Pesan dakwah di Media musik terhadap album religi 1000 bulan Group Band Radja

79 

Full text

(1)

A. Latar Belakang Masalah

Seni musik adalah salah satu alat dalam berkomunikasi, perpaduan alat musik dengan lirik menjadikan lebih mudah dalam menyampaikan pesan yang terkandung di dalamnya. Di samping itu musik juga termasuk dalam kategori hiburan, dari hal tersebutlah musik dapat lebih mudah diterima dan dicerna oleh para pendengarnya.

Dan dengan musik, manusia juga dapat melakukan hal-hal yang bernilai positif, karena musik tidak hanya birnilai hiburan semata namun dengan musik juga dapat berdakwah. Dalam metode berdakwah tidak hanya dilakukan dengan ceramah di atas mimbar saja, namun berdakwah juga dapat dilakukan dengan sebuah tulisan, gambar, film, dan termasuk dengan alunan musik pun juga dapat berdakwah.

Seni musik memang sangat digemari oleh khalayak dari anak-anak sampai orang dewasa. Hal tersebut terbukti dari beberapa konser musik di Indonesia bahkan di luar negeri sekalipun, khalayak sangat berantusias dalam meramaikan atau memeriahkan konser musik tersebut. Seni musik sangat terbuka dalam mendapatkan tempat di hati khalayak.

Dalam hal ini, musik merupakan salah satu alat yang dapat menjadikan proses dalam penyampaian pesan yang bernilai dakwah, di samping itu musik sangat bersahabat dengan manusia, mudah diingat atau dihafal, dan musik juga bersifat hiburan. Sehingga khalayak atau komunikan dengan mudah meresapi

(2)

makna yang terkandung di dalam lirik yang beralunkan irama tersebut. Bagi manusia musik merupakan kesenian yang amat menarik, dan sudah menjadi naluri manusia untuk menyukai hal-hal yang bersifat estetik atau juga disebut keindahan.1

Dalam sejarah penyebaran Islam di tanah Jawa, proses penyebaran Islam yang dilakukan oleh Sunan Ampel alias Raden Rahmat melalui seni musik yang memperkenalkan salah satu ciptaannya yaitu lir lier.2

Jadi dapat dikatakan bahwa, dengan lirik dan alunan irama musik yang dipadukan juga dapat dijadikan sarana dalam berdakwah. Hal ini sudah menjadi

tren bagi pemusik di tanah air yang merilis lagu dengan syair-syair yang bernuansakan agamis (Islami). Seperti halnya lagu-lagu yang diciptakan dan dipublikasikan oleh goup band Radja dalam album religi 1000 Bulan yang

louncing pada tahun 2006.

Seperti yang kita ketahui bahwasanya banyak sekali band-band lokal merilis album mereka dengan nuansa agamis (Islami), hal ini juga dapat dikatakan bahwasanya band-band terbut menghidupkan nuansa agamis (Islami) di ruang lingkup musik, dalam arti kata lagu-lagu yang bernuansakan agamis (Islami) tersebut adalah sebagi bentuk apresiasi dakwah.

Pada penulisan skripsi ini, penulis akan menanalisis isi pesan yang terkandung dalam album religi 1000 Bulan dari roup band Radja tahun 2006. Khususnya pada lirik lagu album religi 1000 bulan yang berjudul: Mudik, ciptaan Moldy; Malam 1000 Bulan, ciptaan Moldy; Sahur, ciptaan Moldy; Salam Lebaran, ciptaan Moldy; dan Taubat, ciptaan Moldy. Adapun lagu yang tidak

1

Sidi Gazalba, “Islam Dan Kesenian”, Pustaka, Al-Husna, 1998. h. 186.

2

(3)

menjadi fokus penelitian dalam album religi 1000 Bulan adalah Yakin (Acoustic version), Aku Ada Karena Kau Ada (Live Acoustic), dan Manusia Biasa (Acoustic version). Dari ketiga lagu tersebut adalah aurasement ulang dari album sebelumnya yang bertajukkan cinta.

Album religi 1000 Bulan ini adalah album pertama yang bernuansakan Islam yang dikeluarkan pada tahun 2006 oleh group band Radja.

Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi untuk mengetahui kandungan pesan yang terdapat dalam lirik lagu ciptaan band Radja dalam album religi 1000 Bulan. Kajian ini ingin memahami dan lebih mengenal lagi makna pesan di balik lirik lagu band Radja dalam album religi 1000 Bulan tersebut.

Berdasrkan uraian di atas, penulis tertarik untuk meneliti lebih dalam lagi dengan mengangkat sebuah judul skripsi: “Pesan Dakwah Di Media Musik Terhadap Album Religi 1000 Bulan (Gorup Band Radja)”.

B. Pembatasan dan Perumusan Masalah 1. Pembatasan Masalah

Dari uraian di atas, seni musik dapat dijadikan media dakwah yang sangat efektif dan sederhana dalam penyampaian pesan-pesan yang bersifat agamis (Islam), karena musik itu sendiri mempunyai karakter atau bersifat hiburan dan mudah dalam mencerna makna yang terkandung di dalam lirik lagu tersebut.

(4)

penganalisisan hanya pada lirik lagu band Radja dalam album religi 1000 Bulan yang berjudul; Mudik, ciptaan Moldy; Malam 1000 Bulan, ciptaan Moldy; Sahur, ciptaan Moldy; Salam Lebaran, ciptaan Moldy; dan Taubat, ciptaan Moldy. Adapun dalam menganalisis menggunakan teori R. Holsti antara lain menggunakan kategori-kategori dalam menentukan isi pesan.

2. Perumusan Masalah

Dalam menentukan permasalahan atau perumusan masalah, penulis merumuskan masalah pada beberapa pertanyaan sebagai berikut:

a. Apa pesan dakwah mengenai komunikasi dalam diri terhadap lirik lagu dalam album religi 1000 Bulan?

b. Apa pesan dakwah mengenai dakwah dzatiyah terhadap lirik lagu dalam album religi 1000 Bulan?

C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. Tujuan Penelitian

Berkenaan dengan pokok permasalahan di atas, maka tujuan penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut:

a. Untuk mengetahui pesan dakwah mengenai komunikasi dalam diri apa saja yang terkandung dalam lirik lagu band Radja, album 1000 Bulan. b. Untuk mengetahui kandungan dakwah dzatiyah yang terdapat dalam pesan

dakwah pada lirik lagu group band Radja, album religi 1000 Bulan. 2. Kegunaan Penelitian

(5)

itu kajian ini diharapkan memberikan pandangan baru dalam kajian pembuatan lirik lagu sehingga dalam pembuatan lirik lagu tidak hanya semata-mata hiburan saja namun mempunyai sisi atau nilai dakwah. b. Kegunaan Praktis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi

bagi penelitian serupa di masa mendatang. Selain juga memberi masukan akademis bagi para penggiat atau musisi musik dalam memainkan musik dan pembuatan lirik lagu yang mempunyai nilai positif dan nilai-nilai kemanusiaan serta keagamaan.

D. Metodologi Penelitian 1. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptis analitis dengan melakukan penelusuran terhadap berbagai literatur (library research) dan studi lapangan (field research)3, serta dengan mengkonstruksi wawancara mendalam terhadap objek penelitian.4 Di sini peneliti sebagai fasilitator dan realitas dikonstruksi oleh objek penelitian.

Pembahasannya dilakukan dengan pendekatan kualitatif, penggunaan sumber literatur yang memuat tentang analisis isi lirik lagu, berupa kaset album religi Radja, 1000 Bulan, dengan menggunakan teori R. Holsti dalam menganalisis isi pesan yang disampaikan dengan membagi atau memfokuskan dengan kategori-kategori sehingga lebih dapat fleksibel.

3

Bagdan dan Taylor mendefinisikan “metode kualitataif” sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis dari orang-orang dan prilaku yang diamati. Selain itu, Kirk dan Miller mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah: Tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung dari pengamatan pada manusia baik maupun dalam peristilahannya. Lihat. Dr. Lexy J. Moloeng, M.A., Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, Mei 2001), Cetakan Ke-14, h. 3., (terdapat pada skripsi dengan judul: Analisis Semiotika Iklan Politik Partai Bulan Bintang Di Media Televisi”, Noviyanto, Univ. Islam negeri Syarif Hidayatullah Jakarta).

4

(6)

2. Subyek dan Objek Penelitian

subjek penelitian adalah album religi 1000 Bulan group band Radja,, sedangkan Adapun objek penelitian ini adalah lirik lagu yang terdapat dalam album religi 1000 Bulan.

3. Tahapan Penelitian

a. Tekhnik Pengumpulan Data

1. Kategorisasi, penyusunan berdasarkan kategori; penggolongan. Proses dan hasil pengelompokan unsur bahasa dan bagian pengalaman manusia yg digambarkan ke dalam kategori.5

Kategorisasi diperlukan oleh manusia untuk mengerti hal yang ada di sekitarnya. Tanpa kategorisasi manusia bisa dikatakan tidak dapat mengungkapkan apa-apa, karena semua persepsi manusia adalah hasil dari kategorisasi yang dilakukan oleh manusia sendiri.

Contoh : Orang itu membuat kursi, objek seperti apakah yang dikelompokkan sebagai orang ataupun kursi? Pekerjaan seperti apakah yang disebut membuat? Apakah arti objek? Apa saja yang bisa digolongkan sebagai objek? etc. Kategori dapat merubah arti dari suatu hal. Kualitas kategorisasi menentukan kualitas induksi maupun prediksi yang dilakukan.6

Adapun kategorisasi yang digunakan penulis antara lain:

No Kategorisasi Sub Kategorisasi

1 Interpersonal (Komunikasi dalam a. Sensasi

5

Terdapat di dalam: http://www.artikata.com/translate.php, pada tgl.12 Oktober 2010,pukul. 00.08 WIB.

6

(7)

diri) b. Persepsi c. berfikir

2 Dakwah Dzatiyah

a. Berfungsi dengan akal b. Berfikir dengan kalbu c. Berfungsi dengan

nurani

d. Berfikir dengan nafsu e. Berfikir dengan

syahwat

2. Observasi, dalam melakukan penelitian ini, peneliti melakukan proses penelitian dengan mendengarkan lagu-lagu, membaca dan memahami lirik lagu dan menganalisa lirik lagu religi 1000 Bulan dari group Band Radja serta mendatangi langsung ke lokasi tempat berkumpul personel group band radja dalam melakukan wawancara serta mencari data-data dalam memperkuat analisis ini.

3. Wawancara; dalam melakukan penelitian, peneliti menggunakan jenis wawancara tersrtuktur (Strectured Interview), yang merupakan bentuk spesifik yang berisi instruksi yang mengarahkan periset dalam melakukan wawancara secara sistematis dan pertanyaan yang diajukan kepada responden sudah disusun secara sistematis.7 Dan nara sumber dalam wawancara ini ialah sdr. Moldy sebagai pencipta lagu dari album religi 1000 bulan dan sekaligus personel dari group band Radja. Wawancara ini dilakukan pada tanggal 13 november 2009, pukul 10.30-13.00 WIB di Cibubur salah satu tempat kumpul para personel group band Radja.

7

(8)

4. Dokumentasi; bisa berbentuk dokumen publik atau peivat. Dokumen publik misalnya; laporan polisi, berita-berita di surat kabar, transkip acara televisi, dan lainnya. Dokument privat misalnya; memo, surat-surat pribadi, catatan telepon, buku harian individu, dan lainnya.8 Dokumen yang peneliti dapatkan berupa cd dan kaset Radja, Album Religi 1000 Bulan serta data-data dalam bentuk skrip tentang lagu album religi 1000 bulan.

b. Teknik Analisis Data

Dari data yang dikumpulkan dan diperoleh, kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis isi (content analitis) yaitu, melaporkan dengan menerangkan dan memberikan gambaran mengenai data yang terkumpul secara denotasi dan konotasi dengan memahami isi materi lirik lagu religi 1000 Bulan, Group Band Radja Radja.

Analisis isi dipergunakan untuk memperoleh keterangan dari isi komunikasi yang disampaikan dalam bentuk lambang. Analisis isi dapat digunakan juga untuk menganalisis semua bentuk komunikasi; surat kabar, buku, puisi, cerita rakyat, lagu, musik, lukisan, pidato, theater, peraturan, dsb.9

Metode analisis isi merupakan suatu tekhnik sistematik untuk menganalisis isi pesan dan mengolah pesan, atau suatu alat untuk

8

Rachmat Kriyantono, ”Teknik Prakris Riset Komunikasi”, h. 118. 9

(9)

observasi dan menganalisis isi perilaku komunikasi yang terbuka dari komunikator yang dipilih.10

Adapun menurut R. Holsti, analisis adalah suatu metode analisis pesan dalam satu cara yang sistematis yang menjadi petunjuk untuk mengamati dan menganalisis pesan-pesan yang disampaikan oleh komunikator.11 Analisis isi (content analysis) adalah penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis atau tercetak dalam media massa. Pelopor analisis isi adalah Harold D. Lasswell, yang memelopori teknik symbol coding, yaitu mencatat lambang atau pesan secara sistematis, kemudian diberi interpretasi.

Analisis isi dapat digunakan untuk menganalisis semua bentuk komunikasi. Baik surat kabar, berita radio, iklan televisi maupun semua bahan-bahan dokumentasi yang lain. Hampir semua disiplin ilmu sosial dapat menggunakan analisis isi sebagai teknik/metode penelitian. Holsti menunjukkan tiga bidang yang banyak mempergunakan analisis isi, yang besarnya hampir 75% dari keseluruhan studi empirik, yaitu penelitian sosioantropologis (27,7 persen), komunikasi umum (25,9%), dan ilmu politik (21,5%).

Penggunaan analisis isi dilakukan apabila dalam memperoleh keterangan dari isi komunikasi yang disampaikan dalam bentuk lambang, dan analisis isi dapat juga digunakan untuk menganalisis semua bentuk komunikasi,

10

Burhan Bungin, ed., “Metodologi Penelitian Kualitatif Aktualisasi Metodologi Ke Arah Ragam Kontemporer”, Raja Grfindo, Jakarta, 2003, h. 134.

11

(10)

seperti: surat kabar, buku, puisi, lagu, cerita, lukisan, pidato, peraturan, undang-undang, musik, iklan, dan masih banyak lainnya.12

Adapun teori R. Holsti mengenai conten analysis;

Pertama; teks perlu diproses dengan aturan dan prosedur yang telah dirancang.

Kedua; teks diproses secara sistematis, mana yang termasuk dalam satu kategori dan mana yang tidak termasuk, sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan,

Ketiga; proses menganalisis teks tersebut haruslah mengarah pada pemberian sumbangan pada teori, ada relevasi teoritiknya. Keempat; proses analisis tersebut mendasarkan pada deskripsi yang dimanifestasikan.13

Menurut Klaus Krippendorf menjelaskan bahwasannya analisis ini adalah tekhnik penelitian untuk menarik kesimpulan yang reflekatif (dapat ditiru) dengan kuat dari data atas dasar konteksnya.14

Analisis isi digunakan juga untuk studi yang bersifat eksplorasi dan deskripsi. Hardjana menjelaskan tekhnik analisis isi umumnya memberikan manfaat untuk ketiga kegiatan, yaitu:

1. Membuat paparan tentang, apa, bagaimana dan kepada siapa suatu komunikasi dinyatakan.

12

Jumroni dan Suhaimi, “Metode-Metode Penelitian Komunikasi”, UIN Jakarta Press, 2006, h. 68.

13

Noeng Muhadjir, “Metodologi Penelitian Kualitatif “, Edisi IV, Rake Sarasin, Yogyakarta, 2000, h. 71.

14

(11)

2. Membuat inferensi tentang anteseden mengenai sebab musabab mengapa suatu komunikasi dinyatakan itu.

3. Membuat inferensi tentang apa dampak dari komunikasi yang dinyatakan itu.15

Hardjana menjelaskan, ada beberapa keunggulan yang terdapat dalam analisis ini, yaitu:

1. Analisis isi merupakan tekhnik riset yang tidak kentara, sehingga tidak mempengaruhi kewajaran data.

2. Analisis isi menerima materi sebagaimana adanya disusun terlebih dahulu dalam suatu struktur.

3. Analisis ini dapat menangani data dalam jumlah sangat besar.16

Penulisan skripsi ini mengacu kepada buku “Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, Skripsi, Tesis Dan Disertasi”, ceQda (Center for Quality Development and Assurance) UIN Jakarta, 2007.

E. Tinjauan Pustaka

Dalam menyusun skripsi ini, telah dilakukan tinjauan pustaka oleh penulis dan ternyata penulis menemui ada beberapa mahasiswa/i sebelumnya menulis masalah yang melatarbelakangi analisis isi, adapun pembahasan tersebut ialah analisis isi lirik lagu dari berbagai sumber lain.

Namun dalam segi isi atau konten permasalahan yang ditulis mahasiswa sebelumnya dalam tulisannya berbeda dengan isi atau konten permasalahan yang penulis teleti. Oleh karena itu, untuk menghindari dari hal-hal yang tidak

15

Jumroni dan Suhaimi, “Metode-Metode Penelitian Komunikasi”, h. 35.

16

(12)

diinginkan seperti ”menduplikat” hasil karya orang lain, maka penulis mempertegas perbedaan antara masing-masing judul masalah yang dibahas yaitu sebagai berikut:

1. Dalam skripsi yang berjudul ”Dakwah Melalui Musik: Analisis Wacana Naskah Lagu Karya Rhoma Irama”, disusun oleh Denny Kurniawan, Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, Faluktas Dakwah Dan Komunikasi-UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2001. Berisikan tentang pesan dakwah yang terkandung dalam syair atau lirik lagu dari karya Rhoma Irama.

Adapun perbedaan dengan skripsi yang penulis buat adalah; dari segi isi yaitu pesan dakwah yang ditransmisikan menjadi sebuah makna yang terkandung dalam lirik lagu dalam album religi 1000 bulan group band Radja. Dan objek yang ditelitipun juga berbeda, yaitu group band radja dengan lirik lagu religinya.

2. Dalam skripsi yang berjudul ”Analisis Isi Pesan-Pesan Dakwah Dalam Album

Best Of The Best ebiet G. Ade”, disusun oleh M. Miftahul Amin, Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, Faluktas Dakwah Dan Komunikasi-UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2007. Berisikan tentang pesan dakwah yang terkandung dalam syair atau lirik lagu karya Best Of The Best, Ebiet G. Ade. Adapun perbedaan dengan skripsi yang penulis buat adalah;

dari segi isi yaitu pesan dakwah yang diartikan menjadi sebuah makna yang dalam dengan pengkaitan dalil Al Qur’an dan Al Hadits. Dari segi objek yaitu Group band Radja dan lirik lagunya dalam album religi 1000 bulan.

(13)

Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, Faluktas Dakwah Dan Komunikasi-UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2008. Berisiskan tentang pesan dakwah yang terkandung dalam syair atau lirik lagu karya Gito Rollis.

Adapun perbedaan dengan skripsi yang penulis buat adalah; dari segi isi yaitu pesan dakwah yang ditransmisikan menjadi sebuah makna yang terkandung dalam lirik lagu dalam album religi 1000 bulan group band Radja. Dan objek yang ditelitipun juga berbeda, yaitu group band radja dengan lirik lagu religinya.

4. Dalam skripsi yang berjudul “Analisis Isi Pesan Dakwah Pada Album Jalan Kebenaran Group Band Gigi”, disusun oleh leli Rohimah, Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, Faluktas Dakwah Dan Komunikasi-UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2009. Berisikan tentang pesan dakwah yang terkandung dalam syair atau lirik lagu karya group band Gigi.

Adapun perbedaan dengan skripsi yang penulis buat adalah; dari segi isi yaitu pesan dakwah yang ditransmisikan menjadi sebuah makna yang terkandung dalam lirik lagu dalam album religi 1000 bulan group band Radja. Dan objek yang ditelitipun juga berbeda, yaitu group band radja dengan lirik lagu religinya.

(14)

Adapun perbedaan dengan skripsi yang penulis buat adalah; dari segi isi yaitu pesan dakwah yang ditransmisikan menjadi sebuah makna yang terkandung dalam lirik lagu dalam album religi 1000 bulan group band Radja. Dan objek yang ditelitipun juga berbeda, yaitu group band radja dengan lirik lagu religinya.

F. Sistematika Penulisan

Penelitian yang akan dibahas terdiri dari lima bab dan masing-masing bab terdiri dari sub bab, yakni:

BAB I PENDAHULUAN membahas latar belakang masalah, perumusan dan batasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metodologi penelitian, tinjauan pustaka, dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI membahas pengertian analisis isi, dakwah di dalam diri manusia, terbagi menjadi beberapa poin yaitu; sensasi sebagai penerima stimuli dari luar, Presepsi peran panca indera, berfikir, dan membahas materi dakwah. Serta membahas seni musik sebagai media dakwah yang terdiri dari pengertian seni musik, dan pengertian lirik lagu, serta lagu dan alat musik dalam kajian islam

(15)

BAB IV ANALISIS PENELITIAN membahas hasil penelitian yang berisi tentang analisis lirik lagu dalam album religi 1000 bulan, dan kandungan pesan lirik lagu dalam album religi 1000 bulan..

(16)

A. Dakwah Di Dalam Diri Manusia

Dalam pembahasan ini, membahas masalah individu sebelum berdakwah

terhadap orang lain, dimulai dari diri sendiri bagaimana ia memanfaatkan panca

indranya (sensasi), presepsi (memaknai stimulus), memori (apa yang boleh

diingat) dan cara berfikir menurut pandangan Islam.

1. Sensasi Sebagai Penerima Stimuli Dari Luar

Seseorang menerima stimuli dari luar melalui panca indranyayang disebut

sensasi. Dan dalam pemanfaatan panca indra ini di tuntun oleh ajaran islam.

Sumber-sumber pengetahuan menurut epistimologo islam tak lain adalah

indera, akal dan hati (intuisi). Aliran filsafat emperisme, indera di pandang

sebagai satu-satunya sumber pengetahuan. Adapun fungsi indra antara lain

sebagai alat adabtasi, pertahanan hidup, dan menghindari bahaya.1

Dalam surat Q.S An Nuur: 24 menjelaskan bahwasyahnya seluruh anggota

badan termasuk panca indera memberi kesaksian atas dirimu dan semuanya

akan mengungkapkan amal perbuatanmu.

Wasiat Imam Ghozali menjaga tubuh anggota badan yakni : mata, telinga,

lidah, perut, kemaluan, tangan dan kaki.

2. Presepsi peran panca indera

Presepsi berkaitan dengan aktifitas kelanjutan dari sensasi. Presepsi

diartikan sebagai proses memaknai stimuli. Presepsi antara satu orang dengan

1

Arma Wati Arbi, ‘Dakwah Dan Komunikasi’, UIN Jakarta Press, Tanggerang, 2003, h. 77 – 78.

(17)

orang lain berbeda-beda. Hal ini dikarenakan beberapa faktor antara lain latar

belakang da’i, kebudayaan, pengetahuan dan pengalaman sesorang.2

3. Berfikir

Kata ”pikir” mempunyai arti; (1) akal budi, ingatan, angan-angan; (2) kata

dalam hati, pendapat (pertimbangan). Sedangkan kata ’berfikir’ diartikan

menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu,

menimbang-nimbang dalam ingatan. ’Memikirkan’ mempunyai arti mencari

daya upaya untuk menyelesaikan sesuatu untuk menggunakan akal budi.3

Menurut Ibnu Khaldun, berfikir atau fikir ialah penjamahan

bayang-bayang yang telah ada diindera, dibalik perasaan dan aplikasi akal di

dalamnya untuk membuat analisis dan sintesis. Dan Muhammad Imrah

mengatakan bahwasannya bahwa ’pemikiran’, secara terminologis adalah

pendayagunaan pemikiran terhadap sesuatu dan sejumlah aktivitas otak,

berupa berfikir, berkehendak, dan perasaan yang bentuk paling tingginya

adalah kegiatan menganalisis, menyusun dan mengkoordinasi.4

Manusia terlahir di dunia dengan berbagai unsur yang sekaligus

merupakan potensi yang sangat penting bagi diri dan kehidupannya. Manusia

telah dibekali dengan berbagai potensi, berupa indera, akal pikiran dan hati.

Ibnu Khaldun mengatakan bahwasanya semula, manusia adalah materi belaka

karena ia tidak mengetahui apapun, semulanya ia hanyalah segumpal darah

dan daging. Kemudian dengan segala potensinya dia mengembangkan diri

menjadi orang yang berfikir dan berilmu pengetahuan.5

2

Arma Wati Arbi, ‘Dakwah Dan Komunikasi’, h. 86-87.

3

Arma Wati Arbi, ‘Dakwah Dan Komunikasi’, h. 92.

4

Arma Wati Arbi, ‘Dakwah Dan Komunikasi’, h. 92-93.

5

(18)

Dengan demikian berfikir, sesungguhnya suatu kebutuhan insani yang tak

terelakan untuk tumbuh dan berkembang, sekaligus merupakan kebutuhan

akan artikulasi fitrahnya.

Adapun pemahaman dari dakwah ialah

Banyak definisi yang telah dibuat untuk merumuskan pengertian dakwah,

yang intinya adalah mengajak manusia ke jalan Allah agar mereka berbahagia di

dunia dan di akhirat.6

Dalam bahasa Arab, da’wat atau da’watun biasa digunakan dalam arti:

undangan, ajakan atau seruan yang kesemuanya menunjukkan adanya komunikasi

antara dua pihak dan upaya untuk mempengaruhi pihak lain.ukuran keberhasilan

undangan, ajakan atau seruan adalah manakala pihak yang diundang atau diajak

memberikan respon positif, yakni bersedia datang atau memenuhi undangan

tersebut.7

Dalam melakukan dakwah haruslah mempunyai metode-metode dalam

mengaplikasikanya, sehingga dakwah tersebut dapat dan mampu sesuai dengan

harapan dan sasaran. Sebelum metode dakwah dibahas secara luas, akan lebih

baik jika kita membicarakan terlebih dahulu mengenai apa yang di muat akan

kandungan oleh dakwah itu sendiri.

Jika ditinjau dari pengertian etimologis, kata dakwah mencakup aktifitas

amar ma’ruf dan nahi munkar, sebab sebagaimana diketahui, kegiatan amar

ma’ruf merupakan praktik dakwah untuk mengajak orang melakukan dan

mengikuti kebaikan, sedangkan kegiatan nahi munkar merupakan pelaksanaan

dakwah untuk mengajak orang menjauhi dan meninggalkan segala perbuatan

6

Syeikh Ali Mahgudh, “Hidayah Al Mursydin”,Dar al-Ma’rif, Beirut, h. 17.

7

(19)

munkar dan jelek. Jadi kedua macam kegiatan tersebut ada makna dakwah dan

ajakan untuk berbuat kesalehan, baik dengan melakukan segala yang baik maupun

tidak melakukan segala yang jelek atau munkar.8

Dakwah mengandung pengertian sebagai sesuatu kegiatan atau ajakan baik

dalam bentuk lisan, tulisan, tingkah laku dan sebagainya yang dilakukan secara

sadar dan berencana dalam usaha mempengaruhi orang lain baik secara individual

maupun kelompok, agar supaya timbul dalam dirinya suatu pengertian kesadaran,

sikap, penghayatan serta pengamalan terhadap ajaran agama sebagai pesan

(message) yang disampaikan kepadanya (mad’u) dengan tanpa adanya unsur

paksaan.9

Dakwah dapat diartikan sebagai kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak

dan memanggil orang untuk beriman dan bertakwa kepada Allah SWT sesuai

dengan garis aqidah, syari’at dan akhlak islami.10

Dengan demikian maka esensi dakwah adalah terletak pada ajakan,

dorongan motivasi, ransangan serta bimbingan terhadap orang lain untuk

menerima ajakan agama dengan penuh ksadaran demi untuk keuntungan

pribadinya sendiri, bukan untuk kepentingan juru dakwah atau juru penerang.11

Al Qur’an bermula sebagai kitab dakwah dan berpuncak sebagai kitab

penetapan syari’ah. Sejak permulaannya, Al Qur’an diturunkan Allah sebagai

8

Muhammad Hussain Fadhullah, “Metodologi Dakwah Dalam Al Qur’an”, PT. Lentera Basritama, Anggota IKAPI, Jakarta, 1997, h. 10.

9

H. M. Arifin M, “Psikologi Dakwah, Suatu Pengantar Study”, Bulan Bintang, Jakarta, 1977, h. 17.

10

www.google.co.id “Wikipedia Indonesia, ensklopedia bebas berbahasa Indonesia”, pada Ahad, 27 Januari 2008. pukul 17.45 WIB.

11

(20)

kitab dakwah, yakni ajakan untuk menuju Allah dengan mengikuti jejak

Rasul-Nya, Nabi Muhammad Saw.12

Pembicaraan tentang metodologi mengandung beragram aspek sesuai

dengan beragamnya aspek dan arah metodologi itu sendiri. Ada aspek seni dan

ada pula aspek keindahan (estetika). Kedua aspek tersebut tunduk mengikuti tata

aturan kesenian dan keindahan.13

Metode dakwah artinya cara-cara yang dipergunakan untuk seorang dai

dalam menyampaikan materi dakwah, yaitu al Islam atau berbagai kegiatan untuk

mencapai tujuan tertentu. Sumber metode dakwah yang terdapat dalam Al Qur’an

menunjukan ragam yang layak, seperti: hikmah, nasehat yang benar dan

mujadalah atau diskusi. Atau berbantah dengan cara yang baik. Dalam surat An

Nahl: 125 menjelaskan bahwasannya:

Artinya: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Dengan kekuatan anggota tubuh (tangan), dengan mulut (lidah), dan bila

tidak mampu maka dengan hati (hadits riwayat Muslim). Dari sumber metode itu

12

Muhammad Hussain Fadhullah, “Metodologi Dakwah Dalam Al Qur’an”, PT. Lentera Basritama, Anggota IKAPI, Jakarta, 1997, h.11.

13

(21)

tumbuh metode-metode yang merupakan oprasionalisasinya yaitu dakwah dengan

lisan, tulisan, seni dan bil hal.14

Dakwah dengan lisan dapat berupa ceramah, seminar, simposium, diskusi,

khutbah, seresehan, brainstromoning dan banyak lagi lainnya. Dakwah dengan

tulisan berupa buku, majalah, surat kabar, spanduk, pamplet, lukisan-lukisan.

Dakwah bil hal berupa perilaku yang sopan sesuai dengan ajaran Islam,

memelihara lingkungan, mencari nafkah dengan tekun, ulet, sabar, semangat,

kerja keras dan jujur, menolong sesama dan masih banyak lainnya.15

Ada beberapa macam metode dakwah, antara lain:

1. Dari segi cara:

a. Tradisional; seperti sistem ceramah umum

b. Modern; seperti diskusi, seminar dan sejenisnya yang di dalamnya terjadi

komunikasi dua arah antara komunikator dengan komunikan.

2. Dari segi jumlah audiens:

a. Dakwah perorangan; dakwah yang dilakukan oleh seseorang secara

langsung, dakwah seperti ini sangat berpengaruh jika dalam melakukan

dakwahnya dilakukan dengan orang yang berpengaruh pula di suatu

lingkungan.

b. Dakwah kelompok; dakwah yang dilakukan pada kelompok tertentu yang

sudah ditentukan sebelumnya.

Adapun dalam penelitian yang penulis lakukan terdiri dari dua metode,

yaitu: dakwah dengan lisan dan tulisan, karena dalam bentuk seni musik atau

lagu-lagu yang bertajukan kerohanian seperti group band radja berbentuk kaset

14

Wardi Bachtiar, “Metodologi Penelitian Ilmu Dakwah”, Logos Wacana Ilmu, Jakarta, 1999, h. 34.

15

(22)

dan CD, dalam bentuk kaset itu berupa suara (lisan) dan teks yang terdapat pada

cover album.

B. Materi Dakwah

Secara umum materi dakwah dapat dikelmpokan menjadi tiga bagian;

1. Aqidah

Aqidah adalah keyakinan atau kepercayaan, secara harfiyah ”yang terpaut”

di hati16, menurut istilah terdapat dua pengertian tentang aqidah yaitu

pengertian umum dan khusus.

Pengertian secara umum ialah hukum yang khot’i tanpa keraguan lagi,

baik berdasarkan syar’i (naqli) maupun hasil pemikiran sehat (aqli). Seperti

i’tikad yang benar atau sah.

Pengertian secara khusus ialah pokok-pokok ajaran dalam Islam dan

hukumnya saja yang qoth’i seperti keimanan dan mentauhidkan Allah SWT,

beriman kepada Allah SWT, Nabi, Malaikat, Hari Akhir dan adanya

ketentuan-ketentuan yang sudah ditakdirkannya.

Aqidah merupakan kedudukan yang tertinggi dalam agama, karena dengan

adanya aqidah yang kuat maka seorang hamba rela dan ikhlas melakukan apa

saja demi Tuhannya.

2. Syari’ah

Syari’ah Islam ialah tata cara pengaturan tentang perilaku hidup manusia

untuk mencapai keridhoan Allah SWT.

Adapun ruang lingkup dari syari’ah antara lain mencakup

peraturan-peraturan sebagai berikut:

16

(23)

1. Ibadah; peraturan-peraturan yang mengatur hubungan langsung dengan

Allah SWT.

2. Muamalah; peraturan-peraturan yang mengatur hubungan manusia dengan

sesama manusia lainnya dalam hal tukar-menukar harta (jual-beli).

3. Munakahat; peraturan yang mengatur hubungan manusia dengan sesama

manusia lainnya dalam hubungan berkeluarga (nikah dan berhubungan

dengannya).

4. Jiniyat; pengaturan yang menyangkut pidana atau hukuman (ganjaran).

5. Siyasah; menyangkut masalah-masalah kemasyarakatan, diantaranya

ukhuwah (persaudaraan), musyawarah, keadilan, toleransi,

tolong-menolong, pemerintahan dan lain sebagainya.

6. peraturan-peraturan lainnya, seperti makan, minum, sembelihan, berburu,

nazar, masjid, dakwah, perang, menyantuni anak yatim dan lain

sebagainya.

3. Akhlak

Pengertian akhlak tidak hanya mencakup tentang tata aturan atau norma

perilaku yang mengatur hubungan manusia dengan sesama manusia,

melainkan juga mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya dan alam

semesta.

C. Seni Musik Sebagai Media Dakwah

Sesungguhnya manusia, khususnya umat muslim diperintahkan untuk

senantiasa berdakwah sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, yakni

menjunjung tinggi kebenaran yang hakiki yang semua itu berdasarkan Al Qur’an

(24)

Dalam berdakwah sudah barang tentu mempunyai sasaran dakwah yang

tepat dan tercapainya tujuan yang maksimal, maka dalam berdakwah pastinya

memerlukan media sebagai salah satu sarana atau alat untuk melakukan dakwah

tersebut.

Media adalah segala yang membantu juru dakwah dalam menyampaikan

dakwahnya (message) secara efektif dan efesien. Dalam bahasa Latin, media

merupakan kata bentuk jamak yaitu ”Median”, yang berarti alat perantara.17

Dalam kamus istilah komunikasi BC.TT Ghozali mengatakan bahwa

”media berarti sarana yang digunakan oleh komunikator sebagai saluran untuk

menyampaikan suatu pesan kepada komunikan, dengan jarak yang jauh dan

banyak jumlahnya.18

Menurut M. Bahri Ghozali, kepentingan dakwah terhadap adanya media

atau alat yang tepat dalam berdakwah sangat urgenI, sehingga dapat dikatakan

sebagai media dakwah akan lebih mudah diterima oleh komunikan.19

Dengan demikian media dakwah adalah segala sesutu yang dapat

dipegunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan dakwah yang telah ditentunkan.

Media dakwah ini dapat berupa barang (material), orang, tempat, kondisi tertentu

dan sebagainya.20

17

Astnuni Syukir, “Dasar-Dasar Strategi Dakwah Islam”, Al Ikhlas, Surabaya, h. 163.

18

BC.TT. Ghozali, “Kamus Istilah Komunikasi”, Djambatan, Bandung, 1992, h. 227.

19

M. Bahri Ghozali, ”Dakwah Komunikasi, Membangun Kerangka Dasar Ilmu Komunikasi Dakwah”, Pedoman Ilmu Jaya, Jakarta, 1997, h. 12.

20

(25)

Dewasa ini media, khususnya komunikasi dan informasi telah mencapai

tahap yang mencengangkan. Perkembangan tekhnologi dari mulai yang sederhana

sampai yang mutakhir dan tercanggih, kini telah bisa dipakai dan dinikmati.21

Oleh karena itu, tidak keliru jika kini kegiatan dakwah bisa dikembangkan

melalui media, khususnya media teknologi komunikasi, baik itu dengan

menggunakan tulisan, pendengaran (audio) ataupun bahkan dengan menggunakan

audio visual (suara gambar).

Menurut Zain Muhtaram, media dakwah itu terdiri dari:

1. media lisan

2. media cetak adalah media tulis, ide-ide pemikiran dan ajaran Islami

dituangkan dalam bentuk tulisan.

3. media elektronik adalah media yang lahir karena pemikiran manusia dalam

bidang tekhnologi modern

4. media organisasi dan media seni budaya adalah alat untuk pelksanaan dakwah,

agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efesien.22

Dengan media dakwah, seseorang dapat lebih mudah dalam

menyampaikan maksud atau pesan kepada orang lain. Seperti halnya dengan

group band Radja, yang merilis album yang bertajuk kerohanian (keislaman),

dalam hal ini juga dapat dikatakan pengaplikasian dalam berdakwah. Dengan

contoh ini, group band Radja menggunakan media audio dan tulis, yaitu dengan

album religi mereka yang bertema 1000 bulan dalam bentuk kaset maupun CD

dan juga aa teks dari lagu-lagu religi mereka dalam bentuk cover album mereka.

21

Aep Kusnawan, “Berdakwah Lewat Tulisan”, Mujahid, Bandung, 2004, h. 23. (lihat lebih lanjut, Jeff Zaleski).

22

(26)

1. Pengertian Seni Musik

Kata "seni" adalah sebuah kata yang semua orang di pastikan

mengenalnya, walaupun dengan kadar pemahaman yang berbeda. Konon

kabarnya kata seni berasal dari kata "sani" yang kurang lebih artinya "jiwa

yang luhur/ ketulusan jiwa". Mungkin saya memaknainya dengan

keberangkatan orang/ seniaman saat akan membuat karya seni, namun

menurut kajian ilimu di Eropa mengatakan "ART" (artivisial) yang artinya

kurang lebih adalah barang atau karya dari sebuah kegiatan.23

Kata seni yang bersumber dari bahasa asing itu menekankan arti pada hasil

aktivitas seniman. Lingkup seni sebagai hasil aktivitas artistik yang meliputi

seni suara, seni gerak dan seni rupa sesuai dengan media aktifitasnya. Media

dalam hal ini mempunyai arti sarana yang menentukan batasan-batasan dari

lingkup seni tersebut.24

Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu

merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari

ekspresi dari kreatifitas manusia. Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga

sulit dinilai, bahwa masing-masing individu artis memilih sendiri peraturan

dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa

seni adalah proses dan produk dari memilih medium, dan suatu set peraturan

untuk penggunaan medium itu, dan suatu set nilai-nilai yang menentukan apa

yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat medium itu, untuk

menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara

23

Syawir, http://endonesa.net/ terdapat dalam

http://senirupa.net/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=6&artid=116, Minggu, 07 Mei 2006 07:34:05.

24

(27)

seefektif mungkin untuk medium itu. Sekalipun demikian, banyak seniman

mendapat pengaruh dari orang lain masa lalu, dan juga beberapa garis

pedoman sudah muncul untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme

dan bentuk (seperti bakung yang bermaksud kematian dan mawar merah yang

bermaksud cinta).25

Dalam kamus Bahasa Indonesia, seni adalah keahlian membuat karya yang

bermutu (dilihat dari kehalusanya, keindahanya, dan sebagainya).26 Dalam

Ensiklopedia Indonesia, Hasan Sadeli menjelaskan definis seni adalah

penjelmaan rasa indah yang terkandung dalam jiwa manusia yang dilahirkan

dengan perantara alat komunikasi ke dalam bentuk yang dapat ditangkap oleh

indera pendengaran (seni suara), penglihatan (seni lukis), atau dilahirkan

dengan perantara gerak (seni tari dan drama).27

Media sebagai sarana aktivitas seni dapat menghasilkan karya seni setelah

melalui proses penciptaan seniman berdasarkan pertimbangan artistik (nilai

artistik). Jadi karya seni sesuai dengan media yang dipakai meliputi jenisnya;

antaranya senirupa (visual art).

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa pengertian musik

memiliki dua keterangan, pertama: musik adalah ilmu atau seni menyusun

nada atau suara dalam urusan kombinasi atau hubungan temporal untuk

menghasilkan komposisi suara yang mempunyai kesatuan dan

25

http://id.wikipedia.org/wiki/Seni, pada hari Jumat, 23 Desember 2009, pukul 17.00 WIB.

26

Departemen Pendidikan Nasional, “Kamus Besar Bahasa Indonesia”, Balai Pustaka, Jakarta, 2002, h. 1037.

27

(28)

kesinambungan. Kedua: musik adalah nada atau suara yang disusun

sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu dan keharmonisan.28

Musik pada hakikatnya adalah bagian dari seni yang menggunakan bunyi

sebagai media penciptaannya. Walaupun dari waktu ke waktu beraneka ragam

bunyi, seperti klakson maupun mesin sepeda motor dan mobil, handphone,

radio, televisi, tape recorder, dan sebagainya senantiasa mengerumuni kita,

tidak semuanya dapat dianggap sebagai musik karena sebuah karya musik

harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat tersebut merupakan suatu

system yang ditopang oleh berbagai komponen seperti melodi, harmoni, ritme,

timbre (warna suara), tempo, dinamika, dan bentuk.

Kosasih (1982:1) berpendapat bahwa: Musik merupakan tempat dimana

manusia dapat mencurahkan perasaan hati, tempat melukiskan getaran jiwa

khayal yang timbul dalam pikiran yang mana tak dapat dicetuskan dengan

perantaraan kata-kata, perbuatan atau dengan perantaraaan salah satu bidang

seni lain. Hal tersebut diatas sesuai dengan Soeharto (1992:86) mengatakan

bahwa: Musik adalah pengungkapan gagasan melalui bunyi, yang unsur

dasarnya berupa melodi, irama, dan harmoni, dengan unsur pendukung berupa

bentuk gagasan, sifat, dan warna bunyi. Namun dalam penyajiannnya, seiring

dengan unsur–unsur lain, seperti bahasa, gerak, ataupun warna.29

Seni atau berkesenian pada dasarnya adalah hasil rekayasa (ciptaaan)

manusia. Namun, rasa seni bukanlah hasil rekayasa. Rasa itu ada dan menjadi

bagian yang tidak terpisahkan dari diri setiap manusia. Manusia bukan hanya

28

Departemen Pendidikan Nasional, “Kamus Besar Bahasa Indonesia”, h. 602.

29

Ochanbanchine’s Blog Teknologi Pendidikan,

(29)

mahkluk yang berpikir (rasional), melainkan mahkluk spiritual yang memiliki

sisi-sisi kejiawaan atau kesadaran seperti berperasaan, mencintai keindahan,

menginginkan keharmonisan dengan alam, sesama, dan Tuhan. Perwujudan

atau ekspresi sisi manusia ini antara lain dituangkan dalam bentuk-bentuk

tertentu, misalnya dalam bentuk olah kata, seperti menyanyi dan berpuisi;

dalam bentuk olah gerak atau tarian, lukisan, pahatan dan sebagainya.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kita sebagai manusia pasti

memiliki rasa seni. Hanya kadar dan bidang yang diminati bisa berbeda-beda.

Dalam ensiklopedia Encarta, seni (art) diartikan sebagai hasil dari daya

kreativitas manusia yang dibentuk untuk menyampaikan ide, perasaan, dan

kebutuhan-kebutuhan visual manusia. Atau dengan kata lain seni merupakan

ekspresi jiwa, ide, emosi, dan perasaan manusia. Seni terwujud melalui

ketrampilan atau daya kreativitas manusia dalam bentuk karya-karya yang

bersifat indah (estetis) dan simbolis. Pada umumnya orang membagi seni atau

kesenian itu atas empat cabang yaitu seni musik, seni tari, seni teater (drama),

dan seni rupa. Biasanya, keempat cabang seni ini dibedakan berdasarkan unsur

media yang dipakai. Pada seni musik, media yang dipakai dan digarap adalah

suara (nada). Pada seni tari, media yang dipakai adalah gerak. Pada seni

theater, media yang dipakai adalah acting. Pada seni rupa, media yang dipakai

adalah rupa. Dengan demikian, apabila sebuah kesenian menggunakan lebih

dari satu macam media, maka ia dapat disebut sebagai seni multimedia. Dalam

penelitian ini, penulis berfokus hanya kepada seni musik.30

30

(30)

Musik adalah pantulan dunia disekitar kita dan juga orang-orang yang

membuatnya. Alam semesta tercipta dengan musik alam yang sangat indah.

Gemuruh, ombak laut, deru angina di gunung, dan rintik hujan merupakan

musik alam yang sangat indah dan sudah terbukti bagaimana pengaruh musik

alam itu bagi kehidupan manusia. Perjalanan manusia tak pernah luput dari

pengaruh musik. Begitu besarnya pengaruh paduan nada-nada tersebut

membuat dunia ini seakan terasa begitu sepi tanpa ada suara musik yang

terdengar. Musik dapat memberi perubahan dalam diri individu manusia,

bahkan dapat membentuk karakter manusia, sejak manusia itu masih dalam

rahim ibunya. Musik, dengan segala efeknya – baik efek positif maupun

negatif, takkan pernah dapat kita. Menurut Jhon Tasker Howerd dalam

Nainggolan (1994:10) “Music, however, is a living language…” artinya musik

adalah bahasa yang hidup.31

2. Pengertian Lirik Lagu

Lirik lagu merupakan serangkaian kata-kata yang menjadi kalimat yang

kaimat satu dengan kalimat lainnya mempunyai keterkaitan makna yang

dialunkan dengan alat musik. Lirik lagu menjadi ikon dari sebuah lagu, tanpa

lirik tidak berarti sebuah lagu.

Dalam Kamus Bahasa Indonesia, lirik berarti karya sastra yang berisi

curahan perasaan pribadi atau juga sebuah susunan kata sebuah nyanyian.

Lirik lagu merupakan kata-kata yang diiringi dengan alat musik.32 Dapat

ditarik kesimpulan bahwasanny lirik lagu adalah sebuah ungkapan (pemikiran)

31

Ochanbanchine’s Blog Teknologi Pendidikan.

32

(31)

yang tersusn dengan rangkaian kata-kata atau kalimat yang beralunkan nada

dengan diiringi alat musik.

Hakekat lagu itu sendiri menurut Al Qamus dalam Syarhnya, Al Ghina

sebagai lafadz, berarti sura yang dilantukan. Dalam As Shiddiq, Al Ghina

berarti sesuatu yng didengarkan.33

Abu Sulaiman Al Khaby mengatakan bahwa setiap yang meninggalkan

suaranya secara berkesinambungan dengan sesuatu dan menyusun temponya

secara teratur, maka itulah yang disebut lagu.34

Lagu (nyanyian) yang bersifat vokal (suara manusia tanpa instrumen

musik) tidak diperselisihkan oleh para fuqaha. Mereka mengatakan bahwa

nyanyian semacam ini halal atau dibolehkan, sebagaimana yang dikutip oleh

Imam Asy-Syaukani dari berbagai kalangan ulama:

"Lagu atau nyanyian tanpa instrumen musik, Al-Adhfawi dalam kitabnya AL-IMTA menyebutkan bahwa Imam Al-Ghazali dalam berbagai karangan fiqihnya menegaskan kesepakatan ulama tentang halalnya nyanyian jenis ini. Begitu juga Ibnu Thahir berpendapat ada ijma' sahabat dan tabi'in tentang halalnya nyanyian vokal ini. At-Taj-ul-Fazari dan Ibnu Qutaibah menyebutkan adanya ijma' penduduk Mekah dan Madinah. Ibnu Thahir dan Ibnu Qutaibah juga menyebutkan adanya ijma' penduduk Madinah dalam hal tersebut. Sedangkan Imam Al-Mawardi mengatakan bahwa penduduk Hijaz sejak dulu sampai sekarang (abad 5 H) membolehkan nyanyian jenis ini pada hari-hari yang mulia dalam setahun yang (kaum Muslimin) diperintahkan untuk melakukan nazam-nazam zikir dan ibadah".35

33

Ahma Musabikh, “Analisis Isi Lagu Group Musik Nasyid Izzatul Islam Dalam Dakwah Dan Jihad”.

34

Cecep Suherma, “Musik Sebagai Mdia Dakwah (Study Kasus Kelompok DEBU)”, (Skripsi), Jur. Komunikasi Penyiaran Islam, Fak. Dakwah Dan Komunikasi, UIN Syahid, 2004, h. 23.

35

(32)

Imam An-Nawawi dalam kitabnya Al-Umdah berkata:

"Telah diriwayatkan tentang halalnya lagu atau nyanyian dan mendengarkannya dari sekelompok sahabat dan tabi'in, di antaranya adalah Imam yang empat, Ibnu "Uyainah, dan jumhur Syafi'yah".36

Ini mengenai lagu atau nyanyian vokal tanpa instrumen musik. Adapun

lagu atau nyanyian yang disertai dengan alat musik maka ulama yang

menghalalkannya mengatakan bahwa semua Hadits yang membahas masalah

ini nilainya tidak sampai ke tingkat shahih maupun hasan. Inilah yang

dikatakan oleh Al-Qadhi Abu Bakar Ibn-ul-'Arabi:

"Tidak terdapat satu dalil pun di dalam Al-Quran maupun Sunnah Rasul yang mengharamkan nyanyian. Bahkan ada Hadits yang menunjukkan bolehnya nyanyian. Hadits shahih itu mengatakan bahwa Abu Bakar pernah masuk ke tempat Aisyah yang disampingnya ada dua jariyah penyanyi dari kalangan Anshar yang sedang menyanyikan tentang hari Bu'ats. Kemudian Abu Bakar berkata: "Di rumah Nabi s.a.w. ada seruling syaitan?" Mendengar perkataan itu, Rasulullah s.a.w. bersabda:

"Biarkanlah keduanya, wahai Abu Bakar, sebab sesungguhnya hari ini adalah hari raya".37

Ibn-ul-'Arabi berkata: "Jika nyanyian itu haram, tentu di rumah Rasulullah s.a.w. tidak akan ada sama sekali hal tersebut. Tetapi alasan yang diberikan beliau (Nabi s.a.w.) untuk membolehkannya adalah karena nyanyian itu dilakukan pada hari raya, yang hal tersebut menunjukkan bahwa bila nyanyian itu dilakukan secara terus-menerus, maka hukumnya makruh. Sedangkan rukhshah (keringanan) untuk melakukannya terbatas pada saat-saat tertentu seperti hari raya, perkawinan, pulangnya seseorang kekampung halamannya, dan sebagainya. Berkumpulnya orang-orang (dalam acara tersebut) biasanya untuk menyenangkan hati orang-orang yang sejak lama tidak bertemu atau berkumpul, baik berkumpulnya kalangan kaum wanita maupun pria. Jadi, setiap Hadits yang diriwayatkan maupun ayat dipergunakan untuk menunjukkan keharaman nyanyian merupakan pendapat yang bathil atau tidak benar dari segi sanad dan ijtihad, baik bertolak dari nash maupun suatu takwilan”.38

36

Lihat Asy-Syaukani , Nail-Ul-Authar..

37

Lihat Abu Bakar Ibn-ul-'Arabi, Ahkam-Ul-Quran, Jilid III, hlm. 1053-1054.

38

(33)

Imam Ibnu Hazm juga memberikan komentar yang melemahkan semua

Hadits riwayat tentang nyanyian. Bahkan menurut beliau, sebagian di

antaranya adalah maudhu' (palsu). Inilah komentarnya.

"Jika belum ada perincian dari Allah SWT. maupun Rasul-Nya tentang haramnya sesuatu yang kita bincangkan di sini (dalam hal ini adalah nyanyian dan menggunakan alat-alat musik), maka telah terbukti bahwa ia adalah halal atau boleh secara mutlak."39

Dalam sabda Rasulullah Saw, yang artinya;

"Sesungguhnya amal perbuatan (manusia) itu tergantung niatnya. Bahwasanya apa yang diperoleh oleh seseorang adalah sesuai dengan apa yang diniatkannya...."

Oleh karena itu siapa saja yang niatnya mendengar nyanyian untuk

melakukan suatu kemaksiatan kepada Allah, maka ia adalah seorang yang

fasiq. Begitu pula halnya tiap sesuatu (hiburan) selain nyanyian. Sedangkan

orang yang berekreasi di kebun atau duduk-duduk di depan pintu rumah

sambil melihat orang-orang yang sedang berjalan, mencelup bajunya dengan

warna biru atau hijau, dan warna lainnya, atau ingin meluruskan kaki atau

menekuknya begitu pula dengan seluruh perbuatan yang serupa dengannya.

Seperti halnya pada era sekarang banyak diantara mereka yang berdakwah

di balik kreativitasnya. Rhoma Irama dengan senandung lagu-lagu dangdutnya

yang berisikan pesan-pesan keagamaan; Taufik Ismail dengan puisi-puisinya

yang kemudian disenandungkan oleh Bimbo; Ustaz Yusuf Mansyur, Arifin

Ilham dan Jefry Al-Bukhari dengan tausiah-tausiahnya, Snada dengan lagu

nasyid-nasyidnya; Opick dengan untaian syair-syair islaminya;

Habiburrahman El-Syirazy, Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia, Izzatul Jannah,

dan anggota Forum Lingkar Pena (FLP) lain dengan novel dan antologi

39

(34)

cerpen-cerpennya. Mereka merupakan bagian dari sejumlah insan yang

berdakwah melalui sastra dan seni.

Berdasarkan uraian-uraian di atas, ditambah dengan berbagai keterangan

sebelumnya maka dapat kita simpulkan bahwa para ulama memang telah

berselisih pendapat terhadap masalah nyanyian. Sebagian dari mereka tidak

menganggap hadits-hadits yang mengharamkan nyanyian adalah shahih.

Sedangkan yang lain telah menjadikan hadits-hadits tersebut sebagai hujjah

atau bukti untuk mengharamkan nyanyian. Masing-masing mengikuti apa

yang mereka tentukan sebagai dasar pengambilan hukum sesuai dengan

ijtihadnya. Karenanya, siapa saja yang ijtihadnya telah menghasilkan suatu

dugaan yang kuat bahwa bernyanyi dan mendengarkannya adalah haram,

maka itulah hukum Allah terhadapnya, juga terhadap setiap orang yang

mengikutinya.

Sedangkan bagi orang-orang yang belum terbukti baginya keshahihan

hadits-hadits yang mengharamkan nyanyian yang disertai dengan dugaan kuat

dan dengan ijtihad yang benar, maka itulah hukum Allah SWT terhadapnya.

Juga terhadap setiap orang yang mengikutinya sebab masalah ini adalah

masalah khilafiyah sebagaimana yang telah kami uraikan pada bab-bab

sebelumnya.

(35)

A. Biografi Group Band Radja1

Radjaadalah nama sebuah grup band asal Kalimantan yang berdiri di Jakarta pada tanggal 17 Maret 2001. Nama radja digunakan bukan karena tanpa alasan. Mereka sepakat menamakan band mereka dengan nama tersebut, dengan harapan dapat membawa band mereka menjadi besar dan mampu merajai musik Indonesia pada waktunya.

Band ini digaungi oleh 4 orang personil, yaitu: Ian Kasela (vokalis),

Moldy (gitaris), Shuma (bassist), dan Adit (drummer).

Mereka menginginkan lagu yang mereka ciptakan dapat didengar dan dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia, seperti radja yang pada masa silam mampu memikat seluruh rakyatnya dengan pesona dan kharisma yang dimilikinya. Namun impian ingin dipuja itu tidak membuat mereka ingin memiliki jarak dengan para penggemarnya, karena itu nama band ini diawali dengan huruf kecil, dengan maksud mereka berharap kelak setelah mereka mampu menjadi seperti radja, mereka juga dapat tetap dekat dengan para penggemarnya.

1

http://www.band radja.com pada tanggal 25 Desember 2009, pukul 17.15 WIB.

(36)

Pada tahun 2001 banyak hal yang terjadi pada radja. Diawali dengan demo mereka yang diterima dengan baik oleh salah satu perusahaan rekaman pada saat itu. Materi lagu yang mereka ciptakan mampu membuat Universal Music Indonesia ingin menjalin kerjasama dengan radja. Mereka pun bekerjasama sehingga menghasilkan sebuah album perdana yang diberi judul “Lepas Masa Lalu“ dengan hitsnya “Biar Aku Menjagamu“. Disayangkan pada saat itu di dalam Universal Music Indonesia sendiri sedang ada masalah yang menyebabkan mereka harus gulung tikar sehingga album perdana radja tidak dapat didistribusikan dan dipromosikan secara maksimal. Apa boleh buat, album perdana ini tidak mengalami kesuksesan.

Kegagalan yang dialami oleh band ini membuat mereka vakum dari kegiatan hampir selama 1 tahun. Hal ini membuat para personil berada dalam kondisi tidak nyaman, sehingga akhirnya 2 orang personil, yaitu Shuma dan Adit memutuskan untuk mengundurkan diri dari band yang mereka naungi. Sejak pertengahan 2002, Shuma dan Adit tidak lagi tercatat sebagai personil radja. Tinggal Ian dan Moldy yang bertahan meneruskan nasib band ini.

(37)

Indra yang kebetulan saat itu menjadi drummer band cafe yang sama dengan Indra. Kemudian Moldy mengajak mereka berdua untuk bertemu.

Di tahun yang sama mereka membuat demo. Karena sulit untuk bisa menembus perusahaan rekaman, mereka lalu sepakat untuk mengubah strategi dengan mencari donatur yang mau mendanai rekaman mereka. Usaha demi usaha dilakukan hingga membuahkan hasil. Melalui perkenalan Moldy dengan Pak Heru yang saat itu menginginkan Moldy memproduseri dan menciptakan lagu untuk bandnya, malah membuat radjadapat berkenalan dengan team Kwitang yang kemudian hari menjadi bagian terpenting bagi karir radja.

Team Kwitang dipimpin oleh Bapak Isfan Fajar Satrio. Beliau dengan tulus dan ikhlas membantu radja dalam segala hal.Selain mendanai seluruh proses rekaman, beliau juga tanpa henti terus menyalakan semangat berjuang dalam diri keempat personil band ini. Melalui kerja keras dan kerjasama yang baik akhirnya sebuah master album telah siap untuk didistribusikan.

(38)

membuat radja memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak kerjasama mereka yang saat itu berakhir pada tahun 2004.

Lepas dari Malta Music Indonesia, radjalalu mencari mayor label yang mau menaungi mereka. Ternyata keberuntungan mulai berpihak kepada mereka berempat, pada akhir ahun 2004, mereka dipercayakan untuk menjadi grup band yang dinaungi oleh EMI Music Indonesia.

Setelah bergabung dengan EMI Music Indonesia, radja langsung mengeluarkan album repackage dari album mereka sebelumnya, karena album kedua radja dinilai memiliki nilai jual yang bagus namun tidak terpromosikan saat itu. Tanpa membuang waktu lama, mereka pun meluncurkan album repackage yang diberi judul “Langkah Baru“ yang berisikan lagu-lagu mereka di album sebelumnya ditambah dengan 3 buah lagu baru, pada awal tahun 2005.

(39)

Album Langkah Baru membawa radja meraih Golden Award untuk penjualan kaset di atas 75.000 copy, Platinum Award untuk penjualan di atas 150.000 copy, Double Platinum Award untuk penjualan di atas 300.000 copy, Multi Platinum untuk penjualan kaset di atas 500.000 copy. Prestasi yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya ketika mereka mampu meraih semua perhargaan itu.

Kesuksesan yang mereka raih tidak membuat mereka melupakan hasrat untuk berkarya. Pada tahun 2006 mereka pun meluncurkan album keempat mereka yang bertajuk “Aku Ada Karena Kau Ada“. Sekali lagi album inipun mendapat respons yang cukup baik dalam masyarakat Indonesia. Lagu-lagu radja semakin merakyat dalam masyarakat Indonesia baik di kota-kota besar maupun di pelosok daerah. Bahkan mereka pernah tampil menghibur masyarak Indonesia bagian timur seperti masyarakat di daerah Luwuk dan Papua. Tidak hanya di dalam negeri, mereka pun mampu memukau masyarakat negara tetangga, seperti Malaysia dan Brunei Darussalam, hal ini dibuktikan dengan beberapa kali mereka tampil menghibur di negara tetangga tersebut.

Beberapa penghargaan pun kembali mereka peroleh, salah satunya mereka peroleh dari ajang SCTV Music Awards yang menobatkan mereka sebagai “Band paling ngetop 2006“. Di penghujung tahun 2006, kembali mereka berkarya dengan turut berpartisipasi menciptakan album kerohanian yang diluncurkan pada saat bulan ramadhan. Album Rohani ini merupakan album kelima radjadan diberi judul “1000 Bulan“.

(40)

diciptakan, alat instrumen mereka sudah berbunyi, syair sudah dinyanyikan, dan album keenam mereka diberi tema “Untuk Semua“ pada tahun 2007. Dan pada tahun 2008 album terbaru mereka yang berjudul ”membumi”. Dan kita nantikan saja album terbaru mereka selanjutnya.

B. Hasil Karya Cipta Group Band Radja

Radjaadalah nama sebuah grup band asal Kalimantan yang berdiri di Jakarta pada tanggal 17 Maret 2001. Nama Radja digunakan bukan karena tanpa alasan. Mereka sepakat menamakan band mereka dengan nama tersebut, dengan harapan dapat membawa band mereka menjadi besar dan mampu merajai musik Indonesia pada waktunya.

Karirnya dalam dunia musik di Indonesia dapat dikatakan baik, berkarir sejak tahun 2001 dan pada akhirnya masuk pada sebuh lebel EMI pada tahun 2005 dan pada saat itulah Radja banyak dikenal oleh banyak orang.

Hasil karyanya sudah mencapai tujuh album termasuk album religinya yang rilis pada tahun 2006. di mana dalam pembuatan album terbaru mereka tiap tahunnya mempunyai hits dari album yang mereka buat, dan dari lagu-lagu yang mereka ciptakan banyak yang laku dipasaran, sampai-sampai dari kalangan anak kecil pun hafal lirik lagu dari tiap-tiap hits dalam album mereka.

(41)

Adapun hasil karya group band Radja adalah sebagai berikut: Album Langkah Baru (Tahun 2005)

1. Bulan 2. Tulus

3. Takkan Melupakanmu 4. Jujur

5. Wahai Kau Cinta

6. Tetaplah Kau Jadi Milikku 7. Selalu Jauh Dari Cinta

8. Manusia Biasa, Cipt. Ian Kasela

9. Tak Seperti Dulu 10.Butuh Waktu 11.Lepas Masa Laluku 12.Cinderlela2

Album Aku Ada Karena Kau Ada (Tahun 2006) 1. Yakin, Cipt. Ian Kasela

2. Ikhlas

3. Benci Bilang Cinta 4. Terbaik

10.Tak Mampu Tersenym3

Album Religi 1000 Bulan (Tahun 2006) 1. Mudik, Cipt. Moldy

2. Malam 1000 Bulan, Cipt. Moldy

3. Yakin (Acoustic Version), Cipt. Ian Kasela

4. Sahur, Cipt. Moldy

5. Aku Ada Karena Kau Ada (Live Acoustic), Cipt. Ian Kasela

6. Salam Lebaran, Cipt. Moldy

7. Taubat, Cipt. Moldy

8. Manusia Biasa (Acoustic Version), Cipt. Ian Kasela4

2

Pada album pertama Radja dengan judul Langkah Baru (Tahun 2005).

3

Pada album kedua Radja dengan judul Aku Ada Karena Kau Ada (Tahun 2006).

4

(42)

Album Untuk Semua (Tahun 2007) 1. Bintang

2. Permaisuri 3. Patah Hati 4. Ikrar

5. Jangan Sakiti Aku 6. Aku Pilihanmu 7. Selalu Dekat 8. Yang Pertama 9. Semenjak Kau Pergi5

Album Membumi (Tahun 2008) 1. Pelarian Cinta

2. Sama-Sama Suka 3. Zodiak

4. Bersamamu 5. Apa Artinya 6. Seandainya

7. S.O.U.L (Save Our Love) 8. Tak Mungkin Meninggalkanmu 9. Salah Mencintai.6

5

Pada album keempat Radja, dengan judul Untuk Semua (Tahun 2007).

6

(43)

C. Sekilas Tentang Album Religi “1000 Bulan”

Radja merilis album religinya di bulan suci Ramadhan tahun ini, berjudul 1000 Bulan. Album yang berisi 8 lagu (termasuk 3 lagu versi akustik) dari album Langkah Baru dan Aku Ada Karena Kau Ada ini, yaitu: Yakin, Manusia Biasa dan Aku Ada Karena Kau Ada ini

meluncurkan single pertamanya Malam 1000 Bulan, dan bakal meluncurkan single keduanya, Taubat. Launching dan syukuran albumnya ini telah dilakukan pada hari Minggu (1/10), di Studio Penta SCTV dalam acara live special' Launching Album Radja Religi 1000 Bulan, yang bersamaan dengan acara buka bersama dengan anak-anak yatim-piatu.7

Di bulan puasa tahun 1427 H ramai-ramai grup band membuat singel atau album bernuansa religi. Tak sedikit pula yang sedang promo hingga menjelang lebaran. Salah satunya ialah grup band Radja. Bersama beberapa grup bandnya di bawah naungan Manajemen Istana Radja, milik Ian Kasela cs itu kini mereka tengah getol-getolnya melakukan promo.

Radja sibuk dengan promo album kompilasi religi. Ada 8 band di bawah naungan Manajemen Istana Radja. Promo itu sudah jalan sejak awal puasa kemarin, pertama di Banjarmasin selanjutnya daerah Jabodetabek,".8 Menjelang idul fitri tahun 1427 H, grup band yang berada di bawah naungan manajemen

7

http://img.kapanlagi.com/partner/vip.php, “Album 1000 Bulan, Group band Radja”, pada tanggal 30 Desember 2009, pukul 04.15 WIB.

8

(44)

Istana Radja akan melakukan promo hingga luar pulau jawa. "Selanjutnya promo di Bali dan Makasar".9

Shooting video klip RADJA untuk album Religi "1000 BULAN" membuat sekaligus 2 video klip dalam sehari yang dilaksanakan Senin 2 Oktober 2006 di Studio GUDANG Jl. Mandala V No.24, Cililitan, Jakarta.10

9

Hasil wawancara dengan Moldy.

10

(45)

A. Analisis Pesan Terhadap Lirik Lagu Album Religi ”1000 Bulan”

Pesan dapat diartikan sebagai suatu kumpulan pola-pola, isyarat-isyarat1 atau simbol-simbol. Karena pesan yang dikirim oleh komunikator kepada penerima terdiri atas rangkaian simbol-simbol.2 Baik pola isyarat maupun simbol itu sendiri tidak mempunyai makna, karena hanya berupa perubahan-perubahan wujud perantara yang berguna untuk komunikasi.

Sedangkan pesan menurut Shannon Weaver diartikan sebagai sesuatu yang dikirim atau diterima dalam proses komunikasi yang tiada lain adalah data, fakta, kata, simbol dan isyarat. Charles E. Osgood, menjelaskan bahwa bahasa yang didengar berwujud gelombang-gelombang bunyi yang “dengan lembut mengetuk pintu ruang” telinga. Yang menjadi persoalan adalah untuk menggambarkan peranan “makna” dalam hubungan ini, karena makna tidak mempunyai bandingan dengan alam benda.3

Jadi dapat diartikan bahwasannya, pesan adalah sesuatu yang disampaikan atau dikirim oleh komunikator dan diterima oleh komunikan, yang bisa trdiri dari isyarat-isyarat atau simbol-simbol yang sebenarnya tidak mengandung makna.

Adapun analisi isi dari lirik lagu dalam album religi 1000 bulan sebagai berikut:

1

Roudhonah, ”Ilmu Komunikasi”, Lembaga Penelitian UIN Jakarta dengan UIN Jakarta Press, Jakarta, 2007, h. 87.

2

Hafied Cangara, “Pengantar Ilmu Komunikasi”, h. 97.

3

D. Lawrenca Kincaid & Wibur Schramm, “Asas-Asas Komunikasi Antar Manusia”, LP3S bekerjasama dengan East- West Communication Institute Hawai, 1977, h. 55.

(46)

1. ”Mudik” Cipt. Moldy

Lagu yang berjudul ”Mudik” yang diciptakan oleh salah satu personilnya yaitu Moldy (gitaris).

Analisis Lirik Lagu ”Mudik” ”Mudik”

Setelah sebulan puasa Ramadhan Mengingatkan kampung halaman Ingin merayakan hari kemenangan Bersama saudara dan teman Ramai orang mudik lebaran Rindu pada kampung halaman

Reef. Bersama-sama mudik lebaran Kita menuju kampung halaman Bersama-sama mudik lebaran Untuk saling bermaaf-maafan

Ingin merayakan hari kemenangan Bersama saudara dan teman

Judul Lagu Lirik Lagu Kategori

Setelah sebulan puasa Ramadhan Mengingatkan kampung halaman Ingin merayakan hari kemenangan Bersama saudara dan teman Ramai orang mudik lebaran Rindu pada kampung halaman

Interpersonal (Komunikasi dalam

diri) ”Sensasi”

Bersama-sama mudik lebaran Kita menuju kampung halaman Bersama-sama mudik lebaran

Ingin merayakan hari kemenangan Bersama saudara dan teman

Interpersonal (Komunikasi dalam

(47)

Pada bait pertama dalam lirik lagu ”Mudik”, mengisyaratkan suatu kegembiraan seseorang dalam menyambut hari kemenangan yaitu Idul Fitri. Dan di dalamnya terdapat ”mengingatkan kampung halaman, Ingin merayakan hari kemenangan bersama saudara dan teman”, sesuatu yang telah menjadi naluri manusia pada bulan ramadhan dan menjelang idul fitri, berbondong-bondong untuk bertemu sanak famili, kerabat dan teman-teman untuk bertatap muka dan menjalin silaturahim, ukhuwah (hubungan persaudaraan).

Pada bait kedua ”ramai orang mudik lebaran, rindu pada kampung halaman”, ini adalah suatu naluri manusia yang menjadi tujuan dasar ialah bertemu sanak famili menjalin silaturahim persaudaraan saling bermaaf-maafan dengan bertatap muka satu sama liannya.

Begitu pula pada Reff

Bersama-sama mudik lebaran Kita menuju kampung halaman Bersama-sama mudik lebaran Untuk saling bermaaf-maafan

(48)

Syair lagu Mudik, berceritakan tentang bentuk hubungan antara manusia dengan manusia (syari’ah) dalam ruang lingkup siyasah, menyangkut tentang kemasyarakatan yaitu ukhuwah (persaudaraan).

Pada syair lagu Mudik mengisyaratkan untuk senantiasa berbagi kebahagiaan dengan keluarga dan sesama dan tetap menjalin hubungan tali persaudaraan yang baik antara dengan keluaraga dan teman-teman lainnya, karena pada dasarnya kita semua adalah satu keluarga yaitu dari keturunan Nabi Adam AS.

2. ”Malam 1000 Bulan”Cipt. Moldy

Lagu yang berjudul ”Malam 1000 Bulan” yang diciptakan oleh salah satu personilnya yaitu Moldy (gitaris).

”Malam 1000 Bulan”

Selamat datang bulan Ramadhan Bulan penuh ampunan

Tuk melepas segala dosa Yang pernah dilakukan Kini tiba saatnya kita Lalui malam keajaiban Malam Surga

Malam Lailatul Qodar

Begitu banyak nikmat-Mu Tuhan Yang Engkau berikan

Kepada semua hamba-Mu yang selalu meminta

Barharap tulus bertemu malam Malam berkah malam ampunan Malam Surga

Malam lailatul Qodar Reef. Malam seribu bulan

Malam yang paling indah Malam yang paling mulia

Untuk kita ibadah

Semua orang berlomba Untuk Mendapat rahmat-Nya Semua orang meminta

(49)

Analisis Lirik Lagu ”Malam 1000 Bulan”

Judul Lagu Lirik Lagu Kategori

Selamat datang bulan Ramadhan Bulan penuh ampunan

Tuk melepas segala dosa Yang pernah dilakukan Kini tiba saatnya kita Lalui malam keajaiban

Begitu banyak nikmat-Mu Tuhan Yang Engkau berikan

Kepada semua hamba-Mu yang selalu meminta

Dakwah Dzatiyah ”Berfikir dengan kalbu”

Barharap tulus bertemu malam Malam berkah malam ampunan Malam Surga Malam yang paling indah Malam yang paling mulia Untuk kita ibadah

(50)

Selamat datang bulan Ramadhan Bulan penuh ampunan

Tuk melepas segala dosa Yang pernah dilakukan Kini tiba saatnya kita Lalui malam keajaiban

Pada bait pertama memaparkan suatu kegembiraan umat muslim dalam menyambut bulan ramadhan, karena di bulan tersebut banyak sekali keberkahan yang diturunkan Allah SWT dengan segala nikmat dan rahmat-Nya serta di bulan ramadhan pula adalah bulan penuh ampunan. Dalam bait ini mengisyaratkan bahwasannya rasa kegembiraan menyambut bulan ramadhan ialah termasuk dalam kategori akhlak (perbuatan) kita kepada Allah SWT, yang mana disaat kita mengapresiasikannya dengan rasa senang, bahagia menyambut bulan ramadhan, maka itu adalah bentuk dari rasa syukur kita kepada Allah SWT dengan mengharapkan ridho dari Allah SWT.

Adapun keutamaan orang-orang yang berpauasa, dalam Hadis riwayat Sahal bin Saad ra., ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat pintu yang bernama Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk lewat pintu itu pada hari kiamat. Tidak ada orang selain mereka yang masuk bersama mereka. Ditanyakan: Di mana orang-orang yang puasa? Kemudian mereka masuk lewat pintu tersebut dan ketika orang yang terakhir dari mereka sudah masuk, maka pintu itu ditutup kembali dan tidak ada orang yang akan masuk lewat pintu itu”. (Shahih Muslim No.1947)

Dan dalam hadits lain menyebutkan bahwasannya: Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra., ia berkata:

(51)

Dan pada bait kedua

Malam Surga

Malam Lailatul Qodar

Begitu banyak nikmat-Mu Tuhan Yang Engkau berikan

Kepada semua hamba-Mu yang selalu meminta Barharap tulus bertemu malam

Malam berkah malam ampunan Malam Surga

Malam lailatul Qodar

Dalam bait ini memaparkan dalam bulan Ramadhan tersebut ada satu malam yang sangat istimewa bagi umat muslim yaitu malam kemuliaan atau lebih dekat dengan bahasa malam Lailatul Qodar. Malam kemuliaan dikenal dengan malam Lailatul Qadar yaitu suatu malam yang penuh kemuliaan, kebesaran, Karena pada malam itu permulaan Turunnya Al Quran.

Allah berfirman dalam surat Al Qodr:1-5;

Artinya:

1. Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan

2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? 3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.

Gambar

GAMBARAN UMUM PROFIL BAND RADJA membahas sekilas
GAMBARAN UMUM PROFIL BAND RADJA membahas sekilas . View in document p.14
GAMBARAN UMUM PROFIL GROUP BAND RADJA
GAMBARAN UMUM PROFIL GROUP BAND RADJA . View in document p.35

Referensi

Memperbarui...

Download now (79 pages)
Related subjects : group band