pendidikan agama (moral) serta memberikan makananyang baik bagi anak. Tanggung jawab pendidikan yang perlu didasari dan dilaksanakan orang tua terhadap anaknya antara lain:1) Memelihara dan membesarkannya.

1) Memelihara dan membesarkan anak

  2)Melindungi dan menjamin keselamatan anak dari penyelewengan kehidupan dari tujuan yang sesuai falsafah yang dianutnya. 3)Memberi pengajaran dalam arti luas, sehingga anak memperoleh peluang yang ingin dicapainya.

f) Kebutuhan akan mengenal

“Rumah dan keluarga adalah lingkungan hidup pertama, dimana anak memperoleh pengalaman-pengalaman pertama yang mempengaruhi

24 Inilah tugas atau tanggung jawab orang tua sebagai

  “Nasib seorang anak sampai batas waktu tertentu berada ditangan kedua orang tuanya, dan ini terkait dengan tingkat pendidikan keduanya,23 dan sampai sejauh mana perhatian yang diberikan keduanya dalam24 Zakiah Daradjat, Kesehatan Mental, (Jakarta: Gunung Agung, 1968), h. Gunarsa, Psikologi Untuk Membimbing, 25 mendidik dan mengajar anak- Orang tua yang baik adalah anaknya.”mereka yang dengan ikhlas dan sungguh-sungguh menunaikan tanggung jawabnya terhadap anak, maka mereka akan menghasilkan individu-individu yang berguna dan berkualitas dan tentunya dapat membahagiakan orang tuanya di dunia dan kemuliaan di akhirat kelak.

7. Kewajiban Orang Tua Terhadap Anak

  Merawat, menjaga dan mendidik anak inilah yang merupakan kewajiban orang tua bukan hanya terhadap anaknya yangmerupakan titipan dan amanat dari Allah SWT yang harus dilaksanakan dengan baik. Diantara kewajiban orang tua terhadap anak adalah:1) Memberi nama yang baik2) Membina aqidah dan agama3) Berlaku adil kepada anak-anaknya4) Memberikan pendidikan dan pengajaran 26 5)Memberikan contoh dan teladan yang baik Selain beberapa hal diatas orang tua juga harus dapat memahami perasaan dan keinginan anak-anaknya, untuk itu orang tua diharapkandapat mendorong anaknya dalam mengungkapkan perasaan.

B. Motivasi Belajar 1. Pengertian Belajar

  S Wingkel adalah “suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yangmenghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan-pemahaman, keterampilan dan nilai sikap, perubahan itu bersifat secara relative konstan 28 dan berbekas.”Sedangkan pengertian belajar lainnya adalah : usaha untuk membentuk hubungan antara perangsang dan reaksi. Bertolak dari berbagai definisi yang telah diutarakan diatas, secara umum belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkahlaku individu yang relative menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif.

2. Pengertian Motivasi Belajar

  Menurut Woodworth, motif terjadi menjadi dua bagian,motif-motif pokok yang tidak dipelajari unlearned motives), motif yang biasadorongan (drive) dan motif-motif yang dipelajari (learned motives), motif yang disebabkan oleh kebutuhan-kebutuhan tubuh, 33 seperti lapar, haus dan lainnya. 39 Motivasi yang oleh Eysenck dan kawan-kawan dirumuskan sebagai suatu proses yang menentukan suatu kegiatan, intensitas, konsisten, serta arah umum dari tingkah laku manusia, merupakan konsepyang rumit dan berkaitan dengan konsep-konsep yang lain seperti: minat, konsep diri, sikap dan sebagainya.

3. Jenis-jenis Motivasi

  Motivasi dapat dikatakan sebagai motor penggerak kegiatan di dalam diri siswa, sehingga menimbulkan kegiatan belajar yang menjaminkelangsungan dari kegiatan belajar supaya tujuan yang dikehendaki dapat tercapai. Mengapa motivasi ekstrinsik ini perlu diberikan, tak lain karena seseorang tidak senantiasa berada dalam keadaan menetap, bisa terjadiseseorang yang mempunyai motivasi belajar instrinsik ini tidak sampai berada pada tingkatan yang sangat rendah, perlu dikontrol denganmenggunakan motivasi ekstrinsik.

48 Ali Imran, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya, 1996), Cet. ke-

  Kebutuhan-kebutuhan organis: yaitu motivasi yang berhubungan atau yang berhubungan dengan kebutuhan tubuhbagian dalam, seperti lapar, haus, kebutuhan bergerak, kebutuhan beristirahat atau tidur, dan sebagainya. Motivasi darurat (emergency motives) yang mencakup dorongan untuk menyelamatkan diri, dorongan untukmembalas, dorongan untuk berusaha atau berikhtiar, dorongan untuk mengejar dan sebagainya.

5. Fungsi-fungsi Motivasi

  Berdasarkan pendapat-pendapat yang sudah dikemukakan di atas dapat di simpulkan bahwa motivasi bisa didapat secara instrinsik danekstrinsik dari dalam diri yaitu dorongan untuk memiliki prestasi, keinginan diri untuk terus belajar, dari luar diri yaitu support dari orang54 tua, fasilitas yang diberikan orang tua.55 Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran . Indikator motivasi belajar dapat diklasifikasikan sebagai berikut: (1) adanya hasrat dan keinginan berhasil, (2) adanyadorongan dan kebutuhan dalam belajar, (3) adanya harapan dan cita-cita masa depan, (4) adanya penghargaan dalam belajar, (5) adanya kegiatanyang menarik dalam belajar, (6) adanya lingkungan belajar yang kondusif, 56 sehingga memungkinkan seorang siswa dapat belajar dengan baik .

56 Hamzah B. Uno, Teori Motivasi dan Pengukurannya, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), h

  Sejalan dengan arti dan fungsi motivasi tersebut dalam Agama Islam ada jenis motivasiyang arti dan fungsinya sama yaitu “niat”, seperti yang dikemukakan olehRasulullah SAW dalam sebuah Hadits: “Sesungguhnya setiap amal itu bergantung kepada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuatu 57 (balasan perbuatan) sesuai dengan niatnya . Peran Motivasi dalam Menentukan Penguatan BelajarMotivasi dapat berperan dalam penguatan belajar apabila seorang anak yang belajar dihadapkan pada suatu masalah yangmemerlukan pemecahan, dan hanya dapat dipecahkan berkat bantuan hal-hal yang pernah dilaluinya sebagai contoh, seorang anakmemecahkan materi matematika dengan bantuan table logaritma.

3. Motivasi Menentukan Ketekunan Belajar

  Seorang anak yang telah termotivasi untuk belajar sesuatu, akan berusaha mempelajarinya dengan baik dan tekun, dengan harapanmemperoleh hasil yang baik dalam hal itu, tampak bahwa motivasi anak untuk belajar menyebabkan seseorang tekun belajar. Itu berarti motivasi sangat 58 berpengaruh terhadap ketahanan dan ketekunan belajar .

C. Kerangka Berpikir

  Motivasi dalam pendidikan memegang peranan penting dan sebagai syarat mutlak dalam melakukan kegiatan yang berfungsi sebagai penggerakdan akan memberikan kekuatan, sehingga anak akan melakukan dengan sebaik-baiknya agar tercapai tujuan yang diharapkan dengan baik. Anak yang Orang tua sebagai pendidik informal dalam keluarga berfungsi untuk mempengaruhi anak agar mencapai suatu tujuan dengan cara memberikanbimbingan terhadap anaknya yang berupa kasih sayang, perhatian, pujian, pemberian situasi yang nyaman, memberi tauladan yang baik dan sebagainyaagar terbentuk sesuatu yang positif terhadap perkembangan motivasi belajar anak.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada salah satu lembaga pendidikan menengah

  pertama di Parung, yaitu SMP Islam Parung Bogor Jln. Penelitian dilakukan selama 10 bulan pada bulan Oktober 2010 sampai Juli tahun 2011.

2 Konsultasi

  Metode Penelitian Untuk memudahkan penulisan dalam pengumpulan data, fakta dan informasi dalam penelitian, dengan judul peranan bimbingan orang tua dalammemotivasi belajar siswa di SMP Islam Parung Bogor, maka penulis menggunakan pendekatan deskriptif. Maksudnya dalam penelitian deskriptifdata yang dikumpulkan berupa angka-angka, kemudian dideskriptifkan dengan memberikan predikat pada hasil porsentase.

C. Populasi dan Sample 1

  Populasi terbagi kedalam dua bagian yaitu populasi target dan populasi terjangkau. a)Populasi Target Populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMPIslam Parung Bogor yang terdaftar pada semester ganjil tahun ajaran 2010 – 2011.1 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: PT.

2. Sampel

  Yang menjadi sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A, VIII-B, dan VIII-C SMP Islam Parung Bogor yang terdaftar pada semester ganjil tahun pelajaran 2010 53sampel dari populasi, jika jumlah populasi 200 orang dengan taraf 3 kesalahan 5% maka diperoleh jumlah sampel sebanyak 127 orang. Maka untuk teknik pengambilan sampelnya dengan menggunakan teknik randomsampling, yakni dengan memberikan nomor pada setiap anggota populasi, menuliskan nomer-nomer tersebut pada kertas-kertas kecil, menempatkankertas-kertas nomor tadi didalam suatu wadah, dan kemudian mengambil nomor dalam wadah tersebut dengan tidak lupa melakukan pengocokan 4 sebelum setiap pengambilan.

D. Teknik Pengumpulan Data

  Angket (Quesioner)Metode ini di tujukan kepada siswa-siswi yang dijadikan responden untuk mendapatkan data dan informasi yang berhubungandengan peranan bimbingan orang tua dalam memotivasi belajar siswa di3 SMP Islam Parung Bogor yang berjumlah 127 siswa. Ke-7, hlm.87 54dibuat merupakan quesioner tertutup, disertai dengan sejumlah jawaban yang sudah disediakan, dan terdiri dari 25 item pertanyaan tentang perananbimbingan orang tua dalam memotivasi belajar siswa, yang menggunakan skala likert dengan empat alternatif jawaban.

E. Teknik Pengolahan Data

  karena penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif maka penelitian ini hanya ingin menggambarkan fenomena yang terjadi pada objekpenelitian, bukan untuk menguji atau membuktikan suatu teori. Kemudian setelah data diolahsehingga hasil angket dinyatakan sah, maka penulis melakukan analisa data dengan teknik deskriptif dengan porsentase, maka rumus yang digunakandalam penelitian ini adalah sebagai berikut, tabulating (menyusun data dalam bentuk tabel) merupakan tahap lanjutan dalam proses analisis data, 55lewat tabulasi ini data lapangan akan tampak ringkas dan tersusun dalam suatu tabel yang baik, sehingga dapat dengan mudah dipahami.

F. Kisi-kisi Instrumen Penelitian

  3 2 6, 7, 89, 10 Kisi-kisi Instrumen Kuesioner Peranan Bimbingan Orang Tua dalam MemotivasiBelajar Siswa di SMP Islam Parung Bogor Kisi-kisi penelitian ini antara lain berisi dimensi, indikator-indikator yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan, dan nomor butir. Meluangkan waktu untuk mengawasi anak belajar Usaha orang tua dalammembimbing anak belajar IntensitasBimbinganOrang Tua 1.

G. Teknik Analisa Data

Teknik analisis data adalah proses penyederhanaan data kedalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterprestasikan, sehingga data yangtelah terkumpul dapat dianalisa dan kemudian diambil suatu kesimpulan. Pada proses ini, penulis mengkategorikan hasil angket menurut dimensinya masing-masing, dan perhitungan yang penulis gunakan adalahuntuk mengetahui besar kecilnya upaya peranan bimbingan orang tua dalam memotivasi belajar siswa di SMP Islam Parung Bogor, maka teknik analisisdata yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif yang harus melalui beberapa tahapan: Dalam proses penelitian ini penulis menggunakan analisa data secara deskriptif untuk memaparkan hasil yang diperoleh. Dalam menghitung data-data yang didapatkan penulis menggunakan rumus porsentase, yaitu sebagai berikut: 58 F P = x 100 %N Keterangan:F : Frekuensi (jumlah jawaban responden)N: Number of casses (jumlah responden)

5 P : Angka Prosentase

Bentuk yang digunakan dalam penyusunan angket ini adalah angket tertutup dengan alternatif jawabannya adalah selalu, sering, kadang-kadang,dan tidak pernah. Masing-masing alternatif jawaban tersebut diberi bobot nilai sebagai berikut:  Untuk jawaban SL : 4 Untuk jawaban SR : 3 Untuk jawaban KD: 2 Untuk jawaban TP : 1

5 Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada

59Nilai interval yang diambil dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 3 Klasifikasi Nilai Rentang Interval Klasifikasi Prosentase Sangat Baik 81-100%Baik 61-80% Cukup Baik 41-60%Kurang Baik 21-40% Tidak Baik 0-20%Demikian metode yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini, sehingga penulis dapat mengetahui bagaimana peranan bimbingan orang tuadalam memotivasi belajar siswa di SMP Islam Parung Bogor.

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Objek Penelitian 1. Sejarah Singkat SMP Islam Parung Bogor SMP Islam Parung Bogor yang beralamat di Jalan Raya Parung Bogor No. 648 Desa Parung Kecamatan Parung Kabupaten Bogor Propinsi Jawa Barat, dibuka pada tahun 1967 dengan SK/Izin pendirian sekolah No

  SMP Islam Parung Bogor merupakan salah satu pendidikan formal dari pengembangan Yayasan Al-Mansyuriah yang telah memulai kegiatanbelajar mengajar sejak tahun ajaran 1967 hingga sekarang dengan makna keunggulan: Kemampuan membaca Al-Qur’an dan pengamalan ibadah sehingga mampu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWTdalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan berbahasa Inggris secara aktif sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, atau pun sebagaibekal menghadapi persaingan globalisasi dalam segala aspek kehidupan.

2. Visi dan Misi Sekolah

  Visi SekolahVisi sekolah adalah gambaran sekolah yang merupakan rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan atau dicita-citakan dimasa depan. Visi sekolah merupakan rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan di masa yang akan datang.

3. Personalia

  3 1 1 3 2 3 3 3 1 1 1 I P SSeni Budaya (Kesenian)Pendidikan JasmaniT I K P L HMulok Bahasa SundaMulok BTQ I P A 13. Pendidikan Agama IslamPendidikan Kewarganegaraan (PKn)Bahasa dan Sastra IndonesiaBahasa InggrisMatematikaIlmu Pengetahuan Alam (IPA)Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)Seni Budaya (Kesenian)Pendidikan Jasmani dan KesehatanT I K P L HMulok Bahasa SundaMulok BTQ 1 3 3 4 3 4.

5. Sarana dan Prasarana

  Ruang Komputer :Ditunjang dengan 20 perangkat computer yang digunakan untuk praktek siswa dalam keadaan baik , untuk menuju jumlah /kebutuhan ideal masih memerlukan 20 perangkat computer. Tingkat Pendidikan Orang tua : 49 51 147 70 Jumlah 194 193 141 528 21 31 18 9 Buruh 45 48 156 63 47 3 SLTA 55 22 123 9 5 14 27 7 S1 19 3 7 6 D3 85 5 D2 9 1 5 3 4 D1 92 62 239 8 Karyawan 46 e.

7. Hubungan Masyarakat a

  Hubungan dengan orang tua siswaHubungan dengan orang tua siswa dilaksanakan dengan DewanSekolah / Komite Sekolah dengan lima peran dalam kegiatan sebagai berikut : 1. Orang tua siswa sebagai sumber belajar maupun penyedia sumber belajar penunjang bidang-bidangkeilmuan yang dibutuhkan sekolah.

8. Prestasi Sekolah a

  Juara II dan III Kompetisi Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Tingkat Kabupaten Bogor Tahun 2003. Juara I Lomba Nasid antar Pelajar di Yadika Tingkat Kabupaten dan Kotamadya Bogor Tahun 2007.

B. DESKRIPSI DATA

  Alternatif Jawaban Frekuensi ProsentaseA Selalu 46 36 % B Sering 43 34 %C Kadang 36 28 % 2 2 %JUMLAH 127 100 % Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa responden yang menjawab “selalu” sebanyak 46 orang (36%), “sering” sebanyak 43 orang(34%), “kadang-kadang” sebanyak 36 orang (28%), sedangkan yang Tabel 13 Orang tua saya memberikan motivasi ketika sedang belajar No. Alternatif Jawaban Frekuensi ProsentaseA Selalu 55 43 % B Sering 58 46 %C Kadang D Tidak Pernah 0 %JUMLAH 127 100 % Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa responden yang menjawab “selalu” sebanyak 55 orang (43%), “sering” sebanyak 58 orang(46%), “kadang-kadang” sebanyak 14 orang (11%), sedangkan yang menjawab “tidak pernah” sebanyak 0% tidak ada yang menjawab.

C. Analisis Data

  Untuk mencari nilai rata-rata dan hasil persepsi siswa adalah sebagai berikut:Mx = ∑XN Keterangan:Mx = Nilai rata-rata∑X = Jumlah dari nilai-nilai yang diperolehN = Number of cases (banyaknya skor-skor itu sendiri) 8710Mx = 127Mx = 68,58 % Secara matematis bimbingan dikatakan ideal atau sangat baik jika jumlah skor angket berjumlah 12.700. Yang artinya angka inimenunjukkan bahwa peranan bimbingan orang tua dalam memotivasi belajar siswa yang ada di SMP Islam Parung Bogor kelas VIII cukup berperan.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, yaitu yang berjudul

  peranan bimbingan orang tua dalam memotivasi belajar siswa di SMP IslamParung Bogor, dapat disimpulkan bahwa: Peran bimbingan orang tua dalam memotivasi belajar siswa SMPIslam Parung Bogor. Berdasarkan observasi dan analisa data dari perhitungan angket menunjukkan bahwa orang tua berperan baik dalam memotivasi siswabelajar, yang ditunjukkan dengan meluangkan waktu untuk membimbing siswa belajar, menciptakan suasana yang kondusif, dan memberi nasehat danarahan pada siswa.

B. Saran

  Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan, ada beberapa hal yang penulis sarankan dalam rangka memotivasi belajar siswa, yaitu: b)Bagi siswa disarankan dapat meningkatkan motivasi belajar dengan mengikuti dan memperhatikan bimbingan orang tua untuk mencapaihasil belajar yang optimal. d)Bagi para peneliti untuk lebih mengembangkan penelitian tentang peranan bimbingan orang tua dalam memotivasi belajar siswa, denganmenambahkan data dari orang tua sebagai narasumber.

DAFTAR PUSTAKA

  2Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: PT. Balai Pustaka, 1995)Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), Cet. ke-4Djumhur dan Moh Surya, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, (Bandung: CV Ilmu), Cet ke 17 91Drost, J, SJ, Proses Pembelajaran sebagai Proses Pendidikan, (Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia, 1999) Erman Amti, dan Prayitno, Dasar-dasar dan Bimbingan Konseling, (Jakarta: PT.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Kreativitas guru dalam memotivasi siswa pada pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP N 20 tangerang
1
4
85
Peranan bimbingan orang tua dalam memotivasi belajar siswa di SMP Islam Parung Bogor
0
5
114
Relevansi keteladanan beragama orang tua terhadappeningkatan hasil belajar pendidikan agama islam di SMP Pasarminggu siswa kelas IX
0
5
76
Hubungan status sosial ekonomi orang tua dengan motivasi belajar PAI siswa di SMP Darussalam Ciputat
0
24
86
Peranan orang tua dalam membina pelaksanaan ibadah shalat siswa kelas Vii SMP Islam Ruhama
1
43
93
Peran guru bimbingan konseling dalam meningkatkan disiplin siswa di SMP al-Ghozali Bogor
22
158
74
Status sosial ekonomi orang tua dan hasil belajar matematika siswa si MI Lanatusshibyan 01 Waru Jaya Parung bogor
6
116
76
Peranan orang tua terhadap prestasi belajar siswa
1
9
64
Peranan bimbingan konseling dalam mengatasi kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiyah 35 Jakarta
0
10
71
Pengaruh status sosial ekonomi orang tua siswa terhadap prestasi belajar siswa di SMP Islamiyah Ciputat
2
20
91
Upaya SMP Islam Parung Bogor dalam meningkatkan kualitas keberagamaan siswa
0
5
76
Hubungan intensitas bimbingan orang tua dengan hasil belajar siswa di MI Nur Asholihat Lengkong Wetan Serpong
0
3
99
Peranan orang tua dalam peningkatan minat belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMAN 08 Bekasi
2
20
74
Pembelajaran baca tulis Al-Qur'an di SMP Islam Parung Bogor
3
25
76
Hubungan konsep diri siswa dengan prestasi belajar PAI di SMP Islam Parung
1
19
0
Show more