Perancangan media informasi kesenian Tari Merak

Gratis

11
52
62
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Tari kreasi baru merupakan salah satu tari yangmengalami pembaharuan, dapat pula dikatakan bahwa tari kreasi baru adalah Tari Merak adalah salah satu contoh tari kreasi baru yang berasal dariPasundan yang diciptakan oleh Raden Tjetjep Somantri pada tahun 1950-an serta dibuat ulang oleh Irawati Durban pada tahun 1965. Denganadanya unsur visual terdapat pada kostum dan gerak tari dalam kesenian ini dapat memberikan warna tersendiri bagi perkembangan dunia visual yang dibentuk olehsebuah kesenian, khususnya di kalangan kesenian tradisional.

I. 2 Identifikasi masalah

   Gerakan yang terdapat pada kesenian Tari Merak memvisualkan perilaku dan makna tertentu, yaitu menceritakan tentang seekor burung Merak jantan yang sedang beranjak dewasa dan menampilkan keindahan ekornya yang panjang berwarna-warni untuk menarik hati sang betina.  Kurang tersedianya media informasi yang membahas khusus mengenai temaTari Merak membuat sosialisasi cukup rumit oleh karena itu diperlukan I.3 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan yang akan dibahas lebih lanjut yaitu menciptakansuatu media informasi yang efektif untuk mensosialisasikan kesenian Tari Merak.

I. 5 Tujuan Perancangan

  Adapun tujuan yang hendak dicapai penulis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Memperoleh informasi tentang Tari Merak, sejarah perkembangan, gerakan dan penjelasaannya, serta kostum dari penari Merak.  Membuat suatu alternatif media informasi mengenai Tari Merak sehingga informasi tersebut bisa tersampaikan kepada masyarakat luas.

BAB II UNSUR VISUAL KESENIAN TARI MERAK II.1 Seni dan Tari Menurut Herbert Read dalam Dharsono Sony Kartika (2007:7) seni

  Tari sebagai sebuah kesenian tumbuh mengikuti perkembangan zaman yang selalu dipengaruhi kebutuhan hidup yang beranekaragam dan kemudianmenuntut terjadinya perubahan nilai yang berlaku di masyarakat sebagai pelaku seni tersebut. Tarian ini mengarah kepada kebebasan dalam pengungkapan, dan tidak selalu berpijak pada aturan-aturan tradisi lama, sehingga merupakan garapan baru yang lebih bebas dalam mengungkapkan gerak dan tidak mengikuti pola-pola yang sudah ada.

II. 2 Tari Merak Sebagai Tari Penyambut Tamu

  Menurutnya perempuan lebih cocok menampilkan tarian ini karena mempunyai kehalusan gerak saat menari dan dalam gerakan-gerakannya yang gemulaiperempuan memberikan kesan yang indah serta lembut. Gambar I.1 Tari Merak Sumber: www.indonesiabox.com Tari Merak merupakan kesenian tradisional yang melibatkan beberapa orang, yaitu 2 sampai 6 orang atau lebih yang terdiri dari penari Merak jantan danMerak betina.

II. 3 Unsur Visual pada Gerak Tari Merak

  Tahapan proses visual: “ Merasakan + penseleksi + pemahaman = penglihatan “(Yongky Safanayong, 2006: 24) Maka dapat disimpulkan bahwa unsur visual pada sebuah tari tidak mutlak sama tetapi dapat berbeda-beda tergantung pada jenis tariannya itu sendiri. Hal iniberlaku juga pada kesenian Tari Merak, dimana unsur visual yang ada dan paling dominan meliputi gerak dan kostumnya.

III. 3.1 Gerak Tari Merak

  Kualitas gerak yang dimaksud, yaitu jelas tidaknya akhir dari penggunaan tenaga saat melakukan gerakan,diantaranya: Gerak patah-patah, merupakan gerak yang peralihannya memiliki jeda yang tegas dan jelas. Gerak mengalun, merupakan gerak yang dilakukan secara berkelanjutan. Tari Merak adalah tarian yang gemulai, halus, dan penuh dengan gerakan- gerakan lembut, sehingga berdasarkan kualitas geraknya Tari Merak termasukgerak mengalun.

5. Capang Gerakan tangan yang membengkokan salah satu dari tangan

  Diawali denganmenyibakkan selendang ke belakang, kemudian mengayunkan kedepan/samping, berjalan berkeliling dengan langkah kecil-kecil sambilberjinjit dengan gerakan tangan yang membentang. Rengkuh : Menurunkan posisi badan dengan menekukan lutut dengan sikap badan yang berdiri.

4. Ngoreh

  MincidGerakan gabungan kepala, tangan, dan kaki dan di gerakan bersamaan tetapi tangan dan kaki berbeda yaitu tangan kanan berpasangan dengan kakikiri begitu pun sebaliknya. Gerakan ini merupakan adaptasi dari burung Merak ketika melakukan perkawinan.

II. 3.2 Kostum Tari Merak

  Riyanto (2003: 3) pengertian busana adalah segala yang dikenakan mulai dari kepala hingga ujung kaki yang menampilkan keindahan. Bentuk Bentuk yang dimaksud pengertiannya disepadankan dengan ragam kostum, misalnya kostum berbentuk celana panjang, baju batuk dan sebagainya.

2. Warna

  Menurut Sadjiman Ebdi Sanyoto (2009: 13) warna dapat didefinisikan secara fisik atau objektif sebagai sifat cahaya yang dipancarkan dan secarapsikologis atau subjektif, dapat diartikan sebagai bagian dari pengalaman indera penglihatan. Menurut Dharsono Sony Kartika (2007: 39) warna memiliki peranan yang sangat penting, yaitu warna sebagai warna, warna sebagai repesentasi alam, warnasebagai lambang atau simbol, dan warna sebagai simbol ekspresi.

5. Fungsi Teateral  Busana harus menonjolkan serta menggambarkan identitas peran

  Konsep gerak dan teknik tari baru diimbuhkan untuk menguatkan watak burung meraknya, dengan demikian unsur sikap tubuh yang condong ke samping dari tariBali, dan keluwesan pada olah badan, bahu dan tangan, dan pirouette (putaran penuh pada ujung kaki) dari tari balet ada didalamnya. Sumber: Dokumen Pribadi Berdasarkan tabel diatas maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang prinsipil antara unsur dari Tari Merak yang diciptakan oleh Tjetje Somantridan Irawati Durban, yaitu dari unsur visualnya yang merupakan gambaran identitas dan mengungkapkan karakteristik serta tujuan dari sebuah tarian.

II. 5 Segmentasi

  PsikografisPsikografis yang dituju adalah pembelajar pada usia remaja dan dewasa yang mempunyai sikap peduli terhadap suatu objek dalam hal ini adalah kesenian,dimana pembelajar akan mencari informasi sebanyak-banyaknya guna memenuhi rasa keingintahuan, membuat pembelajar membutuhkan informasiuntuk memahaminya dan menjawab keingintahuannya. Pada usia remaja akhir juga seseorangsudah memiliki kemampuan nalar secara ilmiah dan belajar menguji sebuah hipotesis, memiliki perencanaan untuk masa depan dan mencari alternatifuntuk mencapainya, mulai menyadari proses berfikir dan belajar berinstropeksi juga wawasan berfikirnya semakin meluas.

BAB II I STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL III.1 Strategi Perancangan Strategi perancangan pada dasarnya merupakan suatu manajemen komunikasi untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai dalam sebuah media. Pembuatan konsep perancangan media informasi Tari Merak digunakan agar

  pesan yang ingin disampaikan ke target audiens dapat dimengerti dan diterima dengan baik. Strategi perancangan yang akan dilakukan pada kesenian Tari Merakadalah merancang atau membuat suatu media informasi berupa buku dengan bahasa formal dan sederhana yang memberikan informasi murni dan gambaranmengenai unsur visual yang terdapat pada kesenian tersebut.

III. 1.1 Pendekatan Komunikasi

  Dalam pendekatan verbal digunakan bahasaIndonesia yang formal namun dengan kosa kata yang sederhana karena target audiens pada buku ini adalah masyarakat umum yang ingin mengetahui informasimengenai Tari Merak dan masyarakat yang tertarik pada bidang kesenian. Dariperancangan buku Tari Merak ini pesan utama yang akan disampaikan adalah memberitahukan gerakan tari dan bagian-bagian kostum yang terdapat padakesenian Tari Merak, sehingga target audiens mengetahui dan mengerti tentang unsur visual yang ada pada kesenian Tari Merak.

III. 1.2 Strategi Kreatif

  Agar perancangan media informasi buku Tari Merak bisa menarik bagi khalayak sasaran maka buku ini dirancang dengan strategi kreatif sebagai berikut: Menggunakan judul buku yang bersifat komersil atau menjual agar tidak terlihat kaku dan monoton, adapun judul yang digunakan untuk media informasi tentang Tari Merak ini adalah “Gemulai Merak – Pesona Sang Merak Jantan”. Ketiga kategori digunakan berdasarkan materi buku yang berisikan penggambaran visual dari Tari Merak yang ingin menonjolkan unsur gerak dan kostum. Menggunakan tipe huruf script pada judul bab untuk memberi kesan gemulai yang diimbuhkan dari gerak Tari Merak.

III. 1.3 Strategi Media

  Media merupakan alat bantu atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dari komunikator kepada khalayak sasarandengan perencanaan yang sistematik dan berharap mendapatkan respon dan tanggapan dari penerima pesan. Buku ini berisikan sejarah, foto dari unsur visual dan penjelasan mengenai makna dari gerak tari dan kostum yang terdapat pada kesenian Tari Merak.

III. 1.4 Strategi Distribusi

  Media utama berupa buku berilustrasikan foto yang dirancang oleh penulis diasumsikan kepada pihak penerbit yang berpotensi dan kompeten denganberbagai produk yang bersifat pengetahuan yaitu PT. Stiker, gantungan kuncidan pembatas buku merupakan media yang bersifat merchandise karena diberikan setelah melakukan pembelian buku pada toko yang bersangkutan dengan PT.

III. 2 Konsep Visual

  Konsep visual dari perancangan media informasi Tari Merak adalah menampilkan visualisasi secara gerakan-gerakan serta kostum yang ada dalamTari Merak yang diilustrasikan dengan teknik fotografi dan ditunjang dengan warna serta huruf yang tidak formal. Sumber: Dokumen pribadi III.2.2 Tata Letak (Layout)Layout yang digunkan untuk membuat buku mengenai Tari Merak yaitu dengan peletakan visual dan teks yang statis serta elemen-elemen desain yang simetris.

III. 2.3 Tipografi

  Pada pernacangan media informasi Tari Merak ini digunakan type hurufLauren Script pada judul buku dipilih karena type ini termasuk pada kategori script sehingga mampu mewakili karakter feminin, Duepuntozero nomer halaman buku, dan AlexandriaFLF pada body teks dipilih karena type ini mempunyai tingkat keterbacaan yang jelas dan memberikan kesan ringan ketika dibaca. Selainketiga type tersebut, type atau jenis font lain juga digunakan dalam perancangan media informasi ini namun bersifat umum dan bukan bahasan inti atau khususpada media yang dirancang.

III. 2.4 Ilustrasi

  Ilustrasi adalah hasil visualisasi dari suatu tulisan dengan teknik drawing, lukisan, forografi, atau teknik seni rupa lainnya yang lebih menekankan hubungansubjek dengan tulisan yang bertujuan menerangkan atau menghiasi suatu cerita, tulisan atau informasi tertulis lainnya sehingga tulisan tersebut lebih mudahdicerna. Product photography dipilih dengan tujuan untuk memuat hasil foto bagian- bagian busana dan perlengkapan yang dipakai oleh penari Tari Merak mulai dari bagian kepala sampai bagian kaki.

III. 2.5 Warna Warna hitam dan putih dipilih sebagai warna latar pada media utama

  Kedua warna tersebut digunakan dan dikombinasikan pada latar buku, yakni latar dari halaman isi buku, latar tata telak tampilan visual foto dan teks dengan tujuanagar visual pada buku dapat terlihat mencolok serta memberikan rasa nyaman pada mata pembaca. Menurut Sulasmi Darmaprawira (2002:59) kontras antarahitam dan putih atau antara cerah dan gelap menghasilkan kesan yang lebih mencolok dibandingakan dengan kontars warna-warna yang kuat dalam nilai yangsama.

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA IV.1 Proses Perancangan Buku Proses ini dimulai dengan pembuatan storyline dimana merupakan

  Tahap ini adalah tahappenyesuaian antara nama gerak dan teknik atau tampilan gerak, dimana fose yang diambil adalah bagian yang dianggap menarik pada gerakan Tari Merak. Proses yang dilakukan setelah pembuatan dummy adalah proses percetakan yang langsung berlanjut kepemotongan kertas dan Adapun spesifikasi kertas untuk pada media buku adalah Art Paper 150 gsm pada halaman dalam atau isi dan Art Paper 310 gsm pada cover buku.

IV. 2.3 Gantungan Kunci

  Teknik pembuatan gantungan kunci ini yaitu menggunakan teknik cutting grapier agar sisi-sisi darigantung kunci ini bisa mengikuti desain yang dibuat yakni bentuk dari kepala penari merak lengkap dengan siger yang dipakainya. Kedua media tersebut bertujuan untuk memberitahuan kepada pengunjung toko buku bahwa buku mengenai Tari Merak yang berjudul “GemulaiMerak - Pesona Sang Merak Jantan” telah terbit, namun cara penyampaiannya didesain secara tidak langsung agar memunculkan rasa penasaran pada benakpengunjung sehingga menggugah rasa ingin tahu mengenai media tersebut.

IV. 3.2 Poster

  Selain motifbulu merak dengan opacity rendah diimbuhkan pada tampilan ikon, visual pada ikon poster berisikan penggalan kalimat atau tulisan yang merupakan informasiyang terdapat pada isi buku. Judul buku yang dipromosikan juga ikut dimunculkan agar mempertegas bahwa porter tersebut adalah poster dari bukuyang berjudul “Gemulai Merak - Pesona Sang Merak Jantan”.

Dokumen baru