Diagnosis kesulitan belajar metematika siswa dan solusinya dengan pembelajaran remedial: penelitian deskriptif analisis di MAN 7 Jakarta

Gratis

5
33
133
2 years ago
Preview
Full text

DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA DAN SOLUSINYA DENGAN PEMBELAJARAN REMEDIAL

  (Penelitian Deskriptif Analisis di MAN 7 Jakarta)Skripsi Diajukan dalam rangka penyelasaian studi Strata-1Untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan OlehSURYANIH 103017027257 JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA2011 M /1432 H LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING SKRIPSI Skripsi berjudul “Diagnosis Kesulitan Belajar Matematika Siswa dan Solusinya dengan Pembelajaran Remedial ” disusun oleh Suryanih,NIM. Telahmelalui bimbingan dan dinyatakan sah sebagai karya ilmiah yang berhak untuk diujikan pada sidang munaqasah sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh fakultas.

SURAT PERNYATAAN KARYA ILMIAH

  Yang bertanda tangan di bawah ini:Nama : SURYANIHNIM : 103017027257Jurusan : Pendidikan MatematikaAngkatan Tahun : 2003Alamat : Jl. Nusantara Raya Gg.

MENYATAKAN DENGAN SESUNGGUHNYA

  Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat 3 jenis kesalahan umum yang menyebabkan siswa kesulitan mengerjakan soal eksponendan logaritma, yakni 1) Kesalahan konsep eksponen dan logaritma: 2) Kesalahan prinsip operasi hitung; dan 3) Kesalahan karena kecerobohan siswa. Hasilpenelitian juga menunjukkan setelah pembelajaran remedial jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat dari 5 siswa (16,13%) menjadi 19 siswa (61,29%) danrata-rata nilai siswa naik dari 47,71 menjadi 68,08.

KATA PENGANTAR

  KakakHerman dan Nurhayati, Adinda Ropiah dan Syarifah, yang mendorong penulis untuk tetap semangat dalam mengejar dan meraih cita-cita. Murid-muridku di MAN 7 Jakarta, terutama kelas XII IPA angkatan2010/2011 yang telah banyak membantu dan mendoakan selesainya skripsi ini, Kelas X angkatan 2010/2011 yang telah Ibu telantarkan karenakesibukan Ibu menyelesaikan skripsi ini.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003

  Hal ini misalnya dapat terlihat dari hasilulangan harian siswa pada pokok bahasan Eksponen dan Logaritma di MAN 7Jakarta, dari 31 siswa tidak ada satupun siswa yang nilainya mencapai KriteriaKetuntasan Minimal (KKM). Dengansesegera mungkin memperoleh umpan balik dapat dihindari kekeliruan belajar yang berlarut-larut yang dialami siswa, dan guru dapat menilai siswa mana yangperlu mengikuti pembelajaran remedial sehingga siswa tersebut dapat mencapai ketuntasan belajar.

B. Identifikasi Masalah

  Langkah apa yang dilakukan guru dalam menyikapi banyaknya siswa yang hasil belajarnya belum mencapai KKM? Akan tetapi tidak semua faktor yang menyebabkan kesulitan belajar siswa dibahas pada penelitian ini, yang menjadi fokus penelitian adalah menemukan kesulitanbelajar siswa dari segi/faktor intelektual.

BAB II ACUAN TEORITIK A. Belajar dan Pembelajaran Manusia tidak terlepas dari sebuah proses yang disebut belajar. Belajar

  3 Pendapat tersebut sejalan dengan Winkel dalam interaksi dengan lingkungan.” yang menyatakan: “Belajar yang terjadi pada manusia merupakan suatu prosespsikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungannya dan menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pengamatan dan 4 keterampilan serta nilai sikap dan perubahan konstan/membekas. Di dalam proses pembelajarantersebut komunikasi diperlukan untuk membangkitkan dan memelihara perhatian siswa, memberitahu dan mengharapkan hasil belajar yang dicapai siswa,merangsang siswa untuk mengingat kembali hal-hal yang berhubungan dengan topik tertentu serta menyajikan stimulus untuk mempelajari suatu konsep.

B. Pengertian Matematika

  Oleh sebab itu, NCSM (National Council of Supervisor of Mathematics) membuat keputusan bahwa dalam pembelajaran matematika hendaknya mengandung hal-hal antara lain: pemecahan masalah, penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari, keterampilan hitung yang memadai,pengukuran, geometri, membuat diagram dan grafik, dan penggunaan matematika 21 dalam taksiran/perkiraan. Jadi matematika adalah suatu ilmu yang memiliki objek dasar abstrak yang berupa fakta, konsep, operasi, prinsip, dan menggunakan simbol-simbol yangdimaksudkan agar objek matematika dapat ditulis dengan singkat, tepat, dan mudah dimengerti.

19 Mulyono Abdurahman, Pendidikan bagi Anak Berkesulitan Belajar, (Jakarta: Depdikbud dan Rimeka Cipta, 99), h.253

20 HJ Sriyanto, Strategi Sukses Menguasai Matematika, (Yogyakarta: Indonesia Cerdas, 2007), h.1521 Erna Suwangsih dan Tiurlina, Model Pembelajaran Matematika, (Bandung: UPI Press, 2006), h.54

C. Kesulitan Belajar Matematika

  Menurut Abu Ahmadi dan Widodo S., “Dalam keadaan dimana anak didik/ siswa tidak dapat belajar sebagaimana mestinya, itulah yang 23 disebut kesulitan belajar. ”Warkitri mengemukakan kesulitan belajar adalah suatu gejala yang nampak pada siswa dengan ditandai adanya hasil belajar rendah serta di bawahnorma yang telah ditetapkan.

25 Jadi belum tentu anak yang mengalami akademik yang sesuai harapan”

  Sabri mengemukakan bahwa kesulitan belajar adalah kesukaran siswa dalam menerima atau menyerap pelajaran di sekolah, kesulitan belajar yangdihadapi oleh siswa ini terjadi pada waktu mengikuti pelajaran yang disampaikan 26 atau ditugaskan oleh seorang Guru. Kesulitan belajar ini tidak terlepas dari beragamnya individu dan cara belajar siswa yang berbeda, dimana individu yangsatu akan mempunyai kesulitan tertentu dibandingkan dengan individu yang lain.

3. Kesulitan dalam memecahkan masalah terapan atau soal cerita 4

27 Mukhtar dan Rusmini, Pengajaran Remedial: Teori dan Penerapannya dalam

  6-9 Pendapat tersebut sejalan dengan pendapat Sholeh yang menyatakan bahwa siswa yang mengalami kesulitan belajar antara lain disebabkan oleh hal-halsebagai berikut: 29 1. seperti dikutip Noorhadi Thohir dan Basuki Haryono, bahwa yang menjadi penyebab siswa mengalami kesulitanbelajar matematika ialah kesulitan siswa dalam: 1.

30 Dalam pembelajaran matematika, kesulitan siswa dari segi intelektual

  dapat terlihat dari kesalahan yang dilakukan siswa pada langkah-langkah pemecahan masalah soal matematika yang berbentuk uraian, karena siswamelakukan kegiatan intelektual yang dituangkan pada kertas jawaban soal yang berbentuk uraian tersebut. Agaknya guru dapat mengimplementasikan apa yang disarankan olehGagne, seperti dikutip Mulyono : “Proses belajar hendaknya bertahap, dari hal yang paling sederhana ke hal yang kompleks dan intinya adalah perlunyapenguasaan prasyarat yang digunakan sebagai landasan untuk menguasai bentuk 32 perilaku yang diharapkan”.

D. Diagnosis Kesulitan Belajar Peserta Didik

  Tahapan tersebut meliputi:1) Mengidentifikasi siswa yang diperkirakan mengalami kesulitan belajar2) Melokalisasi letak kesulitan belajar3) Menentukan faktor penyebab kesulitan belajar4) Memperkirakan alternatif bantuan5) Menetapkan kemungkinan cara mengatasinya6) Tindak lanjut Diagnosis kesulitan belajar dilakukan dengan teknik tes dan nontes. Wawancara dapat dilakukan langsung kepada siswa atau keluarganyaatau teman terdekatnya, sementara observasi dilakukan oleh guru selama siswa mengikuti pembelajaran di kelas dan selama siswa berinteraksi di lingkungansekolah.

E. Pembelajaran Remedial

1. Pengertian Pembelajaran Remedial

  Siswa yang tergolong ke dalam kelompok yang harus dimasukkan ke dalam kelompok pembelajaran remedial biasanya mengalami kesulitan dalam hal sebagai 39 berikut:38 Ischak SW dan Warji R, Program Remedial dalam Proses Belajar-Mengajar, (Yogyakarta: Liberty, 1982), h.2.39 Made Alit Mariana, Pembelajaran Remedial, (Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, 2003), h.21. Akan tetapi, karena kesulitan yang dialami tiapindividu disebabkan oleh faktor yang berbeda dan beragam, dan sangat berat bagi guru jika mengatasinya per individu, maka siswa yang mengikuti kegiatan remedialini berdasarkan tingkat kesulitan belajarnya, dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu: 40 memperbaikinya.

2. Pendekatan, Metode dan Model Pelaksanaan Pembelajaran Remedial

  Pendekatan yang Bersifat KuratifPendekatan ini diadakan mengingat kenyataannya ada seseorang atau sejumlah siswa yang tidak mampu menyelesaikan program secara sempurna sesuaidengan kriteria keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Pendekatan yang Bersifat PreventifPendekatan ini ditujukan kepada siswa tertentu yang berdasarkan data/ informasi diprediksikan atau patut diduga akan mengalami kesulitan dalammenyelesaikan suatu program studi tertentu yang akan ditempuhnya.

1. Metode pemberian tugas 2

  Pengajaran individualMetode-metode tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing- masing, tergantung tujauan pembelajaran yang hendak dicapai. Oleh karena itu,guru harus dapat memilih metode yang paling sesuai agar pembelajaran berjalan dengan efektif.

42 Warkitri, dkk.

  Jika dilihat dari faktor-faktor yang terdapat pada kegiatan perbaikan itu sendiri, seperti tempat, waktu, metode, dan lainnya, maka dapat dipilih dan 43 ditentukan kegiatan perbaikan, antara lain: a. Mengajarkan kembali (re-teaching) yaitu: kegiatan perbaikan dilaksanakan dengan jalan mengajarkan kembali bahan yang sama kepada para siswadengan penyajian yang berbeda, dan bila mungkin dengan lebih banyak contoh mengenai materi yang dirasakan sukar dipahami oleh siswa, sertamemberikan motivasi kepada siswa dalam kegiatan belajar.

43 Mukhtar dan Rusmini, Pengajaran remedial:Teori dan Penerapannya dalam Pembelajaran Remedial, (Jakarta: Fifa Mulia Sejahtera), h.55-57

  Beberapa pedoman dalam menerapkan model pembelajaran remedial di luar jam sekolah ini yaitu sebagai berikut:Penekanan pada remediasi yang bertujuan membantu siswa belajar materi Guru hendaknya mengkaji intisari kurikulum yang menekankan pada Guru pembelajaran remedial dapat memberikan ilustrasi yang lebih Hanya kelompok siswa yang peringkatnya sama yang mengikuti Jumlah jam pembelajaran remedial tidak sama dengan pembelajaran biasa. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan pembelajaran remedial model ini adalah pelaksanaan remediasi yang terlalu lama akanmemberikan efek julukan tertentu yang mengakibatkan ketidaknyamanan bagi siswa yang bersangkutan.

3. Prinsip Pembelajaran Remedial

  Fleksibilitas dalam Metode Pembelajaran dan PenilaianSejalan dengan sifat keunikan dan kesulitan belajar peserta didik yang berbeda-beda, maka dalam pembelajaran remedial perlu digunakanberbagai metode mengajar dan metode penilaian yang sesuai dengan45 karakteristik peserta didik. Apabila kesulitan belajar yang dipantaumelalui tes ini dialami oleh banyak siswa, maka upaya perbaikan sebaiknya Dengan diberikannya pembelajaran remedial bagi peserta didik yang belum mencapai tingkat ketuntasan belajar, maka peserta didik ini memerlukanwaktu lebih lama daripada mereka yang telah mencapai tingkat penguasaan.

46 Darwyan syah dkk, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Diadit Media, 2009), h.177

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Waktu yang penulis gunakan untuk mengadakan penelitian ini adalah pada

B. Metode Penelitian

  Akan tetapi, dalam kaitannya dengan tugas mengajar guru maka jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian yang memiliki dampak terhadappengembangan profesi guru dan peningkatan mutu pembelajaran. Instrumen ini digunakan untuk mendiagnosis faktor-faktor intelektual yang menyebabkan siswa mengalami kesulitanbelajar dan menyebabkan hasil belajar siswa tidak mencapai KKM, yakni dengan cara mengidentifikasi kesalahan umum siswa dalammenyelesaikan soal eksponen dan logaritma.

E. Teknik Analisis Data

  Reduksi data pada penelitian ini yakni dengan cara memilah lembar jawaban tes diagnostik, memfokuskan pada kesalahan umum siswa dalammengerjakan soal eksponen dan logaritma. Sedangkan data hasil tes siswa sebelum dan setelahremedial disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan histogram.

4 Berkelompok, sebagai berikut:

  =Keterangan: = Rataan Hitung Data Berkelompok= Jumlah perkalian antara nilai tengah kelas ke-i dengan frekuensi kelas ke-i = Frekuensi totalUntuk menghitung nilai Median data digunakan rumus Median untuk data 5 berkelompok, sebagai berikut:45 Sudjana, Metoda Statistika, (Bandung: Tarsito, 1995), h. 67 Me = b + p.

6 Mo = b + p

Keterangan:Mo = Nilai Modus data berkelompok b = Tepi bawah kelas Modusb 1 = Selisih frekuensi kelas Modus dengan frekuensi kelas bawah Modus b 2 = Selisih frekuensi kelas Modus dengan frekuensi kelas atas Modus p = panjang kelas/interval kelas

6 Sudjana, Metoda Statistika, (Bandung: Tarsito, 1995), h. 77

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Temuan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas X4 Madrasah Aliyah Negeri 7 Jakarta

  Penelitian diawali dengan mengamati hasil belajar siswa pada pokok bahasan tersebut, kemudianmemberikan tes diagnostik untuk mengetahui letak kesulitan siswa. TesDiagnostik yang diberikan kepada subjek penelitian telah diuji coba dan dihitung validitas serta reliabilitasnya terlebih dahulu.

1. Uji Validitas Instrumen

  Contoh kesalahan yang dilakukan siswa dikarenakan belummemahami konsep eksponen, dapat diamati dari langkah penyelesaian soal berikut ini:Soal no.7b Tes Diagnostik Eksponen dan Logaritma Gambar 4.2Contoh Kesalahan Konsep Perkalian Bentuk Pangkat Dari 32 siswa ada sebanyak 8 siswa atau sebanyak 25% siswa yang mengerjakan soal 7b dengan langkah seperti pada gambar 4.2. Hasil wawancara dengan Responden A pada tanggal 11 November 201112 Kesalahan siswa dalam menggunakan sifat logaritma dapat dilihat pada contoh berikut ini:Contoh : Soal no.5a Tes Diagnostik Eksponen dan Logaritma Gambar 4.5Contoh Kesalahan Penggunaan Sifat Logaritma Berdasarkan wawancara dengan Responden C, pada dasarnya siswa tahu bahwa ada sifat logaritma : sehingga 2 3 2 13 mereka mengubah log 2 .3 menjadi 3.

13 Lampiran 16 hal.96. Hasil wawancara dengan Responden C pada tanggal 11

  Kata-kata “Abis saya bingung Bu gimana lagi cara ngerjainnya”, merupakan ungkapan kesulitan yang dialami siswa dalam memilah sifat logaritmamana yang dapat mereka pergunakan untuk menyelesaikan soal logaritma. lanjut peneliti bertanya mengapa pada pembilang dipilih logaritma berbasis 2 dan pada penyebut dipilih basis 5, tetapi bukan basis yang laindan mengapa tidak pada pembilang saja dipilih logaritma berbasis 5 dan pada penyebut dipilih basis 2?

15 Lampiran 16 hal.96. Hasil wawancara dengan Responden A pada tanggal 11 November

  Mereka beranggapan menyelesaikan soal tersebut intinya adalah mengubah ke bentuk pecahan dan memilih basis yang sesuai dengan yangdiketahui sedemikian sehingga nilainya dapat langsung ditentukan. Siswa tidak lagi memperhatikan sifat-sifat logaritma atau ketentuan-ketentuandalam mengubah bentuk logaritma, yang terpenting mereka bisa menyelesaikan soal tersebut dan mereka menganggap cara ini memangbenar demikian untuk soal seperti no.6b tersebut.

16 Lampiran hal.96. Hasil wawancara dengan Responden A pada tanggal 11 November

  3 Tes Diagnostik Eksponen dan LogaritmaGambar 4.8 Contoh Kesalahan Kaidah Hitung Bentuk PecahanBeberapa siswa mengerjakan soal no.3 ini (merasionalkan penyebut pecahan) dengan langkah-langkah yang sudah cukup baik padaawalnya, artinya siswa telah memahami konsep merasionalkan. 7b Tes DiagnostikEksponen dan Logaritma berikut ini: Contoh Kesalahan Prinsip Hitung karena Pemahaman yang Salah terhadap“Kaidah Pencoretan” Pada Gambar 4.9 terlihat kesalahan fatal yang dilakukan oleh siswa yakni dengan mencoret nilai/variabel yang ada pada ruas kiri dengannilai/variabel yang ada di ruas kanan.

18 Dari kalimat tersebut tersirat banyaknya kesalahan = 3, jadi x = 3”

  Kaidah pencoretan mungkin mempermudah dalam penyampaian materi pelajaran dan mempermudah siswa dalam melakukan operasihitung. Haltersebut dapat dilihat dari contoh-contoh langkah pengerjaan soal yang dilakukan siswa seperti terlihat pada Gambar 4.8 dan Gambar 4.9.

18 Lampiran 16 hal.96. Hasil wawancara dengan Responden E pada tanggal 11 November

  4c Tes Diagnostik Eksponen dan LogaritmaGambar 4.10 Contoh Kesalahan Prinsip Hitung karena Pemahaman yang Salah terhadap“Konsep Pindah Ruas” Jika diperhatikan, siswa tersebut telah memahami konsep logaritma. Pada saat diwawancarai, Siswa menjawab, “Kan kalau pindah ruas positif 19 berubah jadi negatif B Hal ini antara u, kalo perkalian jadi pembagian”.lain disebabkan oleh beberap a guru yang mengungkapkan istilah “pindahruas” dalam penyelesaian soal-soal persamaan, dan kata-kata yang paling diingat siswa adalah, “kalau plus berubah tanda menjadi minus, dansebaliknya” atau “kalau perkalian pindah jadi pembagian, dan sebaliknya”.

19 Lampiran 16 hal.96. Hasil wawancara dengan Responden E pada tanggal 11

c. Kesalahan karena Kecerobohan Siswa

  Seperti salah menghitung karena terburu-buru, atau tidakmenyadari kesalahannya, atau karena kesalahan teknis seperti jawaban yang di tipe-X kemudian lupa diperbaiki. 1 Tes Diagnostik Eksponen dan Logaritma Gambar 4.11Kecerobohan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Bentuk Pangkat Berdasarkan wawancara, ketika ditanya mengapa dalam menjawab soal ini angka 3 tidak dipangkatkan -1, Responden D menjawab, “iya ya Bu, harusnya dipangkatin juga ya?

20 Berdasarkan jawaban siswa tersebut, dapat dipahami bahwa hitung”

  Kesalahan terjadi karena siswa hanya fokus pada variabel yang ada, yaitu p, q, dan r saja sehingga mereka lupa bahwaangka 3 juga semestinya dipangkatkan -1. Hasil wawancara dengan Responden D pada tanggal 11 2 -3 jika angka 3 berpangkat (pangkatnya dituliskan seperti 3 , 3 , atau , dan sebagainya), siswa tidak akan lupa untuk memangkatnya.

5.5 Kecerobohan diketahui melalui wawancara dengan siswa yang

  Hasil wawancara dengan Responden F pada tanggal 11 2) = Kecerobohan diketahui melalui wawancara dengan siswa yang 23 bersangkutan. 5 5 5 5 4) log 625 + log 100 log 4 = 5 log 5 5 6 = 5 log (625 x 25) = 5 log 5 = 5 Kecerobohan diketahui melalui wawancara dengan siswa yang bersangkutan.

5. Langkah-Langkah Pembelajaran Remedial a. Langkah Remedial untuk Mengatasi Kesalahan Konsep Siswa

  Contoh:Sifat logaritma Sedangkan untuk kesalahan konsep penerapan sifat-sifat logaritma, maka pembelajaran remedial yang peneliti lakukan adalah sebagai berikut:1) Misalnya siswa diminta mencari nilai , dan 2)Setelah guru menjelaskan suatu sifat logaritma dan contoh penggunaannya, siswa mengerjakan soal mandiri tanpa diperbolehkanmelihat catatan, dengan dibimbing guru. 3)Pada tiap soal yang dikerjakan siswa, guru bertanya apa sifat logaritma yang digunakan siswa pada tiap tahapan pengerjaan soal tersebut,sehingga guru yakin siswa tidak menggunakan cara yang hanya bertujuan mendapat jawaban padahal tidak sesuai dengan sifatlogaritma.

c. Langkah Remedial untuk Mengatasi Kecerobohan Siswa

  Untuk kesalahan pengerjaan soal karena kecerobohan, maka proses pengajaran remedial yang peneliti lakukan adalah sebagai berikut:1) Menginformasikan letak kecerobohan yang dilakukan oleh siswa yang bersangkutan2) Memberikan pengarahan dan motivasi kepada siswa yang bersangkutan agar mau berusaha menghilangkan sifat ceroboh dalammengerjakan soal 3)Memberikan soal-soal latihan mandiri dengan tipe soal serupa dengan soal yang dikerjakan siswa secara ceroboh tersebut. Nilai hasil tesremedial siswa dapat dilihat pada tabel 4.17 berikut: Jika Tabel 4.3 dibuat histogram dan poligonnya, maka terlihat seperti berikut:Gambar 4.13 Berdasarkan Tabel 4.3 dan histogram di atas, dapat dilihat bahwa setelah dilaksanakan pembelajaran remedial, jumlah siswa yang hasilbelajarnya tuntas (mencapai KKM) ada sebanyak 19 siswa atau sekitar 61,29%.

24 Hasil ini meningkat dibandingkan sebelum siswa diberikan

  pembelajaran remedial, yakni hanya sebanyak 5 siswa saja atau hanya sekitar16,13% saja. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran remedial dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan membantusiswa mencapai ketuntasan belajar matematika.

B. Pembahasan terhadap Temuan Penelitian

  Jika dari 31 siswa hanya 4 siswa saja yang nilainya mencapai KKM,maka hal ini mengindikasikan kegagalan kegiatan pembelajaran karena inti dari kegiatan pendidikan terletak pada proses belajar-mengajar dengan guru sebagaipemegang peranan utama. Berdasarkan hasil tes diagnostik yang telah diujikan kepada siswa, peneliti menemukan kesalahan-kesalahan umum yang dilakukan oleh siswa dalammengerjakan soal-soal bentuk eksponen dan logaritma.

a. Kesalahan Konsep Eksponen dan Logaritma

  Jadi siswa harus berusaha memahami tiap materi yangdiajarkan agar tidak kesulitan memahami materi selanjutnya Oleh karena itu, menurut HJ Sriyanto untuk sukses dalam mempelajari matematika antara lain dengan cara mendengarkan penjelasannya, membuatcatatan yang baik, mempelajari kembali materi yang dipelajari, dan banyak 31 mengerjakan latihan soal. Jika siswa telah memahami konsep eksponen dan logaritma tetapi tidak menguasai prinsip komputasi, misal tidak bisa menghitung bentuk pecahanatau tidak mampu menyelesaikan perhitungan bentuk aljabar, maka yang terjadi adalah siswa tetap menjawab salah pada tiap ujian dan menyebabkannilainya rendah (di bawah KKM).

33 Yulitta Radita Kusumasari, Meningkatkan hasilBelajar matematika Melalui Metode

Tutor Sebaya DalamPengajaran Remedial Pada siswa Kelas VIII, (Semarang: Tidak ditebitkan,

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang diuraikan pada Bab IV, maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Faktor-faktor intelektual yang menjadi penyebab kesulitan belajar siswa

  khususnya pada materi eksponen dan logaritma, antara lain adalah karena siswa salah dalam memahami konsep eksponen dan logaritma, siswa tidakmenguasai prinsip operasi hitung, dan kecerobohan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Hal ini dapat dilihat secara statistik setelah siswa diberikan pembelajaran remedial jumlah siswa yangmencapai ketuntasan belajar (nilainya mencapai KKM) meningkat dari 5 siswa (16,13%) menjadi 19 siswa (61,29%) dan rata-rata nilai matematikasiswa naik dari 47,71 menjadi 68,08.

B. Saran

  Dalam rangka mengatasi kesulitan belajar siswa, maka guru di sekolah disarankan untuk melaksanakan pembelajaran remedial bagi siswa yangnilainya belum mencapai KKM yang ditetapkan oleh sekolah. Selain itu, penulis menyarankan agar guru melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengatasi kesulitan belajar lainnya yang dialami siswaditinjau dari faktor kesulitan yang lain (selain faktor intelektual), seperti faktor fisiologis, emosional, sosial, maupun faktor internal dan eksternallainnya.

DAFTAR PUSTAKA

  RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS REMEDIAL Mata Pelajaran / Materi : Matematika / Eksponen dan Logaritma Kelas / Semester : X (Sepuluh) / Ganjil Tahun Pelajaran : 2010/2011 Pertemuan ke - : 1 (satu) Alokasi Waktu : 2 x 45 menit A. Buku “Matematika untuk SMA dan Madrasah Aliyah (MA) Media : Papan tulis, spidol, Lembar Soal Pre-test dan Post-testSumber : - Sumber dan Media Pembelajaran 2.

2. Siswa dapat mengubah bentuk akar ke bentuk pangkat dan sebaliknya 3

  Semester 1&2” karya Kasmina dan To’ali, Penerbit: Karya Cakra Buana, Jakarta. “Modul Matematika untuk SMA atau MA Kelas X Semester Ekspositori, Drill Soal H.

d) 2

  Memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk akar, pangkat, dan logaritma 1.2 Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat, akar,dan logaritma C. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS REMEDIALMata Pelajaran / Materi : Matematika / Eksponen dan Logaritma Kelas / Semester : X (Sepuluh) / Ganjil Tahun Pelajaran : 2010/2011 Pertemuan ke - : 2 (dua) Alokasi Waktu : 2 x 45 menit A.

2. Siswa dapat mengubah bentuk pangkat ke bentuk logaritma dan sebaliknya 3

Siswa dapat menentukan nilai logaritma suatu bilangan 4.Siswa dapat menyederhanakan bentuk aljabar yang memuat pangkat rasional

E. Materi Pembelajaran a

  Dengan menggunakan sifat pangkat, tentukan nilai dari: RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS REMEDIAL Mata Pelajaran / Materi : Matematika / Eksponen dan Logaritma Kelas / Semester : X (Sepuluh) / Ganjil Tahun Pelajaran : 2010/2011 Pertemuan ke - : 3 (tiga) Alokasi Waktu : 2 x 45 menit 1. Kompetensi Dasar : Melakukan operasi hitung bentuk pecahan dan menyelesaikan persamaan satu variabel Materi Pembelajaran Sumber dan Media Pembelajaran Media : Papan tulis, spidol, Lembar Soal Pre-test dan Post-testSumber : Lembar soal Bentuk pecahan dan persamaan satu variabel E.

F. Langkah-langkah Pembelajaran Langkah- Jenis Kegiatan Waktu langkah

Apersepsi 15 Guru menyampaikan kompetensi dasar ’ Kegiatan Inti60’ Siswa diberi stimulus berupa pemberian materi tentang operasi hitung bentukpecahan dan penyelesaian persamaan satu variabel Siswa dibagi dalam beberapa kelompok diskusi yang terdiri dari 5 Lembar jawaban hasil diskusi tersebut diserahkan kepada guruBeberapa siswa menuliskan hasil kerjanya di papan tulis untuk dibahas bersama-samaSiswa diberi kesempatan untuk mencatat, bertanya atau memberi tanggapan Guru memberikan kesimpulan materi hariPenutup 15’ ini serta memotivasi siswa untuk tekunbelajar Siswa diberi tugas mandiri G. Penilaian Teknik : Tes tertulisBentuk : Lembar jawaban kelompok, lembar jawaban tugas mandiri DAFTAR NILAI ULANGAN HARIAN 1 EKSPONEN DAN LOGARITMA MATA PELAJARAN : MATEMATIKA KELAS/SEMESTER : X.4 / 1 (SATU) KKM : 70 TAHUN PELAJARAN : 2010/2011 NILAI UH

NO. NAMA SISWA KETERANGAN

  Memecahkan masalah yang berkaitan denganbentuk pangkat, akar, dan logaritma Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitunganyang melibatkan bentuk pangkat, akar danlogaritma Sifat-sifatlogaritma Diketahui nilai suatu bentuk logaritma (nilai dalam bentuk variabel). Memecahkan masalah yang berkaitan denganbentuk pangkat, akar, dan logaritma Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitunganyang melibatkan bentuk pangkat, akar danlogaritma Sifat-sifatlogaritma Diketahui nilai suatu bentuk logaritma (nilai dalam bentuk variabel).

4. Tentukanlah nilai x, y, atau z!

  log 2 = p dan log 7 = q , tentukan nilai dari : Jika 8 28 a. Tentukanlah nilai x yang memenuhi : 3x-2 2x+1 a.

1. Sederhanakanlah bentuk berikut :

  log 2 = p dan log 7 = q , tentukan nilai dari :log 49 Jika 7. Tentukanlah nilai x yang memenuhi :3x-2 2x+1 x a.

PEMBAHASAN DAN BOBOT SOAL TES DIAGNOSTIK

  log 625 + (BS : 20) 5 = 5 log 5 = 1 + log 25 = 1 + 2 = 3 5 5 c. log 320 log 4 +(BS : 20) 5 3 5 = log + 5 = log 5 += 1 + 4 = 1 + 3 = 82 5 2 6.

2 Y Y

1 21 10 100 217 24 48400 2200 10 100 220 23 39601 1592 8 64 199 22 44100 2100 10 100 210 42436 2060 25 10 100 206 20 11236 318 3 9 106 19 32041 1790 10 100 179 18 53361 2310 10 100 231 47089 2170 10 100 210 30276 1740 36864 1920 1095440 48466Lampiran 11 11449 321∑ 254 2292 5796 3 9 107 32 24336 1248 8 64 156 31 19600 420 3 9 140 30 10 100 192 44100 2100 29 39204 594 3 9 198 28 21025 435 3 9 145 27 52900 2300 10 100 230 26 17 10 100 174 x 10 100 196 29241 513 3 9 171 6 43681 2090 10 100 209 5 40000 1600 8 64 200 4 38416 1960 3 10 100 230 33124 1820 10 100 182 2 42436 2060 10 100 206 1 1 Y x 2 1 7 52900 2300 16 8 64 127 Absen siswa x 10 100 139 15 19044 1104 8 64 138 14 11664 324 3 9 108 13 16129 1016 12 8 21609 441 3 9 147 11 36864 1920 10 100 192 10 43264 2080 10 100 208 9 49729 2230 10 100 223 19321 1390 92Contoh mencari validasi nomor 1 X = Jumlah skor soal no.1 Menentukan nilai= 254 Menentukan nilai Y = Jumlah skor total2 = 5796 X = Jumlah kuadrat skor no.1 Menentukan nilai2 = 2292 Y = Jumlah kuadrat skor total Menentukan nilai= 1095440 XY = Jumlah hasil kali skor no.1 dengan skor total Menentukan nilai= 48466 N ( XY ) ( X )( Y ) r Menentukan nilai xy2222 N X ( X ) . N Y ( Y ) =, dengan dk = n tabel – 2 = 32 – 2 = 30 dan tingkat signifikansi Mencari nilai r sebesar 0,05 diperoleh nilai r tabel = 0,35= 0,69 , lalu dikonsultasikan dengan nilai r = xytabel Setelah diperoleh nilai r0,35. Karena r > r (0,69 > 0,35), maka soal no.1 valid xy tabel

PERHITUNGAN VALIDITAS TES UJI COBA DIAGNOSTIK KETUNTASAN BELAJAR EKSPONEN DAN LOGARITMA

  NamaX1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 X18 X19 X20 X21 X22 X23 X24 y No. Lampiran 0,90 < r Interpretasi terhadap nilai koefisien r Langkah-langkah Perhitungan Uji Reabilitas Tes Esai Menentukan nilai jumlah varian semua soal.

LEMBAR HASIL WAWANCARA SISWA

  5 2 Siswa A : Kan sesuai yang diketahui bu, yang diketahui kan log 2 dan log 7 Peneliti : Kenapa tidak pembilangnya berbasis 5 dan penyebutnya yang berbasis 2 ? 2 2 Siswa A : Ya kan biar dapat jawabannya bu, log 49 kan sama dengan log 7x7 = 2 2 5 log 7 + log 7 jadi q + q = 2q.

DATA NILAI TES DIAGNOSTIK 1

Perhitungan Rentang R = X maks - X min= 85 Perhitungan Banyak Kelas K = 1 + 3,3 log (n)= 1 + 3,3 log 32= 1 + 3,3 (1,505)= 1 + 4,9665= 5,0665 6 3. Perhitungan Panjang Kelasp = p =p = 10,833 p ≈ 11 102 Lampiran 18PERHITUNGAN RENTANG, BANYAK KELAS, DAN PANJANG KELAS

DATA NILAI TES SETELAH REMEDIAL 1

  Perhitungan Rentang R = X maks - X min= 90 Perhitungan Banyak Kelas K = 1 + 3,3 log (n)= 1 + 3,3 log 27= 1 + 3,3 (1,431)= 1 + 4,9665= 5,7223 6 3. Perhitungan Mediann F 2 M B Pe b fMe15 , 5 14 41 , 5 11 7 41 ,5 2 , 357 43 ,86 3.

1. Perhitungan Mean

  Perhitungan Modusf a M B Po b f fa b 6 70 , 5 10 6 10 70 ,5 3 , 75 74 , 25 104 105 Perhitungan letak KKM Sebelum Remedial Keterangan:KKM = kriteria ketuntasan minimalTbk = tepi bawah kelas nilai KKM berada k = letak nilai KKM dalam data∑Fkb = frekuensi kumulatif sebelum kelas KKMFk = frekuensi kelas KKM p = panjang kelas Jadi, nilai siswa yang di bawah 70 (di bawah KKM/tidak tuntas) ada sebanyak 26 siswa. Dalam persen 5/31*100% = 16,13% Lampiran 21 106 Perhitungan letak KKM Sebelum Remedial Keterangan:KKM = kriteria ketuntasan minimalTbk = tepi bawah kelas nilai KKM berada k = letak nilai KKM dalam data∑Fkb = frekuensi kumulatif sebelum kelas KKMFk = frekuensi kelas KKM p = panjang kelas Jadi, nilai siswa yang di bawah 70 (di bawah KKM/tidak tuntas) ada sebanyak 12 siswa.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Diagnosis kesulitan belajar metematika siswa dan solusinya dengan pembelajaran remedial: penelitian deskriptif analisis di MAN 7 Jakarta
5
33
133
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe roundtable terhadap hasil belajar Matematika siswa jenjang analisis dan sintesis
3
24
178
Peningkatan hasil belajar kimia siswa dengan mengoptimalkan gaya belajar melalui model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) penelitian tindakan kelas di MAN 11 Jakarta
0
23
232
Pengaruh media pembelajaran video dengan windows movie maker terhadap motivasi belajar metematika siswa
4
30
89
Analisis kesulitan guru kelas dalam pembelajaran metematika dengan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) anggota Madrasah Learning centere Kecamatan Parung dan Ciseeng
0
6
117
Hubungan persepsi siswa tentang pengelompokan kelas IPA-IPS dan minat belajar Siswa di MAN 4 Jakarta
0
6
166
Upaya madrasah dalam mengembangkan kreativitas siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler: penelitian di MAN 4 Jakarta
0
7
126
Meningkatkan minat belajar metematika siswa melalui penerapan model pembelajaran quantum teaching dengan tahapan belajar tandur: penelitian tindakan kelas di MTs Al- Islamiyah Ciledug Tangerang
1
7
227
Hubungan komunikasi guru-siswa dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS di MAN 15 Jakarta
2
46
130
Pengaruh strategi pembelajaran aktif metode memulai pelajaran dengan pertyanaan (learning starts with quetion) terhadap hasil belajar metematika siswa
0
11
143
Hubungan pengelolaan kelas dengan prestasi belajar siswa pada pembelajaran PAI di SMK al-Kaustsar Jakarta selatan
1
7
99
Deskripsi penggunaan pembelajaran kooperatif di MAN Jakarta Selatan : penelitian deskriptif di MAN Jakarta Selatan.
0
6
227
Peningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS melalui model kooperatif tipe stad: penelitian tindakan kelas di SDN Grogol Selatan 02 Jakarta Selatan
0
4
162
hubungan pembelajaran berbasis perpustakaan sekolah dengan prestasi belajar siswa di SMA Negeri 70 Jakarta
1
12
0
Diagnosis kesulitan belajar matematika SMP
2
2
64
Show more