Hubungan Kecerdasan Emosional Perawat dengan Perilaku Caring Perawat di RSU Kabanjahe

Gratis

8
72
222
2 years ago
Preview
Full text

HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL PERAWAT DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT DI RSU KABANJAHE

  24 Nama Mahasiswa : Priskila Br Meliala NIM : 101101136Jurusan : Sarjana Keperawatan (S.Kep) Tahun Akademi : 2014 Abstrak Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang dalam menyadari dirinya,mengatur dirinya, memotivasi dirinya secara pribadi dan memahami perasaan, kebutuhan dan kepentingan orang lain (empati) serta terampil dalam hal-halsosial. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan yang positif antara kecerdasan emosional perawat dengan perilaku caring perawat di RSU Kabanjahe.

BAB 1 PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

  Sedangkan Goleman (2001) menyatakan bahwa kecerdasan emosional atau emotionalintelligence adalah kemampuan mengenali perasaan kita sendiri dan perasaanorang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. Selain di RSUD Semarang, di RSUD Kabupaten Indramayu juga ditemukan bahwa masih banyak juga keluhanpasien dan keluarga yang dirawat di rumah sakit tersebut terhadap sikap dan perilaku perawat yang kurang ramah, kasar dan kurang tanggap, padahal perawatlah yang 24 jam mendampingi dan mengetahui kondisi pasien (Rosalina, 2008).

2. Pertanyaan Penelitian

  Pertanyaan dari penelitian ini adalah: 2.1 Bagaimanakah kecerdasan emosional perawat di RSU Kabanjahe? 2.3 Bagaimanakah hubungan antara kecerdasan emosional perawat dengan perilaku caring perawat di RSU Kabanjahe?

3. Hipotesis Penelitian

4. Tujuan Penelitian

  Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah adanya hubungan yang positif antara kecerdasan emosional perawat dan perilaku caring perawat. 4.1 Tujuan Umum Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubunganantara kecerdasan emosional perawat dengan perilaku caring perawat di RSU Kabanjahe.

5. Manfaat Penelitian

  5.2 Bagi Pendidikan Keperawatan Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bergunabagi perawat pendidik untuk mengintegrasikan dalam pembelajaran terkait kecerdasan emosional dan perilaku caring perawat. 5.3 Bagi Penelitian Selanjutnya Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan data dasar mengenaihubungan kecerdasan emosional perawat dengan perilaku caring perawat serta menjadi pertimbangan maupun perbandingan dengan penelitian selanjutnya.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

1. Kecerdasan Emosional

  SedangkanGoleman (2001) menyatakan bahwa kecerdasan emosional atau emotionalintelligence adalah kemampuan mengenali perasaan kita sendiri dan perasaanorang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. Orang yang memiliki kecakapan dalam orientasi pelayanan adalah orang yang memiliki keterampilanmemahami kebutuhan orang lain dan menyesuaikan semua itu dengan pelayanan yang tersedia, mencari berbagai cara untuk meningkatkan kepuasan orang lain,dengan senang hati menawarkan bantuan yang sesuai, memahami pikiran orang lain, serta bertindak sebagai konselor yang dapat dipercaya.

f. Di saat lainnya menyerah, mereka tidak putus asa dan frustasi, justru menjaga motivasi untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan

2. Perilaku Caring

2.1 Konsep caring

  Caring bertujuan memperbaiki dan meningkatkan kondisi manusia dan menekankan pada aktivitasyang sehat dan mudah dilakukan pada individu atau kelompok yang didasarkan pada metode bantuan yang telah disetujui secara budaya. Memahami klien berarti perawat menghindari asumsi, fokus pada klien, dan ikut serta dalam hubungan caring dengan klien yang memberikan informasi danpetunjuk untuk dapat berpikir kritis dan memberikan penilaian klinis.

BAB 3 KERANGKA KONSEP

1. Kerangka Konsep

  Kerangka konsep adalah gambaran hubungan antara variabel yang satu dengan variabel yang lain dari masalah yang ingin diteliti (Notoatmodjo, 2010). Skema 3.1 Kerangka konsep hubungan kecerdasan emosional perawat dengan perilaku caring perawat di RSU KabanjaheKecerdasan emosional : Perilaku caring berdasarkan faktor karatif : 1.

2. Definisi Operasional

  Tabel 3.1 Definisi operasional hubungan kecerdasan emosional perawat dengan perilaku caring perawat di RSU Kabanjahe Variabel Definisi operasional Alat ukur Hasil Skala Variabel Kemampuan perawat RSU Kuesioner Hasil yang intervalindependen: Kabanjahe dalam menyadari dengan 35 didapat : kecerdasan dirinya, mengatur dirinya, pernyataan 1. Tingkat kadangkecerdasan emosional 1 = tidak rendahpernah Hasil skoryang didapatadalah: 106 – 14071 – 105 35 - 70 Variabel Perilaku caring adalah Kuesioner Hasil yang interval dependen: tindakan yang dilakukan dengan 30 didapat :perilaku perawat RSU Kabanjahe pernyataan 1.

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN

  Populasi dan Sampel Penelitian 2.1 Populasi penelitian Populasi dari penelitian ini adalah seluruh perawat yang bekerja di RSUKabanjahe dan seluruh pasien yang dirawat di ruang rawat inap RSU Kabanjahe. Hal ini disebabkan adanya program BPJS (BadanPenyelenggara Jaminan Sosial) yang terbentuk mulai bulan Januari 2014 yang juga berlaku di rumah sakit swasta di Kabanjahe, sehingga masyarakat KabupatenKaro cenderung memilih perawatan di rumah sakit swasta yang memiliki fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan rumah sakit pemerintah seperti RSU Kabanjahe.

3. Lokasi dan Waktu Penelitian

  Penelitian dilaksanakan di RSU Kabanjahe yang berada di Jalan Kapten Selamat Ketaren Kabanjahe. Alasan Peneliti memilih RSU Kabanjahe sebagailokasi penelitian meliputi: (1) RSU Kabanjahe dengan tipe C merupakan rumah sakit rujukan di Kabupaten Karo, (2) penelitian tentang hubungan kecerdasanemosional perawat dengan perilaku caring perawat belum pernah dilakukan di RSU Kabanjahe, (3) lokasi yang strategis dan mudah dijangkau peneliti karena daerah asal peneliti.

4. Pertimbangan Etik Penelitian

  Peneliti tetap menjaga kerahasian (confidentiality) dari responden dan tidak mencantumkan nama (anonimity) responden namun hanya inisial atau kode dilembar kuesioner yang diisi oleh responden. Selama proses pengambilan data, peneliti melindungi subjek dari semua kerugian baik material, nama baik dan bebas dari tekanan fisik dan psikologisyang timbul akibat penelitian ini.

5. Instrumen Penelitian dan Pengukuran Validitas - Reliabilitas

  5.1 Instrumen penelitian Sesuai dengan permasalahan dan variabel yang diteliti, maka instrumenyang digunakan dalam penelitian ini disusun oleh peneliti dengan mengacu kepada tinjauan pustaka dan kerangka konsep penelitian. a) Kuesioner data demografi Kuesioner data demografi yang digunakan untuk mengkaji data demografiresponden dibagi dua yaitu data demografi perawat sebagai responden untuk meneliti variabel kecerdasan emosional dan data demografi pasien untuk menelitivariabel perilaku caring perawat.

BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1. Hasil Penelitian

  Bab ini menguraikan tentang hasil penelitian berdasarkan pengumpulan data pada tanggal 17 Maret sampai dengan tanggal 03 Mei terhadap 46 orangresponden yaitu seluruh perawat yang bertugas di RSU Kabanjahe di ruang VIP, ruang kelas, ruang paviliun, ruang 5, dan ruang 6, serta terhadap 78 orangresponden yaitu pasien yang dirawat di RSU Kabanjahe. Pada analisis data hubungan kecerdasan emosional dengan perilaku caring perawat di RSU Kabanjahe didapatikoefisien korelasi Spearman rho atau �=0.109 yang menunjukkan ada hubungankecerdasan emosional dengan perilaku caring perawat dengan kekuatan hubungan sangat lemah dan arah hubungan positif, yaitu semakin tinggi kecerdasanemosional perawat maka semakin baik pula perilaku caringnya terhadap pasien.

2. Pembahasan

  Berdasarkan faktor proses belajar mengajar yang interpersonal didapatkan bahwa 30 orang perawat (38.5%) memiliki perilaku yang baik, 27 orang perawat(34.6%) memiliki perilaku yang cukup baik, dan 21 orang perawat (26.9%) memiliki perilaku yang buruk. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Tanjung (2012) tentang harapan pasien dalam kepuasanperilaku caring perawat di RSUD Deli Serdang yaitu faktor lingkungan yang mendukung, melindungi, dan memperbaiki suasana mental, fisik, sosial danspiritual adalah faktor karatif caring yang juga paling tinggi dan paling berkontibusi terhadap harapan caring perawat.

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

  KesimpulanPenelitian yang dilakukan terhadap 46 orang perawat di RSU Kabanjahe dan 78 orang pasien yang di rawat di RSU Kabanjahe menggambarkan bahwakecerdasan emosional perawat dalam kategori tinggi dan perilaku caring perawat dalam kategori cukup baik serta tidak ada ditemukan perawat yang memilikikecerdasan emosional yang rendah dan perilaku caring yang buruk. 2.3 Tenaga Perawat Diharapkan para perawat dapat mempertahankan dan meningkatkankecerdasan emosional dan perilaku caring terkhusus bagi perawat yang tingkat kecerdasan emosionalnya dalam kategori sedang dan perilaku caring yang cukupdan buruk misalnya dengan mengikuti kegiatan yang diadakan oleh pihak rumah sakit, misalnya dengan mendatangkan motivator yang mampu mendorongmotivasi perawat untuk meningkatkan kecerdasan emosional dan perilaku caring terhadap pasien.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Perilaku Caring Perawat dan Kepuasan Pasien Rawat Inap
10
108
111
Hubungan Beban Kerja Perawat Pelaksana dengan Perilaku Caring Perawat di ICU Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan
13
106
113
Hubungan Perilaku Caring Perawat dengan Tingkat Kecemasan Pasien Kankar Payudara di RSUP H.Adam Malik Medan
17
185
140
Hubungan Kecerdasan Emosional Perawat dengan Perilaku Caring Perawat di RSU Kabanjahe
8
72
222
Perbandingan Persepsi Perawat dengan Pasien tentang Perilaku Caring Perawat Perioperatif di Ruang Rawat Bedah Rumah Sakit Umum Binjai
24
382
99
Hubungan Kecerdasan Spiritual dengan Perilaku Caring Perawat di Ruang Rawat Inap RS. ST Elisabeth Medan
2
45
105
Hubungan Kecerdasan Spiritual dengan Perilaku Caring Perawat pada Praktek Keperawatan di Ruang Rawat Inap RSUP Haji Adam Malik Medan
16
127
102
Pentingnya Kecerdasan Emosional Bagi Perawat
0
19
4
Hubungan Perilaku Caring Perawat dengan Manajemen Regimen Terapeutik Pasien Tuberkulosis (TB) di Poli TB RS Paru Jember
4
29
19
Hubungan Tingkat Kognitif Perawat Tentang Caring dengan Aplikasi Praktek Caring di Ruang Rawat Inap RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso (The Correlation between Nurses Cognitive Level On Caring with Caring Practice Application in The Inpatient Unit RSU dr. H. K
0
20
5
Perilaku Caring Perawat dan Kepuasan Pasien Rawat Inap
0
1
19
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Hubungan Beban Kerja Perawat Pelaksana dengan Perilaku Caring Perawat di ICU Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan
0
0
7
Hubungan Beban Kerja Perawat Pelaksana dengan Perilaku Caring Perawat di ICU Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan
0
2
18
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. PERILAKU CARING 2.1.1. Konsep Perilaku - Hubungan Kecerdasan Spiritual dengan Perilaku Caring Perawat di Ruang Rawat Inap RS. ST Elisabeth Medan
0
0
26
BAB 1 PENDAHULUAN 1. Latarbelakang - Hubungan Kecerdasan Spiritual dengan Perilaku Caring Perawat di Ruang Rawat Inap RS. ST Elisabeth Medan
0
0
9
Show more