DAMPAK KEPEMIMPINAN, LINGKUNGAN KERJA, DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN BANK JATENG SEMARANG.

Gratis

0
3
16
3 years ago
Preview
Full text
DAMPAK KEPEMIMPINAN, LINGKUNGAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN BANK JATENG SEMARANG Aldilla Puspita Nagari Dr. Kusni Ingsih, MM ABSTRAK Kinerja seseorang dipengaruhi oleh kepemimpinan, lingkungan kerja dan komitmen organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kepemimpinan, lingkungan kerja, dan komitmen organisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan Bank Jateng Semarang. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Slovin, sampel yang diambil sebanyak 75 karyawan dari total karyawan Bank jateng Semarang berjumlah 300 karyawan. Jenis data yang digunakan adalah data primer dengan metode pengumpulan data kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil analisis menunjukan bahwa: (1 Kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja karyawan (2) Lingkungan Kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan, (3) Komitmen Organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Variabel kepemimpinan, lingkungan kerja, dan komitmen organisasi mampu menjelaskan variabel kinerja karyawan sebesar 87,0% dan sisanya 13% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini. Kata kunci : kepemimpinan, lingkungan kerja, komitmen organisasi, kinerja karyawan bagi kesejahteraan PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah kehidupan kehidupan banyak orang Beragam kemajuan yang di (Mangunhardjana, 2011). miliki perusahaan yang bersifat Pengertian teknologi maupun diatas dapat di kebudayaan definisikan bahwa kepemimpinan dan keilmuan telah menghasilkan merupakan aktifitas dalam persaingan antar banyak pihak. mengarahkan orang-orang agar Salah satu kemajuan perusahaan berjalan bermuara dari seperti tatanan faktor semestinya untuk mencapai cita- kepemimpinan. Menurut cita yang lebih baik. Soegihartono (2012) kepemimpinan adalah Penciptaan kemajuan perusahaan juga perlu adanya keseluruhan aktifitas dalam lingkungan kerja yang mampu rangka mempengaruhi orangmenciptakan hubungan kerja yang orang agar mau bekerja sama mengikat pekerja dalam untuk mencapai suatu tujuan yang lingkungannya. Lingkungan kerja memang diinginkan bersama. Inti yang baik adalah lingkungan yang kepemimpinan adalah fungsi atau aman, tenteram, bersih, tidak tugas, seorang pemimpin ada bising, terang dan bebas dari demi sesuatu yang lain bukan segala demi dirinya sendiri. macam ancaman dan Titik gangguan yang dapat perhatiannya adalah tujuan dan menghambat kinerja karyawan cita-cita harus tercapai karena (Vebriana Tri Rahayu, 2013). berguna, bermanfaat dan penting Lingkungan kerja mempunyai pengaruh yang besar terhadap dipengaruhi oleh ketiga unsur pembentukan tersebut. kepribadian seseorang. Pengaruh lingkungan Kesimpulan bahwa kerja pada umumnya akan sukar lingkungan kerja yang ada pada diubah apalagi yang bersangkutan bank Jateng selama ini belum lama dilingkungan mampu menumbuhkan semangat tersebut (Vincentius Satu,2012). kerja karyawan sebagai dampak Jadi lingkungan kerja merupakan dari kepemimpinan yang kurang salah satu faktor yang perlu mendorong diperhatikan agar kenyamanan Sumber daya pada Bank Jateng kerja tetap terjaga, sesuatu akan yang sebenarnya sudah mampu sulit menunjang bekerja dirubah akan semangat kerja, pekerjaan yang menguntungkan jika lingkungan tersedia, namun seiring dengan kerjanya nyaman. kepemimpinan dan lingkungan Kepemimpinan, kerja yang mungkin kurang lingkungan kerja dan komitmen mendukung organisasi merupakan unsur yang komitmen sejajar yang mampu mendorong kurang maksimal, Hanya sebagian kemajuan perusahaan. Menurut saja karyawan Bank Jateng yang Christina and (2010) komitmen dalam penelitian Agung dikarenakan Maren Prihantoro (2012) menyimpulkan bahwa kinerja karyawan mengakibatkan terhadap terhadap organisasi pekerjaan lingkungan yang kurang mendukung Sehingga dari berbagai fenomena dan latar belakang di atas, penelitian dengan ini judul diangkat a. Mempunyai kemampuan “dampak melebihi orang lain. Seorang kepemimpinan, lingkungan, dan pemimpin tidak mau jadi komitmen organisasi pada kinerja nomor dua, juga mempunyai karyawan di Bank Jateng”. keinginan mengatasi mengungguli Seorang Perumusan Masalah 1. Bagaimana dampak kepemimpinan terhadap kinerja karyawan Bank Jateng 2. Bagaimana lingkungan dampak kerja terhadap kinerja karyawan Bank Jateng 3. Bagaimana dampak komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan Bank Jateng TINJAUAN PUSTAKA orang pemimpin dan lain. harus penuh inisiatif dan sanggup bekerja keras serta ulet untuk dapat mencapai tujuan. b. Mempunyai rasa tanggung jawab yang besar. Seorang pemimpin tidak akan pernah merasa takut untuk memikul tanggung jawab terhadap orang lain, atau pekerjaan yang sukar sekalipun. Pengertian Kepemimpinan Seorang pemimpin yang baik harus mempunyai sifat-sifat yang baik dan terpuji sehingga dapat menjadi teladan bagi bawahannya. kepemimpinan yang baik harus memiliki sifatsifat yang baik yaitu: c. Mau bekerja keras. Seorang pemimpin akan selalu sanggup bekerja keras dan tidak kenal lelah, mempunyai daya tahan untuk bekerja keras dalam jangka waktu lama. Hal ini untuk dapat memberi contoh atau Menurut Ahyari (1997) dalam Lewa motivasi pada bawahan. d. Pandai bergaul. Seorang pemimpin yang baik, selalu pandai bergaul dengan teman sejawat, pemimpin akan berusaha mengenal baik temannya serta memahami e. Memberi contoh bekerja semangat pada bawahan. Seorang pemimpin selalu menjadi pelopor dan selalu memberi contoh bagaimana cara bekerja keras dan bersemangat, sehingga bawahan dengan sendirinya termotivasi untuk ikut bekerja dengan semangat. f. Memiliki rasa integritas. Pemimpin harus mempunyai rasa bersatu padu dengan kelompok yang ada dalam organisasinya. dan Subowo ( 2005 ) dalam jurnal Vebriana Tri Rahayu (2013), lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non-fisik. 1. Lingkungan kerja Fisik lingkungan kerja fisik adalah semua keadaan segala persoalannya. dengan Lingkungan Kerja berbentuk fisik yang terdapat di sekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi karyawan baik secara langsung maupun scara tidak langsung. Lingkungan kerja fisik dapat dibagi dalam dua kategori, yakni : a) Lingkungan yang langsung berhubungan dengan karyawan Seperti: (pusat kerja, kursi, meja dan sebagainya); b) Lingkungan perantara atau lingkungan umum dapat juga disebut lingkungan kerja yang mempengaruhi kondisi manusia, misalnya : temperatur, kelembaban, sirkulasi udara, pencahayaan, kebisingan. kinerja yang mengasumsikan bahwa karyawan yang mempunyai komitmen 2. Lingkungan Kerja Non Fisik terhadap perusahaan cenderung Lingkungan kerja non fisik yang mengembangkan upaya yang lebih meliputi lingkungan sosial, status besar pada perusahaan. sosial, Menurut hubungan kantor, sistem kerja dalam informasi dan Soegihartono komitmen (2012), organisasional dapat kesempatan. Lingkungan kerja non dipandang sebagai suatu keadaan yang fisik adalah semua keadaan yang mana seorang karyawan atau individu terjadi memihak yang berkaitan dengan pada suatu organisasi hubungan kerja, baik hubungan tertentu dan tujuan-tujuannya, serta dengan atasan maupun hubungan berniat sesama ataupun dalam organisasi tersebut. Dengan bawahan. demikian, komitmen organisasional rekan hubungan Kondisi kerja, dengan seperti inilah selanjutnya yang menciptakan yang memelihara tinggi kepemihakan keanggotaan menunjukkan seorang tingkat karyawan antusiasme untuk bersatu dalam terhadap organisasi mempekerjakannya. Pada Allen dan perusahaan untuk mencapai tujuan. Meyer Komitmen organisasional dianggap penting bagi perusahaan karena: (1) terhadap (1990) yang dalam jurnal Soegihartono (2012) mengajukan tiga Komitmen Organisasi berpengaruh organisasi turnover karyawan, (2) berhubungan dengan bentuk komitmen organisasi yaitu: (1) Komitmen afektif, (2) Komitmen Kontinuan; (3) Komitmen Normatif. Komitmen organisasi mencerminkan hubungan dasarnya dengan tingkatan dimana seseorang mengenali perusahaan didasarkan sebuah organisasi dan terikat pada pada komitmen tujuan-tujuannya. berkelanjutan tetap bekerja Komitmen organisasi terdiri atas tiga komponen karena mereka harus terpisah yang saling berhubungan. bekerja. John Meyer dan Nathalie Allen, 3. Komitmen normatif sepasang ahli komitmen, mengartikan Mencerminkan rasa komponen-komponen tersebut sebagai tanggung jawab untuk terus berikut (Robert Kreitner, 2014). bekerja. Pegawai yang 1. Komitmen afektif memiliki tingkat komitmen Pelekatan emosi pegawai normatif yang tinggi pada identifikasi pegawai merasa bahwa mereka dan keterlibatan pegawai harus tetap berada di dalam perusahaan. Pegawai perusahaan. yang memiliki komitmen Tiga komponen tersebut afektif yang kuat terus bergabung untuk bekerja untuk perusahaan menghasilkan sebuah karena kekuatan mengikat yang mereka menginginkannya. memengaruhi akibat 2. Komitmen berkelanjutan perputaran pegawai dan Kesadaran akan kerugian perilaku di tempat kerja karena meninggalkan seperti kinerja, perusahaan. Pegawai yang ketidakhadiran, dan terhadap kinerja karyawan pada keanggotaan organisasi. Bank Jateng. Kinerja H2 : Terdapat pengaruh positif dan Menurut Kusnadi (2003;64) menyatakan bahwa kinerja adalah setiap gerakan, perbuatan, signifikan antara lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada Bank Jateng. pelaksanaan, kegiatan atau tindakan yang diarahkan untuk mencapai tujuan atau target (2002;195) tertentu. Hariandja mengemukakan kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh H3 : Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan pada Bank Jateng. pegawai atau prilaku nyata yang METODOLOGI PENELITIAN ditampilkan sesuai dengan perannya Populasi dan sampel Pada dalam organisasi. ini adalah seluruh karyawan yang ada di Bank Kerangka Pikir KEPEMIMPINAN X1 penelitian Jateng yang berjumlah 300 karyawan. H1 Sampel merupakan sebagian H2 LINGKUNGAN X2 KINERJA KARYAWAN dari populasi yang karakteristiknya hendak diselidiki, dan dianggap bisa KOMITMEN X3 H3 mewakili keseluruhan populasi dan jumlahnya H1 : Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kepemimpinan lebih sedikit dari populasinya. (Djarwanto dan Subagyo, 2010) Untuk menentukan jumlah meningkat atau positif sebesar sampel yang akan digunakan, maka penulis memakai rumus Slovin (Umar, 0,698. 2. 2004) yaitu : Koefisien regresi kepemimpinan (X1) sebesar 0,613, menunjukkan bahwa Atas dasar perhitungan di atas, variabel X1 hubungan positif artinya semakin memiliki terhadap Y variabel maka sampel yang diambil adalah kepemimpinan mengalami berjumlah 75 orang. Teknik sampling kenaikan (kemampuan memimpin yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple metode yang random pimpinan sampling. HASIL mumpuni, PENELITIAN DAN yang dukungan cukup besar, memberikan kesempatan untuk PEMBAHASAN tukar Analisis Regresi Berganda tersebut mempunyai makna sebagai berikut: 1. Konstanta (α) bahwa bila variabel kenaikan. 0,310 X3 regresi maka kinerja karyawan juga mengalami Y = 0,698 + 0,613 X1 + 0,078 X2 + Persamaan pikiran) menunjukkan 3. Koefisien kerja regresi (X2) lingkungan sebesar 0,078, menunjukkan bahwa variabel X2 variabel memiliki kepemimpinan, lingkungan kerja terhadap dan komitmen organisasi, bernilai variabel 0 atau tetap maka arah perubahan mengalami variabel dependen kinerja akan nyaman hubungan positif artinya semakin Y lingkungan kenaikan dan lingkungan sesuai yang kerja (semakin dengan dikehendaki para karyawan yaitu pencahayaan Pengujian yang cukup, suhu udara yang Simultan (uji F) Secara Pengaruh secara bersama-sama sesuai dengan kondisi tubuh, 4. Hipotesis tidak bising, tata ruang yang antara indah serta tatanan berkas dan kerja, komitmen organisasi adalah peralatan maka sebesar 165,714 dengan sig. 0,000 < α variabel kinerja karyawan juga = 0,05. Nilai sig. yang lebih kecil α = mengalami kenaikan. 0,05 yang Koefisien rapi) regresi komitmen kepemimpinan, lingkungan menunjukkan hipotesis diterimanya yang menyatakan organisasi (X3) sebesar 0,310, kepemimpinan, lingkungan kerja dan menunjukkan bahwa variabel X3 komitmen memiliki signifikan terhadap kinerja karyawan hubungan positif artinya semakin terhadap Y variabel komitmen organisasi mengalami kenaikan organisasi berpengaruh Bank Jateng secara bersama-sama. Pengujian Hipotesis Secara Parsial (uji t) Hasil (karakteristik antar personal yang SPSS pengujian pada statistik baik, karakteristik organisasi yang dengan variabel X1 memberikan timbal balik yang (kepemimpinan) diperoleh nilai thitung baik, pendidikan yang sesuai pada = 4,693 dan sig = 0,000 < 5% jadi Ho setiap bagian, pengalaman kerja ditolak. Ini berarti variabel yang cukup, serta persaingan kepemimpinan secara statistik anatar pegawai yang cukup sehat) berpengaruh terhadap variabel maka variabel kinerja karyawan dependen kinerja. Pada variabel X2 juga mengalami kenaikan. (lingkungan kerja) diperoleh nilai thitung = 0,796 dan sig = 0,429 > 5% Pengaruh Kepemimpinan terhadap jadi Ho diterima. Ini berarti variabel Kinerja Karyawan di Bank Jateng independen lingkungan kerja secara Para responden memberikan statistik tidak berpengaruh terhadap persepsi yang cukup baik terhadap variabel Pada kepemimpinan yang diterimanya. Hal variabel X3 (komitmen organisasi) ini dapat dilihat dari nilai rerata diperoleh nilai thitung = 2,384 dan sig = kepemimpinan sebesar 3,55, yang 0,020 < 5% jadi Ho ditolak. Ini berarti berarti variabel termasuk kategori tinggi. Persepsi dependen kinerja. independen komitmen berdasarkan yang terhadap variabel dependen kinerja. kepemimpinan ini terbentuk karena Koefisien Determinasi (R2) kemampuan memimpin ditunjukkan dengan baik skala organisasi secara statistik berpengaruh Besarnya koefisien determinasi cukup rentang terhadap kemampuannya dapat dilihat pada adjusted r squre menyelesaikan masalah dengan tanpa sebesar 0,870. Angka ini menunjukkan memperhatikan kemampuan variabel kepemimpinan, kinerja pegawai telah sesuai dengan lingkungan komitmen pekerjaan yang dilakukan dengan nilai organisasi dalam menjelaskan kinerja rata-rata sebesar 3,49, Support atau karyawan Bank Jateng adalah sebesar dukungan 87,0%, sementara sisanya sebesar 13% berpengaruh pada peningkatan kinerja (100% - 87,0%), kinerja karyawan pegawai saat ini dengan rata-rata 3,52, Bank Jateng dijelaskan oleh variabel pegawai harus senantiasa dimintai lain. kontribusi saran untuk pengambilan Pembahasan keputusan yang akan diambil oleh kerja dan penghargaan pimpinan atas sangat pimpinan dengan nilai rata-rata lingkungan kerja sebesar 3,02, yang sebesar 3,45, Sebelum pengerjaan berarti project baru hendaknya ada briefing termasuk kategori cukup atau sedang. dari pimpinan dengan nilai rata-rata Persepsi yang cukup baik terhadap seesar 3,51 dan pengetatan jam kerja lingkungan kerja ini terbentuk karena merupakan pencahayaan langkah pengendalian berdasarkan rentang yang skala kurang yang paling efektif dengan nilai rata- mengakibatkan kinerja yang kurang rata 3,76. Dapat ditarik kesimpulan maksimal bahwa rata-rata tertinggi dari persepsi sebesar 3,11, suhu udara yang nyaman karyawan Bank dengan nilai rata-rata Jateng mengenai akan membuat pegawai lebih fokus adalah sebelum pada pekerjaannya dengan rata-rata pengerjaan project baru hendaknya 2,68, kebisingan bukan masalah utama ada briefing dari pimpinan, dan yang penyebab kinerja pegawai menurun terendah yaitu pengetatan jam kerja dengan nilai rata-rata sebesar 2,81, merupakan tata ruang yang menarik dan rapi kepemimpinan langkah pengendalian yang paling efektif. Pengaruh terhadap membuat betah para pegawai untuk Lingkungan Kinerja Kerja Karyawan di Bank Jateng Para responden memberikan persepsi yang cukup baik terhadap lingkungan kerja yang diterimanya. Hal ini dapat dilihat dari nilai rerata berada diruangannya dengan nilai rata-rata 2,96, dan tatanan berkas dan peralatan yang rapi menjadikan kerja pegawai semakin nyaman dengan ratarata 3,5. Dapat ditarik kesimpulan bahwa rata-rata tertinggi dari persepsi karyawan Bank Jateng mengenai lingkungan kerja adalah tatanan berkas dan peralatan yang rapi menjadikan aturan terlalu ketat, sangat mendorong kerja pegawai semakin nyaman, dan menurunnya yang terendah yaitu suhu udara yang dengan rata-rata 2,72, pendidikan yang nyaman akan membuat pegawai lebih sesuai dengan bidang pekerjaan akan fokus pada pekerjaannya. sangat Pengaruh terhadap Komitmen Kinerja Organisasi Karyawan di karakteristik terkait organisasi dengan dengan personal komitmen nilai rata-rata sebesar 3,08, pengalaman kerja yang memadai akan menjadikan seorang Bank Jateng Para responden memberikan pegawai lebih berkomitmen pada persepsi yang cukup baik terhadap bidang pekerjaan dengan nilai rata-rata komitmen 3,12, dan persaingan kerja akan organisasi yang dilakukannya. Hal ini dapat dilihat memacu dari nilai rerata komitmen organisasi seorang pegawai sebesar 3,14, yang berarti berdasarkan 3,44. Dapat ditarik kesimpulan bahwa rentang skala termasuk kategori cukup rata-rata tertinggi atau sedang. Persepsi yang cukup baik karyawan Bank terhadap ini komitmen terbentuk karena karakteristik personal persaingan kerja yang menunjukkan etos kerja tinggi komitmen berkerja dari para pegawai sangat mendukung pegawai dan yang terendah yaitu organisasi karakteristik organisasi yang terlalu komitmen untuk organisasi berkomitmen komitmen memberikan reward dengan nilai rata- memberikan rata sangat sebesar 3,33, karakteristik organisasi yang terlalu memberikan bekerja bagi dengan rata-rata dari persepsi Jateng mengenai organisasi adalah aturan mendorong karakteristik personal. akan memacu bagi terlalu seorang ketat, menurunnya semakin PENUTUP Kesimpulan sesuai lingkungan kerja yang ada, maka belum Berdasarkan pembahasan dari tentu kinerja karyawan keseluruhan bab, maka dapat diambil semakin meningkat. kesimpulan sebagai berikut : 3. 1. Hipotesis pertama kepemimpinan signifikan Hipotesis ketiga tentang tentang komitmen organisasi berpengaruh signifikan terhadap karyawan berpengaruh terhadap kinerja kinerja karyawan Bank Jateng telah Bank Jateng telah terbukti, hal terbukti, hal ini ditunjukkan dengan semakin ini ditunjukkan dengan loyalitas semakin tinggi komitmen yang diberikan, kepemimpinan yang diberikan, organisasi maka semakin tinggi kinerja maka karyawan. semakin tinggi pula Sebaliknya, kinerja karyawan. Sebaliknya, semakin rendah loyalitas semakin rendah komitmen kepemimpinan yang diberikan, organisasi, maka semakin maka semakin rendah kinerja rendah kinerja karyawan. karyawan. Saran 2. Hipotesis kedua lingkungan kerja tentang tidak berpengaruh signifikan terhadap karyawan Saran Bank Jateng telah terbukti, hal ini ditunjukkan dengan bisa disampaikan berdasarkan dari hasil penelitian yang didapat, yaitu : 1. kinerja yang Faktor lingkungan kerja menunjukkan bahwa tatanan berkas dan peralatan yang rapi menjadikan kerja pegawai semakin nyaman menunjukkan rata-rata terbesar yaitu 3,53 namun belum berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja. Berdasarkan hasil tanggapan tersebut maka perlu adanya penciptaan sub elemen lain pada faktor lingkungan yang mampu mempengaruhi kinerja pegawai. 2. Faktor komitmen organisasi menunjukkan bahwa persaingan kerja akan memacu komitmen bekerja bagi seorang pegawai menunjukkan rata-rata terbesar yaitu 3,44. Berdasarkan hasil tanggapan tersebut maka perlu adanya perhatian pada persaingan kerja yang memacu komitmen bekerja bagi seorang pegawai. 3. Faktor kepemimpinan menunjukkan pengetatan bahwa jam kerja merupakan pengendalian langkah yang paling efektif menunjukkan rata-rata terbesar yaitu 3,76. Berdasarkan hasil tanggapan tersebut maka perlu adanya perhatian pada disiplin jam kerja sehingga kinerja pegawai akan meningkat

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh Budaya Organisasi, Kepemimpinan dan Kepuasan Kerja Terhadap Komitmen Organisasi dan Kinerja Karyawan PT. Telkom Medan
10
177
168
Pengaruh Kepemimpinan, Kedisiplinan dan Komitmen Organisasi terhadap kinerja karyawan Hotel Pandanaran Semarang.
0
4
13
MENINGKATKAN KINERJA MELALUI KEPEMIMPINAN, BUDAYA ORGANISASI DAN KOMITMEN ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI INTERVENING PADA KARYAWAN TELKOMSEL BRANCH SEMARANG.
0
3
15
PENGARUH KEPEMIMPINAN, LINGKUNGAN KERJA, KOMITMEN ORGANISASI DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi pada koperasi simpan pinjam (KSP) Utama karya Cabang Semarang).
10
47
16
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, DISIPLIN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT INDOMULTI PLASINDO DI SEMARANG.
0
4
12
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, BUDAYA ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN KORAN PT.TEMPO JATENG DAN D.I.YOGYAKARTA.
0
8
11
Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi, Pelatihan, Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Bank BRI Cabang Ahmad Yani Semarang.
0
5
10
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN
0
3
92
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, KOMITMEN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Komitmen Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus di PT. Safari Salatiga).
0
3
14
Dampak Kepemimpinan Transformasional dan Komitmen Organisasional terhadap Kinerja Karyawan Game Master.
0
1
28
Pengaruh gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan.
0
2
119
Pengaruh gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan
0
0
117
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KOMITMEN ORGANISASI, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN BANK JATENG KUDUS
0
0
14
PENGARUH KEPEMIMPINAN, LINGKUNGAN KERJA FISIK, DAN IKLIM ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN
0
1
121
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, LINGKUNGAN KERJA, DAN KOMITMEN TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN
2
2
145
Show more