HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASIONAL DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN PT. WAHANA LESTARI BALIKPAPAN

Gratis

0
13
23
3 years ago
Preview
Full text

  1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Era globalisasi saat ini bisa berarti sebagai pergerakan yang cepat dan

  tak henti. Pergerakan ini mampu memicu semua sektor yang terlibat di dalamnya untuk ikut bergerak cepat, termasuk di antaranya adalah dunia kerja. Keadaan ini menuntut perusahaan agar lebih menggerakkan faktor sumber daya yang dimilikinya dengan maksimal agar kegiatan usahanya menjadi lebih efektif dan efisien serta meningkatkan kualitas kinerja perusahaan. Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor sumber daya yang dimiliki dan dipergunakan perusahaan untuk mengendalikan jalannya usaha. SDM senantiasa melekat pada setiap sumber daya organisasi sebagai faktor penentu dan juga mempunyai peranan penting dalam memberikan konstribusi ke arah pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan efisien.

  Mengikuti perkembangan dunia kerja, saat ini tenaga kerja dihadapkan dengan berbagai pilihan pekerjaan dengan situasi dan lingkungan kerja yang beragam. Setiap situasi dan lingkungan kerja tersebut tentunya memiliki tantangan dan tingkat kesukaran masing-masing. Tenaga kerja saat ini tidak hanya dituntut pintar dalam menyelesaikan tugas tapi juga harus mampu bertahan dan tetap loyal pada organisasinya meskipun konsekuensinya mereka harus berhadapan dengan sebuah lingkungan kerja yang mudah memicu stress karena itulah dukungan dari organisasi sangat mereka butuhkan untuk menjaga kualitas kerja dan komitmen mereka terhadap organisasinya.

  Komitmen organisasi terjadi karena berbagai macam alasan, dan sebagian besar alasan tersebut berdasarkan pada hubungan pertukaran dengan

  2

  perusahaan (Dawley et al., 2008). Eisenberger (dalam Rhoades & Eisenberger, 2002) mengasumsikan bahwa peningkatan hasil kerja karyawan berasal dari kecenderungan rasa sayang mereka kepada organisasi yang bergantung pada ideologi saling memberi di mana terjadi pertukaran antara kerja dengan penghargaan secara simbolik atau materi kemudian ideologi tersebut dikenal dengan norma hubungan timbal balik. Berdasarkan pada norma hubungan timbal balik, persepsi dukungan organisasional akan menghasilkan rasa berkewajiban dari karyawan untuk menjaga kesejahteraan dan membantu pencapaian tujuan organisasi karena organisasi telah berbuat baik padanya dengan menilai konstribusi usaha, memberikan perlakuan yang adil dan memperhatikan kesejahteraan mereka (Rhoades & Eisenberger, 2002). Karyawan menginterpretasikan dukungan dari organisasi di mana mereka bekerja sebagai perwujudan komitmen dari organisasi tersebut terhadap mereka dan akan mengembalikannya dengan meningkatkan komitmen mereka terhadap organisasi (Aube et al., 2007)

  Dari beberapa penelitian yang menghubungkan variabel komitmen organisasi dengan kinerja menunjukkan hubungan yang bervariasi atau tidak konsisten. Misalnya, hubungan antara komitmen dan kinerja bisa positif (Suliman & IIes,2000; Yousef,2000), negatif (Meyer & Allen, 1991), atau bahkan tidak ada hubungan (Chen, Tsui & Farh, 2002). Temuan ini menjadi sebuah hal yang menarik untuk diteliti . Faktor lain yang menjadi prediktor kinerja adalah etika kerja. Saat ini etika kerja menjadi suatu hal yang wajib dipraktekkan dalam dunia usaha dan telah menjadi isu yang sentral dalam dunia bisnis maupun dalam dunia akademis (Lozano, 1996). Bahkan pelajaran tentang etika bisnis telah menjadi pelajaran wajib dalam sekolah – sekolah bisnis (Pizzolatto dan Sandra, 1996).

  3

  Hasil penelitian pengaruh komitmen organisasi dan kenyamanan kerja secara bersama-sama terhadap kepuasan kerja karyawan Perusahaan Rokok Jambu Bol di Kudus. Penelitian ini menunjukkan bahwa, komitmen organisasi secara parsial berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja karyawan Perusahaan Rokok Jambu Bol di Kudus. Ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi sebesar 0,591. nilai thitung sebesar 3,492, t tabel sebesar 2,000 atau 3,492 > 2,000.

  Penelitian mengenai pengaruh komitmen organisasi dan ketidakpastian lingkungan terhadap hubungan antara partisipasi anggaran dan senjangan anggaran untuk studi kasus pada perguruan tinggi swasta di DIY,menunjukkan hubungan yang positif signifikan antara partisipasi anggaran dengan senjangan anggaran. Akan tetapi tidak sesuai dengan yang diharapkan yaitu hubungan yang negatif signifikan, sehingga tidak dapat membuktikan hipotesa pertama. Hal ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh Onsi (1973) yang mengemukakan bahwa senjangan anggaran menurun sejak partisipasi mengarah pada komunikasi yang positif.

  Penelitian Vera Rachmayati tahun 2004 pada karyawan perusahaan “X” di Jakarta. Komitmen karyawan pada organisasi memiliki hubungan yang positif dengan masa kerja, tantangan dalam pekerjaan, ketergantungan fungsional, dan sikap rekan kerja yang positif terhadap organisasi; serta memiliki hubungan yang negatif dengan konflik peran, desentralisasi, pendidikan, dan status pernikahan.

  Pada penelitian Ari Fatmawati tahun 2008 “Pengaruh Peran Manajer Pengelolaan Keuangan Daerah terhadap Kinerja Manajerial Satuan Kerja Perangkat Daerah” Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh peran manajer pengelolaan keuangan daerah terhadap kinerja manajerial satuan kerja perangkat daerah berpengaruh positif sebesar 8.879 pada tingkat signifikansi 0.000, yang berarti signifikan karena berada dibawah nilai

  4

  signifikansi yang dipersyaratkan yaitu 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa peran manajer pengelolaan keuangan daerah yang tinggi dapat meningkatkan kinerja manajerial satuan kerja perangkat daerah.

  Penelitian Hana Crysanti Widyastuti tahun 2003 tentang korelasi antara budaya organisasi dengan komitmen organisasi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode skala yang terdiri dari skala komitmen organisasi dan budaya organisasi. Penelitian ini dilakukan Perawat Rumah Sakit Panti Wilasa dengan jumlah populasi sebanyak 83 orang, dengan 48 perawat sebagai sampel penelitian dengan karakteristik perawat yang berusia 20-39 tahun, lama bekerja minimal 1 tahun dan berpendidikan terahkir DIII Keperawatan. Hasil analisis dengan metode analisis regresi sederhana mendapatkan rxy = 0,723 dengan p = 0,000 (p<0,05) yang berarti ada hubungan positif antara budaya organisasi dengan komitmen organisasi.

  Persepsi dukungan organisasional bisa menjadi alat yang potensial untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan hasil organisasi dan individu di dalamnya pada masa krisis (Aube et al., 2007) seperti saat ini. Persepsi dukungan organisasional sering kali dihubungkan dengan kinerja,

  organizational citizenship behavior (OCB), dan mengurangi keinginan keluar karyawan (turnover) (Dawley et al., 2008).

  Menurut Eisenberger dan Rhoades (2002) persepsi terhadap dukungan organisasi mengacu pada persepsi karyawan mengenai sejauh mana organisasi menilai kontribusi mereka dan peduli pada kesejahteraan mereka. Jika karyawan menganggap bahwa dukungan organisasi yang di terimanya tinggi, maka karyawan tersebut akan menyatukan keanggotaan sebagai anggota organisasi ke dalam identitas diri mereka dan kemudian mengembangkan hubungan dan persepsi yang lebih positif terhadap organisasi tersebut. Dengan

  5

  menyatunya keanggotaan dalam organisasi dengan identitas karyawan, maka karyawan tersebut merasa bagian dari organisasi dan merasa bertanggung jawab untuk berkontribusi dan memberikan kinerja terbaiknya pada organisasinya. Penelitian yang dilakukan yang menggunakan sampel karyawan dari berbagai organisasi. Dari penelitian Rhoades (2002) pada sampel karyawan dari berbagai organnisasi ditemukan bahwa karyawan yang merasa bahwa dirinya mendapatkan dukungan dari organisasi akan memiliki rasa kebermaknaan dalam diri karyawan tersebut. Hal inilah yang akan meningkatkan komitmen pada diri karyawan. Komitmen inilah yang pada akhirnya akan mendorong karyawan untuk berusaha membantu organisasi mencapai tujuannya, dan meningkatkan harapan bahwa performa kerja akan diperhatikan dan dihargai oleh organisasi.

  Rhoades dan Eisenberger (2002) mengungkapkan persepsi terhadap dukungan organisasi juga dianggap sebagai sebuah keyakinan global yang di bentuk oleh tiap karyawan mengenai penilaian mereka terhadap kebijakan dan prosedur organisasi yang di bentuk berdasarkan pada pengalaman mereka terhadap kebijakan dan prosedur organisasi, penerimaan sumber daya, interaksi dengan agen organisasinya (misalnya supervisor) dan persepsi mereka mengenai kepedulian organisasi terhadap kesejahteraan mereka. Bagi karyawan, organisasi merupakan sumber penting bagi kebutuhan sosioemosional mereka seperti respect (penghargaan), caring (kepedulian), dan tangible benefit seperti gaji dan tunjangan kesehatan. Perasaan dihargai oleh organisasi membantu mempertemukan kebutuhan karyawan akan

  approval (persetujuan), esteem (penghargaan) dan affiliation (keanggotaan).

  Penilaian positif dari organisasi juga meningkatkan kepercayaan bahwa peningkatan usaha dalam bekerja akan dihargai. Oleh karena itu karyawan akan memberikan perhatian yang lebih atas penghargaan yang mereka terima

  6

  dari atasan mereka. Masih menurut Rhoades dan Eisenberger (2002) walaupun organisasi menghargai kontribusi dan peduli terhadap kesejahteraan karyawannya itu penting, namun penelitian menunjukkan bahwa para karyawan menggabungkan dukungan nyata yang ditunjukkan oleh organisasi/perusahaan dengan persepsi individual mereka. Para karyawan yakin bahwa organisasi/perusahaan mempunyai tujuan dan orientasi yang positif atau negatif terhadap mereka yang pada akhirnya akan berpengaruh pada penghargaan terhadap kontribusi dan kesejahteraan karyawan tersebut.

  Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pegawai mempunyai harapan akan adanya dukungan organisasi terhadap kebutuhan mereka. Teori tentang dukungan organisasi dibangun karena adanya harapan ini dalam diri pegawai. (Eisenberger, Huntington, Hutchison dan Sowa, 1986) Berdasarkan penelitian yang dilakukannya Eisenberger, Huntington, Hutchison dan Sowa bahwa pegawai menganggap kerja adalah suatu bentuk pertukaran dengan kebutuhan-kebutuhannya sehingga mereka selalu melakukan penilaian apakah organisasi mempunyai perhatian terhadap segala jerih payah yang telah disumbangkan dan mampu memberikan imabalan yang memadai, atau dengan kata lain, jika pegawai bekerja secara ekstra, apakah organisasi akan memberikan imbalan yang lebih pula. Pegawai juga menilai apakah kebutuhan sesioemosionalnya seperti kebutuhan akan pengakuan dan penghargaan juga terpenuhi. Untuk menentukan kesiapan organisasi dalam memberikan penghargaan terhadap setiap jerih payah yang dilakukan dan untuk memenuhi sosioemosionalnya, pegawai membentuk suatu keyakinan umum tentang seberapa jauh organisasi menghargai kontribusi mereka dan peduli terhadap kesejahteraan mereka.

  Eisenberger et. al., menjelaskan bahwa dukungan organisasi pegawai dibangun oleh perlakukan-perlakuan organisasi yang diterima misalnya dalam pembayaran honorarium, kenaikan jabatan, pemerkayaan pekerjaan, dan

  7

  partisipasi dalam pembuatan kebijakan organisasi. Penilaian pegawai terhadap organisasi juga dilakukan dengan memperhatikan frekuensi, kesungguhan dan ketulusan organisasi dalam memberikan pernyataan perhargaan dan pengakuan terhadap hasil usaha mereka (1986). Pemberian penghargaan atau penciptaan kondisi kerja yang menyenangkan, jika dilakukan karena kemauan organisasi sendiri akan mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap dukungan organisasi dibandingkan dengan jika diberikan karena tekanan dari luar misalnya tekanan serikat pekerja atau peraturan perundangan. (Rhoades and Eisenberger, 2002).

  Adapun penelitian ini mencoba mencari hubungan antara persepsi dukungan organisasional dengan komitmen organisasi yang dimiliki karyawan. Peneliti akan melakukan penelitian ini pada sebuah perusahaan jasa di daerah Balikpapan, Kalimantan Timur. Alasan peneliti mengambil lokasi studi penelitian di perusahaan tersebut dari hasil wawancara dengan beberapa karyawan menyebutkan bahwa beberapa dari mereka merasa perusahaan sering mengabaikan kebutuhan mereka dengan tidak menghargai hasil kerja dan menbuat kebijakan yang kurang menyenangkan bagi mereka. Seringnya mereka lembur untuk menyelesaikan pekerjaan tanpa ada “timbal balik” yang sesuai dari perusahaan. Hal ini yang memicu “sikap protes” yang mereka lakukan dengan bertindak sesuka hati dan tidak mengindahkan apa yang sudah menjadi peraturan di perusahaan. Mereka tidak terlalu peduli lagi, tetap dipertahankan atau tidak diperusahaan ini. Oleh karenanya, peneliti di sini ingin meneliti lebih lanjut mengenai “Hubungan Antara Persepsi Dukungan Organisasional Dengan Komitmen Organisasional Pada Karyawan PT Wahana Lestari Balikpapan”

  8 B. Rumusan Masalah

  Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Apakah ada Hubungan Antara Persepsi Dukungan Organisasional Dengan Komitmen Organisasi Pada Karyawan PT. Wahana Lestari Balikpapan?

  C. Tujuan Penelitian

  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Antara Persepsi Dukungan Organisasional Dengan Komitmen Organisasi Pada Karyawan PT.Wahana Lestari Balikpapan.

  D. Manfaat Penelitian

1. Secara teoritis

a. Bagi ilmu psikologi

  Diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai studi dalam rangka pengembangan konsep ilmu psikologi industri dan organisasi

2. Secara Praktis

  a. Bagi Perusahaan Sebagai informasi dan bahan pertimbangan bagi pimpinan dalam usaha peningkatan kualitas perusahaan sehingga komitmen organisasi meningkat dan tercapainya tujuan organisasi.

  b. Bagi penulis Penelitian ini merupakan kesempatan yang baik bagi penulis untuk dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama menjalani perkuliahan dan memperluas wahana berfikir ilmiah dalam bidang sumber daya manusia.

  

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DUKUNGAN

ORGANISASIONAL DENGAN KOMITMEN ORGANISASI

PADA KARYAWAN

PT. WAHANA LESTARI BALIKPAPAN

SKRIPSI

Oleh:

Limar Kinanti

  

(06810230)

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2012

  

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DUKUNGAN

ORGANISASIONAL DENGAN KOMITMEN ORGANISASI

PADA KARYAWAN

PT. WAHANA LESTARI BALIKPAPAN

SKRIPSI

Diajukan Kepada Universitas Muhammadiyah Malang

Sebagai Salah Satu Persyaratan Memperoleh

  

Gelar Sarjana (S1) Psikologi

Oleh:

Limar Kinanti

  

(06810230)

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

  

2012

KATA PENGANTAR

  Assalamu’alaikum Wr.Wb

  Alhamdulillahi rabbil’alamin, tiada henti saya bersyukur atas anugerah yang diberikan Allah SWT yang selalu memberikan kekuatan untuk selalu berusaha dan bersabar sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini yang berjudul “Hubungan antara Persepsi Dukungan Organisasional Dengan Komitmen Organisasi Pada Karyawan PT. Wahana Lestari Balikpapan”.

  Sebagai pribadi yang memiliki keterbatasan, penulis menyadari bahwa kelancaran penyusunan skripsi ini tidak lepas dari adanya dorongan, bantuan, dan dukungan dari semua pihak. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kapada:

  1. Ibu Dra. Cahyaning Suryaningrum.,MSi selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.

  2. Bapak Zakarija Achmat S.Psi, M.Si selaku pembimbing I yang selalu memberikan bimbingan dan arahannya dalam menyelesaikan skripsi ini.

  3. Ibu Tri Muji Ingarianti S.Psi, M.Psi selaku pembimbing II sekaligus dosen wali kelas E yang selalu memberikan bimbingan dalam menyelesaikan skripsi ini dan telah banyak membantu juga memberikan arahan sejak awal perkuliahan.

  4. Seluruh Bapak/Ibu Dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan ilmu kepada penulis, hingga akhirnya dapat menyelesaikan tugas akhir ini.

  5. Bapak Nur Cholis Setiawan.SIP selaku HRD-GA PT.Wahana Lestari Balikpapan serta para karyawan, terimakasih atas kerjasamanya dalam membantu penelitian ini.

  6. Kedua Orang tuaku tercinta “Bapak Ismail dan Ibu Sri Rejeki” terima kasih atas segala perhatian, cinta dan kasih sayang selama ini, berkat doa papa mama aku bisa menyelesaikan segala tanggung jawab ku dan melanjutkan masa depan dengan lebih baik.

  7. Saudara-saudaraku tercinta “Mas Ruli, Mbak Bunga, Mas Pandhu, Dewi dan Kintan”, terima kasih telah menjadi saudara terbaik untukku, berkat segala support dan doa kalian akhirnya aku bisa menyelesaikan skripsi ini.

  8. Sahabat-sahabat similikithi lovers ku (Vira, Putri, Lenggang, Nadhif dan Fuat) yang sudah banyak membantu, menemaniku, dan memberi support.

  Keberuntungan dan kebahagiaan yang besar kalian masuk dalam salah satu episode kehidupanku.

  9. Teman-teman Fakultas Psikologi angkatan 2006, khususnya untuk teman-teman kelas E terima kasih atas kebersamaan yang telah diberikan selama kita kuliah.

  10. Sahabat RTM ku (mas odjan, mumun vira) yang tidak pernah menyerah dan terus berjuang untuk menyelesaikan segala tanggung jawab kita bersama.

  Bersama kalian,, semua jadi terasa lebih mudah dan menyenangkan.

  11. Para sahabat (mas widi, mita, rizal, wawan, vero, mbah, ibeng) serta saudara- saudara Think-think ku tersayang (Mega, Uwi, Hera, Nana, Lastri, Rizka, Ntun, Puput) terima kasih untuk segala canda tawa, waktu dan kenangan paling indah selama kita bersama.

  12. Serta kepada semua pihak dengan segala bentuk dukungannya, yang tak tersebutkan namanya. Maaf dan terimakasih banyak.

  Akhir kata, tulisan ini adalah sebuah bentuk ketulusan dan harapan untuk meraih harapan dan cita-citaku. Semoga apa yang penulis sampaikan dalam skripsi ini dapat bermanfaat bagi banyak pihak. Amin.

  Wassalamu’alaikum Wr.Wb

  Malang, 4 Februari 2012 Penulis

  Limar Kinanti

  

INTISARI

  Kinanti, Limar. (2012) Hubungan Antara Persepsi Dukungan Organisasional Dengan Komitmen Organisasi Pada Karyawan PT. Wahana Lestari Balikpapan. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang Pembimbing (1)Zakarija Achmat S.Psi, M.Si (2) Tri Muji Ingarianti S.Psi, M.Psi Kata Kunci : Persepsi Dukungan Organisasional, Komitmen Organisasi

  Karyawan merupakan salah satu faktor sumber daya yang dimiliki dan dipergunakan perusahaan untuk mengendalikan jalannya usaha. Karyawan senantiasa melekat pada setiap sumber daya organisasi sebagai faktor penentu dan juga mempunyai peranan penting dalam memberikan konstribusi ke arah pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Komitmen organisasi merupakan suatu keadaan dimana karyawan mengindentifikasikan dirinya dengan elemen-elemen organisasi beserta tujuan-tujuannya, serta berkeinginan untuk memelihara keanggotaan dalam organisasi. Perusahaan seharusnya memberikan penghargaan atas segala kontribusi yang diberikan karyawan pada perusahaan. Namun, seringkali perusahaan mengabaikan karyawan sehingga menimbukan berbagai persepsi tentang dukungan organisasional yang ada di perusahaan.Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara persepsi dukungan organisasional dengan komitmen organisasi pada karyawan PT.Wahana Lestari Balikpapan.

  Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Wahana Lestari Balikpapan. Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan yang bekerja lebih dari satu tahun. Metode pengumpulan data adalah skala, yaitu dengan menggunakan skala likert. Adapun metode analisa data yang digunakan yaitu korelasi product moment yang dibantu dengan program SPSS 17.0 for windows.

  Berdasarkan hasil analisis penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa adanya hubungan yang positif dan sangat signifikan antara persepsi dukungan organisasional dan komitmen organisasi pada karyawan PT. Wahana Lestari Balikpapan dengan nilai koefisien korelasi r = 0,792 dan p = 0,000 < 0,01. Artinya semakin positif persepsi dukungan organisasional maka semakin tinggi komitmen organisasi pada karyawan dan sebaliknya semakin negatif persepsi dukungan organisasional maka semakin rendah pula komitmen organisasi yang dimiliki karyawan. Koefisien determinan sebesar 0,63 atau 63% yang menandakan bahwa persepsi dukungan organisasional memiliki kontribusi terhadap komitmen organisasi sebesar 63% sedangkan sisanya 37% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti.

  

ABSTRACT

  Limar Kinanti (2012). Relationship Between Perception of Organizational Support Organizational Commitment With Employees At PT. Wahana Lestari Balikpapan. Thesis. Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang. (1)Zakarija Achmat (2) Tri Muji Ingarianti

  Keyword : Productivity, Employee, Work Shift

  Employees is one factor that resources are owned and used by the enterprise to control the course of business. Employees are always inherent in any organizational resources as a determinant factor and also has an important role in contributing towards the achievement of organizational goals effectively and efficiently. Organizational commitment is a situation where employees identify themselves with the elements of the organization and its goals, as well as the desire to maintain membership in the organization. Companies should provide appreciation for all contributions made to the company's employees. However, often companies ignore employees so that raises a variety of perceptions of organizational support in perusahaan.Adapun purpose of this study was to determine whether there is a relationship between perceptions of organizational support on organizational commitment of employees PT.Wahana Sustainable Aberdeen. This type of research is quantitative research. The population in this study are employees of PT. Forum for the Sustainable Aberdeen. The sample in this study were employees who work more than one year. Methods of data collection is the scale, namely by using a Likert scale. The method of data analysis used the product moment correlation, assisted with the program SPSS 17.0 for windows.

  Based on the results of research analysis obtained indicates that the presence of a positive and highly significant relationship between perceptions of organizational support and organizational commitment to the employees of PT. Forum for the Sustainable Balikpapan with a value of correlation coefficient r = 0.792 and p = 0.000 <0.01. This means that the more positive perceptions of organizational support, the higher the organizational commitment to employees and conversely the more negative perceptions of organizational support so the lower the commitment to employee-owned organization. Determinant coefficient of 0.63 or 63%, which indicates that the perception of organizational support have contributed to the organization's commitment by 63% while the rest 37% influenced by other factors is not examined by the researchers.

  

DAFTAR ISI

  17 B.1 Pengertian Komitmen Organisasi…………………... ..............

  34 B. Variabel Penelitian ........................................................................

  33 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian ...................................................................

  32 E. Hipotesis .......................................................................................

  28 D. Kerangka Pemikiran......................................................................

  23 C. Dinamika Hubungan Antara Persepsi Dukungan Organisasional dengan Komitmen Organisasi………………………………………..

  20 B.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Komitmen Organisasi .......

  19 B.3 Aspek-Aspek Komitmen Organisasi ………………. ..............

  17 B.2 Dimensi Komitmen Dalam Berorganisasi ……………….. .....

  15 B. Komitmen Organisasi ..................................................................

  KATA PENGANTAR ...................................................................................... v

  11 A.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi Dukungan Organisasi ....................................................................................

  9 A.2 Aspek-Aspek yang Mempengaruhi Persepsi Dukungan Organisasi .....................................................................................

  9 A.1 Pengertian Persepsi Dukungan Organisasional……... .............

  8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Persepsi Dukungan Organisasi/Perceived Organization Support ...

  8 D. Manfaat Penelitian ........................................................................

  8 C. Tujuan Penelitian ..........................................................................

  1 B. Rumusan Masalah .........................................................................

  BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ................................................................

  INTISARI ......................................................................................................... vii ABSTRAKSI…………………………………………………………………….. vii DAFTAR ISI ..................................................................................................... viii DAFTAR TABEL ............................................................................................ xi DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... x

  34

  C. Definisi Operasional ....................................................................

  35 D. Populasi dan Sampel Penelitian ....................................................

  36 E. Jenis Data dan Instrumen Penelitian ………………………………

  37 F. Prosedur Penelitian ………………………………………………..

  45 G. Validitas dan Reliabilitas ..............................................................

  46 H. Metode Analisa Data ....................................................................

  52 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data .............................................................................

  54 B. Analisa Data Penelitian ................................................................

  56 C. Pembahasan .................................................................................

  57 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ..................................................................................

  62 B. Saran ............................................................................................

  63 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................

  64 LAMPIRAN .....................................................................................................

  66

  

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Skor Pilihan Jawaban ......................................................................

  38 Tabel 3.2 Blue Print Skala Persepsi Dukungan Organisasional........................

  38 Tabel 3.3 Blue Print Skala Persepsi Dukungan Organisasional Setelah Try Out ……………………… ..............................................................

  40 Tabel 3.4 Blue Print Komitmen Organisasi ……………….. ...........................

  42 Tabel 3.5 Blue Print Minat Komitmen Organisasi Setelah Try out.. ................

  44 Tabel 3.6 Hasil Uji Validitas Skala Persepsi Dukungan Organisasional ..........

  48 Tabel 3.7 Hasil Uji Validitas Skala Komitmen Organisasi ..............................

  49 Tabel 3.8 Hasil Uji Reliabilitas Skala Persepsi Dukungan Organisasional .......

  51 Tabel 3.9 Hasil Uji Reliabilitas Skala Komitmen Organisasi…… ...................

  51 Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Kelompok Skala Persepsi Dukungan Organisasional ................................................................................

  55 Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Kelompok Skala Komitmen Organisasi ……………………………..……………… ....................................

  55 Tabel 4.3 Analisis Korelasi Persepsi Dukungan Organisasional Dengan Komitmen Organisasi Pada Karyawan PT. Wahana Lestari Balikpapan ……………………………………………………… ....

  56

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

HUBUNGAN PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN
2
44
64
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP PENGEMBANGAN KARIR DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN HOTEL MEGA LESTARI BALIKPAPAN
0
3
21
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI PENGEMBANGAN KARIER DENGAN KOMITMEN KARYAWAN PADA ORGANISASI
1
7
2
HUBUNGAN ANTARA PEMBERDAYAAN KARYAWAN DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN PT DANLIRIS SURAKARTA Hubungan Antara Pemberdayaan Karyawan Dengan Komitmen Organisasi Pada Karyawan PT Danliris Surakarta.
0
5
14
HUBUNGAN ANTARA PEMBERDAYAAN KARYAWAN DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN PT DANLIRIS Hubungan Antara Pemberdayaan Karyawan Dengan Komitmen Organisasi Pada Karyawan PT Danliris Surakarta.
0
4
17
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP GAYA KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF DENGAN KOMITMEN ORGANISASI KARYAWAN Hubungan Antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Partisipatif Dengan Komitmen Organisasi Karyawan.
0
3
15
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP PENGEMBANGAN KARIR DENGAN KOMITMEN ORGANISASI Hubungan Antara Persepsi Terhadap Pengembangan Karir Dengan Komitmen Organisasi Pada Karyawan Rumah Sakit.
0
1
16
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP BUDAYA ORGANISASI DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN PT. BCA HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP BUDAYA ORGANISASI DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN PT. BCA KANTOR CABANG UTAMA SOLO.
0
0
17
HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN.
0
0
16
Hubungan antara persepsi terhadap dukungan organisasi dengan komitmen afektif karyawan PT. Madusari Nusaperdana.
0
1
118
Hubungan antara Kepuasan Kerja dan Persepsi Dukungan Organisasi dengan Komitmen Organisasi pada Karyawan PT XYZ.
1
3
18
Hubungan antara Persepsi Dukungan Organisasi dan Persepsi Dukungan Supervisor dengan Komitmen Organisasi pada Karyawan PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri Surakarta.
0
0
2
Hubungan Antara Kepuasan Kerja dan Persepsi Dukungan Organisasi Dengan Komitmen Organisasi Pada Karyawan di PT XYZ BAB 0
0
1
18
Hubungan Antara Kepuasan Kerja dan Persepsi Dukungan Organisasi Dengan Komitmen Organisasi Pada Karyawan di PT XYZ JURNAL
1
1
9
Hubungan antara employee engagement dan persepsi budaya organisasi dengan komitmen organisasi pada karyawan P.T. Air Mancur
0
4
21
Show more